Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

APA ITU TANTRUM...

Expand Messages
  • sarwan2000
    TANTRUM Senario Anak Afiq menangis, menjerit-jerit dan berguling-guling di lantai kerana inginkan permainan power ranger yang dia lihat di sebuah supermarket
    Message 1 of 1 , Apr 27, 2006
      TANTRUM

      Senario Anak

      "Afiq menangis, menjerit-jerit dan berguling-guling di lantai kerana
      inginkan permainan power ranger yang dia lihat di sebuah supermarket
      di Carrefour. Ibunya sudah berusaha memujuk Afiq dan mengatakan
      bahawa sudah banyak permainan di rumahnya. Namun Afiq masih berdegil
      dan terus-terusan menangis. Ibunya menjadi serba salah, malu dan
      tidak berdaya menghadapi kerenah anaknya. Ibunya tidak ingin
      membelikan permainan tersebut kerana masih ada permainan lain yang
      terdapat di rumahnya. Jika tidak dibelikan maka ia kuatir Afiq akan
      menjerit-jerit dan menangis berterusan, sehingga menarik perhatian
      semua orang dan orang akan menyangka dirinya adalah ibu yang kejam.
      Ibunya menjadi bingung, yang akhirnya mendorong siibu membeli
      permainan yang diinginkan Afiq."

      Bijakkah tindakan si Ibu?


      Apakah Tantrum ?

      Senario diatas merupakan suatu kejadian yang disebut sebagai "Temper
      Tantrum" atau suatu luapan emosi yang meledak-ledak sehingga tiada
      kawalan diri. Tantrum bermaksud kemarahan secara tiba-tiba.

      Temper Tantrum seringkali muncul pada anak usia 15 bulan – 6 tahun.
      Tantrum biasanya terjadi pada anak yang hyper-aktif. Tantrum juga
      lebih mudah terjadi pada anak-anak yang dianggap "sulit", dengan
      ciri-ciri sebagai berikut:

      1) Kanak-kanak tidak cukup tidur.
      2) Makan dan proses pembuangan najis tidak teratur.
      3) Kekok dengan situasi baru atau orang yang dia tidak kenali.
      4) Lambat beradaptasi terhadap perubahan.
      5) Emosi tidak tenteram (sering negatif).
      6) Mudah marah dan mudah menangis.
      7) Sulit dialihkan perhatiannya.


      Tantrum termanifestasi dalam berbagai perilaku. Berikut adalah
      beberapa contoh perilaku Tantrum, mengikut peringkat usia:


      Dibawah Usia 3 tahun
      ·Menangis
      ·Menggigit
      ·Memukul
      ·Menendang
      ·Menjerit
      ·Memekik-mekik
      ·Menghempaskan badan ke lantai
      ·Memukul-mukulkan tangannya
      ·Menahan nafas
      ·Menghentakkan kepala
      ·Melemparkan barang
      ·Menyangkung
      ·Memeluk tubuhnya

      Usia 3-4 tahun
      ·Perilaku tersebut diatas
      ·Menghentakkan kaki
      ·Berteriak
      ·Meninju
      ·Membantingkan pintu
      ·Mengkritik
      ·Merengek

      Usia 5 tahun keatas
      ·Perilaku-perilaku tersebut diatas
      ·Memaki hamun orang lain @ ibubapanya
      ·Menyumpah
      ·Memukul kakak @ adik @ kawan-kawannya
      ·Mengkritik diri sendiri
      ·Memecahkan barang dengan sengaja
      ·Mengancam
      ·Merungut
      ·Trauma @ fobia keatas sesuatu yang menekan emosi anak.


      FAKTOR PENYEBAB TANTRUM

      Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya Tantrum. Diantaranya
      adalah seperti berikut:

      1) Kehendak @ Keinginan Anak Di Halang
      Setelah tidak berhasil meminta sesuatu yang tetap pada keinginannya,
      maka sianak mudah saja melepaskan emosi tantrumnya yang bertujuan
      mendesak ibubapanya agar memenuhi impiannya.

