Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: [ibackpackerclub] Re: Info: Mulai 2011, Barang Bawaan Dikenai Bea Impor

Expand Messages
  • Franciscus Sung
    Berarti.. Kalo saya ke luar negeri bawa 1 camera, 2 hp, 1 notebook. Trus pas disitu aq tertarik beli 1 camera, 1 blackberry, 1 notebook... Pas pulangnya di
    Message 1 of 9 , Dec 1, 2010
      Berarti..
      Kalo saya ke luar negeri bawa 1 camera, 2 hp, 1 notebook.

      Trus pas disitu aq tertarik beli 1 camera, 1 blackberry, 1 notebook...

      Pas pulangnya di Indonesia, gimana tuh?

      ____________________________
      Sent from my mobile device
      http://facebook.com/efeks
      PIN: 24B2A13E

      -----Original Message-----
      From: "ari_suryaputra" <ari.suryaputra@...>
      Sender: ibackpackerclub@yahoogroups.com
      Date: Tue, 30 Nov 2010 15:10:58
      To: <ibackpackerclub@yahoogroups.com>
      Reply-To: ibackpackerclub@yahoogroups.com
      Subject: [ibackpackerclub] Re: Info: Mulai 2011, Barang Bawaan Dikenai Bea Impor

      Dear Fannie,

      Aku pikir aturan ini hanya berlaku bagi barang yang kita beli di luar negeri dan nilainya melebihi USD 250. Kalau barang yang kita beli lebih dari satu, maka bea-nya akan dihitung dari barang termahal. Aku pikir masih lumrah kok kan seharusnya barang yang kita beli di luar negeri bebas/tidak dipungut VAT (PPN) oleh negara ybs.

      Sebenarnya yang justru menurut aku lucu adalah ketentuan bebas fiskal itu. Karena bukannya sebelumnya itu jadi daya tarik orang utk punya NPWP? Dan kebijakan itu kalau menurut aku kurang "ramah" dengan upaya membangkitkan tourism di Indonesia ya... karena sebenarnya wisatawan domestik adalah "market" yang lumayan.

      Salam,
      Ari

      --- In ibackpackerclub@yahoogroups.com, "Boeken." <nboeken@...> wrote:
      >
      > Dear teman-teman,
      >
      > Info terbaru yang menurut saya sepertinya agak aneh. Batas antara barang
      > pribadi hingga USD 250 itu apa ya? Apakah termasuk kalau kita bawa
      > handphone, laptop, dll yang merupakan barang pribadi yang kita bawa dari
      > berangkat (bukan dibeli di luar negeri).
      >
      > Sungguh semakin aneh2 saja peraturan di negara kita. Setelah bebas fiskal
      > diberlakukan, malah muncul aturan seperti ini.
      >
      > Salam,
      > Fannie
      >
      >
      > *Mulai 2011, Barang Bawaan Dikenai Bea Impor*
      > ------------------------------
      > http://www.metrotvnews.com/mobile-si...tgl=2010-11-24<http://www.metrotvnews.com/mobile-site/text-detail.php?read=34870&tgl=2010-11-24>
      >
      > http://www.sjdih.depkeu.go.id/fullText/2010/188~PMK.04~2010Per.HTM
      >
      > Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan menetapkan bea impor atas barang
      > yang dibawa penumpang, awak sarana angkutan, dan pelintas batas, serta
      > barang kiriman yang akan berlaku mulai 1 Januari 2011 melalui Peraturan
      > Menteri Keuangan Nomor 188/PMK.04/2010.
      >
      > Kepala Biro Humas Kemenkeu, Yudi Pramadi, dalam keterangannya yang diterima
      > di Jakarta, Rabu (24/11), menyebutkan, barang yang dikenai bea impor adalah
      > barang pribadi yang dibawa penumpang, barang pribadi awak sarana angkutan,
      > atau barang pribadi pelintas batas, dan/atau barang dagangan yang melampaui
      > batas nilai pabean dan/atau jumlah tertentu.
      >
      > Pejabat Bea dan Cukai menetapkan tarif bea masuk atas impor Barang Pribadi
      > Penumpang, Barang Pribadi Awak Sarana Pengangkut, Barang Pribadi Pelintas
      > Batas, Barang Dagangan, dan Barang Kiriman.
      >
      > Penetapan tarif bea masuk didasarkan pada tarif bea masuk dari barang
      > bersangkutan. Dalam hal barang impor dimaksud lebih dari tiga jenis barang,
      > Pejabat Bea dan Cukai menetapkan hanya satu tarif bea masuk berdasarkan
      > tarif barang tertinggi.
      >
      > Mengenai pengertian pelintas batas, Yudi menyebutkan, adalah penduduk yang
      > berdiam atau bertempat tinggal dalam wilayah perbatasan negara serta
      > memiliki kartu identitas yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang dan
      > yang akan melakukan perjalanan lintas batas di daerah perbatasan melalui Pos
      > Pengawas Lintas Batas.
      >
      > Awak sarana pengangkut adalah setiap orang yang karena sifat pekerjaannya
      > harus berada dalam sarana pengangkut dan datang bersama sarana pengangkut.
      > Sementara penumpang adalah setiap orang yang melintasi perbatasan wilayah
      > negara dengan menggunakan sarana pengangkut tetapi bukan Awak Sarana
      > Pengangkut dan bukan Pelintas Batas.
      >
      > Mengenai batasan jumlah barang yang tidak dikenakan bea impor (bebas bea
      > masuk), Yudi menyebutkan, untuk barang pribadi penumpang dengan nilai pabean
      > paling banyak US$250 (FOB) per orang atau US$1000 AS per keluarga. Barang
      > pribadi yang dibawa awak sarana angkutan dengan nilai pabean maksimal US$50
      > (FOB) per orang juga mendapat pembebasan bea masuk.
      >
      > Sedangkan untuk nilai maksimal barang pribadi pelintas batas yang dibebaskan
      > dari bea impor dibedakan menurut asal negaranya. Untuk Indonesia dengan
      > Papua New Guinea paling banyak US$300 (FOB) per orang untuk jangka waktu
      > satu bulan, Indonesia dengan Malaysia: paling banyak 600 RM (FOB) per orang
      > untuk jangka waktu sebulan jika melewati batas daratan, sementara jika
      > melewati batas lautan ditetapkan paling banyak 600 RM (FOB) setiap perahu
      > untuk setiap trip.
      >
      > Sementara untuk Indonesia dengan Filipina ditetapkan paling banyak US$250
      > (FOB) per orang untuk jangka waktu sebulan. Indonesia dengan Timor Leste
      > paling banyak US$50 (FOB) per orang per hari.
      >
      > Sedangkan terhadap barang kiriman, diberikan pembebasan bea masuk dengan
      > nilai pabean paling banyak 50 dolar AS (FOB) untuk setiap orang per kiriman.
      > Dalam hal Barang Kiriman melebihi batas nilai pabean, atas kelebihan
      > tersebut dipungut bea masuk dan pajak dalam rangka impor. (Ant/ICH)
      >




