Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

RE: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb

Expand Messages
  • Nuah P Tarigan
    Peran Gereja dalam Menghadapi Bencana Posted on Thursday, August 27th, 2009 at 12:15 pm
    Message 1 of 19 , Sep 30, 2009

      Peran Gereja dalam Menghadapi Bencana

      Posted on Thursday, August 27th, 2009 at 12:15 pm

      17.4% (37.4 juta) dari populasi orang Indonesia hidup di dalam garis kemiskinan. Garis kemiskinan di Indonesia equivalen dengan 12US$ per bulan dimana jauh dari standar garis kemiskinan PBB yang pendapatannya 1US$ per hari. Jika kita mengambil standar dari PBB, maka ada 60 juta orang hidup di dalam kemiskinan. Apabila kita melihat dari sisi World Bank yang memiliki pendapatan 2US$ per hari, maka didapat adanya 100juta atau hampir setengah populasi orang Indonesia hidup dalam garis kemiskinan. Dengan keadaan krisis ekonomi global yang sedang terjadi, maka isu kemiskinan menjadi konsen paling tinggi.

      Melalui Alkitab, Allah telah mengidentifikasikan si miskin dan kebutuhannya bahwa masa depan kita bersama denganTuhan ataupun tanpa Tuhan ditentukan dari bagaimana kita mengasihi orang miskin (Band. Lukas 10:25-37, Lukas 18:18-27 dan Matius 25:31-46). Untuk mengidentifikasikan adalah untuk merasakan apa yang diinginkan pada langkah orang lain. Kasih berarti kita tidak hanya melengkapi satu dengan lainnya, namun kita turut dipaksa untuk merasakan apa yang mereka perlukan, kepada yang ditekan dan tertekan, yang tak memiliki suara dan merasa tak berarti dan tak berharga.

      Dalam sebuah pengalaman saya seorang pria berusia senja yang bekerja sebagai pemulung di antara pembuangan masyarakat kota dan hidup pada sebuah rumah kardus kecil samping sungai daerah kumuh di Indonesia. Sesudah sebuah bulldozer datang tanpa peringatan dan merusak rumah kardusnya, dengan berlinang air mata, dia berkata “Bahkan sampahpun punya tempat, tetapi saya tidak memiliki tempat”. Pada hari berikutnya, dia ditemukan meninggal terapung di pinggir sungai. Bayangkan lahir di tengah kemiskinan, menghidupi sebuah kemiskinan dan pada akhir hidupnya datang dengan sebuah kesimpulan bahwa dia pergi tanpa sesuatu berarti. Ketika orang miskin tidak mengerti mengapa mereka ada atau diciptakan, saat mereka melihat sampah lebih bernilai dari hidup mereka, tentunya hati Tuhan begitu berbelas kasihan kepada mereka.

      Bagaimana kita melihat masalah kemiskinan ini? Kita harus berpegang pada pandangan Alkitab dan bukan pandangan dunia. Lembaga-lembaga dunia melakukan banyak usaha untuk mengurangi kemiskinan dengan pendekatan dan program pembangunan yang membantu namun tidak mencabut akar penyebab kemiskinan tersebut. Orang miskin harus ditolong untuk memulihkan identitas mereka sebagai anak Tuhan, dan dilahirkan serupa dengan gambarNya, dan pekerjaan benar mereka sebagai pekerja yang produktif di dalam dunia yang Tuhan telah buat untuk mereka.

      Pemberdayaan harus mengikutserta dalam membantu mereka melihat dimana mereka berada, menolong mereka memiliki visi untuk masa depan, dukungan, memberikan dan membiarkan mereka membuat keputusan dan mengambil sikap kepemilikan dan tanggung jawab pada setiap hal, dan tentu saja pada kehidupan mereka. Inilah waktunya. Tidak ada hasil kemarin. Namun inilah mengapa kita dipanggil. Bukan hasil tetapi proses, bukan proyek namun jiwa, bukan angka tetapi kehidupan, bukan sekedar pesan keselamatan dan harapan di surge, namun kasih yang nyata dan kerajaan Tuhan di sini dan sekarang. (Lim Eng Hoe)

       

       

      Nuah P. Tarigan

      "Partnership with both communities and government is necessary to promote a sustainable health system"

      God grant me the SERENITY to accept the things I cannot change; COURAGE to change the things I can; and WISDOM to know the difference (SERENITY PRAYER)

       


      From: Nuah P Tarigan [mailto:nuah.tarigan@...]
      Sent: Thursday, October 01, 2009 8:44 AM
      To: gbkp@yahoogroups.com; permata-gbkp@yahoogroups.com
      Subject: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb

       

       

      Mejuah juah kita kerina,

       

      Sudah tibalah saatnya GBKP membuka dompet dana untuk membantu korban bencana di Sumatera, Jawa dan sekitarnya, ahhh betapa memalukan jika kita hanya berteori saja dalam khotbah dan PJJ kita, Baik secara Moderamen dan Klasis, Teologi Bencana jangan hanya jadi macan kertas, harus terwujud dengan apa yang kita namakan DIAKONIA TRANSFORMATIF, ahh hanya jadi kata kata manis saja.

      BENCANA alam akan datang lagi dan akan datang lagi, tapi kitapun tidak berdoa di gereja untuk mereka, apalagi membantu dalam bentuk yang riil, yang ada pada kita hanya bangun gedung dan bicara untuk hal hal yang tidak urgent saat ini.

      Walaupun mereka bukan keluarga, atau Anggota gereja kita, apakah kita tidak memperhatikan mereka secara gerejawi? Memang secara Pribadi kita mungkin sudah ada yang memberi, namun secara gerejani? Masih tanda tanya besar….apakah kita harus menunggu RAPAT RUNGGUN, KLASIS atau MODERAMEN? Wahhhh…

      Mari kita sama pikirkan membuat yang terbaik bagi TUHAN ALLAH, bukan manusia.

      Pilih orang yang memiliki integritas yang menjadi pengelolanya, dan bukan harus di moderamen, pilih orang orang yang jujur dan kredibel serta sudah diuji integritas ditengah masyarakat kita yang pluralis, niscaya Nama TUHAN YESUS akan semakin ditinggikan, amen.

      Salam kasih kami,

      God bless,

      Mejuah juah.

      Bujur

       

      Nuah P. Tarigan

      "Partnership with both communities and government is necessary to promote a sustainable health system"

      God grant me the SERENITY to accept the things I cannot change; COURAGE to change the things I can; and WISDOM to know the difference (SERENITY PRAYER)

       

       

    • rscolia
      tes From: gbkp@yahoogroups.com [mailto:gbkp@yahoogroups.com] On Behalf Of Nuah P Tarigan Sent: Thursday, October 01, 2009 1:50 PM To: gbkp@yahoogroups.com;
      Message 2 of 19 , Oct 1, 2009

        tes

         

        From: gbkp@yahoogroups.com [mailto:gbkp@yahoogroups.com] On Behalf Of Nuah P Tarigan
        Sent: Thursday, October 01, 2009 1:50 PM
        To: gbkp@yahoogroups.com; permata-gbkp@yahoogroups.com
        Subject: RE: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb

         

         

        Peran Gereja dalam Menghadapi Bencana

        Posted on Thursday, August 27th, 2009 at 12:15 pm

        17.4% (37.4 juta) dari populasi orang Indonesia hidup di dalam garis kemiskinan. Garis kemiskinan di Indonesia equivalen dengan 12US$ per bulan dimana jauh dari standar garis kemiskinan PBB yang pendapatannya 1US$ per hari. Jika kita mengambil standar dari PBB, maka ada 60 juta orang hidup di dalam kemiskinan. Apabila kita melihat dari sisi World Bank yang memiliki pendapatan 2US$ per hari, maka didapat adanya 100juta atau hampir setengah populasi orang Indonesia hidup dalam garis kemiskinan. Dengan keadaan krisis ekonomi global yang sedang terjadi, maka isu kemiskinan menjadi konsen paling tinggi.

        Melalui Alkitab, Allah telah mengidentifikasikan si miskin dan kebutuhannya bahwa masa depan kita bersama denganTuhan ataupun tanpa Tuhan ditentukan dari bagaimana kita mengasihi orang miskin (Band. Lukas 10:25-37, Lukas 18:18-27 dan Matius 25:31-46). Untuk mengidentifikasikan adalah untuk merasakan apa yang diinginkan pada langkah orang lain. Kasih berarti kita tidak hanya melengkapi satu dengan lainnya, namun kita turut dipaksa untuk merasakan apa yang mereka perlukan, kepada yang ditekan dan tertekan, yang tak memiliki suara dan merasa tak berarti dan tak berharga.

        Dalam sebuah pengalaman saya seorang pria berusia senja yang bekerja sebagai pemulung di antara pembuangan masyarakat kota dan hidup pada sebuah rumah kardus kecil samping sungai daerah kumuh di Indonesia. Sesudah sebuah bulldozer datang tanpa peringatan dan merusak rumah kardusnya, dengan berlinang air mata, dia berkata “Bahkan sampahpun punya tempat, tetapi saya tidak memiliki tempat”. Pada hari berikutnya, dia ditemukan meninggal terapung di pinggir sungai. Bayangkan lahir di tengah kemiskinan, menghidupi sebuah kemiskinan dan pada akhir hidupnya datang dengan sebuah kesimpulan bahwa dia pergi tanpa sesuatu berarti. Ketika orang miskin tidak mengerti mengapa mereka ada atau diciptakan, saat mereka melihat sampah lebih bernilai dari hidup mereka, tentunya hati Tuhan begitu berbelas kasihan kepada mereka.

        Bagaimana kita melihat masalah kemiskinan ini? Kita harus berpegang pada pandangan Alkitab dan bukan pandangan dunia. Lembaga-lembaga dunia melakukan banyak usaha untuk mengurangi kemiskinan dengan pendekatan dan program pembangunan yang membantu namun tidak mencabut akar penyebab kemiskinan tersebut. Orang miskin harus ditolong untuk memulihkan identitas mereka sebagai anak Tuhan, dan dilahirkan serupa dengan gambarNya, dan pekerjaan benar mereka sebagai pekerja yang produktif di dalam dunia yang Tuhan telah buat untuk mereka.

        Pemberdayaan harus mengikutserta dalam membantu mereka melihat dimana mereka berada, menolong mereka memiliki visi untuk masa depan, dukungan, memberikan dan membiarkan mereka membuat keputusan dan mengambil sikap kepemilikan dan tanggung jawab pada setiap hal, dan tentu saja pada kehidupan mereka. Inilah waktunya. Tidak ada hasil kemarin. Namun inilah mengapa kita dipanggil. Bukan hasil tetapi proses, bukan proyek namun jiwa, bukan angka tetapi kehidupan, bukan sekedar pesan keselamatan dan harapan di surge, namun kasih yang nyata dan kerajaan Tuhan di sini dan sekarang. (Lim Eng Hoe)

         

         

        Nuah P. Tarigan

        "Partnership with both communities and government is necessary to promote a sustainable health system"

        God grant me the SERENITY to accept the things I cannot change; COURAGE to change the things I can; and WISDOM to know the difference (SERENITY PRAYER)

         


        From: Nuah P Tarigan [mailto:nuah.tarigan@...]
        Sent: Thursday, October 01, 2009 8:44 AM
        To: gbkp@yahoogroups.com; permata-gbkp@yahoogroups.com
        Subject: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb

         

         

        Mejuah juah kita kerina,

         

        Sudah tibalah saatnya GBKP membuka dompet dana untuk membantu korban bencana di Sumatera, Jawa dan sekitarnya, ahhh betapa memalukan jika kita hanya berteori saja dalam khotbah dan PJJ kita, Baik secara Moderamen dan Klasis, Teologi Bencana jangan hanya jadi macan kertas, harus terwujud dengan apa yang kita namakan DIAKONIA TRANSFORMATIF, ahh hanya jadi kata kata manis saja.

        BENCANA alam akan datang lagi dan akan datang lagi, tapi kitapun tidak berdoa di gereja untuk mereka, apalagi membantu dalam bentuk yang riil, yang ada pada kita hanya bangun gedung dan bicara untuk hal hal yang tidak urgent saat ini.

        Walaupun mereka bukan keluarga, atau Anggota gereja kita, apakah kita tidak memperhatikan mereka secara gerejawi? Memang secara Pribadi kita mungkin sudah ada yang memberi, namun secara gerejani? Masih tanda tanya besar….apakah kita harus menunggu RAPAT RUNGGUN, KLASIS atau MODERAMEN? Wahhhh…

        Mari kita sama pikirkan membuat yang terbaik bagi TUHAN ALLAH, bukan manusia.

        Pilih orang yang memiliki integritas yang menjadi pengelolanya, dan bukan harus di moderamen, pilih orang orang yang jujur dan kredibel serta sudah diuji integritas ditengah masyarakat kita yang pluralis, niscaya Nama TUHAN YESUS akan semakin ditinggikan, amen.

        Salam kasih kami,

        God bless,

        Mejuah juah.

        Bujur

         

        Nuah P. Tarigan

        "Partnership with both communities and government is necessary to promote a sustainable health system"

        God grant me the SERENITY to accept the things I cannot change; COURAGE to change the things I can; and WISDOM to know the difference (SERENITY PRAYER)

         

         

      • radjab pinem
        shaloom, kita patut turut prihatin dengan aksi. kemana kami bisa kirim bantuan? biar cepat sampai mungkin lebih baik uang tunai. bila mungkin, kita buat khusus
        Message 3 of 19 , Oct 1, 2009
          shaloom,
          kita patut turut prihatin dengan aksi.
          kemana kami bisa kirim bantuan?
          biar cepat sampai mungkin lebih baik uang tunai.
          bila mungkin, kita buat khusus dari warga gbkp.
          terima kasih


          Nuah P Tarigan <nuah.tarigan@...>
          To: gbkp@yahoogroups.com; permata-gbkp@yahoogroups.com
          Sent: Wednesday, September 30, 2009 11:49:59 PM
          Subject: RE: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb

           

          Peran Gereja dalam Menghadapi Bencana

          Posted on Thursday, August 27th, 2009 at 12:15 pm

          17.4% (37.4 juta) dari populasi orang Indonesia hidup di dalam garis kemiskinan. Garis kemiskinan di Indonesia equivalen dengan 12US$ per bulan dimana jauh dari standar garis kemiskinan PBB yang pendapatannya 1US$ per hari. Jika kita mengambil standar dari PBB, maka ada 60 juta orang hidup di dalam kemiskinan. Apabila kita melihat dari sisi World Bank yang memiliki pendapatan 2US$ per hari, maka didapat adanya 100juta atau hampir setengah populasi orang Indonesia hidup dalam garis kemiskinan. Dengan keadaan krisis ekonomi global yang sedang terjadi, maka isu kemiskinan menjadi konsen paling tinggi.

          Melalui Alkitab, Allah telah mengidentifikasikan si miskin dan kebutuhannya bahwa masa depan kita bersama denganTuhan ataupun tanpa Tuhan ditentukan dari bagaimana kita mengasihi orang miskin (Band. Lukas 10:25-37, Lukas 18:18-27 dan Matius 25:31-46). Untuk mengidentifikasikan adalah untuk merasakan apa yang diinginkan pada langkah orang lain. Kasih berarti kita tidak hanya melengkapi satu dengan lainnya, namun kita turut dipaksa untuk merasakan apa yang mereka perlukan, kepada yang ditekan dan tertekan, yang tak memiliki suara dan merasa tak berarti dan tak berharga.

          Dalam sebuah pengalaman saya seorang pria berusia senja yang bekerja sebagai pemulung di antara pembuangan masyarakat kota dan hidup pada sebuah rumah kardus kecil samping sungai daerah kumuh di Indonesia. Sesudah sebuah bulldozer datang tanpa peringatan dan merusak rumah kardusnya, dengan berlinang air mata, dia berkata “Bahkan sampahpun punya tempat, tetapi saya tidak memiliki tempat”. Pada hari berikutnya, dia ditemukan meninggal terapung di pinggir sungai. Bayangkan lahir di tengah kemiskinan, menghidupi sebuah kemiskinan dan pada akhir hidupnya datang dengan sebuah kesimpulan bahwa dia pergi tanpa sesuatu berarti. Ketika orang miskin tidak mengerti mengapa mereka ada atau diciptakan, saat mereka melihat sampah lebih bernilai dari hidup mereka, tentunya hati Tuhan begitu berbelas kasihan kepada mereka.

          Bagaimana kita melihat masalah kemiskinan ini? Kita harus berpegang pada pandangan Alkitab dan bukan pandangan dunia. Lembaga-lembaga dunia melakukan banyak usaha untuk mengurangi kemiskinan dengan pendekatan dan program pembangunan yang membantu namun tidak mencabut akar penyebab kemiskinan tersebut. Orang miskin harus ditolong untuk memulihkan identitas mereka sebagai anak Tuhan, dan dilahirkan serupa dengan gambarNya, dan pekerjaan benar mereka sebagai pekerja yang produktif di dalam dunia yang Tuhan telah buat untuk mereka.

          Pemberdayaan harus mengikutserta dalam membantu mereka melihat dimana mereka berada, menolong mereka memiliki visi untuk masa depan, dukungan, memberikan dan membiarkan mereka membuat keputusan dan mengambil sikap kepemilikan dan tanggung jawab pada setiap hal, dan tentu saja pada kehidupan mereka. Inilah waktunya. Tidak ada hasil kemarin. Namun inilah mengapa kita dipanggil. Bukan hasil tetapi proses, bukan proyek namun jiwa, bukan angka tetapi kehidupan, bukan sekedar pesan keselamatan dan harapan di surge, namun kasih yang nyata dan kerajaan Tuhan di sini dan sekarang. (Lim Eng Hoe)

           

           

          Nuah P. Tarigan

          "Partnership with both communities and government is necessary to promote a sustainable health system"

          God grant me the SERENITY to accept the things I cannot change; COURAGE to change the things I can; and WISDOM to know the difference (SERENITY PRAYER)

           


          From: Nuah P Tarigan [mailto:nuah. tarigan@tlmindon esia.com]
          Sent: Thursday, October 01, 2009 8:44 AM
          To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
          Subject: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb

           

           

          Mejuah juah kita kerina,

           

          Sudah tibalah saatnya GBKP membuka dompet dana untuk membantu korban bencana di Sumatera, Jawa dan sekitarnya, ahhh betapa memalukan jika kita hanya berteori saja dalam khotbah dan PJJ kita, Baik secara Moderamen dan Klasis, Teologi Bencana jangan hanya jadi macan kertas, harus terwujud dengan apa yang kita namakan DIAKONIA TRANSFORMATIF, ahh hanya jadi kata kata manis saja.

