Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Bls: [indofirstaid.org]: qhse courses nov 2009 - feb 2010

Expand Messages
  • Nana setiawandi
    selamat siang klo bs minta surat dr sana u perusahaan kami sebagi dasar mengikuti kegiatan, kami akan mengikuti pelatihan P3K dan ToR nya terima kasih
    Message 1 of 3 , Oct 26, 2009
    View Source
    • 0 Attachment
      selamat siang

      klo bs minta surat dr sana u perusahaan kami sebagi dasar mengikuti kegiatan, kami akan mengikuti pelatihan P3K dan ToR nya

      terima kasih


      Dari: HSS <hss@...>
      Kepada: HSS <hss@...>
      Terkirim: Sen, 26 Oktober, 2009 11:22:59
      Judul: [indofirstaid.org]: qhse courses nov 2009 - feb 2010

       

       

       

      HSS Safety Training November 2009 – February 2010

       

      Course 183 :    Ahli K3 Kimia (Sertifikasi Depnaker)

      Date            :    16-26 Nov 2009

      Venue         :    Hotel Sofyan Betawi, Menteng, Jakarta Pusat

       

      183: Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi

      AHLI K3 SPESIALIS KIMIA
      Undang-undang No.1 tahun 1970
      Jo Kep.Menaker No. Kep.187/MEN/ 1999
      tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya (B3)

       Tujuan

      Mempersiapkan Sumber Daya Manusia khususnya Ahli K3 Kimia yang lebih trampil beserta personil yang terkait  di perusahaan untuk dapat membantu mengembangkan K3 dan mengeliminir sumber-sumber bahaya kimia di perusahaan sehinga diharapkan akan mampu :

      1. Mengidentifikasi bahan kimia berbahaya
      2. Mengendalikan bahan kimia berbahaya
      3. Menganalisa kecelakaan kerja akibat kerja karena bahan kimia berbahaya.

      Materi Pelatihan

      1.     Kebijakan Nasional

      2.     Dasar-dasar K3

      3.     Pengawasan Kesehatan Kerja

      4.     Sistem Manajemen K3 (SMK3)

      5.     Penanganan dan Pengelolaan B3

      6.     Prosedur K3 di ruang tertutup

      7.     Pengenalan dan penilaian resiko

      8.     Laporan dan Analisa kecelakaan kerja

      9.     Rencana dan prosedur tanggap darurat

      10. P3K

      11. Hygine Industri

      12. Manajemen dan penggunaan alat pelindung diri

      13. Penyakit akibat kerja yang ditimbulkan bahan kimia.

      14. Toksikologi

      15. Prosedur inspeksi untuk pabrik kimia

      16. Monitoring pengukuran dan evaluasi pemaparan bahan kimia berbahaya

      17. Pengendalian bahaya besar

      18. Pengelolaan limbah industri

      19. Kelembagaan K3

      20. PKL

      21. Seminar

       

      182: MANAJEMEN KESELAMATAN PROSES (MKP)

      PROCESS SAFETY MANAGEMENT (PSM)

      PENDAHULUAN

      Unit Proses dari suatu perusahaan yang andal operasinya adalah Unit Proses yang bebas dari kecelakaan, kebakaran, peledakan, penyakit akibat kerja dan pencemaran terhadap lingkungan (Environment) .

       

      Untuk mencapai kondisi tersebut diperlukan dua hal penting, yaitu:

      1.     Adanya system pengelolaan Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) yang terpadu dan komprehensif.

      2.     Adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempunyai pengetahuan, ketrampilan, dan secara professional, serta selalu proaktif dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan, kebakaran, peledakan, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan.

       

      Dengan demikian dapat diharapkan terciptanya suatu kondisi operasi Unit Proses yang berproduktifitas tinggi, optimal, efisien, aman dan selamat, serta tidak mencemari lingkungan. Hal ini harus tercantum dalam komitmen dan kebijakan Manajemen Perusahaan mengenai K3 dimana harus dinyatakan untuk selalu bertekad dan berusaha menciptakan kondisi kerja yang aman. Untuk mendukung komitmen dan kebijakan tersebut, seluruh karyawan, rekanan dan kontraktor yang bekerja dilingkungan operasi perusahaan, harus mematuhi dan memenuhi semua peraturan dan perundangan tentang K3 yang berlaku di perusahaan, termasuk perlunya mengikuti pelatihan K3.