      ------------------------------------



      Post message:
      ibackpackerclub@yahoogroups.com
      Subscribe:
      ibackpackerclub-subscribe@yahoogroups.com
      Unsubscribe:
      ibackpackerclub-unsubscribe@yahoogroups.com
      List owner:
      ibackpackerclub-owner@yahoogroups.com
      Yahoo! Groups Links
    • Liel
      kalau menurut artikel di http://metronews.fajar.co.id/read/110960/10/oleholeh-luar-negeri-kena-pajak ada kutipan: Menurut Evy, batas nilai barang bawaan hingga
      Message 2 of 9 , Dec 1, 2010
        kalau menurut artikel di http://metronews.fajar.co.id/read/110960/10/oleholeh-luar-negeri-kena-pajak

        ada kutipan:
        Menurut Evy, batas nilai barang bawaan hingga USD250 tidak dinilai per satuan barang, melainkan berdasar total nilai barang bawaan yang dibawa penumpang dari luar negeri. "Misalkan penumpang membawa beberapa barang, jika jumlahnya lebih dari USD250 maka akan langsung dikenakan bea masuk," katanya.


        kalau saya nggak salah tangkap, artinya harga camera, blackberry dan notebook (yang baru dibeli itu) akan dijumlah, lalu dikurangi 250 USD. lalu kita harus membayar selisihnya. wah, kalau begini sih namanya tekor! wong harga 1 barang elektronik sendiri sudah lebih dari 250 USD kok!

        btw, menurut artikel yang sama, aturan ini sudah diterapkan per tanggal 29 Oktober lho.


