Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Warta Berita - Radio Nederland, 06 Juni 2007

Expand Messages
  • John MacDougall
    WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland
    Message 1 of 1 , Jun 6, 2007
    • 0 Attachment
      WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
      Edisi: Bahasa Indonesia

      Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
      Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

      ------------------------------
      ------------------------------ ---------

      Edisi ini diterbitkan pada:

      Rabu 06 Juni 2007 15:10 UTC



      ** PERGANTIAN KOMANDAN KORPS MARINIR

      ** DUA PESAWAT MENDARAT DARURAT

      ** PERTEMUAN PUNCAK G8

      ** FIDEL CASTRO DI TELEVISI

      ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL : AMERIKA GAGAL SERET  TAHANAN GUANTANAMO KE PENGADILAN

      ** GENA WARTA TOPIK INTERNASIONAL : CASTRO SUDAH BALIK LAGI

      ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA : BELANDA PROTES HUKUMAN MATI WARGANYA DI INDONESIA

      ** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS : SULIT MENERAPKAN LARANGAN MEROKOK DI INDONESIA DAN KEKERASAN DI MUANGTHAI SELATAN

      ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA : KASUS MUNIR - PERTEMUAN DENGAN UTUSAN KHUSUS SEKJEN PBB

      ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA : BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA KERJA DI TIMOR LESTE



      * PERGANTIAN KOMANDAN KORPS MARINIR

      Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Slamet Soebijanto menyerah-terimakan jabatan komandan korps Marinir Mayjen (M) Safzen Noerdin yang diduga terlibat dalam insiden penembakan yang menewaskan 4 penduduk di Jawa Timur kepada Mayjen (M) Nono Sampono. Dalam pidato sambutannya di Lapangan Apel Kesatrian Marinir Cilandak, Slamet menegaskan bahwa pergantian ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan insiden penembakan warga Desa Ala Tlogo kabupaten Pasuruan Jawa Timur oleh sejumlah prajurit marinir.
      13 prajurit marinir masih ditahan untuk diusut. Menurut jurubicara TNI Angkatan Laut serah-terima posisi jabatan koprs Marinir sudah diputuskan sebelum terjadi insiden di desa Alas Tlogo


      * DUA PESAWAT MENDARAT DARURAT


      Kantor berita AFP memberitakan bahwa dua pesawat masing-masing dari Garuda Indonesia dan Batavia Air, melakukan pendaratan darurat karena mengalami kerusakan mesin diudara.
      Pesawat Boeing 737-300 Garuda Indonesia dalam penerbangan dari Jakarta ke Batam, melakukan pendaratan darurat di Palembang setelah mengalami kerusakan di salah satu pintu kargo yang menyebabkan turunnya tekanan udara didalam kabin. Pesawat berhasil mendarat dengan selamat dan ke-85 penumpang tidak mengalami kesulitan.

      Sementara itu Rabu ini sebuah pesawat Boeing 737-200 Batavia Air dengan normor penerbangan 311 terpaksa terbang kembali ke Semarang, setelah terbang 20 menit mengalami kerusakan alat pemancar sinyal. Penerbangan dengan tujuan Jakarta, dibatalkan dan pesawat terbang kembali ke Semarang. Pesawat dengan 85 penumpang mendarat dengan selamat di bandara Ahmad Yani, Semarang.

      Setelah pesawat di chek dan kerusakan diperbaiki, pesawat terbang kembali dan mendarat dengan selamat di bandara Sukarno Hatta Jakarta.


      * PERTEMUAN PUNCAK G8


      Amerika Serikat tidak banyak mengharapkan hasil pertemuan puncak G8 yang dilangsungkan di Heiligendamm Jerman. Ke-8 pemimpin dunia tidak akan membicarakan langkah-langkah jangka panjang yang harus ditempuh untuk mencegah perubahan iklim. Demikian ketua dewan kwalitas iklim Amerika. Washington juga ingin agar negara-negara seperti Australia dan Korea Selatan terlibat dalam perundingan mengenai perubahan iklim.

      Tuan rumah pertemuan puncak G8, kanselir Jerman Angela Merkel sebaliknya justru mengimbau agar agenda utama adalah untuk membicarakan soal perubahan iklim. Namun tidak disangkal bahwa hubungan yang memburuk antara Amerika Serikat dengan Rusia akan membayang-bayangi pertemuan puncak G8. Moskow memprotes keras rencana Amerika untuk membangun penangkal rudal di Cheko dan Polandia.

