Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [id-ruby] Belajar Ruby, mulai dari mana?

Expand Messages
  • Arie Kusuma Atmaja
    ... gw tambahin biar +bengong, trus abis gitu +semangat ngelmu = +otodidak ... lambda, eval, Proc, Enumerable, GC.start $sayang ~ gem list|grep ^[a-zA-Z]
    Message 1 of 22 , Feb 21, 2007
    • 0 Attachment
      Hendy Irawan wrote:
      > sedikit-banyak menyumbang). Mungkin yang paling banyak membuat orang bengong
      > adalah blok/closure/yield.

      gw tambahin biar +bengong, trus abis gitu +semangat ngelmu => +otodidak

      :D

      lambda, eval, Proc, Enumerable, GC.start

      $sayang ~ gem list|grep '^[a-zA-Z]' > [1]
      # hayo mana pak endy, pak hendy, pak andry, gem list|grep '^[a-zA-Z]'

      > - fresh newcomer: wah kereeeeeeeeeen... sekarang gimana cara bikin
      > Friendster pake ruby? ;-)

      dan ternyata di rails sudah terjawab dengan plugin is_friendship?
      ehehe gw belon nyoba, gw malah mikir bikin sendiri aja dijembatani
      has_many :through bla bla

      links:
      [1]http://ariekusumaatmaja.wordpress.com/2007/02/12/gem-survey/

      --
      Arie Kusuma Atmaja A.K.A Arie A.K.A ariekeren / YM! = riyari3
      http://ariekusumaatmaja.wordpress.com http://groups.yahoo.com/groups/id-ruby
      http://groups-beta.google.com/group/id-jp # mari praktik bercakap jepang!
      http://groups-beta.google.com/group/id-fr # mari praktik bercakap prancis!
      kaburrrr. jok ngowoh koyo wong ndeso katro' to, ngguyu ae yo le ^_^
    • Hendy Irawan
      ... Kathy Sierra baru saja menulis artikel yang cukup
      Message 2 of 22 , Feb 22, 2007
      • 0 Attachment
        On 2/22/07, Andry S Huzain <andryshuzain@...> wrote:
        >
        > Sepi nih milisnya :)
        >
        > Semalem saya baca blog bos Endy :
        > http://endy.artivisi.com/blog/java/belajar-java-mulai-dari-mana/.
        > Jadi penasaran nih, kira2 kalo untuk Ruby bagaimana ya 'kurikulum'nya?
        >
        > Target audience Level 100 (syntax and basic blocks) . Minimal tau kalo
        > coding --dengan bahasa apapun-- butuh blocks, sequences, iterations dll.
        >
        > 1. Ruby objects. object lifetime, class, methods, superclass/inheritance.
        > 2. Conditional (if else, if unless, dst)
        > 3. Blocks dan looping (for each, while until)
        > 4. Accessors dan Attributes (atau IoC dalam Ruby hehe :D)
        > 5. Array dan Hash
        > 6. Exceptions
        > 7. Modules dan Mixins.
        >
        > Materi seperti pengenalan tipe data (integer, string, dll) dan expression
        > (logic, math, dll) mending "disisipkan" langsung di contoh program.
        > Gimana? Ada yang saya lewatkan? Atau itu sudah kelewat banyak?
        >
        > Atau ada kurikulum lain yang lebih efektif untuk mengenalkan Ruby (latar
        > belakang saya bahasa kuno strongly-typed, jadi saya menyusun poin-poin
        > dengan pemikiran kuno juga).
        >
        >
        > --
        > http://andryshuzain.com
        >

        Kathy Sierra <http://headrush.typepad.com/> baru saja menulis artikel yang
        cukup related<http://headrush.typepad.com/creating_passionate_users/2007/02/its_lunchtime_a.html>dengan
        tool effiency vs. understanding (bahasa kasarnya: kuno vs. non-kuno?)

        [image: Dumbingdowntools]
        http://headrush.typepad.com/photos/uncategorized/dumbingdowntools.jpg

        Saya pikir, dengan kurikulum, juga ada tradeoff yang harus kita pilih.

        Di satu sisi, kurikulum traditional akan meningkatkan 'understanding'...
        (yang menurut saya, sayangnya, in practice sangat jarang tercapai, berhubung
        mentalitas most Indonesian people... hix2. 'most' dalam artian, masih ada
        yang pingin mengerti lebih detail, tapi jumlahnya relatif kecil)

        Di sisi yang lain, kurikulum yang praktis akan meningkatkan efisiensi, tapi
        belum tentu sang developer tahu betul apa yang dilakukan.

        It all boils down to... sang penerima.

        Di dunia pendidikan prakuliah, perbedaan ini cukup kentara. Kurikulum di SMU
        lebih cenderung tradisional, sedangkan LBB biasanya cenderung mengajarkan
        hal2 yang bersifat praktis (meski juga ada muatan 'tradisional'-nya). Dengan
        kurikulum SMU, apakah anak2 kita mengerti betul konsep2 fisika? (bukan cuma
        masukin rumus) Dan dengan 'kurikulum' LBB, apakah mereka bisa mengerti
        konsep2 tersebut? Jawabannya IMHO koq dua-duanya tidak yach (*sedih*).
        Kecuali segelintir dari mereka yang muncul di halaman depan koran kita
        karena ikut Olimpiade Sains. (dan mereka ini, terlepas dari kurikulum maupun
        LBB, memang pada dasarnya memiliki kemauan yang kuat untuk belajar)

        Bukan maksud saya untuk bersikap 'pesimis'... untuk 'mengakali' kurikulum
        agar meningkatkan 'kecerdasan bangsa' ternyata nggak segampang yang kita
        duga. Ini terbukti dari puluhan tahun pengalaman Depdikbud dan para LBB
        leaders di tanah air.