      2) Ketidakmampuan anak mengungkapkan dengan perkataan
      Kanak-kanak bawah usia 4 tahun memiliki keterbatasan bahasa. Amat
      sukar sekali untuk mereka menterjemahkan keinginan mereka dalam
      bentuk bahasa yang mudah untuk kita fahami. Oleh itu, kondisi mereka
      yang masih tidak betah telah menekan emosi mereka menjadi kecewa dan
      secara tidak langsung mewujudkan frustasi pada diri mereka dan
      disampaikan dengan sikap tantrum.

      3) Pergerakan yang Terhad
      Kanak-kanak yang hyper-aktif sudah biasa dengan pergerakan yang
      bebas tanpa kongkongan atau batasan. Sekiranya, ibubapa cuba
      mengawal pergerakan atau hadkan kelakuannya menjadi sopan dan
      bertertib, maka ini mewujudkan stress pada diri sianak. Untuk anak
      melepaskan stress, maka wujudnya tantrum. Sebagai contoh; anak
      hendak minum menggunakan gelas, ibu atau pengasuh tidak benarkan dan
      menggantikan dengan cawan plastik; sianak masih bertegas dengan
      keinginannya, maka telah wujud sifat amarah dalam dirinya dan untuk
      dia melepaskannya dia akan bersikap tantrum agar kehendaknya
      diperbolehkan.

      4)Asuhan Ibubapa
      1. Terlalu dimanjakan apabila semua keinginan dipenuhi dan tetiba
      ada keinginannya yang lain tidak diikutkan.
      2. Asuhan yang tidak konsisten – tidak menerangkan yang mana baik
      dan yang mana buruk (tiada penjelasan diberikan). Apabila anak
      melakukan kesilapan dan secara tiba-tiba kita menegur dan menghukum,
      maka inilah komplikasi yang timbul dengan wujudnya tantrum.
      3. Ibubapa bertelagah pendapat yang mana baik @ buruk untuk sianak.


      5) Anak merasa penat, lapar atau dalam keadaan sakit.

      6) Anak sedang stress
      Samada anak penat dengan bebanan tugasan sekolah, dan lain-lain atau
      kerana merasa tidak aman (insecure).

      7) Trauma @ Fobia
      Anak disiksa atau pernah menyaksikan sesuatu yang ngeri atau
      diperkosa sejak kecil. Trauma yang melanda dirinya menjadikan
      emosinya tak tenteram. Kanak-kanak mengharapkan perlindungan yang
      aman. Apabila itu terjadi, dia beranggapan bahawa ibubapa tidak
      memberikan kasih sayang atau keamanan yang diharapkan. Maka dia akan
      tantrum untuk melepaskan tekanan yang melanda emosinya. Tantrum ini
      memakan masa untuk pulih dan akan terbawa sehingga dia dewasa.


      BAGAIMANA UNTUK ATASI TANTRUM ANAK ?

      Dalam buku "Tantrums Secret To Calming The Storm" oleh La Forge,
      majoriti berpendapat bahawa tantrum adalah suatu perilaku yang masih
      tergolong normal yang merupakan sebahagian dari proses perkembangan
      atau tumbesaran kanak-kanak, suatu tempoh transformasi dalam
      perkembangan emosi, kognitif dan fizikal sianak. Sebagai bahagian
      dari proses perkembangan, episod tantrum pasti berakhir.

      Beberapa hal positif yang biasa dilihat dari perilaku tantrum adalah
      bahawa dengan tantrum anak ingin menunjukkan sikap independensinya,
      ekspresikan individualitasinya, mengemukakan pendapatnya,
      mengeluarkan rasa marah dan frustasi untuk menyampaikan maksud agar
      orang dewasa mengerti dengan sikap negatif mereka.

      Namun bukan bermakna bahawa tantrum harus digalakkan dan disemangati
      (encourage). Jika ibubapa membiarkan Tantrum berkuasa (dengan
      memperbolehkan anak mendapatkan apa yang dihajati setelah ia
      Tantrum, seperti ilustrasi di atas), maka bererti ibubapa sudah
      menyetujui dan memberi peluang pada anak untuk bertindak kasar dan
      agresif (walhal sepatutnya ibubapa tidak harus menyetujui kehendak
      anak).