      Sementara itu ratusan pengunjuk-rasa sudah berhari-hari turun kejalan memprotes pertemuan puncak tersebut. Berkali-kali mereka bentrok dengan polisi Jerman


      * IRAN TAHAN 3 WARGA FINLANDIA


      Iran menahan 3 warga Finlandia yang menangkap ikan di sebuah pulau di Teluk Parsi. Diberitakan bahwa ke-tiga warga Finlandia tersebut ditahan hari Sabtu lalu dekat pulau Abu Musa. Ke-tiga warga Finlandia itu bekerja di perusahaan telepon Nokia di Abu Dhabi. Secara tidak disengaja mereka berlayar sampai ke perairan Abu Musa.
      Awal tahun ini Iran membebaskan seorang warga Jerman dan seorang warga Perancis yang ditahan lebih dari setahun. Merekapun ditahan pada saat menangkap ikan dekat pulau Abu Musa. Bulan Maret lalu, Iran menahan 15 anggota marinir Inggris yang disebutkan berada di wilayah perairan Iran. Mereka dibebaskan setelah ditahan selama 13 hari.


      * AMERIKA TAHAN TERTUDUH KE-4 BANDARA JFK


      Di Trinidad dan Tobago di wilayah Karibia ditahan tertuduh ke-empat yang merencanakan akan meledakan bom di bandar udara John F Kennedy di New York Amerika Serikat. Pria bersangkutan melapor sendiri ke polisi. Akhir pekan lalu telah ditahan 3 tertuduh. Dua di Trinidad dan Togabo, satu di New York.
      Ke-empat terdakwa dituduh merencanakan peledakan sebuah tanki minyak dan saluran pipa di bandara New York. Persiapan baru dilakukan pada tahap awal. Menurut otoritas Amerika, ke-empat tertuduh anggota sebuah jaringan ekstrimis Islam.


      * FIDFEL CASTRO DI TELEVISI

      Televisi Cuba menyiarkan wawancara dengan pemimpin Fidel Castro. Wawancara tersebut merupakan penampilan pertama pemimpin Cuba di televisi setelah sakit 10 bulan lalu dan menjalani beberapa kali operasi usus. Fidel castro menceritakan bahwa kesehatannya terus membaik. Dalam wawancara di televisi, Castro nampak cukup sehat. Ia menggenakan pakaian olahraga dan berbicara agak lamban dibanding sebelum sakit. Fidel Castro sama sekali tidak menyinggung-nyinggung apakah ia akan tampil kembali di pentas politik. Berkaitan dengan kesehtannya yang memburuk, 10 bulan lalu Fidel Castro menyerahkan kekuasaan kepada adiknya Raul. Hal tersebut bersifat sementara saja.


      * BADAI ONU


      Otoritas Iran memperingatkan penduduk di dua propinsi selatan untuk mengungsi sehubungan dengan badai Gonu. Penduduk sepanjang pantai dan pinggir sungai di kedua propinsi dihimbau untuk mengungsi ke daerah pedesaan. Gonu yang merupakan badai terbesar di wilayah tersebut, diramalkan mencapai wilayah pantai Selat Ormus dan Teluk Oman hari Rabu. Dicemaskan, badai akan disertai hujan lebat dan ombak dengan ketinggian sampai 5 meter.  Menurut otoritas Iran, tidak akan ada bahaya tsunami.
      Pagi ini badai Gonu menimbulkan banyak kerusakan di ibu kota Musqat dan negera kecil Oman.


      * BERITA BURSA

      Pasar Bursa Jepang hari Rabu tidak terjadi perubahan yang berarti. Nilai index Nikei ditutup pada 18.040 point, naik tipis dengan 0,07%.
      Pasar Bursa di Amerika ditutup Rabu kemarin dengan penurunan. Nilai index Dow Jones ditutup pada 13.595 point, penurunan dengan 0,6%. Nilai index Nasdaq ditutup pada 2.611 point, turun dengan 0,3%.

