Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

RE: [ikan_hias] apa yang diharapkan

Expand Messages
  • agung paat
    jaman dulu masih sering nongkrong di sumenep, perasaan pernah ada yang lempar wacana kalo milis bisa bikin koprasi .. tapi akhirnya tenggelam sejalan waktu
    Message 1 of 49 , Feb 1, 2010
    • 0 Attachment
      jaman dulu masih sering nongkrong di sumenep, perasaan pernah ada yang lempar wacana kalo milis bisa bikin koprasi ..
      tapi akhirnya tenggelam sejalan waktu hihihihihihihihih............

      salam pemula

      --- On Fri, 1/29/10, Onesiphorus C. Andoko <onesiphorus.andoko@...> wrote:

      From: Onesiphorus C. Andoko <onesiphorus.andoko@...>
      Subject: RE: [ikan_hias] apa yang diharapkan
      To: ikan_hias@yahoogroups.com
      Date: Friday, January 29, 2010, 1:32 PM







       









      Bergerak ke mana boss? Modal capital utk “bergerak”nya gimana donk?





      Hihihihihi…











      (panasin milist neh biar rame lagi tuh yg bos2 senior biar pada komentar)

















      From: ikan_hias@yahoogrou ps.com [mailto:ikan_hias@yahoogrou ps.com] On Behalf Of hendra wd


      Sent: Friday, January 29, 2010 1:27 PM


      To: ikan_hias@yahoogrou ps.com


      Subject: RE: [ikan_hias] apa yang diharapkan

















      kesimpulannya hrs ada yg bergerak jgn cuma 'omdo' spt yg Agung bilang dari awal sampe skrg gak pernah terealisasi


      ikutin Agung aja ah.....salam pemula





      --- On Fri, 1/29/10, Onesiphorus C. Andoko <onesiphorus. andoko@bsnmedica l.co.id <mailto:onesiphorus .andoko%40bsnmed ical.co.id> > wrote:





      From: Onesiphorus C. Andoko <onesiphorus. andoko@bsnmedica l.co.id <mailto:onesiphorus .andoko%40bsnmed ical.co.id> >


      Subject: RE: [ikan_hias] apa yang diharapkan


      To: ikan_hias@yahoogrou ps.com <mailto:ikan_ hias%40yahoogrou ps.com>


      Date: Friday, January 29, 2010, 1:15 AM











      Kesimpulan loe apa Gung?





      Huahahahahahahahaha





      From: ikan_hias@yahoogrou ps.com [mailto:ikan_ hias@yahoogrou ps.com] On Behalf Of agung paat





      Sent: Friday, January 29, 2010 1:11 PM





      To: ikan_hias@yahoogrou ps.com





      Subject: RE: [ikan_hias] apa yang diharapkan





      jiakakakakakakakaak ......... ......... dari tahun ketahun bahasan ini gak pernah basi jiakakakakkakakak. .........





      sejak awal gabung milis ini tahun 2001-2002 bahasan tentang industri perdagangan ikan hias selalu mengundang kontroversi hihihihihih





      mantau ajah dah





      salam pemula





      --- On Wed, 1/27/10, Onesiphorus C. Andoko <onesiphorus. andoko@bsnmedica l.co.id <mailto:onesiphorus .andoko%40bsnmed ical.co.id> > wrote:





      From: Onesiphorus C. Andoko <onesiphorus. andoko@bsnmedica l.co.id <mailto:onesiphorus .andoko%40bsnmed ical.co.id> >





      Subject: RE: [ikan_hias] apa yang diharapkan





      To: ikan_hias@yahoogrou ps.com <mailto:ikan_ hias%40yahoogrou ps.com>





      Date: Wednesday, January 27, 2010, 2:35 PM





      SHE-LOOK RED exporter arwana super red itu saja masih mengeluh kok babak belur diporotin sama birokrat2 kementrian.





      Info ini dari orang dalam group perusahaan sesama anak perusahaan dgn she-look red.





