Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [id-ruby] Belajar Ruby, mulai dari mana?

Expand Messages
  • Arie Kusuma Atmaja
    ... gw tambahin biar +bengong, trus abis gitu +semangat ngelmu = +otodidak ... lambda, eval, Proc, Enumerable, GC.start $sayang ~ gem list|grep ^[a-zA-Z]
    Message 1 of 22 , Feb 21, 2007
    • 0 Attachment
      Hendy Irawan wrote:
      > sedikit-banyak menyumbang). Mungkin yang paling banyak membuat orang bengong
      > adalah blok/closure/yield.

      gw tambahin biar +bengong, trus abis gitu +semangat ngelmu => +otodidak

      :D

      lambda, eval, Proc, Enumerable, GC.start

      $sayang ~ gem list|grep '^[a-zA-Z]' > [1]
      # hayo mana pak endy, pak hendy, pak andry, gem list|grep '^[a-zA-Z]'

      > - fresh newcomer: wah kereeeeeeeeeen... sekarang gimana cara bikin
      > Friendster pake ruby? ;-)

      dan ternyata di rails sudah terjawab dengan plugin is_friendship?
      ehehe gw belon nyoba, gw malah mikir bikin sendiri aja dijembatani
      has_many :through bla bla

      links:
      [1]http://ariekusumaatmaja.wordpress.com/2007/02/12/gem-survey/

      --
      Arie Kusuma Atmaja A.K.A Arie A.K.A ariekeren / YM! = riyari3
      http://ariekusumaatmaja.wordpress.com http://groups.yahoo.com/groups/id-ruby
      http://groups-beta.google.com/group/id-jp # mari praktik bercakap jepang!
      http://groups-beta.google.com/group/id-fr # mari praktik bercakap prancis!
      kaburrrr. jok ngowoh koyo wong ndeso katro' to, ngguyu ae yo le ^_^
    • diki@diki.or.id
      Bukannya cari aman, tapi saya pribadi setuju sama kedua metode di atas (dari Andry dan Hendy): 1. Kurikulum shaolin ala Andry dengan urutan Ruby objects.
      Message 2 of 22 , Feb 22, 2007
      • 0 Attachment
        Bukannya cari aman, tapi saya pribadi setuju sama kedua metode di atas
        (dari Andry dan Hendy):

        1. Kurikulum shaolin ala Andry dengan urutan Ruby objects. object
        lifetime, class, methods, blocks, iteration dst. (dan diakhiri dengan
        topik Ruby yg cool di realworld seperti Ruby on Rails atau Ruby/GTK
        misalnya) bakal sangat komprehensif dan ngehasilin Rubyist yg Ruby-way
        bgt. Konsep seperti ini bisa dilihat di buku Ruby Cookbook nya
        O'Reilly. Bakal boring ala textbook? Ya, mungkin banget. Tapi bisa
        diakalin dengan apa yg dibilang Andry: disisipkan contoh program yg
        sering dipake. Jadi kalaupun si murid jadi boring seperti yg
        dimisalkan Hendy, kita tetap tekankan minimal dia mengerti alur dan
        kerangka topik-topiknya. Jadi dia suatu saat tetap inget "oh problem
        gini nih soal blocks.. ruby-way nya gue lupa, tapi ada, pernah gue
        belajar di bagian anu anu.."

        2. Kurikulum quick start ala Hendy, ini enjoy banget.. bikin learning
        curvenya jadi lebih pendek (mungkin.. roughly). Dan tipikal pragmatic
        style seperti inilah menurut saya yang mengakselerasi banyak orang
        tertarik ke Ruby on Rails. Tapi ya itu tadi, sangat beresiko
        melahirkan uneducated Rubyist (seperti saya contohnya, hihi). Salah
        satu solusinya: orang yg tertarik belajar cara gini harus minimal:

        - selalu ada yg ngingetin soal ruby-way dan konsep-konsep yg bener,
        baik itu si tutor/buku yg memutuskan untuk ngajarin orang dengan quick
        start model begini, atau ada evangelist kaya arie-sensei yg kekeuh
        mengkampanyekan 'Ruby yg baek dan benar' di milis atau blog (sambil
        bawa2 cambuk dan keyboard sampe berbusa hehehe, tapi berarti banget
        loh, bikin kita tahu bahwa ada sisi lain yg harus diperhatikan selain
        'sekedar bisa' Ruby.. kokoro-kara domo arigatou gozaimasu
        arie-sensei!)
        - punya semangat ngelmu/ngoprek, jadi walaupun dia start ala cara 1
        atau 2, suatu saat pasti sering crossing ke cara 2 atau 1, pada
        perjalanannya saling melengkapi
        - openminded, nekat/berani nanya atau sharing code walaupun setelah
        itu dikoreksi atau dikritik pedes, baik di milis atau ngerilis
        opensource project kecil-kecilan untuk dioprek oleh publik

        So, belajar Ruby mulai dari mana? IMHO sih, kalau boleh dibikin hybrid
        .. pake cara nomor dua, tapi sering loncat ke basic-basic nomor 1 dan
        stick to Ruby-way?