      Pasar bursa Amsrterdam dibuka hari Rabu dengan 0,2% lebih rendah pada 544.75 point.
      London dan Frankfurt juga turun dengan 0,5 dan 0,8%

      1 Euro tercatat 1,3521 dollar Amerika

      cuaca di Belanda mendung, suhu berkisar diantara 20 derajat celsius


      * AMERIKA GAGAL SERET TAHANAN GUANTANAMO KE PENGADILAN


      Upaya Amerika untuk mengadili tahanan Guantanamo Bay kembali gagal. Seorang hakim militer Senin menolak seluruh dakwaan terhadap dua tersangka pelaku teror di Guantanamo Bay. Menurut tribunal militer yang baru didirikan tahun lalu, kedua terdakwa itu bukanlah pasukan musuh ilegal. Vonis itu merupakan tamparan buat pemerintahan Presiden Bush, yang sudah selama lima tahun disibukkan dengan penyusunan dasar hukum untuk mengadili tahanan Guantanamo Bay. Laporan redaktur hukum internasional Sebastiaan Gottlieb:

      Hal ini merupakan kali kedua, gagalnya sistem pengadilan militer Amerika di Guantanamo Bay. Sebelum ini, Mahkamah Agung Amerika telah memutuskan bahwa pengadilan militer di kamp tahanan tersebut melangar undang-undang dasar, karena tidak punya dasar hukum. Menyusul amar putusan Mahkamah Agung tersebut, tahun lalu Kongres Amerika meloloskan undang-undang baru. Berdasarkan undang-undang baru ini, para tahanan di Guantanamo Bay, yang dianggap sebagai pasukan musuh ilegal, akan dapat diadili. Selanjutnya, suatu komisi dengar pendapat khusus, memutuskan, semua tahanan di Guantanamo Bay, yang berjumlah 380 orang, dapat dianggap sebagai pasukan musuh ilegal.

      Namun, Senin lalu, hakim militer, Kolonel Peter Brownback, menganggap tidak cukup bukti yang menunjukkan bahwa dua terdakwa yang diajukan, memang benar-benar pasukan musuh ilegal. Dua orang terdakwa tersebut adalah, Omar Ahmed Khadr, seorang pemuda kelahiran Kanada, dan Salim Ahmed Hamdan, seorang pria yang pernah menjadi supir pribadi Osama bin Laden. Perkara Hamdan, pada masa lalu, merupakan alasan bagi Mahkamah Agung Amerika untuk menyatakan bahwa pengadilan militer ini melanggar undang-undang dasar. Walau demikian, jangan berharap dua terdakwa ini akan segera dibebaskan. Berdasarkan suatu undang-undang khusus, para pasukan musuh ilegal dapat ditahan tanpa batas waktu di Guantanamo Bay.

      Menurut Ruud Bosgraaf, dari kantor Amnesty International di Belanda, amar putusan tersebut akan memaksa pemerintah Amerika untuk menutup Guantanamo Bay.

      Ruud Bosgraaf: Dampaknya, menurut saya, akan ada upaya banding. Selain itu juga ada kemungkinan lain yang saya anggap tetap bisa, yaitu bahwa pemerintah Amerika tidak akan lagi mengadili para tahanan Guantanamo. Mereka akan berupaya memulangkan para tahanan ini, dan dengan begitu akan mengakhiri tahanan Guantanamo.

      Kasus pemulangan tahanan, telah terjadi pada warga Australia, David Hicks, hingga sekarang satu-satunya tersangka yang sempat mendapat ganjaran hukuman penjara dari komisi militer. Ia dikirim balik, setelah pemerintah Australia berjanji akan melaksanakan sisa hukuman penjara baginya. Namun, bagi sebagian tahanan di Guantanamo Bay, pemulangan balik ke negara asal mereka mustahil. Seperti misalnya para tahanan asal Uigur, di ujung barat Cina. Mereka saat ini sudah dinyatakan bebas, tapi tidak bisa dipulangkan ke Cina, karena mereka khawatir akan langsung menghadapi pemeriksaan dan dengan demikian, penyiksaan. Sementara itu, tidak ada negara lain, yang bersedia menampung para pasukan asal Uigur ini. Dengan demikian, hingga sekarang, mereka masih berada di Guantanamo Bay.

      "Sampai saat ini, usaha para tahanan Guantanamo Bay untuk melakukan bunuh diri lebih berhasil ketimbang upaya pemerintah Amerika untuk mengadili mereka", kata Jamana Musa, dari Amnesty International.


      * GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL : DESMOND TUTU DESAK EROPA JANGAN TINGGALKAN DARFUR

      DESMOND TUTU DESAK EROPA JANGAN TINGGALKAN DARFUR


      Mantan uskup agung Gereja Anglikan, Desmond Tutu, mengimbau Uni Eropa untuk memberlakukan sanksi lebih tegas serta menetapkan batas waktu bagi pemerintah Sudan untuk mewujudkan perdamaian. Uskup Tutu menghadiri sidang khusus tentang Sudan yang digelar oleh Parlemen Eropa, bersama dengan pemenang hadiah Nobel perdamaian lainnya Jody Williams. Berikut laporan koresponden Vanessa Mock dari Brussel.

