Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [islam-kristen] RE: Re: Percaya Kepada Yesus

Expand Messages
  • A.C. Zulvan
    Kalau begitu tolong artikan ayat-ayat yang anda jadikan argumentasi. ... From: Venus To: Islam-Kristen@Yahoogroups.Com Sent: Monday, March 31, 2003 5:43 PM
    Message 1 of 109 , Apr 1, 2003
    • 0 Attachment
      Kalau begitu tolong artikan ayat-ayat yang anda jadikan argumentasi.
      ----- Original Message -----
      From: Venus
      Sent: Monday, March 31, 2003 5:43 PM
      Subject: Fw: [islam-kristen] RE: Re: Percaya Kepada Yesus

      anda ini lucu ya, suka memengal ayat dan mengartikannya semau anda, entah ini disengaja atau tidak, tapi coba anda simak baik2 ayat demi ayat.
      Kalo niat hati anda membaca Alkitab hanya untuk mencari kesalahan anda TIDAK AKAN PERNAH MENEMUKAN KEBENARAN SEJATI.
       
      bunyi ayat itu kan sebenarnya :
      Yohanes 12:44-45
      Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.
       
      Yohanes 12: 44-45, Yesus menceritakan siapa DIA sebenarnya. Yesus berkata barangsiapa percaya kepadaNya itu berarti orang tsb sama juga percaya kepada Allah.
      Dan barangsiapa melihat DIA itu berarti melihat Allah. Coba anda simak lagi kata2nya "percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku."
       
      Lalu Yohanes 5:37-40
      Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.
      Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.
       
      Yohanes 5:37-40, Yesus hendak mengatakan kepada orang2 yang selalu rajin membaca dan meneliti kitab2 suci tetapi tetap tidak percaya kepada Yesus maka orang tsb tidak akan mendapat hidup kekal. Kata2 ini ditujukan kepada Imam2 atau ahli2 Taurat yang pada waktu itu merasa dirinya pandai dan tahu kebenaran kitab suci tetapi tetap tidak mau percaya kepada Yesus, maka orang2 tsb tidak akan mendapat hidup kekal.
       
       
       
      ----- Original Message -----
      From: "A.C. Zulvan" <zac@...>
      Sent: Saturday, March 29, 2003 5:08 PM
      Subject: Re: [islam-kristen] RE: Re: Percaya Kepada Yesus

      Wah, panjang juga ya pembahasan tentang Percaya Kepada Yesus ini ;)

      Baiklah kita renungkan yang berikut ini:

      Pada masa kehidupannya orang-orang dapat melihat diri, rupa dan wujud Yesus Kristus.

      Coba anda bayangkan kalau diri anda hadir di hadapan Yesus di saat beliau sedang mengajar tersebut.

      Bila anda hadir duduk di sana, maka anda akan dengan jelas melihat, mendengar bahkan dapat memegang dan menyentuh tubuh Yesus.

      Di saat hadir di tengah-tengah murid-murid Yesus, kemudian anda perhatikan Kristus berkata:
       
      Yoh
      12:44. Tetapi Yesus berseru kata-ya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia BUKAN PERCAYA KEPADA-KU, TETAPI KEPADA DIA, yang telah mengutus Aku;
       
      Kemudian anda perhatikan kata-kata Yesus tentang siapa DIA yang dimaksudkan oleh Yesus:

      "Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat," (Yoh 5:37)

      Coba anda renungkan, Yesus mengajarkan kepada siapa sesungguhnya manusia harus percaya.

      Pada saat itu anda sedang duduk di hadapan Yesus, anda bisa melihat beliau dan mendengarkan suara beliau, tetapi Yesus mengatakan "BUKAN PERCAYA KEPADA-KU," (Yoh 12:44)

      Yesus mengajarkan untuk percaya "KEPADA DIA, yang telah mengutus Aku;" dan "BUKAN PERCAYA KEPADA-KU," (Yoh 12:44)

      Sedangkan wujud DIA yang dimaksudkan oleh Yesus adalah:

      "Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat," (Yoh 5:37)

      Bagaimana bisa demikian? Bila Yesus adalah Allah itu, mengapa Yesus mengatakan bahwa dirinya bukan Allah?

