Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

WARGA RUNTU DIKRIMINALISASI OLEH APARAT NEGARA

Expand Messages
  • Betang Borneo
    Yth. Kawan2 pejuang keadilan di mana saja berada. Salam Keadilan, Berkaitan dengan kasus hukum yang dihadapi oleh warga desa Runtu, Kecamatan Arut Selatan,
    Message 1 of 2 , Sep 1, 2007
      Yth. Kawan2 pejuang keadilan di mana saja berada.

      Salam Keadilan,

      Berkaitan dengan kasus hukum yang dihadapi oleh warga desa Runtu, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, kami mengharapkan solidaritas rekan-rekn pejuang keadilan untuk menyampaikan protes baik melalui surat maupun SMS terhadap aparat Kepolisian Kotawaringin Barat yang telah menangkap, memeriksa dan menetapkan warga sebagai pelaku kriminal. Kami menilai, sikap yang ditunjuk aparat kepolisian terhadap warga Runtu merupakan bentuk ketidakadalin dan arogansi aparat hukum terhadap masyarkat adat yang memperjuangkan hak-haknya. berikut kronologis tentang kejadian:

      Kronologis Kejadian.



      Masih berkaitan dengan Tragedi Runtu 25 Mei 2005 dimana konflik melibatkan Aparat Kepolisian Resot Kotawaringin Barat, Kesatuan BRIMOB, PT. Mitra Mendawai Sejati anak perusahan PT. Tanjung Lingga Group dan Masyarkat Desa Runtu yang menewaskan 1 orang warga desa Runtu, 2 orang cacat seumur hidup dan ratusan orang cacat ringan dan menderita defresi yang hingga sampi hari ini belum terselesaikan. Berbagai upaya yang sudah ditempuh warga desa Runtu untuk mendapatkan keadilan salah satunya yaitu warga Runtu mengadukan kejadianya ke Komnas HAM, Mabes POLRI, DPR-RI, DPD-RI, DPRD (Propinsi dan Kabupaten), Gubernur Kalimantan Tengah, Kapolda Kalimantan Tengah, dan Bupati Kotawaringin Barat namun tidak ada satupun aparat negara ini tergugah untuk menyelesaikan konflik yang berkepanjangan di desa Runtu. (Sumber: Laporan Investigasi KontraS dan Betang Borneo).



      Pada tanggal, 15 Juni 2007, warga desa Runtu di pelopori oleh Sahridan, Kasasi, Sapuani, dan Maswardi menulis surat pernyataan mosi tidak percaya atas kepimpinan Kepala Desa Runtu dan meminta Kepala Desa untuk mundur atau diberhentikan dari jabatan sebagai Kepala Desa, surat tersebut kemudian dikirimkan kepada Bupati Kotawaringin Barat, Badan Pengawasan Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, Komisi Pemberantasan Korupsi Cabang Palangkaraya, dan Camat Arut Selatan yang ditandatangani oleh warga kurang lebih 100 orang. Mosi tidak percaya waraga Desa Runtu didasari oleh tindakan-tindakan kepala desa yang dianggap sudah melanggar kontrak politik yang penah dia buat dan ditandatangani dihadapan warga desa Runtu menjelang pelantikan sebagai Kepala Desa pada tanggal 14 Desember 2005.



      Bentuk tindakan yang tidak bisa ditoleransi oleh warga desa Runtu yaitu tindakan Kepala Desa yang menggadaikan tanah ribuan hektar milik warga desa Runtu kepada pihak perusahan perkebunan Kelapa Sawit PT. Mitra Mendawai Sejati, PT. Surya Sawit Sejahtra (keduanya anak perusahan PT. Tanjung Lingga Group) yang terlibat konflik dengan warga Runtu dan perusahan HTI PT. KORINTIGA anak Perusahan PT. KORINDO hal ini dibuktikan dengan dokumen transaksi berupa kuwitansi pembayaran kepada Kepala Desa. Dari hasil penggadaian tanah-tanah warga tersubut Kepala Desa dalam dua tahun menjabat sebagai Kepala Desa dengan giji Rp. 350.000/bulan yang diterima 3 bulan sekali berhasil mengumpulkan sejumlah uang kurang lebih Rp. 500.000.000 dan telah dibelanjakan untuk kepentingan pribadi berupa 2 buah mobil merek Terano dan Kijang Kapsul yang diperkirakan kurang lebih Rp. 300.000.000 serta pembangunan 1 unit Toko yang dilengkapi dengan kebutuhan sandang dan pangan yang diperkirakan kurang lebih Rp. 200.000.000.(Sumber;Laporan masyarkat Runtu).