        Regards,
        Niwatori
        www.diki.or.id
      • Andry S Huzain
        ... Jadi apa saja contoh programnya? Saya ada beberapa yang biasa digunakan. Eat my own dog s food: 1. File Monitor. Mirip-mirip tail, fungsinya ngecek dan
        Message 3 of 22 , Feb 22, 2007
        • 0 Attachment
          >
          > On 2/22/07, diki@... <diki@...> wrote:
          >
          > Bukannya cari aman, tapi saya pribadi setuju sama kedua metode di atas
          > (dari Andry dan Hendy):
          >
          > 1. Kurikulum shaolin ala Andry dengan urutan Ruby objects. object
          > lifetime, class, methods, blocks, iteration dst. (dan diakhiri dengan
          > topik Ruby yg cool di realworld seperti Ruby on Rails atau Ruby/GTK
          > misalnya) bakal sangat komprehensif dan ngehasilin Rubyist yg Ruby-way
          > bgt. Konsep seperti ini bisa dilihat di buku Ruby Cookbook nya
          > O'Reilly. Bakal boring ala textbook? Ya, mungkin banget. Tapi bisa
          > diakalin dengan apa yg dibilang Andry: disisipkan contoh program yg
          > sering dipake. Jadi kalaupun si murid jadi boring seperti yg
          > dimisalkan Hendy, kita tetap tekankan minimal dia mengerti alur dan
          > kerangka topik-topiknya. Jadi dia suatu saat tetap inget "oh problem
          > gini nih soal blocks.. ruby-way nya gue lupa, tapi ada, pernah gue
          > belajar di bagian anu anu.."


          Jadi apa saja contoh programnya? Saya ada beberapa yang biasa digunakan. Eat
          my own dog's food:
          1. File Monitor. Mirip-mirip tail, fungsinya ngecek dan menampilkan isi log
          file dengan pattern layout standard log4*. Di linux sih ga masalah, tapi di
          Windows ga ada 'tail'. Ada tail for Windows, tapi gw males install. Mending
          pake 1 file yang bisa dicustomize sendiri di OS apapun.
          Konsep: endless loop dan file system. 20 baris saja.

          2. Web scrapper. Input: Detik.com, output: flat textfile.
          Sedang saya kerjakan (kenapa? karena saya benci web page yang nggak publish
          full feed :D).
          Mungkin 100-150 baris.
          Konsep: library/modules (open-uri), web programming, dan regex.

          3. Ada saran/sumbangan yang lain?

          Penyadaran bahwa Ruby bukan Rails itu yang paling penting. Kalau sudah dapet
          "AHA" dari ini, maka bisa menjawab pertanyaan yang lebih gila lagi :
          "Kenapa bahasa yang lain (Java, PHP, PERL, c#, dll) tidak memiliki web
          application framework seperti Rails?"


          2. Kurikulum quick start ala Hendy, ini enjoy banget.. bikin learning
          > curvenya jadi lebih pendek (mungkin.. roughly). Dan tipikal pragmatic
          > style seperti inilah menurut saya yang mengakselerasi banyak orang
          > tertarik ke Ruby on Rails. Tapi ya itu tadi, sangat beresiko
          > melahirkan uneducated Rubyist (seperti saya contohnya, hihi). Salah
          > satu solusinya: orang yg tertarik belajar cara gini harus minimal:
          >
          > - selalu ada yg ngingetin soal ruby-way dan konsep-konsep yg bener,
          > baik itu si tutor/buku yg memutuskan untuk ngajarin orang dengan quick
          > start model begini, atau ada evangelist kaya arie-sensei yg kekeuh
          > mengkampanyekan 'Ruby yg baek dan benar' di milis atau blog (sambil
          > bawa2 cambuk dan keyboard sampe berbusa hehehe, tapi berarti banget
          > loh, bikin kita tahu bahwa ada sisi lain yg harus diperhatikan selain
          > 'sekedar bisa' Ruby.. kokoro-kara domo arigatou gozaimasu
          > arie-sensei!)
          > - punya semangat ngelmu/ngoprek, jadi walaupun dia start ala cara 1
          > atau 2, suatu saat pasti sering crossing ke cara 2 atau 1, pada
          > perjalanannya saling melengkapi
          > - openminded, nekat/berani nanya atau sharing code walaupun setelah
          > itu dikoreksi atau dikritik pedes, baik di milis atau ngerilis
          > opensource project kecil-kecilan untuk dioprek oleh publik
          >
          > So, belajar Ruby mulai dari mana? IMHO sih, kalau boleh dibikin hybrid
          > .. pake cara nomor dua, tapi sering loncat ke basic-basic nomor 1 dan
          > stick to Ruby-way?


          Kadang ke Ruby, kadang ke Rails, kadang ke Maverick/Struts/SpringMVC/Castle
          MonoRails/ dst. Sesuai kebutuhan dan keinginan.
          We dont call ourselves "pragmatic" for nothing, right?