      Untung saja laba/profitnya masih cukup nutupin kerugian ulah pungli / retribusi / permintaan sumbangan – partisipasi ini itu dari kementrian2/ lembaga terkait. Kalau gak yah bubar lah.





      Nah yg pemain besar saja mabok, gimana dgn pemain kecil?





      Jadinya wajar pemain kecil bermain aman dgn setor saja ke exporter besar rekanan Singapura – Malaysia. Ruginya masih wajar ketimbang udah rugi + makan hati ngeladeni oknum2 itu.





      Lah, kalau semua pemain kecil ambil jalan yang sama, yah sampai kapan bisa lepas dari cengkeraman Singapura – Malaysia.





      Kita selamanya hanya jadi tukang setor “no brand” saja ke mereka, mereka disana tinggal sortir, kemasan ganti, udah tempel brand mereka lalu jualan. Untung berlipat-lipat. Gimana gak tambaha kaya saja mereka itu?.





      Gimana nyetopnya?





      Udah saya kasih arahnya tadi, keluarkan undang-undang/ regulasi melarang ekspor semua jenis ikan hias ke Malaysia – Singapura dan Thailand. JIka gak bisa total melarang, ya udah pajak eksportnya saja naikin pukul rata jadi 50% - 80% dari nilai invoice.





      Lalu bersihkan lubang2 tikusnya dan perijinan semua dibuat online real-time.





      Cumaaaaa, kapan ada inisiatif kementrian buat bersih-bersih begini?





      From: ikan_hias@yahoogrou ps.com [mailto:ikan_ hias@yahoogrou ps.com] On Behalf Of Then Toni Hidayat





      Sent: Wednesday, January 27, 2010 5:16 PM





      To: ikan_hias@yahoogrou ps.com





      Subject: RE: [ikan_hias] apa yang diharapkan





      Kl gw pribadi sih On (or penjabat pemerintah yang ikut milis ini)...





      Minimal pemerintah jalankanlah peran mereka sebagai regulator... urusin dulu deh aturan2 yang bisa





      Bisa membantu dunia ikan hias ini... transparansi procedure dan biaya dalam hal ekspor import ikan.





      Dulu waktu gw masih main ikan..mau ngirim ikan or masukin ikan tiap kali gw ke karantina sepertinya





      Aturan mainnya berubah terus..beda orang beda aturan...untungnya masih punya satu bahasa... bahasa uang..hehehe





      Revisi kebijakan2 yang bersifat hamburin uang deh... bukannya ngak mau terima kasih di bikini raiser or pasar ikan hias





      Atau BLT untuk petani..tp ngak sadar apa kl kebijakan itu Cuma menguap ngak jelas?





      Bikin aturan yang jelas dan transparan dan berantas mafia2 ex-im (calo dan uang jago) gw yakin pertumbuhan bisnis ikan akan lebih baik dari sekarang.





      -----Original Message-----





      From: ikan_hias@yahoogrou ps.com <mailto:ikan_ hias%40yahoogrou ps.com> [mailto:ikan_ hias@yahoogrou ps.com <mailto:ikan_ hias%40yahoogrou ps.com> ] On Behalf Of Onesiphorus C. Andoko





      Sent: Tuesday, January 26, 2010 10:39 PM





      To: ikan_hias@yahoogrou ps.com <mailto:ikan_ hias%40yahoogrou ps.com>





      Subject: RE: [ikan_hias] apa yang diharapkan





      Media jembatan? Rasanya tidak ada, kecuali, koar-koar dulu di Kompas / RCTI / SCTV baru itu kementrian mulai bertindak.





      Kementrian kita itu menurut saya isinya didominasi birokrat yg tidak ada rasa pengabdiannya utk kesejahteraan masyarakat, pintar manisin kata gombalin perbuatan.