      'Jangan lupakan Darfur', imbauan yang seringkali terdengar di kalangan masyarakat internasional dari waktu ke waktu. Tetapi kali ini, imbauan itu datang dari dua pemenang hadiah Nobel. Yang pertama adalah perempuan jangkung bersuara tegas Jody Williams yang tidak melihat adanya alasan untuk merasa optimis terhadap Sudan. Yang satunya lagi adalah seorang pria kecil berjubah ungu muda: Uskup Agung Desmond Tutu yang selalu yakin bahwa masih ada harapan. Contohnya adalah negri Tutu sendiri: Afrika Selatan.

      Desmond Tutu: Orang berpikir apartheid sulit dihapus dan butuh waktu lama untuk mencapai resolusi. Kedua, adalah kenyataan bahwa kita menggunakan sanksi. Sanksi menjadi senjata penting dalam perjuangan kami karena kami melakukan perjuangan tanpa kekerasan. Kami katakan bahwa sanksi yang terarah itu efektif. Mereka benar-benar membantu perjuangan kami.

      Jadi kapan Uni Eropa akan menerapkan sanksi? Itu juga pertanyaan yang diajukan Jody Williams. Sudah 20 kali Williams meminta ijin pada Khartum untuk bisa membawa misi PBB ke Darfur. 20 kali pula ia mendapat jawaban TIDAK. Williams kemudian ke negara tetangga Chad, di mana ia menyaksikan ribuan pengungsi Darfur yang kelaparan dan ketakutan, dan kaum perempuan melarikan diri dari perkosaan sistematis.

      Jody Williams, yang menerima hadiah Nobel karena jerih payahnya menentang penggunaan ranjau darat, ingin diberlakukannya pengucilan ekonomi dan politik terhadap Sudan sampai pemerintah benar-benar berupaya mengakhiri konflik. Ia mengatakan di hadapan parlemen bahwa ia sudah muak dan jenuh menunggu Brussel.

      Jody Williams:  Saya akan mengutip kata-kata dari salah seorang anggota parlemen kepada Dewan Keamanan PBB 'Kalian mengeluarkan 54 pernyataan tentang Darfur tapi kalian tidak pernah menerapkan satu sanksipun. Kami sudah muak mendengarkan itu, kami menghendaki aksi. Kata-kata di atas kertas boleh-boleh saja apabila itu akhirnya membawa sesuatu'.

      Baik uskup Tutu maupun Jody Williams menekankan bahwa sanksi hanyalah bagian dari jalan keluar. Mereka menghendaki Uni Eropa agar memberi lebih banyak dukungan terhadap pasukan perdamaian Uni Afrika sehingga Sudan akhirnya mengijinkan pasukan gabungan UniAfrika-PBB untuk sepenuhnya masuk ke Darfur.

      Mereka juga menggunakan kata-kata keras terhadap Cina, pembeli utama minyak Sudan, yang gagal bersuara terhadap pemerintah Sudan.

      Tuntutan tersebut disambut meriah oleh banyak anggota parlemen di ruang sidang.  Tapi tidak demikian halnya oleh dutabesar Sudan untuk Uni Eropa. Najeib El Kheir Abdelwahab mengatakan masalah pelanggaran HAM di  Darfur dibesar-besarkan dan pemerintahnya sudah berupaya banyak untuk membawa perdamaian.

      Najeib Abdelwahab: Situasi HAM di Guantanamo jauh lebih parah. Demikian juga di Irak. Kami mendukung Uni Afrika dan PBB dalam upaya menciptakan penyelesaian politik di Darfur. Kami telah bersepakat dengan PBB bahwa komandan pasukan adalah seorang Afrika, dan mayoritas anggotanya juga Afrika. Keikutsetaan mereka di sana adalah untuk menjamin bahwa masalah Afrika diselesaikan oleh orang Afrika sendiri.

      Namun dubes Sudan itu tidak mau menjawab langsung apakah pemerintahannya akan mengijinkan misi perdamaian PBB masuk Darfur. Dia juga tidak menanggapi apakah akan tunduk pada imbauan untuk melucuti senjata milisi Janjaweed. Ini sekali lagi menunjukkan betapa piawainya Khartum dalam tarik ulur waktu, tidak banyak berbeda dari Uni Eropa sendiri.