          BENCANA alam akan datang lagi dan akan datang lagi, tapi kitapun tidak berdoa di gereja untuk mereka, apalagi membantu dalam bentuk yang riil, yang ada pada kita hanya bangun gedung dan bicara untuk hal hal yang tidak urgent saat ini.

          Walaupun mereka bukan keluarga, atau Anggota gereja kita, apakah kita tidak memperhatikan mereka secara gerejawi? Memang secara Pribadi kita mungkin sudah ada yang memberi, namun secara gerejani? Masih tanda tanya besar….apakah kita harus menunggu RAPAT RUNGGUN, KLASIS atau MODERAMEN? Wahhhh…

          Mari kita sama pikirkan membuat yang terbaik bagi TUHAN ALLAH, bukan manusia.

          Pilih orang yang memiliki integritas yang menjadi pengelolanya, dan bukan harus di moderamen, pilih orang orang yang jujur dan kredibel serta sudah diuji integritas ditengah masyarakat kita yang pluralis, niscaya Nama TUHAN YESUS akan semakin ditinggikan, amen.

          Salam kasih kami,

          God bless,

          Mejuah juah.

          Bujur

           

          Nuah P. Tarigan

          "Partnership with both communities and government is necessary to promote a sustainable health system"

          God grant me the SERENITY to accept the things I cannot change; COURAGE to change the things I can; and WISDOM to know the difference (SERENITY PRAYER)

           

           


        • nomi sinulingga
          Mejuah2 man banta kerina... Pundi Bencana menjadi program dari Komisi Penanggulangan Bencana GBKP tahun 2009 ini. Hanya saja memang sosialisasi yang dilakukan
          Message 4 of 19 , Oct 1, 2009
            Mejuah2 man banta kerina...
            Pundi Bencana menjadi program dari Komisi Penanggulangan Bencana GBKP tahun 2009 ini. Hanya saja memang sosialisasi yang dilakukan sangat kurang (atau malah tidak ada sosialisasi).
            Adi berekenndu atendu bantuan bencana, banci nge i transferndu ke rekening moderamen GBKP...

            Selama ini GBKP cukup tanggap nge kerna bencana-bencana si terjadi...
            JAnah mulai tahun 2009 enggo kange mbue (sekitar 50 orang ) PERMATA si ipersiapkan untuk bisa nampati adi lit kenca bencana. Ibereken pelatihan pertolongan pertama, membuat dapur umum dan juga memasang tenda. Komisi Penanggulangan Bencana untuk pelatihan2 e bekerja sama dengan The Johanniter, Dinas Sosial Sumatera Utara, Yayasan Tanggul Bencana Indonesia (YTBI) dan BASARNAS Medan.

            Rencana situhuna akan ada Pelatihan SAR DASAR untuk 40 PERMATA yang menjadi anggota ASIGANA (Anak SInguda siaGA bencaNA) tanggal 8 - 11 Oktober 2009 di lokasi Taman Jubelium GBKP Sukamakmur... Pelatihan ini diberikan oleh BASARNAS MEdan. Janah karena kondisi Padang, belum pasti apakah kegiatan ini akan terus dijalankan. Karena sepanjang hari ini kontak ke pimpinan SAR Medan belum sukses. Mungkin SAR MEdan juga turun ke PAdang.

            E..sekedar update info kegiatan GBKP dalam tanggap bencana

            Bujur
            Nomi BR Sinulingga
            Sekretaris KPB-GBKP

            --- On Thu, 10/1/09, radjab pinem <rfpinem@...> wrote:

            From: radjab pinem <rfpinem@...>
            Subject: Re: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
            To: gbkp@yahoogroups.com
            Date: Thursday, October 1, 2009, 7:50 AM

             

            shaloom,
            kita patut turut prihatin dengan aksi.
            kemana kami bisa kirim bantuan?
            biar cepat sampai mungkin lebih baik uang tunai.
            bila mungkin, kita buat khusus dari warga gbkp.
            terima kasih


            Nuah P Tarigan <nuah.tarigan@ tlmindonesia. com>
            To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
            Sent: Wednesday, September 30, 2009 11:49:59 PM
            Subject: RE: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb

             

            Peran Gereja dalam Menghadapi Bencana

            Posted on Thursday, August 27th, 2009 at 12:15 pm

            17.4% (37.4 juta) dari populasi orang Indonesia hidup di dalam garis kemiskinan. Garis kemiskinan di Indonesia equivalen dengan 12US$ per bulan dimana jauh dari standar garis kemiskinan PBB yang pendapatannya 1US$ per hari. Jika kita mengambil standar dari PBB, maka ada 60 juta orang hidup di dalam kemiskinan. Apabila kita melihat dari sisi World Bank yang memiliki pendapatan 2US$ per hari, maka didapat adanya 100juta atau hampir setengah populasi orang Indonesia hidup dalam garis kemiskinan. Dengan keadaan krisis ekonomi global yang sedang terjadi, maka isu kemiskinan menjadi konsen paling tinggi.

            Melalui Alkitab, Allah telah mengidentifikasikan si miskin dan kebutuhannya bahwa masa depan kita bersama denganTuhan ataupun tanpa Tuhan ditentukan dari bagaimana kita mengasihi orang miskin (Band. Lukas 10:25-37, Lukas 18:18-27 dan Matius 25:31-46). Untuk mengidentifikasikan adalah untuk merasakan apa yang diinginkan pada langkah orang lain. Kasih berarti kita tidak hanya melengkapi satu dengan lainnya, namun kita turut dipaksa untuk merasakan apa yang mereka perlukan, kepada yang ditekan dan tertekan, yang tak memiliki suara dan merasa tak berarti dan tak berharga.

            Dalam sebuah pengalaman saya seorang pria berusia senja yang bekerja sebagai pemulung di antara pembuangan masyarakat kota dan hidup pada sebuah rumah kardus kecil samping sungai daerah kumuh di Indonesia. Sesudah sebuah bulldozer datang tanpa peringatan dan merusak rumah kardusnya, dengan berlinang air mata, dia berkata “Bahkan sampahpun punya tempat, tetapi saya tidak memiliki tempat”. Pada hari berikutnya, dia ditemukan meninggal terapung di pinggir sungai. Bayangkan lahir di tengah kemiskinan, menghidupi sebuah kemiskinan dan pada akhir hidupnya datang dengan sebuah kesimpulan bahwa dia pergi tanpa sesuatu berarti. Ketika orang miskin tidak mengerti mengapa mereka ada atau diciptakan, saat mereka melihat sampah lebih bernilai dari hidup mereka, tentunya hati Tuhan begitu berbelas kasihan kepada mereka.

            Bagaimana kita melihat masalah kemiskinan ini? Kita harus berpegang pada pandangan Alkitab dan bukan pandangan dunia. Lembaga-lembaga dunia melakukan banyak usaha untuk mengurangi kemiskinan dengan pendekatan dan program pembangunan yang membantu namun tidak mencabut akar penyebab kemiskinan tersebut. Orang miskin harus ditolong untuk memulihkan identitas mereka sebagai anak Tuhan, dan dilahirkan serupa dengan gambarNya, dan pekerjaan benar mereka sebagai pekerja yang produktif di dalam dunia yang Tuhan telah buat untuk mereka.

            Pemberdayaan harus mengikutserta dalam membantu mereka melihat dimana mereka berada, menolong mereka memiliki visi untuk masa depan, dukungan, memberikan dan membiarkan mereka membuat keputusan dan mengambil sikap kepemilikan dan tanggung jawab pada setiap hal, dan tentu saja pada kehidupan mereka. Inilah waktunya. Tidak ada hasil kemarin. Namun inilah mengapa kita dipanggil. Bukan hasil tetapi proses, bukan proyek namun jiwa, bukan angka tetapi kehidupan, bukan sekedar pesan keselamatan dan harapan di surge, namun kasih yang nyata dan kerajaan Tuhan di sini dan sekarang. (Lim Eng Hoe)

             

             

            Nuah P. Tarigan

            "Partnership with both communities and government is necessary to promote a sustainable health system"

            God grant me the SERENITY to accept the things I cannot change; COURAGE to change the things I can; and WISDOM to know the difference (SERENITY PRAYER)

             


            From: Nuah P Tarigan [mailto:nuah. tarigan@tlmindon esia.com]
            Sent: Thursday, October 01, 2009 8:44 AM
            To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
            Subject: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb

             

             

            Mejuah juah kita kerina,

             

            Sudah tibalah saatnya GBKP membuka dompet dana untuk membantu korban bencana di Sumatera, Jawa dan sekitarnya, ahhh betapa memalukan jika kita hanya berteori saja dalam khotbah dan PJJ kita, Baik secara Moderamen dan Klasis, Teologi Bencana jangan hanya jadi macan kertas, harus terwujud dengan apa yang kita namakan DIAKONIA TRANSFORMATIF, ahh hanya jadi kata kata manis saja.

            BENCANA alam akan datang lagi dan akan datang lagi, tapi kitapun tidak berdoa di gereja untuk mereka, apalagi membantu dalam bentuk yang riil, yang ada pada kita hanya bangun gedung dan bicara untuk hal hal yang tidak urgent saat ini.

            Walaupun mereka bukan keluarga, atau Anggota gereja kita, apakah kita tidak memperhatikan mereka secara gerejawi? Memang secara Pribadi kita mungkin sudah ada yang memberi, namun secara gerejani? Masih tanda tanya besar….apakah kita harus menunggu RAPAT RUNGGUN, KLASIS atau MODERAMEN? Wahhhh…

            Mari kita sama pikirkan membuat yang terbaik bagi TUHAN ALLAH, bukan manusia.

            Pilih orang yang memiliki integritas yang menjadi pengelolanya, dan bukan harus di moderamen, pilih orang orang yang jujur dan kredibel serta sudah diuji integritas ditengah masyarakat kita yang pluralis, niscaya Nama TUHAN YESUS akan semakin ditinggikan, amen.

            Salam kasih kami,

            God bless,

            Mejuah juah.

            Bujur

             

            Nuah P. Tarigan

            "Partnership with both communities and government is necessary to promote a sustainable health system"

            God grant me the SERENITY to accept the things I cannot change; COURAGE to change the things I can; and WISDOM to know the difference (SERENITY PRAYER)

             

             



          • jimmi hendrawan s
            Mejuah-juah... Saya sependapat dengan bang Nuah Tarigan... sangat ironis sekali cara berpikir warga GBKP ini ... seperti tadi setelah Pekan Doa saya usulkan
            Message 5 of 19 , Oct 1, 2009
              Mejuah-juah...

              Saya sependapat dengan bang Nuah Tarigan... sangat ironis sekali cara berpikir warga GBKP ini ... seperti tadi setelah Pekan Doa saya usulkan agar sektor kami tanggap dengan melakukan aksi spontan guna Bencana Gempa .. tapi responnya ga sesuai dengan tahun diakonia yg dicanangkan Moderamen, ada yang ngomong kita tuggu surat dari moderamen, kita bawa dulu ke runggun... Moderamen juga sekarang lagi menahan kolekte ekstra karna banyaknya kolekte ekstra yang belum dilaksanakan...(Kongres kaum bapak, biaya sidang sinode, dll) malah untuk Bencana Jawa Barat belon di laksanakan.. ola kari akap kalak ka kita melebesa.. iaaakkkhhh..... malah ada yang komentar emang beda kok kita ama teman2 yang di pulau jawa ... pengeluaran kita di tanah karo sangat banyak ....lucu (karna yg dimaksud banyak uang keluar ialah untuk kerja2 .... masyaallah.... ) dan memang beda orang diperantuan dengan kita disini.... jadi gw berpikir Bullshit kegiatan Tahun diakonia dan Pekan Doa yang sedang berjalan.....


              Buat Nomi ... sebaiknya kam buat jelas nomer rekeningnya yang jelas memang untuk korban bencana .... lalu Tagana ngirim dua orang ? mo ngebantu apa mo survei ?



              --- In gbkp@yahoogroups.com, nomi sinulingga <lingga01@...> wrote:
              >
              > Mejuah2 man banta kerina...
              > Pundi Bencana menjadi program dari Komisi Penanggulangan Bencana GBKP tahun 2009 ini. Hanya saja memang sosialisasi yang dilakukan sangat kurang (atau malah tidak ada sosialisasi).
              > Adi berekenndu atendu bantuan bencana, banci nge i transferndu ke rekening moderamen GBKP...
              >
              > Selama ini GBKP cukup tanggap nge kerna bencana-bencana si terjadi...
              > JAnah mulai tahun 2009 enggo kange mbue (sekitar 50 orang ) PERMATA si ipersiapkan untuk bisa nampati adi lit kenca bencana. Ibereken pelatihan pertolongan pertama, membuat dapur umum dan juga memasang tenda. Komisi Penanggulangan Bencana untuk pelatihan2 e bekerja sama dengan The Johanniter, Dinas Sosial Sumatera Utara, Yayasan Tanggul Bencana Indonesia (YTBI) dan BASARNAS Medan.
              >
              > Rencana situhuna akan ada Pelatihan SAR DASAR untuk 40 PERMATA yang menjadi anggota ASIGANA (Anak SInguda siaGA bencaNA) tanggal 8 - 11 Oktober 2009 di lokasi Taman Jubelium GBKP Sukamakmur... Pelatihan ini diberikan oleh BASARNAS MEdan. Janah karena kondisi Padang, belum pasti apakah kegiatan ini akan terus dijalankan. Karena sepanjang hari ini kontak ke pimpinan SAR Medan belum sukses. Mungkin SAR MEdan juga turun ke PAdang.
              >
              > E..sekedar update info kegiatan GBKP dalam tanggap bencana
              >
              > Bujur
              > Nomi BR Sinulingga
              > Sekretaris KPB-GBKP
              >
              > --- On Thu, 10/1/09, radjab pinem <rfpinem@...> wrote:
              >
              > From: radjab pinem <rfpinem@...>
              > Subject: Re: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
              > To: gbkp@yahoogroups.com
              > Date: Thursday, October 1, 2009, 7:50 AM
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >  
              >
              >
              >
              >
              >
              > shaloom,
              > kita patut turut prihatin dengan aksi.
              > kemana kami bisa kirim bantuan?
              > biar cepat sampai mungkin lebih baik uang tunai.
              > bila mungkin, kita buat khusus dari warga gbkp.
              > terima kasih
              >
              > Nuah P Tarigan <nuah.tarigan@ tlmindonesia. com>
              > To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
              > Sent: Wednesday, September 30, 2009 11:49:59 PM
              > Subject: RE: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >  
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              > Peran Gereja dalam Menghadapi Bencana
              >
              >
              > Posted on Thursday,
              > August 27th, 2009 at 12:15 pm
              >
              > 17.4%
              > (37.4 juta) dari populasi orang Indonesia hidup di dalam garis kemiskinan. Garis
              > kemiskinan di Indonesia equivalen dengan 12US$ per bulan dimana jauh dari
              > standar garis kemiskinan PBB yang pendapatannya 1US$ per hari. Jika kita
              > mengambil standar dari PBB, maka ada 60 juta orang hidup di dalam kemiskinan.
              > Apabila kita melihat dari sisi World Bank yang memiliki pendapatan 2US$ per
              > hari, maka didapat adanya 100juta atau hampir setengah populasi orang Indonesia
              > hidup dalam garis kemiskinan. Dengan keadaan krisis ekonomi global yang sedang
              > terjadi, maka isu kemiskinan menjadi konsen paling tinggi.
              >
              > Melalui
              > Alkitab, Allah telah mengidentifikasikan si miskin dan kebutuhannya bahwa masa
              > depan kita bersama denganTuhan ataupun tanpa Tuhan ditentukan dari bagaimana
              > kita mengasihi orang miskin (Band. Lukas 10:25-37, Lukas 18:18-27 dan Matius
              > 25:31-46). Untuk mengidentifikasikan adalah untuk merasakan apa yang diinginkan
              > pada langkah orang lain. Kasih berarti kita tidak hanya melengkapi satu dengan
              > lainnya, namun kita turut dipaksa untuk merasakan apa yang mereka perlukan,
              > kepada yang ditekan dan tertekan, yang tak memiliki suara dan merasa tak
              > berarti dan tak berharga.
              >
              > Dalam
              > sebuah pengalaman saya seorang pria berusia senja yang bekerja sebagai pemulung
              > di antara pembuangan masyarakat kota dan hidup pada sebuah rumah kardus kecil
              > samping sungai daerah kumuh di Indonesia. Sesudah sebuah bulldozer datang tanpa
              > peringatan dan merusak rumah kardusnya, dengan berlinang air mata, dia berkata
              > “Bahkan sampahpun punya tempat, tetapi saya tidak memiliki tempat”.
              > Pada hari berikutnya, dia ditemukan meninggal terapung di pinggir sungai.
              > Bayangkan lahir di tengah kemiskinan, menghidupi sebuah kemiskinan dan pada
              > akhir hidupnya datang dengan sebuah kesimpulan bahwa dia pergi tanpa sesuatu
              > berarti. Ketika orang miskin tidak mengerti mengapa mereka ada atau diciptakan,
              > saat mereka melihat sampah lebih bernilai dari hidup mereka, tentunya hati
              > Tuhan begitu berbelas kasihan kepada mereka.
              >
              > Bagaimana
              > kita melihat masalah kemiskinan ini? Kita harus berpegang pada pandangan
              > Alkitab dan bukan pandangan dunia. Lembaga-lembaga dunia melakukan banyak usaha
              > untuk mengurangi kemiskinan dengan pendekatan dan program pembangunan yang
              > membantu namun tidak mencabut akar penyebab kemiskinan tersebut. Orang miskin
              > harus ditolong untuk memulihkan identitas mereka sebagai anak Tuhan, dan dilahirkan
              > serupa dengan gambarNya, dan pekerjaan benar mereka sebagai pekerja yang
              > produktif di dalam dunia yang Tuhan telah buat untuk mereka.
              >
              > Pemberdayaan
              > harus mengikutserta dalam membantu mereka melihat dimana mereka berada,
              > menolong mereka memiliki visi untuk masa depan, dukungan, memberikan dan
              > membiarkan mereka membuat keputusan dan mengambil sikap kepemilikan dan
              > tanggung jawab pada setiap hal, dan tentu saja pada kehidupan mereka. Inilah
              > waktunya. Tidak ada hasil kemarin. Namun inilah mengapa kita dipanggil. Bukan
              > hasil tetapi proses, bukan proyek namun jiwa, bukan angka tetapi kehidupan,
              > bukan sekedar pesan keselamatan dan harapan di surge, namun kasih yang nyata
              > dan kerajaan Tuhan di sini dan sekarang. (Lim Eng Hoe)
              >
              >  
              >
              >  
              >
              >
              >
              > Nuah P.
              > Tarigan
              >
              > "Partnership
              > with both communities and government is necessary to promote a sustainable
              > health system"
              >
              > God grant me the
              > SERENITY to accept the things I cannot change; COURAGE to change the things I
              > can; and WISDOM to know the difference (SERENITY PRAYER)
              >
              >
              >
              >  
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              > From: Nuah P Tarigan
              > [mailto:nuah. tarigan@tlmindon esia.com]
              >
              > Sent: Thursday, October 01, 2009
              > 8:44 AM
              >
              > To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
              >
              > Subject: [gbkp] DOMPET BENCANA
              > SUMATERA dlsb
              >
              >
              >
              >  
              >
              >  
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              > Mejuah juah kita kerina,
              >
              >  
              >
              > Sudah tibalah saatnya GBKP membuka dompet dana untuk membantu
              > korban bencana di Sumatera, Jawa dan sekitarnya, ahhh betapa memalukan jika
              > kita hanya berteori saja dalam khotbah dan PJJ kita, Baik secara Moderamen dan
              > Klasis, Teologi Bencana jangan hanya jadi macan kertas, harus terwujud dengan
              > apa yang kita namakan DIAKONIA TRANSFORMATIF, ahh hanya jadi kata kata manis
              > saja.
              >
              > BENCANA alam akan datang lagi dan akan datang lagi, tapi kitapun
              > tidak berdoa di gereja untuk mereka, apalagi membantu dalam bentuk yang riil,
              > yang ada pada kita hanya bangun gedung dan bicara untuk hal hal yang tidak
              > urgent saat ini.
              >
              > Walaupun mereka bukan keluarga, atau Anggota gereja kita, apakah
              > kita tidak memperhatikan mereka secara gerejawi? Memang secara Pribadi kita
              > mungkin sudah ada yang memberi, namun secara gerejani? Masih tanda tanya
              > besar….apakah kita harus menunggu RAPAT RUNGGUN, KLASIS atau MODERAMEN? Wahhhh…
              >
              > Mari kita sama pikirkan membuat yang terbaik bagi TUHAN
              > ALLAH, bukan manusia.
              >
              > Pilih orang yang memiliki integritas yang menjadi
              > pengelolanya, dan bukan harus di moderamen, pilih orang orang yang jujur dan
              > kredibel serta sudah diuji integritas ditengah masyarakat kita yang pluralis,
              > niscaya Nama TUHAN YESUS akan semakin ditinggikan, amen.
              >
              > Salam kasih kami,
              >
              > God bless,
              >
              > Mejuah juah.
              >
              > Bujur
              >
              >  
              >
              >
              >
              > Nuah P. Tarigan
              >
              > "Partnership with both
              > communities and government is necessary to promote a sustainable health system"
              >
              >
              >
              > God grant me the SERENITY to accept the things I cannot
              > change; COURAGE to change the things I can; and WISDOM to know the difference
              > (SERENITY PRAYER)
              >
              >
              >
              >
              >
              >  
              >
              >
              >
              >  
              >
            • Martin Tarigan
              Mejuah-juah, Kita doakan semoga semuanya dikuatkan dalam menghadapi bencana ini. Bagaimana kondisi saudara kita masyarakat Karo, khususnya anggota GBKP di
              Message 6 of 19 , Oct 1, 2009
                Mejuah-juah,

