Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Usul: jurnal ilmiah INCRES

Expand Messages
  • Imam Bachtiar
    Dear all, Saya mengusulkan bahwa INCRES perlu membuat sebuah jurnal ilmiah. Awalnya saya termasuk yang tidak setuju dengan ide ini, karena saya banyak
    Message 1 of 5 , Oct 4, 2010

      Dear all,

      Saya mengusulkan bahwa INCRES perlu membuat sebuah jurnal ilmiah. Awalnya saya termasuk yang tidak setuju dengan ide ini, karena saya banyak menyaksikan jurnal ilmiah yang mati suri kekurangan makalah.

      Jurnal ilmiah yang saya usulkan adalah khusus berisi makalah REVIEW (KAJIAN PUSTAKA), sehingga kemungkinan kekurangan makalah dapat dihindari. Alasannya sebagai berikut:

      1)      Sebagian besar jurnal ilmiah berkaitan dg terumbu karang tidak menerima makalah “review”, sehingga sedikit (tidak ada) saingannya.

      2)      Jurnal berisi makalah “review” sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang sedang mencari topic penelitian, dan dapat dibaca oleh lebih banyak orang, misalnya pengambil kebijakan, pemerhati terumbu karang, siswa SMA.

      3)      Banyak kajian pustaka di thesis atau disertasi tidak dapat dipublikasikan karena tidak ada jurnal yang memuatnya, walaupun kajian tersebut sangat bermanfaat.

      4)      Makalah bersifat “review” tidak membutuhkan data lapang, sehingga anggota INCRES yang masih disibukkan dengan urusan lain (proyek?) atau tidak menemukan dana penelitian, masih dapat berkarya.

      5)      Makalah yang menarik secara berkala dapat dikumpulkan dan diterbitkan sebagai buku, bentuk sumbangan pakar terumbu karang Indonesia bagi generasi mendatang.

      Jurnal tersebut dapat diberi nama (tentative): KAJIAN BIOLOGI DAN EKOLOGI LAUT (Review in Marine Biology and Ecology).  Jurnal diterbitkan dua kali setahun yang berisi 10 makalah setiap terbitan (issue). Setia makalah berisi 10-20 halaman (termasuk daftar pustaka), 1 spasi, pustaka acuan minimal 30 artikel jurnal, 10 artikel di antaranya dari publikasi 3 tahun terakhir.  Setiap makalah mengkaji “state of the art” dari topic yang dikaji, dan ditambah dengan hasil-hasil penelitian terkait di Indonesia (skripsi, thesis, disertasi mahasiswa, dan publikasi ilmiah lainnya).

      Tata cara penulisan mengikuti cara Proceeding International Coral Reef Symposium (yang dapat dilihat di website “reefbase”).

      Untuk sementara waktu jurnal diterbitkan dan didistribusikan dalam bentuk elektronik.  Jika sudah lancar, makalah dibikin hard-copy dan diusulkan akreditasinya.

      Saya menyediakan diri sebagai 'chief editor'-nya jika tidak ada yang mau menempatinya.

      Salam,

      Imam


    • mpurbas@gmail.com
      Ide yg bagus, tapi saran saya paper hasil penelitian juga dapat dimasukkan. Salam Powered by Telkomsel BlackBerry® ... From: Imam Bachtiar
      Message 2 of 5 , Oct 4, 2010
        Ide yg bagus, tapi saran saya paper hasil penelitian juga dapat dimasukkan.
        Salam

        Powered by Telkomsel BlackBerry®


        From: Imam Bachtiar <bachtiar.coral@...>
        Sender: incres@yahoogroups.com
        Date: Tue, 5 Oct 2010 10:36:13 +0800 (SGT)
        To: <incres@yahoogroups.com>
        ReplyTo: incres@yahoogroups.com
        Subject: [incres] Usul: jurnal ilmiah INCRES

         

        Dear all,

        Saya mengusulkan bahwa INCRES perlu membuat sebuah jurnal ilmiah. Awalnya saya termasuk yang tidak setuju dengan ide ini, karena saya banyak menyaksikan jurnal ilmiah yang mati suri kekurangan makalah.