      Ibubapa harus membantah dengan tegas dan memberi penjelasan secara
      logikal pada anak. Dengan bertindak tegas dalam menangkis Tantrum,
      ibubapa juga berkesempatan untuk mengajar atau mendidik anak tentang
      bagaimana caranya beraksi terhadap emosi-emosi yang normal (marah,
      frustrasi, takut, jengkel, dll) secara wajar dan bagaimana bertindak
      dengan cara yang tepat sehingga tidak menyakiti diri sendiri dan
      orang lain ketika sedang merasakan emosi tersebut. Inilah yang
      dikategorikan sebagai intelligent emotion yakni pamerkan emosi
      dengan kaedah yang positif.

      Kaedah terbaik menangani tantrum anak;

      ·Mencegah terjadinya tantrum
      ·Menangani anak yang sedang mengalami tantrum
      ·Menangani anak pasca tantrum

      Pencegahan

      Tindakan susulan untuk mencegah terjadinya Tantrum adalah dengan
      mengenali kebiasaan-kebiasaan sianak dan mengetahui secara pasti
      pada kondisi-kondisi seperti apa muncul Tantrum pada si anak.
      Misalnya, kalau orangtua tahu bahwa anaknya merupakan anak yang
      hyper-aktif dan kalian berada didalam kereta terlalu lama
      perjalanannya, ini sebenarnya akan menimbulkan stress pada anak dan
      dia mula menunjukkan tantrum. Untuk elakkan sianak Tantrum, ibubapa
      perlu mengatur perjalanan dengan beristirehat di jalan atau di kedai
      makan untuk memberikan waktu bagi sianak berlari-lari di luar.

      Tantrum juga dapat dikesan kerana stres akibat tugas-tugas sekolah
      yang harus sianak laksanakan. Dalam hal ini, mendampingi anak pada
      saat ia mengerjakan tugas-tugas dari sekolah (bukan membuatkan tugas-
      tugasnya) dan mengajarkan hal-hal yang dianggap sulit, akan membantu
      mengurangi stres pada anak kerana beban sekolah tersebut.
      Mendampingi anak bukan sahaja terbatas pada tugas-tugas sekolah,
      tetapi juga pada permainan-permainan, sebaiknya anak pun
      didampingioleh ibubapa senantiasa, sehingga ketika ia mengalami
      kesulitan ibubapa dapat membantu dengan memberikan petunjuk.

      Langkah kedua adalah teknik keibubapaan mengasuh anaknya.

      Apakah anak terlalu dimanjakan?

      Apakah ibubapa bertindak terlalu melindungi (over protective), dan
      terlalu suka melarang?

      Apakah kedua ibubapa selalu seia-sekata dalam mengasuh anak?

      Apakah ibubapa menunjukkan konsistensi dalam perkataan dan
      perbuatan?

      Jika anda merasa terlalu memanjakan anak, terlalu melindungi dan
      seringkali melarang anak untuk melakukan aktiviti yang sebenarnya
      sangat dibutuhkan anak, jangan baran jika anak akan mudah tantrum
      jika kemahuannya tidak dituruti. Konsistensi dan kesamaan persepsi
      dalam mengasuh anak juga sangat penting.

      Jika tiada sepakat, ibubapa sebaiknya jangan berdebat dan
      beragumentasi antara satu sama lain di depan anak, agar tidak
      menimbulkan kebingungan dan rasa tidak aman pada anak. Ibubapa
      hendaknya menjaga agar anak selalu melihat bahwa ibubapanya selalu
      sepakat dan rukun damai.

      Ketika Tantrum Terjadi

      Jika tantrum terjadi dan ibubapa tidak dapat mengawal situasi, maka
      beberapa langkah patut diambil;

      Memastikan situasi sekeliling – Sekiranya sianak tantrum didepan
      orang awam, bawa anak ke satu sudut yang jauh dari penglihatan awam
      dan biarkan sianak melempiaskan emosinya disitu untuk seketika.
      Ketika sianak tantrum, jauhkan darinya benda-benda yang boleh dia
      capai (barang merbahaya) untuk elakkan dia dari tercedera atau orang
      lain.

      Ibubapa harus bersabar (berkeadaan tenang) – Jaga emosi, mulut dan
      tangan. Jangan sampai memukul dan berteriak-teriak marah pada anak.