      Di saat anda dapat melihat, mendengar dan menyentuh tubuh Yesus, Yesus mengatakan bahwa Allah itu adalah "Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat," (Yoh 5:37)

      Kemudian tentang DIA itu Yesus berkata: "Engkau, satu-satunya Allah yang benar" (Yoh 17:3)

      Jadi, apakah Yesus memang menginginkan anda percaya bahwa dirinya adalah Allah? Atau justru kepercayaan tentang Yesus adalah Allah itu adalah bukan ajaran Yesus, sebagaimana beliau berkata:

      "BUKAN PERCAYA KEPADA-KU, TETAPI KEPADA DIA, yang telah mengutus Aku;"

      How to explain this?

      Salam.



      Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
    • mikael_agl
      Salam hangat sdr Zulvan Rupanya sdr Zulvan tidak mengetahui apa Malaikat TUHAN itu, sehingga menganggapnya sebagai mahluk ciptaanNya. Kalau anda perhatikan
      Message 109 of 109 , May 5, 2003
      • 0 Attachment
        Salam hangat sdr Zulvan

        Rupanya sdr Zulvan tidak mengetahui apa Malaikat TUHAN itu, sehingga
        menganggapnya sebagai mahluk ciptaanNya.
        Kalau anda perhatikan baik2 dalam Hakim-hakim 13:15-23 seperti yg
        telah anda kutip tersebut, maka anda akan menemui bahwa
        perkataan "Malaikat" dimulai dengan huruf M kapital. Ini berbeda
        dengan malaikat TUHAN (dgn huruf m kecil) yg merupakan mahluk
        ciptaanNya. Sedangkan Malaikat TUHAN (dgn huruf M kapital) itu tidak
        lain adalah merupakan penyataan diri TUHAN/Yahweh itu sendiri. Jadi
        Malaikat TUHAN itu adalah TUHAN itu sendiri yang menyatakan diriNya.
        Perhatikanlah bahwa Malaikat Yahweh berbicara bukan hanya dalam Nama
        Tuhan tetapi sebagai TUHAN dalam bentuk kalimat orang pertama.
        Malaikat Yahweh menyamakan diriNya dengan Allah, dan menggunakan hak
        istimewa Allah (Kejadian 16:7-12 ; 21:17-18 ; 22:11-18 ; Keluaran 3:2-
        7 ; Hakim-hakim 2:1-4 ; 6:11-24 ;13:3-22).

        Sedangkan mengenai Keluaran 4:15,16, dimana Musa menjadi seperti
        Allah bagi Firaun. Allah disini bukan dalam pengertian Allah yang
        Maha Kuasa, karena Firaun tidak percaya akan hal ini, Firaun hanya
        percaya kepada dewa2 bangsa Mesir. Dan kalau dalam ayat tsb dikatakan
        bahwa Musa menjadi seperti Allah bagi Firaun, maka tentunya dalam
        pengertian sebagai dewa2, seperti yg dipercayai oleh Firaun pada saat
        itu.

        Memang bahwa Yesus diutus oleh Bapa, dan bahwa Bapa menyertai Yesus.
        Tapi pengertian diutus dan menyertai disini adalah lebih dari sekedar
        pengertian yg selama ini anda kenal dan pahami. Karena Yesus
        menyatakan dengan jelas bahwa diriNya dengan Bapa adalah Satu
        (Yohanes 10:30).
        Sdr Zulvan yg budiman, coba anda simak baik2 perkataan Yesus dalam
        Yohanes 14:7,8,9.
        Yohanes 14:7,8,9
        7. Sekiranya kamu mengenal Aku (Yesus), pasti kamu juga mengenal Bapa-
        Ku. SEKARANG INI kamu mengenal Dia (Bapa) dan kamu TELAH MELIHAT Dia
        (Bapa).
        8. Kata Filipus kepadaNya : "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada
        kami, itu sudah cukup bagi kami".
        9. Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu,
        Filipus, NAMUN engkau TIDAK MENGENAL Aku? Barangsiapa TELAH MELIHAT
        Aku (Yesus), ia TELAH MELIHAT Bapa ; bagaimanakah engkau berkata :
        Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami".
        Dari kata2 Yesus tersebut, maka jelas bahwa Yesus menyatakan bahwa
        diriNya adalah Bapa itu sendiri !