        Pertanyaannya adalah: Apakah kita mempunyai resource untuk meriset (seperti
        Depdikbud & LBB) tentang kurikulum Ruby yang tepat buat "kita-kita"? Oh
        c'mon, don't go waterfall again.

        Let's do Agile Methodology on Book Authoring :-)

        --
        Hendy Irawan
        Web: http://hendy.gauldong.net
        Mobile: +62 856 24889899
        Yahoo Messenger: ceefour666
        LinkedIn: http://www.linkedin.com/in/ceefour


        [Non-text portions of this message have been removed]
      • diki@diki.or.id
        Bukannya cari aman, tapi saya pribadi setuju sama kedua metode di atas (dari Andry dan Hendy): 1. Kurikulum shaolin ala Andry dengan urutan Ruby objects.
        Message 3 of 22 , Feb 22, 2007
        • 0 Attachment
          Bukannya cari aman, tapi saya pribadi setuju sama kedua metode di atas
          (dari Andry dan Hendy):

          1. Kurikulum shaolin ala Andry dengan urutan Ruby objects. object
          lifetime, class, methods, blocks, iteration dst. (dan diakhiri dengan
          topik Ruby yg cool di realworld seperti Ruby on Rails atau Ruby/GTK
          misalnya) bakal sangat komprehensif dan ngehasilin Rubyist yg Ruby-way
          bgt. Konsep seperti ini bisa dilihat di buku Ruby Cookbook nya
          O'Reilly. Bakal boring ala textbook? Ya, mungkin banget. Tapi bisa
          diakalin dengan apa yg dibilang Andry: disisipkan contoh program yg
          sering dipake. Jadi kalaupun si murid jadi boring seperti yg
          dimisalkan Hendy, kita tetap tekankan minimal dia mengerti alur dan
          kerangka topik-topiknya. Jadi dia suatu saat tetap inget "oh problem
          gini nih soal blocks.. ruby-way nya gue lupa, tapi ada, pernah gue
          belajar di bagian anu anu.."

          2. Kurikulum quick start ala Hendy, ini enjoy banget.. bikin learning
          curvenya jadi lebih pendek (mungkin.. roughly). Dan tipikal pragmatic
          style seperti inilah menurut saya yang mengakselerasi banyak orang
          tertarik ke Ruby on Rails. Tapi ya itu tadi, sangat beresiko
          melahirkan uneducated Rubyist (seperti saya contohnya, hihi). Salah
          satu solusinya: orang yg tertarik belajar cara gini harus minimal:

          - selalu ada yg ngingetin soal ruby-way dan konsep-konsep yg bener,
          baik itu si tutor/buku yg memutuskan untuk ngajarin orang dengan quick
          start model begini, atau ada evangelist kaya arie-sensei yg kekeuh
          mengkampanyekan 'Ruby yg baek dan benar' di milis atau blog (sambil
          bawa2 cambuk dan keyboard sampe berbusa hehehe, tapi berarti banget
          loh, bikin kita tahu bahwa ada sisi lain yg harus diperhatikan selain
          'sekedar bisa' Ruby.. kokoro-kara domo arigatou gozaimasu
          arie-sensei!)
          - punya semangat ngelmu/ngoprek, jadi walaupun dia start ala cara 1
          atau 2, suatu saat pasti sering crossing ke cara 2 atau 1, pada
          perjalanannya saling melengkapi
          - openminded, nekat/berani nanya atau sharing code walaupun setelah
          itu dikoreksi atau dikritik pedes, baik di milis atau ngerilis
          opensource project kecil-kecilan untuk dioprek oleh publik

          So, belajar Ruby mulai dari mana? IMHO sih, kalau boleh dibikin hybrid
          .. pake cara nomor dua, tapi sering loncat ke basic-basic nomor 1 dan
          stick to Ruby-way?

          Regards,
          Niwatori
          www.diki.or.id
        • Andry S Huzain
          ... Jadi apa saja contoh programnya? Saya ada beberapa yang biasa digunakan. Eat my own dog s food: 1. File Monitor. Mirip-mirip tail, fungsinya ngecek dan
          Message 4 of 22 , Feb 22, 2007
          • 0 Attachment
            >
            > On 2/22/07, diki@... <diki@...> wrote:
            >
            > Bukannya cari aman, tapi saya pribadi setuju sama kedua metode di atas
            > (dari Andry dan Hendy):
            >
            > 1. Kurikulum shaolin ala Andry dengan urutan Ruby objects. object
            > lifetime, class, methods, blocks, iteration dst. (dan diakhiri dengan
            > topik Ruby yg cool di realworld seperti Ruby on Rails atau Ruby/GTK
            > misalnya) bakal sangat komprehensif dan ngehasilin Rubyist yg Ruby-way
            > bgt. Konsep seperti ini bisa dilihat di buku Ruby Cookbook nya
            > O'Reilly. Bakal boring ala textbook? Ya, mungkin banget. Tapi bisa
            > diakalin dengan apa yg dibilang Andry: disisipkan contoh program yg
            > sering dipake. Jadi kalaupun si murid jadi boring seperti yg
            > dimisalkan Hendy, kita tetap tekankan minimal dia mengerti alur dan
            > kerangka topik-topiknya. Jadi dia suatu saat tetap inget "oh problem
            > gini nih soal blocks.. ruby-way nya gue lupa, tapi ada, pernah gue
            > belajar di bagian anu anu.."