       

      Disamping itu perusahaan harus bertanggung jawab dalam mengembangkan Manajemen K3, dengan melaksanakan program-program sebagai berikut:

       

      1.     Pembinaan profesi K3

      2.     Membangun budaya dan  meningkatkan kesadaran terhadap K3.

      3.     Menyusun panduan dan program K3.

      4.     Membangun sistem informasi K3

       

      Salah satu sistem teknologi K3 mutakhir yang telah diterapkan dalam industri proses, seperti Kilang Migas atau Industri Petrokimia, adalah Process Safety Management (PSM) atau dalam bahasa Indonesia disebut Manajemen Keselamatan Proses (MKP)

       

      PENGERTIAN MKP

      Pengertian MKP menurut OSHA (29 CFR, Part 1970), adalah: Penerapan prinsip-prinsip sistem manajemen terpadu untuk mengindentifikasika n, memahami dan  mengendalikan bahaya yang timbul dalam proses, kegagalan operasi seperti kebocoran tumpahan bahan berbahaya dan beracun (B3) atau lepasnya energi secara liar, sehingga dapat dicegah secara proaktif disetiap insiden atau kecelakaan yang terkait dengan proses operasi. MKP adalah sistem manajemen K3 yang khusus diterapkan di unit proses dalam industri.

       

           TUJUAN PELATIHAN

      Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat mengetahui dan memahami MKP dengan baik, sehingga dalam melaksanakan tugasnya, dapat ikut berperan serta dalam upaya Perusahaan menerapkan MKP secara benar dan konsisten, sesuai dengan tujuan MKP yang menurut API-RP 750 (1990) adalah sebagai berikut:

       

      1.     Untuk mencegah dan melindungi karyawan, masyarakat sereta lingkungan sekitar fasilitas dari kecelakaan, kerusakan maupun kerugian yang disebabkan oleh kemungkinan terjadinya bahaya kebakaran, peledakan ataupun tumpahan B3

      2.     Mencegah dan mengurangi potensi bahaya yang timbul dalam operasi industri, yang melibatkan unsur manusia, fasilitas dan peralatan proses serta lingkungan sekitar. Karena setiap kejadian yang merugikan unit operasi akan membawa pengaruh yang besar terhadap Perusahaan.

      3.     Meyakinkan bahwa fasilitas unit operasi telah dirancang, dibangun, dioperasikan dan dipelihara sampai saat fasilitas harus dibongkar (“from cradle to grave”), dengan selalu memperhatikan aspek K3, serta berwawasan lingkungan, termasuk penanganan, penggunaan, pengolahan B3)

       

      MATERI PELATIHAN

      1) Pendahuluan: Teori Dasar K3; Penjelasan umum MK3, Elemen-elemen MK3

      2) Aspek Teknologi: Informasi Keselamatan Proses (Process Safety Information) ; Analisa Bahaya Proses (Process Hazard Analysis); Keterpaduan Makanis (Mechanical Integrity); Telaah Keselamatan Kerja Awal Operasi (Pre-Start up Safety Review)

      3) Aspek Keselamatan Kerja (Manusia): Keselamatan Kerja Kontraktor (Contractors Safety); Cara Kerja Aman (Safe Working Practices); Pelatihan Karyawan (Employee Training); Partisipasi Karyawan (Employee Participation)

      4) Aspek Manajemen: Manajemen Perubahan (Management of Change); Rencana Tanggap Darurat (Emergency Response Planning); Penyelidikan Kecelakaan (Incident Investigation) ; Audit MKP (PSM Audits)

       

      184: PELATIHAN PETUGAS K3 KIMIA

       

      DASAR HUKUM

      Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep. 187/MEN/1989 tentang pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja maka perusahaan dengan kategori potensi bahaya besar wajib mempekerjakan ahli K3 kimia sekurang-kurangnya 2 orang (non shift) dan 5 orang (shift). Sedangkan pada kategori menengah wajib mempekerjakan Petugas K3 Kimia. (1 orang (non shift) dan 3 orang (shift) (pasal 16 ayat 1 (b) dan pasal 17 ayat 1 (a).

