Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

787Masyarakat Pesisir Garda Terdepan Konservasi Laut

Expand Messages
  • suraji
    Aug 7 2:53 AM
    • 0 Attachment
      http://www.portalkbr.com/berita/perbincangan/2306337_5534.html
      Masyarakat Pesisir Garda Terdepan Konservasi Laut
      Written By : Sayulidewi Subagyo | 16 November 2012 | 08:56
      KBR68H - Sungguh luas perairan Indonesia. Tidak hanya luas, perairan Indonesia juga dikenal mempunyai sumberdaya bahari yang kaya baik berupa sumberdaya hayati maupun non-hayati. Namun sayangnya meskipun memiliki sumberdaya bahari yang kaya, perairan Indonesia seringkali dianggap sebelah mata. Ini terbukti dengan masih rendahnya paradigma membangun kawasan perairan. Hal ini kemudian berdampak pada rusaknya lingkungan perairan.
      Menyadari arti pentingnya lingkungan perairan Indonesia ini pemerintah melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan berupaya membuat kawasan konservasi laut. Kawasan Konservasi laut sendiri diartikan sebagai usaha untuk menjamin kelestarian ekosistem laut, didalamnya tidak lepas dari unsur perlindungan dan pemanfaatan yang berkelanjutan untuk menopang kehidupan masyarakat pesisir. Dengan adanya penetapan kawasan konservasi laut, diharapkan terjadi peningkatan kualitas habitat, peningkatan populasi, reproduksi dan biomassa sumber daya ikan, peningkatan kapasitas lokal, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan.
      Masyarakat Pesisir Jadi Garda Terdepan
      Program konservasi laut tidak berarti jika tidak didukung oleh masyarakat di wilayah pesisir. Ini karena merekalah yang berada di garda terdepan dalam urusan konservasi laut. Kehidupan masyarakat pesisir dan lautan menjadi dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Kehidupan masyarakat pesisir akan sangat bergantung keadaan laut. Begitupun sebaliknya. Ada yang harus difahami jika kita berbicara soal hubungan di alam ini. Tidak hanya berupa hubungan horisontal dan vertikal saja tapi juga ada hubungan diagonal. Dan hubungan diagonal ini adalah hubungan antara manusia dan alam, ujar Asisten Direktur Public Awareness Coremap II-Kementerian Kelautan & Perikanan RI. Menurut Santoso pemahaman inilah yang tengah dikembangkan oleh institusinya di tengah masyarakat pesisir.
      Menurut Santoso, Kementrian Kelautan dan Perikanan melalui program Coremap yang bertujuan sebagai program rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang menyadari akan memakan banyak biaya dan waktu jika harus melakukan transplantasi terumbu karang di semua wilayah perairan Indonesia. Maka langkah yang kami ambil salah satunya adalah penyadaran pada masyarakat baik yang langsung berhubungan dengan laut maupun yang berada di bantaran sungai untuk menjaga kondisi baik sungai maupun laut, ujar Santoso menerangkan program Coremap ini. Menurut Santoso ada keterkaitan yang sangat tinggi antara prilaku masyarakat di sekitar pantai dengan masyarakat di daratan. Sampah yang berasal dari daratan pada akhirnya akan bermuara juga di lautan. Dan menurut dia inilah yang akan membuat wilyah laut menjadi tercemar dan rusak.
      Memberi pengertian dan sosialisasi memang bukan perkara mudah. Apalagi jika dibandingkan dengan luasnya wilayah laut Indonesia. Tidak hanya sekedar luasan wilayah saja yang menjadi kendala. Meskipun luas wilayah lauut jauh lebih tinggi daripada daratan dengan keberagaman sumber daya yang bisa dimanfaatkan. Masyarakat pesisir justru menjadi masyarakat yang berada pada kondisi ekonomi yang paling memprihatinkan. Taraf ekonomi keluarga masyarakat pesisir justru menjadi paling rendah dibandingkan dengan masyarkat daratan. Tentunya tantangan ini menjadi tantangan terbesar bagi keberhasilan program konservasi laut. Namun usaha musti terus dilanjutkan.
      Perlu Usaha Berkelanjutan
      Tidak mudah memang menyadarkan masyarakat pesisir akan pentingnya konservasi laut. Namun pada akhirnya program konservasi laut dengan pelibatan masyarakat mulai menunjukkan titik terang. Paling tidak hal ini seperti yang disampaikan Lambert salah seorang staf Coremap di Kabupaten Biak Numfor Papua. Menurut Lambert semenjak program Coremap dimulai sudah mulai tampak perubahan sikap dari masyarakat pesisir dalam memandang kawasan laut. Sudah tidak ada lagi mencari ikan dengan cara di bom. Masyarakat sudah lebih sadar arti pentingnya terumbu karang, kata Lambert.
      Bukan hanya masyarakat Biak saja yang sudah mulai memahami hal ini. Ini seperti diungkapkan Joko Supriyanto. Joko yang saat ini bertugas sebagai Asisten Direktur Monitoring Controlling and Surveillance (MCS) sebuah lembaga non pemerintah mitra Coremap. Menurut dia sudah banyak masyarakat pesisir terutama di Sulawesi yang tidak lagi mengambil jalan pintas untuk mendapatkan keuntungan. Sebenarnya ada keterkaitan yang sangat erat antara kehidupan masyarakat di pesisir atau laut dengan masyarakat daratan. Salah satu bahan pembuat bom itu adalah urea. Dan urea ini didapat dari selundupan negara tetangga Malaysia, kata Joko Supriyanto menerangkan kaitan masyarakat pesisir dan daratan.
      Menyadari hal ini pihak kementrian Kelautan dan Perikanan seperti yang dikemukakan oleh Santoso akan terus mengembangkan sosialisasi tidak hanya terbatas pada masyarakat pesisir. Ini jadi kerja bersama, tegas Santoso. Santoso juga mengatakan hal lain yang tengah dikembangkan adalah mengurangi ketergantungan masyarakat pesisir pada laut. Kita berusaha memberikan mata pencaharian alternatif, kata Santoso. Sudah banyak wilayah yang mengembangkan metode ini. Salah satunya melalui simpan pinjam mikro. Melalui program ini masyarakat diberikan pinjaman untuk membuka warung di sekitar pesisir atau membantu pembuatan dan penjualan souvenir. Dengan cara begini laut menjadi tidak tereksploitasi. Terumbu karang dan ikan-ikan di dalamnya masih bisa hidup nyaman dan tentram.
      Perbincangan ini kerjasama KBR68H dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
       