        --- In ibackpackerclub@yahoogroups.com, "Franciscus Sung" <frans_sung@...> wrote:
        >
        > Berarti..
        > Kalo saya ke luar negeri bawa 1 camera, 2 hp, 1 notebook.
        >
        > Trus pas disitu aq tertarik beli 1 camera, 1 blackberry, 1 notebook...
        >
        > Pas pulangnya di Indonesia, gimana tuh?
        >
        > ____________________________
        > Sent from my mobile device
        > http://facebook.com/efeks
        > PIN: 24B2A13E
        >
        > -----Original Message-----
        > From: "ari_suryaputra" <ari.suryaputra@...>
        > Sender: ibackpackerclub@yahoogroups.com
        > Date: Tue, 30 Nov 2010 15:10:58
        > To: <ibackpackerclub@yahoogroups.com>
        > Reply-To: ibackpackerclub@yahoogroups.com
        > Subject: [ibackpackerclub] Re: Info: Mulai 2011, Barang Bawaan Dikenai Bea Impor
        >
        > Dear Fannie,
        >
        > Aku pikir aturan ini hanya berlaku bagi barang yang kita beli di luar negeri dan nilainya melebihi USD 250. Kalau barang yang kita beli lebih dari satu, maka bea-nya akan dihitung dari barang termahal. Aku pikir masih lumrah kok kan seharusnya barang yang kita beli di luar negeri bebas/tidak dipungut VAT (PPN) oleh negara ybs.
        >
        > Sebenarnya yang justru menurut aku lucu adalah ketentuan bebas fiskal itu. Karena bukannya sebelumnya itu jadi daya tarik orang utk punya NPWP? Dan kebijakan itu kalau menurut aku kurang "ramah" dengan upaya membangkitkan tourism di Indonesia ya... karena sebenarnya wisatawan domestik adalah "market" yang lumayan.
        >
        > Salam,
        > Ari
        >
        > --- In ibackpackerclub@yahoogroups.com, "Boeken." <nboeken@> wrote:
        > >
        > > Dear teman-teman,
        > >
        > > Info terbaru yang menurut saya sepertinya agak aneh. Batas antara barang
        > > pribadi hingga USD 250 itu apa ya? Apakah termasuk kalau kita bawa
        > > handphone, laptop, dll yang merupakan barang pribadi yang kita bawa dari
        > > berangkat (bukan dibeli di luar negeri).
        > >
        > > Sungguh semakin aneh2 saja peraturan di negara kita. Setelah bebas fiskal
        > > diberlakukan, malah muncul aturan seperti ini.
        > >
        > > Salam,
        > > Fannie
        > >
        > >
        > > *Mulai 2011, Barang Bawaan Dikenai Bea Impor*
        > > ------------------------------
        > > http://www.metrotvnews.com/mobile-si...tgl=2010-11-24<http://www.metrotvnews.com/mobile-site/text-detail.php?read=34870&tgl=2010-11-24>
        > >
        > > http://www.sjdih.depkeu.go.id/fullText/2010/188~PMK.04~2010Per.HTM
        > >
        > > Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan menetapkan bea impor atas barang
        > > yang dibawa penumpang, awak sarana angkutan, dan pelintas batas, serta
        > > barang kiriman yang akan berlaku mulai 1 Januari 2011 melalui Peraturan
        > > Menteri Keuangan Nomor 188/PMK.04/2010.
        > >
        > > Kepala Biro Humas Kemenkeu, Yudi Pramadi, dalam keterangannya yang diterima
        > > di Jakarta, Rabu (24/11), menyebutkan, barang yang dikenai bea impor adalah
        > > barang pribadi yang dibawa penumpang, barang pribadi awak sarana angkutan,
        > > atau barang pribadi pelintas batas, dan/atau barang dagangan yang melampaui
        > > batas nilai pabean dan/atau jumlah tertentu.
        > >
        > > Pejabat Bea dan Cukai menetapkan tarif bea masuk atas impor Barang Pribadi
        > > Penumpang, Barang Pribadi Awak Sarana Pengangkut, Barang Pribadi Pelintas
        > > Batas, Barang Dagangan, dan Barang Kiriman.
        > >
        > > Penetapan tarif bea masuk didasarkan pada tarif bea masuk dari barang
        > > bersangkutan. Dalam hal barang impor dimaksud lebih dari tiga jenis barang,
        > > Pejabat Bea dan Cukai menetapkan hanya satu tarif bea masuk berdasarkan
        > > tarif barang tertinggi.
        > >
        > > Mengenai pengertian pelintas batas, Yudi menyebutkan, adalah penduduk yang
        > > berdiam atau bertempat tinggal dalam wilayah perbatasan negara serta
        > > memiliki kartu identitas yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang dan
        > > yang akan melakukan perjalanan lintas batas di daerah perbatasan melalui Pos
        > > Pengawas Lintas Batas.
        > >
        > > Awak sarana pengangkut adalah setiap orang yang karena sifat pekerjaannya
        > > harus berada dalam sarana pengangkut dan datang bersama sarana pengangkut.
        > > Sementara penumpang adalah setiap orang yang melintasi perbatasan wilayah
        > > negara dengan menggunakan sarana pengangkut tetapi bukan Awak Sarana
        > > Pengangkut dan bukan Pelintas Batas.
        > >
        > > Mengenai batasan jumlah barang yang tidak dikenakan bea impor (bebas bea
        > > masuk), Yudi menyebutkan, untuk barang pribadi penumpang dengan nilai pabean
        > > paling banyak US$250 (FOB) per orang atau US$1000 AS per keluarga. Barang
        > > pribadi yang dibawa awak sarana angkutan dengan nilai pabean maksimal US$50
        > > (FOB) per orang juga mendapat pembebasan bea masuk.
        > >
        > > Sedangkan untuk nilai maksimal barang pribadi pelintas batas yang dibebaskan
        > > dari bea impor dibedakan menurut asal negaranya. Untuk Indonesia dengan
        > > Papua New Guinea paling banyak US$300 (FOB) per orang untuk jangka waktu
        > > satu bulan, Indonesia dengan Malaysia: paling banyak 600 RM (FOB) per orang
        > > untuk jangka waktu sebulan jika melewati batas daratan, sementara jika
        > > melewati batas lautan ditetapkan paling banyak 600 RM (FOB) setiap perahu
        > > untuk setiap trip.
        > >
        > > Sementara untuk Indonesia dengan Filipina ditetapkan paling banyak US$250
        > > (FOB) per orang untuk jangka waktu sebulan. Indonesia dengan Timor Leste
        > > paling banyak US$50 (FOB) per orang per hari.
        > >
        > > Sedangkan terhadap barang kiriman, diberikan pembebasan bea masuk dengan
        > > nilai pabean paling banyak 50 dolar AS (FOB) untuk setiap orang per kiriman.
        > > Dalam hal Barang Kiriman melebihi batas nilai pabean, atas kelebihan
        > > tersebut dipungut bea masuk dan pajak dalam rangka impor. (Ant/ICH)
        > >
        >
        >
        >
        >
        > ------------------------------------
        >
        >
        >
        > Post message:
        > ibackpackerclub@yahoogroups.com
        > Subscribe:
        > ibackpackerclub-subscribe@yahoogroups.com
        > Unsubscribe:
        > ibackpackerclub-unsubscribe@yahoogroups.com
        > List owner:
        > ibackpackerclub-owner@yahoogroups.com
        > Yahoo! Groups Links
        >
      • Franciscus Sung
        Kaloa bawa batere sebanyak 25 biji, yg harga masing $10, berarti LOLOS ya. ____________________________ Sent from my mobile device http://facebook.com/efeks
        Message 3 of 9 , Dec 2, 2010
          Kaloa bawa batere sebanyak 25 biji, yg harga masing $10, berarti LOLOS ya.
          ____________________________
          Sent from my mobile device
          http://facebook.com/efeks
          PIN: 24B2A13E

