Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Ruby untuk?

Expand Messages
  • Edwin Pratomo
    halo, Just curious, bisa share ngga, Anda-anda menggunakan Ruby utk membuat apa saja /utk keperluan apa? thx. -- rgds, Edwin
    Message 1 of 11 , Oct 10, 2002
    • 0 Attachment
      halo,

      Just curious, bisa share ngga, Anda-anda menggunakan Ruby utk membuat
      apa saja /utk keperluan apa?
      thx.

      --
      rgds,
      Edwin
    • Steven Haryanto
      untuk menggantikan perl :-) ruby banyak sekali mengambil fitur perl (kadang mengambil mentah-mentah/bulat-bulat), mulai dari tainting model, variabel2 khusus
      Message 2 of 11 , Oct 10, 2002
      • 0 Attachment
        untuk menggantikan perl :-)

        ruby banyak sekali mengambil fitur perl (kadang mengambil
        mentah-mentah/bulat-bulat), mulai dari tainting model, variabel2 khusus
        seperti $_, POD (di ruby namanya rb dan sintaks agak2 beda dikit),
        statement modifier (foo if bar, foo unless bar), regex (meski sintaks
        agak beda dikit), sampai command line arguments macam:

        $ ruby -ne 'printf "%4d|%s",$.,$_' myfile.rb

        Edwin Pratomo wrote:
        > Just curious, bisa share ngga, Anda-anda menggunakan Ruby utk membuat
        > apa saja /utk keperluan apa?

        --
        Steven Haryanto | Master Web Network / MWN
        steven[@]masterwebnet[.]com | R&D Dept.
        http://people.masterwebnet.com/steven/ | Kiputih Dalam 1, Bandung
      • Edwin Pratomo
        ... bisa lebih spesifik? program2 apa yg pernah dibuat (yg bener2 useful, bukan program utk belajar sintaks misalkan)? kalo utk menggantikan perl mungkin
        Message 3 of 11 , Oct 10, 2002
        • 0 Attachment
          Steven Haryanto wrote:
          >
          > untuk menggantikan perl :-)

          bisa lebih spesifik? program2 apa yg pernah dibuat (yg bener2 useful,
          bukan program utk belajar sintaks misalkan)?
          kalo "utk menggantikan perl" mungkin lebih tepat sbg cita2 luhur kali ya
          :-)

          >
          > ruby banyak sekali mengambil fitur perl (kadang mengambil
          > mentah-mentah/bulat-bulat), mulai dari tainting model, variabel2 khusus
          > seperti $_, POD (di ruby namanya rb dan sintaks agak2 beda dikit),
          > statement modifier (foo if bar, foo unless bar), regex (meski sintaks
          > agak beda dikit), sampai command line arguments macam:
          >
          > $ ruby -ne 'printf "%4d|%s",$.,$_' myfile.rb

          ya, menarik sekali banyak kemiripan, bahkan sampai opsi command line
          seperti -0, -cwT (taint-nya berlevel malah).

          Kemiripan memang salah satu daya tarik, tapi bukan itu yg bikin saya
          melirik Ruby.
          Gara2nya adalah baca tentang coroutine di buku Knuth, yg dia kasih
          contoh implementasinya pake assembly (assembly-nya dia / MIXAL).
          berhubung ada tendensi utk mengangkat konstruk2 low level (misalkan
          state machine) ke user level di scripting languages (pada scripting
          languages yg bagus tentu saja), maka jadi pengen tahu bagaimana
          coroutine di scripting languages.
          Di perlmonks, disarankan utk melihat Ruby
          http://perlmonks.org/index.pl?node_id=96205 berhubung di Perl, support
          coroutine masih RFC utk Perl 6 :-P
          Kalo utk Perl 5 ada sih modul Coro, tapi kata authornya unstable.
          lagipula interfacenya beda banget dng yg di RFC. tanggung lah buat
          dipelajari.

          oke deh mudah2an otak saya masih belum terlalu lapuk utk belajar bahasa
          canggih lagi :-)

          Btw bagaimana dng pengalaman rekan2 yg lain (ada 11 orang subscribers
          lainnya kan di sini)?
          kasih testimoni donk bagaimana Ruby membantu Anda menyelesaikan problem
          Anda. Bisa juga cerita2 misalkan bagaimana supervisor anda melotot
          karena program yg anda buat pake bahasa yg belum pernah dia dengar :-))