      SURAJI
      surajis.wordpress.com
      http://suraji78.blogspot.com
      http://suraji.s5.com
      Kepala Seksi Perlindungan dan Pelestarian Kawasan
      Head of Conservation Area Protection and Preservation
      Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, Ditjen KP3K - Kementerian Kelautan dan Perikanan
      Directorate of Conservation Area and Fish Species, Directorate General of Marine, Coasts and Small Islands, Ministry of Marine Affairs and Fisheries. 
      Jl. Medan Merdeka Timur No. 16, Gd. Mina Bahari III lt. 10 Jakarta Pusat. T./F. +62 21-3522045


      From: suraji <suraji_a@...>
      To: coremap ii <coremap2@yahoogroups.com>; "coremap2009_WB@yahoogroups.com" <coremap2009_WB@yahoogroups.com>; "incres@yahoogroups.com" <incres@yahoogroups.com>; milist mpa101 <mpa101tot@yahoogroups.com>; "eafm_id@yahoogroups.com" <eafm_id@yahoogroups.com>; "info.kkji@..." <info.kkji@...>
      Cc: Riyanto Basuki <riyanbas@...>; "agusder12@..." <agusder12@...>
      Sent: Wednesday, August 7, 2013 12:47 PM
      Subject: Fw: [New post] KONSERVASI LAUT: Masyarakat Pesisir Dijamin Tak Digusur

      fyi,
       
      SURAJI
      surajis.wordpress.com
      http://www.kompasiana.com/suraji
      http://suraji78.blogspot.com
      http://suraji.s5.com
      Kepala Seksi Perlindungan dan Pelestarian Kawasan
      Head of Conservation Area Protection and Preservation
      Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, Ditjen KP3K - Kementerian Kelautan dan Perikanan
      Directorate of Conservation Area and Fish Species, Directorate General of Marine, Coasts and Small Islands, Ministry of Marine Affairs and Fisheries. 
      Jl. Medan Merdeka Timur No. 16, Gd. Mina Bahari III lt. 10 Jakarta Pusat. T./F. +62 21-3522045