      Kalau gak kena tendang / tempeleng sulit sadar dgn sendirinya. Ada yang baik tapi kalau minoritas, apa yang bisa diberdayakanm, akan selalu tertindas dalam semua level pengambilan kebijakan bukan?





      Jadi lebih baik daripada habis energy utk menyadarkan pemerintah, mending usaha sendiri, export sendiri langsung ke Negara konsumen. Jangan lagi singgah label di Singapura/Malaysia. Nanti jadi sama lagi kayak praktik sekarang ini. Yah mau tidak mau, harus pakai caranya macam SHE-LOOK RED INDONESIA gitulah… Berusaha idealis, berhasil dgn idealis, disorot media & pemerintah sbg pengusaha idealis.





      Disini dituntut idealisme (penegakkan standar mutu produk & layanan), pengorbanan tenaga,waktu dan extra penundaan BEP plus extra lobby ke penerbangan internasional. .





      Gak bisa Cuma tunggu-tungguan. Percuma nungguin pemerintah bertindak. Harus petani/exporter local yg bertindak smart dan nasionalis.





      Birokrat kita di kementrian banyak yang tipe gampangin masalah, mau jadinya gak mau pusing / gak sabaran membina prosesnya.





      yang bikin petani/pengusaha ikan hias negara kita jatuh bangun terus & sulit kejar ketinggalan dari Negara lain sesame Asean.





      From: ikan_hias@yahoogrou ps.com <mailto:ikan_ hias%40yahoogrou ps.com> [mailto:ikan_ hias@yahoogrou ps.com <mailto:ikan_ hias%40yahoogrou ps.com> ] On Behalf Of didik suryantoro





      Sent: Wednesday, January 27, 2010 12:13 PM





      To: ikan_hias@yahoogrou ps.com <mailto:ikan_ hias%40yahoogrou ps.com>





      Subject: RE: [ikan_hias] apa yang diharapkan





      pemerintah rasanya punya peran yang sangat penting... apakah saat ini sudah ada wadah di pemerintah (departemen perikanan & kelautan) yang secara khusus menangani hal seperti ini?





      Jika pelaku ikan hias juga punya andil atas pelemahan nilai jual ikan hias sendiri (kuantitas dan kualias) apakah selama ini sudah ada media yang menjembatani untuk peningkatannya?





      sebab setahu saya, ada rasier di cibinong yang pemanfaatannya kurang maksimal





      --- Pada Rab, 27/1/10, Onesiphorus C. Andoko <onesiphorus. andoko@bsnmedica l.co.id <mailto:onesiphorus .andoko%40bsnmed ical.co.id> <mailto:onesiphorus .andoko%40bsnmed ical.co.id> > menulis:





      Dari: Onesiphorus C. Andoko <onesiphorus. andoko@bsnmedica l.co.id <mailto:onesiphorus .andoko%40bsnmed ical.co.id> <mailto:onesiphorus .andoko%40bsnmed ical.co.id> >





      Judul: RE: [ikan_hias] apa yang diharapkan





      Kepada: ikan_hias@yahoogrou ps.com <mailto:ikan_ hias%40yahoogrou ps.com> <mailto:ikan_ hias%40yahoogrou ps.com>





      Tanggal: Rabu, 27 Januari, 2010, 12:04 AM





      - Support pemerintah (perundangan) utk melarang pengiriman ikan





      hias diekspor menuju Singapura ; Malaysia; Thailand.





      - Support pemerintah lewat KBRI di setiap Negara potensial





      mengimport ikanhias Indonesia utk lobby & promosi.





      - Exportir diharuskan langsung mengirim menuju Negara konsumen





      selain ke-3 negara tetangga itu.





      - Exportir Indonesia harus dibina & harus punya sertifikasi





      international dgn mutu kelola bisnis, kualitas rawatan, seragamnya





      ukuran ikan, tidak ada tipa-tipu / nilep hitungan, etc.





      - Kemudahan regulasi, pengurangan biaya inspeksi karantina





      export / biaya pungutan sejenis.