      Menindak lanjuti surat warga, pihak Bupati melalui Camat Arut Selatan dan Badan Pengawasan Daerah turun kedesa Runtu meminta klaripikasi dari Kepala Desa atas surat warga, Kepala Desa membantah tuduhan warga dan Kepala Desa menduga bahwa surat-surat yang ditandatangani oleh warga tersebut merupakan rekayasa dari Sahridan, Kusasi, Sapuani, dan Maswardi dengan melakukan pemalsuan tandatangan warga. Hal inilah yang mendorong Hasanudin, S.Ag (Kepala Desa) membuat laporan pengaduan pencemaran nama baik ke pihak Polres Kotawaringin Barat. Atas pengaduan tersebut pihak Kepolisian memanggil sejumlah warga, yaitu; pada tanggal, 29 Agustus 2007 Sdr. Sahridan (67 thn), Kusasi (56 Thn), Sapuani (37 Thn), Maswardi , Komarudin (36 Thn) dan Yusrani (40 Thn) di panggil sebagai SAKSI untuk didengar keterangan dalam perkara tindak pidana pemalsuan surat, dan pada tanggal, 30 Agustus 2007 dipanggil kembali sebagai TERSANGKA dalam perkara tindak pidana pencemaran nama baik. (Sumber; surat panggilan Kepolisian).





      Catatan:

      Sahridan, Kasasi, Sapuani, Maswardi dll nya merupakan saksi-saksi kunci yang masih hidup atas terjadinya Tragedi Runtu 26 Mei 2007 yang hingga hari ini belum terselesaikan. Kepala Desa, Camat, PT. Tanjung Lingga Group, Bupati Kotawaringin Barat dan Kepolisian Resot Kowaraingin Barat bagian dari konspirasi perlambat penyelesaian kasus Tragedi Runtu sekaligus pihak yang bertanggungjawab atas terjadinya konflik. Pemanggilan dan pemeriksaan terhadap tokoh-tokoh yang merupakan saksi kunci dalam Tragedi Runtu 26 Mei 2007 merupakan skenario pembukaman dengan cara warga dikriminalisasikan, skenario ini sudah beberapa kali dilakukan dan bahkan saat ini terdapat satu warga masih mendekan di penjara yaitu kakak kandung dari Sdr. Sapuani.





      Untuk menyampaikan protes silahkan mengirim kan SMS atau surat melalui nomor-nomor kontak dibawah ini;

      Authority Contact List:



      Palangkaraya:



      DANREM: Kolonel Art Budi Rachmat

      Tel 0536 3237795

      HP: 0811 52 1981



      KAPOLDA: Brigjen Pol. Drs. Dinar, SH, MBA

      Tel 0536 322 1720

      HP: 0811 52 1977



      BRIMOB Polda Kalteng Hariono HP: 05363341001





      KAPOLRES: Abdul Rizal (WaKaPolRes) HP: 08125077525

      Suyanto HP (IntelKaPolRes) HP: 081349512997, Tel. 0536 323



      POLDAINTEL: Afendi HP:+6285248158565



      DPRD: Dr. SAPTANOESA WENTHE: (attempted to meet)

      Contact secretary Ibu Sri: 05363236320





      PangkalanBun, Kab. Kotawaringin Barat



      KAPOLRES: Hariadi: HP: 08164508628, Fax 0532 21012



      INTEL POLRES: Jimmy: 081381077876 (only contacted by phone)



      TNI KODIM: Hartomo Commandant 1041/PBN



      BRIMOB: Ipda Agus Supiyanto

      HP: 081349291433, Tel. 0532 6707131



      DPRD Ir. H. Wisman HP 0811526673 (Ketua DPRD)



      WAKIL BUPATI: Drs. H. Sukirman HP 081349113150

      Fax: 0532 21001



      BUPATI Ujang Iskandar HP 0811527212, Tel. 053222001






      [Non-text portions of this message have been removed]
    • WALHI KALBAR
      kalau ada no fax para pejabat tersebut lebih baik .. agar mempermudah untuk kirim surat dukungan kasus tersebut ???? shaban _____ From:
      Message 2 of 2 , Sep 2, 2007
        kalau ada no fax para pejabat tersebut lebih baik .. agar mempermudah untuk
        kirim surat dukungan kasus tersebut ????


