Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [infosawit] Wawancara dgn John Perkins - Confessions of an Economic Hit Man

Expand Messages
  • moncos m
    Buat temen-temen yang suka brosing atau sering mendapatkan junkmail. ga ada salahnya untuk membaca artikel sederhana di web ini
    Message 1 of 2 , Jul 1, 2005
    • 0 Attachment
      Buat temen-temen yang suka brosing atau sering mendapatkan junkmail. ga
      ada salahnya untuk membaca artikel sederhana di web ini
      http://opensource-indonesia.com/kioss.php/modules.php?op=modload&name=News&file=article&sid=63





      salam









      On Tue, 21 Jun 2005 02:58:06 -0700 (PDT), "Imam Soeseno"
      <imam@...> said:
      > Mohon maaf bila sudah ada yang posting.
      >
      > Imam
      >
      >
      > Transkrip wawancara dengan John Perkins
      >
      > mantan anggota “perusak ekonomi”
      >
      > (Economic Hit Men)
      >
      >
      >
      >
      >
      > Kami mewawancarai John Perkins, mantan anggota terhormat komunitas bankir
      > internasional. Dalam bukunya Confessions of an Economic Hit Man ia
      > menjelaskan bagaimana sebagai seorang profesional yang dibayar mahal, ia
      > membantu Amerika mencurangi dan menipu negara-negara miskin di dunia
      > dengan trilyunan dolar, meminjamkan mereka utang yang melebihi kemampuan
      > mereka untuk membayar, dan kemudian menguasainya. (berikut transrip
      > wawancaranya).
      >
      >
      >
      > ---------------------------------
      >
      >
      > John Perkins menceritakan dirinya sebagai mantan “anggota perusak
      > ekonomi” (Economic Hit Men) – seorang profesional yang dibayar mahal
      > untuk mencurangi negara-negara di dunia dengan triliunan dolar.
      > (Sebenarnya) 20 tahun yang lalu Perkins telah memulai menulis buku dengan
      > judul, "Conscience of an Economic Hit Men."
      >
      >
      >
      > Perkins menulis, "Buku ini didedikasikan untuk presiden di dua negara,
      > mereka yang telah menjadi klien dan saya sangat respek pada spirit
      > kebaikannya, yaitu Jaime Roldós (presiden Ekuador) dan Omar Torrijos
      > (presiden Panama). Keduanya terbunuh dalam kecelakaan yang mengerikan.
      > Kematian mereka bukan karena kecelakaan. Mereka dibunuh karena mereka
      > menolak bekerjasama dengan perusahaan, pemerintahan, dan pimpinan
      > perbankan yang mempunyai tujuan menjadi imperium dunia (Amerika). Kami
      > para perusak ekonomi (Economic Hit Men), telah gagal mempengaruhi Roldós
      > dan Torrijos, dan para perusak “jenis yang lain” yaitu CIA-“serigala
      > pengeksekusi” yang selalu di belakang kita, kemudian melakukan tindakan.
      >
      > John Perkins meneruskan: "Saya dibujuk untuk menghentikan menulis buku
      > itu. Saya telah memulainya empat kali selama dua puluh tahun ini. Pada
      > tiap kejadian besar dunia, hal itu selalu mempengaruhi saya untuk menulis
      > lagi : invasi Amerika ke Panama tahun 1980, Perang Teluk pertama,
      > Somalia, dan kebangkitan Osama bin Laden. Tetapi, ancaman atau sogokan
      > selalu membuat saya berhenti."
      >
      > Tapi kini, Perkins akhirnya mempublikasikan kejadian yang dialaminya.
      > Buku ini diberi judul Confessions of an Economic Hit Man. John Perkins
      > bersama kami di studio Firehouse.
      >
      > John Perkins, dari 1971 hingga 1981 ia bekerja pada perusahaan
      > konsultan internasional Chas T. Main dimana ia menjadi "economic hit
      > man." Ia penulis buku yang barusan terbit yaitu Confessions of an
      > Economic Hit Man.