      - Kerjasama kargo dgn Garuda Indonesia dgn tariff diskon dgn





      standar international.





      6 ini kuncinya. Yakin bisa melemahkan posisi ekspor Malaysia &





      Singapura (Thailand mungkin tidak ngaruh krn mereka sumberdayanya sama





      kuatnya dgn kita)





      Akan menguntungkan eksportir Indonesia, menguatkan posisi tawar & tidak





      dipermainkan lagi oleh harga pasar (yg selama ini diutak-utik sama





      Malaysia & Singapura).





      From: ikan_hias@yahoogrou ps.com [mailto:ikan_ hias@yahoogrou ps.com] On





      Behalf Of didik suryantoro





      Sent: Wednesday, January 27, 2010 11:52 AM





      To: ikan_hias@yahoogrou ps.com





      Subject: [ikan_hias] apa yang diharapkan





      kita tahu Indonesia memiliki potensi ikan hias yang luar biasa. tapi





      sampai sekarang kita masih kalah bersaing dengan malaysia apalagi





      singapura dan thailand.. sebenernya apa sih masalah yang ada di





      Indonesia dengan ikan hias ini... petani, hobbies, breeder, eksportir,





      pemerintah, atau ada hal lain yang membuat kita terus gak bangkit





      bangkit..?





      Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari





      email atau jaringan sosial Anda sekarang!





      http://id.messenger .yahoo.com/ invite/





      [Non-text portions of this message have been removed]





      [Non-text portions of this message have been removed]





      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger .yahoo.com/ invite/





      [Non-text portions of this message have been removed]





      [Non-text portions of this message have been removed]





      ------------ --------- --------- ------





      There is no need to recycle if you do not print this e-mail.Yahoo! Groups Links





      [Non-text portions of this message have been removed]





      [Non-text portions of this message have been removed]





      [Non-text portions of this message have been removed]





      [Non-text portions of this message have been removed]













      [Non-text portions of this message have been removed]

























      [Non-text portions of this message have been removed]
    • agung paat
      jaman dulu masih sering nongkrong di sumenep, perasaan pernah ada yang lempar wacana kalo milis bisa bikin koprasi .. tapi akhirnya tenggelam sejalan waktu
      Message 49 of 49 , Feb 1, 2010
      • 0 Attachment
        jaman dulu masih sering nongkrong di sumenep, perasaan pernah ada yang lempar wacana kalo milis bisa bikin koprasi ..
        tapi akhirnya tenggelam sejalan waktu hihihihihihihihih............

        salam pemula

        --- On Fri, 1/29/10, Onesiphorus C. Andoko <onesiphorus.andoko@...> wrote:

        From: Onesiphorus C. Andoko <onesiphorus.andoko@...>
        Subject: RE: [ikan_hias] apa yang diharapkan
        To: ikan_hias@yahoogroups.com
        Date: Friday, January 29, 2010, 1:32 PM







         









        Bergerak ke mana boss? Modal capital utk “bergerak”nya gimana donk?





        Hihihihihi…











        (panasin milist neh biar rame lagi tuh yg bos2 senior biar pada komentar)

















        From: ikan_hias@yahoogrou ps.com [mailto:ikan_hias@yahoogrou ps.com] On Behalf Of hendra wd


        Sent: Friday, January 29, 2010 1:27 PM


        To: ikan_hias@yahoogrou ps.com


        Subject: RE: [ikan_hias] apa yang diharapkan

















        kesimpulannya hrs ada yg bergerak jgn cuma 'omdo' spt yg Agung bilang dari awal sampe skrg gak pernah terealisasi


        ikutin Agung aja ah.....salam pemula





        --- On Fri, 1/29/10, Onesiphorus C. Andoko <onesiphorus. andoko@bsnmedica l.co.id <mailto:onesiphorus .andoko%40bsnmed ical.co.id> > wrote:





        From: Onesiphorus C. Andoko <onesiphorus. andoko@bsnmedica l.co.id <mailto:onesiphorus .andoko%40bsnmed ical.co.id> >


        Subject: RE: [ikan_hias] apa yang diharapkan


        To: ikan_hias@yahoogrou ps.com <mailto:ikan_ hias%40yahoogrou ps.com>


        Date: Friday, January 29, 2010, 1:15 AM











        Kesimpulan loe apa Gung?