          -----Original Message-----
          From: "Liel" <lylian.lylian@...>
          Sender: ibackpackerclub@yahoogroups.com
          Date: Wed, 01 Dec 2010 15:49:31
          To: <ibackpackerclub@yahoogroups.com>
          Reply-To: ibackpackerclub@yahoogroups.com
          Subject: [ibackpackerclub] Re: Info: Mulai 2011, Barang Bawaan Dikenai Bea Impor

          kalau menurut artikel di http://metronews.fajar.co.id/read/110960/10/oleholeh-luar-negeri-kena-pajak

          ada kutipan:
          Menurut Evy, batas nilai barang bawaan hingga USD250 tidak dinilai per satuan barang, melainkan berdasar total nilai barang bawaan yang dibawa penumpang dari luar negeri. "Misalkan penumpang membawa beberapa barang, jika jumlahnya lebih dari USD250 maka akan langsung dikenakan bea masuk," katanya.


          kalau saya nggak salah tangkap, artinya harga camera, blackberry dan notebook (yang baru dibeli itu) akan dijumlah, lalu dikurangi 250 USD. lalu kita harus membayar selisihnya. wah, kalau begini sih namanya tekor! wong harga 1 barang elektronik sendiri sudah lebih dari 250 USD kok!

          btw, menurut artikel yang sama, aturan ini sudah diterapkan per tanggal 29 Oktober lho.