          >
          > Edwin Pratomo wrote:
          > > Just curious, bisa share ngga, Anda-anda menggunakan Ruby utk membuat
          > > apa saja /utk keperluan apa?
          >

          --
          rgds,
          Edwin
        • Alia Amin
          Feature Extension Ruby bisa dipakai untuk access library C/C++ sehingga semua API bisa diaccess dalam Ruby. Menurut pengalaman program yang dibuat dalam Ruby
          Message 4 of 11 , Oct 10, 2002
          • 0 Attachment
            Feature Extension Ruby bisa dipakai untuk access library C/C++ sehingga
            semua API bisa diaccess dalam Ruby.
            Menurut pengalaman program yang dibuat dalam Ruby mengurangi volume
            source code sampai seperlimanya dibandingkan dengan C/C++.

            Pertanyaan saya ada tidak di indonesia firma yang serius melakukan
            development dengan Ruby ?

            Alia

            ---

            Edwin Pratomo wrote:

            > Steven Haryanto wrote:
            > >
            > > untuk menggantikan perl :-)
            >
            > bisa lebih spesifik? program2 apa yg pernah dibuat (yg bener2 useful,
            > bukan program utk belajar sintaks misalkan)?
            > kalo "utk menggantikan perl" mungkin lebih tepat sbg cita2 luhur kali ya
            > :-)
            >
            > >
            > > ruby banyak sekali mengambil fitur perl (kadang mengambil
            > > mentah-mentah/bulat-bulat), mulai dari tainting model, variabel2 khusus
            > > seperti $_, POD (di ruby namanya rb dan sintaks agak2 beda dikit),
            > > statement modifier (foo if bar, foo unless bar), regex (meski sintaks
            > > agak beda dikit), sampai command line arguments macam:
            > >
            > > $ ruby -ne 'printf "%4d|%s",$.,$_' myfile.rb
            >
            > ya, menarik sekali banyak kemiripan, bahkan sampai opsi command line
            > seperti -0, -cwT (taint-nya berlevel malah).
            >
            > Kemiripan memang salah satu daya tarik, tapi bukan itu yg bikin saya
            > melirik Ruby.
            > Gara2nya adalah baca tentang coroutine di buku Knuth, yg dia kasih
            > contoh implementasinya pake assembly (assembly-nya dia / MIXAL).
            > berhubung ada tendensi utk mengangkat konstruk2 low level (misalkan
            > state machine) ke user level di scripting languages (pada scripting
            > languages yg bagus tentu saja), maka jadi pengen tahu bagaimana
            > coroutine di scripting languages.
            > Di perlmonks, disarankan utk melihat Ruby
            > http://perlmonks.org/index.pl?node_id=96205 berhubung di Perl, support
            > coroutine masih RFC utk Perl 6 :-P
            > Kalo utk Perl 5 ada sih modul Coro, tapi kata authornya unstable.
            > lagipula interfacenya beda banget dng yg di RFC. tanggung lah buat
            > dipelajari.
            >
            > oke deh mudah2an otak saya masih belum terlalu lapuk utk belajar bahasa
            > canggih lagi :-)
            >
            > Btw bagaimana dng pengalaman rekan2 yg lain (ada 11 orang subscribers
            > lainnya kan di sini)?
            > kasih testimoni donk bagaimana Ruby membantu Anda menyelesaikan problem
            > Anda. Bisa juga cerita2 misalkan bagaimana supervisor anda melotot
            > karena program yg anda buat pake bahasa yg belum pernah dia dengar :-))
            >
            > >
          • Steven Haryanto
            ... well, gue sendiri saat ini belum pernah kerjain real project pake ruby. tapi beberapa skrip (mostly non-web) yang sering gue pake, baik di server hosting
            Message 5 of 11 , Oct 10, 2002
            • 0 Attachment
              Edwin Pratomo wrote:
              > bisa lebih spesifik? program2 apa yg pernah dibuat (yg bener2 useful,
              > bukan program utk belajar sintaks misalkan)?