                Kita doakan semoga semuanya dikuatkan dalam menghadapi bencana ini. Bagaimana kondisi saudara kita masyarakat Karo, khususnya anggota GBKP di Padang?

                Mungkin Moderamen juga perlu melakukan sesuatu untuk merespon sebagai bagian dari kepedulian kepada sesama dalam program Diakonia yang sedang kita dengungkan. Parpem apa siap berangkat kesana? Dalam koordinasi dengan JK LPK mungkin bisa diupayakan. Atau gereja di Sumatra Utara.

                WVI sudah merespon dengan mengirimkan staf emergency beberapa orang. Wilayah Mentawai pernah menjadi program pelayanan dalam kerja sama dengan Paroki Padang.

                Bageme sitik

                Salam

                --- Pada Kam, 1/10/09, Jusup Sukatendel <jusup.sukatendel@...> menulis:

                Dari: Jusup Sukatendel <jusup.sukatendel@...>
                Judul: [gbkp] Kondisi GKPM Padang. Jl Pancasila Padang
                Kepada: Undisclosed-Recipient@...
                Tanggal: Kamis, 1 Oktober, 2009, 8:33 AM

                 

                Salam sejahtera,
                 
                Perkembangan kondisi gelobal kota Padang, Pariaman dan Sumatera Barat tentu bisa diupdate dari TV dan media lain.
                 
                Berikut adalah kondisi GKPM Padang berdasar komunikasi melalui telepon dengan Pdt R br Pakpahan dan Pdt Turisia yang sedang berada di Padang (GKPM Padang jl Pancasila).
                (Update tgl 1 oktober 2009 jam 8:00 pagi)
                 
                GKPM Padang berada di jalan Pancasila Padang, berada dekat dengan laut.
                GKPM Padang adalah berupa Gedung Serba Guna dan juga menjadi asrama bagi 16 anak sekolah/kuliah dari Mentawai.
                Keluarga Ibu Pdt R br Pakpahan juga tinggal di lokasi yang sama.
                 
                kondisi gedung GKPM Padang baik, bangunan berdiri kokoh namun pagar keliling hancur semua
                2 rumah tetangga sebelah:, kejati dan wakil kejati dalam kondisi baik namun rumah ke-3 (rumah rektor) roboh.
                Bangunan lain di sekitar GKPM Padang belum diperiksa karena kondisi hujan sejak semalam.
                 
                kondisi anak-anak dan keluarga bu Pendeta dalam keadaan baik dan aman, namum diliputi ketakutan yang luar biasa
                ada 1 anak yang belum pulang ke asrama krn pada saat gempa sedang kuliah di kampus yang berjarak 10 km dari GKPM Padang. Kemungkinan mereka kesulitan mendapatkan kenderaan kembali ke GKPM Padang di jl Pancasila.
                 
                Saat ini ada sekitar 30 orang yang tinggal di GKPM Padang, ada tamu-tamu dari hotel berdekatan yang kemudian menginap di GKPM, beberapa orang yang kerja di Surf Aid, dan beberapa tamu lain termasuk Pdt Turisia yang sedang bersiap menghadiri AsRA UEM di Srilanka.
                 
                Saat ini makanan di GKPM Padang jl Pancasila tersedia untuk 2-3 hari mendatang.
                Kawasan jl Pancasila telah kosong krn hampir semua penduduk (Kecuali keluarga Kejati) telah pergi
                 
                Dari beberapa informasi yang didapatkan Ibu Pendeta R br Pakpahan:
                hotel nuansa dan hotel dipo ambruk
                perpustakan hancur
                Jalan ke pelabuhan Bungus terputus krn ada beberapa titik lokasi longsor. Ephorus yang sedang dalam perjalanan dari Mentawai ke Padang tertahan krn logsor tersebut.
                 
                Mohon didoakan:
                agar semua orang-orang tinggal di GKPM Padang kuat dan sehat (saat ini semua dalam keadaan ketakutan dan kelelahan dan sudah mulai ada yang sakit).
                doakan juga agar Mentawai bisa terhindar dari bencana
                Doakan agar 1 anak yang belum pulang bisa pulang dengan selamat
                mohon doakan agar Tuhan memberi kekuatan pada semua orang yang sedang dalam keadaan terkena bencana dan sedang saling menolong di Padang, Pariaman, dan tempat-tempatt yang terkena dampak gempa ini.
                Direncanakan para pendeta akan berkumpul di GKPM Pancasila, doakan agar pertemuan ini bisa terlaksana dengan baik dan Gereja bisa bekerja menolong sesama kita di Padang dan sekitarnya.
                 
                salam sejahtera,
                 
                Jusup Sukatendel
                Program Manager CCBRP-GKPM
                update 8:00 AM - Tgl 1 Oktober 2009
                 


                Lebih aman saat online.
                Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!
              • analgin ginting
                Mejuah-juah, Ula pedah kita sidalih dalihen, ras saling menyalahkan. Mari ise pe kit si proaktif ras berintegritas demi nama Tuhan Kita Yesus Kristus. 
                Message 7 of 19 , Oct 1, 2009
                  Mejuah-juah,

                  Ula pedah kita sidalih dalihen, ras saling menyalahkan.
                  Mari ise pe kit si proaktif ras berintegritas demi nama Tuhan Kita Yesus Kristus.  Galanglah.
                  melala nge kari si nogan, tapi melala ka nge si suport.  Kita fokus saja ku remanta singgit suport.  Mungkin 80 % nogan, tapi 20 % suport secara tulus.  Abaikan yang 80% perhatikan yang 20%.  Mari pedasken.  Bujur ras mejuah-juah.


                  Pt. Analgin Ginting

                  --- On Thu, 1/10/09, jimmi hendrawan s <jihesi@...> wrote:

                  From: jimmi hendrawan s <jihesi@...>
                  Subject: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                  To: gbkp@yahoogroups.com
                  Date: Thursday, 1 October, 2009, 10:52 PM

                   

                  Mejuah-juah. ..

                  Saya sependapat dengan bang Nuah Tarigan... sangat ironis sekali cara berpikir warga GBKP ini ... seperti tadi setelah Pekan Doa saya usulkan agar sektor kami tanggap dengan melakukan aksi spontan guna Bencana Gempa .. tapi responnya ga sesuai dengan tahun diakonia yg dicanangkan Moderamen, ada yang ngomong kita tuggu surat dari moderamen, kita bawa dulu ke runggun... Moderamen juga sekarang lagi menahan kolekte ekstra karna banyaknya kolekte ekstra yang belum dilaksanakan. ..(Kongres kaum bapak, biaya sidang sinode, dll) malah untuk Bencana Jawa Barat belon di laksanakan.. ola kari akap kalak ka kita melebesa.. iaaakkkhhh.. ... malah ada yang komentar emang beda kok kita ama teman2 yang di pulau jawa ... pengeluaran kita di tanah karo sangat banyak ....lucu (karna yg dimaksud banyak uang keluar ialah untuk kerja2 .... masyaallah.. .. ) dan memang beda orang diperantuan dengan kita disini.... jadi gw berpikir Bullshit kegiatan Tahun diakonia dan Pekan Doa yang sedang berjalan.... .

                  Buat Nomi ... sebaiknya kam buat jelas nomer rekeningnya yang jelas memang untuk korban bencana .... lalu Tagana ngirim dua orang ? mo ngebantu apa mo survei ?

                  --- In gbkp@yahoogroups. com, nomi sinulingga <lingga01@.. .> wrote:
                  >
                  > Mejuah2 man banta kerina...
                  > Pundi Bencana menjadi program dari Komisi Penanggulangan Bencana GBKP tahun 2009 ini. Hanya saja memang sosialisasi yang dilakukan sangat kurang (atau malah tidak ada sosialisasi) .
                  > Adi berekenndu atendu bantuan bencana, banci nge i transferndu ke rekening moderamen GBKP...
                  >
                  > Selama ini GBKP cukup tanggap nge kerna bencana-bencana si terjadi...
                  > JAnah mulai tahun 2009 enggo kange mbue (sekitar 50 orang ) PERMATA si ipersiapkan untuk bisa nampati adi lit kenca bencana. Ibereken pelatihan pertolongan pertama, membuat dapur umum dan juga memasang tenda. Komisi Penanggulangan Bencana untuk pelatihan2 e bekerja sama dengan The Johanniter, Dinas Sosial Sumatera Utara, Yayasan Tanggul Bencana Indonesia (YTBI) dan BASARNAS Medan.
                  >
                  > Rencana situhuna akan ada Pelatihan SAR DASAR untuk 40 PERMATA yang menjadi anggota ASIGANA (Anak SInguda siaGA bencaNA) tanggal 8 - 11 Oktober 2009 di lokasi Taman Jubelium GBKP Sukamakmur.. . Pelatihan ini diberikan oleh BASARNAS MEdan. Janah karena kondisi Padang, belum pasti apakah kegiatan ini akan terus dijalankan. Karena sepanjang hari ini kontak ke pimpinan SAR Medan belum sukses. Mungkin SAR MEdan juga turun ke PAdang.
                  >
                  > E..sekedar update info kegiatan GBKP dalam tanggap bencana
                  >
                  > Bujur
                  > Nomi BR Sinulingga
                  > Sekretaris KPB-GBKP
                  >
                  > --- On Thu, 10/1/09, radjab pinem <rfpinem@... > wrote:
                  >
                  > From: radjab pinem <rfpinem@... >
                  > Subject: Re: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                  > To: gbkp@yahoogroups. com
                  > Date: Thursday, October 1, 2009, 7:50 AM
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  > shaloom,
                  > kita patut turut prihatin dengan aksi.
                  > kemana kami bisa kirim bantuan?
                  > biar cepat sampai mungkin lebih baik uang tunai.
                  > bila mungkin, kita buat khusus dari warga gbkp.
                  > terima kasih
                  >
                  > Nuah P Tarigan <nuah.tarigan@ tlmindonesia. com>
                  > To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
                  > Sent: Wednesday, September 30, 2009 11:49:59 PM
                  > Subject: RE: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  > Peran Gereja dalam Menghadapi Bencana
                  >
                  >
                  > Posted on Thursday,
                  > August 27th, 2009 at 12:15 pm
                  >
                  > 17.4%
                  > (37.4 juta) dari populasi orang Indonesia hidup di dalam garis kemiskinan. Garis
                  > kemiskinan di Indonesia equivalen dengan 12US$ per bulan dimana jauh dari
                  > standar garis kemiskinan PBB yang pendapatannya 1US$ per hari. Jika kita
                  > mengambil standar dari PBB, maka ada 60 juta orang hidup di dalam kemiskinan.
                  > Apabila kita melihat dari sisi World Bank yang memiliki pendapatan 2US$ per
                  > hari, maka didapat adanya 100juta atau hampir setengah populasi orang Indonesia
                  > hidup dalam garis kemiskinan. Dengan keadaan krisis ekonomi global yang sedang
                  > terjadi, maka isu kemiskinan menjadi konsen paling tinggi.
                  >
                  > Melalui
                  > Alkitab, Allah telah mengidentifikasikan si miskin dan kebutuhannya bahwa masa
                  > depan kita bersama denganTuhan ataupun tanpa Tuhan ditentukan dari bagaimana
                  > kita mengasihi orang miskin (Band. Lukas 10:25-37, Lukas 18:18-27 dan Matius
                  > 25:31-46). Untuk mengidentifikasikan adalah untuk merasakan apa yang diinginkan
                  > pada langkah orang lain. Kasih berarti kita tidak hanya melengkapi satu dengan
                  > lainnya, namun kita turut dipaksa untuk merasakan apa yang mereka perlukan,
                  > kepada yang ditekan dan tertekan, yang tak memiliki suara dan merasa tak
                  > berarti dan tak berharga.
                  >
                  > Dalam
                  > sebuah pengalaman saya seorang pria berusia senja yang bekerja sebagai pemulung
                  > di antara pembuangan masyarakat kota dan hidup pada sebuah rumah kardus kecil
                  > samping sungai daerah kumuh di Indonesia. Sesudah sebuah bulldozer datang tanpa
                  > peringatan dan merusak rumah kardusnya, dengan berlinang air mata, dia berkata
                  > “Bahkan sampahpun punya tempat, tetapi saya tidak memiliki tempat”.
                  > Pada hari berikutnya, dia ditemukan meninggal terapung di pinggir sungai.
                  > Bayangkan lahir di tengah kemiskinan, menghidupi sebuah kemiskinan dan pada
                  > akhir hidupnya datang dengan sebuah kesimpulan bahwa dia pergi tanpa sesuatu
                  > berarti. Ketika orang miskin tidak mengerti mengapa mereka ada atau diciptakan,
                  > saat mereka melihat sampah lebih bernilai dari hidup mereka, tentunya hati
                  > Tuhan begitu berbelas kasihan kepada mereka.
                  >
                  > Bagaimana
                  > kita melihat masalah kemiskinan ini? Kita harus berpegang pada pandangan
                  > Alkitab dan bukan pandangan dunia. Lembaga-lembaga dunia melakukan banyak usaha
                  > untuk mengurangi kemiskinan dengan pendekatan dan program pembangunan yang
                  > membantu namun tidak mencabut akar penyebab kemiskinan tersebut. Orang miskin
                  > harus ditolong untuk memulihkan identitas mereka sebagai anak Tuhan, dan dilahirkan
                  > serupa dengan gambarNya, dan pekerjaan benar mereka sebagai pekerja yang
                  > produktif di dalam dunia yang Tuhan telah buat untuk mereka.
                  >
                  > Pemberdayaan
                  > harus mengikutserta dalam membantu mereka melihat dimana mereka berada,
                  > menolong mereka memiliki visi untuk masa depan, dukungan, memberikan dan
                  > membiarkan mereka membuat keputusan dan mengambil sikap kepemilikan dan
                  > tanggung jawab pada setiap hal, dan tentu saja pada kehidupan mereka. Inilah
                  > waktunya. Tidak ada hasil kemarin. Namun inilah mengapa kita dipanggil. Bukan
                  > hasil tetapi proses, bukan proyek namun jiwa, bukan angka tetapi kehidupan,
                  > bukan sekedar pesan keselamatan dan harapan di surge, namun kasih yang nyata
                  > dan kerajaan Tuhan di sini dan sekarang. (Lim Eng Hoe)
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  > Nuah P.
                  > Tarigan
                  >
                  > "Partnership
                  > with both communities and government is necessary to promote a sustainable
                  > health system"
                  >
                  > God grant me the
                  > SERENITY to accept the things I cannot change; COURAGE to change the things I
                  > can; and WISDOM to know the difference (SERENITY PRAYER)
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  > From: Nuah P Tarigan
                  > [mailto:nuah. tarigan@tlmindon esia.com]
                  >
                  > Sent: Thursday, October 01, 2009
                  > 8:44 AM
                  >
                  > To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
                  >
                  > Subject: [gbkp] DOMPET BENCANA
                  > SUMATERA dlsb
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  > Mejuah juah kita kerina,
                  >
                  >
                  >
                  > Sudah tibalah saatnya GBKP membuka dompet dana untuk membantu
                  > korban bencana di Sumatera, Jawa dan sekitarnya, ahhh betapa memalukan jika
                  > kita hanya berteori saja dalam khotbah dan PJJ kita, Baik secara Moderamen dan
                  > Klasis, Teologi Bencana jangan hanya jadi macan kertas, harus terwujud dengan
                  > apa yang kita namakan DIAKONIA TRANSFORMATIF, ahh hanya jadi kata kata manis
                  > saja.
                  >
                  > BENCANA alam akan datang lagi dan akan datang lagi, tapi kitapun
                  > tidak berdoa di gereja untuk mereka, apalagi membantu dalam bentuk yang riil,
                  > yang ada pada kita hanya bangun gedung dan bicara untuk hal hal yang tidak
                  > urgent saat ini.
                  >
                  > Walaupun mereka bukan keluarga, atau Anggota gereja kita, apakah
                  > kita tidak memperhatikan mereka secara gerejawi? Memang secara Pribadi kita
                  > mungkin sudah ada yang memberi, namun secara gerejani? Masih tanda tanya
                  > besar….apakah kita harus menunggu RAPAT RUNGGUN, KLASIS atau MODERAMEN? Wahhhh…
                  >
                  > Mari kita sama pikirkan membuat yang terbaik bagi TUHAN
                  > ALLAH, bukan manusia.
                  >
                  > Pilih orang yang memiliki integritas yang menjadi
                  > pengelolanya, dan bukan harus di moderamen, pilih orang orang yang jujur dan
                  > kredibel serta sudah diuji integritas ditengah masyarakat kita yang pluralis,
                  > niscaya Nama TUHAN YESUS akan semakin ditinggikan, amen.
                  >
                  > Salam kasih kami,
                  >
                  > God bless,
                  >
                  > Mejuah juah.
                  >
                  > Bujur
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  > Nuah P. Tarigan
                  >
                  > "Partnership with both
                  > communities and government is necessary to promote a sustainable health system"
                  >
                  >
                  >
                  > God grant me the SERENITY to accept the things I cannot
                  > change; COURAGE to change the things I can; and WISDOM to know the difference
                  > (SERENITY PRAYER)
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >



                  Get your new Email address!
                  Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
                • nomi sinulingga
                  info barusaja.... Jemaat GBKP tidak ada yang menjadi korban, hanya saja rumah banyak yang runtuh dan gereja GBKP Pdang rusak. Saat ini sudah dibentuk posko di
                  Message 8 of 19 , Oct 1, 2009
                    info barusaja....
                    Jemaat GBKP tidak ada yang menjadi korban, hanya saja rumah banyak yang runtuh dan gereja GBKP Pdang rusak.

                    Saat ini sudah dibentuk posko di Padang, tar nomor dan alamat menyusul..

                    Dua kalak si ke padang hari ini untuk assesmen dan juga membuka posko bantuan kemanusiaan GBKP di Padang.

                    Rekening Moderamen GBKP :
                    BNI Kabanjahe no Rek. 0061574350 a.n. Moderamen GBKP
                    Bank Mandiri Cab. Kabanjahe, No Rekening 105 000 5908 268 a.n. Moderamen GBKP
                    Jangan lupa buat keterangan untuk korban Gempa Sumatera Barat.

                    Bujur
                    Nomi
                    --- On Thu, 10/1/09, jimmi hendrawan s <jihesi@...> wrote:

                    From: jimmi hendrawan s <jihesi@...>
                    Subject: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                    To: gbkp@yahoogroups.com
                    Date: Thursday, October 1, 2009, 11:52 AM

                     

                    Mejuah-juah. ..

                    Saya sependapat dengan bang Nuah Tarigan... sangat ironis sekali cara berpikir warga GBKP ini ... seperti tadi setelah Pekan Doa saya usulkan agar sektor kami tanggap dengan melakukan aksi spontan guna Bencana Gempa .. tapi responnya ga sesuai dengan tahun diakonia yg dicanangkan Moderamen, ada yang ngomong kita tuggu surat dari moderamen, kita bawa dulu ke runggun... Moderamen juga sekarang lagi menahan kolekte ekstra karna banyaknya kolekte ekstra yang belum dilaksanakan. ..(Kongres kaum bapak, biaya sidang sinode, dll) malah untuk Bencana Jawa Barat belon di laksanakan.. ola kari akap kalak ka kita melebesa.. iaaakkkhhh.. ... malah ada yang komentar emang beda kok kita ama teman2 yang di pulau jawa ... pengeluaran kita di tanah karo sangat banyak ....lucu (karna yg dimaksud banyak uang keluar ialah untuk kerja2 .... masyaallah.. .. ) dan memang beda orang diperantuan dengan kita disini.... jadi gw berpikir Bullshit kegiatan Tahun diakonia dan Pekan Doa yang sedang berjalan.... .

                    Buat Nomi ... sebaiknya kam buat jelas nomer rekeningnya yang jelas memang untuk korban bencana .... lalu Tagana ngirim dua orang ? mo ngebantu apa mo survei ?

                    --- In gbkp@yahoogroups. com, nomi sinulingga <lingga01@.. .> wrote:
                    >
                    > Mejuah2 man banta kerina...
                    > Pundi Bencana menjadi program dari Komisi Penanggulangan Bencana GBKP tahun 2009 ini. Hanya saja memang sosialisasi yang dilakukan sangat kurang (atau malah tidak ada sosialisasi) .
                    > Adi berekenndu atendu bantuan bencana, banci nge i transferndu ke rekening moderamen GBKP...
                    >
                    > Selama ini GBKP cukup tanggap nge kerna bencana-bencana si terjadi...
                    > JAnah mulai tahun 2009 enggo kange mbue (sekitar 50 orang ) PERMATA si ipersiapkan untuk bisa nampati adi lit kenca bencana. Ibereken pelatihan pertolongan pertama, membuat dapur umum dan juga memasang tenda. Komisi Penanggulangan Bencana untuk pelatihan2 e bekerja sama dengan The Johanniter, Dinas Sosial Sumatera Utara, Yayasan Tanggul Bencana Indonesia (YTBI) dan BASARNAS Medan.
                    >
                    > Rencana situhuna akan ada Pelatihan SAR DASAR untuk 40 PERMATA yang menjadi anggota ASIGANA (Anak SInguda siaGA bencaNA) tanggal 8 - 11 Oktober 2009 di lokasi Taman Jubelium GBKP Sukamakmur.. . Pelatihan ini diberikan oleh BASARNAS MEdan. Janah karena kondisi Padang, belum pasti apakah kegiatan ini akan terus dijalankan. Karena sepanjang hari ini kontak ke pimpinan SAR Medan belum sukses. Mungkin SAR MEdan juga turun ke PAdang.
                    >
                    > E..sekedar update info kegiatan GBKP dalam tanggap bencana
                    >
                    > Bujur
                    > Nomi BR Sinulingga
                    > Sekretaris KPB-GBKP
                    >
                    > --- On Thu, 10/1/09, radjab pinem <rfpinem@... > wrote:
                    >
                    > From: radjab pinem <rfpinem@... >
                    > Subject: Re: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                    > To: gbkp@yahoogroups. com
                    > Date: Thursday, October 1, 2009, 7:50 AM
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >  
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    > shaloom,
                    > kita patut turut prihatin dengan aksi.
                    > kemana kami bisa kirim bantuan?
                    > biar cepat sampai mungkin lebih baik uang tunai.
                    > bila mungkin, kita buat khusus dari warga gbkp.
                    > terima kasih
                    >
                    > Nuah P Tarigan <nuah.tarigan@ tlmindonesia. com>
                    > To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
                    > Sent: Wednesday, September 30, 2009 11:49:59 PM
                    > Subject: RE: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >  
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    > Peran Gereja dalam Menghadapi Bencana
                    >
                    >
                    > Posted on Thursday,
                    > August 27th, 2009 at 12:15 pm
                    >
                    > 17.4%
                    > (37.4 juta) dari populasi orang Indonesia hidup di dalam garis kemiskinan. Garis
                    > kemiskinan di Indonesia equivalen dengan 12US$ per bulan dimana jauh dari
                    > standar garis kemiskinan PBB yang pendapatannya 1US$ per hari. Jika kita
                    > mengambil standar dari PBB, maka ada 60 juta orang hidup di dalam kemiskinan.
                    > Apabila kita melihat dari sisi World Bank yang memiliki pendapatan 2US$ per
                    > hari, maka didapat adanya 100juta atau hampir setengah populasi orang Indonesia
                    > hidup dalam garis kemiskinan. Dengan keadaan krisis ekonomi global yang sedang
                    > terjadi, maka isu kemiskinan menjadi konsen paling tinggi.
                    >
                    > Melalui
                    > Alkitab, Allah telah mengidentifikasikan si miskin dan kebutuhannya bahwa masa
                    > depan kita bersama denganTuhan ataupun tanpa Tuhan ditentukan dari bagaimana
                    > kita mengasihi orang miskin (Band. Lukas 10:25-37, Lukas 18:18-27 dan Matius
                    > 25:31-46). Untuk mengidentifikasikan adalah untuk merasakan apa yang diinginkan
                    > pada langkah orang lain. Kasih berarti kita tidak hanya melengkapi satu dengan
                    > lainnya, namun kita turut dipaksa untuk merasakan apa yang mereka perlukan,
                    > kepada yang ditekan dan tertekan, yang tak memiliki suara dan merasa tak
                    > berarti dan tak berharga.
                    >
                    > Dalam
                    > sebuah pengalaman saya seorang pria berusia senja yang bekerja sebagai pemulung
                    > di antara pembuangan masyarakat kota dan hidup pada sebuah rumah kardus kecil
                    > samping sungai daerah kumuh di Indonesia. Sesudah sebuah bulldozer datang tanpa
                    > peringatan dan merusak rumah kardusnya, dengan berlinang air mata, dia berkata
                    > “Bahkan sampahpun punya tempat, tetapi saya tidak memiliki tempat”.
                    > Pada hari berikutnya, dia ditemukan meninggal terapung di pinggir sungai.
                    > Bayangkan lahir di tengah kemiskinan, menghidupi sebuah kemiskinan dan pada
                    > akhir hidupnya datang dengan sebuah kesimpulan bahwa dia pergi tanpa sesuatu
                    > berarti. Ketika orang miskin tidak mengerti mengapa mereka ada atau diciptakan,
                    > saat mereka melihat sampah lebih bernilai dari hidup mereka, tentunya hati
                    > Tuhan begitu berbelas kasihan kepada mereka.
                    >
                    > Bagaimana
                    > kita melihat masalah kemiskinan ini? Kita harus berpegang pada pandangan
                    > Alkitab dan bukan pandangan dunia. Lembaga-lembaga dunia melakukan banyak usaha
                    > untuk mengurangi kemiskinan dengan pendekatan dan program pembangunan yang
                    > membantu namun tidak mencabut akar penyebab kemiskinan tersebut. Orang miskin
                    > harus ditolong untuk memulihkan identitas mereka sebagai anak Tuhan, dan dilahirkan
                    > serupa dengan gambarNya, dan pekerjaan benar mereka sebagai pekerja yang
                    > produktif di dalam dunia yang Tuhan telah buat untuk mereka.
                    >
                    > Pemberdayaan
                    > harus mengikutserta dalam membantu mereka melihat dimana mereka berada,
                    > menolong mereka memiliki visi untuk masa depan, dukungan, memberikan dan
                    > membiarkan mereka membuat keputusan dan mengambil sikap kepemilikan dan
                    > tanggung jawab pada setiap hal, dan tentu saja pada kehidupan mereka. Inilah
                    > waktunya. Tidak ada hasil kemarin. Namun inilah mengapa kita dipanggil. Bukan
                    > hasil tetapi proses, bukan proyek namun jiwa, bukan angka tetapi kehidupan,
                    > bukan sekedar pesan keselamatan dan harapan di surge, namun kasih yang nyata
                    > dan kerajaan Tuhan di sini dan sekarang. (Lim Eng Hoe)
                    >
                    >  
                    >
                    >  
                    >
                    >
                    >
                    > Nuah P.
                    > Tarigan
                    >
                    > "Partnership
                    > with both communities and government is necessary to promote a sustainable
                    > health system"
                    >
                    > God grant me the
                    > SERENITY to accept the things I cannot change; COURAGE to change the things I
                    > can; and WISDOM to know the difference (SERENITY PRAYER)
                    >
                    >
                    >
                    >  
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    > From: Nuah P Tarigan
                    > [mailto:nuah. tarigan@tlmindon esia.com]
                    >
                    > Sent: Thursday, October 01, 2009
                    > 8:44 AM
                    >
                    > To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
                    >
                    > Subject: [gbkp] DOMPET BENCANA
                    > SUMATERA dlsb
                    >
                    >
                    >
                    >  
                    >
                    >  
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    > Mejuah juah kita kerina,
                    >
                    >  
                    >
                    > Sudah tibalah saatnya GBKP membuka dompet dana untuk membantu
                    > korban bencana di Sumatera, Jawa dan sekitarnya, ahhh betapa memalukan jika
                    > kita hanya berteori saja dalam khotbah dan PJJ kita, Baik secara Moderamen dan
                    > Klasis, Teologi Bencana jangan hanya jadi macan kertas, harus terwujud dengan
                    > apa yang kita namakan DIAKONIA TRANSFORMATIF, ahh hanya jadi kata kata manis
                    > saja.
                    >
                    > BENCANA alam akan datang lagi dan akan datang lagi, tapi kitapun
                    > tidak berdoa di gereja untuk mereka, apalagi membantu dalam bentuk yang riil,
                    > yang ada pada kita hanya bangun gedung dan bicara untuk hal hal yang tidak
                    > urgent saat ini.
                    >
                    > Walaupun mereka bukan keluarga, atau Anggota gereja kita, apakah
                    > kita tidak memperhatikan mereka secara gerejawi? Memang secara Pribadi kita
                    > mungkin sudah ada yang memberi, namun secara gerejani? Masih tanda tanya
                    > besar….apakah kita harus menunggu RAPAT RUNGGUN, KLASIS atau MODERAMEN? Wahhhh…
                    >
                    > Mari kita sama pikirkan membuat yang terbaik bagi TUHAN
                    > ALLAH, bukan manusia.
                    >
                    > Pilih orang yang memiliki integritas yang menjadi
                    > pengelolanya, dan bukan harus di moderamen, pilih orang orang yang jujur dan
                    > kredibel serta sudah diuji integritas ditengah masyarakat kita yang pluralis,
                    > niscaya Nama TUHAN YESUS akan semakin ditinggikan, amen.
                    >
                    > Salam kasih kami,
                    >
                    > God bless,
                    >
                    > Mejuah juah.
                    >
                    > Bujur
                    >
                    >  
                    >
                    >
                    >
                    > Nuah P. Tarigan
                    >
                    > "Partnership with both
                    > communities and government is necessary to promote a sustainable health system"
                    >
                    >
                    >
                    > God grant me the SERENITY to accept the things I cannot
                    > change; COURAGE to change the things I can; and WISDOM to know the difference
                    > (SERENITY PRAYER)
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >  
                    >
                    >
                    >
                    >  
                    >


                  • Jusup Sukatendel
                    halo Nomi, silakan koordinasi dengan GKPM jl Pancasila. Apa Nomi akan ke Srilanka untul AsRA? Ephorus GKPM akan ada di Medan hari minggu dan berangkat ke SL
                    Message 9 of 19 , Oct 1, 2009
                      
                      halo Nomi,
                      silakan koordinasi dengan GKPM jl Pancasila.
                      Apa Nomi akan ke Srilanka untul AsRA?
                      Ephorus GKPM akan ada di Medan hari minggu dan berangkat ke SL untuk AsRA UEM hari Senin.
                       
                      Aku diminta Ephorus untuk support Bendehara Umum GKPM untuk emergency response ini. Koordinasi dengan kantor di Wuppertal berjalan dengan baik namun field implementation and filed response mungkin sulit sekali.
                      Team GKPM akan berangkat ke Siberut untuk melihat dan membawa bantuan ke Siberut Mentawai.
                      Rencana pemuda GKPM akan support, tapi krn belum terlatih aku berharap 1 atau 2 orang pemuda dari team Komisi Penanggulangan Bencana GBKP akan ikut support.
                      Apa ada pemuda yang dokter dan bersedia selama 2 minggu berangkat ke Siberut? Bisa berenang dan bersedia naik kapal kayu ke Mentawai.
                       
                      Siapkan nomer ProXL krn saat ini proXL yang efektif di Padang.
                      Tolong forward ke aku nomer-nomer yang bisa dihubungi ya.
                       
                      salam,
                      Jusup
                       
                      ----- Original Message -----
                      Sent: Friday, October 02, 2009 12:33 PM
                      Subject: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb

                      info barusaja....
                      Jemaat GBKP tidak ada yang menjadi korban, hanya saja rumah banyak yang runtuh dan gereja GBKP Pdang rusak.

                      Saat ini sudah dibentuk posko di Padang, tar nomor dan alamat menyusul..

                      Dua kalak si ke padang hari ini untuk assesmen dan juga membuka posko bantuan kemanusiaan GBKP di Padang.

                      Rekening Moderamen GBKP :
                      BNI Kabanjahe no Rek. 0061574350 a.n. Moderamen GBKP
                      Bank Mandiri Cab. Kabanjahe, No Rekening 105 000 5908 268 a.n. Moderamen GBKP
                      Jangan lupa buat keterangan untuk korban Gempa Sumatera Barat.

