Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Oh Reilly ?

Expand Messages
  • Kuncoro Wastuwibowo
    Hai :) ... Bener gitu buku Ruby Desukutufurifarensu (desktop reference???) mau diterjemahkan ke bahasa Inggris sama O Reilly ? Kok di site O Reilly nyaris
    Message 1 of 5 , Jul 9, 2001
      Hai :) ...

      Bener gitu buku "Ruby Desukutufurifarensu" (desktop reference???)
      mau diterjemahkan ke bahasa Inggris sama O'Reilly ? Kok di site
      O'Reilly nyaris nggak ketemu cerita tentang Ruby. Biasanya mereka
      cerita-cerita di site kalau mau nerbitin buku.

      :),

      Koen
    • Steven Haryanto
      ... karena budget o reilly itu mostly untuk perl :-) python kelas kedua, ruby kelas ketiga... (atau malah keempat+). -- sh
      Message 2 of 5 , Jul 9, 2001
        On 09/07/2001 17:22, Kuncoro Wastuwibowo wrote:
        >Hai :) ...
        >
        >Bener gitu buku "Ruby Desukutufurifarensu" (desktop reference???)
        >mau diterjemahkan ke bahasa Inggris sama O'Reilly ? Kok di site
        >O'Reilly nyaris nggak ketemu cerita tentang Ruby. Biasanya mereka
        >cerita-cerita di site kalau mau nerbitin buku.
        >
        >:),

        karena budget o'reilly itu mostly untuk perl :-) python kelas kedua,
        ruby kelas ketiga... (atau malah keempat+).

        --
        sh
      • Kuncoro Wastuwibowo
        ... Well, it explains something. Pantesan waktu saya nanya kapan buku C++ punya Oualline itu diupdate, dia bilang bahwa mereka mau nerbitin C++ in a Nutshell,
        Message 3 of 5 , Jul 9, 2001
          As written by Steven Haryanto at 20:18 09/07/01 +0700:
          >karena budget o'reilly itu mostly untuk perl :-) python kelas kedua,
          >ruby kelas ketiga... (atau malah keempat+).

          Well, it explains something. Pantesan waktu saya nanya kapan buku C++
          punya Oualline itu diupdate, dia bilang bahwa mereka mau nerbitin C++
          in a Nutshell, tapi nunggunya jangan sambil tahan nafas. Ternyata ada
          urutan prioritas berdasar budget yach ?

          OK. Aku belum terbiasa sama Ruby. Masih harus bolak-balik baca sana-sini
          sekedar untuk task yang sederhana sekalipun. Kayaknya lebih rumit dari
          Perl yach ?

          Alkisah, tadinya aku kerja sama sekelompok orang teknik (not too educated).
          Pekerjaan yang panjang itu aku otomatiskan dengan C klasik. Tapi kadang
          mereka perlu optimasi tertentu. Daripada aku sibuk modif program melulu,
          mereka aku suruh kursus C. Tapi baru beberapa orang, ternyata mereka
          nggak pas main di C. Jadi aku ajarin pakai AWK. Nggak sulit, soalnya mereka
          jadi udah sedikit paham sintaks C. Tapi untuk kalkulasi tertentu (ngitung
          trafik dengan iterasi panjang), AWK itu jadi mengesalkan. Juga fungsi-fungsinya
          terbatas, jadi banyak yang harus didefinisikan. Juga nggak praktis buat ngolah
          file biner (akhir-akhir ini banyak juga file trafik dalam ujud file biner).
          Jadi aku
          ajak bareng-bareng pindah ke Perl (versi lama, belum OOP), sambil akunya
          belajar juga. Buat aku sih, ini penemuan luar biasa. Tapi temen-temen aku
          mengeluhkan pemakaian simbol-simbol yang aneh kayak $flow[$[+$ix], yang
          suka bikin salah ketik dan sulit ditrace manual. Heh. Aku juga suka pusing kok.
          Sampai pocket-ref nya aku scan terus diprint di agenda biar selalu
          kebawa ke mana-mana.

          So, pertanyaannya, apakah Ruby bisa menolong? Atau dalam hal ini bakal
          bikin orang (dengan spek yang sudah dijelaskan di atas) lebih pusing lagi ?
          Atau Python ? (Aku belum pernah menyentuh binatang ini sih. Eh tapi katanya
          nama Python bukan diambil dari nama ular itu.)

          Oh ya, aku lupa cerita. Kantor kami nggak pakai Linux. Turbo C for DOS,
          awk for DOS, Perl for DOS. Linux dipakai orang IT aja.