      >
      > ---------------------------------
      >
      >
      > AMY GOODMAN: John Perkins bergabung dengan kami di studio Firehouse.
      > Selamat datang di Democracy Now!
      >
      > JOHN PERKINS: Terima kasih Amy. Senang sekali bisa di sini.
      >
      > AMY GOODMAN: Ini sebuah keberuntungan, membuat Anda bersama kami. Oke,
      > jelaskan makna kata ini, “economic hit man” EHM., seperti halnya Anda
      > menamakannya.
      >
      > JOHN PERKINS: Pada dasarnya apa yang dilatih kepada kami dan apa
      > pekerjaan kami adalah untuk membangun imperium Amerika. Membawa,
      > merekayasa situasi dimana berbagai sumberdaya (dunia) sebisa mungkin
      > keluar dan menuju negara ini (Amerika), menuju berbagai perusahaan kita,
      > dan menuju pemerintahan kita, dan nyatanya kami telah mengerjakan dengan
      > begitu berhasil. Kami telah membangun imperium terbesar dalam sejarah
      > dunia. Ini dikerjakan lebih dari 50 tahun sejak Perang Dunia II, dengan
      > kekuatan militer yang benar-benar sangat kecil. Hanya suatu kejadian yang
      > amat jarang, yaitu Irak, dimana serbuan kekuatan militer sebagai tindakan
      > paling akhir. Imperium ini, tidak seperti berbagai sejarah lain dunia,
      > telah dibangun terutama melalui manipulasi ekonomi, melalui pencurangan,
      > melaui penipuan, melalui bujukan sehingga mereka mengikuti jalan kita,
      > melalui para “economic hit men”. Saya adalah salah satu bagian utama dari
      > hal itu.
      >
      > AMY GOODMAN: Bagaimana Anda bisa terlibat? Untuk siapa Anda bekerja?
      >
      > JOHN PERKINS: Saya direkrut ketika saya kuliah bisnis di akhir 1960-an
      > oleh Badan Keamanan Nasional (National Security Agency, NSA), institusi
      > terbesar Amerika dan jarang dipahami sebagai organisasi mata-mata, tetapi
      > sepenuhnya saya bekerja pada perusahaan swasta “Economic hit man” yang
      > pertama telah pulang kembali pada awal 1950-an, dimana Kermit Roosevelt
      > (cucu dari Teddy) berhasil menumbangkan pemerintahan Iran. Sebuah
      > pemerintahan yang terpilih secara demokratis, yaitu pemerintahan
      > Mossadegh. Majalah Times pernah menjadikan Mossadegh sebagai sosok
      > terpilih dunia (person of the year). Roosevelt telah melakukan begitu
      > sukses, tanpa ada darah yang tumpah – atau mungkin sedikit- tapi tanpa
      > intervensi militer, hanya mengeluarkan jutaan dolar dan telah bisa
      > mengganti Mossadegh dengan seorang Shah dari Iran.
      >
      > Pada situasi itu, kami memahami bahwa tujuan economic hit man sangatlah
      > baik. Kami tidak perlu khawatir ancaman perang dengan Rusia, jika kami
      > berhasil melakukan hal seperti itu. Persoalannya adalah, Roosevelt agen
      > CIA. Ia adalah pejabat pemerintahan. Jika ia tertangkap, ia akan
      > mendatangkan banyak kesulitan. Ini pasti akan sangat memalukan. Lalu,
      > dengan mempertimbangkan ini, keputusan yang diambil kemudian adalah
      > menggunakan organisasi seperti CIA dan NSA untuk merekrut orang-orang
      > potensial menjadi economic hit man, seperti saya. Kemudian, mengirim kami
      > untuk bekerja pada perusahaan konsultan swasta, perusahaan rekayasa
      > (engineering), perusahaan konstruksi, jadi kalau kami tertangkap, maka
      > tak ada hubungannya dengan pemerintah.
      >
      > AMY GOODMAN: Oke. Jelaskan perusahaan tempat Anda bekerja.
