Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

[Gus Dur] (SM) Gus Dur: Eh, Rakyat Merdeka

Expand Messages
  • Arif R. Widianto
    http://www.suaramerdeka.com/harian/0003/17/nas2.htm Suara Merdeka, Jumat, 17 Maret 2000 Gus Dur: Eh, Rakyat Merdeka Soal Salah Ucap Koran SUDAH diduga yang
    Message 1 of 2 , Mar 16, 2000
    • 0 Attachment
      http://www.suaramerdeka.com/harian/0003/17/nas2.htm
      Suara Merdeka, Jumat, 17 Maret 2000

      Gus Dur: Eh, Rakyat Merdeka
      Soal Salah Ucap Koran

      SUDAH diduga yang dimaksud Gus Dur Suara Merdeka (SM) waktu dia
      menyebut ada media salah menafsirkan pernyataan "macannya'' Tutut,
      sesungguhnya adalah Rakyat Merdeka. Hal itu terungkap ketika SM
      mengklarifikasi pernyataan itu ke Presiden saat jumpa pers di Bina
      Graha yang disiarkan langsung oleh RRI, Rabu.

      Sebagaimana diketahui, dalam dialog interaktif yang ditayangkan
      langsung oleh TVRI Selasa pagi Gus Dur mengaku diributkan bertentangan
      dengan Wiranto yang sudah dikenalnya bertahun-tahun. Padahal Wirantolah
      yang melindungi dia saat diobok-obok oleh orang luar. Jadi kalau dia
      melakukan suatu tindakan adalah demi kepentingan TNI.

      "Contohnya mengenai Pak Wiranto itu, agar nanti proses pengadilannya
      benar-benar dapat dipercaya orang, ya dia supaya jangan jadi menteri
      dulu, yaitu saya nonaktifkan. Jadi bukan saya benci dan tidak cocok. Ya
      ini kesalahan pers juga sih ya. Gampangnya itu Suara Merdeka bilang,
      saya minta Pak Alwi Shihab menemani saya ke rumah Pak Harto, saya
      bilang kepada wartawan, biar saja Pak Alwi Shihab ikut, biar lihat
      macannya Mbak Tutut. Ee.. Suara Merdeka (menulis) macan, dalam kurung,
      Soeharto. Itu kan aneh. Ya itulah wartawan itu memang masih harus
      banyak belajar.''

      Sebelum jumpa pers digelar, ada kabar Gus Dur akan meminta maaf atas
      kesalahan ucap itu. Tapi sampai pertengahan acara yang dipandu
      Sekretaris Presiden Ratih Hardjono, tak ada tanda-tanda mengenai itu.
      Bahkan ketika salah seorang wartawan asing menanyakan hal serupa, Gus
      Dur kembali salah ucap, sebelum akhirnya dibisiki Ratih. "Eh, Rakyat
      Merdeka,'' ralat dia.

      Sebelumnya SM memang berencana menyinggung hal itu. Yang jadi
      persoalan, bagaimana caranya agar persoalan tersebut sampai ke Gus Dur
      tanpa membuat Presiden merasa didesak untuk melakukan ralat.

      Akhirnya, menyadari Presiden suka guyon, satu-satunya cara paling
      efektif adalah menyampaikan secara guyon pula.

      "Gus Dur, saya dari Suara Merdeka.'' SM, sebelum mengajukan pertanyaan
      sehubungan teror-teror terhadap anggota DPR belakangan ini,
      mengungkapkan ada hal menggelikan di redaksi Suara Merdeka menanggapi
      pernyataan Gus Dur di televisi.

      "Gara-gara Gus Dur salah menyebut Suara Merdeka sampai dua kali saya
      dibuat sibuk karena harus meminta klarifikasi masalah ini ke Istana,''
      kata saya bercerita.

      "Dengan enteng saya balik tanya, la kita merasa memuat macan itu
      nggak?''

      "Tidak.''

      "Kalau tidak ya sudah, berarti bukan kita, gitu saja kok repot.''