        salam

        --- In islam-kristen@yahoogroups.com, "A.C. Zulvan" <zac@a...> wrote:
        > Sdr. Venus.
        >
        > Yohanes
        > 12:45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah
        mengutus Aku.
        >
        > Coba kita perhatikan kisah di dalam Alkitab berikut:
        >
        > Hakim-hakim
        > 13:15. Kata Manoah kepada Malaikat TUHAN itu: "Perkenankanlah kami
        menahan Engkau di sini, supaya kami mengolah anak kambing bagi-Mu."
        > 13:16 Tetapi jawab Malaikat TUHAN itu kepada Manoah: "Sekalipun
        engkau menahan Aku di sini, hidanganmu itu tidak akan Kumakan. Tetapi
        jika engkau hendak mengolahnya menjadi korban bakaran,
        persembahkanlah itu kepada TUHAN." Sebab Manoah tidak mengetahui,
        bahwa Dia itu Malaikat TUHAN.
        > 13:17 Kemudian berkatalah Manoah kepada Malaikat TUHAN
        itu: "Siapakah nama-Mu, sebab apabila terjadi yang Kaukatakan itu,
        maka kami hendak memuliakan Engkau."
        > 13:18 Tetapi jawab malaikat TUHAN itu kepadanya: "Mengapa engkau
        juga menanyakan nama-Ku? Bukankah nama itu ajaib?"
        > 13:19 Sesudah itu Manoah mengambil seekor anak kambing dan korban
        sajian, lalu mempersembahkannya kepada TUHAN di atas batu. Lalu
        diperbuat-Nya keajaiban, sementara Manoah dan isterinya
        memandanginya.
        > 13:20 Sedang nyala api itu naik ke langit dari mezbah, maka naiklah
        Malaikat TUHAN dalam nyala api mezbah itu. Ketika Manoah dan
        isterinya melihat hal ini, sujudlah mereka dengan mukanya sampai ke
        tanah.
        > 13:21 Sejak itu Malaikat TUHAN tidak lagi menampakkan diri kepada
        Manoah dan isterinya. Maka tahulah Manoah, bahwa Dia itu Malaikat
        TUHAN.
        > 13:22 Berkatalah Manoah kepada isterinya: "Kita pasti mati, sebab
        kita telah melihat Allah."
        > 13:23 Tetapi jawab isterinya kepadanya: "Seandainya TUHAN hendak
        membunuh kita, maka tidaklah Ia menerima korban bakaran dan korban
        sajian dari tangan kita dan tidaklah Ia memperlihatkan semuanya itu
        kepada kita dan tidaklah Ia memperdengarkan hal-hal yang demikian
        kepada kita pada waktu sekarang ini."
        >
        > Jadi, bila melihat konteks Alkitab tersebut, maka dapat diartikan
        bahwa maksud dari Yohanes 12:45 itu bukan berarti bahwa Yesus adalah
        Allah.
        >
        > Di dalam konteks kerohanian, arti dari melihat Allah adalah jika:
        > - Melihat kejadian-kejadian bencana alam sebagai aktualisasi murka
        dari Allah
        > - Melihat Keagungan Allah melalui keajaiban dan keindahan ciptaan
        Allah
        > - Melihat kenikmatan dari Allah yang kita rasakan
        > - Melihat utusan-utusan Allah (malaikat atau nabi)
        >
        > Intinya adalah melihat segala perbuatan-perbuatan Allah melalui
        segala perbuatan mahluk ciptaanNya.
        >
        > Kemudian coba kita perhatikan juga penjelasan di dalam Alkitab akan
        hal melihat Allah ini:
        >
        > Keluaran
        > 4:15 Maka engkau harus berbicara kepadanya dan menaruh perkataan
        itu ke dalam mulutnya; Aku akan menyertai lidahmu dan lidahnya dan
        mengajarkan kepada kamu apa yang harus kamu lakukan.
        > 4:16 Ia harus berbicara bagimu kepada bangsa itu, dengan demikian
        ia akan menjadi penyambung lidahmu dan engkau akan menjadi seperti
        Allah baginya.
        >
        > Dalam ayat di atas tidak dikatakan bahwa para utusan Allah itu
        adalah Allah itu sendiri, akan tetapi mereka seperti Allah, yaitu
        hanya sebutan saja, akan tetapi Allah itu sendiri.
        >
        > Ayat tersebut di atas menjelaskan tentang salah satu pola kenabian,
        yaitu Allah menyampaikan firman itu kepada para nabi, kemudian para
        nabi tersebut bertindak menjadi wakil Allah sebagai penyampai firman
