Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

MENELUSURI JEJAK NENEK MOYANG DI TANAH SUNDA

Expand Messages
  • Dody Johanjaya
    *Om mod, numpang sebar info lagi yah, makasih.* ** *MENELUSURI JEJAK NENEK MOYANG DI TANAH SUNDA* Seperti halnya suku-suku tradisional lain di Indonesia,
    Message 1 of 3 , Jun 29, 2010
      *Om mod, numpang sebar info lagi yah, makasih.*
      **
      *MENELUSURI JEJAK NENEK MOYANG DI TANAH SUNDA*

      Seperti halnya suku-suku tradisional lain di Indonesia, masyarakat Sunda
      memiliki kekhasan yang unik dan menarik dalam tradisi dan budayanya. Sejarah
      menyebutkan bahwa masyarakat ini memiliki satu kepercayaan terhadap roh
      nenek moyang yang telah memberikan satu anugrah berupa alam semesta, tempat
      manusia hidup dan memanfaatkannya.

      Pada awalnya, kebudayaan Hindu dan Budha sangat kental di wilayah Jawa
      bagian barat. Ini dapat kita lihat dari hasil penelitian di wilayah
      Karawang. Setelah pusat kebudayaan dari India tersebut beralih ke wilayah
      Jawa bagian tengah dan timur, masyarakat Jawa Barat (atau disebut Sunda)
      kembali kepada kepercayaan lokal, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek
      moyang. Oleh karena itu, pada masa yang sejaman dengan kerajaan-kerajaan di
      Jawa Tengah dan Timur (e.g. Mataram, Kediri, Singasari dan Majapahit) dimana
      banyak menghasilakan bangunan candi yang megah, di wilayah barat jarang
      sekali ditemukan. Bangunan candi digantikan oleh bangunan-bangunan tradisi
      Megalitik seperti menhir (batu tegak), punden berundak, batu dakon dan lain
      sebagainya yang kesemuanya merupakan tradisi batu besar atau lebih dikenal
      dengan sebutan tradisi Megalitik.

      Salah satu daerah yang memiliki tinggalan-tinggalan megalitik yang cukup
      beragam dengan segala kompleksitasnya yaitu wilayah desa Cikakak, kecamatan
      Margalaksana, Sukabumi (sekiar 20 km dari Pelabuhan Ratu). Kompleks situs
      Tugu Gede demikian sebutan dari para ahli arkeologi karena terdapat satu
      batu tegak yang sangat besar dan sangat kontras dengan tinggalan lainnya.
      Selain batu tegak, di kompleks situs megalitik ini dapat kita jumpai
      runtuhan punden berundak, altar-altar batu, batu dakon dan lain sebagainya.
      Suasana mistis akan sangat terasa karena bangunan ini masih dijaga
      keasliannya dan masih dipergunakan oleh sebagian masyarakat. Hal ini
      didukung pula oleh lokasi kompleks yang cukup jauh dari perkampungan dengan
      suasana alam yang indah.

      Nilai-nilai tradisi masa lalu masih sangat terasa di desa Cikakak ini. Hal
      ini dapat kita lihat dari bangunan-bangunan lumbung padi yang menyerupai
      bangunan lumbung di wilayah suku Baduy, Lebak-Banten. Demikian pula dengan
      penanaman dan pengolahan padi, dimana masyarakat masih menanam padi di lahan
      kering (meskipun sawah sudah berkembang pesat).

      Kesenian berupa musik kecapi dan seruling masih sering dimainkan oleh
      masyarakat sekitar, menambah keasrian wilayah desa ini dengan segala tradisi
      warisan nenek moyang yang masih dipegang teguh oleh masyarakatnya.

      Kami mengajak rekan-rekan sekalian untuk menyelami, memahami dan menikmati
      nilai-nilai tradisi, keindahan alam dan keramahan penduduk desa Cikakak.



      *Mari bertualang bersama kami Menelusuri Budaya Masyarakat Sunda di*

      *DESA CENGKUK, MARGALAKSANA, SUKABUMI*

      *10 � 11 Juli 2010*

      * Wisata Budaya*

      *Wisata Alam*

      *Pemutaran Film Budaya Sunda*


      [Non-text portions of this message have been removed]
    • dwi bahari
      Kang Dod - pake acara gowes gak?????-p ... From: Dody Johanjaya Subject: [highcamp the adventures] MENELUSURI JEJAK NENEK MOYANG DI
      Message 2 of 3 , Jun 29, 2010
        Kang Dod - pake acara gowes gak?????-p

        --- On Tue, 6/29/10, Dody Johanjaya <dodywarungjp@...> wrote:


        From: Dody Johanjaya <dodywarungjp@...>
        Subject: [highcamp the adventures] MENELUSURI JEJAK NENEK MOYANG DI TANAH SUNDA
        To: Pendaki@yahoogroups.com, pangrango@yahoogroups.com, nature_trekker@yahoogroups.com, highcamp@yahoogroups.com, dodyjepe@..., TamasyaIndonesia@yahoogroups.com, jpers001@...
        Date: Tuesday, June 29, 2010, 2:40 PM


        *Om mod, numpang sebar info lagi yah, makasih.*
        **
        *MENELUSURI JEJAK NENEK MOYANG DI TANAH SUNDA*

        Seperti halnya suku-suku tradisional lain di Indonesia, masyarakat Sunda
        memiliki kekhasan yang unik dan menarik dalam tradisi dan budayanya. Sejarah
        menyebutkan bahwa masyarakat ini memiliki satu kepercayaan terhadap roh
        nenek moyang yang telah memberikan satu anugrah berupa alam semesta, tempat
        manusia hidup dan memanfaatkannya.