       

      TUJUAN

      Setelah mengikut pelatihan ini, peserta akan mampu mengetahui dan memahami

      1. Peraturan perundangan K3 kimia dan lingkungan
      2. Dalam mengidentifikasi bahaya
      3. Pelaksanaan prosedur kerja yang aman
      4. Pelaksanaan prosedur penanggulangan keadaan darurat
      5. Dalam mengembangkan pengetahuan K3 bidang kimia

       

      MATERI PELATIHAN

      1. Kebijaksanaan Depnaker di bidang K3
      2. Peraturan Perundang-undangan bidang K3
      3. Peraturan tentang pengendalian bahan kimia berbahaya
      4. Pengetahuan dasar bahan kimia berbahaya
      5. Penyimpanan dan penanganan bahan kimia berbahaya
      6. Prosedur kerja aman
      7. Prosedur penanganan kebocoran dan tumpahan
      8. Penilaian dan pengendalian resiko bahan kimia berbahaya
      9. Pengendalian lingkungan kerja
      10. Penyakit akibat kerja oleh faktor kimia dan cara pencegahannya
      11. Rencana dan prosedur tanggal darurat
      12. Lembar data keselamatan bahan dan label
      13. Dasar-dasar toksikologi
      14. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
      15. Peningkatan aktivitas P2K3
      16. Studi Kasus
      17. Kunjungan Lapangan
      18. Evaluasi

      §      185: SERTIFIKASI K3 TEKHNISI LISTRIK

      INTRODUCTION
      Electricty has potential to endanger human life or people in the work place and threaten the safety of building.

      To ensure the safety of electricity instalation, it is a must that electricity instalation planted, checked, and tested by person who is competent and has work permission as mentioned in Standar Nasional Indonesia SNI04-0225 Tahun 2000 Tentang Persyaratan Umum Instalasi Listrik Tahun 2000 (PUIL 2000).

      Because of that, it is a need to issue a safety and healthy competency regulation and requirement for electricity technicians which is established by a decree.

      LEGALLY GROUND

      1. UU No.1 Th. 1970

      2. UU No.13 Th.2003

      3. KepMenakertraans RI No. Kep.75/Men/2003 tentang Berlakunya Standar Nasional Indonesia SNI 04--225-2000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000)

      4. Keputusan Dirjen Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan No. Kep. 311/BW/2002/ tentang Sertifikasi Kompetensi K3 Tekhnisi Listrik

      COURSE OBJECTIVES

      In Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I, No. KEP-311/BW/2002, it has been establihed the qualification and requirement of electricity technicians.

      • Competency
        • General
          • Able to plant, operate, and maintain electricity instalation correctly and safely, either for himself, others, equipments and safe in operating the installation.
        • Academic
          • Understand:
            • The potential of electricity danger
            • How to prevent electricity danger
            • Safety work procedure
            • Picture reading
            • Check and test electricity installation
            • Electricity basic methods 
            • Electricity regulations and standards
        • Skills
          • Able to:
            • Plant electricity installation correctly
            • Maintain electricity installation correctly
            • Use electricity meter correctly
            • Operate electricity installation correctly
            • Identify and detect electricity danger

      MATERIALS

      1. Regulation of safety and healthy electricity work
      2. K3 electricity basics
      3. Electricity installation basic techniques
      4. Identification of electricity danger
      5. Electricity loading systems
      6. Basic electricity measurement
      7. Protection system/electricity protection
      8. Special room installation
      9. Electricity work healthy
      10. First aid on electricity accident
      11. Evaluation

      186: PELATIHAN & SERTIFIKASI KOMPETENSI

      PETUGAS K3 MADYA RUANG TERBATAS
      ( CONFINED SPACES)

      Referensi:

      Undang-undang No.1 tahun 1970 Kep.Dirjen PPK No. Kep.113/DJPPK/ IX/2006 tentang Pedoman Teknis Petugas K3 Ruang Terbatas (Confined Spaces) 

      Pendahuluan dan Latar Belakang:

      Ruang terbatas (Confined Spaces) mengandung beberapa sumber bahaya baik yang berasal dari bahan kimia yang mengandung racun dan mudah terbakar dalam bentuk gas, uap, asap, debu dan sebagainya. Selain itu masih terdapat bahaya lain berupa terjadinya oksigen defisiensi atau sebaliknya kadar oksigen yang berlebih, suhu yang ekstrem, terjebak atau terliputi (engulfment) , maupun resiko fisik lainnya yang timbul seperti kebisingan, permukaan yang basah/licin dan kejatuhan benda keras yang terdapat di dalam ruang terbatas tersebut yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja sampai dengan kematian tenaga kerja yang bekerja di dalamnya.