        Allah kepada umat manusia.
        >
        > Hal ini dijelaskan juga oleh Yesus:
        >
        > Yohanes
        > 10:35 Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut
        allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--,
        > 10:36 masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa
        dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah!
        Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
        > 10:37 Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku,
        janganlah percaya kepada-Ku,
        > 10:38 tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya
        kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh
        mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam
        Bapa."
        >
        > Kemudian mari kita perhatikan juga perkataan Yesus dalam dialog
        berikut ini yang senada:
        >
        > Yohanes
        > 7:15 Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: "Bagaimanakah
        orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!"
        > 7:16 Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-
        Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.
        > 7:17 Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah
        ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku
        sendiri.
        >
        > Jadi, dari keterangan-keterangan Alkitab tersebut jelaslah bahwa
        para utusan Allah bertindak seusai dengan tindakan (yang dikehendaki)
        Allah dan berkata-kata sesuai dengan perkataan (yang diperintahkan)
        Allah. Jadi, perbuatan dan perkataan mereka adalah berasal dari
        Allah, bukan kehendak diri mereka sendiri.
        >
        > Karena itulah dengan melihat para utusan Allah itu artinya kita
        telah melihat Allah.
        >
        > Yohanes
        > 10:37 Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku,
        janganlah percaya kepada-Ku,
        > 10:38 tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya
        kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh
        mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam
        Bapa."
        >
        > Yohanes
        > 12:44. Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-
        Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah
        mengutus Aku;
        > 12:45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah
        mengutus Aku.
        >
        > Jadi, melihat Yesus bukan berarti melihat diri Yesus adalah Allah,
        akan tetapi melihat perkataan dan pekerjaan-pekerajaan Yesus yang
        adalah pekerjaan dan perkataan yang berasal dari Allah.
        >
        > True or False?
        >
        > Yesus dan Bapa bukanlah satu, akan tetapi Allah menyertai Yesus,
        sebagaimana dijelaskan oleh Yesus sendiri:
        >
        > Yohanes
        > 16:32 Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu
        diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu
        meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab
        Bapa menyertai Aku.
        >
        > Keluaran
        > 4:15 Maka engkau harus berbicara kepadanya dan menaruh perkataan
        itu ke dalam mulutnya; Aku akan menyertai lidahmu dan lidahnya dan
        mengajarkan kepada kamu apa yang harus kamu lakukan.
        > 4:16 Ia harus berbicara bagimu kepada bangsa itu, dengan demikian
        ia akan menjadi penyambung lidahmu dan engkau akan menjadi seperti
        Allah baginya.
        >
        > Demikianlah pola tersebut adalah bukti bahwa Yesus bukan Allah,
        akan tetapi Yesus memang benar-benar adalah seorang nabi utusan Allah.
        >
        > Semoga jelas dan bermanfaat.
        >
        > Salam.
        > ----- Original Message -----
        > From: Venus
        > To: Islam-Kristen@Y...
        > Sent: Friday, April 04, 2003 3:35 PM