        Pada awalnya, kebudayaan Hindu dan Budha sangat kental di wilayah Jawa
        bagian barat. Ini dapat kita lihat dari hasil penelitian di wilayah
        Karawang.  Setelah pusat kebudayaan dari  India tersebut beralih ke wilayah
        Jawa bagian tengah dan timur, masyarakat Jawa Barat (atau disebut Sunda)
        kembali kepada kepercayaan lokal, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek
        moyang. Oleh karena itu, pada masa yang sejaman dengan kerajaan-kerajaan di
        Jawa Tengah dan Timur (e.g. Mataram, Kediri, Singasari dan Majapahit) dimana
        banyak menghasilakan bangunan candi yang megah, di wilayah barat jarang
        sekali ditemukan. Bangunan candi digantikan oleh bangunan-bangunan tradisi
        Megalitik seperti menhir (batu tegak), punden berundak, batu dakon dan lain
        sebagainya yang kesemuanya merupakan tradisi batu besar atau lebih dikenal
        dengan sebutan tradisi Megalitik.

        Salah satu daerah yang memiliki tinggalan-tinggalan megalitik yang cukup
        beragam dengan segala kompleksitasnya yaitu wilayah desa Cikakak, kecamatan
        Margalaksana, Sukabumi (sekiar 20 km dari Pelabuhan Ratu). Kompleks situs
        Tugu Gede demikian sebutan dari para ahli arkeologi karena terdapat satu
        batu tegak yang sangat besar dan sangat kontras dengan tinggalan lainnya.
        Selain batu tegak, di kompleks situs megalitik ini dapat kita jumpai
        runtuhan punden berundak, altar-altar batu, batu dakon dan lain sebagainya.
        Suasana mistis akan sangat terasa karena bangunan ini masih dijaga
        keasliannya dan masih dipergunakan oleh sebagian masyarakat. Hal ini
        didukung pula oleh lokasi kompleks yang cukup jauh dari perkampungan dengan
        suasana alam yang indah.

        Nilai-nilai tradisi masa lalu masih sangat terasa di desa Cikakak ini. Hal
        ini dapat kita lihat dari bangunan-bangunan lumbung padi yang menyerupai
        bangunan lumbung di wilayah suku Baduy, Lebak-Banten. Demikian pula dengan
        penanaman dan pengolahan padi, dimana masyarakat masih menanam padi di lahan
        kering (meskipun sawah sudah berkembang pesat).

        Kesenian berupa musik kecapi dan seruling masih sering dimainkan oleh
        masyarakat sekitar, menambah keasrian wilayah desa ini dengan segala tradisi
        warisan nenek moyang yang masih dipegang teguh oleh masyarakatnya.

        Kami mengajak rekan-rekan sekalian untuk menyelami, memahami dan menikmati
        nilai-nilai tradisi, keindahan alam dan keramahan penduduk desa Cikakak.



        *Mari bertualang bersama kami Menelusuri Budaya Masyarakat Sunda di*

        *DESA CENGKUK, MARGALAKSANA, SUKABUMI*

        *10 – 11 Juli 2010*

        * Wisata Budaya*

        *Wisata Alam*

        *Pemutaran Film Budaya Sunda*


        [Non-text portions of this message have been removed]



        ------------------------------------

        Yahoo! Groups Links








        [Non-text portions of this message have been removed]
      • Dody Johanjaya
        hahaha.....gak dwi, gak ada acara gowes, gowesnya tar di sjn 10 ajah hehehe....yg ada acara jalan kaki...hihihi 2010/6/29 dwi bahari ...
        Message 3 of 3 , Jun 29, 2010
          hahaha.....gak dwi, gak ada acara gowes, gowesnya tar di sjn 10 ajah
          hehehe....yg ada acara jalan kaki...hihihi

