Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

7465Re: [id-ruby] Kapan Indonesia punya data APIs yang bisa diolah oleh developer lokal?

Expand Messages
  • Balap Lumpat
    Jan 14, 2014
    • 0 Attachment
      kalau di indonesia ... ada yang inisiatif bikin kaya gini ga ya ... Open Knowledge Foundation http://okfn.org/ lumayan tuh kalau ada :D


      2014/1/15 Mufid Afif <hijacking.mupit@...>
       

      Menurut saya tinggal nunggu waktu aja kok. Di UU Keterbukaan Informasi (disahkan 2009) pemerintah (badan publik) diwajibkan untuk memberikan sistem informasi (bisa ditafsirkan sebagai API juga) terkait dengan data-data lembaga tersebut ke publik. Ada hukum pidana jika tidak melakukan hal ini.


      Kalau ada lembaga pemerintah yang tidak mau memberikan infonya, bisa lapor ke sini --> http://www.komisiinformasi.go.id/
      Saya pernah ketemu pejabat komisi informasi. Tetapi saya belum pernah mengajukan permohonan suatu informasi publik tertentu.




      2014/1/14 Giovanni Sakti <giosakti@...>
       

      menarik juga ya mas syaeful, tapi di sisi lain di negara lain kok malah banyak punya data yang dibuka begitu saja ya? atau mungkin memang sudah difilter lagi kali.. 

      Kalau pendapat saya, bagaimanapun data publik semacam pendaftaran pemilih pada pemilu, biografi singkat pejabat negara atau seperti trayek angkot dan fasilitas umum serta bencana paling tidak ada API-nya lah (atau dimudahkan dalam mendapatkannya).. untuk data2 seperti itu sepertinya sudah menjadi hak publik untuk mengkonsumsi. Memang membuat dan mengumpulkan data seperti itu tidak mudah dan murah, but.. that’s our tax money juga kan :) 

      --
      Giovanni Sakti - http://www.mightygio.com
      Starqle Indonesia - http://www.starqle.com

      On Tuesday, 14 January 2014 at 15.02, syaeful bahri wrote:

       

      Topik yang menarik.Ada hal menarik dari satu pekerjaan gw yang membutuhkan data peta (spasial) resmi Indonesia. Swear petanya lengkap banget dari mulai persebaran sumber daya alam, tingkat kemiskinan sampai bencana. Gw pribadi yang udah melihat gimana lengkapnya ntu peta aja udah mikir apa aja yang bisa gw lakukan dengan peta selengkap itu. Gimana kalo di open buat publik.

      Data peta atau data-data penting lainnya yang dimiliki oleh pemerintah itu "engga murah" dan perlu waktu lama buat bikinnya. Kaya peta yang gw bilang tadi (dikeluarkan oleh badan geospasial pemerintah) itu engga bisa selengkap gitu aja dalam hitungan setahun dua tahun dan harus kerjasama dengan pihak lain (ESRI), itu yang jadi bikin engga bisa begitu aja di open.

      Kalo udah pernah kerja sama plat merah. Pasti bakalan tau data keren apa saja yang mereka miliki. Ditambah dengan faktor "informasi sensitif) yang mungkin bisa di olah dari data yang ada. Gw pesimis data tersebut bisa di open begitu aja apalagi untuk "sekelas startup". Beda urusannya kalo yang dateng ke mereka itu misalnya sama-sama setara pemerintah juga atau NGO yang udah punya "class internasional". Mereka baru percaya dah he he. etapi sesama setara pemerintah atau NGO internasional itu aja harus wara wiri ngurusin birokrasi ngedapetin data peta tadi (dan data lainnya juga), "apalagi kita" - If You Know What I Mean.

      Kesimpulan yang bisa gw ambil adalah.

      1: Banyak waktu, dana dan tenaga yang harus pemerintah keluarkan untuk sebuah data. Beberapa diantaranya mengandung informasi yang sensitif, kaya peta tadi. Kita cuma tau minyak bumi itu di kalimantan sama sumatra persebarannya misalnya, padahal ada beberapa penemuan baru yang dirangkum di peta tersebut, yang tentu saja agak riskan jika diketahui oleh umum.

      2: Idealnya memang urunan sama NGO yang udah punya nama untuk "minta datanya", urusan ngolah dalam bentuk app misalnya itu biar dari sisi developernya aja. Kalo langsung dari developernya bawaan mereka udah komersial aja dah he he, jadi emang mau ga mau urunan. Nah, tinggal NGO itu pinter-pinter "mengkomunikasikan secara jelas" kepada pemerintah mau diapain itu data. Misalnya untuk mendukung program pemerintah tertentu dibutuhkan data tersebut, soal mau nanti ada API's atau service mah kaga usah di bawa-bawa, itu bagian internal developer aja :-).