        Jurnal ilmiah yang saya usulkan adalah khusus berisi makalah REVIEW (KAJIAN PUSTAKA), sehingga kemungkinan kekurangan makalah dapat dihindari. Alasannya sebagai berikut:

        1)      Sebagian besar jurnal ilmiah berkaitan dg terumbu karang tidak menerima makalah “review”, sehingga sedikit (tidak ada) saingannya.

        2)      Jurnal berisi makalah “review” sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang sedang mencari topic penelitian, dan dapat dibaca oleh lebih banyak orang, misalnya pengambil kebijakan, pemerhati terumbu karang, siswa SMA.

        3)      Banyak kajian pustaka di thesis atau disertasi tidak dapat dipublikasikan karena tidak ada jurnal yang memuatnya, walaupun kajian tersebut sangat bermanfaat.

        4)      Makalah bersifat “review” tidak membutuhkan data lapang, sehingga anggota INCRES yang masih disibukkan dengan urusan lain (proyek?) atau tidak menemukan dana penelitian, masih dapat berkarya.

        5)      Makalah yang menarik secara berkala dapat dikumpulkan dan diterbitkan sebagai buku, bentuk sumbangan pakar terumbu karang Indonesia bagi generasi mendatang.

        Jurnal tersebut dapat diberi nama (tentative): KAJIAN BIOLOGI DAN EKOLOGI LAUT (Review in Marine Biology and Ecology).  Jurnal diterbitkan dua kali setahun yang berisi 10 makalah setiap terbitan (issue). Setia makalah berisi 10-20 halaman (termasuk daftar pustaka), 1 spasi, pustaka acuan minimal 30 artikel jurnal, 10 artikel di antaranya dari publikasi 3 tahun terakhir.  Setiap makalah mengkaji “state of the art” dari topic yang dikaji, dan ditambah dengan hasil-hasil penelitian terkait di Indonesia (skripsi, thesis, disertasi mahasiswa, dan publikasi ilmiah lainnya).

        Tata cara penulisan mengikuti cara Proceeding International Coral Reef Symposium (yang dapat dilihat di website “reefbase”).

        Untuk sementara waktu jurnal diterbitkan dan didistribusikan dalam bentuk elektronik.  Jika sudah lancar, makalah dibikin hard-copy dan diusulkan akreditasinya.

        Saya menyediakan diri sebagai 'chief editor'-nya jika tidak ada yang mau menempatinya.

        Salam,

        Imam


      • Suhaili Asmawi
        Dear all Saya sangat mendukung gagasan Pak Imam agar INCRES menerbitkan jurnal ilmiah. Saya siap membantu guna terwujudnya gagasan ini Salam Suhaili Prodi MSP
        Message 3 of 5 , Oct 4, 2010
          Dear all
           
          Saya sangat mendukung gagasan Pak Imam agar INCRES menerbitkan jurnal ilmiah.
          Saya siap membantu guna terwujudnya gagasan ini
           
          Salam
          Suhaili
          Prodi MSP Fak. Perikanan dan Kelautan - UNLAM


          From: Imam Bachtiar <bachtiar.coral@...>
          To: incres@yahoogroups.com
          Sent: Tue, October 5, 2010 10:36:13 AM
          Subject: [incres] Usul: jurnal ilmiah INCRES

           

          Dear all,

          Saya mengusulkan bahwa INCRES perlu membuat sebuah jurnal ilmiah. Awalnya saya termasuk yang tidak setuju dengan ide ini, karena saya banyak menyaksikan jurnal ilmiah yang mati suri kekurangan makalah.

          Jurnal ilmiah yang saya usulkan adalah khusus berisi makalah REVIEW (KAJIAN PUSTAKA), sehingga kemungkinan kekurangan makalah dapat dihindari. Alasannya sebagai berikut:

          1)      Sebagian besar jurnal ilmiah berkaitan dg terumbu karang tidak menerima makalah “review”, sehingga sedikit (tidak ada) saingannya.

