Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Riset Halofosfor Memenangi Penghargaan L'Oreal

Expand Messages
  • brsidharta
    Penelitian Riset Halofosfor Memenangi Penghargaan L Oreal Selasa, 2 September 2008 | 01:09 WIB Jakarta, Kompas - Setiap tahun Indonesia membutuhkan semakin
    Message 1 of 8 , Sep 2, 2008
    • 0 Attachment
      Penelitian
      Riset Halofosfor Memenangi Penghargaan L'Oreal
      Selasa, 2 September 2008 | 01:09 WIB

      Jakarta, Kompas - Setiap tahun Indonesia membutuhkan semakin banyak
      halofosfor, jenis fosfor yang banyak digunakan di industri, khususnya
      industri lampu fluorescent (lampu hemat energi). Di sisi lain, bahan baku
      fosfor masih banyak yang didatangkan dari luar negeri.

      Inilah yang kemudian mendasari riset Camellia Panatarani (34), doktor ilmu
      teknik lulusan Universitas Hiroshima, Jepang, yang kini bekerja di Jurusan
      Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas
      Padjadjaran, Bandung. Melalui risetnya, Camellia berusaha membuat halofosfor
      dengan metode larutan sederhana guna membantu industri lampu hemat energi.

      Riset tersebut pekan lalu ia pertahankan di depan juri Penghargaan L’Oreal
      Indonesia Fellowships for Women in Science 2008. Camellia akhirnya menjadi
      salah satu dari tiga ilmuwan muda yang meraih penghargaan L’Oreal yang
      diselenggarakan dengan dukungan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO
      (Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan).

      Kedua pemenang lainnya adalah Asmi Citra Malina, peneliti dari Fakultas Ilmu
      Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, Makassar, dan Atik Retnowati
      dari Fakultas MIPA Universitas Indonesia. Asmi meneliti penggunaan DNA
      sintetik dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh ikan kerapu macan,
      sementara Atik meneliti taksonomi genus marasmielus (jamur) di Jawa dan Bali
      berdasarkan data morfologi dan molekuler.

      Penghargaan diberikan pada Kamis (28/8) malam di Jakarta. Melalui program
      yang sudah diselenggarakan untuk kelima kalinya ini, ketiga peneliti dapat
      memberikan kontribusi bagi kemajuan di bidang ilmu-ilmu material dan
      kehidupan di Indonesia.

      Program For Women in Science didirikan tahun 1998 (diperbarui tahun 2004)
      oleh L’Oreal dan UNESCO untuk mengakui, menyemangati, dan mendukung
      perempuan di bidang sains di seluruh dunia. Pemenang penghargaan ini
      selanjutnya menjadi bagian komunitas unik For Women in Science bernama
      AGORA. Melalui komunitas ini, mereka dapat bekerja sama guna mendukung
      perempuan di bidang sains pada masa datang.

      Dari 500 perempuan dari 50 lebih negara yang telah diakui prestasinya
      melalui program ini, sebanyak 11 di antaranya berasal dari Indonesia.
      (*/NIN)
      ____________________________________________________________________________
      _____
      Dibuka pendaftaran Program Magister dan Double Degree Pascasarjana UAJY
      (MM - MTF atau sebaliknya; M.Hum - MTF; M.Hum - MM; MTS - MM dan MTArs
      (Digital)).
      Penerimaan mahasiswa setiap September dan Januari.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.