Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Kasus BPPC, Kejakgung Kesulitan Seret Tommy

Expand Messages
  • Sunny
    Refleksi: Mengapa Jaksa Agung tidak bilang terus terang bahwa Tommy tidak akan diseret, karena tidak mungkin memperboleh bukti-buktinya. Hemat waktu, dan
    Message 1 of 1 , Feb 14, 2008
    • 0 Attachment
      Refleksi: Mengapa Jaksa Agung tidak bilang terus terang bahwa Tommy tidak akan diseret, karena tidak mungkin memperboleh bukti-buktinya. Hemat waktu, dan jaksa agung dan konco-konco tidak perlu merepotkan diri.

      http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2008/2/14/n2.htm

      Kasus BPPC, Kejakgung Kesulitan Seret Tommy

      Jakarta (Bali Post) -
      Upaya Kejaksaan Agung (Kejakgung) untuk menyeret Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto ke pengadilan bakal gagal. Pasalnya, penyidikan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi dana Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI) yang diterima Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC) itu mentok, karena sulitnya mendapatkan alat-alat bukti.

      Kesulitan tersebut disebabkan kantor cabang BPPC yang tersebar di sejumlah daerah sudah tutup. Bahkan, dokumen-dokumen yang akan dijadikan barang bukti telah banyak yang raib. Ini kendala utama yang dirasakan tim penyidik. ''Tetapi kami akan terus berusaha mencari alat-alat bukti itu,'' kata Direktur Penyidikan Pidsus Kejaksaan Agung Muhammad Salim, Rabu (13/2) kemarin.

      Meski kesulitan mendapatkannya, Salim memastikan penyidikan kasus itu takkan dihentikan. Kejaksaan tetap melanjutkannya hingga tuntas. Namun, tidak bisa dipastikan kapan waktunya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kejaksaan untuk meyakinkan Pengadilan Guersney yang telah membekukan aset milik Tommy yang tersimpan di Banque Nationale Parise de Paribas (BNP Paribas) senilai dana 39 juta euro.

      Selain kesulitan mendapatkan dokumen, lanjut Salim, pihaknya juga masih menunggu laporan BPKP yang masih belum tuntas menghitung nilai kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus ini. Tetapi, pihaknya tetap yakin bahwa simpanan perusahaan Tommy Soeharto, Garnet Investment Limited (GIL), yang dibekukan BNP Paribas itu merupakan milik Indonesia.

      Kasus BPPC ini sendiri bermula dari pengucuran dana KLBI sebesar Rp 175 milyar yang diterima BPPC. Dana yang seharusnya digunakan untuk membeli cengkeh petani itu, dalam pelaksanaannya hanya 30 persen yang dipakai sesuai peruntukannya. Selebihnya untuk kepentingan pribadi tersangka dan sejumlah pihak lainnya. Dalam kasus ini, hanya Tommy yang baru ditetapkan sebagai tersangka.

      Terkait gugatan intervensi pemerintah RI melalui Kejaksaan Agung itu, sudah diproses di Royal Court of Guernsey terhadap gugatan GIL atas asetnya yang diblokir BNP Paribas. Gugatan intervensi kejaksaan ini dikabulkan pengadilan setempat. Hal itu ditandai dengan dibekukannya aset perusahaan Tommy.

      Pemerintah RI yang diwakili Kejaksaan Agung dalam perkara ini menyewa pengacara setempat yakni Lloyd Strappini. BNP Paribas diwakili pengacaranya, Paren La Cruz. Sedangkan GIL menyewa tujuh penasihat hukum yang dikoordinatori Christoper Edwards. Sementara pihak Tommy Soeharto mengutus OC Kaligis sebagai pengacara pendamping bagi GIL. (kmb3


      [Non-text portions of this message have been removed]
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.