          2)      Jurnal berisi makalah “review” sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang sedang mencari topic penelitian, dan dapat dibaca oleh lebih banyak orang, misalnya pengambil kebijakan, pemerhati terumbu karang, siswa SMA.

          3)      Banyak kajian pustaka di thesis atau disertasi tidak dapat dipublikasikan karena tidak ada jurnal yang memuatnya, walaupun kajian tersebut sangat bermanfaat.

          4)      Makalah bersifat “review” tidak membutuhkan data lapang, sehingga anggota INCRES yang masih disibukkan dengan urusan lain (proyek?) atau tidak menemukan dana penelitian, masih dapat berkarya.

          5)      Makalah yang menarik secara berkala dapat dikumpulkan dan diterbitkan sebagai buku, bentuk sumbangan pakar terumbu karang Indonesia bagi generasi mendatang.

          Jurnal tersebut dapat diberi nama (tentative): KAJIAN BIOLOGI DAN EKOLOGI LAUT (Review in Marine Biology and Ecology).  Jurnal diterbitkan dua kali setahun yang berisi 10 makalah setiap terbitan (issue). Setia makalah berisi 10-20 halaman (termasuk daftar pustaka), 1 spasi, pustaka acuan minimal 30 artikel jurnal, 10 artikel di antaranya dari publikasi 3 tahun terakhir.  Setiap makalah mengkaji “state of the art” dari topic yang dikaji, dan ditambah dengan hasil-hasil penelitian terkait di Indonesia (skripsi, thesis, disertasi mahasiswa, dan publikasi ilmiah lainnya).

          Tata cara penulisan mengikuti cara Proceeding International Coral Reef Symposium (yang dapat dilihat di website “reefbase”).

          Untuk sementara waktu jurnal diterbitkan dan didistribusikan dalam bentuk elektronik.  Jika sudah lancar, makalah dibikin hard-copy dan diusulkan akreditasinya.

          Saya menyediakan diri sebagai 'chief editor'-nya jika tidak ada yang mau menempatinya.

          Salam,

          Imam


          Recent Activity:

          • Muhammad Abrar
            Saya termasuk yang sependapat dan sepakat dengan Pa Imam,  ini memang menjadi keinginan bersama pada beberapa kali pertemuan INCRES.   Sedikit masukan, 
            Message 4 of 5 , Oct 4, 2010

              Saya termasuk yang sependapat dan sepakat dengan Pa' Imam,  ini memang menjadi keinginan bersama pada beberapa kali pertemuan INCRES.  


              Sedikit masukan,  untuk menghindari kelangkaan makalah di kemudian hari ada bagusnya tim redaksi tidak membatasi status penulis  (boleh siapa saja) yang penting mencerminkan sebuah tulisan ilmiah dan sesuai topik.  disamping itu sumber kajian juga jangan dibatasi (boleh dari jurnal, buku, skripsi- thesis-disertasi), atau sumber lainnya bila perlu dari koran dan majalah, ini bisa untuk klarifikasi, meluruskan atau memberikan uraian lebih detail, karena sering dalam sumber yang populer informasi banyak yang tidak sesuai secara ilmiah, pada hal sumber seperti ini bibaca oleh banyak orang 


              Satu saran lagi... tim redaksi bisa kerja sama dengan Universitas terutama untuk program master dan doktor mendapatkan makalah-makalah review dari tugas-tugas mahasiswa, tentu saja seizin mahasiswa yang bersangkutan (dan ini jumlahnya sangat banyak).  Harapanya kelangkaan makalah yang yang dikhawatirkan dari awal bisa dihindari


              setuju dengan kesedian Pak Imam sebagai Chief editor, mudah2an ini tidak berlama-lama




              Muhammad Abrar





              --- Pada Sel, 5/10/10, Imam Bachtiar <bachtiar.coral@...> menulis:

              Dari: Imam Bachtiar <bachtiar.coral@...>
              Judul: [incres] Usul: jurnal ilmiah INCRES
              Kepada: incres@yahoogroups.com
              Tanggal: Selasa, 5 Oktober, 2010, 10:36 AM

               

              Dear all,

              Saya mengusulkan bahwa INCRES perlu membuat sebuah jurnal ilmiah. Awalnya saya termasuk yang tidak setuju dengan ide ini, karena saya banyak menyaksikan jurnal ilmiah yang mati suri kekurangan makalah.