          --- In ibackpackerclub@yahoogroups.com, "Franciscus Sung" <frans_sung@...> wrote:
          >
          > Berarti..
          > Kalo saya ke luar negeri bawa 1 camera, 2 hp, 1 notebook.
          >
          > Trus pas disitu aq tertarik beli 1 camera, 1 blackberry, 1 notebook...
          >
          > Pas pulangnya di Indonesia, gimana tuh?
          >
          > ____________________________
          > Sent from my mobile device
          > http://facebook.com/efeks
          > PIN: 24B2A13E
          >
          > -----Original Message-----
          > From: "ari_suryaputra" <ari.suryaputra@...>
          > Sender: ibackpackerclub@yahoogroups.com
          > Date: Tue, 30 Nov 2010 15:10:58
          > To: <ibackpackerclub@yahoogroups.com>
          > Reply-To: ibackpackerclub@yahoogroups.com
          > Subject: [ibackpackerclub] Re: Info: Mulai 2011, Barang Bawaan Dikenai Bea Impor
          >
          > Dear Fannie,
          >
          > Aku pikir aturan ini hanya berlaku bagi barang yang kita beli di luar negeri dan nilainya melebihi USD 250. Kalau barang yang kita beli lebih dari satu, maka bea-nya akan dihitung dari barang termahal. Aku pikir masih lumrah kok kan seharusnya barang yang kita beli di luar negeri bebas/tidak dipungut VAT (PPN) oleh negara ybs.
          >
          > Sebenarnya yang justru menurut aku lucu adalah ketentuan bebas fiskal itu. Karena bukannya sebelumnya itu jadi daya tarik orang utk punya NPWP? Dan kebijakan itu kalau menurut aku kurang "ramah" dengan upaya membangkitkan tourism di Indonesia ya... karena sebenarnya wisatawan domestik adalah "market" yang lumayan.
          >
          > Salam,
          > Ari
          >
          > --- In ibackpackerclub@yahoogroups.com, "Boeken." <nboeken@> wrote:
          > >
          > > Dear teman-teman,
          > >
          > > Info terbaru yang menurut saya sepertinya agak aneh. Batas antara barang
          > > pribadi hingga USD 250 itu apa ya? Apakah termasuk kalau kita bawa
          > > handphone, laptop, dll yang merupakan barang pribadi yang kita bawa dari
          > > berangkat (bukan dibeli di luar negeri).
          > >
          > > Sungguh semakin aneh2 saja peraturan di negara kita. Setelah bebas fiskal
          > > diberlakukan, malah muncul aturan seperti ini.
          > >
          > > Salam,
          > > Fannie
          > >
          > >
          > > *Mulai 2011, Barang Bawaan Dikenai Bea Impor*
          > > ------------------------------
          > > http://www.metrotvnews.com/mobile-si...tgl=2010-11-24<http://www.metrotvnews.com/mobile-site/text-detail.php?read=34870&tgl=2010-11-24>
          > >
          > > http://www.sjdih.depkeu.go.id/fullText/2010/188~PMK.04~2010Per.HTM
          > >
          > > Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan menetapkan bea impor atas barang
          > > yang dibawa penumpang, awak sarana angkutan, dan pelintas batas, serta
          > > barang kiriman yang akan berlaku mulai 1 Januari 2011 melalui Peraturan
          > > Menteri Keuangan Nomor 188/PMK.04/2010.
          > >
          > > Kepala Biro Humas Kemenkeu, Yudi Pramadi, dalam keterangannya yang diterima
          > > di Jakarta, Rabu (24/11), menyebutkan, barang yang dikenai bea impor adalah
          > > barang pribadi yang dibawa penumpang, barang pribadi awak sarana angkutan,
          > > atau barang pribadi pelintas batas, dan/atau barang dagangan yang melampaui
          > > batas nilai pabean dan/atau jumlah tertentu.
          > >
          > > Pejabat Bea dan Cukai menetapkan tarif bea masuk atas impor Barang Pribadi
          > > Penumpang, Barang Pribadi Awak Sarana Pengangkut, Barang Pribadi Pelintas
          > > Batas, Barang Dagangan, dan Barang Kiriman.
          > >
          > > Penetapan tarif bea masuk didasarkan pada tarif bea masuk dari barang
          > > bersangkutan. Dalam hal barang impor dimaksud lebih dari tiga jenis barang,
          > > Pejabat Bea dan Cukai menetapkan hanya satu tarif bea masuk berdasarkan
          > > tarif barang tertinggi.
          > >
          > > Mengenai pengertian pelintas batas, Yudi menyebutkan, adalah penduduk yang
          > > berdiam atau bertempat tinggal dalam wilayah perbatasan negara serta
          > > memiliki kartu identitas yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang dan
          > > yang akan melakukan perjalanan lintas batas di daerah perbatasan melalui Pos
          > > Pengawas Lintas Batas.
          > >
          > > Awak sarana pengangkut adalah setiap orang yang karena sifat pekerjaannya
          > > harus berada dalam sarana pengangkut dan datang bersama sarana pengangkut.
          > > Sementara penumpang adalah setiap orang yang melintasi perbatasan wilayah
          > > negara dengan menggunakan sarana pengangkut tetapi bukan Awak Sarana
          > > Pengangkut dan bukan Pelintas Batas.
          > >
          > > Mengenai batasan jumlah barang yang tidak dikenakan bea impor (bebas bea
          > > masuk), Yudi menyebutkan, untuk barang pribadi penumpang dengan nilai pabean
          > > paling banyak US$250 (FOB) per orang atau US$1000 AS per keluarga. Barang
          > > pribadi yang dibawa awak sarana angkutan dengan nilai pabean maksimal US$50
          > > (FOB) per orang juga mendapat pembebasan bea masuk.
          > >
          > > Sedangkan untuk nilai maksimal barang pribadi pelintas batas yang dibebaskan
          > > dari bea impor dibedakan menurut asal negaranya. Untuk Indonesia dengan
          > > Papua New Guinea paling banyak US$300 (FOB) per orang untuk jangka waktu
          > > satu bulan, Indonesia dengan Malaysia: paling banyak 600 RM (FOB) per orang
          > > untuk jangka waktu sebulan jika melewati batas daratan, sementara jika
          > > melewati batas lautan ditetapkan paling banyak 600 RM (FOB) setiap perahu
          > > untuk setiap trip.
          > >
          > > Sementara untuk Indonesia dengan Filipina ditetapkan paling banyak US$250
          > > (FOB) per orang untuk jangka waktu sebulan. Indonesia dengan Timor Leste
          > > paling banyak US$50 (FOB) per orang per hari.
          > >
          > > Sedangkan terhadap barang kiriman, diberikan pembebasan bea masuk dengan
          > > nilai pabean paling banyak 50 dolar AS (FOB) untuk setiap orang per kiriman.
          > > Dalam hal Barang Kiriman melebihi batas nilai pabean, atas kelebihan
          > > tersebut dipungut bea masuk dan pajak dalam rangka impor. (Ant/ICH)
          > >
          >
          >
          >
          >
          > ------------------------------------
          >
          >
          >
          > Post message:
          > ibackpackerclub@yahoogroups.com
          > Subscribe:
          > ibackpackerclub-subscribe@yahoogroups.com
          > Unsubscribe:
          > ibackpackerclub-unsubscribe@yahoogroups.com
          > List owner:
          > ibackpackerclub-owner@yahoogroups.com
          > Yahoo! Groups Links
          >




          ------------------------------------



          Post message:
          ibackpackerclub@yahoogroups.com
          Subscribe:
          ibackpackerclub-subscribe@yahoogroups.com
          Unsubscribe:
          ibackpackerclub-unsubscribe@yahoogroups.com
          List owner:
          ibackpackerclub-owner@yahoogroups.com
          Yahoo! Groups Links
        • Suandi
          Dear Ari, Fiskal memang seharusnya sudah dari dulu di gratiskan. Dibandingkan dengan negara lain yang tidak memungut fiskal tentunya, indonesia termasuk alot
          Message 4 of 9 , Dec 2, 2010
            Dear Ari,

            Fiskal memang seharusnya sudah dari dulu di gratiskan. Dibandingkan
            dengan negara lain yang tidak memungut fiskal tentunya, indonesia
            termasuk alot soal fiskal.

            Dan kalau aku bilang pengenaan bea ini tidak lumrah untuk pembelian
            barang di luar negeri yg di kenakan bea lagi. Wong kita kalo belanja
            di luar negeri aja kena tax. Yah kecuali beli dalam nominal besar
            tertentu di suatu toko yang memang ada program tax refund dan ada
            minimalnya.... Nah kalo gak ada? Dan kita beli dalam nominal kecil2 tp
            banyak gimana dan dalam toko yg berbeda2? Bukannya kena double tax?