        > Subject: Fw: [islam-kristen] RE: Re: Percaya Kepada Yesus
        >
        >
        > memang Yohanes 12:44 tidak menceritakan bahwa Yesus adalah Allah
        dan juga tidak menceritakan bahwa DIA bukan Allah. kalo yg anda
        maksudkan, Yesus menceritakan secara jelas "Aku ini Allah" atau "Aku
        ini bukan Allah"
        >
        > Dan saya disini pun tidak berbicara bahwa Yesus adalah Allah,
        tetapi berbicara bahwa barangsiapa percaya kepada Yesus itu berarti
        orang tsb percaya kepada Allah. Dan barangsiapa tidak percaya kepada
        Yesus itu berarti orang tsb tidak percaya kepada Allah.
        >
        > tapi coba Anda renungkan lagi Yohanes 12:44-45 ini lagi
        > Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia
        bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku;
        dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.
        >
        > Yesus juga tidak pernah berkata Aku ini bukan Allah, tapi hanya
        utusan Allah.
        > tetapi Yesus berkata barangsiapa percaya/melihat Aku, ia
        percaya/melihat Dia, yang telah mengutus Aku. Adakah manusia yg
        berani menyamakan dirinya dg Allah? Nabi sekalipun tidak berani
        menyamakan dirinya dg Allah, kecuali kalo dia memang Allah sendiri
        yang berbicara.
        >
        > Anda sendiri, kalo menjadi seorang nabi utusan Allah pun tentu
        tidak akan berani berkata, barangsiapa percaya/melihat kepada-Ku,
        berarti percaya/melihat Allah. Apakah Muhammad pernah berkata
        demikian juga? tidak pernah kan? tapi hanya Yesus saja yg pernah dan
        berani berkata demikian. Kenapa? Karena Dia memang Allah, sehingga
        Dia dapat menceritakan banyak hal tentang Allah dan Kerajaan Sorga.
        bahkan Yesus pernah berkata, bahwa Dia datang dari sana (Kerajaan
        Allah).
        >
        > Yg anda katakan dibawah ada beberapa hal yg benar. Tetapi
        sayangnya sampai saat ini banyak orang yang masih percaya bahwa Yesus
        hanya sekedar Nabi bukan Mesias sang Juruselamat Manusia.
        > Jadi, masalah percaya atau tidak percaya di dalam Yohanes 12:44
        tersebut adalah karena orang-orang tidak percaya dengan firman Tuhan
        dalam pemberitaan ayat-ayat Alkitab tentang akan kedatangan Yesus.
        Mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang akan diutus Allah
        kepada umat Israel.
        >
        > ----- Original Message -----
        > From: "A.C. Zulvan" <zac@a...>
        > To: <islam-kristen@yahoogroups.com>
        > Sent: Thursday, April 03, 2003 7:09 PM
        > Subject: Re: [islam-kristen] RE: Re: Percaya Kepada Yesus
        >
        >
        > Sdr. Venus, sepertinya di dalam statement saya sama sekali tidak
        ada mengartikan seperti apa yang anda katakan:
        >
        > Barangsiapa percaya kepada-Yesus, ia bukan percaya kepada-Allah,
        tetapi kepada Yesus.
        > kalo kata2nya seperti ini baru sesuai dg pengertian anda sdr.
        Zulvan.
        >
        > Btw, nevermind. Saya lebih tertarik dengan pemahaman logika anda
        dan konklusi yang anda buat sendiri:
        >
        > Barangsiapa percaya kepada-Yesus, ia bukan percaya kepada-Yesus,
        tetapi kepada Allah yang telah mengutus Yesus.
        >
        > Bila kita maksudkan sebagaimana yang anda katakan bahwa ayat
        tersebut mengharuskan kita kepercayaan kepada Yesus adalah percaya
        sebagai Tuhan, maka ayat itu jadinya:
        >
        > Barangsiapa percaya kepada Yesus adalah Tuhan, ia bukan percaya
        kepada Yesus adalah Tuhan, tetapi kepada Allah yang telah mengutus
        Yesus.
        >
        > Mungkin anda akan katakan bahwa pengkajian tersebut adalah
        seperti pengkajian dengan rumus mate-matika, tetapi variabel yang
        dimasukkan itu bukanlah variabel mengada-ada, akan tetapi justru inti
        dari permasalahan seputar ketuhanan Yesus. Sehingga percaya kepada