              Jurnal ilmiah yang saya usulkan adalah khusus berisi makalah REVIEW (KAJIAN PUSTAKA), sehingga kemungkinan kekurangan makalah dapat dihindari. Alasannya sebagai berikut:

              1)      Sebagian besar jurnal ilmiah berkaitan dg terumbu karang tidak menerima makalah “review”, sehingga sedikit (tidak ada) saingannya.

              2)      Jurnal berisi makalah “review” sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang sedang mencari topic penelitian, dan dapat dibaca oleh lebih banyak orang, misalnya pengambil kebijakan, pemerhati terumbu karang, siswa SMA.

              3)      Banyak kajian pustaka di thesis atau disertasi tidak dapat dipublikasikan karena tidak ada jurnal yang memuatnya, walaupun kajian tersebut sangat bermanfaat.

              4)      Makalah bersifat “review” tidak membutuhkan data lapang, sehingga anggota INCRES yang masih disibukkan dengan urusan lain (proyek?) atau tidak menemukan dana penelitian, masih dapat berkarya.

              5)      Makalah yang menarik secara berkala dapat dikumpulkan dan diterbitkan sebagai buku, bentuk sumbangan pakar terumbu karang Indonesia bagi generasi mendatang.

              Jurnal tersebut dapat diberi nama (tentative): KAJIAN BIOLOGI DAN EKOLOGI LAUT (Review in Marine Biology and Ecology).  Jurnal diterbitkan dua kali setahun yang berisi 10 makalah setiap terbitan (issue). Setia makalah berisi 10-20 halaman (termasuk daftar pustaka), 1 spasi, pustaka acuan minimal 30 artikel jurnal, 10 artikel di antaranya dari publikasi 3 tahun terakhir.  Setiap makalah mengkaji “state of the art” dari topic yang dikaji, dan ditambah dengan hasil-hasil penelitian terkait di Indonesia (skripsi, thesis, disertasi mahasiswa, dan publikasi ilmiah lainnya).

              Tata cara penulisan mengikuti cara Proceeding International Coral Reef Symposium (yang dapat dilihat di website “reefbase”).

              Untuk sementara waktu jurnal diterbitkan dan didistribusikan dalam bentuk elektronik.  Jika sudah lancar, makalah dibikin hard-copy dan diusulkan akreditasinya.

              Saya menyediakan diri sebagai 'chief editor'-nya jika tidak ada yang mau menempatinya.

              Salam,

              Imam



            • Nur Fadli
              Dear all and Pak Imam, Saya di Aceh jga sangat mendukung usulan tersebut. Jika boleh saya juga mengusulkan ada artikel kecil seperti reef sitenya jurnal coral
              Message 5 of 5 , Oct 4, 2010
                Dear all and Pak Imam,

                Saya di Aceh jga sangat mendukung usulan tersebut.
                Jika boleh saya juga mengusulkan ada artikel kecil seperti reef sitenya jurnal coral reefs (1-2 halaman).
                Saya bersedia juga membantu jika dibutuhkan.
                salam,

                Fadli
                Marine Science Department
                Coordinatorate of Marine and Fisheries
                Syiah Kuala University
                Banda Aceh, Indonesia
                Website: http://kelautanperikanan.unsyiah.ac.id/



                From: Muhammad Abrar <gorgorian_id@...>
                To: incres@yahoogroups.com
                Sent: Tue, October 5, 2010 10:55:45 AM
                Subject: Bls: [incres] Usul: jurnal ilmiah INCRES

                 

                Saya termasuk yang sependapat dan sepakat dengan Pa' Imam,  ini memang menjadi keinginan bersama pada beberapa kali pertemuan INCRES.  