                      Bujur
                      Nomi
                      --- On Thu, 10/1/09, jimmi hendrawan s <jihesi@...> wrote:

                      From: jimmi hendrawan s <jihesi@...>
                      Subject: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                      To: gbkp@yahoogroups.com
                      Date: Thursday, October 1, 2009, 11:52 AM

                       

                      Mejuah-juah. ..

                      Saya sependapat dengan bang Nuah Tarigan... sangat ironis sekali cara berpikir warga GBKP ini ... seperti tadi setelah Pekan Doa saya usulkan agar sektor kami tanggap dengan melakukan aksi spontan guna Bencana Gempa .. tapi responnya ga sesuai dengan tahun diakonia yg dicanangkan Moderamen, ada yang ngomong kita tuggu surat dari moderamen, kita bawa dulu ke runggun... Moderamen juga sekarang lagi menahan kolekte ekstra karna banyaknya kolekte ekstra yang belum dilaksanakan. ..(Kongres kaum bapak, biaya sidang sinode, dll) malah untuk Bencana Jawa Barat belon di laksanakan.. ola kari akap kalak ka kita melebesa.. iaaakkkhhh.. ... malah ada yang komentar emang beda kok kita ama teman2 yang di pulau jawa ... pengeluaran kita di tanah karo sangat banyak ....lucu (karna yg dimaksud banyak uang keluar ialah untuk kerja2 .... masyaallah.. .. ) dan memang beda orang diperantuan dengan kita disini.... jadi gw berpikir Bullshit kegiatan Tahun diakonia dan Pekan Doa yang sedang berjalan.... .

                      Buat Nomi ... sebaiknya kam buat jelas nomer rekeningnya yang jelas memang untuk korban bencana .... lalu Tagana ngirim dua orang ? mo ngebantu apa mo survei ?

                      --- In gbkp@yahoogroups. com, nomi sinulingga <lingga01@.. .> wrote:
                      >
                      > Mejuah2 man banta kerina...
                      > Pundi Bencana menjadi program dari Komisi Penanggulangan Bencana GBKP tahun 2009 ini. Hanya saja memang sosialisasi yang dilakukan sangat kurang (atau malah tidak ada sosialisasi) .
                      > Adi berekenndu atendu bantuan bencana, banci nge i transferndu ke rekening moderamen GBKP...
                      >
                      > Selama ini GBKP cukup tanggap nge kerna bencana-bencana si terjadi...
                      > JAnah mulai tahun 2009 enggo kange mbue (sekitar 50 orang ) PERMATA si ipersiapkan untuk bisa nampati adi lit kenca bencana. Ibereken pelatihan pertolongan pertama, membuat dapur umum dan juga memasang tenda. Komisi Penanggulangan Bencana untuk pelatihan2 e bekerja sama dengan The Johanniter, Dinas Sosial Sumatera Utara, Yayasan Tanggul Bencana Indonesia (YTBI) dan BASARNAS Medan.
                      >
                      > Rencana situhuna akan ada Pelatihan SAR DASAR untuk 40 PERMATA yang menjadi anggota ASIGANA (Anak SInguda siaGA bencaNA) tanggal 8 - 11 Oktober 2009 di lokasi Taman Jubelium GBKP Sukamakmur.. . Pelatihan ini diberikan oleh BASARNAS MEdan. Janah karena kondisi Padang, belum pasti apakah kegiatan ini akan terus dijalankan. Karena sepanjang hari ini kontak ke pimpinan SAR Medan belum sukses. Mungkin SAR MEdan juga turun ke PAdang.
                      >
                      > E..sekedar update info kegiatan GBKP dalam tanggap bencana
                      >
                      > Bujur
                      > Nomi BR Sinulingga
                      > Sekretaris KPB-GBKP
                      >
                      > --- On Thu, 10/1/09, radjab pinem <rfpinem@... > wrote:
                      >
                      > From: radjab pinem <rfpinem@... >
                      > Subject: Re: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                      > To: gbkp@yahoogroups. com
                      > Date: Thursday, October 1, 2009, 7:50 AM
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >  
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      > shaloom,
                      > kita patut turut prihatin dengan aksi.
                      > kemana kami bisa kirim bantuan?
                      > biar cepat sampai mungkin lebih baik uang tunai.
                      > bila mungkin, kita buat khusus dari warga gbkp.
                      > terima kasih
                      >
                      > Nuah P Tarigan <nuah.tarigan@ tlmindonesia. com>
                      > To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
                      > Sent: Wednesday, September 30, 2009 11:49:59 PM
                      > Subject: RE: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >  
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      > Peran Gereja dalam Menghadapi Bencana
                      >
                      >
                      > Posted on Thursday,
                      > August 27th, 2009 at 12:15 pm
                      >
                      > 17.4%
                      > (37.4 juta) dari populasi orang Indonesia hidup di dalam garis kemiskinan. Garis
                      > kemiskinan di Indonesia equivalen dengan 12US$ per bulan dimana jauh dari
                      > standar garis kemiskinan PBB yang pendapatannya 1US$ per hari. Jika kita
                      > mengambil standar dari PBB, maka ada 60 juta orang hidup di dalam kemiskinan.
                      > Apabila kita melihat dari sisi World Bank yang memiliki pendapatan 2US$ per
                      > hari, maka didapat adanya 100juta atau hampir setengah populasi orang Indonesia
                      > hidup dalam garis kemiskinan. Dengan keadaan krisis ekonomi global yang sedang
                      > terjadi, maka isu kemiskinan menjadi konsen paling tinggi.
                      >
                      > Melalui
                      > Alkitab, Allah telah mengidentifikasikan si miskin dan kebutuhannya bahwa masa
                      > depan kita bersama denganTuhan ataupun tanpa Tuhan ditentukan dari bagaimana
                      > kita mengasihi orang miskin (Band. Lukas 10:25-37, Lukas 18:18-27 dan Matius
                      > 25:31-46). Untuk mengidentifikasikan adalah untuk merasakan apa yang diinginkan
                      > pada langkah orang lain. Kasih berarti kita tidak hanya melengkapi satu dengan
                      > lainnya, namun kita turut dipaksa untuk merasakan apa yang mereka perlukan,
                      > kepada yang ditekan dan tertekan, yang tak memiliki suara dan merasa tak
                      > berarti dan tak berharga.
                      >
                      > Dalam
                      > sebuah pengalaman saya seorang pria berusia senja yang bekerja sebagai pemulung
                      > di antara pembuangan masyarakat kota dan hidup pada sebuah rumah kardus kecil
                      > samping sungai daerah kumuh di Indonesia. Sesudah sebuah bulldozer datang tanpa
                      > peringatan dan merusak rumah kardusnya, dengan berlinang air mata, dia berkata
                      > “Bahkan sampahpun punya tempat, tetapi saya tidak memiliki tempat”.
                      > Pada hari berikutnya, dia ditemukan meninggal terapung di pinggir sungai.
                      > Bayangkan lahir di tengah kemiskinan, menghidupi sebuah kemiskinan dan pada
                      > akhir hidupnya datang dengan sebuah kesimpulan bahwa dia pergi tanpa sesuatu
                      > berarti. Ketika orang miskin tidak mengerti mengapa mereka ada atau diciptakan,
                      > saat mereka melihat sampah lebih bernilai dari hidup mereka, tentunya hati
                      > Tuhan begitu berbelas kasihan kepada mereka.
                      >
                      > Bagaimana
                      > kita melihat masalah kemiskinan ini? Kita harus berpegang pada pandangan
                      > Alkitab dan bukan pandangan dunia. Lembaga-lembaga dunia melakukan banyak usaha
                      > untuk mengurangi kemiskinan dengan pendekatan dan program pembangunan yang
                      > membantu namun tidak mencabut akar penyebab kemiskinan tersebut. Orang miskin
                      > harus ditolong untuk memulihkan identitas mereka sebagai anak Tuhan, dan dilahirkan
                      > serupa dengan gambarNya, dan pekerjaan benar mereka sebagai pekerja yang
                      > produktif di dalam dunia yang Tuhan telah buat untuk mereka.
                      >
                      > Pemberdayaan
                      > harus mengikutserta dalam membantu mereka melihat dimana mereka berada,
                      > menolong mereka memiliki visi untuk masa depan, dukungan, memberikan dan
                      > membiarkan mereka membuat keputusan dan mengambil sikap kepemilikan dan
                      > tanggung jawab pada setiap hal, dan tentu saja pada kehidupan mereka. Inilah
                      > waktunya. Tidak ada hasil kemarin. Namun inilah mengapa kita dipanggil. Bukan
                      > hasil tetapi proses, bukan proyek namun jiwa, bukan angka tetapi kehidupan,
                      > bukan sekedar pesan keselamatan dan harapan di surge, namun kasih yang nyata
                      > dan kerajaan Tuhan di sini dan sekarang. (Lim Eng Hoe)
                      >
                      >  
                      >
                      >  
                      >
                      >
                      >
                      > Nuah P.
                      > Tarigan
                      >
                      > "Partnership
                      > with both communities and government is necessary to promote a sustainable
                      > health system"
                      >
                      > God grant me the
                      > SERENITY to accept the things I cannot change; COURAGE to change the things I
                      > can; and WISDOM to know the difference (SERENITY PRAYER)
                      >
                      >
                      >
                      >  
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      > From: Nuah P Tarigan
                      > [mailto:nuah. tarigan@tlmindon esia.com]
                      >
                      > Sent: Thursday, October 01, 2009
                      > 8:44 AM
                      >
                      > To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
                      >
                      > Subject: [gbkp] DOMPET BENCANA
                      > SUMATERA dlsb
                      >
                      >
                      >
                      >  
                      >
                      >  
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      > Mejuah juah kita kerina,
                      >
                      >  
                      >
                      > Sudah tibalah saatnya GBKP membuka dompet dana untuk membantu
                      > korban bencana di Sumatera, Jawa dan sekitarnya, ahhh betapa memalukan jika
                      > kita hanya berteori saja dalam khotbah dan PJJ kita, Baik secara Moderamen dan
                      > Klasis, Teologi Bencana jangan hanya jadi macan kertas, harus terwujud dengan
                      > apa yang kita namakan DIAKONIA TRANSFORMATIF, ahh hanya jadi kata kata manis
                      > saja.
                      >
                      > BENCANA alam akan datang lagi dan akan datang lagi, tapi kitapun
                      > tidak berdoa di gereja untuk mereka, apalagi membantu dalam bentuk yang riil,
                      > yang ada pada kita hanya bangun gedung dan bicara untuk hal hal yang tidak
                      > urgent saat ini.
                      >
                      > Walaupun mereka bukan keluarga, atau Anggota gereja kita, apakah
                      > kita tidak memperhatikan mereka secara gerejawi? Memang secara Pribadi kita
                      > mungkin sudah ada yang memberi, namun secara gerejani? Masih tanda tanya
                      > besar….apakah kita harus menunggu RAPAT RUNGGUN, KLASIS atau MODERAMEN? Wahhhh…
                      >
                      > Mari kita sama pikirkan membuat yang terbaik bagi TUHAN
                      > ALLAH, bukan manusia.
                      >
                      > Pilih orang yang memiliki integritas yang menjadi
                      > pengelolanya, dan bukan harus di moderamen, pilih orang orang yang jujur dan
                      > kredibel serta sudah diuji integritas ditengah masyarakat kita yang pluralis,
                      > niscaya Nama TUHAN YESUS akan semakin ditinggikan, amen.
                      >
                      > Salam kasih kami,
                      >
                      > God bless,
                      >
                      > Mejuah juah.
                      >
                      > Bujur
                      >
                      >  
                      >
                      >
                      >
                      > Nuah P. Tarigan
                      >
                      > "Partnership with both
                      > communities and government is necessary to promote a sustainable health system"
                      >
                      >
                      >
                      > God grant me the SERENITY to accept the things I cannot
                      > change; COURAGE to change the things I can; and WISDOM to know the difference
                      > (SERENITY PRAYER)
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >  
                      >
                      >
                      >
                      >  
                      >


                    • nomi sinulingga
                      mejuah2 bang Jusup... Nampati kel informasi si iberekenndu bang...gelah teman2 beli no ProXL jadi masih bisa tetap kontak ke Medan. Soalnya jam 3 sekale jumpa
                      Message 10 of 19 , Oct 1, 2009
                        mejuah2 bang Jusup...
                        Nampati kel informasi si iberekenndu bang...gelah teman2 beli no ProXL jadi masih bisa tetap kontak ke Medan. Soalnya jam 3 sekale jumpa ka aku ras permata yang akan ke Padang.

                        Aku jadi nyusul ke AsRA bang, berangkat Minggu pagi. Jadi masih bisa ngelakukan sesuatu untuk padang disini.

                        Bang, No HP ndu sudah aku berikan ke Bang Ananta Purba...supaya bang Ananta bisa juga ngontak kam.  Gereja GKPM pe enggo kucatat biar nanti aku berikan ke Sukarelawan GBKP yang berangkat nanti malam.

                        saat ini aku sedang sibuk cari no yang bisa di kontak karena MORIA siap dengan tenaga medis... biar bisa koordinasi dengan mereka juga.

                        PERMATA bisa kam hubungi bang...karena kemarin kami sudah ketemu di kantor moderamen..untuk hari ini yang berangkat satu orang dulu dan mereka yang tinggal sudah disuruh siap2 untuk ke Padang. Hanya saja bagi si ipindondu ena ku sungkuni sekale teman2 bang.

                        HP bang Ananta Purba 08163142000.  Kalau mau mengontak PERMATA..bisa dengan bang Ananta jga. Sampai hari Sabtu masih bsa juga kam hubungi aku bang.

                        saat ini posko GBKP di Padang sudah dibuka dengan no telpon : 0751495034.

                        Bujur melala

                        --- On Fri, 10/2/09, Jusup Sukatendel <jusup.sukatendel@...> wrote:

                        From: Jusup Sukatendel <jusup.sukatendel@...>
                        Subject: Re: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                        To: gbkp@yahoogroups.com
                        Date: Friday, October 2, 2009, 1:47 AM

                         

                        

                        halo Nomi,
                        silakan koordinasi dengan GKPM jl Pancasila.
                        Apa Nomi akan ke Srilanka untul AsRA?
                        Ephorus GKPM akan ada di Medan hari minggu dan berangkat ke SL untuk AsRA UEM hari Senin.
                         
                        Aku diminta Ephorus untuk support Bendehara Umum GKPM untuk emergency response ini. Koordinasi dengan kantor di Wuppertal berjalan dengan baik namun field implementation and filed response mungkin sulit sekali.
                        Team GKPM akan berangkat ke Siberut untuk melihat dan membawa bantuan ke Siberut Mentawai.
                        Rencana pemuda GKPM akan support, tapi krn belum terlatih aku berharap 1 atau 2 orang pemuda dari team Komisi Penanggulangan Bencana GBKP akan ikut support.
                        Apa ada pemuda yang dokter dan bersedia selama 2 minggu berangkat ke Siberut? Bisa berenang dan bersedia naik kapal kayu ke Mentawai.
                         
                        Siapkan nomer ProXL krn saat ini proXL yang efektif di Padang.
                        Tolong forward ke aku nomer-nomer yang bisa dihubungi ya.
                         
                        salam,
                        Jusup
                         
                        ----- Original Message -----
                        Sent: Friday, October 02, 2009 12:33 PM
                        Subject: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb

                        info barusaja....
                        Jemaat GBKP tidak ada yang menjadi korban, hanya saja rumah banyak yang runtuh dan gereja GBKP Pdang rusak.

                        Saat ini sudah dibentuk posko di Padang, tar nomor dan alamat menyusul..

                        Dua kalak si ke padang hari ini untuk assesmen dan juga membuka posko bantuan kemanusiaan GBKP di Padang.

                        Rekening Moderamen GBKP :
                        BNI Kabanjahe no Rek. 0061574350 a.n. Moderamen GBKP
                        Bank Mandiri Cab. Kabanjahe, No Rekening 105 000 5908 268 a.n. Moderamen GBKP
                        Jangan lupa buat keterangan untuk korban Gempa Sumatera Barat.

                        Bujur
                        Nomi
                        --- On Thu, 10/1/09, jimmi hendrawan s <jihesi@yahoo. com> wrote:

                        From: jimmi hendrawan s <jihesi@yahoo. com>
                        Subject: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                        To: gbkp@yahoogroups. com
                        Date: Thursday, October 1, 2009, 11:52 AM

                         

                        Mejuah-juah. ..

                        Saya sependapat dengan bang Nuah Tarigan... sangat ironis sekali cara berpikir warga GBKP ini ... seperti tadi setelah Pekan Doa saya usulkan agar sektor kami tanggap dengan melakukan aksi spontan guna Bencana Gempa .. tapi responnya ga sesuai dengan tahun diakonia yg dicanangkan Moderamen, ada yang ngomong kita tuggu surat dari moderamen, kita bawa dulu ke runggun... Moderamen juga sekarang lagi menahan kolekte ekstra karna banyaknya kolekte ekstra yang belum dilaksanakan. ..(Kongres kaum bapak, biaya sidang sinode, dll) malah untuk Bencana Jawa Barat belon di laksanakan.. ola kari akap kalak ka kita melebesa.. iaaakkkhhh.. ... malah ada yang komentar emang beda kok kita ama teman2 yang di pulau jawa ... pengeluaran kita di tanah karo sangat banyak ....lucu (karna yg dimaksud banyak uang keluar ialah untuk kerja2 .... masyaallah.. .. ) dan memang beda orang diperantuan dengan kita disini.... jadi gw berpikir Bullshit kegiatan Tahun diakonia dan Pekan Doa yang sedang berjalan.... .

                        Buat Nomi ... sebaiknya kam buat jelas nomer rekeningnya yang jelas memang untuk korban bencana .... lalu Tagana ngirim dua orang ? mo ngebantu apa mo survei ?