          Regards,
          > Niwatori
          > www.diki.or.id
          >

          --
          http://andryshuzain.com


          [Non-text portions of this message have been removed]
        • Arie Kusuma Atmaja
          ... ehm.. jangan gitu-gitu amat dong :D gw sendiri sebetulnya tau caranya tapi nggak gw publish di publik (taroh di blog ato di mana aja). kan katanya kita
          Message 4 of 22 , Feb 22, 2007
          • 0 Attachment
            Andry S Huzain wrote:
            > 2. Web scrapper. Input: Detik.com, output: flat textfile.
            > Sedang saya kerjakan (kenapa? karena saya benci web page yang nggak publish
            > full feed :D).

            ehm.. jangan gitu-gitu amat dong :D gw sendiri sebetulnya tau caranya
            tapi nggak gw publish di publik (taroh di blog ato di mana aja). kan
            katanya kita (gw, elo, dkk, yg sering dipanggil2 bos oleh kebanyakan
            orang, padahal sih biasa-biasa aja) juga berteman baik dengan Detik.

            LOL :D

            > Mungkin 100-150 baris.
            > Konsep: library/modules (open-uri), web programming, dan regex.

            nggak usah repot-repot pak andry, ada teman kita mbah ~why yg uda
            bikinin hpricot[1], tinggal doc.search(polanya) #dilanjutkan sendiri,
            tapi cukup buat diri sendiri loh ya, jangan sampe jadi musuhan sama
            teman sendiri kayak detik & bos-bos lain ya hehehehehehe

            links:
            [1]http://localhost:8808/doc_root/hpricot-0.5/rdoc/index.html

            ups.. kalo setelah ini ada anonymous pake hpricot ngubek2 detik gw gak
            tanggung jawab ya, gw uda ingetin nih # ngacirr

            --
            Arie Kusuma Atmaja A.K.A Arie A.K.A ariekeren / YM! = riyari3
            http://ariekusumaatmaja.wordpress.com http://groups.yahoo.com/groups/id-ruby
            http://groups-beta.google.com/group/id-jp # mari praktik bercakap jepang!
            http://groups-beta.google.com/group/id-fr # mari praktik bercakap prancis!
            ssst.. yg orang detik, yg bos-bos, udah yaa .. ngomong yg selain detik ya
          • Hendy Irawan
            ... Sekedar info, buat rekan2 yang tertarik dengan ide tersebut (web scraping), cara gampangnya menggunakan scrubyt ( http://scrubyt.org/ ). Scrubyt
            Message 5 of 22 , Feb 22, 2007
            • 0 Attachment
              On 2/22/07, Arie Kusuma Atmaja <ariekusumaatmaja@...> wrote:
              >
              > Andry S Huzain wrote:
              > > 2. Web scrapper. Input: Detik.com, output: flat textfile.
              > > Sedang saya kerjakan (kenapa? karena saya benci web page yang nggak
              > publish
              > > full feed :D).
              >
              > ehm.. jangan gitu-gitu amat dong :D gw sendiri sebetulnya tau caranya
              > tapi nggak gw publish di publik (taroh di blog ato di mana aja). kan
              > katanya kita (gw, elo, dkk, yg sering dipanggil2 bos oleh kebanyakan
              > orang, padahal sih biasa-biasa aja) juga berteman baik dengan Detik.
              >
              > LOL :D
              >
              > > Mungkin 100-150 baris.
              > > Konsep: library/modules (open-uri), web programming, dan regex.
              >
              > nggak usah repot-repot pak andry, ada teman kita mbah ~why yg uda
              > bikinin hpricot[1], tinggal doc.search(polanya) #dilanjutkan sendiri,
              > tapi cukup buat diri sendiri loh ya, jangan sampe jadi musuhan sama
              > teman sendiri kayak detik & bos-bos lain ya hehehehehehe
              >
              > links:
              > [1]http://localhost:8808/doc_root/hpricot-0.5/rdoc/index.html
              >
              > ups.. kalo setelah ini ada anonymous pake hpricot ngubek2 detik gw gak
              > tanggung jawab ya, gw uda ingetin nih # ngacirr
              >
              > --
              > Arie Kusuma Atmaja A.K.A Arie A.K.A ariekeren / YM! = riyari3


              Sekedar info, buat rekan2 yang tertarik dengan ide tersebut (web scraping),
              cara gampangnya menggunakan scrubyt ( http://scrubyt.org/ ). Scrubyt
              merupakan kombinasi dari hpricot + mechanize + some bumbu2 pilihan :-)

              Tulisan pribadi saya yang berhubungan tentang ini:
              http://web2withrubyonrails.gauldong.net/2006/11/02/the-unbelievably-easy-way-to-steal-other-web-sites-addictively-amazing/
              http://web2withrubyonrails.gauldong.net/2006/11/03/memoirs-of-a-friendster-scraper-called-bete/

