Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Penanggalan (2)

Expand Messages
  • dadearinto
    9/36. Bahwa bilangan bulan pada ALLAH duabelas bulan dalam ketetapan ALLAH pada hari DIA ciptakan planet-planet dan Bumi, diantaranya ada empat bulan
    Message 1 of 1 , Jan 3, 2002
    • 0 Attachment
      9/36. Bahwa bilangan bulan pada ALLAH duabelas bulan dalam ketetapan
      ALLAH pada hari DIA ciptakan planet-planet dan Bumi,
      diantaranya ada empat bulan terlarang. Itulah agama kukuh maka
      jangan zalimi dirimu padanya. Perangilah orang-orang musryik
      seluruhnya sebagaimana mereka memerangi kamu seluruhnya,
      ketahuilah bahwa ALLAH bersama orang-orang insyaf.

      Bilangan bulan di atas ini ialah untuk masing-masing tahun, baik dulu
      kala maupun kini, setiap bulan ditandai dengan timbulnya Hilal atau
      Bulan sabit di ufuk barat setelah Magrib, keesokannya tampak semakin
      jelas dan berupa Bulan Penuh setelah 14 hari, selanjutnya menyusut
      berupa Hilal terbalik dan menghilang di angkasa fajar setelah 29 hari
      untuk timbul kembali bagi bulan berikutnya.

      Tetapi kenapa 12 dan kenapa tidak 10, 14, 19 dan lain-lainnya?
      Disinilah terdapat salah satu di antara berbagai bukti lain yang
      menyatakan kepalsuan teori di luar Islam. Mereka tidak memiliki dasar
      untuk menentukan 12 bulan dalam setahun kecuali meniru jumlahnya dari
      ajaran Islam. Mereka berbulan baru tidak pada waktu Hilal Bulan,
      begitupun bertahun baru tanpa dasar. ALLAH menentukan jumlah bulan
      yang 12 itu berdasarkan orbit Bumi dalam lingkaran oval di mana ada
      titik Perihelion dan titik Aphelion. 345 derajat gerak Bumi keliling
      Surya, di mana ada kedua titik tadi, dinamakan 1 tahun yang terdiri
      dari 12 bulan. Jadi 12 bulan menurut Ayat 9/36 adalah lama waktu yang
      dipakai Bumi dalam mengorbit dari Perihelion ke Aphelion dan sampai
      kembali di Perihelion, dalam masa mana berlangsung 12 kali orbit Bulan
      keliling Bumi. Kini penanggalan demikian dinamakan orang dengan
      Qamariah berdasarkan orbit Bulan sekalipun di dalamnya orbit Bumi juga
      memegang peranan penting.

      Nama ke-12 bulan itu ialah Muharram, Shafar, Rabi?ul Awwal,
      abi?ul Akhir, Jumadil Awwal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya?ban, Ramadhan,
      Syawal, Zulkaedah, Zulhijah. Diantaranya ada empat dinamakan bulan
      terlarang yaitu Zulkaedah, Zulhijah, Muharram dan Rajab. Selama bulan
      terlarang itu, orang dilarang berperang kecuali kalau diserang, juga
      dilarang membunuh binatang darat buruan untuk menjamin kelangsungan
      kehidupan makhluk yang kini disebut orang suaka margasatwa; disebutkan
      pada Ayat 2/217, 9/2 dan 5/96.

      Empat bulan terlarang tadi tentulah juga sudah berlaku semenjak
      purbakala sampai pada zaman Nuh, Ibrahim, Musa dan masa kini hingga
      menjadi tradisi berkelanjutan, dan kita tidak mengetahui alasan
      penamaannya, tetapi adanya dapat difahami dari beberapa Ayat Suci, di
      antara lain ialah Ayat 2/197 yang menerangkan pelaksanaan ibadah Haji.
      Penamaan keempat bulan itu telah kita terima sambung bersambungan
      selaku Uswah Hasanah.