        Huahahahahahahahaha





        From: ikan_hias@yahoogrou ps.com [mailto:ikan_ hias@yahoogrou ps.com] On Behalf Of agung paat





        Sent: Friday, January 29, 2010 1:11 PM





        To: ikan_hias@yahoogrou ps.com





        Subject: RE: [ikan_hias] apa yang diharapkan





        jiakakakakakakakaak ......... ......... dari tahun ketahun bahasan ini gak pernah basi jiakakakakkakakak. .........





        sejak awal gabung milis ini tahun 2001-2002 bahasan tentang industri perdagangan ikan hias selalu mengundang kontroversi hihihihihih





        mantau ajah dah





        salam pemula





        --- On Wed, 1/27/10, Onesiphorus C. Andoko <onesiphorus. andoko@bsnmedica l.co.id <mailto:onesiphorus .andoko%40bsnmed ical.co.id> > wrote:





        From: Onesiphorus C. Andoko <onesiphorus. andoko@bsnmedica l.co.id <mailto:onesiphorus .andoko%40bsnmed ical.co.id> >





        Subject: RE: [ikan_hias] apa yang diharapkan





        To: ikan_hias@yahoogrou ps.com <mailto:ikan_ hias%40yahoogrou ps.com>





        Date: Wednesday, January 27, 2010, 2:35 PM





        SHE-LOOK RED exporter arwana super red itu saja masih mengeluh kok babak belur diporotin sama birokrat2 kementrian.





        Info ini dari orang dalam group perusahaan sesama anak perusahaan dgn she-look red.





        Untung saja laba/profitnya masih cukup nutupin kerugian ulah pungli / retribusi / permintaan sumbangan – partisipasi ini itu dari kementrian2/ lembaga terkait. Kalau gak yah bubar lah.





        Nah yg pemain besar saja mabok, gimana dgn pemain kecil?





        Jadinya wajar pemain kecil bermain aman dgn setor saja ke exporter besar rekanan Singapura – Malaysia. Ruginya masih wajar ketimbang udah rugi + makan hati ngeladeni oknum2 itu.





        Lah, kalau semua pemain kecil ambil jalan yang sama, yah sampai kapan bisa lepas dari cengkeraman Singapura – Malaysia.





        Kita selamanya hanya jadi tukang setor “no brand” saja ke mereka, mereka disana tinggal sortir, kemasan ganti, udah tempel brand mereka lalu jualan. Untung berlipat-lipat. Gimana gak tambaha kaya saja mereka itu?.





        Gimana nyetopnya?





        Udah saya kasih arahnya tadi, keluarkan undang-undang/ regulasi melarang ekspor semua jenis ikan hias ke Malaysia – Singapura dan Thailand. JIka gak bisa total melarang, ya udah pajak eksportnya saja naikin pukul rata jadi 50% - 80% dari nilai invoice.





        Lalu bersihkan lubang2 tikusnya dan perijinan semua dibuat online real-time.





        Cumaaaaa, kapan ada inisiatif kementrian buat bersih-bersih begini?





        From: ikan_hias@yahoogrou ps.com [mailto:ikan_ hias@yahoogrou ps.com] On Behalf Of Then Toni Hidayat





        Sent: Wednesday, January 27, 2010 5:16 PM





        To: ikan_hias@yahoogrou ps.com





        Subject: RE: [ikan_hias] apa yang diharapkan





        Kl gw pribadi sih On (or penjabat pemerintah yang ikut milis ini)...