      Dalam usaha pencegahan terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang ditimbulkan oleh hal-hal tersebut diatas, maka diperlukan adanya pendidikan dan pelatihan K3 tentang Ruang Terbatas (Confined Spaces). Keharusan tersediannya personil dengan kompetensi sebagai petugas K3 Ruang Terbatas (Confined Spaces) di perusahaan berdasarkan keputusan Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Kep. No. 113/DJPPK/IX/ 2006.

      Petugas K3 Confined Spaces terdiri dari 2 jenjang meliputi Petugas Madya dan Petugas Utama.

      Tujuan dan Kompetensi

      Umum
      Mampu bekerja secara aman di ruang terbatas/tertutup (confined spaces) dan melaksanakan prosedur kerja sesuai dengan program memasuki ruang terbatas/tertutup dalam rangka pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta kegiatan keselamatan kerja dan kesehatan kerja lainnya.

      Kemampuan Akademik
      Mengetahui dan memahami aspek K3 di ruang terbatas/tertutup secara baik mengenai:
      1) Kebijakan K3 dan dasar-dasar K3 untuk pekerjaan di ruang terbatas.
      2) Prosedur Ijin kerja
      3) Karateristik bahan kimia berbahaya di ruang terbatas.
      4) Teknis pengukuran dan deteksi gas beracun dan mudah meledak di dalam ruang terbatas.
      5) Rencana dan prosedur tanggap darurat di ruang terbatas.
      6) Alat pelindung diri untuk pekerjaan di ruang terbatas.

      Keahlian Praktis
      Mampu melakukan dan menerapkan aspek K3 di ruang terbatas melalui upaya:
      1) Melaksanakan prosedur kerja aman di ruang terbatas.
      2) Melaksanakan prosedur ijin kerja untuk memasuki ruang terbatas.
      3) Melaksanakan program memasuki ruang terbatas.
      4) Melaksanakan Prosedur tanggap darurat dan P3K di ruang terbatas.

      Materi:

      1.                                         Peraturan perundang-undangan K3 di ruang terbatas.

      2.                                         Dasar-dasar K3 di ruang terbatas.

      3.                                         Pengenalan karateristik bahan kimia berbahaya di ruang terbatas.

      4.                                         Prosedur ijin kerja di ruang terbatas

      5.                                         Teknik pengukuran dan deteksi gas di ruang terbatas.

      6.                                         Rencana dan Prosedur Tanggap Darurat (ERP) dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).

      7.                                         Program memasuki ruang terbatas.

      8.                                         Alat pelindung diri untuk pekerjaan di ruang terbatas.

      9.                                         Praktek Lapangan

      10.                                     Evaluasi

       

      187: Contractor Safety Management (CSMS)

       

      Objective

      Contractor Safety Management System course is one of the requirement as stated in the OGP (Oil and Gas Producer Forum) guideline. At the end of the program, the participants are expected to be able to draw a CSMS implementation program and prepare HSE Management System documents in their companies, respectively.

       

      Content:

      1. Introduction: Interrelationship with other systems

      2. Overview of process

      3. Planning: Description of work; Risk identification; Contracting strategy; Contract schedule

      4. Pre-qualification: Purpose and responsibilities; Standard pre-qualification documents; From pre-qualification to selection

      5. Selection: Bid documentation prepared by company; Bid preparation by contractor; Pre-award meetings; Incentive schemes for HSE; Contract award 

      6. Pre-mobilization activities: Kick-off meeting; Pre-job audits 

      7. Mobilization: General; Mobilization audit

      8. Execution: Responsibilities; Contractor compliance; Competence assurance; Inspection and HSE auditing/reviews

      9. De-mobilization: Responsibilities 

      10 Final evaluation and close-out: Final evaluation and report

       

       

      188: PAKET C (TINGKAT DASAR II)