      ----- Forwarded Message -----
      From: SURAJI <comment-reply@...>
      To: suraji_a@...
      Sent: Wednesday, August 7, 2013 12:39 PM
      Subject: [New post] KONSERVASI LAUT: Masyarakat Pesisir Dijamin Tak Digusur

      WordPress.com
      surajis posted: "Jakarta, KOMPAS – kementerian Kelautan dan Perikanan akan terus memperluas kawasan konservasi laut sampai 20 juta hektar hingga tahun 2020. Langkah itu dipastikan tak akan menggusur nelayan atau masyarakat lokal pesisir.“Konservasi mengacu pada UU per"
      Respond to this post by replying above this line

      New post on SURAJI

      KONSERVASI LAUT: Masyarakat Pesisir Dijamin Tak Digusur

      by surajis
      Jakarta, KOMPAS – kementerian Kelautan dan Perikanan akan terus memperluas kawasan konservasi laut sampai 20 juta hektar hingga tahun 2020. Langkah itu dipastikan tak akan menggusur nelayan atau masyarakat lokal pesisir.
      “Konservasi mengacu pada UU perikanan serta UU pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Di situlah kami memasukkan agar nelayan yang hidup turun-temurun di kawasan itu menjadi bagian integral dengan kehadiran konservasi” ujar Agus Dermawan, Direktur Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan pda KKP, Minggu (4/8), di Jakarta.
      Pemahaman konservasi yang diidetikkan dengan menggusur dan meminggirkan masyarakat, katanya merupakan “rezim lama”. Konsep itu dilakukan karena program terlalu menitikberatkan pada penyelamatan keanekaragaman hayati.
      Konservasi modern sudah meninggalkan itu. Menurut Agus, konservasi saat ini mengakomodasi kepentingan masyarakat dan keanekaragaman hayati. Keseimbangan ini diperlukan agar pemanfaatan hasil perikanan tetap berlanjut.
      Keseimbangan bisa tercapai dengan penerapan zonasi/pembagian tata ruang untuk peruntukan kawasan laut dan pesisir. “Penyusunan zonasi laut juga harus melibatkan masyarakat”, ujarnya.
      Terkait desakan aktivis lingkungan agar upaya konservasi sumberdaya laut dikembalikan pada kearifan lokal, ia mendukungnya. Namun, ia menekankan perlunya hukum formal.
      “Kalau pelakunya dari Jakarta (luar daerah), tidak bisa dengan hukum adat, harus ada sanksi hukum nasional,” kata Agus.
      Sementara itu, Sudirman Saad, Direktur Jenderal kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil pada KKP, mengatakan perluasan kawsan konservasi tidak dapat dihindarkan jika ingin menyelamatkan bumi dan manusia.
      “Karena itu, KKP selama lima tahun kedepan akan tetap melakukan perluasand an mengembangkan efektivitas kawasan konservasi,” lanjutnya.
      Luas Kawasan Konservasi
      Ia mengatakan, areal konservasi laut mencapai 15,7 juta hektar itu masih jauh dari target 20 juta hektar apda tahun 2020.
      Jumlah total 15,7 juta hektar itu antara lain berasal dari areal konservasi Kementerian Kehutanan  seluas 4,7 juta hektar yang belum terkelola atau berdiri institusi unit pengelolanya.
      “Sementara menurut Konvensi Pembangunan Berkelanjutan 2020 Rio+20, areal konservasi paling tidak 10 persen dari luas perairan, itu berarti sekitar 36 juta hektar,” ujarnya.
      Tantangan terberat selain menetapkan lokasi akwasan konservasi adalah menciptakan mekanisme pengelolaannya. Sejumlah aktivis dan pemerhati pesisir meminta agar masyarakat pesisir benar-benar diperhatikan. (ICH)
      sumber: Kompas Cetak, Rabu 7 Agustus 2013
      surajis | August 7, 2013 at 12:39 PM | Tags: berita, digususr, dijamin, kawasan konservasi, kelautan, KKP, konservasi, konservasi laut, laut, masyarakat, nelayan, pesisir, tak | Categories: berita | URL: http://wp.me/p1J7kA-fm
      Comment   See all comments   Like
      Unsubscribe or change your email settings at Manage Subscriptions.
      Trouble clicking? Copy and paste this URL into your browser:
      http://surajis.wordpress.com/2013/08/07/konservasi-laut-masyarakat-pesisir-dijamin-tak-digusur/





    • Show all 2 messages in this topic