        Yesus itu adalah bukan percaya kepada Yesus adalah Tuhan. True or
        False?
        >
        > Kemudian kita lihat pada penekanan ayat tersebut yang berbunyi:
        Allah yang telah mengutus Yesus.
        >
        > Ayat tersebut menekankan tetang pengutusan Yesus oleh Allah.
        >
        > Bila, kita fikir bahwa ayat tersebut adalah deklarasi tentang
        ketuhanan Yesus yang tidak dikatakan oleh nabi-nabi lain, sebagaimana
        faham trinitas bahwa Yesus adalah Allah yang menjelma, maka
        seharusnya, ayat tersebut bercerita bahwa Yesus adalah Allah itu
        sendiri. Tetapi ayat tersebut sama sekali tidak berbicara tentang
        Allah yang menjelma, melainkan malah mengatakan Allah yang mengutus.
        >
        > Bila katakan bahwa Allah mengutus jelmaannya, maka mengapa
        kalimat Yesus dalam ayat tersebut berbunyi bukan percaya kepada-Ku
        (Yesus)?
        >
        > Jadi bila kita masukkan kepercayaan umat Kristen bahwa Yesus
        adalah Allah ke dalam kalimat tersebut, maka akan jadinya: bukan
        percaya kepada Yesus adalah Allah, yang secara maknawi, ayat tersebut
        jadinya mengartikan bukan percaya bahwa Yesus adalah Allah, tetapi
        percayalah kepada Allah itu sendiri.
        >
        > Jadi, menurut apa yang saya fahami dari ayat tersebut, yang itu
        dengan melihat konteks masalahnya di masa itu, maka dapat ditangkap
        maksud Yesus yaitu bahwa percaya kepada Yesus ini adalah percaya
        bahwa Yesus adalah benar-benar seorang utusan Allah.
        >
        > Hal ini dengan sangat jelas terlihat dari akar masalahnya
        sehingga Yesus berkata demikian, sebagaimana tertulis di dalam
        Alkitab:
        >
        > Yohanes
        > 12:37. Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di
        depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya,
        > 12:38 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi
        Yesaya: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami? Dan
        kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?"
        > 12:39 Karena itu mereka tidak dapat percaya, sebab Yesaya telah
        berkata juga:
        > 12:40 "Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka,
        supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati,
        lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka."
        > 12:41 Hal ini dikatakan oleh Yesaya, karena ia telah melihat
        kemuliaan-Nya dan telah berkata-kata tentang Dia.
        >
        > 12:42. Namun banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepada-
        Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakuinya
        berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan.
        > 12:43 Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada
        kehormatan Allah.
        >
        > Jadi, masalah percaya atau tidak percaya di dalam Yohanes 12:44
        tersebut adalah karena orang-orang tidak percaya dengan firman Tuhan
        dalam pemberitaan ayat-ayat Alkitab tentang akan kedatangan Yesus.
        Mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang akan diutus Allah
        kepada umat Israel.
        >
        > Karenanya Yesus berkata bahwa barang siapa percaya kepada Yesus,
        bukan percaya kepada Yesus sebagai Tuhan, akan tetapi percaya kepada
        Tuhan yang telah berfirman di dalam Alkitab yang telah berjanji akan
        mengutus seorang Mesias kepada bangsa Israel. True or False?
        >
        > Jadi, bila dipandang secara utuh sesuai dengan situasi dan
        kondisi di masa itu, ayat tersebut bukanlah deklarasi ketuhanan
        Yesus, tetapi deklarasi kebenaran akan adanya Allah yang telah
        mengutus nabi-nabi, dan Yesus adalah salah satu nabi utusan Allah
        sebagaimana yang telah dijanjikan di dalam Alkitab.
        >