      Tujuan

      • Melaksanakan inspeksi pencegahan kebakaran
      • Memeriksa dan memelihara sarana proteksi kebakaran
      • Memadamkan kebakaran tingkat lanjut
      • Menyelamatkan dan memberi pertolongan pada korban

        Materi

      • Peraturan perundang-undangan K3
      • Kebijakan K3
      • Undang-undang No.1 th.1970
      • System manajemen K3 (SMK3)
      • Norma-norma K3 penanggulangan kebakaran
      • Pengetahuan teknik pencegahan kebakaran
      • Teori api dan anatomi kebakaran
      • Penyimpanan dan penanganan bahan mudah terbakar/meledak
      • Metoda pengendalian proses pekerjaan/ penggunaan peralatan, instansi dan energi/ panas lainnya.
      • Sistem instalasi deteksi, alam dan pemadam kebakaran
      • System deteksi & alam kebakaran
      • Alat pemadam api ringan
      • Hydran springkler
      • System pemadam kimia
      • Fire safety equipment
      • Sarana evakuasi
      • Jalan lintas, koridor, tangga, helipat, tempat berkumpul
      • Pemeliharaan, pemeriksaan, pengujian peralatan proteksi kebakaran
      • Instalasi alarm, APAR, hydrant springkler dan lainnya
      • Fire emergency respon plan
      • Pengorganisasian system tanggap darurat
      • Prosedur tanggap darurat kebakaran
      • Pertolongan penderita gawat darurat
      • Praktek Pemadaman
      • APAR, Hydrant, penyelamatan
      • <

        (Message over 64 KB, truncated)
    • teguhsetiawan01@yahoo.com
      K3 kimia waktu brp hari? Biaya brp? Tq Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone ... From: HSS Date: Mon, 26 Oct 2009 11:22:59
      Message 2 of 3 , Oct 27, 2009
      View Source
      • 0 Attachment
        K3 kimia waktu brp hari? Biaya brp? Tq

        Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


        From: "HSS" <hss@...>
        Date: Mon, 26 Oct 2009 11:22:59 +0700
        To: HSS<hss@...>
        Subject: [indofirstaid.org]: qhse courses nov 2009 - feb 2010

         

         

         

        HSS Safety Training November 2009 – February 2010

         

        Course 183 :    Ahli K3 Kimia (Sertifikasi Depnaker)

        Date            :    16-26 Nov 2009

        Venue         :    Hotel Sofyan Betawi, Menteng, Jakarta Pusat

         

        183: Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi

        AHLI K3 SPESIALIS KIMIA
        Undang-undang No.1 tahun 1970
        Jo Kep.Menaker No. Kep.187/MEN/ 1999
        tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya (B3)

         Tujuan

        Mempersiapkan Sumber Daya Manusia khususnya Ahli K3 Kimia yang lebih trampil beserta personil yang terkait  di perusahaan untuk dapat membantu mengembangkan K3 dan mengeliminir sumber-sumber bahaya kimia di perusahaan sehinga diharapkan akan mampu :

        1. Mengidentifikasi bahan kimia berbahaya
        2. Mengendalikan bahan kimia berbahaya
        3. Menganalisa kecelakaan kerja akibat kerja karena bahan kimia berbahaya.

        Materi Pelatihan

        1.     Kebijakan Nasional

        2.     Dasar-dasar K3

        3.     Pengawasan Kesehatan Kerja

        4.     Sistem Manajemen K3 (SMK3)

        5.     Penanganan dan Pengelolaan B3

        6.     Prosedur K3 di ruang tertutup

        7.     Pengenalan dan penilaian resiko

        8.     Laporan dan Analisa kecelakaan kerja

        9.     Rencana dan prosedur tanggap darurat

        10. P3K

        11. Hygine Industri

        12. Manajemen dan penggunaan alat pelindung diri

        13. Penyakit akibat kerja yang ditimbulkan bahan kimia.

        14. Toksikologi

        15. Prosedur inspeksi untuk pabrik kimia

        16. Monitoring pengukuran dan evaluasi pemaparan bahan kimia berbahaya

        17. Pengendalian bahaya besar

        18. Pengelolaan limbah industri

        19. Kelembagaan K3

        20. PKL

        21. Seminar

         

        182: MANAJEMEN KESELAMATAN PROSES (MKP)

        PROCESS SAFETY MANAGEMENT (PSM)

        PENDAHULUAN

        Unit Proses dari suatu perusahaan yang andal operasinya adalah Unit Proses yang bebas dari kecelakaan, kebakaran, peledakan, penyakit akibat kerja dan pencemaran terhadap lingkungan (Environment) .