          %% Kuncoro Wastuwibowo
          %% http://kun.co.ro - http://komunikasi.org
          %% kuncoro@...
          %% +44 24 76 86 87 47
        • Steven Haryanto
          ah, the battle of the languages. menurutku sih kasih aja buku perl, python, ruby. trus suruh mereka pilih sendiri deh, cocok/sreg dengan yang mana :) but
          Message 4 of 5 , Jul 10, 2001
            ah, the battle of the languages. menurutku sih kasih aja buku perl,
            python, ruby. trus suruh mereka pilih sendiri deh, cocok/sreg dengan
            yang mana :) but seriously, perl IMO kurang cocok sebagai bahasa
            pemula. python yang paling cocok, karena sintaksnya paling simpel.
            ruby is okay too, tapi si pemakainya sebaiknya grasp OO concepts
            dulu.

            tapi bukan berarti engineers/non-computer people pada gak pake perl.
            banyak juga loh yang pake. sebab keunggulan utama perl ada pada CPAN,
            kumpulan2 library kode yang bisa dipake.

            --
            sh

            On 10/07/2001 03:23, Kuncoro Wastuwibowo wrote:
            >Alkisah, tadinya aku kerja sama sekelompok orang teknik (not too educated).
            >Pekerjaan yang panjang itu aku otomatiskan dengan C klasik. Tapi kadang
            >mereka perlu optimasi tertentu. Daripada aku sibuk modif program melulu,
            >mereka aku suruh kursus C. Tapi baru beberapa orang, ternyata mereka
            >nggak pas main di C. Jadi aku ajarin pakai AWK. Nggak sulit, soalnya mereka
            >jadi udah sedikit paham sintaks C. Tapi untuk kalkulasi tertentu (ngitung
            >trafik dengan iterasi panjang), AWK itu jadi mengesalkan. Juga
            >fungsi-fungsinya
            >terbatas, jadi banyak yang harus didefinisikan. Juga nggak praktis buat ngolah
            >file biner (akhir-akhir ini banyak juga file trafik dalam ujud file biner).
            >Jadi aku
            >ajak bareng-bareng pindah ke Perl (versi lama, belum OOP), sambil akunya
            >belajar juga. Buat aku sih, ini penemuan luar biasa. Tapi temen-temen aku
            >mengeluhkan pemakaian simbol-simbol yang aneh kayak $flow[$[+$ix], yang
            >suka bikin salah ketik dan sulit ditrace manual. Heh. Aku juga
            >suka pusing kok.
            >Sampai pocket-ref nya aku scan terus diprint di agenda biar selalu
            >kebawa ke mana-mana.
            >
            >So, pertanyaannya, apakah Ruby bisa menolong? Atau dalam hal ini bakal
            >bikin orang (dengan spek yang sudah dijelaskan di atas) lebih pusing lagi ?
            >Atau Python ? (Aku belum pernah menyentuh binatang ini sih. Eh tapi katanya
            >nama Python bukan diambil dari nama ular itu.)
            >
            >Oh ya, aku lupa cerita. Kantor kami nggak pakai Linux. Turbo C for DOS,
            >awk for DOS, Perl for DOS. Linux dipakai orang IT aja.
          • Kuncoro Wastuwibowo
            ... Nggak kok. Tempat kita nggak mengenal battle of OS/language/anything. Yang dibahas cuman murni urusan teknis dan kesulitan aja. Mereka diajak pakai awk,
            Message 5 of 5 , Jul 10, 2001
              As written by Steven Haryanto at 15:59 10/07/01 +0700:
              >ah, the battle of the languages. menurutku sih kasih aja buku perl,
              >python, ruby. trus suruh mereka pilih sendiri deh, cocok/sreg dengan
              >yang mana :) but seriously, perl IMO kurang cocok sebagai bahasa
              >pemula. python yang paling cocok, karena sintaksnya paling simpel.
              >ruby is okay too, tapi si pemakainya sebaiknya grasp OO concepts
              >dulu.

              Nggak kok. Tempat kita nggak mengenal battle of OS/language/anything.
              Yang dibahas cuman murni urusan teknis dan kesulitan aja. Mereka
              diajak pakai awk, ikut, cuman kurang canggih untuk aplikasi yang diperlukan.
              Diajak pakai C, nurut. Cuman kelamaan kerjanya. Diajak pakai Perl, ikut,
              cuman terus ngaku bingung aja. Tapi tetap aja pakai Perl (non OO) sampai
              sekarang.

              OK, kalau Ruby dianjurkan buat OO designer sih, kayaknya biar aja mereka
              di Perl dulu yah.

              BTW, alih topik, Ruby penyebarannya cepat nggak ? I mean, kalau kita
              nemu Linux box, hampir dipastikan kita bisa menjalankan script Perl kita.
              Apa kira-kira Ruby juga bakal gitu ?

              Python kali menarik juga yah. Rada tertarik juga sih, cuman belum punya
              waktu buat belajarnya aja, soalnya konon sintaksnya rada jauh beda.
              Iseng ikutan milis-nya, sekedar buat feel the touch. OK, ntar OOT pula.


              %% Kuncoro Wastuwibowo
              %% http://kun.co.ro - http://komunikasi.org
              %% kuncoro@...
              %% +44 24 76 86 87 47
            Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.