      * CASTRO SUDAH BALIK LAGI


      Pemimpin Kuba Fidel Castro sudah pulih kembali. Paling tidak hal itu tampak dari wawancara pertama sejak ia jatuh sakit sepuluh bulan lalu, dengan televisi Kuba Selasa malam. Pada saat yang sama, itulah satu-satunya pesan dari sang commandante. Berikut ulasan koresponden Amerika Latin Edwin Koopman.

      Wawancara tersebut berlangsung selama 50 menit, tapi sebagian besar wawancara itu membosankan. Lebih dari setengah jam lamanya Castro menghabiskan waktu untuk berbicara tentang kunjungan kenegaraan pemimpin Vietnam Nong Duc Manh baru-baru ini. Sesudah semua penjelasan mengenai situasi kesehatan dan perkebunan kopi di Vietnam, hanya tersisa 10 menit saja untuk membicarakan topik yang telah dinanti-nanti dunia: kondisi kesehatan Castro.

      Castro : 'Selalu saja ada ancaman terhadap kesehatan seseorang, dan di samping itu masih ada pula masalah penuaan'.

      Demikian pemimpin Kuba Fidel Castro. Lebih dari 10 bulan silam Castro menyerahkan kekuasaan kepada adiknya Raul sesudah ia menjalani operasi usus yang berat. Di media Kuba bermunculan gambar-gambar atau foto-foto sang pemimpin. Castro juga tidak muncul dalam peristiwa-peristiwa penting seperti ulang tahunnya yang ke 80, peringatan 50 tahun awal Revolusi serta perayaan hari buruh sedunia 1 Mei. Gambar-gambar terakhir berasal dari empat bulan lalu dan sebelum itu tidak pernah ada pidato langsung atau wawancara. Kesehatan Castro merupakan rahasia negara, paling tidak sampai Selasa lalu.

      Castro : 'Saya lakukan apa yang harus saya lakukan. Tidak ada rahasia lagi. Mereka berbicara tentang rahasia negara. Rahasia negara apaan?'.

      Tetapi sang commandante sama sekali tidak menjelaskan bagaimana sebenarnya kondisi kesehatannya serta apa penyakit yang dideritanya.

      Castro tampak lelah dan tua, tapi tampil lebih sehat dibandingkan gambar-gambar yang sebelum ini muncul. Suaranya pecah, diselingi jeda lama, dan terkadang sulit dimengerti. Tetapi kalimat-kalimatnya konsisten dan otaknya masih bekerja dengan sangat baik. Bahkan kadang ia membuat lelucon.

      Castro :  "Mata plus saya semakin berkurang. Ini artinya saya semakin bertambah muda."

      Sang pewawancara turut tertawa dengan sopan. Tetapi dia tidak menanyakan apakah atau kapan Castro akan mengambil alih kembali kekuasaan. Castro hanya menyatakan ia akan terus menulis komentar di surat kabar, yang bulan-bulan belakangan sudah beberapa kali muncul.

      Castro : 'Apabila saya menulis komentar maka harus pendek. Tetapi saya masih punya setumpuk topik untuk hari-hari mendatang'.

      Ini berarti bahwa Kuba dan seluruh dunia lainnya dapat menyimpulkan bahwa sementara ini mereka masih belum akan lepas dari Castro. Dan itulah tampaknya pesan yang hendak disampaikan oleh Castro sendiri.


      * BELANDA PROTES HUKUMAN MATI WARGANYA DI INDONESIA



      Rabu kemarin, Belanda melayangkan protes resmi kepada Indonesia terhadap hukuman mati terhadap warganya Dick Nicolaas. Duta besar kerajaan Belanda di Indonesia Nicolaos van Dam meminta Kementrian Luar Negri agar mengubah hukuman tersebut. Putusan pengadilan banding terhadap warga Belanda berusia 62 tahun itu dikeluarkan Mahkamah Agung pekan lalu. Dengan mengubah hukuman seumur hidup menjadi hukuman mati, Mahkamah Agung menyatakan Dick Nicolaas ini bersalah dalam memproduksi narkoba jenis ekstasi. Sebanyak enam tersangka lainnya juga dijatuhi hukuman serupa. Redaksi di Hilversum mengolah laporan redaktur Hans Andringa dari Den Haag.