         

        Untuk mencapai kondisi tersebut diperlukan dua hal penting, yaitu:

        1.     Adanya system pengelolaan Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) yang terpadu dan komprehensif.

        2.     Adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempunyai pengetahuan, ketrampilan, dan secara professional, serta selalu proaktif dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan, kebakaran, peledakan, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan.

         

        Dengan demikian dapat diharapkan terciptanya suatu kondisi operasi Unit Proses yang berproduktifitas tinggi, optimal, efisien, aman dan selamat, serta tidak mencemari lingkungan. Hal ini harus tercantum dalam komitmen dan kebijakan Manajemen Perusahaan mengenai K3 dimana harus dinyatakan untuk selalu bertekad dan berusaha menciptakan kondisi kerja yang aman. Untuk mendukung komitmen dan kebijakan tersebut, seluruh karyawan, rekanan dan kontraktor yang bekerja dilingkungan operasi perusahaan, harus mematuhi dan memenuhi semua peraturan dan perundangan tentang K3 yang berlaku di perusahaan, termasuk perlunya mengikuti pelatihan K3.

         

        Disamping itu perusahaan harus bertanggung jawab dalam mengembangkan Manajemen K3, dengan melaksanakan program-program sebagai berikut:

         

        1.     Pembinaan profesi K3

        2.     Membangun budaya dan  meningkatkan kesadaran terhadap K3.

        3.     Menyusun panduan dan program K3.

        4.     Membangun sistem informasi K3

         

        Salah satu sistem teknologi K3 mutakhir yang telah diterapkan dalam industri proses, seperti Kilang Migas atau Industri Petrokimia, adalah Process Safety Management (PSM) atau dalam bahasa Indonesia disebut Manajemen Keselamatan Proses (MKP)

         

        PENGERTIAN MKP

        Pengertian MKP menurut OSHA (29 CFR, Part 1970), adalah: Penerapan prinsip-prinsip sistem manajemen terpadu untuk mengindentifikasika n, memahami dan  mengendalikan bahaya yang timbul dalam proses, kegagalan operasi seperti kebocoran tumpahan bahan berbahaya dan beracun (B3) atau lepasnya energi secara liar, sehingga dapat dicegah secara proaktif disetiap insiden atau kecelakaan yang terkait dengan proses operasi. MKP adalah sistem manajemen K3 yang khusus diterapkan di unit proses dalam industri.

         

             TUJUAN PELATIHAN

        Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat mengetahui dan memahami MKP dengan baik, sehingga dalam melaksanakan tugasnya, dapat ikut berperan serta dalam upaya Perusahaan menerapkan MKP secara benar dan konsisten, sesuai dengan tujuan MKP yang menurut API-RP 750 (1990) adalah sebagai berikut:

         

        1.     Untuk mencegah dan melindungi karyawan, masyarakat sereta lingkungan sekitar fasilitas dari kecelakaan, kerusakan maupun kerugian yang disebabkan oleh kemungkinan terjadinya bahaya kebakaran, peledakan ataupun tumpahan B3

        2.     Mencegah dan mengurangi potensi bahaya yang timbul dalam operasi industri, yang melibatkan unsur manusia, fasilitas dan peralatan proses serta lingkungan sekitar. Karena setiap kejadian yang merugikan unit operasi akan membawa pengaruh yang besar terhadap Perusahaan.