        Minimal pemerintah jalankanlah peran mereka sebagai regulator... urusin dulu deh aturan2 yang bisa





        Bisa membantu dunia ikan hias ini... transparansi procedure dan biaya dalam hal ekspor import ikan.





        Dulu waktu gw masih main ikan..mau ngirim ikan or masukin ikan tiap kali gw ke karantina sepertinya





        Aturan mainnya berubah terus..beda orang beda aturan...untungnya masih punya satu bahasa... bahasa uang..hehehe





        Revisi kebijakan2 yang bersifat hamburin uang deh... bukannya ngak mau terima kasih di bikini raiser or pasar ikan hias





        Atau BLT untuk petani..tp ngak sadar apa kl kebijakan itu Cuma menguap ngak jelas?





        Bikin aturan yang jelas dan transparan dan berantas mafia2 ex-im (calo dan uang jago) gw yakin pertumbuhan bisnis ikan akan lebih baik dari sekarang.





        -----Original Message-----





        From: ikan_hias@yahoogrou ps.com <mailto:ikan_ hias%40yahoogrou ps.com> [mailto:ikan_ hias@yahoogrou ps.com <mailto:ikan_ hias%40yahoogrou ps.com> ] On Behalf Of Onesiphorus C. Andoko





        Sent: Tuesday, January 26, 2010 10:39 PM





        To: ikan_hias@yahoogrou ps.com <mailto:ikan_ hias%40yahoogrou ps.com>





        Subject: RE: [ikan_hias] apa yang diharapkan





        Media jembatan? Rasanya tidak ada, kecuali, koar-koar dulu di Kompas / RCTI / SCTV baru itu kementrian mulai bertindak.





        Kementrian kita itu menurut saya isinya didominasi birokrat yg tidak ada rasa pengabdiannya utk kesejahteraan masyarakat, pintar manisin kata gombalin perbuatan.





        Kalau gak kena tendang / tempeleng sulit sadar dgn sendirinya. Ada yang baik tapi kalau minoritas, apa yang bisa diberdayakanm, akan selalu tertindas dalam semua level pengambilan kebijakan bukan?





        Jadi lebih baik daripada habis energy utk menyadarkan pemerintah, mending usaha sendiri, export sendiri langsung ke Negara konsumen. Jangan lagi singgah label di Singapura/Malaysia. Nanti jadi sama lagi kayak praktik sekarang ini. Yah mau tidak mau, harus pakai caranya macam SHE-LOOK RED INDONESIA gitulah… Berusaha idealis, berhasil dgn idealis, disorot media & pemerintah sbg pengusaha idealis.





        Disini dituntut idealisme (penegakkan standar mutu produk & layanan), pengorbanan tenaga,waktu dan extra penundaan BEP plus extra lobby ke penerbangan internasional. .





        Gak bisa Cuma tunggu-tungguan. Percuma nungguin pemerintah bertindak. Harus petani/exporter local yg bertindak smart dan nasionalis.





        Birokrat kita di kementrian banyak yang tipe gampangin masalah, mau jadinya gak mau pusing / gak sabaran membina prosesnya.





        yang bikin petani/pengusaha ikan hias negara kita jatuh bangun terus & sulit kejar ketinggalan dari Negara lain sesame Asean.





        From: ikan_hias@yahoogrou ps.com <mailto:ikan_ hias%40yahoogrou ps.com> [mailto:ikan_ hias@yahoogrou ps.com <mailto:ikan_ hias%40yahoogrou ps.com> ] On Behalf Of didik suryantoro





        Sent: Wednesday, January 27, 2010 12:13 PM





        To: ikan_hias@yahoogrou ps.com <mailto:ikan_ hias%40yahoogrou ps.com>





        Subject: RE: [ikan_hias] apa yang diharapkan





        pemerintah rasanya punya peran yang sangat penting... apakah saat ini sudah ada wadah di pemerintah (departemen perikanan & kelautan) yang secara khusus menangani hal seperti ini?