              --
              Hendy Irawan
              Web: http://hendy.gauldong.net
              Mobile: +62 856 24889899
              Yahoo Messenger: ceefour666
              LinkedIn: http://www.linkedin.com/in/ceefour


              [Non-text portions of this message have been removed]
            • Andry S Huzain
              ... Wah, saya malah baru tau kalo ada Scrubyt :D http://andryshuzain.com [Non-text portions of this message have been removed]
              Message 6 of 22 , Feb 22, 2007
              • 0 Attachment
                >
                > On 2/22/07, Hendy Irawan <gauldong@...> wrote:
                >
                > Sekedar info, buat rekan2 yang tertarik dengan ide tersebut (web
                > scraping),
                > cara gampangnya menggunakan scrubyt ( http://scrubyt.org/ ). Scrubyt
                > merupakan kombinasi dari hpricot + mechanize + some bumbu2 pilihan :-)
                >
                > Tulisan pribadi saya yang berhubungan tentang ini:
                >
                > http://web2withrubyonrails.gauldong.net/2006/11/02/the-unbelievably-easy-way-to-steal-other-web-sites-addictively-amazing/
                >
                > http://web2withrubyonrails.gauldong.net/2006/11/03/memoirs-of-a-friendster-scraper-called-bete/


                Wah, saya malah baru tau kalo ada Scrubyt :D



                http://andryshuzain.com


                [Non-text portions of this message have been removed]
              • Arie Kusuma Atmaja
                ... pake mechanize dan keluarga2 hpricot (seperti scrubyt) itu bahkan gmail aja bisa di scrape pak andry :D ada tutorialnya tuh (linknya gw males copy/paste,
                Message 7 of 22 , Feb 22, 2007
                • 0 Attachment
                  Andry S Huzain wrote:
                  >> On 2/22/07, Hendy Irawan <gauldong@...> wrote:
                  >>
                  >> Sekedar info, buat rekan2 yang tertarik dengan ide tersebut (web
                  >> scraping),
                  >> cara gampangnya menggunakan scrubyt ( http://scrubyt.org/ ). Scrubyt
                  >> merupakan kombinasi dari hpricot + mechanize + some bumbu2 pilihan :-)
                  >>
                  >> Tulisan pribadi saya yang berhubungan tentang ini:
                  >>
                  >> http://web2withrubyonrails.gauldong.net/2006/11/02/the-unbelievably-easy-way-to-steal-other-web-sites-addictively-amazing/
                  >>
                  >> http://web2withrubyonrails.gauldong.net/2006/11/03/memoirs-of-a-friendster-scraper-called-bete/
                  >
                  >
                  > Wah, saya malah baru tau kalo ada Scrubyt :D
                  >

                  pake mechanize dan keluarga2 hpricot (seperti scrubyt) itu bahkan gmail
                  aja bisa di scrape pak andry :D ada tutorialnya tuh (linknya gw males
                  copy/paste, dicari sendiri pasti bentar dapet).

                  --
                  Arie Kusuma Atmaja A.K.A Arie A.K.A ariekeren / YM! = riyari3
                  http://ariekusumaatmaja.wordpress.com http://groups.yahoo.com/groups/id-ruby
                  http://groups-beta.google.com/group/id-jp # mari praktik bercakap jepang!
                  http://groups-beta.google.com/group/id-fr # mari praktik bercakap prancis!
                • kojack_bro
                  huuuh... rame juga ikut ngabandungan (nimrung):d btw saya baru neeh belajar Ruby kira2 baru 2bulanan... sekedar bagi2 pengalaman untuk belajar ruby yang
                  Message 8 of 22 , Feb 23, 2007
                  • 0 Attachment
                    huuuh... rame juga ikut ngabandungan (nimrung):d
                    btw saya baru neeh belajar Ruby kira2 baru 2bulanan...


                    sekedar bagi2 pengalaman untuk belajar ruby yang penting adalah
                    semangat juang 45 yang menuju kemerdekaan.. he3.
                    untuk memperkenalkan Ruby kepada orang yang awam seperti sayah(Hiks..)
                    harus ditujukin dulu kemerdekaan nya, baru deh semangat untuk meraih
                    kemerdekaan nya kebakar(angus boo)..

                    nah setelah itu sedikit demi sedikit kenalin deh urutan Ruby objects
                    yang di kombinasikan dengan pragmatic style. saya rasa cukup menyenang
                    kan (walau harus buka kamus bahasa ingris Hiks...)

                    So untuk yang mau mulai belajar bersemangatlah karena kemerdekaan&ilmu
                    pengetahuan adalah hak segala bangsa... heuheuy...

                    thank's
                  • webbymonk
                    Saya sendiri di kampus pertama kali diajarkan itu programming C, yang masih struktural language,ketika dapet C++ jadi agak bingung karena kebiasaan di C, blum
                    Message 9 of 22 , Feb 23, 2007
                    • 0 Attachment
                      Saya sendiri di kampus pertama kali diajarkan itu programming C, yang
                      masih struktural language,ketika dapet C++ jadi agak bingung karena
                      kebiasaan di C, blum terbiasa dengan yang namanya Object
                      Oriented,,Kemudian diajarin lagi Java,,,terus dapet JSP diajari konsep
                      MVC,,wah pusing deh,,baru2 dapet VB lagi :(

                      Tapi smua itu hanya sebatas konsep tidak diajarkan mendalam di kampus.
                      Skarang baru mau belajar Ruby nih,baca berulang2 baru bener2 mengerti
                      yang namanya MVC itu..ternyata seru juga...