      >
      > JOHN PERKINS: Perusahaan tempat saya bekerja adalah perusahaan Chas. T.
      > Main di Boston, Massachusetts. Di sana ada 2.000 pekerja, dan saya
      > menjadi pimpinan ekonom. Saya mempunyai staf 50 orang. Tapi pekerjaan
      > saya yang utama adalah pembuat transaksi (deal-making). Yaitu memberikan
      > hutang pada negara lain, hutang raksasa, jauh lebih besar dari kemampuan
      > mereka mengembalikan. Salah satu persyaratan dalam hutang itu
      > ---katakanlah dengan utang sebesar satu miliar dolar, kepada negara
      > seperti Indonesia atau Ecuador--- negara-negara itu akan memberikan
      > kepada kita 90% dari hutang itu, kembali kepada sebuah perusahaaan
      > Amerika, atau beberapa perusahaan Amerika, untuk membangun infrastruktur.
      > Ada beberapa (perusahaan) yang sangat besar (Halliburton atau Bechtel).
      > Perusahaan-perusahaan besar itu kemudian membangun sistem kelistrikan
      > atau pelabuhan atau jalan tol, dan itu semua pada dasarnya hanya melayani
      > (diakses) sebagian kecil penduduk, yaitu para orang-orang kaya di
      > negara-negara itu.
      > Rakyat miskin di negara-negara itu akan tetap saja terus berkubang,
      > hidup dengan hutang raksasa yang tak mungkin dapat dibayar. Negara
      > seperti Ekuador harus membayar hutang dengan 70% dari budget nasional
      > mereka. Ini benar-benar terlalu berat bagi mereka. Lalu, kita meminta
      > kompensasi minyak. Jadi, ketika kita ingin minyak, kita ke Ekuador dan
      > tinggal menuntut, “Lihat, kamu tidak bisa membayar utangmu, maka berikan
      > perusahaan-perusahaan minyakmu, hutan tropis Amazonmu yang dipenuhi
      > minyak.” Dan kini kita telah menguasai dan menghancurkan hutan tropis
      > Amazon, menekan Ekuador untuk memberikannya kepada kita, karena mereka
      > mempunyai hutang raksasa yang terakumulasi. Jadi kita buat hutang
      > raksasa itu, sebagian besar akan kembali ke Amerika, sementara negeri
      > itu (Ekuador) akan mendapat beban utang dengan bunga yang besar, dan
      > menjadi pelayan kita, menjadi budak kita. Ini (Amerika) adalah sebuah
      > imperium Tak ada yang mengalahkannya. Ini adalah imperium raksasa. Ini
      > benar-benar
      > keberhasilan luar biasa.
      >
      > AMY GOODMAN: Kita sedang berwawancara dengan John Perkins, penulis buku
      > Confessions of an Economic Hit Man. Anda mengatakan karena sogokan dan
      > alasan lain Anda tidak menulis buku ini dalam waktu lama. Apa maksud
      > Anda? Siapa yang menyogok Anda atau siapa--- apakah sogokan itu Anda
      > terima?
      >
      > JOHN PERKINS: Iya, saya menerima sogokan setengah juta dolar tahun 90-an
      > untuk tidak menulis buku ini.
      >
      > AMY GOODMAN: Dari?
      >
      > JOHN PERKINS: Dari sebuah perusahaan besar rekayasa konstruksi.
      >
      > AMY GOODMAN: Yang mana?
      >
      > JOHN PERKINS: Bicara secara legal, ini bukanlah…. -- Stoner-Webster.