              well, gue sendiri saat ini belum pernah kerjain real project pake ruby.
              tapi beberapa skrip (mostly non-web) yang sering gue pake, baik di
              server hosting maupun di komputer lokal, udah gue port ke ruby.
              tujuannya selain sambil belajar, juga mudah2an biar bisa lebih gampang
              dimodify/diread kemudian hari hehehe. terus terang gue suka males baca
              kode perl gue sendiri, apalagi kalo udah pake struktur data yang deep macam:

              for(@{$foo{bar}}){push @baz, $_->[0]}

              > Gara2nya adalah baca tentang coroutine di buku Knuth, yg dia kasih
              > contoh implementasinya pake assembly (assembly-nya dia / MIXAL).
              > berhubung ada tendensi utk mengangkat konstruk2 low level (misalkan
              > state machine) ke user level di scripting languages (pada scripting
              > languages yg bagus tentu saja), maka jadi pengen tahu bagaimana
              > coroutine di scripting languages.
              > Kalo utk Perl 5 ada sih modul Coro, tapi kata authornya unstable.
              > lagipula interfacenya beda banget dng yg di RFC. tanggung lah buat
              > dipelajari.

              hm, jadi gara2 coroutine doang? sejauh yang gue liat coro juga jarang
              banget dipake di ruby. mungkin yang banyak pake coro itu scheme. malah
              python yang punya aplikasi real world coro yang large scale (mail sender
              yahoo! groups).

              --
              Steven Haryanto | Master Web Network / MWN
              steven[@]masterwebnet[.]com | R&D Dept.
              http://people.masterwebnet.com/steven/ | Kiputih Dalam 1, Bandung
            • Steven Haryanto
              ... kalo soal extension sih rata2 scripting language juga nyediain, mulai dari tcl, php, perl, python, ruby, smalltalk, dsb. kalo gak ada mekanisme extension,
              Message 6 of 11 , Oct 10, 2002
              • 0 Attachment
                Alia Amin wrote:
                > Feature Extension Ruby bisa dipakai untuk access library C/C++ sehingga
                > semua API bisa diaccess dalam Ruby.
                > Menurut pengalaman program yang dibuat dalam Ruby mengurangi volume
                > source code sampai seperlimanya dibandingkan dengan C/C++.

                kalo soal extension sih rata2 scripting language juga nyediain, mulai
                dari tcl, php, perl, python, ruby, smalltalk, dsb. kalo gak ada
                mekanisme extension, rata2 scripting language akan useless karena toh
                fungsi utama scripting language adalah untuk glue.

                tapi memang *katanya* (berhubung gak pernah nyoba sendiri) bikin
                extension di ruby lebih mudah ketimbang di perl dan python.

                --
                Steven Haryanto | Master Web Network / MWN
                steven[@]masterwebnet[.]com | R&D Dept.
                http://people.masterwebnet.com/steven/ | Kiputih Dalam 1, Bandung
              • Edwin Pratomo
                ... s/doang// :-) ... kalo ini gue rasa tergantung dari users-nya. Kebetulan saja users Ruby belum banyak mengexplore ini. Utk python setahu gue pake external
                Message 7 of 11 , Oct 11, 2002
                • 0 Attachment
                  Steven Haryanto wrote:
                  >
                  > hm, jadi gara2 coroutine doang? sejauh yang gue liat coro juga jarang

                  s/doang// :-)

                  > banget dipake di ruby. mungkin yang banyak pake coro itu scheme. malah
                  > python yang punya aplikasi real world coro yang large scale (mail sender
                  > yahoo! groups).

                  kalo ini gue rasa tergantung dari users-nya. Kebetulan saja users Ruby
                  belum banyak mengexplore ini.
                  Utk python setahu gue pake external library buatan Eduard Toernig. Jadi
                  bahasanya tidak inherently support.
                  Kalau saja egroups didevelop orang2 Jepang, bisa lain cerita :-)

                  --
                  rgds,
                  Edwin
                • Steven Haryanto
                  ... mungkin python sebentar lagi support. 1. di python 2.2 udah ada generators; ini bentuk sederhana dari coroutine. malah banyak yang bilang generator lebih
                  Message 8 of 11 , Oct 11, 2002
                  • 0 Attachment
                    Edwin Pratomo wrote:
                    > Utk python setahu gue pake external library buatan Eduard Toernig. Jadi
                    > bahasanya tidak inherently support.

                    mungkin python sebentar lagi support.

                    1. di python 2.2 udah ada generators; ini bentuk sederhana dari
                    coroutine. malah banyak yang bilang generator lebih useful daripada
                    coroutine.