            Yah mungkin persepsi beda :) cuma nih pemerintah ada2 aja. Gratisin
            fiskal tambah lagi aturan. Alasannya, peraturan udah lama ada tp br di
            gerakkan lg. Dr dulu kemana aja tuh peraturan? Bukannya aku gak taat
            pajak loh yah :)

            On 11/30/10, ari_suryaputra <ari.suryaputra@...> wrote:
            > Dear Fannie,
            >
            > Aku pikir aturan ini hanya berlaku bagi barang yang kita beli di luar negeri
            > dan nilainya melebihi USD 250. Kalau barang yang kita beli lebih dari satu,
            > maka bea-nya akan dihitung dari barang termahal. Aku pikir masih lumrah kok
            > kan seharusnya barang yang kita beli di luar negeri bebas/tidak dipungut VAT
            > (PPN) oleh negara ybs.
            >
            > Sebenarnya yang justru menurut aku lucu adalah ketentuan bebas fiskal itu.
            > Karena bukannya sebelumnya itu jadi daya tarik orang utk punya NPWP? Dan
            > kebijakan itu kalau menurut aku kurang "ramah" dengan upaya membangkitkan
            > tourism di Indonesia ya... karena sebenarnya wisatawan domestik adalah
            > "market" yang lumayan.
            >
            > Salam,
            > Ari
            >
            > --- In ibackpackerclub@yahoogroups.com, "Boeken." <nboeken@...> wrote:
            >>
            >> Dear teman-teman,
            >>
            >> Info terbaru yang menurut saya sepertinya agak aneh. Batas antara barang
            >> pribadi hingga USD 250 itu apa ya? Apakah termasuk kalau kita bawa
            >> handphone, laptop, dll yang merupakan barang pribadi yang kita bawa dari
            >> berangkat (bukan dibeli di luar negeri).
            >>
            >> Sungguh semakin aneh2 saja peraturan di negara kita. Setelah bebas fiskal
            >> diberlakukan, malah muncul aturan seperti ini.
            >>
            >> Salam,
            >> Fannie
            >>
            >>
            >> *Mulai 2011, Barang Bawaan Dikenai Bea Impor*
            >> ------------------------------
            >> http://www.metrotvnews.com/mobile-si...tgl=2010-11-24<http://www.metrotvnews.com/mobile-site/text-detail.php?read=34870&tgl=2010-11-24>
            >>
            >> http://www.sjdih.depkeu.go.id/fullText/2010/188~PMK.04~2010Per.HTM
            >>
            >> Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan menetapkan bea impor atas
            >> barang
            >> yang dibawa penumpang, awak sarana angkutan, dan pelintas batas, serta
            >> barang kiriman yang akan berlaku mulai 1 Januari 2011 melalui Peraturan
            >> Menteri Keuangan Nomor 188/PMK.04/2010.
            >>
            >> Kepala Biro Humas Kemenkeu, Yudi Pramadi, dalam keterangannya yang
            >> diterima
            >> di Jakarta, Rabu (24/11), menyebutkan, barang yang dikenai bea impor
            >> adalah
            >> barang pribadi yang dibawa penumpang, barang pribadi awak sarana angkutan,
            >> atau barang pribadi pelintas batas, dan/atau barang dagangan yang
            >> melampaui
            >> batas nilai pabean dan/atau jumlah tertentu.
            >>
            >> Pejabat Bea dan Cukai menetapkan tarif bea masuk atas impor Barang Pribadi
            >> Penumpang, Barang Pribadi Awak Sarana Pengangkut, Barang Pribadi Pelintas
            >> Batas, Barang Dagangan, dan Barang Kiriman.
            >>
            >> Penetapan tarif bea masuk didasarkan pada tarif bea masuk dari barang
            >> bersangkutan. Dalam hal barang impor dimaksud lebih dari tiga jenis
            >> barang,
            >> Pejabat Bea dan Cukai menetapkan hanya satu tarif bea masuk berdasarkan
            >> tarif barang tertinggi.
            >>
            >> Mengenai pengertian pelintas batas, Yudi menyebutkan, adalah penduduk yang
            >> berdiam atau bertempat tinggal dalam wilayah perbatasan negara serta
            >> memiliki kartu identitas yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang dan
            >> yang akan melakukan perjalanan lintas batas di daerah perbatasan melalui
            >> Pos
            >> Pengawas Lintas Batas.
            >>
            >> Awak sarana pengangkut adalah setiap orang yang karena sifat pekerjaannya
            >> harus berada dalam sarana pengangkut dan datang bersama sarana pengangkut.
            >> Sementara penumpang adalah setiap orang yang melintasi perbatasan wilayah
            >> negara dengan menggunakan sarana pengangkut tetapi bukan Awak Sarana
            >> Pengangkut dan bukan Pelintas Batas.
            >>
            >> Mengenai batasan jumlah barang yang tidak dikenakan bea impor (bebas bea
            >> masuk), Yudi menyebutkan, untuk barang pribadi penumpang dengan nilai
            >> pabean
            >> paling banyak US$250 (FOB) per orang atau US$1000 AS per keluarga. Barang
            >> pribadi yang dibawa awak sarana angkutan dengan nilai pabean maksimal
            >> US$50
            >> (FOB) per orang juga mendapat pembebasan bea masuk.
            >>
            >> Sedangkan untuk nilai maksimal barang pribadi pelintas batas yang
            >> dibebaskan
            >> dari bea impor dibedakan menurut asal negaranya. Untuk Indonesia dengan
            >> Papua New Guinea paling banyak US$300 (FOB) per orang untuk jangka waktu
            >> satu bulan, Indonesia dengan Malaysia: paling banyak 600 RM (FOB) per
            >> orang
            >> untuk jangka waktu sebulan jika melewati batas daratan, sementara jika
            >> melewati batas lautan ditetapkan paling banyak 600 RM (FOB) setiap perahu
            >> untuk setiap trip.
            >>
            >> Sementara untuk Indonesia dengan Filipina ditetapkan paling banyak US$250
            >> (FOB) per orang untuk jangka waktu sebulan. Indonesia dengan Timor Leste
            >> paling banyak US$50 (FOB) per orang per hari.
            >>
            >> Sedangkan terhadap barang kiriman, diberikan pembebasan bea masuk dengan
            >> nilai pabean paling banyak 50 dolar AS (FOB) untuk setiap orang per
            >> kiriman.
            >> Dalam hal Barang Kiriman melebihi batas nilai pabean, atas kelebihan
            >> tersebut dipungut bea masuk dan pajak dalam rangka impor. (Ant/ICH)
            >>
            >
            >
            >