                      Background saya sendiri itu designer,,tp kepengen mendalamin satu
                      programming biar bisa cari makan nantinya, huehuehue..

                      Bener juga kata pak Hendy,mesti ikutin gaya latihan Shaolin :D mesti
                      belajar dari dasar kuda2 dulu,,Untung saja, saya uda punya dasar2 yang
                      diajarin di kampus, jadi lebih mudah mengerti apa yg namanya Ruby...
                    • Hendy Irawan
                      ... Saya setuju dengan mas webbymonk. Sangat bagus untuk belajar dari dasar, mulai dari program terstruktur, object oriented, sampai dinamis seperti Ruby. Dan
                      Message 10 of 22 , Feb 23, 2007
                      • 0 Attachment
                        On 2/23/07, webbymonk <webbymonk@...> wrote:
                        >
                        > Saya sendiri di kampus pertama kali diajarkan itu programming C, yang
                        > masih struktural language,ketika dapet C++ jadi agak bingung karena
                        > kebiasaan di C, blum terbiasa dengan yang namanya Object
                        > Oriented,,Kemudian diajarin lagi Java,,,terus dapet JSP diajari konsep
                        > MVC,,wah pusing deh,,baru2 dapet VB lagi :(
                        >
                        > Tapi smua itu hanya sebatas konsep tidak diajarkan mendalam di kampus.
                        > Skarang baru mau belajar Ruby nih,baca berulang2 baru bener2 mengerti
                        > yang namanya MVC itu..ternyata seru juga...
                        >
                        > Background saya sendiri itu designer,,tp kepengen mendalamin satu
                        > programming biar bisa cari makan nantinya, huehuehue..
                        >
                        > Bener juga kata pak Hendy,mesti ikutin gaya latihan Shaolin :D mesti
                        > belajar dari dasar kuda2 dulu,,Untung saja, saya uda punya dasar2 yang
                        > diajarin di kampus, jadi lebih mudah mengerti apa yg namanya Ruby...


                        Saya setuju dengan mas webbymonk.

                        Sangat bagus untuk belajar dari dasar, mulai dari program terstruktur,
                        object oriented, sampai dinamis seperti Ruby.

                        Dan kalau kita belajar mulai dari very high level language seperti Ruby
                        sebelum belajar yang level-level "rendahan" (baca: low-level language lho
                        yah) (misalnya C, apalagi assembly) sepertinya bagus juga. Kalo dari awal
                        sudah dibiasakan untuk berpikir "dinamis", maka cara berpikir pemrogramannya
                        dari awal sudah seperti itu. Mereka yang bahasa pemrogramannya dari awal
                        adalah Ruby, jika mengenal C++ atau C atau Java mungkin akan cepat merasa
                        mual. ;-)

                        Sedangkan mereka yang sudah pernah belajar bahasa tingkat agak rendah...
                        akan merasa bahwa "wow Ruby ini asyik banget" tapi akan butuh waktu cukup
                        lama untuk menyesuaikan diri dengan gaya Ruby (the Ruby way katanya).
                        Apalagi kalo bertahap: dari C, ke C++, ke Java, ke C#, ke Ruby... Dari
                        tiap-tiap tahapan tersebut membutuhkan masa transisi dan adaptasi yang cukup
                        memakan waktu. (if not to say "boring", meski memang sangat berguna untuk
                        pengembangan wawasan & menekankan pemahaman secara konseptual)

                        Nggak pernah fresh graduate SMU untuk belajar Ruby as first programming
                        language?
                        Kenapa nggak kita coba? :-)

                        --
                        Hendy Irawan
                        Web: http://hendy.gauldong.net
                        Mobile: +62 856 24889899
                        Yahoo Messenger: ceefour666
                        LinkedIn: http://www.linkedin.com/in/ceefour