      Inilah benturan pertama pada hubungan Indonesia Belanda yang selama ini, oleh para pejabat kedua negara, disebut berada pada zaman keemasan. Menteri Luar Negeri Maxime Verhagen mengajukan protes resmi kepada Jakarta. Kenapa protes resmi itu perlu diajukan? Lebih lanjut Menlu Verhagen:

      Maxime Verhagen: Karena kami menentang hukuman mati. Negeri Belanda punya keberatan prinsip terhadap hukuman mati. Juga karena alasan-alasan kemanusiaan, bagi saya adalah kewajiban seorang menteri luar negeri untuk berupaya memastikan bahwa hukuman mati diubah menjadi hukuman lain. Tentu saja yang bersangkutan sendiri harus mengajukan grasi untuk mengubah hukumannya, tetapi pasti kalau seorang Belanda terancam hukuman mati, maka adalah tugas saya sebagai menteri luar negeri untuk menyatakan keberatan kepada pemerintah Indonesia.

      Sebagai menteri luar negeri yang baru 100 hari menduduki jabatannya, Maxime Verhagen menyatakan dirinya akan bertindak tegas dalam pelbagai masalah, tetapi terutama dalam masalah hak-hak azasi manusia.

      Maxime Verhagen: Saya sendiri juga berpendirian tegas soal hak-hak azasi manusia, atau soal apa yang bisa dan tidak bisa, dan untuk hukuman mati maka ini jelas sudah tidak bisa dilakukan lagi. Kalau ada seorang Belanda akan kena hukuman mati, maka saya akan berupaya menggerakkan negara lain untuk juga memprotesnya. Karena itulah langkah pertama ini adalah menyatakan keberatan, mendesak dengan alasan kemanusiaan dan untuk itu diajukan permohonan grasi.

      Dalam hal ini Belanda tidak akan sendirian. Taktik yang ditempuh Den Haag adalah mengerahkan negara-negara lain anggota Uni Eropa untuk mengajukan protes serupa terhadap Jakarta. Kembali Menteri Luar Negeri Belanda Maxime Verhagen:

      Maxime Verhagen: Tentu saja kami akan melaksanakannya bersama-sama dengan mitra negara-negara uni Eropa lain. Dengan begitu Belanda akan lebih kuat lagi. Dan itu juga cocok dengan garis kebijakan umum Uni Eropa bahwa di seluruh dunia hukuman mati harus diakhiri.


      * SULIT MENERAPKAN LARANGAN MEROKOK DI INDONESIA DAN KEKERASAN DI MUANGTHAI SELATAN

      Tiga propinsi bermayoritas penduduk Muslim di Muangthai selatan berontak. Tidak jelas siapa mereka dan pemimpin mereka. Yang jelas mereka meledakan bom, mirip di Irak. Yang terakhir di jalan yang menghubungkan Pattani dengan Yala. Ledakannya tidak besar. Mobil yang berdekatan rusak ringan. Sopirnya pun luka ringan. Karena tidak jelas pelakunya, aparat keamanan justru ketakutan.

      "Musuh Yang Tidak Kelihatan" demikian kepala berita koran pagi Belanda de Volkskrant. Tidak jauh dari tempat yang sama sehari sebelumnya sebuah truk tentara diledakkan. Truk tersebut masuk perangkap. Tentara mengirim truk yang mengangkut senjata, ke tempat kejadian setelah ditembaki dari gunung. Tentara kemudian melakukan pencarian, tapi tidak menemukan apapun. Ketika tentara kembali ke truk, mobil tersebut meledak. 11 dari 12 tentara, tewas. Tentara kemudian memblokir semua hubungan telpon, untuk mencegah ledakan bom yang dilakukan dari jarak jauh.

      Siapa dalang kerusuhan di tiga propinsi Muangthai selatan itu, tanya de Volkskrant? Tidak jelas. Penduduk setempat yang berbahasa Melayu menyebut mereka "gerakan kemerdekaan Muslim", sementara pemerintah menyebut mereka "teroris". Menurut Srisompob Jitpiromsi dosen Universitas Patani, pelaku kerusuhan bukan sebuah gerakan terorganisir. Besar kemungkinan mereka anggota sebuah organisasi yang beraksi secara invidu tapi selama dua tahun semakin kuat.

      Yang jelas, ketiga propinsi dengan mayoritas Muslim mau melepaskan diri dari pemerintah pusat yang budhis. Sejak 2004 tiga propinsi yang berbatasan dengan Malaysia dan 90% penduduknya Muslim menjadi ajang kerusuhan. Wilayah ini pernah merupakan sebuah kerajaan sebelum dicaplok oleh kerajaan Siam lebih dari 100 tahun lalu, selalu merasa dianak-tirikan oleh Bangkok. Demikian de Volkskrant.