      > Bicara secara legal ini bukanlah sebuah sogokan, ini adalah…. – saya
      > dibayar atas nama sebagai seorang konsultan. Ini semua legal. Tapi
      > sebenarnya saya tak mengerjakan apa-apa. Saya sama sekali tak mengerjakan
      > apa-apa. Ini sangat mudah dimengerti, seperti saya jelaskan dalam
      > Confessions of an Economic Hit Man, itu adalah – saya adalah – itu mudah
      > dimengerti ketika saya menerima uang itu sebagai konsultan mereka, saya
      > tidak melakukan kerja berarti, tapi saya dilarang menulis buku apapun
      > terkait dengan topik itu (pencurangan), ketika mereka mengetahui bahwa
      > saya dalam proses penulisan buku ini, yang pada saat itu saya beri judul
      > “Conscience of an Economic Hit Man.” Dan saya harus mengatakan pada kamu
      > Amy, bahwa, kamu tahu, ini adalah kisah yang luar biasa – ini nyaris
      > mirip cerita James Bond, betul-betul, dan maksud saya --
      >
      > AMY GOODMAN: Tentu, itulah tentunya isi buku itu.
      >
      > JOHN PERKINS: Iya, dan saat itu,….. kamu tahu? Dan ketika saya direkrut
      > NSA, mereka memeriksa saya seharian dengan mesin penguji kebohongan.
      > Mereka menemukan semua kelemahan saya dan kemudian membujuk saya. Mereka
      > menggunakan sarana yang paling kuat dalam kebudayaan kita yaitu sex,
      > kekuasaan, dan uang, untuk mengalahkan saya. Saya berasal dari keluarga
      > Inggris yang sangat tua, Calvinis, tertanam begitu kuat nilai-nilai
      > moral. Saya pikir, kamu tahu, saya adalah orang yang baik sepenuhnya, dan
      > saya pikir kisah tentang saya benar-benar memperlihatkan bagaimana
      > kuatnya sistem itu dan begitu kuatnya pengaruh “candu” sex, uang, dan
      > kekuasaan, sehingga dapat membujuk rayu, karenanya saya begitu terbuai
      > dan terbujuk. Dan jika saya tidak mengalami sendiri sebagai economic hit
      > man, saya pikir saya akan sangat sulit mempercayai, ada yang melakukan
      > hal itu. Dan inilah mengapa saya menulis buku ini, karena negara kita
      > (Amerika) betul-betul harus dimengerti, jika masyarakat dari bangsa ini
      > memahami bagaimana sebenarnya kebijakan luar negeri kita, apa arti
      > hutang luar negeri sebenarnya, bagaimana perusahaan-perusahaan kita
      > bekerja, kemana uang pajak kita digunakan, saya tahu kita akan menuntut
      > perubahan.
      >
      > AMY GOODMAN: Kita sedang mewawancarai John Perkins. Pada buku Anda, Anda
      > mengatakan bagaimana Anda membantu menjalankan sebuah rencana rahasia
      > menyalurkan miliaran dolar ke Arab Saudi lalu petro-dolar (Arab) kembali
      > ke ekonomi Amerika, dan kemudian mengikat hubungan antara Pemerintahan
      > Arab dan pemerintahan Amerika berturut-turut. Jelaskan.
      >
      > JOHN PERKINS: Ya, ini adalah suatu waktu yang mencengangkan. Saya
      > mengingatnya dengan baik, kamu (Amy) mungkin terlalu muda untuk
      > mengingatnya, tapi saya mengingatnya dengan baik Di awal 70-an OPEC
      > menggenggam kekuasaan itu, dan memotong suplai minyak. Mobil-mobil kita
      > antre begitu panjang di pompa-pompa bensin. Negara ini (Amerika) takut
      > akan mengalami lagi kejadian seperti tahun 1929 -depresi besar ekonomi-
      > ini sama sekali tidak bisa diterima. Lalu, mereka – Departemen Keuangan
      > (the Treasury Department) menyewa saya dan beberapa economic hit men yang
      > lain. Kami kemudian pergi ke Arab Saudi. Kami ……
      >
      > AMY GOODMAN: Anda benar-benar yang dinamakan economic hit men, EHM.
