Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Seruan Aksi: Selamatkan Pulau Flores, Dukung Rakyat Manggarai Barat Menolak Tambang

Expand Messages
  • Stop Illegal Fishing
    Salam Lestari. Seruan Aksi: Selamatkan Pulau Flores, Dukung Rakyat Manggarai Barat Menolak Tambang Fidelis Pranda, Bupati Manggarai Barat, dalam tiga bulan
    Message 1 of 1 , Jul 3, 2009


      Salam Lestari.

      Seruan Aksi: Selamatkan Pulau Flores, Dukung Rakyat Manggarai Barat
      Menolak Tambang

      Fidelis Pranda, Bupati Manggarai Barat, dalam tiga bulan terakhir di
      demo warga yang menolak pertambangan emas di kawasan Batu Gosok. Yang
      terakhir, Jumat (26/6) ribuan warga juga menduduki kawasan tambang. Saat
      tahapan eksplorasi saja, kegiatan tambang ini membuat kawasan tersebut
      polusi debu. Jika diteruskan, beresiko merusak kawasan yang kini menjadi
      salah satu kawasan wisata utama di Manggarai Barat ini. Pertambangan
      adalah kegiatan ekonomi jangka pendek, tak berkelanjutan dan beresiko
      mengancam keselamatan rakyat Flores karena rakus lahan dan rakus air.
      Manggarai Barat saja, sepanjang 2007 – 2009 telah mengeluarkan 8 ijin
      Kuasa Pertambangan, meliputi luasan 45 ribu ha, untuk pertambangan
      Mangan, Emas dan Timah Hitam. Masa depan pulau Flores terancam industri
      pertambangan.

      Dukung Rakyat Manggarai Barat menolak penghancuran kawasan Batu Gosok
      oleh pertambangan. Sampaikan dukungan anda dengan mengirimkan contoh
      surat berikut kepada Bapak Fidelis Pranda, Bupati Manggarai Barat, nomer
      fax 0385-41123 dan Bapak Mateus Hamsi, Ketua DPRD Manggarai Barat, nomer
      fax 0385-41507.

      Cc kan juga surat dan sms anda kepada kami di HP 0852 6913 5520, email
      beggy@... atau fax di 021-7941559

      -------
      Contoh Surat:


      Kepada Yth.
      Bapak Fidelis Pranda,
      Bupati Manggarai Barat
      Di Labuan Bajo,

      cc. Mateus Hamsi,
      Ketua DPRD Manggarai Barat


      Dengan Hormat,

      Kami mendengar, Jum’at (26/6) ribuan warga yang tergabung dalam Forum
      Gerakan Masyarakat Anti Tambang (Geram) mendemo kantor Bupati Mabar dan
      gedung DPRD setempat di Labuan Bajo. Mereka juga menduduki lokasi
      tambang emas PT Sejaterah Prima Nusa atau PT Grend Nusantara di Batu Gosok.

      Kami juga mengetahui, Bukan hanya kali ini, kegiatan tambang di Mabar
      ditolak warga. Bulan Mei lalu, Geram juga mengirimkan surat kepada
      Bupati dan DPRD, serta melakukan demo yang sama. Mereka menunjukkan
      fakta-fakta lapang bahwa Lokasi tambang tumpang tindih dengan sarana
      pendidikan, pariwisata dan budidaya ikan  disana. Lahan itu diantaranya
      milik Hotel Puri Komodo, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
      (STKIP) Ruteng, PT. Keramba, yag telah memiliki  patok-patok batas oleh
      Badan Pertanahan Nasional (BPN).

      Kami membaca laporan tentang kegiatan tambang emas di batu Gosok. Di
      Batu Gosok, pengerukan yag akan dilakukan hanya beberapa meter dari
      bibir pantai dan berdekatan dengan Taman Nasional Komodo, salah satu
      kawasan wisata internasional, berdekatan dengan Hotel Batu Gosok. Selama
      ini perusahaan maupun pemerintah belum pernah bermusyawarah dan
      bersepakat dengan para pemilik lahan. Tapi secara sepihak perusahaan
      melakukan kegiatan penambangan. Kami sangat prihatin, karena pemerintah
      justru mendukung mereka.

      Ijin eksplorasi tambang emas PT Sejaterah Prima Nusa atau PT Grend
      Nusantara di batu Gosok sangat bertentangan dengan Perda Manggarai Barat
      No. 30 tahun 2005 dan tata ruang wilayah. Sebab Batu Gosok merupakan
      kawasan pengembangan pariwisata.

      Kami sangat prihatin, karena Bapak telah mengeluarkan 8 ijin Kuasa
      Pertambangan (KP) tambang emas, mangan dan timah hitam, yang luasnya
      mencapai 45 ribu ha. Kami percaya ini akan membahayakan pulau Flores.
      Kami telah menyaksikan bagaimana kegitan pertambangan telah
      menghancurkan warga Buyat di Sulawesi Utara, warga Sirise dan Lingko
      lolok di Ruteng, Warga dayak paser di Kalimantan Timur dan bnanyak
      lainnya. Sudah tak bisa dibantah, jika pertambangan malah melahirkan
      kemiskinan, penghancuran lingkungan dan pelanggaran HAM. Dan hanya
      menguntungkan segelinir orang dan pejabat yang mati-matian mendukung
      perusahaan.

      Bersama surat ini, kami menyatakan dukungan terhadap Gerakan Masyarakat
      Anti Tambang (GERAM), yang menuntut perusahaan segera menghentikan
      kegiatan tambangnya.

      Demi keselamatan rakyat Manggarai Barat, Kami mendesak Bapak Bupati
      segera mencabut ijin-ijin pertambangan yang telah dikeluarkan.

      Kami percaya bahwa pertanian dan wisata  serta pilihan ekonomi lainnya
      yang lebih berkelanjutan, akan membuat perekonomian Manggarai Barat
      lebih kuat, baik kini hingga masa depan.

      Demikian, atas perhtaian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih.

      Hormat Kami,

      (Nama dan alamat Pengirim)


      ------------------------------------

      ***[WalhiNews]***

      Berhenti berlangganan: walhinews-unsubscribe@yahoogroups.com
      Pengelola: Divisi Infokom, Eksekutif Nasional WALHI; Email:info@...; //www.walhi.or.id



      Yahoo! Groups Links

      <*> To visit your group on the web, go to:
          http://groups.yahoo.com/group/walhinews/

      <*> Your email settings:
          Individual Email | Traditional

      <*> To change settings online go to:
          http://groups.yahoo.com/group/walhinews/join
          (Yahoo! ID required)

      <*> To change settings via email:
          mailto:walhinews-digest@yahoogroups.com
          mailto:walhinews-fullfeatured@yahoogroups.com

      <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
          walhinews-unsubscribe@yahoogroups.com

      <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
          http://docs.yahoo.com/info/terms/



      Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.