            --
            Regards,

            Suandi
          • oktafiano
            November 2010 saya baru balik dari Sing bawa Ipad gak masalah kog. oktaf
            Message 5 of 9 , Dec 3, 2010
              November 2010 saya baru balik dari Sing bawa Ipad gak masalah kog.

              oktaf

              --- In ibackpackerclub@yahoogroups.com, "Liel" <lylian.lylian@...> wrote:
              >
              > kalau menurut artikel di http://metronews.fajar.co.id/read/110960/10/oleholeh-luar-negeri-kena-pajak
              >
              > ada kutipan:
              > Menurut Evy, batas nilai barang bawaan hingga USD250 tidak dinilai per satuan barang, melainkan berdasar total nilai barang bawaan yang dibawa penumpang dari luar negeri. "Misalkan penumpang membawa beberapa barang, jika jumlahnya lebih dari USD250 maka akan langsung dikenakan bea masuk," katanya.
              >
              >
              > kalau saya nggak salah tangkap, artinya harga camera, blackberry dan notebook (yang baru dibeli itu) akan dijumlah, lalu dikurangi 250 USD. lalu kita harus membayar selisihnya. wah, kalau begini sih namanya tekor! wong harga 1 barang elektronik sendiri sudah lebih dari 250 USD kok!
              >
              > btw, menurut artikel yang sama, aturan ini sudah diterapkan per tanggal 29 Oktober lho.
              >
              >
              > --- In ibackpackerclub@yahoogroups.com, "Franciscus Sung" <frans_sung@> wrote:
              > >
              > > Berarti..
              > > Kalo saya ke luar negeri bawa 1 camera, 2 hp, 1 notebook.
              > >
              > > Trus pas disitu aq tertarik beli 1 camera, 1 blackberry, 1 notebook...
              > >
              > > Pas pulangnya di Indonesia, gimana tuh?
              > >
              > > ____________________________
              > > Sent from my mobile device
              > > http://facebook.com/efeks
              > > PIN: 24B2A13E
              > >
              > > -----Original Message-----
              > > From: "ari_suryaputra" <ari.suryaputra@>
              > > Sender: ibackpackerclub@yahoogroups.com
              > > Date: Tue, 30 Nov 2010 15:10:58
              > > To: <ibackpackerclub@yahoogroups.com>
              > > Reply-To: ibackpackerclub@yahoogroups.com
              > > Subject: [ibackpackerclub] Re: Info: Mulai 2011, Barang Bawaan Dikenai Bea Impor
              > >
              > > Dear Fannie,
              > >
              > > Aku pikir aturan ini hanya berlaku bagi barang yang kita beli di luar negeri dan nilainya melebihi USD 250. Kalau barang yang kita beli lebih dari satu, maka bea-nya akan dihitung dari barang termahal. Aku pikir masih lumrah kok kan seharusnya barang yang kita beli di luar negeri bebas/tidak dipungut VAT (PPN) oleh negara ybs.
              > >
              > > Sebenarnya yang justru menurut aku lucu adalah ketentuan bebas fiskal itu. Karena bukannya sebelumnya itu jadi daya tarik orang utk punya NPWP? Dan kebijakan itu kalau menurut aku kurang "ramah" dengan upaya membangkitkan tourism di Indonesia ya... karena sebenarnya wisatawan domestik adalah "market" yang lumayan.
              > >
              > > Salam,
              > > Ari
              > >
              > > --- In ibackpackerclub@yahoogroups.com, "Boeken." <nboeken@> wrote:
              > > >
              > > > Dear teman-teman,
              > > >
              > > > Info terbaru yang menurut saya sepertinya agak aneh. Batas antara barang
              > > > pribadi hingga USD 250 itu apa ya? Apakah termasuk kalau kita bawa
              > > > handphone, laptop, dll yang merupakan barang pribadi yang kita bawa dari
              > > > berangkat (bukan dibeli di luar negeri).
              > > >
              > > > Sungguh semakin aneh2 saja peraturan di negara kita. Setelah bebas fiskal
              > > > diberlakukan, malah muncul aturan seperti ini.
              > > >
              > > > Salam,
              > > > Fannie
              > > >
              > > >
              > > > *Mulai 2011, Barang Bawaan Dikenai Bea Impor*
              > > > ------------------------------
              > > > http://www.metrotvnews.com/mobile-si...tgl=2010-11-24<http://www.metrotvnews.com/mobile-site/text-detail.php?read=34870&tgl=2010-11-24>
              > > >
              > > > http://www.sjdih.depkeu.go.id/fullText/2010/188~PMK.04~2010Per.HTM
              > > >
              > > > Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan menetapkan bea impor atas barang
              > > > yang dibawa penumpang, awak sarana angkutan, dan pelintas batas, serta