        3.     Meyakinkan bahwa fasilitas unit operasi telah dirancang, dibangun, dioperasikan dan dipelihara sampai saat fasilitas harus dibongkar (“from cradle to grave”), dengan selalu memperhatikan aspek K3, serta berwawasan lingkungan, termasuk penanganan, penggunaan, pengolahan B3)

         

        MATERI PELATIHAN

        1) Pendahuluan: Teori Dasar K3; Penjelasan umum MK3, Elemen-elemen MK3

        2) Aspek Teknologi: Informasi Keselamatan Proses (Process Safety Information) ; Analisa Bahaya Proses (Process Hazard Analysis); Keterpaduan Makanis (Mechanical Integrity); Telaah Keselamatan Kerja Awal Operasi (Pre-Start up Safety Review)

        3) Aspek Keselamatan Kerja (Manusia): Keselamatan Kerja Kontraktor (Contractors Safety); Cara Kerja Aman (Safe Working Practices); Pelatihan Karyawan (Employee Training); Partisipasi Karyawan (Employee Participation)

        4) Aspek Manajemen: Manajemen Perubahan (Management of Change); Rencana Tanggap Darurat (Emergency Response Planning); Penyelidikan Kecelakaan (Incident Investigation) ; Audit MKP (PSM Audits)

         

        184: PELATIHAN PETUGAS K3 KIMIA

         

        DASAR HUKUM

        Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep. 187/MEN/1989 tentang pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja maka perusahaan dengan kategori potensi bahaya besar wajib mempekerjakan ahli K3 kimia sekurang-kurangnya 2 orang (non shift) dan 5 orang (shift). Sedangkan pada kategori menengah wajib mempekerjakan Petugas K3 Kimia. (1 orang (non shift) dan 3 orang (shift) (pasal 16 ayat 1 (b) dan pasal 17 ayat 1 (a).

         

        TUJUAN

        Setelah mengikut pelatihan ini, peserta akan mampu mengetahui dan memahami

        1. Peraturan perundangan K3 kimia dan lingkungan
        2. Dalam mengidentifikasi bahaya
        3. Pelaksanaan prosedur kerja yang aman
        4. Pelaksanaan prosedur penanggulangan keadaan darurat
        5. Dalam mengembangkan pengetahuan K3 bidang kimia

         

        MATERI PELATIHAN

        1. Kebijaksanaan Depnaker di bidang K3
        2. Peraturan Perundang-undangan bidang K3
        3. Peraturan tentang pengendalian bahan kimia berbahaya
        4. Pengetahuan dasar bahan kimia berbahaya
        5. Penyimpanan dan penanganan bahan kimia berbahaya
        6. Prosedur kerja aman
        7. Prosedur penanganan kebocoran dan tumpahan
        8. Penilaian dan pengendalian resiko bahan kimia berbahaya
        9. Pengendalian lingkungan kerja
        10. Penyakit akibat kerja oleh faktor kimia dan cara pencegahannya
        11. Rencana dan prosedur tanggal darurat
        12. Lembar data keselamatan bahan dan label
        13. Dasar-dasar toksikologi
        14. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
        15. Peningkatan aktivitas P2K3
        16. Studi Kasus
        17. Kunjungan Lapangan
        18. Evaluasi

        §      185: SERTIFIKASI K3 TEKHNISI LISTRIK

        INTRODUCTION
        Electricty has potential to endanger human life or people in the work place and threaten the safety of building.

        To ensure the safety of electricity instalation, it is a must that electricity instalation planted, checked, and tested by person who is competent and has work permission as mentioned in Standar Nasional Indonesia SNI04-0225 Tahun 2000 Tentang Persyaratan Umum Instalasi Listrik Tahun 2000 (PUIL 2000).

        Because of that, it is a need to issue a safety and healthy competency regulation and requirement for electricity technicians which is established by a decree.

        LEGALLY GROUND

        1. UU No.1 Th. 1970

        2. UU No.13 Th.2003

        3. KepMenakertraans RI No. Kep.75/Men/2003 tentang Berlakunya Standar Nasional Indonesia SNI 04--225-2000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000)

        4. Keputusan Dirjen Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan No. Kep. 311/BW/2002/ tentang Sertifikasi Kompetensi K3 Tekhnisi Listrik

        COURSE OBJECTIVES

        In Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I, No. KEP-311/BW/2002, it has been establihed the qualification and requirement of electricity technicians.