        shaban

        _____

        From: cumakita@yahoogroups.com [mailto:cumakita@yahoogroups.com] On Behalf
        Of Betang Borneo
        Sent: 01 September 2007 17:00
        To: lingkungan@yahoogroups.com; infosawit@yahoogroups.com; Walhi News;
        dayak@yahoogroups.com; Info Unpar; pbi-jkt@...; Abdon Nababan"; To:
        "Hermayani Putera"; ppsdak_pk@...; "PPSDAK";
        "ppshk-kalbar"; "mina setra"; "erma suryani ranik"; "Shaban Stiawan";
        "Darmawan Liswanto"; "John Bamba"; "Sulistiono AMAN"; "Yasir Al Fatah";
        "LPMA BORNEO"; ychi_bjb@...; "Berry Nahdian"; "Betang Borneo";
        sudewi2000@...; "Padi Indonesia"; "M. Nasir"; "Yopie Peranginangin";
        sekretariat@...; kompas@...;
        redaksi@...; redaksi@...;
        hupelita@...; redaksi@...; editor@...;
        ndewanto@...; hidayat@...; redaksi@...;
        redaksi@...; redaksi@...; redaksi@...;
        banjarmasin_post@...; redaksi@...;
        redaksi@...; aris@...; ismail@...;
        kalimantanreview@...; dapos4@...; dapos17@...;
        red_palangkapost@...; redaksippost@...;
        cumakita@yahoogroups.com; eknasaja@...;
        AliansiMeratus@yahoogroups.com; sawit_borneo@yahoogroups.com;
        forum-hijau@yahoogroups.com; hambor@yahoogroups.com; fwi@...
        Subject: [cumakita] WARGA RUNTU DIKRIMINALISASI OLEH APARAT NEGARA



        Yth. Kawan2 pejuang keadilan di mana saja berada.

        Salam Keadilan,

        Berkaitan dengan kasus hukum yang dihadapi oleh warga desa Runtu, Kecamatan
        Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, kami
        mengharapkan solidaritas rekan-rekn pejuang keadilan untuk menyampaikan
        protes baik melalui surat maupun SMS terhadap aparat Kepolisian Kotawaringin
        Barat yang telah menangkap, memeriksa dan menetapkan warga sebagai pelaku
        kriminal. Kami menilai, sikap yang ditunjuk aparat kepolisian terhadap warga
        Runtu merupakan bentuk ketidakadalin dan arogansi aparat hukum terhadap
        masyarkat adat yang memperjuangkan hak-haknya. berikut kronologis tentang
        kejadian:

        Kronologis Kejadian.

        Masih berkaitan dengan Tragedi Runtu 25 Mei 2005 dimana konflik melibatkan
        Aparat Kepolisian Resot Kotawaringin Barat, Kesatuan BRIMOB, PT. Mitra
        Mendawai Sejati anak perusahan PT. Tanjung Lingga Group dan Masyarkat Desa
        Runtu yang menewaskan 1 orang warga desa Runtu, 2 orang cacat seumur hidup
        dan ratusan orang cacat ringan dan menderita defresi yang hingga sampi hari
        ini belum terselesaikan. Berbagai upaya yang sudah ditempuh warga desa Runtu
        untuk mendapatkan keadilan salah satunya yaitu warga Runtu mengadukan
        kejadianya ke Komnas HAM, Mabes POLRI, DPR-RI, DPD-RI, DPRD (Propinsi dan
        Kabupaten), Gubernur Kalimantan Tengah, Kapolda Kalimantan Tengah, dan
        Bupati Kotawaringin Barat namun tidak ada satupun aparat negara ini tergugah
        untuk menyelesaikan konflik yang berkepanjangan di desa Runtu. (Sumber:
        Laporan Investigasi KontraS dan Betang Borneo).

        Pada tanggal, 15 Juni 2007, warga desa Runtu di pelopori oleh Sahridan,
        Kasasi, Sapuani, dan Maswardi menulis surat pernyataan mosi tidak percaya
        atas kepimpinan Kepala Desa Runtu dan meminta Kepala Desa untuk mundur atau
        diberhentikan dari jabatan sebagai Kepala Desa, surat tersebut kemudian
        dikirimkan kepada Bupati Kotawaringin Barat, Badan Pengawasan Daerah
        Kabupaten Kotawaringin Barat, Komisi Pemberantasan Korupsi Cabang
        Palangkaraya, dan Camat Arut Selatan yang ditandatangani oleh warga kurang
        lebih 100 orang. Mosi tidak percaya waraga Desa Runtu didasari oleh
        tindakan-tindakan kepala desa yang dianggap sudah melanggar kontrak politik
        yang penah dia buat dan ditandatangani dihadapan warga desa Runtu menjelang
        pelantikan sebagai Kepala Desa pada tanggal 14 Desember 2005.