      Mendengar cerita itu Gus Dur tersenyum lalu berceletuk, "Malah iklan
      gratis toh,'' katanya sambil tertawa.(Fauzan Jazadi-23g)
    • Arif R. Widianto
      http://www.suaramerdeka.com/harian/0003/17/nas2.htm Suara Merdeka, Jumat, 17 Maret 2000 Gus Dur: Eh, Rakyat Merdeka Soal Salah Ucap Koran SUDAH diduga yang
      Message 2 of 2 , Mar 16, 2000
      • 0 Attachment
        http://www.suaramerdeka.com/harian/0003/17/nas2.htm
        Suara Merdeka, Jumat, 17 Maret 2000

        Gus Dur: Eh, Rakyat Merdeka
        Soal Salah Ucap Koran

        SUDAH diduga yang dimaksud Gus Dur Suara Merdeka (SM) waktu dia
        menyebut ada media salah menafsirkan pernyataan "macannya'' Tutut,
        sesungguhnya adalah Rakyat Merdeka. Hal itu terungkap ketika SM
        mengklarifikasi pernyataan itu ke Presiden saat jumpa pers di Bina
        Graha yang disiarkan langsung oleh RRI, Rabu.

        Sebagaimana diketahui, dalam dialog interaktif yang ditayangkan
        langsung oleh TVRI Selasa pagi Gus Dur mengaku diributkan bertentangan
        dengan Wiranto yang sudah dikenalnya bertahun-tahun. Padahal Wirantolah
        yang melindungi dia saat diobok-obok oleh orang luar. Jadi kalau dia
        melakukan suatu tindakan adalah demi kepentingan TNI.

        "Contohnya mengenai Pak Wiranto itu, agar nanti proses pengadilannya
        benar-benar dapat dipercaya orang, ya dia supaya jangan jadi menteri
        dulu, yaitu saya nonaktifkan. Jadi bukan saya benci dan tidak cocok. Ya
        ini kesalahan pers juga sih ya. Gampangnya itu Suara Merdeka bilang,
        saya minta Pak Alwi Shihab menemani saya ke rumah Pak Harto, saya
        bilang kepada wartawan, biar saja Pak Alwi Shihab ikut, biar lihat
        macannya Mbak Tutut. Ee.. Suara Merdeka (menulis) macan, dalam kurung,
        Soeharto. Itu kan aneh. Ya itulah wartawan itu memang masih harus
        banyak belajar.''

        Sebelum jumpa pers digelar, ada kabar Gus Dur akan meminta maaf atas
        kesalahan ucap itu. Tapi sampai pertengahan acara yang dipandu
        Sekretaris Presiden Ratih Hardjono, tak ada tanda-tanda mengenai itu.
        Bahkan ketika salah seorang wartawan asing menanyakan hal serupa, Gus
        Dur kembali salah ucap, sebelum akhirnya dibisiki Ratih. "Eh, Rakyat
        Merdeka,'' ralat dia.

        Sebelumnya SM memang berencana menyinggung hal itu. Yang jadi
        persoalan, bagaimana caranya agar persoalan tersebut sampai ke Gus Dur
        tanpa membuat Presiden merasa didesak untuk melakukan ralat.

        Akhirnya, menyadari Presiden suka guyon, satu-satunya cara paling
        efektif adalah menyampaikan secara guyon pula.

        "Gus Dur, saya dari Suara Merdeka.'' SM, sebelum mengajukan pertanyaan
        sehubungan teror-teror terhadap anggota DPR belakangan ini,
        mengungkapkan ada hal menggelikan di redaksi Suara Merdeka menanggapi
        pernyataan Gus Dur di televisi.

        "Gara-gara Gus Dur salah menyebut Suara Merdeka sampai dua kali saya
        dibuat sibuk karena harus meminta klarifikasi masalah ini ke Istana,''
        kata saya bercerita.

        "Dengan enteng saya balik tanya, la kita merasa memuat macan itu
        nggak?''

        "Tidak.''

        "Kalau tidak ya sudah, berarti bukan kita, gitu saja kok repot.''

        Mendengar cerita itu Gus Dur tersenyum lalu berceletuk, "Malah iklan
        gratis toh,'' katanya sambil tertawa.(Fauzan Jazadi-23g)
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.