        > Semoga jelas dan bermanfaat.
        >
        > Salam.
        > ----- Original Message -----
        > From: Venus
        > To: Islam-Kristen@Y...
        > Sent: Tuesday, April 01, 2003 7:06 PM
        > Subject: Fw: [islam-kristen] RE: Re: Percaya Kepada Yesus
        >
        >
        > Untuk sdr.Reza & Zulvan saya rasa sudah menjelaskan makna dari
        ayat tsb.
        > saya copikan kembali untuk anda
        >
        > Yohanes 12: 44-45, Yesus menceritakan siapa DIA sebenarnya.
        Yesus berkata barangsiapa percaya kepadaNya itu berarti orang tsb
        sama juga percaya kepada Allah.
        > Dan barangsiapa melihat DIA itu berarti melihat Allah. Coba
        anda simak lagi kata2nya "percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-
        Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku."
        >
        > jadi Barangsiapa percaya Kepada-Ku(Yesus), ia bukan percaya
        Kepada-Ku, tetapi kepada Dia(Allah) yang telah mengutus Aku.
        > Kalo "Aku" saya ganti Yesus kata2nya kan seperti ini
        > Barangsiapa percaya kepada-Yesus, ia bukan percaya kepada-
        Yesus, tetapi kepada Allah yang telah mengutus Yesus.
        > Ini kan artinya percaya kepada Yesus itu percaya kepada Allah.
        >
        > kecuali kata2nya seperti ini :
        > Barangsiapa percaya kepada-Yesus, ia bukan percaya kepada-
        Allah, tetapi kepada Yesus.
        > kalo kata2nya seperti ini baru sesuai dg pengertian anda sdr.
        Zulvan.
        >
        > Untuk saudara ncyno, Nabi2 lain tidak pernah menyuruh/berkata
        kepada orang lain percaya kepada mereka. (percaya sebagai Tuhan).
        > Tetapi Yesus dalam Yoh 12 tsb berkata demikian.
        >
        >
        >
        > ----- Original Message -----
        > From: "A.C. Zulvan" <zac@a...>
        > To: <islam-kristen@yahoogroups.com>
        > Sent: Tuesday, April 01, 2003 3:02 PM
        > Subject: Re: [islam-kristen] RE: Re: Percaya Kepada Yesus
        >
        >
        > Kalau begitu tolong artikan ayat-ayat yang anda jadikan
        argumentasi.
        > ----- Original Message -----
        > From: Venus
        > To: Islam-Kristen@Y...
        > Sent: Monday, March 31, 2003 5:43 PM
        > Subject: Fw: [islam-kristen] RE: Re: Percaya Kepada Yesus
        >
        >
        > anda ini lucu ya, suka memengal ayat dan mengartikannya semau
        anda, entah ini disengaja atau tidak, tapi coba anda simak baik2 ayat
        demi ayat.
        > Kalo niat hati anda membaca Alkitab hanya untuk mencari
        kesalahan anda TIDAK AKAN PERNAH MENEMUKAN KEBENARAN SEJATI.
        >
        > bunyi ayat itu kan sebenarnya :
        > Yohanes 12:44-45
        > Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-
        Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah
        mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah
        mengutus Aku.
        >
        > Yohanes 12: 44-45, Yesus menceritakan siapa DIA sebenarnya.
        Yesus berkata barangsiapa percaya kepadaNya itu berarti orang tsb
        sama juga percaya kepada Allah.
        > Dan barangsiapa melihat DIA itu berarti melihat Allah. Coba
        anda simak lagi kata2nya "percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-
        Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku."
        >
        > Lalu Yohanes 5:37-40
        > Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku.
        Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu
        lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak
        percaya kepada Dia yang diutus-Nya.
        > Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa
        oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab
        Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang
        kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.
        >
        > Yohanes 5:37-40, Yesus hendak mengatakan kepada orang2 yang