      >
      > JOHN PERKINS: Ya, itu adalah julukan bagi kami. Secara legal, saya adalah
      > pimpinan ekonom. Kami menjuluki kami sendiri EHM. Ini sepertinya tak
      > seorangpun yang bakal mempercayainya jika kami mengungkapkannya, kamu
      > tahu? Dan, lalu, kami pergi ke Arab Saudi di awal 70-an. Kami tahu Arab
      > Saudi adalah kunci untuk melepaskan kita dari ketergantungan, atau
      > mengontrol situasi. Dan kami bekerja menyelesaikannya dimana Kerajaan
      > Arab menyetujui mengirimkan hampir semua petro-dolar mereka (minyak/emas
      > hitam) dan mereka menginvestasikan pada sekuritas-sekuritas pemerintahan
      > Amerika (U.S. government securities). Departeman Keuangan menggunakan
      > bunga dari sekuritas-sekuritas itu untuk menyewa perusahaan-perusahaan
      > Amerika untuk membangun Arab Saudi–kota-kota baru, infrastruktur baru–
      > dan kita mengerjakannya. Dan kerajaan Arab menyetujui untuk menjaga harga
      > minyak dalam batas kemampuan jangkauan kita (Amerika), mereka telah
      > melakukannya bertahun-tahun, dan kami menyetujui menjaga kekuasaan
      > Kerajaan
      > Arab selama mereka melakukan hal yang kita inginkan, kami telah berhasil
      > melakukannya.
      >
      > Inilah salah satu alasan kita menyerang Irak. Pertama kalinya, di Irak
      > kita mencoba menjalankan straegi yang sama, yang begitu berhasil di Arab
      > Saudi, tapi Saddam Hussein tidak mau tunduk. Ketika skenario economic hit
      > men ini gagal, langkah lain yang dilakukan adalah yang kita namakan
      > “serigala-serigala” (the jackals). “Serigala-serigala” itu adalah CIA,
      > dengan mengirimkan orang-orang “masuk” (Irak) dan mencoba menggerakkan
      > sebuah kudeta atau revolusi. Jika ini tidak berhasil, mereka melakukan
      > operasi pembunuhan atau mencobanya. Pada kasus Irak, mereka tak mampu
      > menjangkau Saddam Hussein. Ia mempunyai---- pasukan penjaganya
      > (bodyguards) terlalu tangguh, berlapis-lapis. Mereka (CIA) tak dapat
      > menjangkaunya. Lalu mereka melakukan langkah ketiga “pertahanan”, jika
      > economic hit men dan the jackals gagal, langkah lain “pertahanan” itu
      > adalah orang-orang kita dikirimkan untuk terbunuh dan membunuh, inilah
      > yang nyata-nyata telah kita kerjakan di Irak.
      >
      > AMY GOODMAN: Terangkan bagaimana Torrijos terbunuh?
      >
      > JOHN PERKINS: Omar Torrijos adalah Presiden Panama. Omar Torrijos telah
      > menandatangani Perjanjian Kanal (the Canal Treaty) dengan Carter -- dan,
      > kamu tahu, ini hanya melalui persetujuan satu orang anggota
      > Senat/Kongres. Ini adalah isu tingkat tinggi. Dan Torrijos kemudian juga
      > pergi dan bernegosiasi dengan Jepang untuk membangun sebuah kanal-laut di
      > Panama. Jepang berkeinginan membiayai dan membangun kanal-laut di Panama
      > itu. Perundingan Torrijos ini membuat sangat marah Perusahaan Bechtel,
      > waktu itu direkturnya adalah George Schultz dan senior council adalah
      > Casper Weinberger. Ketika Carter terdepak (dan terdapat cerita yang
      > menarik–apa sebenarnya yang terjadi), ketika ia kalah dalam pemilihan,
      > dan Reagan terpilih, lalu Schultz menjadi menteri luar negeri dari
      > Bechtel, serta Weinberger dari Bechtel juga menjadi menteri pertahanan,
      > mereka benar-benar marah pada Torrijos – mencoba menegosiasi kembali
      > Perjanjian Kanal dan untuk tidak berhubungan dengan Jepang. Ia (Torrijos)
      > tetap tak
      > bergeming, menolak
      >
      > Ia adalah sosok yang punya prinsip. Ia memang punya persoalan dalam
      > dirinya, tapi ia adalah seorang yang punya prinsip. Ia adalah orang yang
      > mengagumkan, si Torrijos itu. Dan kemudian, ia terbunuh dalam kecelakaan
      > pesawat yang mengerikan, dimana ini berhubungan dengan tape recorder yang
      > meledak bersamanya, dimana ---- Saya ada di sana (Panama). Saya sedang
      > bekerja sama dengan dia. Saya tahu, kami (economic hit men) telah gagal.