                        [Non-text portions of this message have been removed]
                      • Hendy Irawan
                        ... Sebagai tambahan, belajar bahasa pemrograman yang lain sebelum belajar Ruby... are you sure it s worth it? ... I mean, hello, a whole book hanya untuk
                        Message 11 of 22 , Feb 23, 2007
                        • 0 Attachment
                          On 2/24/07, Hendy Irawan <gauldong@...> wrote:
                          >
                          > On 2/23/07, webbymonk <webbymonk@...> wrote:
                          > >
                          > > Saya sendiri di kampus pertama kali diajarkan itu programming C, yang
                          > > masih struktural language,ketika dapet C++ jadi agak bingung karena
                          > > kebiasaan di C, blum terbiasa dengan yang namanya Object
                          > > Oriented,,Kemudian diajarin lagi Java,,,terus dapet JSP diajari konsep
                          > > MVC,,wah pusing deh,,baru2 dapet VB lagi :(
                          > >
                          > > Tapi smua itu hanya sebatas konsep tidak diajarkan mendalam di kampus.
                          > > Skarang baru mau belajar Ruby nih,baca berulang2 baru bener2 mengerti
                          > > yang namanya MVC itu..ternyata seru juga...
                          > >
                          > > Background saya sendiri itu designer,,tp kepengen mendalamin satu
                          > > programming biar bisa cari makan nantinya, huehuehue..
                          > >
                          > > Bener juga kata pak Hendy,mesti ikutin gaya latihan Shaolin :D mesti
                          > > belajar dari dasar kuda2 dulu,,Untung saja, saya uda punya dasar2 yang
                          > > diajarin di kampus, jadi lebih mudah mengerti apa yg namanya Ruby...
                          >
                          >
                          > Saya setuju dengan mas webbymonk.
                          >
                          > Sangat bagus untuk belajar dari dasar, mulai dari program terstruktur,
                          > object oriented, sampai dinamis seperti Ruby.
                          >
                          > Dan kalau kita belajar mulai dari very high level language seperti Ruby
                          > sebelum belajar yang level-level "rendahan" (baca: low-level language lho
                          > yah) (misalnya C, apalagi assembly) sepertinya bagus juga. Kalo dari awal
                          > sudah dibiasakan untuk berpikir "dinamis", maka cara berpikir pemrogramannya
                          > dari awal sudah seperti itu. Mereka yang bahasa pemrogramannya dari awal
                          > adalah Ruby, jika mengenal C++ atau C atau Java mungkin akan cepat merasa
                          > mual. ;-)
                          >
                          > Sedangkan mereka yang sudah pernah belajar bahasa tingkat agak rendah...
                          > akan merasa bahwa "wow Ruby ini asyik banget" tapi akan butuh waktu cukup
                          > lama untuk menyesuaikan diri dengan gaya Ruby (the Ruby way katanya).
                          > Apalagi kalo bertahap: dari C, ke C++, ke Java, ke C#, ke Ruby... Dari
                          > tiap-tiap tahapan tersebut membutuhkan masa transisi dan adaptasi yang cukup
                          > memakan waktu. (if not to say "boring", meski memang sangat berguna untuk
                          > pengembangan wawasan & menekankan pemahaman secara konseptual)
                          >
                          > Nggak pernah fresh graduate SMU untuk belajar Ruby as first programming
                          > language?
                          > Kenapa nggak kita coba? :-)


                          Sebagai tambahan, belajar bahasa pemrograman yang lain sebelum belajar
                          Ruby... are you sure it's worth it?

                          From Weigi Gao<http://www.weiqigao.com/blog/2007/01/20/java_generics_let_the_other_shoe_drop.html>:

                          > My recent reading<http://www.weiqigao.com/blog/2007/01/18/thursday_java_generics_quiz.html>of the O'Reilly book Java
                          > Generics and Collections <http://www.oreilly.com/catalog/javagenerics/>convinced me that Java generics is too much trouble for too little gain for
                          > the average Java developer like me.
                          >
                          > Eric commented<http://www.weiqigao.com/blog/2007/01/18/thursday_java_generics_quiz.html#comment1169160780954>"This is too hard. Sigh." And I agree. And in my frustration I posted a
                          > comment <http://java.net/cs/user/view/cs_msg/34816> to the Java.net poll
                          > on What one feature would you most like to see in JDK 7?<http://java.net/pub/pq/142>
                          > :
                          >
                          > Me <http://java.net/cs/user/view/cs_msg/34816>: My biggest wish for a
                          > future version of Java, not necessarily Java 7, is to have the other half of
                          > Java generics (runtime support for generic types) implemented, thus removing
                          > the need for erasure.
                          >
                          > I believe I'm not <http://java.net/cs/user/view/cs_msg/34822> alone<http://java.net/cs/user/view/cs_msg/34793>in this desire.
                          >
                          I mean, hello, a whole book hanya untuk mempelajari... array? ;-)

                          [yep, this can be categorized as a mock to Java, although... I love
                          Java<http://java.gauldong.net/>!]
                          :-)

                          --
                          Hendy Irawan
                          Web: http://hendy.gauldong.net
                          Mobile: +62 856 24889899
                          Yahoo Messenger: ceefour666
                          LinkedIn: http://www.linkedin.com/in/ceefour


                          [Non-text portions of this message have been removed]
                        • Endy Muhardin
                          Hmm .... gara-gara posting blog gw dibawa-bawa... jadi terpanggil untuk ngasi komen. Pada komik Kenji seri ke-21, diceritakan tentang kehidupan sang maestro
                          Message 12 of 22 , Feb 25, 2007
                          • 0 Attachment
                            Hmm .... gara-gara posting blog gw dibawa-bawa... jadi terpanggil
                            untuk ngasi komen.