          2010/6/29 dwi bahari <dwi_cord@...>

          >
          >
          > Kang Dod - pake acara gowes gak?????-p
          >
          > --- On Tue, 6/29/10, Dody Johanjaya <dodywarungjp@...<dodywarungjp%40gmail.com>>
          > wrote:
          >
          > From: Dody Johanjaya <dodywarungjp@... <dodywarungjp%40gmail.com>>
          > Subject: [highcamp the adventures] MENELUSURI JEJAK NENEK MOYANG DI TANAH
          > SUNDA
          > To: Pendaki@yahoogroups.com <Pendaki%40yahoogroups.com>,
          > pangrango@yahoogroups.com <pangrango%40yahoogroups.com>,
          > nature_trekker@yahoogroups.com <nature_trekker%40yahoogroups.com>,
          > highcamp@yahoogroups.com <highcamp%40yahoogroups.com>, dodyjepe@...<dodyjepe%40gmail.com>,
          > TamasyaIndonesia@yahoogroups.com <TamasyaIndonesia%40yahoogroups.com>,
          > jpers001@... <jpers001%40gmail.com>
          > Date: Tuesday, June 29, 2010, 2:40 PM
          >
          > *Om mod, numpang sebar info lagi yah, makasih.*
          >
          > **
          > *MENELUSURI JEJAK NENEK MOYANG DI TANAH SUNDA*
          >
          > Seperti halnya suku-suku tradisional lain di Indonesia, masyarakat Sunda
          > memiliki kekhasan yang unik dan menarik dalam tradisi dan budayanya.
          > Sejarah
          > menyebutkan bahwa masyarakat ini memiliki satu kepercayaan terhadap roh
          > nenek moyang yang telah memberikan satu anugrah berupa alam semesta, tempat
          > manusia hidup dan memanfaatkannya.
          >
          > Pada awalnya, kebudayaan Hindu dan Budha sangat kental di wilayah Jawa
          > bagian barat. Ini dapat kita lihat dari hasil penelitian di wilayah
          > Karawang. Setelah pusat kebudayaan dari India tersebut beralih ke wilayah
          > Jawa bagian tengah dan timur, masyarakat Jawa Barat (atau disebut Sunda)
          > kembali kepada kepercayaan lokal, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek
          > moyang. Oleh karena itu, pada masa yang sejaman dengan kerajaan-kerajaan di
          > Jawa Tengah dan Timur (e.g. Mataram, Kediri, Singasari dan Majapahit)
          > dimana
          > banyak menghasilakan bangunan candi yang megah, di wilayah barat jarang
          > sekali ditemukan. Bangunan candi digantikan oleh bangunan-bangunan tradisi
          > Megalitik seperti menhir (batu tegak), punden berundak, batu dakon dan lain
          > sebagainya yang kesemuanya merupakan tradisi batu besar atau lebih dikenal
          > dengan sebutan tradisi Megalitik.
          >
          > Salah satu daerah yang memiliki tinggalan-tinggalan megalitik yang cukup
          > beragam dengan segala kompleksitasnya yaitu wilayah desa Cikakak, kecamatan
          > Margalaksana, Sukabumi (sekiar 20 km dari Pelabuhan Ratu). Kompleks situs
          > Tugu Gede demikian sebutan dari para ahli arkeologi karena terdapat satu
          > batu tegak yang sangat besar dan sangat kontras dengan tinggalan lainnya.
          > Selain batu tegak, di kompleks situs megalitik ini dapat kita jumpai
          > runtuhan punden berundak, altar-altar batu, batu dakon dan lain sebagainya.
          > Suasana mistis akan sangat terasa karena bangunan ini masih dijaga
          > keasliannya dan masih dipergunakan oleh sebagian masyarakat. Hal ini
          > didukung pula oleh lokasi kompleks yang cukup jauh dari perkampungan dengan
          > suasana alam yang indah.
          >
          > Nilai-nilai tradisi masa lalu masih sangat terasa di desa Cikakak ini. Hal
          > ini dapat kita lihat dari bangunan-bangunan lumbung padi yang menyerupai
          > bangunan lumbung di wilayah suku Baduy, Lebak-Banten. Demikian pula dengan
          > penanaman dan pengolahan padi, dimana masyarakat masih menanam padi di
          > lahan
          > kering (meskipun sawah sudah berkembang pesat).
          >
          > Kesenian berupa musik kecapi dan seruling masih sering dimainkan oleh
          > masyarakat sekitar, menambah keasrian wilayah desa ini dengan segala
          > tradisi
          > warisan nenek moyang yang masih dipegang teguh oleh masyarakatnya.
          >
          > Kami mengajak rekan-rekan sekalian untuk menyelami, memahami dan menikmati
          > nilai-nilai tradisi, keindahan alam dan keramahan penduduk desa Cikakak.
          >
          > *Mari bertualang bersama kami Menelusuri Budaya Masyarakat Sunda di*
          >
          > *DESA CENGKUK, MARGALAKSANA, SUKABUMI*
          >
          > *10 � 11 Juli 2010*
          >
          > * Wisata Budaya*
          >
          > *Wisata Alam*
          >
          > *Pemutaran Film Budaya Sunda*
          >
          > [Non-text portions of this message have been removed]
          >
          > ------------------------------------
          >
          > Yahoo! Groups Links
          >
          > [Non-text portions of this message have been removed]
          >
          >
          >


          [Non-text portions of this message have been removed]
        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.