            Jadi apa saja contoh programnya? Saya ada beberapa yang biasa digunakan. Eat
            my own dog's food:
            1. File Monitor. Mirip-mirip tail, fungsinya ngecek dan menampilkan isi log
            file dengan pattern layout standard log4*. Di linux sih ga masalah, tapi di
            Windows ga ada 'tail'. Ada tail for Windows, tapi gw males install. Mending
            pake 1 file yang bisa dicustomize sendiri di OS apapun.
            Konsep: endless loop dan file system. 20 baris saja.

            2. Web scrapper. Input: Detik.com, output: flat textfile.
            Sedang saya kerjakan (kenapa? karena saya benci web page yang nggak publish
            full feed :D).
            Mungkin 100-150 baris.
            Konsep: library/modules (open-uri), web programming, dan regex.

            3. Ada saran/sumbangan yang lain?

            Penyadaran bahwa Ruby bukan Rails itu yang paling penting. Kalau sudah dapet
            "AHA" dari ini, maka bisa menjawab pertanyaan yang lebih gila lagi :
            "Kenapa bahasa yang lain (Java, PHP, PERL, c#, dll) tidak memiliki web
            application framework seperti Rails?"


            2. Kurikulum quick start ala Hendy, ini enjoy banget.. bikin learning
            > curvenya jadi lebih pendek (mungkin.. roughly). Dan tipikal pragmatic
            > style seperti inilah menurut saya yang mengakselerasi banyak orang
            > tertarik ke Ruby on Rails. Tapi ya itu tadi, sangat beresiko
            > melahirkan uneducated Rubyist (seperti saya contohnya, hihi). Salah
            > satu solusinya: orang yg tertarik belajar cara gini harus minimal:
            >
            > - selalu ada yg ngingetin soal ruby-way dan konsep-konsep yg bener,
            > baik itu si tutor/buku yg memutuskan untuk ngajarin orang dengan quick
            > start model begini, atau ada evangelist kaya arie-sensei yg kekeuh
            > mengkampanyekan 'Ruby yg baek dan benar' di milis atau blog (sambil
            > bawa2 cambuk dan keyboard sampe berbusa hehehe, tapi berarti banget
            > loh, bikin kita tahu bahwa ada sisi lain yg harus diperhatikan selain
            > 'sekedar bisa' Ruby.. kokoro-kara domo arigatou gozaimasu
            > arie-sensei!)
            > - punya semangat ngelmu/ngoprek, jadi walaupun dia start ala cara 1
            > atau 2, suatu saat pasti sering crossing ke cara 2 atau 1, pada
            > perjalanannya saling melengkapi
            > - openminded, nekat/berani nanya atau sharing code walaupun setelah
            > itu dikoreksi atau dikritik pedes, baik di milis atau ngerilis
            > opensource project kecil-kecilan untuk dioprek oleh publik
            >
            > So, belajar Ruby mulai dari mana? IMHO sih, kalau boleh dibikin hybrid
            > .. pake cara nomor dua, tapi sering loncat ke basic-basic nomor 1 dan
            > stick to Ruby-way?


            Kadang ke Ruby, kadang ke Rails, kadang ke Maverick/Struts/SpringMVC/Castle
            MonoRails/ dst. Sesuai kebutuhan dan keinginan.
            We dont call ourselves "pragmatic" for nothing, right?

            Regards,
            > Niwatori
            > www.diki.or.id
            >

            --
            http://andryshuzain.com


            [Non-text portions of this message have been removed]
          • Arie Kusuma Atmaja
            ... ehm.. jangan gitu-gitu amat dong :D gw sendiri sebetulnya tau caranya tapi nggak gw publish di publik (taroh di blog ato di mana aja). kan katanya kita
            Message 5 of 22 , Feb 22, 2007
            • 0 Attachment
              Andry S Huzain wrote:
              > 2. Web scrapper. Input: Detik.com, output: flat textfile.
              > Sedang saya kerjakan (kenapa? karena saya benci web page yang nggak publish
              > full feed :D).

              ehm.. jangan gitu-gitu amat dong :D gw sendiri sebetulnya tau caranya
              tapi nggak gw publish di publik (taroh di blog ato di mana aja). kan
              katanya kita (gw, elo, dkk, yg sering dipanggil2 bos oleh kebanyakan
              orang, padahal sih biasa-biasa aja) juga berteman baik dengan Detik.

              LOL :D

              > Mungkin 100-150 baris.
              > Konsep: library/modules (open-uri), web programming, dan regex.

              nggak usah repot-repot pak andry, ada teman kita mbah ~why yg uda
              bikinin hpricot[1], tinggal doc.search(polanya) #dilanjutkan sendiri,
              tapi cukup buat diri sendiri loh ya, jangan sampe jadi musuhan sama
              teman sendiri kayak detik & bos-bos lain ya hehehehehehe

              links:
              [1]http://localhost:8808/doc_root/hpricot-0.5/rdoc/index.html

              ups.. kalo setelah ini ada anonymous pake hpricot ngubek2 detik gw gak
              tanggung jawab ya, gw uda ingetin nih # ngacirr