                        --- In gbkp@yahoogroups. com, nomi sinulingga <lingga01@.. .> wrote:
                        >
                        > Mejuah2 man banta kerina...
                        > Pundi Bencana menjadi program dari Komisi Penanggulangan Bencana GBKP tahun 2009 ini. Hanya saja memang sosialisasi yang dilakukan sangat kurang (atau malah tidak ada sosialisasi) .
                        > Adi berekenndu atendu bantuan bencana, banci nge i transferndu ke rekening moderamen GBKP...
                        >
                        > Selama ini GBKP cukup tanggap nge kerna bencana-bencana si terjadi...
                        > JAnah mulai tahun 2009 enggo kange mbue (sekitar 50 orang ) PERMATA si ipersiapkan untuk bisa nampati adi lit kenca bencana. Ibereken pelatihan pertolongan pertama, membuat dapur umum dan juga memasang tenda. Komisi Penanggulangan Bencana untuk pelatihan2 e bekerja sama dengan The Johanniter, Dinas Sosial Sumatera Utara, Yayasan Tanggul Bencana Indonesia (YTBI) dan BASARNAS Medan.
                        >
                        > Rencana situhuna akan ada Pelatihan SAR DASAR untuk 40 PERMATA yang menjadi anggota ASIGANA (Anak SInguda siaGA bencaNA) tanggal 8 - 11 Oktober 2009 di lokasi Taman Jubelium GBKP Sukamakmur.. . Pelatihan ini diberikan oleh BASARNAS MEdan. Janah karena kondisi Padang, belum pasti apakah kegiatan ini akan terus dijalankan. Karena sepanjang hari ini kontak ke pimpinan SAR Medan belum sukses. Mungkin SAR MEdan juga turun ke PAdang.
                        >
                        > E..sekedar update info kegiatan GBKP dalam tanggap bencana
                        >
                        > Bujur
                        > Nomi BR Sinulingga
                        > Sekretaris KPB-GBKP
                        >
                        > --- On Thu, 10/1/09, radjab pinem <rfpinem@... > wrote:
                        >
                        > From: radjab pinem <rfpinem@... >
                        > Subject: Re: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                        > To: gbkp@yahoogroups. com
                        > Date: Thursday, October 1, 2009, 7:50 AM
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >  
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        > shaloom,
                        > kita patut turut prihatin dengan aksi.
                        > kemana kami bisa kirim bantuan?
                        > biar cepat sampai mungkin lebih baik uang tunai.
                        > bila mungkin, kita buat khusus dari warga gbkp.
                        > terima kasih
                        >
                        > Nuah P Tarigan <nuah.tarigan@ tlmindonesia. com>
                        > To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
                        > Sent: Wednesday, September 30, 2009 11:49:59 PM
                        > Subject: RE: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >  
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        > Peran Gereja dalam Menghadapi Bencana
                        >
                        >
                        > Posted on Thursday,
                        > August 27th, 2009 at 12:15 pm
                        >
                        > 17.4%
                        > (37.4 juta) dari populasi orang Indonesia hidup di dalam garis kemiskinan. Garis
                        > kemiskinan di Indonesia equivalen dengan 12US$ per bulan dimana jauh dari
                        > standar garis kemiskinan PBB yang pendapatannya 1US$ per hari. Jika kita
                        > mengambil standar dari PBB, maka ada 60 juta orang hidup di dalam kemiskinan.
                        > Apabila kita melihat dari sisi World Bank yang memiliki pendapatan 2US$ per
                        > hari, maka didapat adanya 100juta atau hampir setengah populasi orang Indonesia
                        > hidup dalam garis kemiskinan. Dengan keadaan krisis ekonomi global yang sedang
                        > terjadi, maka isu kemiskinan menjadi konsen paling tinggi.
                        >
                        > Melalui
                        > Alkitab, Allah telah mengidentifikasikan si miskin dan kebutuhannya bahwa masa
                        > depan kita bersama denganTuhan ataupun tanpa Tuhan ditentukan dari bagaimana
                        > kita mengasihi orang miskin (Band. Lukas 10:25-37, Lukas 18:18-27 dan Matius
                        > 25:31-46). Untuk mengidentifikasikan adalah untuk merasakan apa yang diinginkan
                        > pada langkah orang lain. Kasih berarti kita tidak hanya melengkapi satu dengan
                        > lainnya, namun kita turut dipaksa untuk merasakan apa yang mereka perlukan,
                        > kepada yang ditekan dan tertekan, yang tak memiliki suara dan merasa tak
                        > berarti dan tak berharga.
                        >
                        > Dalam
                        > sebuah pengalaman saya seorang pria berusia senja yang bekerja sebagai pemulung
                        > di antara pembuangan masyarakat kota dan hidup pada sebuah rumah kardus kecil
                        > samping sungai daerah kumuh di Indonesia. Sesudah sebuah bulldozer datang tanpa
                        > peringatan dan merusak rumah kardusnya, dengan berlinang air mata, dia berkata
                        > “Bahkan sampahpun punya tempat, tetapi saya tidak memiliki tempat”.
                        > Pada hari berikutnya, dia ditemukan meninggal terapung di pinggir sungai.
                        > Bayangkan lahir di tengah kemiskinan, menghidupi sebuah kemiskinan dan pada
                        > akhir hidupnya datang dengan sebuah kesimpulan bahwa dia pergi tanpa sesuatu
                        > berarti. Ketika orang miskin tidak mengerti mengapa mereka ada atau diciptakan,
                        > saat mereka melihat sampah lebih bernilai dari hidup mereka, tentunya hati
                        > Tuhan begitu berbelas kasihan kepada mereka.
                        >
                        > Bagaimana
                        > kita melihat masalah kemiskinan ini? Kita harus berpegang pada pandangan
                        > Alkitab dan bukan pandangan dunia. Lembaga-lembaga dunia melakukan banyak usaha
                        > untuk mengurangi kemiskinan dengan pendekatan dan program pembangunan yang
                        > membantu namun tidak mencabut akar penyebab kemiskinan tersebut. Orang miskin
                        > harus ditolong untuk memulihkan identitas mereka sebagai anak Tuhan, dan dilahirkan
                        > serupa dengan gambarNya, dan pekerjaan benar mereka sebagai pekerja yang
                        > produktif di dalam dunia yang Tuhan telah buat untuk mereka.
                        >
                        > Pemberdayaan
                        > harus mengikutserta dalam membantu mereka melihat dimana mereka berada,
                        > menolong mereka memiliki visi untuk masa depan, dukungan, memberikan dan
                        > membiarkan mereka membuat keputusan dan mengambil sikap kepemilikan dan
                        > tanggung jawab pada setiap hal, dan tentu saja pada kehidupan mereka. Inilah
                        > waktunya. Tidak ada hasil kemarin. Namun inilah mengapa kita dipanggil. Bukan
                        > hasil tetapi proses, bukan proyek namun jiwa, bukan angka tetapi kehidupan,
                        > bukan sekedar pesan keselamatan dan harapan di surge, namun kasih yang nyata
                        > dan kerajaan Tuhan di sini dan sekarang. (Lim Eng Hoe)
                        >
                        >  
                        >
                        >  
                        >
                        >
                        >
                        > Nuah P.
                        > Tarigan
                        >
                        > "Partnership
                        > with both communities and government is necessary to promote a sustainable
                        > health system"
                        >
                        > God grant me the
                        > SERENITY to accept the things I cannot change; COURAGE to change the things I
                        > can; and WISDOM to know the difference (SERENITY PRAYER)
                        >
                        >
                        >
                        >  
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        > From: Nuah P Tarigan
                        > [mailto:nuah. tarigan@tlmindon esia.com]
                        >
                        > Sent: Thursday, October 01, 2009
                        > 8:44 AM
                        >
                        > To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
                        >
                        > Subject: [gbkp] DOMPET BENCANA
                        > SUMATERA dlsb
                        >
                        >
                        >
                        >  
                        >
                        >  
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        > Mejuah juah kita kerina,
                        >
                        >  
                        >
                        > Sudah tibalah saatnya GBKP membuka dompet dana untuk membantu
                        > korban bencana di Sumatera, Jawa dan sekitarnya, ahhh betapa memalukan jika
                        > kita hanya berteori saja dalam khotbah dan PJJ kita, Baik secara Moderamen dan
                        > Klasis, Teologi Bencana jangan hanya jadi macan kertas, harus terwujud dengan
                        > apa yang kita namakan DIAKONIA TRANSFORMATIF, ahh hanya jadi kata kata manis
                        > saja.
                        >
                        > BENCANA alam akan datang lagi dan akan datang lagi, tapi kitapun
                        > tidak berdoa di gereja untuk mereka, apalagi membantu dalam bentuk yang riil,
                        > yang ada pada kita hanya bangun gedung dan bicara untuk hal hal yang tidak
                        > urgent saat ini.
                        >
                        > Walaupun mereka bukan keluarga, atau Anggota gereja kita, apakah
                        > kita tidak memperhatikan mereka secara gerejawi? Memang secara Pribadi kita
                        > mungkin sudah ada yang memberi, namun secara gerejani? Masih tanda tanya
                        > besar….apakah kita harus menunggu RAPAT RUNGGUN, KLASIS atau MODERAMEN? Wahhhh…
                        >
                        > Mari kita sama pikirkan membuat yang terbaik bagi TUHAN
                        > ALLAH, bukan manusia.
                        >
                        > Pilih orang yang memiliki integritas yang menjadi
                        > pengelolanya, dan bukan harus di moderamen, pilih orang orang yang jujur dan
                        > kredibel serta sudah diuji integritas ditengah masyarakat kita yang pluralis,
                        > niscaya Nama TUHAN YESUS akan semakin ditinggikan, amen.
                        >
                        > Salam kasih kami,
                        >
                        > God bless,
                        >
                        > Mejuah juah.
                        >
                        > Bujur
                        >
                        >  
                        >
                        >
                        >
                        > Nuah P. Tarigan
                        >
                        > "Partnership with both
                        > communities and government is necessary to promote a sustainable health system"
                        >
                        >
                        >
                        > God grant me the SERENITY to accept the things I cannot
                        > change; COURAGE to change the things I can; and WISDOM to know the difference
                        > (SERENITY PRAYER)
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >  
                        >
                        >
                        >
                        >  
                        >



                      • Antoni Ginting
                        Sekedar nambahi informasi bas sebelah nari : Info charity FLight: 148 kursi gratis Hari ini jam 8 pagi, bisa booking airasia, untuk penerbangan jakarta padang
                        Message 11 of 19 , Oct 1, 2009

                          Sekedar nambahi informasi bas sebelah nari :

                           

                          Info charity FLight: 148 kursi gratis

                          Hari ini jam 8 pagi, bisa booking airasia, untuk penerbangan jakarta
                          padang jakarta, tgl terbang 4 oct, it is charity flight, semua seat
                          gratis, tolong forward kepada yang membutuhkan, thanks source :
                          http://www.airasia.com/site/id/id

                          Esia Siapkan 10 Telepon Gratis di Padang  (0751) 9824971 hingga (0751) 9824980

                           

                          Best Regards,

                          Antoni Ginting

                           

                          From: gbkp@yahoogroups.com [mailto:gbkp@yahoogroups.com] On Behalf Of nomi sinulingga
                          Sent: 02 Oktober 2009 14:10
                          To: gbkp@yahoogroups.com; permata-gbkp@yahoogroups.com
                          Subject: Re: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb

                           




                          mejuah2 bang Jusup...
                          Nampati kel informasi si iberekenndu bang...gelah teman2 beli no ProXL jadi masih bisa tetap kontak ke Medan. Soalnya jam 3 sekale jumpa ka aku ras permata yang akan ke Padang.

                          Aku jadi nyusul ke AsRA bang, berangkat Minggu pagi. Jadi masih bisa ngelakukan sesuatu untuk padang disini.

                          Bang, No HP ndu sudah aku berikan ke Bang Ananta Purba...supaya bang Ananta bisa juga ngontak kam.  Gereja GKPM pe enggo kucatat biar nanti aku berikan ke Sukarelawan GBKP yang berangkat nanti malam.

                          saat ini aku sedang sibuk cari no yang bisa di kontak karena MORIA siap dengan tenaga medis... biar bisa koordinasi dengan mereka juga.

                          PERMATA bisa kam hubungi bang...karena kemarin kami sudah ketemu di kantor moderamen..untuk hari ini yang berangkat satu orang dulu dan mereka yang tinggal sudah disuruh siap2 untuk ke Padang. Hanya saja bagi si ipindondu ena ku sungkuni sekale teman2 bang.

                          HP bang Ananta Purba 08163142000.  Kalau mau mengontak PERMATA..bisa dengan bang Ananta jga. Sampai hari Sabtu masih bsa juga kam hubungi aku bang.

                          saat ini posko GBKP di Padang sudah dibuka dengan no telpon : 0751495034.

                          Bujur melala

                          --- On Fri, 10/2/09, Jusup Sukatendel <jusup.sukatendel@...> wrote:


                          From: Jusup Sukatendel <jusup.sukatendel@...>
                          Subject: Re: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                          To: gbkp@yahoogroups.com
                          Date: Friday, October 2, 2009, 1:47 AM

                           

                          

                          halo Nomi,

                          silakan koordinasi dengan GKPM jl Pancasila.

                          Apa Nomi akan ke Srilanka untul AsRA?

                          Ephorus GKPM akan ada di Medan hari minggu dan berangkat ke SL untuk AsRA UEM hari Senin.

                           

                          Aku diminta Ephorus untuk support Bendehara Umum GKPM untuk emergency response ini. Koordinasi dengan kantor di Wuppertal berjalan dengan baik namun field implementation and filed response mungkin sulit sekali.

                          Team GKPM akan berangkat ke Siberut untuk melihat dan membawa bantuan ke Siberut Mentawai.

                          Rencana pemuda GKPM akan support, tapi krn belum terlatih aku berharap 1 atau 2 orang pemuda dari team Komisi Penanggulangan Bencana GBKP akan ikut support.

                          Apa ada pemuda yang dokter dan bersedia selama 2 minggu berangkat ke Siberut? Bisa berenang dan bersedia naik kapal kayu ke Mentawai.

                           

                          Siapkan nomer ProXL krn saat ini proXL yang efektif di Padang.

                          Tolong forward ke aku nomer-nomer yang bisa dihubungi ya.

                           

                          salam,

                          Jusup

                           

                          ----- Original Message -----

                          Sent: Friday, October 02, 2009 12:33 PM

                          Subject: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb

                           

                          info barusaja....
                          Jemaat GBKP tidak ada yang menjadi korban, hanya saja rumah banyak yang runtuh dan gereja GBKP Pdang rusak.

                          Saat ini sudah dibentuk posko di Padang, tar nomor dan alamat menyusul..

                          Dua kalak si ke padang hari ini untuk assesmen dan juga membuka posko bantuan kemanusiaan GBKP di Padang.

                          Rekening Moderamen GBKP :
                          BNI Kabanjahe no Rek. 0061574350 a.n. Moderamen GBKP
                          Bank Mandiri Cab. Kabanjahe, No Rekening 105 000 5908 268 a.n. Moderamen GBKP
                          Jangan lupa buat keterangan untuk korban Gempa Sumatera Barat.

                          Bujur
                          Nomi
                          --- On Thu, 10/1/09, jimmi hendrawan s <jihesi@yahoo. com> wrote:


                          From: jimmi hendrawan s <jihesi@yahoo. com>
                          Subject: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                          To: gbkp@yahoogroups. com
                          Date: Thursday, October 1, 2009, 11:52 AM

                           

                          Mejuah-juah. ..

                          Saya sependapat dengan bang Nuah Tarigan... sangat ironis sekali cara berpikir warga GBKP ini ... seperti tadi setelah Pekan Doa saya usulkan agar sektor kami tanggap dengan melakukan aksi spontan guna Bencana Gempa .. tapi responnya ga sesuai dengan tahun diakonia yg dicanangkan Moderamen, ada yang ngomong kita tuggu surat dari moderamen, kita bawa dulu ke runggun... Moderamen juga sekarang lagi menahan kolekte ekstra karna banyaknya kolekte ekstra yang belum dilaksanakan. ..(Kongres kaum bapak, biaya sidang sinode, dll) malah untuk Bencana Jawa Barat belon di laksanakan.. ola kari akap kalak ka kita melebesa.. iaaakkkhhh.. ... malah ada yang komentar emang beda kok kita ama teman2 yang di pulau jawa ... pengeluaran kita di tanah karo sangat banyak ....lucu (karna yg dimaksud banyak uang keluar ialah untuk kerja2 .... masyaallah.. .. ) dan memang beda orang diperantuan dengan kita disini.... jadi gw berpikir Bullshit kegiatan Tahun diakonia dan Pekan Doa yang sedang berjalan.... .

                          Buat Nomi ... sebaiknya kam buat jelas nomer rekeningnya yang jelas memang untuk korban bencana .... lalu Tagana ngirim dua orang ? mo ngebantu apa mo survei ?