                            Pada komik Kenji seri ke-21, diceritakan tentang kehidupan sang
                            maestro kungfu delapan mata angin, Lie Syo Bun.

                            Konon, murid-muridnya master Lie, selama enam bulan pertama
                            pelajarannya cuma disuruh pasang kuda-kuda. Nothing more.

                            Suatu hari, ada murid yang nyeletuk (melihat komentarnya, mungkin
                            berasal dari Indonesia).
                            Dia bilang, "Master, masa sudah enam bulan kita cuma disuruh jongkok
                            saja ?". Yang dimaksud dengan jongkok sepertinya adalah kuda-kuda
                            tersebut.

                            Master Lie menjawab singkat, "Di sini saya mengajarkan ilmu beladiri,
                            bukan senam kesehatan. Kalau tidak suka, pindah saja ke perguruan
                            lain, pasti sudah diajari memukul dan menendang".

                            Beberapa hari setelah insiden tersebut, master Lie sedang berada di
                            luar kota. Ada seorang guru dari perguruan sebelah lewat sambil
                            mengejek. Salah satu murid yang mencoba membela diri bahkan dipukul.

                            Setelah master Lie pulang, dia melihat salah satu muridnya lebam. Dan
                            segera menuju ke perguruan sebelah tersebut.
                            Begitu datang, dia langsung mentertawakan latihan di perguruan
                            tersebut, "Yang seperti ini kalian bilang bela diri??"

                            Gurunya tidak terima, lalu maju, "Oh, rupanya Lie tidak terima
                            muridnya saya pukul. Mari sini biar saya beri pelajaran".

                            Master Lie maju, mengeluarkan pukulan ringan, dan guru tersebut
                            langsung tewas di tempat.

                            End of story ...

                            Morale of the story is, belajarlah basicnya. Then all framework will be easy.
                            Agree dengan mas Andry dan mas Arie.
                            Fundamental is the key.

                            Kalo cuma tertarik belajar Rails aja, sebulan-dua bulan akan menemui
                            kesulitan dan segera bertemu dengan jalan buntu

                            --
                            Endy Muhardin
                            http://endy.artivisi.com
                            Y! : endymuhardin
                            -- life learn contribute --
                          • Arie Kusuma Atmaja
                            Pak Andry, lo keduluan ama KoranKu Pak Rofiq :) Ato mo mbikin ala Windows/Linux nya? ;-) sayang:~/Documents/opensource-projects arie$ wget -nc
                            Message 13 of 22 , Mar 2, 2007
                            • 0 Attachment
                              Pak Andry, lo keduluan ama KoranKu Pak Rofiq :) Ato mo mbikin ala
                              Windows/Linux nya? ;-)

                              sayang:~/Documents/opensource-projects arie$ wget -nc
                              http://side.mrofiq.com/KoranKu.zip
                              --15:12:48-- http://side.mrofiq.com/KoranKu.zip
                              => `KoranKu.zip'
                              Resolving side.mrofiq.com... 208.97.163.216
                              Connecting to side.mrofiq.com|208.97.163.216|:80... connected.
                              HTTP request sent, awaiting response... 200 OK
                              Length: 103,004 (101K) [application/zip]

                              100%[===============================================================>]
                              103,004 13.34K/s ETA 00:00

                              15:12:57 (13.32 KB/s) - `KoranKu.zip' saved [103004/103004]

                              sayang:~/Documents/opensource-projects arie$ unzip KoranKu.zip
                              Archive: KoranKu.zip
                              creating: KoranKu.app/
                              creating: KoranKu.app/Contents/
                              inflating: KoranKu.app/Contents/Info.plist
                              creating: KoranKu.app/Contents/MacOS/
                              inflating: KoranKu.app/Contents/MacOS/KoranKu
                              inflating: KoranKu.app/Contents/PkgInfo
                              creating: KoranKu.app/Contents/Resources/
                              inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/Credits.html
                              creating: KoranKu.app/Contents/Resources/English.lproj/
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/English.lproj/InfoPlist.strings
                              creating: KoranKu.app/Contents/Resources/English.lproj/MainMenu.nib/
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/English.lproj/MainMenu.nib/classes.nib
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/English.lproj/MainMenu.nib/info.nib
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/English.lproj/MainMenu.nib/keyedobjects.nib
                              inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/mydelicious32x32.png
                              inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/RunScript.tiff
                              creating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/
                              creating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/
                              inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/hash-up.rb
                              creating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/optparse/
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/optparse/date.rb
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/optparse/shellwords.rb
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/optparse/time.rb
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/optparse/uri.rb
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/optparse/version.rb
                              inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/optparse.rb
                              creating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/uri/
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/uri/common.rb
                              inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/uri/ftp.rb
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/uri/generic.rb
                              inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/uri/http.rb
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/uri/https.rb
                              inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/uri/ldap.rb
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/uri/mailto.rb
                              inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/uri.rb
                              creating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/
                              creating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/builder/
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/builder/blankslate.rb
                              inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/builder/xchar.rb
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/builder/xmlbase.rb
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/builder/xmlevents.rb
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/builder/xmlmarkup.rb
                              inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/builder.rb
                              creating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/feeder/
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/feeder/detik_finance.rb
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/feeder/detik_hot.rb
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/feeder/detik_news.rb
                              inflating:
                              KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/feeder/detik_sport.rb
                              inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/feeder.rb
                              inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/rssfeeder
                              creating: KoranKu.app/Contents/Resources Disabled/
                              sayang:~/Documents/opensource-projects arie$ ls
                              KoranKu.app/ KoranKu.zip svn-commit.tmp~ toombila/
                              sayang:~/Documents/opensource-projects arie$ open .
                              sayang:~/Documents/opensource-projects arie$ cd KoranKu.app/
                              sayang:~/Documents/opensource-projects/KoranKu.app arie$ ls
                              Contents/
                              sayang:~/Documents/opensource-projects/KoranKu.app arie$ cd Contents/
                              sayang:~/Documents/opensource-projects/KoranKu.app/Contents arie$ ls
                              Info.plist MacOS/ PkgInfo Resources/
                              Resources Disabled/
                              sayang:~/Documents/opensource-projects/KoranKu.app/Contents arie$ ls -R
                              Info.plist MacOS/ PkgInfo Resources/
                              Resources Disabled/