              --
              Arie Kusuma Atmaja A.K.A Arie A.K.A ariekeren / YM! = riyari3
              http://ariekusumaatmaja.wordpress.com http://groups.yahoo.com/groups/id-ruby
              http://groups-beta.google.com/group/id-jp # mari praktik bercakap jepang!
              http://groups-beta.google.com/group/id-fr # mari praktik bercakap prancis!
              ssst.. yg orang detik, yg bos-bos, udah yaa .. ngomong yg selain detik ya
            • Hendy Irawan
              ... Sekedar info, buat rekan2 yang tertarik dengan ide tersebut (web scraping), cara gampangnya menggunakan scrubyt ( http://scrubyt.org/ ). Scrubyt
              Message 6 of 22 , Feb 22, 2007
              • 0 Attachment
                On 2/22/07, Arie Kusuma Atmaja <ariekusumaatmaja@...> wrote:
                >
                > Andry S Huzain wrote:
                > > 2. Web scrapper. Input: Detik.com, output: flat textfile.
                > > Sedang saya kerjakan (kenapa? karena saya benci web page yang nggak
                > publish
                > > full feed :D).
                >
                > ehm.. jangan gitu-gitu amat dong :D gw sendiri sebetulnya tau caranya
                > tapi nggak gw publish di publik (taroh di blog ato di mana aja). kan
                > katanya kita (gw, elo, dkk, yg sering dipanggil2 bos oleh kebanyakan
                > orang, padahal sih biasa-biasa aja) juga berteman baik dengan Detik.
                >
                > LOL :D
                >
                > > Mungkin 100-150 baris.
                > > Konsep: library/modules (open-uri), web programming, dan regex.
                >
                > nggak usah repot-repot pak andry, ada teman kita mbah ~why yg uda
                > bikinin hpricot[1], tinggal doc.search(polanya) #dilanjutkan sendiri,
                > tapi cukup buat diri sendiri loh ya, jangan sampe jadi musuhan sama
                > teman sendiri kayak detik & bos-bos lain ya hehehehehehe
                >
                > links:
                > [1]http://localhost:8808/doc_root/hpricot-0.5/rdoc/index.html
                >
                > ups.. kalo setelah ini ada anonymous pake hpricot ngubek2 detik gw gak
                > tanggung jawab ya, gw uda ingetin nih # ngacirr
                >
                > --
                > Arie Kusuma Atmaja A.K.A Arie A.K.A ariekeren / YM! = riyari3


                Sekedar info, buat rekan2 yang tertarik dengan ide tersebut (web scraping),
                cara gampangnya menggunakan scrubyt ( http://scrubyt.org/ ). Scrubyt
                merupakan kombinasi dari hpricot + mechanize + some bumbu2 pilihan :-)

                Tulisan pribadi saya yang berhubungan tentang ini:
                http://web2withrubyonrails.gauldong.net/2006/11/02/the-unbelievably-easy-way-to-steal-other-web-sites-addictively-amazing/
                http://web2withrubyonrails.gauldong.net/2006/11/03/memoirs-of-a-friendster-scraper-called-bete/

                --
                Hendy Irawan
                Web: http://hendy.gauldong.net
                Mobile: +62 856 24889899
                Yahoo Messenger: ceefour666
                LinkedIn: http://www.linkedin.com/in/ceefour


                [Non-text portions of this message have been removed]
              • Andry S Huzain
                ... Wah, saya malah baru tau kalo ada Scrubyt :D http://andryshuzain.com [Non-text portions of this message have been removed]
                Message 7 of 22 , Feb 22, 2007
                • 0 Attachment
                  >
                  > On 2/22/07, Hendy Irawan <gauldong@...> wrote:
                  >
                  > Sekedar info, buat rekan2 yang tertarik dengan ide tersebut (web
                  > scraping),
                  > cara gampangnya menggunakan scrubyt ( http://scrubyt.org/ ). Scrubyt
                  > merupakan kombinasi dari hpricot + mechanize + some bumbu2 pilihan :-)
                  >
                  > Tulisan pribadi saya yang berhubungan tentang ini:
                  >
                  > http://web2withrubyonrails.gauldong.net/2006/11/02/the-unbelievably-easy-way-to-steal-other-web-sites-addictively-amazing/
                  >
                  > http://web2withrubyonrails.gauldong.net/2006/11/03/memoirs-of-a-friendster-scraper-called-bete/


                  Wah, saya malah baru tau kalo ada Scrubyt :D



                  http://andryshuzain.com


                  [Non-text portions of this message have been removed]
                • Arie Kusuma Atmaja
                  ... pake mechanize dan keluarga2 hpricot (seperti scrubyt) itu bahkan gmail aja bisa di scrape pak andry :D ada tutorialnya tuh (linknya gw males copy/paste,
                  Message 8 of 22 , Feb 22, 2007
                  • 0 Attachment
                    Andry S Huzain wrote:
                    >> On 2/22/07, Hendy Irawan <gauldong@...> wrote:
                    >>
                    >> Sekedar info, buat rekan2 yang tertarik dengan ide tersebut (web
                    >> scraping),
                    >> cara gampangnya menggunakan scrubyt ( http://scrubyt.org/ ). Scrubyt
                    >> merupakan kombinasi dari hpricot + mechanize + some bumbu2 pilihan :-)
                    >>
                    >> Tulisan pribadi saya yang berhubungan tentang ini:
                    >>
                    >> http://web2withrubyonrails.gauldong.net/2006/11/02/the-unbelievably-easy-way-to-steal-other-web-sites-addictively-amazing/
                    >>
                    >> http://web2withrubyonrails.gauldong.net/2006/11/03/memoirs-of-a-friendster-scraper-called-bete/
                    >
                    >
                    > Wah, saya malah baru tau kalo ada Scrubyt :D
                    >

                    pake mechanize dan keluarga2 hpricot (seperti scrubyt) itu bahkan gmail
                    aja bisa di scrape pak andry :D ada tutorialnya tuh (linknya gw males
                    copy/paste, dicari sendiri pasti bentar dapet).