      > Saya tahu para “serigala-serigala” (the jackals) sedang mendekati dia,
      > dan kemudian, pesawatnya meledak dengan sebuah tape recorder dengan bom
      > didalamnya. Saya tak meragukan sama sekali bahwa ini adalah “sanksi” dari
      > CIA, dan sebagian besar – para investigator Amerika Latin mempunyai
      > kesimpulan yang sama. Tentu saja, kita tak pernah tahu tentang hal ini di
      > negara kita (Amerika).
      >
      > AMY GOODMAN: Lalu, dimana – kapan Anda mengubah pandangan Anda?
      >
      > JOHN PERKINS: Saya merasa sangat bersalah sepanjang waktu, tapi saya
      > dibujuk rayu. Kekuatan obat-obatan, sex, kekuasaan, dan uang, sungguh
      > terlalu sangat kuat bagi saya. Dan, tentu saja, saya melakukannya sebagai
      > seorang yang tepat. Saya adalah pimpinan ekonom. Saya melakukan sesuatu
      > yang Robert McNamara (Presiden Bank Dunia) inginkan dan begitu juga
      > kelanjutannya.
      >
      > AMY GOODMAN: Bagaimana dekat Anda dengan Bank Dunia?
      >
      > JOHN PERKINS: Sangat, sangat dekat dengan Bank Dunia. Bank Dunia
      > menyediakan hampir semua biaya yang digunakan economic hit men, ia (Bank
      > Dunia) dan IMF. Tapi ketika terjadi 11 September (WTC ditabrak pesawat),
      > saya berubah pandangan.
      >
      > Saya tahu cerita kejadian ini harus diungkapkan karena apa yang terjadi
      > pada 11 September adalah akibat langsung dari apa yang economic hit men
      > lakukan. Dan hanya dengan jalan bahwa kita merasa aman pada negara ini
      > kembali, dengan adanya rasa kebaikan tentang kita, dimana kita
      > menggunakan sistem kita untuk melakukan perubahan positif di berbagai
      > belahan dunia. Dan saya percaya kita dapat melakukannya. Saya percaya
      > bahwa Bank Dunia dan institusi lain dapat diubah dan melakukan apa yang
      > sebenarnya harus dilakukan, yaitu merekonstruksi bagian-bagian yang
      > luluh-lantak di dunia. Menolong, sungguh-sungguh menolong orang-orang
      > miskin. Ada 24 ribu manusia mati kelaparan tiap hari di dunia. Kita dapat
      > merubah itu.
      >
      > AMY GOODMAN: John Perkins, saya mengucapkan terima kasih sekali Anda
      > telah bersama kami. John Perkins seorang yang telah menulis Confessions
      > of an Economic Hit Man.
      >
      >
      > ---------------------------------
      >
      > [1] Diterjemahkan secara bebas oleh Setyo Budiantoro (Bina Swadaya), dari
      > wawancara John Perkins dengan kantor berita Democracy Now (Amerika).
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      > [Non-text portions of this message have been removed]
      >
      >
      >
      >
      > ------------
      > Mailing list ini dikelola oleh Sekretariat Sawit Watch.
      > Untuk berhenti berlangganan silakan kirim email ke:
      > infosawit-unsubscribe@yahoogroups.com
      >
      >
      > Yahoo! Groups Links
      >
      >
      >
      >
      >
      >

      --
      http://www.fastmail.fm - Access all of your messages and folders
      wherever you are
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.