      Endahkan (ignore) ketika sianak tantrum – Ketika sianak tantrum,
      sebaiknya ibubapa jangan memujuk, bercakap, memberi nasihat,
      berargumen dan seumpamanya yang bertujuan mengambil hati sianak.
      Kerana ketika tantrum, perasaan amarah menguasai dirinya dan dia
      tidak akan mendengar kata-kata nasihat dari ibubapanya. Jalan
      terbaik ialah membiarkan sianak untuk seketika, biar dia lepaskan
      kemarahan itu. Tantrum akan cepat berakhir sekiranya ibubapa tidak
      campurtangan dengan memujuk atau paksaan atau kemarahan.

      Jika sianak masih lagi tantrum – Ibubapa hendaklah memeluk sianak
      dengan dakapan kasih sayang. Akan tetapi ada ibubapa yang malu
      dengan kerenah anaknya yang sedang tantrum. Maka moleknya ibubapa
      hendaklah berada tidak jauh dari sianak dan bercakap dengan sianak
      yang menunjukkan anda sayang padanya. Dengan kaedah itu, sianak
      berasa aman dan tahu bahawa ibubapanya ada dan tidak menolak sikap
      negatifnya.

      Ketika Sianak Kembali Tenang

      Saat Tantrum sianak sudah reda, seberapapun parahnya ledakan emosi
      yang telah terjadi tersebut, janganlah diikuti dengan hukuman,
      nasihat-nasihat, teguran, maupun sindiran. Juga jangan diberikan
      hadiah apapun, dan anak tetap tidak boleh mendapatkan apa yang
      diinginkan (jika Tantrum terjadi kerana menginginkan sesuatu).
      Dengan tetap tidak memberikan apa yang diinginkan si anak, ibubapa
      akan dapat melihat konsistensi dan anak akan belajar bahwa ia tidak
      bisa memanipulasi ibubapanya.

      Ingat, ibubapa hendaklah mendidik anak dengan mengajak anak
      mendengar (nasihat) kata kita bukan mendengar katanya. Jika sejak
      mula sudah terbiasa mengikut katanya, inilah kesan sampingan sika-
      sikap negatif yang akan terdapat pada diri sianak.

      Berikanlah belaian kasih sayang dan rasa aman Anda kepada anak. Ajak
      anak, membaca buku atau bermain bersama. Tunjukkan kepada anak,
      sekalipun ia telah berbuat salah, sebagai ibubapa Anda tetap
      mengasihinya.

      Setelah Tantrum berakhir, orangtua perlu mengevaluasi (selidiki
      kembali) mengapa sampai terjadi Tantrum. Apakah benar-benar anak
      yang berbuat salah atau ibubapa yang salah merespon
      perbuatan/keinginan anak? Atau karena anak merasa frustrasi, lapar,
      atau sakit? Fikir secara positif dan ini perlu, agar ibubapa bisa
      mencegah Tantrum berikutnya.

      Jika anak yang dianggap salah, ibubapa perlu berfikir untuk
      mengajarkan kepada anak nilai-nilai atau cara-cara baru agar anak
      tidak mengulangi kesalahannya. Kalau memang ingin mengajar dan
      memberi nasihat, jangan dilakukan setelah Tantrum berakhir, tapi
      lakukanlah ketika keadaan sedang tenang dan nyaman bagi ibubapa dan
      anak.

      Waktu yang tenang dan nyaman adalah ketika Tantrum belum dimulai,
      bahkan ketika tidak ada tanda-tanda akan terjadi Tantrum. Saat
      ibubapa dan anak sedang gembira, tidak merasa frustrasi, lelah dan
      lapar merupakan saat yang ideal.

      Dari uraian diatas dapat terlihat bahwa kalau ibubapa memiliki anak
      yang "sulit" dan mudah menjadi Tantrum, tentu tidak adil jika
      dikatakan sepenuhnya kesalahan ibubapa. Kebiasaann yang kita dengar
      orang tua berkata, macam mana perangai ibubapanya maka itulah yang
      menurun ke anak Namun harus diakui bahwa ibubapalah yang punya
      peranan untuk membimbing anak dalam mengatur emosinya dan
      mempermudah kehidupan anak agar Tantrum tidak terus-menerus meletup.
      Beberapa saran diatas mungkin dapat berguna bagi anda terutama bagi
      para ibu/bapa muda yang belum memiliki pengalaman mengasuh anak.

      Selamat membaca, semoga bermanfaat untuk anda sebagai ibubapa
      milenium !
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.