                    --
                    Arie Kusuma Atmaja A.K.A Arie A.K.A ariekeren / YM! = riyari3
                    http://ariekusumaatmaja.wordpress.com http://groups.yahoo.com/groups/id-ruby
                    http://groups-beta.google.com/group/id-jp # mari praktik bercakap jepang!
                    http://groups-beta.google.com/group/id-fr # mari praktik bercakap prancis!
                  • kojack_bro
                    huuuh... rame juga ikut ngabandungan (nimrung):d btw saya baru neeh belajar Ruby kira2 baru 2bulanan... sekedar bagi2 pengalaman untuk belajar ruby yang
                    Message 9 of 22 , Feb 23, 2007
                    • 0 Attachment
                      huuuh... rame juga ikut ngabandungan (nimrung):d
                      btw saya baru neeh belajar Ruby kira2 baru 2bulanan...


                      sekedar bagi2 pengalaman untuk belajar ruby yang penting adalah
                      semangat juang 45 yang menuju kemerdekaan.. he3.
                      untuk memperkenalkan Ruby kepada orang yang awam seperti sayah(Hiks..)
                      harus ditujukin dulu kemerdekaan nya, baru deh semangat untuk meraih
                      kemerdekaan nya kebakar(angus boo)..

                      nah setelah itu sedikit demi sedikit kenalin deh urutan Ruby objects
                      yang di kombinasikan dengan pragmatic style. saya rasa cukup menyenang
                      kan (walau harus buka kamus bahasa ingris Hiks...)

                      So untuk yang mau mulai belajar bersemangatlah karena kemerdekaan&ilmu
                      pengetahuan adalah hak segala bangsa... heuheuy...

                      thank's
                    • webbymonk
                      Saya sendiri di kampus pertama kali diajarkan itu programming C, yang masih struktural language,ketika dapet C++ jadi agak bingung karena kebiasaan di C, blum
                      Message 10 of 22 , Feb 23, 2007
                      • 0 Attachment
                        Saya sendiri di kampus pertama kali diajarkan itu programming C, yang
                        masih struktural language,ketika dapet C++ jadi agak bingung karena
                        kebiasaan di C, blum terbiasa dengan yang namanya Object
                        Oriented,,Kemudian diajarin lagi Java,,,terus dapet JSP diajari konsep
                        MVC,,wah pusing deh,,baru2 dapet VB lagi :(

                        Tapi smua itu hanya sebatas konsep tidak diajarkan mendalam di kampus.
                        Skarang baru mau belajar Ruby nih,baca berulang2 baru bener2 mengerti
                        yang namanya MVC itu..ternyata seru juga...

                        Background saya sendiri itu designer,,tp kepengen mendalamin satu
                        programming biar bisa cari makan nantinya, huehuehue..

                        Bener juga kata pak Hendy,mesti ikutin gaya latihan Shaolin :D mesti
                        belajar dari dasar kuda2 dulu,,Untung saja, saya uda punya dasar2 yang
                        diajarin di kampus, jadi lebih mudah mengerti apa yg namanya Ruby...
                      • Hendy Irawan
                        ... Saya setuju dengan mas webbymonk. Sangat bagus untuk belajar dari dasar, mulai dari program terstruktur, object oriented, sampai dinamis seperti Ruby. Dan
                        Message 11 of 22 , Feb 23, 2007
                        • 0 Attachment
                          On 2/23/07, webbymonk <webbymonk@...> wrote:
                          >
                          > Saya sendiri di kampus pertama kali diajarkan itu programming C, yang
                          > masih struktural language,ketika dapet C++ jadi agak bingung karena
                          > kebiasaan di C, blum terbiasa dengan yang namanya Object
                          > Oriented,,Kemudian diajarin lagi Java,,,terus dapet JSP diajari konsep
                          > MVC,,wah pusing deh,,baru2 dapet VB lagi :(
                          >
                          > Tapi smua itu hanya sebatas konsep tidak diajarkan mendalam di kampus.
                          > Skarang baru mau belajar Ruby nih,baca berulang2 baru bener2 mengerti
                          > yang namanya MVC itu..ternyata seru juga...
                          >
                          > Background saya sendiri itu designer,,tp kepengen mendalamin satu
                          > programming biar bisa cari makan nantinya, huehuehue..
                          >
                          > Bener juga kata pak Hendy,mesti ikutin gaya latihan Shaolin :D mesti
                          > belajar dari dasar kuda2 dulu,,Untung saja, saya uda punya dasar2 yang
                          > diajarin di kampus, jadi lebih mudah mengerti apa yg namanya Ruby...


                          Saya setuju dengan mas webbymonk.

                          Sangat bagus untuk belajar dari dasar, mulai dari program terstruktur,
                          object oriented, sampai dinamis seperti Ruby.