        selalu rajin membaca dan meneliti kitab2 suci tetapi tetap tidak
        percaya kepada Yesus maka orang tsb tidak akan mendapat hidup kekal.
        Kata2 ini ditujukan kepada Imam2 atau ahli2 Taurat yang pada waktu
        itu merasa dirinya pandai dan tahu kebenaran kitab suci tetapi tetap
        tidak mau percaya kepada Yesus, maka orang2 tsb tidak akan mendapat
        hidup kekal.
        >
        >
        >
        > ----- Original Message -----
        > From: "A.C. Zulvan" <zac@a...>
        > To: <islam-kristen@yahoogroups.com>
        > Sent: Saturday, March 29, 2003 5:08 PM
        > Subject: Re: [islam-kristen] RE: Re: Percaya Kepada Yesus
        >
        >
        > Wah, panjang juga ya pembahasan tentang Percaya Kepada Yesus
        ini ;)
        >
        > Baiklah kita renungkan yang berikut ini:
        >
        > Pada masa kehidupannya orang-orang dapat melihat diri, rupa
        dan wujud Yesus Kristus.
        >
        > Coba anda bayangkan kalau diri anda hadir di hadapan Yesus di
        saat beliau sedang mengajar tersebut.
        >
        > Bila anda hadir duduk di sana, maka anda akan dengan jelas
        melihat, mendengar bahkan dapat memegang dan menyentuh tubuh Yesus.
        >
        > Di saat hadir di tengah-tengah murid-murid Yesus, kemudian
        anda perhatikan Kristus berkata:
        >
        > Yoh
        > 12:44. Tetapi Yesus berseru kata-ya: "Barangsiapa percaya
        kepada-Ku, ia BUKAN PERCAYA KEPADA-KU, TETAPI KEPADA DIA, yang telah
        mengutus Aku;
        >
        > Kemudian anda perhatikan kata-kata Yesus tentang siapa DIA
        yang dimaksudkan oleh Yesus:
        >
        > "Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak
        pernah kamu lihat," (Yoh 5:37)
        >
        > Coba anda renungkan, Yesus mengajarkan kepada siapa
        sesungguhnya manusia harus percaya.
        >
        > Pada saat itu anda sedang duduk di hadapan Yesus, anda bisa
        melihat beliau dan mendengarkan suara beliau, tetapi Yesus
        mengatakan "BUKAN PERCAYA KEPADA-KU," (Yoh 12:44)
        >
        > Yesus mengajarkan untuk percaya "KEPADA DIA, yang telah
        mengutus Aku;" dan "BUKAN PERCAYA KEPADA-KU," (Yoh 12:44)
        >
        > Sedangkan wujud DIA yang dimaksudkan oleh Yesus adalah:
        >
        > "Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak
        pernah kamu lihat," (Yoh 5:37)
        >
        > Bagaimana bisa demikian? Bila Yesus adalah Allah itu, mengapa
        Yesus mengatakan bahwa dirinya bukan Allah?
        >
        > Di saat anda dapat melihat, mendengar dan menyentuh tubuh
        Yesus, Yesus mengatakan bahwa Allah itu adalah "Kamu tidak pernah
        mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat," (Yoh 5:37)
        >
        > Kemudian tentang DIA itu Yesus berkata: "Engkau, satu-satunya
        Allah yang benar" (Yoh 17:3)
        >
        > Jadi, apakah Yesus memang menginginkan anda percaya bahwa
        dirinya adalah Allah? Atau justru kepercayaan tentang Yesus adalah
        Allah itu adalah bukan ajaran Yesus, sebagaimana beliau berkata:
        >
        > "BUKAN PERCAYA KEPADA-KU, TETAPI KEPADA DIA, yang telah
        mengutus Aku;"
        >
        > How to explain this?
        >
        > Salam.
        >
        >
        > Yahoo! Groups Sponsor
        > ADVERTISEMENT
        >
        >
        >
        >
        > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
        Service.
        >
        >
        > Yahoo! Groups Sponsor
        > ADVERTISEMENT
        >
        >
        >
        >
        > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
        Service.
        >
        >
        > Yahoo! Groups Sponsor
        >
        >
        >
        > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
        Service.
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.