        Bentuk tindakan yang tidak bisa ditoleransi oleh warga desa Runtu yaitu
        tindakan Kepala Desa yang menggadaikan tanah ribuan hektar milik warga desa
        Runtu kepada pihak perusahan perkebunan Kelapa Sawit PT. Mitra Mendawai
        Sejati, PT. Surya Sawit Sejahtra (keduanya anak perusahan PT. Tanjung Lingga
        Group) yang terlibat konflik dengan warga Runtu dan perusahan HTI PT.
        KORINTIGA anak Perusahan PT. KORINDO hal ini dibuktikan dengan dokumen
        transaksi berupa kuwitansi pembayaran kepada Kepala Desa. Dari hasil
        penggadaian tanah-tanah warga tersubut Kepala Desa dalam dua tahun menjabat
        sebagai Kepala Desa dengan giji Rp. 350.000/bulan yang diterima 3 bulan
        sekali berhasil mengumpulkan sejumlah uang kurang lebih Rp. 500.000.000 dan
        telah dibelanjakan untuk kepentingan pribadi berupa 2 buah mobil merek
        Terano dan Kijang Kapsul yang diperkirakan kurang lebih Rp. 300.000.000
        serta pembangunan 1 unit Toko yang dilengkapi dengan kebutuhan sandang dan
        pangan yang diperkirakan kurang lebih R! p. 200.000.000.(Sumber;Laporan
        masyarkat Runtu).

        Menindak lanjuti surat warga, pihak Bupati melalui Camat Arut Selatan dan
        Badan Pengawasan Daerah turun kedesa Runtu meminta klaripikasi dari Kepala
        Desa atas surat warga, Kepala Desa membantah tuduhan warga dan Kepala Desa
        menduga bahwa surat-surat yang ditandatangani oleh warga tersebut merupakan
        rekayasa dari Sahridan, Kusasi, Sapuani, dan Maswardi dengan melakukan
        pemalsuan tandatangan warga. Hal inilah yang mendorong Hasanudin, S.Ag
        (Kepala Desa) membuat laporan pengaduan pencemaran nama baik ke pihak Polres
        Kotawaringin Barat. Atas pengaduan tersebut pihak Kepolisian memanggil
        sejumlah warga, yaitu; pada tanggal, 29 Agustus 2007 Sdr. Sahridan (67 thn),
        Kusasi (56 Thn), Sapuani (37 Thn), Maswardi , Komarudin (36 Thn) dan Yusrani
        (40 Thn) di panggil sebagai SAKSI untuk didengar keterangan dalam perkara
        tindak pidana pemalsuan surat, dan pada tanggal, 30 Agustus 2007 dipanggil
        kembali sebagai TERSANGKA dalam perkara tindak pidana pencemaran nama baik.
        (Sumber; surat pa! nggilan Kepolisian).

        Catatan:

        Sahridan, Kasasi, Sapuani, Maswardi dll nya merupakan saksi-saksi kunci yang
        masih hidup atas terjadinya Tragedi Runtu 26 Mei 2007 yang hingga hari ini
        belum terselesaikan. Kepala Desa, Camat, PT. Tanjung Lingga Group, Bupati
        Kotawaringin Barat dan Kepolisian Resot Kowaraingin Barat bagian dari
        konspirasi perlambat penyelesaian kasus Tragedi Runtu sekaligus pihak yang
        bertanggungjawab atas terjadinya konflik. Pemanggilan dan pemeriksaan
        terhadap tokoh-tokoh yang merupakan saksi kunci dalam Tragedi Runtu 26 Mei
        2007 merupakan skenario pembukaman dengan cara warga dikriminalisasikan,
        skenario ini sudah beberapa kali dilakukan dan bahkan saat ini terdapat satu
        warga masih mendekan di penjara yaitu kakak kandung dari Sdr. Sapuani.

        Untuk menyampaikan protes silahkan mengirim kan SMS atau surat melalui
        nomor-nomor kontak dibawah ini;

        Authority Contact List:

        Palangkaraya:

        DANREM: Kolonel Art Budi Rachmat

        Tel 0536 3237795

        HP: 0811 52 1981

        KAPOLDA: Brigjen Pol. Drs. Dinar, SH, MBA

        Tel 0536 322 1720

        HP: 0811 52 1977

        BRIMOB Polda Kalteng Hariono HP: 05363341001

        KAPOLRES: Abdul Rizal (WaKaPolRes) HP: 08125077525

        Suyanto HP (IntelKaPolRes) HP: 081349512997, Tel. 0536 323

        POLDAINTEL: Afendi HP:+6285248158565

        DPRD: Dr. SAPTANOESA WENTHE: (attempted to meet)

        Contact secretary Ibu Sri: 05363236320

        PangkalanBun, Kab. Kotawaringin Barat

        KAPOLRES: Hariadi: HP: 08164508628, Fax 0532 21012

        INTEL POLRES: Jimmy: 081381077876 (only contacted by phone)

        TNI KODIM: Hartomo Commandant 1041/PBN

        BRIMOB: Ipda Agus Supiyanto

        HP: 081349291433, Tel. 0532 6707131

        DPRD Ir. H. Wisman HP 0811526673 (Ketua DPRD)

        WAKIL BUPATI: Drs. H. Sukirman HP 081349113150

        Fax: 0532 21001

        BUPATI Ujang Iskandar HP 0811527212, Tel. 053222001

        [Non-text portions of this message have been removed]






        [Non-text portions of this message have been removed]
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.