                Sedikit masukan,  untuk menghindari kelangkaan makalah di kemudian hari ada bagusnya tim redaksi tidak membatasi status penulis  (boleh siapa saja) yang penting mencerminkan sebuah tulisan ilmiah dan sesuai topik.  disamping itu sumber kajian juga jangan dibatasi (boleh dari jurnal, buku, skripsi- thesis-disertasi), atau sumber lainnya bila perlu dari koran dan majalah, ini bisa untuk klarifikasi, meluruskan atau memberikan uraian lebih detail, karena sering dalam sumber yang populer informasi banyak yang tidak sesuai secara ilmiah, pada hal sumber seperti ini bibaca oleh banyak orang 


                Satu saran lagi... tim redaksi bisa kerja sama dengan Universitas terutama untuk program master dan doktor mendapatkan makalah-makalah review dari tugas-tugas mahasiswa, tentu saja seizin mahasiswa yang bersangkutan (dan ini jumlahnya sangat banyak).  Harapanya kelangkaan makalah yang yang dikhawatirkan dari awal bisa dihindari


                setuju dengan kesedian Pak Imam sebagai Chief editor, mudah2an ini tidak berlama-lama




                Muhammad Abrar





                --- Pada Sel, 5/10/10, Imam Bachtiar <bachtiar.coral@...> menulis:

                Dari: Imam Bachtiar <bachtiar.coral@...>
                Judul: [incres] Usul: jurnal ilmiah INCRES
                Kepada: incres@yahoogroups.com
                Tanggal: Selasa, 5 Oktober, 2010, 10:36 AM

                 

                Dear all,

                Saya mengusulkan bahwa INCRES perlu membuat sebuah jurnal ilmiah. Awalnya saya termasuk yang tidak setuju dengan ide ini, karena saya banyak menyaksikan jurnal ilmiah yang mati suri kekurangan makalah.

                Jurnal ilmiah yang saya usulkan adalah khusus berisi makalah REVIEW (KAJIAN PUSTAKA), sehingga kemungkinan kekurangan makalah dapat dihindari. Alasannya sebagai berikut:

                1)      Sebagian besar jurnal ilmiah berkaitan dg terumbu karang tidak menerima makalah “review”, sehingga sedikit (tidak ada) saingannya.

                2)      Jurnal berisi makalah “review” sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang sedang mencari topic penelitian, dan dapat dibaca oleh lebih banyak orang, misalnya pengambil kebijakan, pemerhati terumbu karang, siswa SMA.

                3)      Banyak kajian pustaka di thesis atau disertasi tidak dapat dipublikasikan karena tidak ada jurnal yang memuatnya, walaupun kajian tersebut sangat bermanfaat.

                4)      Makalah bersifat “review” tidak membutuhkan data lapang, sehingga anggota INCRES yang masih disibukkan dengan urusan lain (proyek?) atau tidak menemukan dana penelitian, masih dapat berkarya.

                5)      Makalah yang menarik secara berkala dapat dikumpulkan dan diterbitkan sebagai buku, bentuk sumbangan pakar terumbu karang Indonesia bagi generasi mendatang.

                Jurnal tersebut dapat diberi nama (tentative): KAJIAN BIOLOGI DAN EKOLOGI LAUT (Review in Marine Biology and Ecology).  Jurnal diterbitkan dua kali setahun yang berisi 10 makalah setiap terbitan (issue). Setia makalah berisi 10-20 halaman (termasuk daftar pustaka), 1 spasi, pustaka acuan minimal 30 artikel jurnal, 10 artikel di antaranya dari publikasi 3 tahun terakhir.  Setiap makalah mengkaji “state of the art” dari topic yang dikaji, dan ditambah dengan hasil-hasil penelitian terkait di Indonesia (skripsi, thesis, disertasi mahasiswa, dan publikasi ilmiah lainnya).

                Tata cara penulisan mengikuti cara Proceeding International Coral Reef Symposium (yang dapat dilihat di website “reefbase”).

                Untuk sementara waktu jurnal diterbitkan dan didistribusikan dalam bentuk elektronik.  Jika sudah lancar, makalah dibikin hard-copy dan diusulkan akreditasinya.

                Saya menyediakan diri sebagai 'chief editor'-nya jika tidak ada yang mau menempatinya.

                Salam,

                Imam




              Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.