                          Dan kalau kita belajar mulai dari very high level language seperti Ruby
                          sebelum belajar yang level-level "rendahan" (baca: low-level language lho
                          yah) (misalnya C, apalagi assembly) sepertinya bagus juga. Kalo dari awal
                          sudah dibiasakan untuk berpikir "dinamis", maka cara berpikir pemrogramannya
                          dari awal sudah seperti itu. Mereka yang bahasa pemrogramannya dari awal
                          adalah Ruby, jika mengenal C++ atau C atau Java mungkin akan cepat merasa
                          mual. ;-)

                          Sedangkan mereka yang sudah pernah belajar bahasa tingkat agak rendah...
                          akan merasa bahwa "wow Ruby ini asyik banget" tapi akan butuh waktu cukup
                          lama untuk menyesuaikan diri dengan gaya Ruby (the Ruby way katanya).
                          Apalagi kalo bertahap: dari C, ke C++, ke Java, ke C#, ke Ruby... Dari
                          tiap-tiap tahapan tersebut membutuhkan masa transisi dan adaptasi yang cukup
                          memakan waktu. (if not to say "boring", meski memang sangat berguna untuk
                          pengembangan wawasan & menekankan pemahaman secara konseptual)

                          Nggak pernah fresh graduate SMU untuk belajar Ruby as first programming
                          language?
                          Kenapa nggak kita coba? :-)

                          --
                          Hendy Irawan
                          Web: http://hendy.gauldong.net
                          Mobile: +62 856 24889899
                          Yahoo Messenger: ceefour666
                          LinkedIn: http://www.linkedin.com/in/ceefour


                          [Non-text portions of this message have been removed]
                        • Hendy Irawan
                          ... Sebagai tambahan, belajar bahasa pemrograman yang lain sebelum belajar Ruby... are you sure it s worth it? ... I mean, hello, a whole book hanya untuk
                          Message 12 of 22 , Feb 23, 2007
                          • 0 Attachment
                            On 2/24/07, Hendy Irawan <gauldong@...> wrote:
                            >
                            > On 2/23/07, webbymonk <webbymonk@...> wrote:
                            > >
                            > > Saya sendiri di kampus pertama kali diajarkan itu programming C, yang
                            > > masih struktural language,ketika dapet C++ jadi agak bingung karena
                            > > kebiasaan di C, blum terbiasa dengan yang namanya Object
                            > > Oriented,,Kemudian diajarin lagi Java,,,terus dapet JSP diajari konsep
                            > > MVC,,wah pusing deh,,baru2 dapet VB lagi :(
                            > >
                            > > Tapi smua itu hanya sebatas konsep tidak diajarkan mendalam di kampus.
                            > > Skarang baru mau belajar Ruby nih,baca berulang2 baru bener2 mengerti
                            > > yang namanya MVC itu..ternyata seru juga...
                            > >
                            > > Background saya sendiri itu designer,,tp kepengen mendalamin satu
                            > > programming biar bisa cari makan nantinya, huehuehue..
                            > >
                            > > Bener juga kata pak Hendy,mesti ikutin gaya latihan Shaolin :D mesti
                            > > belajar dari dasar kuda2 dulu,,Untung saja, saya uda punya dasar2 yang
                            > > diajarin di kampus, jadi lebih mudah mengerti apa yg namanya Ruby...
                            >
                            >
                            > Saya setuju dengan mas webbymonk.
                            >
                            > Sangat bagus untuk belajar dari dasar, mulai dari program terstruktur,
                            > object oriented, sampai dinamis seperti Ruby.
                            >
                            > Dan kalau kita belajar mulai dari very high level language seperti Ruby
                            > sebelum belajar yang level-level "rendahan" (baca: low-level language lho
                            > yah) (misalnya C, apalagi assembly) sepertinya bagus juga. Kalo dari awal
                            > sudah dibiasakan untuk berpikir "dinamis", maka cara berpikir pemrogramannya
                            > dari awal sudah seperti itu. Mereka yang bahasa pemrogramannya dari awal
                            > adalah Ruby, jika mengenal C++ atau C atau Java mungkin akan cepat merasa
                            > mual. ;-)
                            >
                            > Sedangkan mereka yang sudah pernah belajar bahasa tingkat agak rendah...
                            > akan merasa bahwa "wow Ruby ini asyik banget" tapi akan butuh waktu cukup
                            > lama untuk menyesuaikan diri dengan gaya Ruby (the Ruby way katanya).
                            > Apalagi kalo bertahap: dari C, ke C++, ke Java, ke C#, ke Ruby... Dari
                            > tiap-tiap tahapan tersebut membutuhkan masa transisi dan adaptasi yang cukup
                            > memakan waktu. (if not to say "boring", meski memang sangat berguna untuk
                            > pengembangan wawasan & menekankan pemahaman secara konseptual)
                            >
                            > Nggak pernah fresh graduate SMU untuk belajar Ruby as first programming
                            > language?
                            > Kenapa nggak kita coba? :-)


                            Sebagai tambahan, belajar bahasa pemrograman yang lain sebelum belajar
                            Ruby... are you sure it's worth it?

                            From Weigi Gao<http://www.weiqigao.com/blog/2007/01/20/java_generics_let_the_other_shoe_drop.html>:

                            > My recent reading<http://www.weiqigao.com/blog/2007/01/18/thursday_java_generics_quiz.html>of the O'Reilly book Java
                            > Generics and Collections <http://www.oreilly.com/catalog/javagenerics/>convinced me that Java generics is too much trouble for too little gain for
                            > the average Java developer like me.
                            >
                            > Eric commented<http://www.weiqigao.com/blog/2007/01/18/thursday_java_generics_quiz.html#comment1169160780954>"This is too hard. Sigh." And I agree. And in my frustration I posted a
                            > comment <http://java.net/cs/user/view/cs_msg/34816> to the Java.net poll
                            > on What one feature would you most like to see in JDK 7?<http://java.net/pub/pq/142>
                            > :
                            >
                            > Me <http://java.net/cs/user/view/cs_msg/34816>: My biggest wish for a
                            > future version of Java, not necessarily Java 7, is to have the other half of
                            > Java generics (runtime support for generic types) implemented, thus removing
                            > the need for erasure.
                            >
                            > I believe I'm not <http://java.net/cs/user/view/cs_msg/34822> alone<http://java.net/cs/user/view/cs_msg/34793>in this desire.
                            >
                            I mean, hello, a whole book hanya untuk mempelajari... array? ;-)