                          --- In gbkp@yahoogroups. com, nomi sinulingga <lingga01@.. .> wrote:
                          >
                          > Mejuah2 man banta kerina...
                          > Pundi Bencana menjadi program dari Komisi Penanggulangan Bencana GBKP tahun 2009 ini. Hanya saja memang sosialisasi yang dilakukan sangat kurang (atau malah tidak ada sosialisasi) .
                          > Adi berekenndu atendu bantuan bencana, banci nge i transferndu ke rekening moderamen GBKP...
                          >
                          > Selama ini GBKP cukup tanggap nge kerna bencana-bencana si terjadi...
                          > JAnah mulai tahun 2009 enggo kange mbue (sekitar 50 orang ) PERMATA si ipersiapkan untuk bisa nampati adi lit kenca bencana. Ibereken pelatihan pertolongan pertama, membuat dapur umum dan juga memasang tenda. Komisi Penanggulangan Bencana untuk pelatihan2 e bekerja sama dengan The Johanniter, Dinas Sosial Sumatera Utara, Yayasan Tanggul Bencana Indonesia (YTBI) dan BASARNAS Medan.
                          >
                          > Rencana situhuna akan ada Pelatihan SAR DASAR untuk 40 PERMATA yang menjadi anggota ASIGANA (Anak SInguda siaGA bencaNA) tanggal 8 - 11 Oktober 2009 di lokasi Taman Jubelium GBKP Sukamakmur.. . Pelatihan ini diberikan oleh BASARNAS MEdan. Janah karena kondisi Padang, belum pasti apakah kegiatan ini akan terus dijalankan. Karena sepanjang hari ini kontak ke pimpinan SAR Medan belum sukses. Mungkin SAR MEdan juga turun ke PAdang.
                          >
                          > E..sekedar update info kegiatan GBKP dalam tanggap bencana
                          >
                          > Bujur
                          > Nomi BR Sinulingga
                          > Sekretaris KPB-GBKP
                          >
                          > --- On Thu, 10/1/09, radjab pinem <rfpinem@... > wrote:
                          >
                          > From: radjab pinem <rfpinem@... >
                          > Subject: Re: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                          > To: gbkp@yahoogroups. com
                          > Date: Thursday, October 1, 2009, 7:50 AM
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >  
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          > shaloom,
                          > kita patut turut prihatin dengan aksi.
                          > kemana kami bisa kirim bantuan?
                          > biar cepat sampai mungkin lebih baik uang tunai.
                          > bila mungkin, kita buat khusus dari warga gbkp.
                          > terima kasih
                          >
                          > Nuah P Tarigan <nuah.tarigan@ tlmindonesia. com>
                          > To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
                          > Sent: Wednesday, September 30, 2009 11:49:59 PM
                          > Subject: RE: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >  
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          > Peran Gereja dalam Menghadapi Bencana
                          >
                          >
                          > Posted on Thursday,
                          > August 27th, 2009 at 12:15 pm
                          >
                          > 17.4%
                          > (37.4 juta) dari populasi orang Indonesia hidup di dalam garis kemiskinan. Garis
                          > kemiskinan di Indonesia equivalen dengan 12US$ per bulan dimana jauh dari
                          > standar garis kemiskinan PBB yang pendapatannya 1US$ per hari. Jika kita
                          > mengambil standar dari PBB, maka ada 60 juta orang hidup di dalam kemiskinan.
                          > Apabila kita melihat dari sisi World Bank yang memiliki pendapatan 2US$ per
                          > hari, maka didapat adanya 100juta atau hampir setengah populasi orang Indonesia
                          > hidup dalam garis kemiskinan. Dengan keadaan krisis ekonomi global yang sedang
                          > terjadi, maka isu kemiskinan menjadi konsen paling tinggi.
                          >
                          > Melalui
                          > Alkitab, Allah telah mengidentifikasikan si miskin dan kebutuhannya bahwa masa
                          > depan kita bersama denganTuhan ataupun tanpa Tuhan ditentukan dari bagaimana
                          > kita mengasihi orang miskin (Band. Lukas 10:25-37, Lukas 18:18-27 dan Matius
                          > 25:31-46). Untuk mengidentifikasikan adalah untuk merasakan apa yang diinginkan
                          > pada langkah orang lain. Kasih berarti kita tidak hanya melengkapi satu dengan
                          > lainnya, namun kita turut dipaksa untuk merasakan apa yang mereka perlukan,
                          > kepada yang ditekan dan tertekan, yang tak memiliki suara dan merasa tak
                          > berarti dan tak berharga.
                          >
                          > Dalam
                          > sebuah pengalaman saya seorang pria berusia senja yang bekerja sebagai pemulung
                          > di antara pembuangan masyarakat kota dan hidup pada sebuah rumah kardus kecil
                          > samping sungai daerah kumuh di Indonesia. Sesudah sebuah bulldozer datang tanpa
                          > peringatan dan merusak rumah kardusnya, dengan berlinang air mata, dia berkata
                          > “Bahkan sampahpun punya tempat, tetapi saya tidak memiliki tempat”.
                          > Pada hari berikutnya, dia ditemukan meninggal terapung di pinggir sungai.
                          > Bayangkan lahir di tengah kemiskinan, menghidupi sebuah kemiskinan dan pada
                          > akhir hidupnya datang dengan sebuah kesimpulan bahwa dia pergi tanpa sesuatu
                          > berarti. Ketika orang miskin tidak mengerti mengapa mereka ada atau diciptakan,
                          > saat mereka melihat sampah lebih bernilai dari hidup mereka, tentunya hati
                          > Tuhan begitu berbelas kasihan kepada mereka.
                          >
                          > Bagaimana
                          > kita melihat masalah kemiskinan ini? Kita harus berpegang pada pandangan
                          > Alkitab dan bukan pandangan dunia. Lembaga-lembaga dunia melakukan banyak usaha
                          > untuk mengurangi kemiskinan dengan pendekatan dan program pembangunan yang
                          > membantu namun tidak mencabut akar penyebab kemiskinan tersebut. Orang miskin
                          > harus ditolong untuk memulihkan identitas mereka sebagai anak Tuhan, dan dilahirkan
                          > serupa dengan gambarNya, dan pekerjaan benar mereka sebagai pekerja yang
                          > produktif di dalam dunia yang Tuhan telah buat untuk mereka.
                          >
                          > Pemberdayaan
                          > harus mengikutserta dalam membantu mereka melihat dimana mereka berada,
                          > menolong mereka memiliki visi untuk masa depan, dukungan, memberikan dan
                          > membiarkan mereka membuat keputusan dan mengambil sikap kepemilikan dan
                          > tanggung jawab pada setiap hal, dan tentu saja pada kehidupan mereka. Inilah
                          > waktunya. Tidak ada hasil kemarin. Namun inilah mengapa kita dipanggil. Bukan
                          > hasil tetapi proses, bukan proyek namun jiwa, bukan angka tetapi kehidupan,
                          > bukan sekedar pesan keselamatan dan harapan di surge, namun kasih yang nyata
                          > dan kerajaan Tuhan di sini dan sekarang. (Lim Eng Hoe)
                          >
                          >  
                          >
                          >  
                          >
                          >
                          >
                          > Nuah P.
                          > Tarigan
                          >
                          > "Partnership
                          > with both communities and government is necessary to promote a sustainable
                          > health system"
                          >
                          > God grant me the
                          > SERENITY to accept the things I cannot change; COURAGE to change the things I
                          > can; and WISDOM to know the difference (SERENITY PRAYER)
                          >
                          >
                          >
                          >  
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          > From: Nuah P Tarigan
                          > [mailto:nuah. tarigan@tlmindon esia.com]
                          >
                          > Sent: Thursday, October 01, 2009
                          > 8:44 AM
                          >
                          > To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
                          >
                          > Subject: [gbkp] DOMPET BENCANA
                          > SUMATERA dlsb
                          >
                          >
                          >
                          >  
                          >
                          >  
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          > Mejuah juah kita kerina,
                          >
                          >  
                          >
                          > Sudah tibalah saatnya GBKP membuka dompet dana untuk membantu
                          > korban bencana di Sumatera, Jawa dan sekitarnya, ahhh betapa memalukan jika
                          > kita hanya berteori saja dalam khotbah dan PJJ kita, Baik secara Moderamen dan
                          > Klasis, Teologi Bencana jangan hanya jadi macan kertas, harus terwujud dengan
                          > apa yang kita namakan DIAKONIA TRANSFORMATIF, ahh hanya jadi kata kata manis
                          > saja.
                          >
                          > BENCANA alam akan datang lagi dan akan datang lagi, tapi kitapun
                          > tidak berdoa di gereja untuk mereka, apalagi membantu dalam bentuk yang riil,
                          > yang ada pada kita hanya bangun gedung dan bicara untuk hal hal yang tidak
                          > urgent saat ini.
                          >
                          > Walaupun mereka bukan keluarga, atau Anggota gereja kita, apakah
                          > kita tidak memperhatikan mereka secara gerejawi? Memang secara Pribadi kita
                          > mungkin sudah ada yang memberi, namun secara gerejani? Masih tanda tanya
                          > besar….apakah kita harus menunggu RAPAT RUNGGUN, KLASIS atau MODERAMEN? Wahhhh…
                          >
                          > Mari kita sama pikirkan membuat yang terbaik bagi TUHAN
                          > ALLAH, bukan manusia.
                          >
                          > Pilih orang yang memiliki integritas yang menjadi
                          > pengelolanya, dan bukan harus di moderamen, pilih orang orang yang jujur dan
                          > kredibel serta sudah diuji integritas ditengah masyarakat kita yang pluralis,
                          > niscaya Nama TUHAN YESUS akan semakin ditinggikan, amen.
                          >
                          > Salam kasih kami,
                          >
                          > God bless,
                          >
                          > Mejuah juah.
                          >
                          > Bujur
                          >
                          >  
                          >
                          >
                          >
                          > Nuah P. Tarigan
                          >
                          > "Partnership with both
                          > communities and government is necessary to promote a sustainable health system"
                          >
                          >
                          >
                          > God grant me the SERENITY to accept the things I cannot
                          > change; COURAGE to change the things I can; and WISDOM to know the difference
                          > (SERENITY PRAYER)
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >  
                          >
                          >
                          >
                          >  
                          >






                          ______________________________________________________________________________________________________________

                          Disclaimer :
                          ______________________________________________________________________________________________________________

                          This message is intended for the lawful recipient(s) explicitly stated in above only.
                          It may contain confidential information prohibited for any Unauthorized use by any party
                          other than the lawful addressee. The message, information and statement expressed herein
                          should also be legally privileged for the lawful recipient(s).

                          If you are not the intended recipient(s) or person responsible for delivering it to the intended recipient(s),
                          you must therefore be notified not to copy, print, distribute or take any action in
                          reliance on it, directly or indirectly.
                          ______________________________________________________________________________________________________________
                          Please consider ENVIRONTMENT before PRINTING this email .
                        • Martin Tarigan
                          Mejuah-juah, Kam bisa kontak tim WVI yang di Padang. Hubungi pak Yakobus Runtuwene di 08161168721. Kalau memungkinkan ada info tentang Mentawai juga bagus
                          Message 12 of 19 , Oct 2, 2009
                            Mejuah-juah,

                            Kam bisa kontak tim WVI yang di Padang. Hubungi pak Yakobus Runtuwene di 08161168721.

                            Kalau memungkinkan ada info tentang Mentawai juga bagus untuk disampaikan. WV pernah di Mentawai, Siberut.

                            Bujur

                            --- Pada Jum, 2/10/09, Jusup Sukatendel <jusup.sukatendel@...> menulis:

                            Dari: Jusup Sukatendel <jusup.sukatendel@...>
                            Judul: Re: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                            Kepada: gbkp@yahoogroups.com
                            Tanggal: Jumat, 2 Oktober, 2009, 12:47 PM

                             

                            

                            halo Nomi,
                            silakan koordinasi dengan GKPM jl Pancasila.
                            Apa Nomi akan ke Srilanka untul AsRA?
                            Ephorus GKPM akan ada di Medan hari minggu dan berangkat ke SL untuk AsRA UEM hari Senin.
                             
                            Aku diminta Ephorus untuk support Bendehara Umum GKPM untuk emergency response ini. Koordinasi dengan kantor di Wuppertal berjalan dengan baik namun field implementation and filed response mungkin sulit sekali.
                            Team GKPM akan berangkat ke Siberut untuk melihat dan membawa bantuan ke Siberut Mentawai.
                            Rencana pemuda GKPM akan support, tapi krn belum terlatih aku berharap 1 atau 2 orang pemuda dari team Komisi Penanggulangan Bencana GBKP akan ikut support.
                            Apa ada pemuda yang dokter dan bersedia selama 2 minggu berangkat ke Siberut? Bisa berenang dan bersedia naik kapal kayu ke Mentawai.
                             
                            Siapkan nomer ProXL krn saat ini proXL yang efektif di Padang.
                            Tolong forward ke aku nomer-nomer yang bisa dihubungi ya.
                             
                            salam,
                            Jusup
                             
                            ----- Original Message -----
                            Sent: Friday, October 02, 2009 12:33 PM
                            Subject: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb

                            info barusaja....
                            Jemaat GBKP tidak ada yang menjadi korban, hanya saja rumah banyak yang runtuh dan gereja GBKP Pdang rusak.

                            Saat ini sudah dibentuk posko di Padang, tar nomor dan alamat menyusul..

                            Dua kalak si ke padang hari ini untuk assesmen dan juga membuka posko bantuan kemanusiaan GBKP di Padang.

                            Rekening Moderamen GBKP :
                            BNI Kabanjahe no Rek. 0061574350 a.n. Moderamen GBKP
                            Bank Mandiri Cab. Kabanjahe, No Rekening 105 000 5908 268 a.n. Moderamen GBKP
                            Jangan lupa buat keterangan untuk korban Gempa Sumatera Barat.

                            Bujur
                            Nomi
                            --- On Thu, 10/1/09, jimmi hendrawan s <jihesi@yahoo. com> wrote:

                            From: jimmi hendrawan s <jihesi@yahoo. com>
                            Subject: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                            To: gbkp@yahoogroups. com
                            Date: Thursday, October 1, 2009, 11:52 AM

                             

                            Mejuah-juah. ..

                            Saya sependapat dengan bang Nuah Tarigan... sangat ironis sekali cara berpikir warga GBKP ini ... seperti tadi setelah Pekan Doa saya usulkan agar sektor kami tanggap dengan melakukan aksi spontan guna Bencana Gempa .. tapi responnya ga sesuai dengan tahun diakonia yg dicanangkan Moderamen, ada yang ngomong kita tuggu surat dari moderamen, kita bawa dulu ke runggun... Moderamen juga sekarang lagi menahan kolekte ekstra karna banyaknya kolekte ekstra yang belum dilaksanakan. ..(Kongres kaum bapak, biaya sidang sinode, dll) malah untuk Bencana Jawa Barat belon di laksanakan.. ola kari akap kalak ka kita melebesa.. iaaakkkhhh.. ... malah ada yang komentar emang beda kok kita ama teman2 yang di pulau jawa ... pengeluaran kita di tanah karo sangat banyak ....lucu (karna yg dimaksud banyak uang keluar ialah untuk kerja2 .... masyaallah.. ... ) dan memang beda orang diperantuan dengan kita disini.... jadi gw berpikir Bullshit kegiatan Tahun diakonia dan Pekan Doa yang sedang berjalan.... .

                            Buat Nomi ... sebaiknya kam buat jelas nomer rekeningnya yang jelas memang untuk korban bencana .... lalu Tagana ngirim dua orang ? mo ngebantu apa mo survei ?

