Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Perda RTRW Kabupaten Bintan Terganjal Pemetaan

Expand Messages
  • kelompok advokasi
    Perda RTRW Terganjal Pemetaan Sabtu, 19 Mei
    Message 1 of 1 , May 20, 2007
    • 0 Attachment
      Perda RTRW Terganjal Pemetaan Sabtu, 19 Mei 2007 TANJUNGPINANG (BP) - Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bintan, hingga kini masih belum bisa disahkan. Semula, DPRD Bintan menjadwalkan akan mengesahkan perda tersebut pada April lalu. Namun nyatanya perda tersebut masih terkatung akibat belum clear-nya penetapan peruntukkan lahan.
      Pansus Perda RTRW DPRD Bintan, Sayid Azari menjelaskan, pada prinsip-nya pembahasan meteri perda sudah selesai. Hanya tinggal masalah tekhnis di lapangan belum sepenuhnya tuntas. Yakni pengerjaan peninjauan lokasi penetapan peruntukan lahan.
      ”Sebagian lokasi peruntukkan sudah kita tinjau, tinggal sebagian lagi saja yang belum sehingga pengesahan belum dapat dilakukan DPRD,” papar politisi asal PPP tersebut, Jumat (17/5) kemarin.
      Dijelaskan, peninjaun perlu untuk mengecek kebenaran apakah lokasi yang disampaikan eksekutif sesuai dengan kenyataan di lapangan. Jangan sampai ada kejadian, lokasi peruntukkan yang diajukan bertolak belakang. ”Contoh lokasi ini diusulkan untuk kawasan wisata, ternyata setelah dicek, lokasinya malah untuk pertambangan,” terang pria berkaca mata ini.

      Setelah pelaksanaan peninjauan, seterusnya tinggal membuat peta lokasi RTRW. Karena peta tidak bisa dipisahkan dengan perda, mau tak mau pengesahan menunggu peta selesai. Setelah itu tinggal pengesah. Dikatakan Sayid besar kemungkinan Panmus menjadwalkan pengesahan pasa awal Juni nanti.

      Sementara, konsep peruntukkan lahan yang dirangkum dalam Ranperda RTRW diantaranya adalah, kawasan pertanian Toapaya seluas 1.510 hektare, kawasan maritim Bintan Timur seluas 400 hektare, kawasan wisata Pantai Trikora 1.844 hektare. Kawasan industri Galang Batang 1.700 hektare dan ibukota 5.000 hektare. Semua kawasan itu diusulkan masuk special econnomic zone (SEZ). (gds)


      ---------------------------------
      Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

      [Non-text portions of this message have been removed]
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.