              > > > barang kiriman yang akan berlaku mulai 1 Januari 2011 melalui Peraturan
              > > > Menteri Keuangan Nomor 188/PMK.04/2010.
              > > >
              > > > Kepala Biro Humas Kemenkeu, Yudi Pramadi, dalam keterangannya yang diterima
              > > > di Jakarta, Rabu (24/11), menyebutkan, barang yang dikenai bea impor adalah
              > > > barang pribadi yang dibawa penumpang, barang pribadi awak sarana angkutan,
              > > > atau barang pribadi pelintas batas, dan/atau barang dagangan yang melampaui
              > > > batas nilai pabean dan/atau jumlah tertentu.
              > > >
              > > > Pejabat Bea dan Cukai menetapkan tarif bea masuk atas impor Barang Pribadi
              > > > Penumpang, Barang Pribadi Awak Sarana Pengangkut, Barang Pribadi Pelintas
              > > > Batas, Barang Dagangan, dan Barang Kiriman.
              > > >
              > > > Penetapan tarif bea masuk didasarkan pada tarif bea masuk dari barang
              > > > bersangkutan. Dalam hal barang impor dimaksud lebih dari tiga jenis barang,
              > > > Pejabat Bea dan Cukai menetapkan hanya satu tarif bea masuk berdasarkan
              > > > tarif barang tertinggi.
              > > >
              > > > Mengenai pengertian pelintas batas, Yudi menyebutkan, adalah penduduk yang
              > > > berdiam atau bertempat tinggal dalam wilayah perbatasan negara serta
              > > > memiliki kartu identitas yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang dan
              > > > yang akan melakukan perjalanan lintas batas di daerah perbatasan melalui Pos
              > > > Pengawas Lintas Batas.
              > > >
              > > > Awak sarana pengangkut adalah setiap orang yang karena sifat pekerjaannya
              > > > harus berada dalam sarana pengangkut dan datang bersama sarana pengangkut.
              > > > Sementara penumpang adalah setiap orang yang melintasi perbatasan wilayah
              > > > negara dengan menggunakan sarana pengangkut tetapi bukan Awak Sarana
              > > > Pengangkut dan bukan Pelintas Batas.
              > > >
              > > > Mengenai batasan jumlah barang yang tidak dikenakan bea impor (bebas bea
              > > > masuk), Yudi menyebutkan, untuk barang pribadi penumpang dengan nilai pabean
              > > > paling banyak US$250 (FOB) per orang atau US$1000 AS per keluarga. Barang
              > > > pribadi yang dibawa awak sarana angkutan dengan nilai pabean maksimal US$50
              > > > (FOB) per orang juga mendapat pembebasan bea masuk.
              > > >
              > > > Sedangkan untuk nilai maksimal barang pribadi pelintas batas yang dibebaskan
              > > > dari bea impor dibedakan menurut asal negaranya. Untuk Indonesia dengan
              > > > Papua New Guinea paling banyak US$300 (FOB) per orang untuk jangka waktu
              > > > satu bulan, Indonesia dengan Malaysia: paling banyak 600 RM (FOB) per orang
              > > > untuk jangka waktu sebulan jika melewati batas daratan, sementara jika
              > > > melewati batas lautan ditetapkan paling banyak 600 RM (FOB) setiap perahu
              > > > untuk setiap trip.
              > > >
              > > > Sementara untuk Indonesia dengan Filipina ditetapkan paling banyak US$250
              > > > (FOB) per orang untuk jangka waktu sebulan. Indonesia dengan Timor Leste
              > > > paling banyak US$50 (FOB) per orang per hari.
              > > >
              > > > Sedangkan terhadap barang kiriman, diberikan pembebasan bea masuk dengan
              > > > nilai pabean paling banyak 50 dolar AS (FOB) untuk setiap orang per kiriman.
              > > > Dalam hal Barang Kiriman melebihi batas nilai pabean, atas kelebihan
              > > > tersebut dipungut bea masuk dan pajak dalam rangka impor. (Ant/ICH)
              > > >
              > >
              > >
              > >
              > >
              > > ------------------------------------
              > >
              > >
              > >
              > > Post message:
              > > ibackpackerclub@yahoogroups.com
              > > Subscribe:
              > > ibackpackerclub-subscribe@yahoogroups.com
              > > Unsubscribe:
              > > ibackpackerclub-unsubscribe@yahoogroups.com
              > > List owner:
              > > ibackpackerclub-owner@yahoogroups.com
              > > Yahoo! Groups Links
              > >
              >
            Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.