      Dalam Alquran, tahun penanggalan yang berhubungan dengan orbit
      Bulan keliling Bumi dan orbit Bumi keliling Surya dinamakan dengan
      SANAH yang kini disebut tahun Qamariah, sementara yang berhubungan
      dengan musim dinamakan dengan ?AAM yang kini disebut tahun Syamsiah
      atau Solar Year.

      Tahun Qamariah atau Lunar Year yang menjadi dasar penanggalan
      Hijriah adalah tahun yang panjang waktunya tidak pernah berkurang. Ini
      dapat difahami jika orang sudi memperhatikan sejarah dan keadaannya:

      1. Orbit Bumi keliling Surya bukanlah berupa lingkaran bundar karena
      lingkaran begini akan menggambarkan jarak Bumi dari Surya selalu
      sama sepanjang tahun, padahal pengukuran dengan sistem parallax
      menyatakan ada kalanya Bumi sejauh 90 juta mil dari Surya dan ada
      kalanya sejarak 94 juta mil. Sekiranya orbit bundar itu terlaksana
      maka Bumi akan kekurangan daya layangnya keliling Surya, dan
      aktifitas Sunspot di permukaan Surya tetap stabil, bersamaan,
      padahal perubahan aktifitas itu selalu ada karena ditimbulkan oleh
      tarikan Surya pada planet-planet yang kadang-kadang mendekat dan
      kadang-kadang menjauh.

      2. Orbit Bumi keliling Surya bukan pula berupa lingkaran elips atau
      lonjong karena lingkaran begini akan membentuk dua titik perihelion
      dan dua titik aphelion orbit. Jika ini memang berlaku maka susunan
      Tatasurya akan kacau balau dengan akibat yang susah diramalkan. Dan
      dengan pemikiran logis, orbit demikian dapat dikatakan tidak
      mungkin terjadi dalam tarik-menariknya Surya dengan Bumi, karena
      setiap kali Bumi berada pada titik perihelion orbitnya, dia harus
      tertarik untuk membelokkan arah layangnya ke kiri beberapa derajat
      mendekati Surya yang dikitari.

      3. Orbit berbentuk lingkaran OVAL adalah satu-satunya yang dilakukan
      Bumi, memiliki satu perihelion yaitu titik di mana Bumi paling
      dekat pada Surya sembari melayang cepat, dan satu titik aphelion
      yaitu titik terjauh dari Surya waktu mana Bumi melayang lambat.
      Dengan orbit OVAL begini terwujudlah daya layang berkelanjutan
      menurut ketentuan ALLAH, begitu pun jarak relatif antara 90 juta
      mil, dan aktifitas Sunspots yang berubah sepanjang tahun untuk
      mewujudkan perubahan cuaca di muka Bumi.

      Keadaan orbit planet demikian dinyatakan ALLAH dengan istilah SIDRAH
      pada Ayat 53/14 dan 53/16. Arti Sidrah yaitu TERATAI, bunga mengambang
      di atas permukaan air sementara uratnya terhunjam di tanah. Di waktu
      pasang naik, teratai itu ikut naik dan ketika pasang surut dia pun
      ikut turun. Demikian pula Bumi bergerak keliling Surya dalam orbit
      Oval yang kemudian dipakai orang pada roda dengan sistem piston untuk
      penambah daya dorong pada mesin bertenaga besar.

      Lingkaran oval berbentuk telur di mana ada bujur besar dengan
      titik aphelion, dan bujur kecil dengan titik perihelion. Sewaktu Bumi
      berada pada titik perihelion ini, tarik-menariknya sangat kuat dengan
      Surya hingga ketika itu gelombang laut tampak lebih besar daripada
      biasanya, dan mulailah penanggalan Muharram selaku bulan pertama Lunar
      Year. Karena keadaan Bumi serius sekali, melayang cepat dan paling
      dekat dari Surya, lalu dinyatakan Muharram selaku bulan terlarang
      yaitu Syahrul Haraam yang sering pula diartikan dengan ?Bulan Mulia.?
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.