                    2. stackless (www.stackless.com) akan masuk core.

                    --
                    Steven Haryanto | Master Web Network / MWN
                    steven[@]masterwebnet[.]com | R&D Dept.
                    http://people.masterwebnet.com/steven/ | Kiputih Dalam 1, Bandung
                  • Tedi Heriyanto
                    ... Wah menarik sekali, sayang saya belum sempet mencoba-cobanya, lagi sibuk buat ujian. :) ... Sepertinya belum ada Pak Alia, setahu saya. Mungkin bisa jadi
                    Message 9 of 11 , Oct 16, 2002
                    • 0 Attachment
                      --- Alia Amin <camin@...-offenburg.de> wrote:
                      > Menurut pengalaman program yang dibuat dalam Ruby
                      > mengurangi volume
                      > source code sampai seperlimanya dibandingkan dengan
                      > C/C++.
                      Wah menarik sekali, sayang saya belum sempet
                      mencoba-cobanya, lagi sibuk buat ujian. :)

                      > Pertanyaan saya ada tidak di indonesia firma yang
                      > serius melakukan
                      > development dengan Ruby ?
                      Sepertinya belum ada Pak Alia, setahu saya. Mungkin
                      bisa jadi peluang bisnis ? :)

                      __________________________________________________
                      Do you Yahoo!?
                      Faith Hill - Exclusive Performances, Videos & More
                      http://faith.yahoo.com
                    • Edwin Pratomo
                      ... ya jelas, dibandinginnya sama C/C++ :-) ... Bisnis di Indonesia? ngga bisa lah. orang sini pake PHP. Bandinging aja jumlah subscribers milis2 phpug,
                      Message 10 of 11 , Oct 16, 2002
                      • 0 Attachment
                        Tedi Heriyanto wrote:
                        >
                        > --- Alia Amin <camin@...-offenburg.de> wrote:
                        > > Menurut pengalaman program yang dibuat dalam Ruby
                        > > mengurangi volume
                        > > source code sampai seperlimanya dibandingkan dengan
                        > > C/C++.
                        > Wah menarik sekali, sayang saya belum sempet
                        > mencoba-cobanya, lagi sibuk buat ujian. :)

                        ya jelas, dibandinginnya sama C/C++ :-)

                        >
                        > > Pertanyaan saya ada tidak di indonesia firma yang
                        > > serius melakukan
                        > > development dengan Ruby ?
                        > Sepertinya belum ada Pak Alia, setahu saya. Mungkin
                        > bisa jadi peluang bisnis ? :)

                        Bisnis di Indonesia? ngga bisa lah. orang sini pake PHP.
                        Bandinging aja jumlah subscribers milis2 phpug, id-perl, id-python,
                        id-ruby, javaid.

                        Teddy sendiri ngapain belajar Ruby? buat memuaskan nafsu hack? yg pasti
                        sih ngga dipake di kampus kan? :-)

                        --
                        rgds,
                        Edwin
                      • Tedi Heriyanto
                        ... Bukankah itu bisa jadi peluang, karena toh gak ada pesaingnya. :) id-ruby cuma 11 orang. :)) ... lagi explore bisa gak Ruby dipake buat aplikasi
                        Message 11 of 11 , Oct 16, 2002
                        • 0 Attachment
                          --- Edwin Pratomo <edwin@...> wrote:
                          > Bisnis di Indonesia? ngga bisa lah. orang sini pake
                          > PHP.
                          > Bandinging aja jumlah subscribers milis2 phpug,
                          > id-perl, id-python,
                          > id-ruby, javaid.
                          Bukankah itu bisa jadi peluang, karena toh gak ada
                          pesaingnya. :)

                          id-ruby cuma 11 orang. :))

                          > Teddy sendiri ngapain belajar Ruby? buat memuaskan
                          > nafsu hack?
                          lagi explore bisa gak Ruby dipake buat aplikasi
                          web-based...buat kebutuhan proyek translasi:)

                          > yg pasti sih ngga dipake di kampus kan? :-)
                          gak lah, soalnya kampusnya gak ada niatan ngajarin
                          kayak ginian. :)


                          __________________________________________________
                          Do you Yahoo!?
                          Faith Hill - Exclusive Performances, Videos & More
                          http://faith.yahoo.com
                        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.