                            [yep, this can be categorized as a mock to Java, although... I love
                            Java<http://java.gauldong.net/>!]
                            :-)

                            --
                            Hendy Irawan
                            Web: http://hendy.gauldong.net
                            Mobile: +62 856 24889899
                            Yahoo Messenger: ceefour666
                            LinkedIn: http://www.linkedin.com/in/ceefour


                            [Non-text portions of this message have been removed]
                          • Endy Muhardin
                            Hmm .... gara-gara posting blog gw dibawa-bawa... jadi terpanggil untuk ngasi komen. Pada komik Kenji seri ke-21, diceritakan tentang kehidupan sang maestro
                            Message 13 of 22 , Feb 25, 2007
                            • 0 Attachment
                              Hmm .... gara-gara posting blog gw dibawa-bawa... jadi terpanggil
                              untuk ngasi komen.

                              Pada komik Kenji seri ke-21, diceritakan tentang kehidupan sang
                              maestro kungfu delapan mata angin, Lie Syo Bun.

                              Konon, murid-muridnya master Lie, selama enam bulan pertama
                              pelajarannya cuma disuruh pasang kuda-kuda. Nothing more.

                              Suatu hari, ada murid yang nyeletuk (melihat komentarnya, mungkin
                              berasal dari Indonesia).
                              Dia bilang, "Master, masa sudah enam bulan kita cuma disuruh jongkok
                              saja ?". Yang dimaksud dengan jongkok sepertinya adalah kuda-kuda
                              tersebut.

                              Master Lie menjawab singkat, "Di sini saya mengajarkan ilmu beladiri,
                              bukan senam kesehatan. Kalau tidak suka, pindah saja ke perguruan
                              lain, pasti sudah diajari memukul dan menendang".

                              Beberapa hari setelah insiden tersebut, master Lie sedang berada di
                              luar kota. Ada seorang guru dari perguruan sebelah lewat sambil
                              mengejek. Salah satu murid yang mencoba membela diri bahkan dipukul.

                              Setelah master Lie pulang, dia melihat salah satu muridnya lebam. Dan
                              segera menuju ke perguruan sebelah tersebut.
                              Begitu datang, dia langsung mentertawakan latihan di perguruan
                              tersebut, "Yang seperti ini kalian bilang bela diri??"

                              Gurunya tidak terima, lalu maju, "Oh, rupanya Lie tidak terima
                              muridnya saya pukul. Mari sini biar saya beri pelajaran".

                              Master Lie maju, mengeluarkan pukulan ringan, dan guru tersebut
                              langsung tewas di tempat.

                              End of story ...

                              Morale of the story is, belajarlah basicnya. Then all framework will be easy.
                              Agree dengan mas Andry dan mas Arie.
                              Fundamental is the key.

                              Kalo cuma tertarik belajar Rails aja, sebulan-dua bulan akan menemui
                              kesulitan dan segera bertemu dengan jalan buntu

                              --
                              Endy Muhardin
                              http://endy.artivisi.com
                              Y! : endymuhardin
                              -- life learn contribute --
                            • Arie Kusuma Atmaja
                              Pak Andry, lo keduluan ama KoranKu Pak Rofiq :) Ato mo mbikin ala Windows/Linux nya? ;-) sayang:~/Documents/opensource-projects arie$ wget -nc
                              Message 14 of 22 , Mar 2 12:18 AM
                              • 0 Attachment
                                Pak Andry, lo keduluan ama KoranKu Pak Rofiq :) Ato mo mbikin ala
                                Windows/Linux nya? ;-)

                                sayang:~/Documents/opensource-projects arie$ wget -nc
                                http://side.mrofiq.com/KoranKu.zip
                                --15:12:48-- http://side.mrofiq.com/KoranKu.zip
                                => `KoranKu.zip'
                                Resolving side.mrofiq.com... 208.97.163.216
                                Connecting to side.mrofiq.com|208.97.163.216|:80... connected.
                                HTTP request sent, awaiting response... 200 OK
                                Length: 103,004 (101K) [application/zip]

                                100%[===============================================================>]
                                103,004 13.34K/s ETA 00:00

                                15:12:57 (13.32 KB/s) - `KoranKu.zip' saved [103004/103004]