        • Competency
          • General
            • Able to plant, operate, and maintain electricity instalation correctly and safely, either for himself, others, equipments and safe in operating the installation.
          • Academic
            • Understand:
              • The potential of electricity danger
              • How to prevent electricity danger
              • Safety work procedure
              • Picture reading
              • Check and test electricity installation
              • Electricity basic methods 
              • Electricity regulations and standards
          • Skills
            • Able to:
              • Plant electricity installation correctly
              • Maintain electricity installation correctly
              • Use electricity meter correctly
              • Operate electricity installation correctly
              • Identify and detect electricity danger

        MATERIALS

        1. Regulation of safety and healthy electricity work
        2. K3 electricity basics
        3. Electricity installation basic techniques
        4. Identification of electricity danger
        5. Electricity loading systems
        6. Basic electricity measurement
        7. Protection system/electricity protection
        8. Special room installation
        9. Electricity work healthy
        10. First aid on electricity accident
        11. Evaluation

        186: PELATIHAN & SERTIFIKASI KOMPETENSI

        PETUGAS K3 MADYA RUANG TERBATAS
        ( CONFINED SPACES)

        Referensi:

        Undang-undang No.1 tahun 1970 Kep.Dirjen PPK No. Kep.113/DJPPK/ IX/2006 tentang Pedoman Teknis Petugas K3 Ruang Terbatas (Confined Spaces) 

        Pendahuluan dan Latar Belakang:

        Ruang terbatas (Confined Spaces) mengandung beberapa sumber bahaya baik yang berasal dari bahan kimia yang mengandung racun dan mudah terbakar dalam bentuk gas, uap, asap, debu dan sebagainya. Selain itu masih terdapat bahaya lain berupa terjadinya oksigen defisiensi atau sebaliknya kadar oksigen yang berlebih, suhu yang ekstrem, terjebak atau terliputi (engulfment) , maupun resiko fisik lainnya yang timbul seperti kebisingan, permukaan yang basah/licin dan kejatuhan benda keras yang terdapat di dalam ruang terbatas tersebut yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja sampai dengan kematian tenaga kerja yang bekerja di dalamnya.

        Dalam usaha pencegahan terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang ditimbulkan oleh hal-hal tersebut diatas, maka diperlukan adanya pendidikan dan pelatihan K3 tentang Ruang Terbatas (Confined Spaces). Keharusan tersediannya personil dengan kompetensi sebagai petugas K3 Ruang Terbatas (Confined Spaces) di perusahaan berdasarkan keputusan Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Kep. No. 113/DJPPK/IX/ 2006.

        Petugas K3 Confined Spaces terdiri dari 2 jenjang meliputi Petugas Madya dan Petugas Utama.

        Tujuan dan Kompetensi

        Umum
        Mampu bekerja secara aman di ruang terbatas/tertutup (confined spaces) dan melaksanakan prosedur kerja sesuai dengan program memasuki ruang terbatas/tertutup dalam rangka pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta kegiatan keselamatan kerja dan kesehatan kerja lainnya.

        Kemampuan Akademik
        Mengetahui dan memahami aspek K3 di ruang terbatas/tertutup secara baik mengenai:
        1) Kebijakan K3 dan dasar-dasar K3 untuk pekerjaan di ruang terbatas.
        2) Prosedur Ijin kerja
        3) Karateristik bahan kimia berbahaya di ruang terbatas.
        4) Teknis pengukuran dan deteksi gas beracun dan mudah meledak di dalam ruang terbatas.
        5) Rencana dan prosedur tanggap darurat di ruang terbatas.
        6) Alat pelindung diri untuk pekerjaan di ruang terbatas.

        Keahlian Praktis
        Mampu melakukan dan menerapkan aspek K3 di ruang terbatas melalui upaya:
        1) Melaksanakan prosedur kerja aman di ruang terbatas.
        2) Melaksanakan prosedur ijin kerja untuk memasuki ruang terbatas.
        3) Melaksanakan program memasuki ruang terbatas.
        4) Melaksanakan Prosedur tanggap darurat dan P3K di ruang terbatas.

        Materi:

        1.                                         Peraturan perundang-undangan K3 di ruang terbatas.

        2.                                         Dasar-dasar K3 di ruang terbatas.

        3.                                         Pengenalan karateristik bahan kimia berbahaya di ruang terbatas.

        4.                                         Prosedur ijin kerja di ruang terbatas

        5.                                         Teknik pengukuran dan deteksi gas di ruang terbatas.

        6.                                         Rencana dan Prosedur Tanggap Darurat (ERP) dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).

      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.