      Topik kedua mengenai kampanye anti-rokok di Indonesia. Ke-542 anggota DPR masih beda-pendapat mengenai larangan merokok di dalam gedung-gedung dan tempat-tempat umum di ibu kota Jakarta. 150 menentang lainnya mendukung. Perjanjian larangan merokok WHO - organisasi kesehatan sedunia ditanda-tangani oleh hampir semua negara, termasuk negara Asia kecuali Indonesia dan Korea Utara. Kalau anggota DPR masih saja merokok di dalam gedung DPR, bagaimana bisa melarang yang lain, tegas Khalilur Rahman dari kantor WHO di New Delhi.

      Pasalnya, demikian Bloomberg.com mengutip Anwar Suryadi dari dirjen pajak dan cukai, setiap tahun pemerintah Indonesia menerima Rp. 42 trilyun dari pajak rokok. Di pihak lain, industri rokok menyediakan 600 ribu lapangan kerja bagi buruh pabrik rokok dan tiga-setengah juta petani tembakau.

      Menurut Achmad Hardiman jubir departemen kesehatan, Jakarta tidak menanda-tangani larangan merokok WHO karena ditekan oleh industri rokok. Alasannya apa yang akan terjadi nantinya dengan para petani tembakau? Menurut WHO, larangan merokok tidak harus merugikan petani tembakau. Contohnya India. Bekas petani rokok di sana, kini beralih ke sektor kelapa sawit.

      Gubernur DKI Sutiyoso berdalih, sulit sekali mencek apakah orang-orang memang tidak merokok di dalam gedung dan tempat-tempat umum. Larangan tersebut menyangkut perubahan kultur, katanya. Tapi mengapa di banyak negara Asia, larangan tersebut sudah diberlakukan dan berhasil baik?

      Demikian bloomberg.com dan demikian pula Tinjauan Pers kali ini.


      * KASUS MUNIR - PERTEMUAN DENGAN UTUSAN KHUSUS SEKJEN PBB


      Utusan khusus Sekjen PBB untuk Pembela HAM Hina Jilani mengadakan kunjungan kerja ke Indonesia. Di samping bertemu dengan pejabat-pejabat pemerintah, Jilani juga mengadakan pertemuan dengan pelbagai lembaga kemasyarakatan termasuk dengan Komite Solidaritas Munir. Pertemuan yang terakhir itu direncanakan Kamis ini yang akan diwakili oleh Usman Hamid dan Suciwati, istri almarhun Munir. Agenda utama pertemuan adalah membicarakan kemajuan serta kendala yang dihadapi dalam penuntasan kasus pembunuhan Munir. Demikian dijelaskan Usman Hamid kepada Radio Nederland Wereldomroep.

      Kunjungan ini adalah yang pertama kalinya dilakukan oleh utusan khusus Sekjen PBB untuk Pembela HAM Hina Jilani. Kedatangan ini merupakan suatu bukti bahwa kasus pembunuhan aktivis HAM Munir telah menjadi masalah internasional dan Perserikatan Bangsa Bangsa. Sebelum kunjungan Jilani, juga ada kunjungan dari sejumlah pejabat PBB lainnya seperti pelapor khusus PBB untuk eksekusi ekstra judisial. Bahkan pelapor khusus PBB untuk independensi peradilan juga pernah menyurati pemerintah Indonesia.

      Dalam pertemuan yang direncanakan Kamis ini, utusan khusus Sekjen PBB tentu akan menanyakan pandangan hukum atau penyelesaian kasus pembunuhan Munir ini. Apa saja kemajuan yang dicapai sejauh ini terutama pasca vonis Mahkamah Agung pada akhir tahun lalu yang menyatakan terdakwa Pollycarpus tidak bersalah dalam pembunuhan Munir, tapi bersalah dalam penggunaan surat palsu dalam manajemen Garuda.

      Di samping itu, kendala-kendala yang mungkin akan ditanyakan juga menjadi agenda pembahasan dalam pertemuan. Pertemuan kemungkinan besar diarahkan untuk menggali atau mendalami bagaimana sebenarnya kinerja penegakan hukum dalam penyelesaian masalah Munir dan juga kerjasama instansi pemerintah lain khususnya Badan Intelijen Negara yang selama ini terimplikasi dalam kasus pembunuhan Munir.