        Jika pelaku ikan hias juga punya andil atas pelemahan nilai jual ikan hias sendiri (kuantitas dan kualias) apakah selama ini sudah ada media yang menjembatani untuk peningkatannya?





        sebab setahu saya, ada rasier di cibinong yang pemanfaatannya kurang maksimal





        --- Pada Rab, 27/1/10, Onesiphorus C. Andoko <onesiphorus. andoko@bsnmedica l.co.id <mailto:onesiphorus .andoko%40bsnmed ical.co.id> <mailto:onesiphorus .andoko%40bsnmed ical.co.id> > menulis:





        Dari: Onesiphorus C. Andoko <onesiphorus. andoko@bsnmedica l.co.id <mailto:onesiphorus .andoko%40bsnmed ical.co.id> <mailto:onesiphorus .andoko%40bsnmed ical.co.id> >





        Judul: RE: [ikan_hias] apa yang diharapkan





        Kepada: ikan_hias@yahoogrou ps.com <mailto:ikan_ hias%40yahoogrou ps.com> <mailto:ikan_ hias%40yahoogrou ps.com>





        Tanggal: Rabu, 27 Januari, 2010, 12:04 AM





        - Support pemerintah (perundangan) utk melarang pengiriman ikan





        hias diekspor menuju Singapura ; Malaysia; Thailand.





        - Support pemerintah lewat KBRI di setiap Negara potensial





        mengimport ikanhias Indonesia utk lobby & promosi.





        - Exportir diharuskan langsung mengirim menuju Negara konsumen





        selain ke-3 negara tetangga itu.





        - Exportir Indonesia harus dibina & harus punya sertifikasi





        international dgn mutu kelola bisnis, kualitas rawatan, seragamnya





        ukuran ikan, tidak ada tipa-tipu / nilep hitungan, etc.





        - Kemudahan regulasi, pengurangan biaya inspeksi karantina





        export / biaya pungutan sejenis.





        - Kerjasama kargo dgn Garuda Indonesia dgn tariff diskon dgn





        standar international.





        6 ini kuncinya. Yakin bisa melemahkan posisi ekspor Malaysia &





        Singapura (Thailand mungkin tidak ngaruh krn mereka sumberdayanya sama





        kuatnya dgn kita)





        Akan menguntungkan eksportir Indonesia, menguatkan posisi tawar & tidak





        dipermainkan lagi oleh harga pasar (yg selama ini diutak-utik sama





        Malaysia & Singapura).





        From: ikan_hias@yahoogrou ps.com [mailto:ikan_ hias@yahoogrou ps.com] On





        Behalf Of didik suryantoro





        Sent: Wednesday, January 27, 2010 11:52 AM





        To: ikan_hias@yahoogrou ps.com





        Subject: [ikan_hias] apa yang diharapkan





        kita tahu Indonesia memiliki potensi ikan hias yang luar biasa. tapi





        sampai sekarang kita masih kalah bersaing dengan malaysia apalagi





        singapura dan thailand.. sebenernya apa sih masalah yang ada di





        Indonesia dengan ikan hias ini... petani, hobbies, breeder, eksportir,





        pemerintah, atau ada hal lain yang membuat kita terus gak bangkit





        bangkit..?





        Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari





        email atau jaringan sosial Anda sekarang!





        http://id.messenger .yahoo.com/ invite/





        [Non-text portions of this message have been removed]





        [Non-text portions of this message have been removed]





        Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger .yahoo.com/ invite/





        [Non-text portions of this message have been removed]





        [Non-text portions of this message have been removed]





        ------------ --------- --------- ------





        There is no need to recycle if you do not print this e-mail.Yahoo! Groups Links





        [Non-text portions of this message have been removed]





        [Non-text portions of this message have been removed]





        [Non-text portions of this message have been removed]





        [Non-text portions of this message have been removed]













        [Non-text portions of this message have been removed]

























        [Non-text portions of this message have been removed]
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.