      3. Tanggung jawab / kepemilikan data bukan hanya milik Kominfo lho, ada keterkaitan antara departemen /  badan yang lain dalam data tersebut, yang jadinya bikin geregetan buat mendapatkannya :)

      Terima Kasih


      Syaeful Bahri




      2014/1/14 Karuna Murti <karuna.murti@...>
       

      Yang bikin Will, orang WGS.
      Tapi gak tau deh sekarang :D
      Karuna Murti
      ---
      skype: kampangptlk
      yahoo: kampangptlk
      google talk/hangout: karuna.murti@...
      linkedin: https://www.linkedin.com/in/karunamurti
      
      - Never attribute to malice that which is adequately explained by stupidity - 
      On 01/14/2014 01:55 PM, Giovanni Sakti wrote:
       

      wah mantap juga pemiluapi.. 
      eh tapi kalau diliat di github ini contributornya Thomas Apodaca, orang US.. yang bikin bukan orang lokal ya?

      --
      Giovanni Sakti - http://www.mightygio.com
      Starqle Indonesia - http://www.starqle.com

      On Tuesday, 14 January 2014 at 13.27, Asep Bagja Priandana wrote:

       
      Sudah ada yang bergerak tuh. Misalnya si pemiluapi.org. Tinggal developer lokal lainnya mau bantu ngembangin atau nggak. 


      2014/1/14 Bayu Aldi Yansyah <bay@...>
       
      hai gan! mungkin sedikit curhat nih, buat para web developer disini: 
      seharusnya pemerintah indonesia, dalam hal ini menkominfo menyediakan open API misalnya untuk data kereta se-indonesia, data rumah sakit se indonesia dan data penting untuk umum lainnya yang bisa diakses oleh pengembang. ada data dari http://www.bps.go.id/ yg berupa ginianhttp://www.bps.go.id/hasil_publikasi/SI_2013/index3.php?pub=Statistik+Indonesia+2013 tapi gimana ngolahnya? copy paste satu persatu?  

      mungkin sedikit keluhan saja buat MENKOMINFO, gimana pengembang lokal mau berpartisipasi kalo tidak di fasilitasi. contoh dinegara2 maju kayak ginihttp://sunlightfoundation.com/api/ mereka menyediakan API data semua anggota congress, dari data yang penting diketahui umum itu bisa dikembangkan oleh developer lokal untuk membuat aplikasi2 bermanfaat bagi masyarakat lokal.

      dan di Indonesia nih gan para startup udah mulai muncul banyak, mungkin agan sendiri juga pelaku startup. dan di indonesia sudah mulai banyak incubator2 ala silicon valey . kalo dikampus ane namanya Startup Airlangga (Universitas Airlangga).

      nah menurut ane, para pekerja industri kreatif ini kalo dikasih "data" pasti mereka bisa mengolah data itu menjadi suatu nilai jual yang bisa memajukan industri lokal. dalam hal ini mungkin mereka mempunyai inovasi aplikasi yang mencari rumah sakit terdekat akan tetapi mungkin aplikasi seperti ini jarang di eksekusi karena susahnya mencari data. lagi lagi karena kurangnya fasilitas open DATA API di indonesia menjadi penghambat bagi developer lokal untuk berpartisipasi membangun negeri.

      ngandalkan Pemerintah? bullshit gan, ente tau sendiri kan.
      harapan ane kedepan, mungkin para senior2 network dan web developer disini mempunyai rasa ingin membantu membuat organisasi NON-PROFIT yang menyediakan data data penting umum di Indonesia. demi mudahnya akse data oleh developer lokal gan.

      kind regards,


      --
      Bayu Aldi Yansyah,
      Universitas Airlangga
      blog: atpyk.org
      github: @pyk



      --
      Asep Bagja Priandana.
      Software Developer

      skype/ym/twitter: bepitulaz

      Jakarta, Indonesia.







      --
      Muhammad Mufid Afif // coderwall // blog




      --
      Trisna Gelar Abdillah, ST

      Email: balaplumpat@..., trisna@...
      Twitter: @mang_gibenk
      Facebook: Trisna Gelar Abdillah
      YM: sapilieur
      Web: abahfamily


      nulung kanu butuh, nalang kanu susah
    • Show all 19 messages in this topic