                              ./MacOS:
                              KoranKu*

                              ./Resources:
                              Credits.html RunScript.tiff scripts/
                              English.lproj/ mydelicious32x32.png

                              ./Resources/English.lproj:
                              InfoPlist.strings MainMenu.nib/

                              ./Resources/English.lproj/MainMenu.nib:
                              classes.nib info.nib keyedobjects.nib

                              ./Resources/scripts:
                              extra-lib/ lib/ rssfeeder*

                              ./Resources/scripts/extra-lib:
                              hash-up.rb optparse/ optparse.rb uri/ uri.rb

                              ./Resources/scripts/extra-lib/optparse:
                              date.rb shellwords.rb time.rb uri.rb version.rb

                              ./Resources/scripts/extra-lib/uri:
                              common.rb ftp.rb generic.rb http.rb https.rb ldap.rb
                              mailto.rb

                              ./Resources/scripts/lib:
                              builder/ builder.rb feeder/ feeder.rb

                              ./Resources/scripts/lib/builder:
                              blankslate.rb xchar.rb xmlbase.rb xmlevents.rb xmlmarkup.rb

                              ./Resources/scripts/lib/feeder:
                              detik_finance.rb detik_hot.rb detik_news.rb* detik_sport.rb

                              ./Resources Disabled:
                              sayang:~/Documents/opensource-projects/KoranKu.app/Contents arie$ e .
                              sayang:~/Documents/opensource-projects/KoranKu.app/Contents arie$

                              gw sendiri malah belum nyobain di mac gw sih (males/ga sempat). seneng
                              aja gw liat ruby codingnya :))

                              Arie Kusuma Atmaja wrote:
                              > Andry S Huzain wrote:
                              >> 2. Web scrapper. Input: Detik.com, output: flat textfile.
                              >> Sedang saya kerjakan (kenapa? karena saya benci web page yang nggak
                              >> publish
                              >> full feed :D).
                              >
                              > ehm.. jangan gitu-gitu amat dong :D gw sendiri sebetulnya tau caranya
                              > tapi nggak gw publish di publik (taroh di blog ato di mana aja). kan
                              > katanya kita (gw, elo, dkk, yg sering dipanggil2 bos oleh kebanyakan
                              > orang, padahal sih biasa-biasa aja) juga berteman baik dengan Detik.
                              >
                              > LOL :D
                              >
                              >> Mungkin 100-150 baris.
                              >> Konsep: library/modules (open-uri), web programming, dan regex.
                              >
                              > nggak usah repot-repot pak andry, ada teman kita mbah ~why yg uda
                              > bikinin hpricot[1], tinggal doc.search(polanya) #dilanjutkan sendiri,
                              > tapi cukup buat diri sendiri loh ya, jangan sampe jadi musuhan sama
                              > teman sendiri kayak detik & bos-bos lain ya hehehehehehe
                              >
                              > links:
                              > [1]http://localhost:8808/doc_root/hpricot-0.5/rdoc/index.html
                              >
                              > ups.. kalo setelah ini ada anonymous pake hpricot ngubek2 detik gw gak
                              > tanggung jawab ya, gw uda ingetin nih # ngacirr
                              >


                              --
                              Arie Kusuma Atmaja A.K.A Arie A.K.A ariekeren / YM! = riyari3
                              http://ariekusumaatmaja.wordpress.com http://groups.yahoo.com/groups/id-ruby
                              http://groups-beta.google.com/group/id-jp # mari praktik bercakap jepang!
                              http://groups-beta.google.com/group/id-fr # mari praktik bercakap prancis!
                            Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.