                                sayang:~/Documents/opensource-projects arie$ unzip KoranKu.zip
                                Archive: KoranKu.zip
                                creating: KoranKu.app/
                                creating: KoranKu.app/Contents/
                                inflating: KoranKu.app/Contents/Info.plist
                                creating: KoranKu.app/Contents/MacOS/
                                inflating: KoranKu.app/Contents/MacOS/KoranKu
                                inflating: KoranKu.app/Contents/PkgInfo
                                creating: KoranKu.app/Contents/Resources/
                                inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/Credits.html
                                creating: KoranKu.app/Contents/Resources/English.lproj/
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/English.lproj/InfoPlist.strings
                                creating: KoranKu.app/Contents/Resources/English.lproj/MainMenu.nib/
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/English.lproj/MainMenu.nib/classes.nib
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/English.lproj/MainMenu.nib/info.nib
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/English.lproj/MainMenu.nib/keyedobjects.nib
                                inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/mydelicious32x32.png
                                inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/RunScript.tiff
                                creating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/
                                creating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/
                                inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/hash-up.rb
                                creating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/optparse/
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/optparse/date.rb
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/optparse/shellwords.rb
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/optparse/time.rb
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/optparse/uri.rb
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/optparse/version.rb
                                inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/optparse.rb
                                creating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/uri/
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/uri/common.rb
                                inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/uri/ftp.rb
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/uri/generic.rb
                                inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/uri/http.rb
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/uri/https.rb
                                inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/uri/ldap.rb
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/uri/mailto.rb
                                inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/extra-lib/uri.rb
                                creating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/
                                creating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/builder/
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/builder/blankslate.rb
                                inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/builder/xchar.rb
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/builder/xmlbase.rb
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/builder/xmlevents.rb
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/builder/xmlmarkup.rb
                                inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/builder.rb
                                creating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/feeder/
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/feeder/detik_finance.rb
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/feeder/detik_hot.rb
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/feeder/detik_news.rb
                                inflating:
                                KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/feeder/detik_sport.rb
                                inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/lib/feeder.rb
                                inflating: KoranKu.app/Contents/Resources/scripts/rssfeeder
                                creating: KoranKu.app/Contents/Resources Disabled/
                                sayang:~/Documents/opensource-projects arie$ ls
                                KoranKu.app/ KoranKu.zip svn-commit.tmp~ toombila/
                                sayang:~/Documents/opensource-projects arie$ open .
                                sayang:~/Documents/opensource-projects arie$ cd KoranKu.app/
                                sayang:~/Documents/opensource-projects/KoranKu.app arie$ ls
                                Contents/
                                sayang:~/Documents/opensource-projects/KoranKu.app arie$ cd Contents/
                                sayang:~/Documents/opensource-projects/KoranKu.app/Contents arie$ ls
                                Info.plist MacOS/ PkgInfo Resources/
                                Resources Disabled/
                                sayang:~/Documents/opensource-projects/KoranKu.app/Contents arie$ ls -R
                                Info.plist MacOS/ PkgInfo Resources/
                                Resources Disabled/

                                ./MacOS:
                                KoranKu*

                                ./Resources:
                                Credits.html RunScript.tiff scripts/
                                English.lproj/ mydelicious32x32.png

                                ./Resources/English.lproj:
                                InfoPlist.strings MainMenu.nib/

                                ./Resources/English.lproj/MainMenu.nib:
                                classes.nib info.nib keyedobjects.nib

                                ./Resources/scripts:
                                extra-lib/ lib/ rssfeeder*

                                ./Resources/scripts/extra-lib:
                                hash-up.rb optparse/ optparse.rb uri/ uri.rb

                                ./Resources/scripts/extra-lib/optparse:
                                date.rb shellwords.rb time.rb uri.rb version.rb

                                ./Resources/scripts/extra-lib/uri:
                                common.rb ftp.rb generic.rb http.rb https.rb ldap.rb
                                mailto.rb

                                ./Resources/scripts/lib:
                                builder/ builder.rb feeder/ feeder.rb

                                ./Resources/scripts/lib/builder:
                                blankslate.rb xchar.rb xmlbase.rb xmlevents.rb xmlmarkup.rb

                                ./Resources/scripts/lib/feeder:
                                detik_finance.rb detik_hot.rb detik_news.rb* detik_sport.rb

                                ./Resources Disabled:
                                sayang:~/Documents/opensource-projects/KoranKu.app/Contents arie$ e .
                                sayang:~/Documents/opensource-projects/KoranKu.app/Contents arie$

                                gw sendiri malah belum nyobain di mac gw sih (males/ga sempat). seneng
                                aja gw liat ruby codingnya :))

                                Arie Kusuma Atmaja wrote:
                                > Andry S Huzain wrote:
                                >> 2. Web scrapper. Input: Detik.com, output: flat textfile.
                                >> Sedang saya kerjakan (kenapa? karena saya benci web page yang nggak
                                >> publish
                                >> full feed :D).
                                >
                                > ehm.. jangan gitu-gitu amat dong :D gw sendiri sebetulnya tau caranya
                                > tapi nggak gw publish di publik (taroh di blog ato di mana aja). kan
                                > katanya kita (gw, elo, dkk, yg sering dipanggil2 bos oleh kebanyakan
                                > orang, padahal sih biasa-biasa aja) juga berteman baik dengan Detik.
                                >
                                > LOL :D
                                >
                                >> Mungkin 100-150 baris.
                                >> Konsep: library/modules (open-uri), web programming, dan regex.
                                >
                                > nggak usah repot-repot pak andry, ada teman kita mbah ~why yg uda
                                > bikinin hpricot[1], tinggal doc.search(polanya) #dilanjutkan sendiri,
                                > tapi cukup buat diri sendiri loh ya, jangan sampe jadi musuhan sama
                                > teman sendiri kayak detik & bos-bos lain ya hehehehehehe
                                >
                                > links:
                                > [1]http://localhost:8808/doc_root/hpricot-0.5/rdoc/index.html
                                >
                                > ups.. kalo setelah ini ada anonymous pake hpricot ngubek2 detik gw gak
                                > tanggung jawab ya, gw uda ingetin nih # ngacirr
                                >


                                --
                                Arie Kusuma Atmaja A.K.A Arie A.K.A ariekeren / YM! = riyari3
                                http://ariekusumaatmaja.wordpress.com http://groups.yahoo.com/groups/id-ruby
                                http://groups-beta.google.com/group/id-jp # mari praktik bercakap jepang!
                                http://groups-beta.google.com/group/id-fr # mari praktik bercakap prancis!
                              Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.