      Wawancara selengkapnya dengan Usman Hamid bisa diikut pada situs web kami:

      http://www.ranesi.nl/arsipaktu a/indonesia060905/KasusMunir /sekjen_pbb070606


      * BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA KERJA DI TIMOR LESTE


      Dalam kunjungannya ke Indonesia kemarin, Presiden baru Timor Leste Jose Ramos-Horta menegaskan bahwa Bahasa Indonesia tetap merupakan bahasa kerja dalam pemerintahnya. Bahkan, bagian akhir pidato pertamanya di depan parlemen sebagai presiden Timor Leste, diucapkannya dalam bahasa Indonesia. Jose Ramos-Horta adalah politikus Timor Leste yang hidup di luar negeri selama 24 tahun Indonesia memprovinsikan negerinya. Ramos-Horta berjanji akan belajar bahasa Indoneisa supaya bisa berpidato dalam bahasa Indonesia dalam kunjungan berikut. Tentang kedudukan bahasa Indonesia dan bahasa Tetun, berikut penjelasan Prof. Benjamin Corte Real, direktur Insititut Linguistik Nasional Timor Leste di Dili.

      Bejamin Corte-Real [BCR]: Saya kira, Ramos-Horta itu punya cara-caranya sendiri untuk melakukan hal-hal yang baru dan hal-hal yang lazim. Tetapi saya kira dengan menggunakan Bahasa Indonesia pada bagian akhir pidatonya, selain daripada untuk menunjukkan isyarat yang bersahabat kepada tamu-tamu dari Indonesia, yaitu menteri luar negeri, tetapi juga karena suatu komitmen Ramos-Horta untuk mengakui bahwa suatu persentase yang demikian besar dari pemuda kita, entah menyelesaikan studinya di Indonesia, ataupun sedang melanjutkan studi di Indonesia, sehingga kita tidak harus bersikap begitu tidak bersahabat terhadap bahasa Indonesia, seperti tadinya barangkali berlaku di pemikiran atau perasaan kalangan politik tertentu.

      Tetapi sekarang kita masuk dalam era baru, era pergaulan dengan Indonesia sebagai negara sahabat dan sama-sama negara, dan ada banyak kepentingan di masa depan yang dua-duanya barang kali mengejar. Dan selalu, demi keuntungan Timor Leste kalau bahasa itu tetap digunakan, dari sudut pandang pragmatis masih dibutuhkan. Namun jangan lupa bahwa di konstitusi kita, saya kira, bab 159, kalau enggak salah, pada bagian yang dinamakan pasal-pasal peralihan, bahwa bahasa Inggris dan bahasa Indonesia masih merupakan bahasa kerja, selama itu dibutuhkan sebagai bahasa kerja.

      Itu artinya, begitu kedua bahasa resmi kita itu sudah mapan entah dari segi perkembangannya, kalau kita omong soal bahasa Tetun, atau kalau sudah cukup dikuasai, kalau kita omong bahasa Portugis, itu berarti kedua bahasa itu, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris mulai tergeser pada sudut-sudut yang mestinya dikuasai. Tidak total disingkirkan tetapi digeser kepada ruang yang cocok baginya di negara merdeka Timor Leste.

      Tetapi nada pembicaraan Ramos-Horta sebagai presiden, kepala negara untuk tidak terlalu kita, pada istilah-istilah atau aturan-aturan di konstitusi, tetapi bagaimana melihat kedekatan kita dengan Indonesia, persahabatan kita dengan Indonesia, baik sebagai bangsa ataupun negara, agar hal-hal itu menjadi komponen ikatan persahabatan yang lebih erat.

      Bagi saya, saya akan menginterpretasikan pernyataan Pak Presiden itu bukan sebagai suatu tantangan terhadap konstitusi kita sekarang, tetapi suatu pernyataan yang lebih bersifat pragmatis.

      Radio Nederland Wereldomroep: Kalau gitu sampai sejauh mana sebenarnya peran bahasa Tetun sebagai bahasa nasional di Timor Leste?

      Untuk mendengarkan jawaban selengkapnya prof. Benjamin Corte-Real, silahkan mengklik situs web kami

      http://www.ranesi.nl/arsipaktu a/asiapasifik/timorleste /bahasa_kerja_timorleste070606


      ------------------------------ ------------------------------ ---------
      Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
      http://www.ranesi.nl/
      http://www.radionetherlands.nl /

      Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
      peroleh melalui
      ranesi@...
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.