                            --- In gbkp@yahoogroups. com, nomi sinulingga <lingga01@.. .> wrote:
                            >
                            > Mejuah2 man banta kerina...
                            > Pundi Bencana menjadi program dari Komisi Penanggulangan Bencana GBKP tahun 2009 ini. Hanya saja memang sosialisasi yang dilakukan sangat kurang (atau malah tidak ada sosialisasi) .
                            > Adi berekenndu atendu bantuan bencana, banci nge i transferndu ke rekening moderamen GBKP....
                            >
                            > Selama ini GBKP cukup tanggap nge kerna bencana-bencana si terjadi...
                            > JAnah mulai tahun 2009 enggo kange mbue (sekitar 50 orang ) PERMATA si ipersiapkan untuk bisa nampati adi lit kenca bencana. Ibereken pelatihan pertolongan pertama, membuat dapur umum dan juga memasang tenda. Komisi Penanggulangan Bencana untuk pelatihan2 e bekerja sama dengan The Johanniter, Dinas Sosial Sumatera Utara, Yayasan Tanggul Bencana Indonesia (YTBI) dan BASARNAS Medan.
                            >
                            > Rencana situhuna akan ada Pelatihan SAR DASAR untuk 40 PERMATA yang menjadi anggota ASIGANA (Anak SInguda siaGA bencaNA) tanggal 8 - 11 Oktober 2009 di lokasi Taman Jubelium GBKP Sukamakmur.. . Pelatihan ini diberikan oleh BASARNAS MEdan. Janah karena kondisi Padang, belum pasti apakah kegiatan ini akan terus dijalankan. Karena sepanjang hari ini kontak ke pimpinan SAR Medan belum sukses. Mungkin SAR MEdan juga turun ke PAdang.
                            >
                            > E..sekedar update info kegiatan GBKP dalam tanggap bencana
                            >
                            > Bujur
                            > Nomi BR Sinulingga
                            > Sekretaris KPB-GBKP
                            >
                            > --- On Thu, 10/1/09, radjab pinem <rfpinem@... > wrote:
                            >
                            > From: radjab pinem <rfpinem@... >
                            > Subject: Re: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                            > To: gbkp@yahoogroups. com
                            > Date: Thursday, October 1, 2009, 7:50 AM
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >  
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            > shaloom,
                            > kita patut turut prihatin dengan aksi.
                            > kemana kami bisa kirim bantuan?
                            > biar cepat sampai mungkin lebih baik uang tunai.
                            > bila mungkin, kita buat khusus dari warga gbkp.
                            > terima kasih
                            >
                            > Nuah P Tarigan <nuah.tarigan@ tlmindonesia. com>
                            > To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
                            > Sent: Wednesday, September 30, 2009 11:49:59 PM
                            > Subject: RE: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >  
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            > Peran Gereja dalam Menghadapi Bencana
                            >
                            >
                            > Posted on Thursday,
                            > August 27th, 2009 at 12:15 pm
                            >
                            > 17.4%
                            > (37.4 juta) dari populasi orang Indonesia hidup di dalam garis kemiskinan. Garis
                            > kemiskinan di Indonesia equivalen dengan 12US$ per bulan dimana jauh dari
                            > standar garis kemiskinan PBB yang pendapatannya 1US$ per hari. Jika kita
                            > mengambil standar dari PBB, maka ada 60 juta orang hidup di dalam kemiskinan.
                            > Apabila kita melihat dari sisi World Bank yang memiliki pendapatan 2US$ per
                            > hari, maka didapat adanya 100juta atau hampir setengah populasi orang Indonesia
                            > hidup dalam garis kemiskinan. Dengan keadaan krisis ekonomi global yang sedang
                            > terjadi, maka isu kemiskinan menjadi konsen paling tinggi.
                            >
                            > Melalui
                            > Alkitab, Allah telah mengidentifikasikan si miskin dan kebutuhannya bahwa masa
                            > depan kita bersama denganTuhan ataupun tanpa Tuhan ditentukan dari bagaimana
                            > kita mengasihi orang miskin (Band. Lukas 10:25-37, Lukas 18:18-27 dan Matius
                            > 25:31-46). Untuk mengidentifikasikan adalah untuk merasakan apa yang diinginkan
                            > pada langkah orang lain. Kasih berarti kita tidak hanya melengkapi satu dengan
                            > lainnya, namun kita turut dipaksa untuk merasakan apa yang mereka perlukan,
                            > kepada yang ditekan dan tertekan, yang tak memiliki suara dan merasa tak
                            > berarti dan tak berharga.
                            >
                            > Dalam
                            > sebuah pengalaman saya seorang pria berusia senja yang bekerja sebagai pemulung
                            > di antara pembuangan masyarakat kota dan hidup pada sebuah rumah kardus kecil
                            > samping sungai daerah kumuh di Indonesia. Sesudah sebuah bulldozer datang tanpa
                            > peringatan dan merusak rumah kardusnya, dengan berlinang air mata, dia berkata
                            > “Bahkan sampahpun punya tempat, tetapi saya tidak memiliki tempat”.
                            > Pada hari berikutnya, dia ditemukan meninggal terapung di pinggir sungai.
                            > Bayangkan lahir di tengah kemiskinan, menghidupi sebuah kemiskinan dan pada
                            > akhir hidupnya datang dengan sebuah kesimpulan bahwa dia pergi tanpa sesuatu
                            > berarti. Ketika orang miskin tidak mengerti mengapa mereka ada atau diciptakan,
                            > saat mereka melihat sampah lebih bernilai dari hidup mereka, tentunya hati
                            > Tuhan begitu berbelas kasihan kepada mereka.
                            >
                            > Bagaimana
                            > kita melihat masalah kemiskinan ini? Kita harus berpegang pada pandangan
                            > Alkitab dan bukan pandangan dunia. Lembaga-lembaga dunia melakukan banyak usaha
                            > untuk mengurangi kemiskinan dengan pendekatan dan program pembangunan yang
                            > membantu namun tidak mencabut akar penyebab kemiskinan tersebut. Orang miskin
                            > harus ditolong untuk memulihkan identitas mereka sebagai anak Tuhan, dan dilahirkan
                            > serupa dengan gambarNya, dan pekerjaan benar mereka sebagai pekerja yang
                            > produktif di dalam dunia yang Tuhan telah buat untuk mereka.
                            >
                            > Pemberdayaan
                            > harus mengikutserta dalam membantu mereka melihat dimana mereka berada,
                            > menolong mereka memiliki visi untuk masa depan, dukungan, memberikan dan
                            > membiarkan mereka membuat keputusan dan mengambil sikap kepemilikan dan
                            > tanggung jawab pada setiap hal, dan tentu saja pada kehidupan mereka. Inilah
                            > waktunya. Tidak ada hasil kemarin. Namun inilah mengapa kita dipanggil. Bukan
                            > hasil tetapi proses, bukan proyek namun jiwa, bukan angka tetapi kehidupan,
                            > bukan sekedar pesan keselamatan dan harapan di surge, namun kasih yang nyata
                            > dan kerajaan Tuhan di sini dan sekarang. (Lim Eng Hoe)
                            >
                            >  
                            >
                            >  
                            >
                            >
                            >
                            > Nuah P.
                            > Tarigan
                            >
                            > "Partnership
                            > with both communities and government is necessary to promote a sustainable
                            > health system"
                            >
                            > God grant me the
                            > SERENITY to accept the things I cannot change; COURAGE to change the things I
                            > can; and WISDOM to know the difference (SERENITY PRAYER)
                            >
                            >
                            >
                            >  
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            > From: Nuah P Tarigan
                            > [mailto:nuah. tarigan@tlmindon esia.com]
                            >
                            > Sent: Thursday, October 01, 2009
                            > 8:44 AM
                            >
                            > To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
                            >
                            > Subject: [gbkp] DOMPET BENCANA
                            > SUMATERA dlsb
                            >
                            >
                            >
                            >  
                            >
                            >  
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            > Mejuah juah kita kerina,
                            >
                            >  
                            >
                            > Sudah tibalah saatnya GBKP membuka dompet dana untuk membantu
                            > korban bencana di Sumatera, Jawa dan sekitarnya, ahhh betapa memalukan jika
                            > kita hanya berteori saja dalam khotbah dan PJJ kita, Baik secara Moderamen dan
                            > Klasis, Teologi Bencana jangan hanya jadi macan kertas, harus terwujud dengan
                            > apa yang kita namakan DIAKONIA TRANSFORMATIF, ahh hanya jadi kata kata manis
                            > saja.
                            >
                            > BENCANA alam akan datang lagi dan akan datang lagi, tapi kitapun
                            > tidak berdoa di gereja untuk mereka, apalagi membantu dalam bentuk yang riil,
                            > yang ada pada kita hanya bangun gedung dan bicara untuk hal hal yang tidak
                            > urgent saat ini.
                            >
                            > Walaupun mereka bukan keluarga, atau Anggota gereja kita, apakah
                            > kita tidak memperhatikan mereka secara gerejawi? Memang secara Pribadi kita
                            > mungkin sudah ada yang memberi, namun secara gerejani? Masih tanda tanya
                            > besar….apakah kita harus menunggu RAPAT RUNGGUN, KLASIS atau MODERAMEN? Wahhhh…
                            >
                            > Mari kita sama pikirkan membuat yang terbaik bagi TUHAN
                            > ALLAH, bukan manusia.
                            >
                            > Pilih orang yang memiliki integritas yang menjadi
                            > pengelolanya, dan bukan harus di moderamen, pilih orang orang yang jujur dan
                            > kredibel serta sudah diuji integritas ditengah masyarakat kita yang pluralis,
                            > niscaya Nama TUHAN YESUS akan semakin ditinggikan, amen.
                            >
                            > Salam kasih kami,
                            >
                            > God bless,
                            >
                            > Mejuah juah.
                            >
                            > Bujur
                            >
                            >  
                            >
                            >
                            >
                            > Nuah P. Tarigan
                            >
                            > "Partnership with both
                            > communities and government is necessary to promote a sustainable health system"
                            >
                            >
                            >
                            > God grant me the SERENITY to accept the things I cannot
                            > change; COURAGE to change the things I can; and WISDOM to know the difference
                            > (SERENITY PRAYER)
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >
                            >  
                            >
                            >
                            >
                            >  
                            >




                            Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis. Download Yahoo! Toolbar sekarang .
                          • Jusup Sukatendel
                            Hi Nomi, aku dapat kabar kalau Pelkesi sudah kirim dokter ke padang dan akan ke Mentawai juga. Aku sudah telp pak Bangun di posku Padang. kabarnya hanya 1
                            Message 13 of 19 , Oct 2, 2009
                              
                              Hi Nomi,
                              aku dapat kabar kalau Pelkesi sudah kirim dokter ke padang dan akan ke Mentawai juga.
                              Aku sudah telp pak Bangun di posku Padang. kabarnya hanya 1 orang warga GBKP yang belum ketemu, walau begitu setelah gempa pemudi yang belum ketemu ini sudah sempat kontak via telepon dengan keluarganya. Jadi kemungkinan hanya kesulitan transportai pulang dan kehabisan batre untuk ditelepon kembali.
                               
                              Account:
                              menurutku sangat baik untuk disaster respons ini dibuat acount khusus untuk dapat menerima account dan dapat segera dicairkan.
                              Pak Ginting yang pertua di Padang aku kira bisa bisa membuka account dan mengadministrasikan seluruh pengeluaran Penanda tangan sebaiknya dibuat 2 orang dan buku tabungan dipegang oleh orang yang bukan penandatangan. Sistem administrasi darurat sering dibuat spt ini.
                              Pada disaster preparedness untuk Mentawai 2005 dan emergency response GKPM tahun 2007 pak Ginting bertugas sebagai bendehara.
                              Dengan account khusus, nanti perwakilan dari moderamen mendampingi panitia lapangan dan kemudian pada periode tertentu nanti (3 bulan atau 6 bulan setelah gempa) keuangan diaudit dan kemudian dibuat laporan ke moderamen dan bisa ke mailing list ini untuk menjamin transparansi dan akkuntabilitas. ini berlaku untuk dana internal GBKP.
                               
                              Untuk dana yang mungkin datang dari lembaga/organisasi di luar GBKP biasanya disalurkan ke account yang disetujui oleh moderamen. nah account yang baru ini bisa disampaikan ke moderamen, sehingga bisa menjadi account penyalur dana dari dana yang disalurkan melalui moderamen.
                              Dengan demikian hanya ada 1 account khusus untuk kegiatan emergency response di padang ini.
                               
                              Aku dengar koordinasi lapangan antar GKPM dan GBKP berjalan baik. Bu Pdt R pakpahan tadi sudah menelfon pak Ginting terkait rencana-rencana response ini.
                               
                              salam mejuah-juah,
                              Jusup
                               
                               
                               
                               
                               
                               
                              ----- Original Message -----
                              Sent: Friday, October 02, 2009 1:09 PM
                              Subject: Re: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb

                              mejuah2 bang Jusup...
                              Nampati kel informasi si iberekenndu bang...gelah teman2 beli no ProXL jadi masih bisa tetap kontak ke Medan. Soalnya jam 3 sekale jumpa ka aku ras permata yang akan ke Padang.

                              Aku jadi nyusul ke AsRA bang, berangkat Minggu pagi. Jadi masih bisa ngelakukan sesuatu untuk padang disini.

                              Bang, No HP ndu sudah aku berikan ke Bang Ananta Purba...supaya bang Ananta bisa juga ngontak kam.  Gereja GKPM pe enggo kucatat biar nanti aku berikan ke Sukarelawan GBKP yang berangkat nanti malam.

                              saat ini aku sedang sibuk cari no yang bisa di kontak karena MORIA siap dengan tenaga medis... biar bisa koordinasi dengan mereka juga.

                              PERMATA bisa kam hubungi bang...karena kemarin kami sudah ketemu di kantor moderamen..untuk hari ini yang berangkat satu orang dulu dan mereka yang tinggal sudah disuruh siap2 untuk ke Padang. Hanya saja bagi si ipindondu ena ku sungkuni sekale teman2 bang.

                              HP bang Ananta Purba 08163142000.  Kalau mau mengontak PERMATA..bisa dengan bang Ananta jga. Sampai hari Sabtu masih bsa juga kam hubungi aku bang.

                              saat ini posko GBKP di Padang sudah dibuka dengan no telpon : 0751495034.

                              Bujur melala

                              --- On Fri, 10/2/09, Jusup Sukatendel <jusup.sukatendel@...> wrote:

                              From: Jusup Sukatendel <jusup.sukatendel@...>
                              Subject: Re: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                              To: gbkp@yahoogroups.com
                              Date: Friday, October 2, 2009, 1:47 AM

                               

                              

                              halo Nomi,
                              silakan koordinasi dengan GKPM jl Pancasila.
                              Apa Nomi akan ke Srilanka untul AsRA?
                              Ephorus GKPM akan ada di Medan hari minggu dan berangkat ke SL untuk AsRA UEM hari Senin.
                               
                              Aku diminta Ephorus untuk support Bendehara Umum GKPM untuk emergency response ini. Koordinasi dengan kantor di Wuppertal berjalan dengan baik namun field implementation and filed response mungkin sulit sekali.
                              Team GKPM akan berangkat ke Siberut untuk melihat dan membawa bantuan ke Siberut Mentawai.
                              Rencana pemuda GKPM akan support, tapi krn belum terlatih aku berharap 1 atau 2 orang pemuda dari team Komisi Penanggulangan Bencana GBKP akan ikut support.
                              Apa ada pemuda yang dokter dan bersedia selama 2 minggu berangkat ke Siberut? Bisa berenang dan bersedia naik kapal kayu ke Mentawai.
                               
                              Siapkan nomer ProXL krn saat ini proXL yang efektif di Padang.
                              Tolong forward ke aku nomer-nomer yang bisa dihubungi ya.
                               
                              salam,
                              Jusup
                               
                              ----- Original Message -----
                              Sent: Friday, October 02, 2009 12:33 PM
                              Subject: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb

                              info barusaja....
                              Jemaat GBKP tidak ada yang menjadi korban, hanya saja rumah banyak yang runtuh dan gereja GBKP Pdang rusak.

                              Saat ini sudah dibentuk posko di Padang, tar nomor dan alamat menyusul..

                              Dua kalak si ke padang hari ini untuk assesmen dan juga membuka posko bantuan kemanusiaan GBKP di Padang.

                              Rekening Moderamen GBKP :
                              BNI Kabanjahe no Rek. 0061574350 a.n. Moderamen GBKP
                              Bank Mandiri Cab. Kabanjahe, No Rekening 105 000 5908 268 a.n. Moderamen GBKP
                              Jangan lupa buat keterangan untuk korban Gempa Sumatera Barat.

                              Bujur
                              Nomi
                              --- On Thu, 10/1/09, jimmi hendrawan s <jihesi@yahoo. com> wrote:

                              From: jimmi hendrawan s <jihesi@yahoo. com>
                              Subject: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                              To: gbkp@yahoogroups. com
                              Date: Thursday, October 1, 2009, 11:52 AM

                               

                              Mejuah-juah. ..

                              Saya sependapat dengan bang Nuah Tarigan... sangat ironis sekali cara berpikir warga GBKP ini ... seperti tadi setelah Pekan Doa saya usulkan agar sektor kami tanggap dengan melakukan aksi spontan guna Bencana Gempa .. tapi responnya ga sesuai dengan tahun diakonia yg dicanangkan Moderamen, ada yang ngomong kita tuggu surat dari moderamen, kita bawa dulu ke runggun... Moderamen juga sekarang lagi menahan kolekte ekstra karna banyaknya kolekte ekstra yang belum dilaksanakan. ..(Kongres kaum bapak, biaya sidang sinode, dll) malah untuk Bencana Jawa Barat belon di laksanakan.. ola kari akap kalak ka kita melebesa.. iaaakkkhhh.. ... malah ada yang komentar emang beda kok kita ama teman2 yang di pulau jawa ... pengeluaran kita di tanah karo sangat banyak ....lucu (karna yg dimaksud banyak uang keluar ialah untuk kerja2 .... masyaallah.. .. ) dan memang beda orang diperantuan dengan kita disini.... jadi gw berpikir Bullshit kegiatan Tahun diakonia dan Pekan Doa yang sedang berjalan.... .

                              Buat Nomi ... sebaiknya kam buat jelas nomer rekeningnya yang jelas memang untuk korban bencana .... lalu Tagana ngirim dua orang ? mo ngebantu apa mo survei ?

                              --- In gbkp@yahoogroups. com, nomi sinulingga <lingga01@.. .> wrote:
                              >
                              > Mejuah2 man banta kerina...
                              > Pundi Bencana menjadi program dari Komisi Penanggulangan Bencana GBKP tahun 2009 ini. Hanya saja memang sosialisasi yang dilakukan sangat kurang (atau malah tidak ada sosialisasi) .
                              > Adi berekenndu atendu bantuan bencana, banci nge i transferndu ke rekening moderamen GBKP...
                              >
                              > Selama ini GBKP cukup tanggap nge kerna bencana-bencana si terjadi...
                              > JAnah mulai tahun 2009 enggo kange mbue (sekitar 50 orang ) PERMATA si ipersiapkan untuk bisa nampati adi lit kenca bencana. Ibereken pelatihan pertolongan pertama, membuat dapur umum dan juga memasang tenda. Komisi Penanggulangan Bencana untuk pelatihan2 e bekerja sama dengan The Johanniter, Dinas Sosial Sumatera Utara, Yayasan Tanggul Bencana Indonesia (YTBI) dan BASARNAS Medan.
                              >
                              > Rencana situhuna akan ada Pelatihan SAR DASAR untuk 40 PERMATA yang menjadi anggota ASIGANA (Anak SInguda siaGA bencaNA) tanggal 8 - 11 Oktober 2009 di lokasi Taman Jubelium GBKP Sukamakmur.. . Pelatihan ini diberikan oleh BASARNAS MEdan. Janah karena kondisi Padang, belum pasti apakah kegiatan ini akan terus dijalankan. Karena sepanjang hari ini kontak ke pimpinan SAR Medan belum sukses. Mungkin SAR MEdan juga turun ke PAdang.
                              >
                              > E..sekedar update info kegiatan GBKP dalam tanggap bencana
                              >
                              > Bujur
                              > Nomi BR Sinulingga
                              > Sekretaris KPB-GBKP
                              >
                              > --- On Thu, 10/1/09, radjab pinem <rfpinem@... > wrote:
                              >
                              > From: radjab pinem <rfpinem@... >
                              > Subject: Re: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                              > To: gbkp@yahoogroups. com
                              > Date: Thursday, October 1, 2009, 7:50 AM
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >  
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              > shaloom,
                              > kita patut turut prihatin dengan aksi.
                              > kemana kami bisa kirim bantuan?
                              > biar cepat sampai mungkin lebih baik uang tunai.
                              > bila mungkin, kita buat khusus dari warga gbkp.
                              > terima kasih
                              >
                              > Nuah P Tarigan <nuah.tarigan@ tlmindonesia. com>
                              > To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
                              > Sent: Wednesday, September 30, 2009 11:49:59 PM
                              > Subject: RE: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >  
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              > Peran Gereja dalam Menghadapi Bencana
                              >
                              >
                              > Posted on Thursday,
                              > August 27th, 2009 at 12:15 pm
                              >
                              > 17.4%
                              > (37.4 juta) dari populasi orang Indonesia hidup di dalam garis kemiskinan. Garis
                              > kemiskinan di Indonesia equivalen dengan 12US$ per bulan dimana jauh dari
                              > standar garis kemiskinan PBB yang pendapatannya 1US$ per hari. Jika kita
                              > mengambil standar dari PBB, maka ada 60 juta orang hidup di dalam kemiskinan.
                              > Apabila kita melihat dari sisi World Bank yang memiliki pendapatan 2US$ per
                              > hari, maka didapat adanya 100juta atau hampir setengah populasi orang Indonesia
                              > hidup dalam garis kemiskinan. Dengan keadaan krisis ekonomi global yang sedang
                              > terjadi, maka isu kemiskinan menjadi konsen paling tinggi.
                              >
                              > Melalui
                              > Alkitab, Allah telah mengidentifikasikan si miskin dan kebutuhannya bahwa masa
                              > depan kita bersama denganTuhan ataupun tanpa Tuhan ditentukan dari bagaimana
                              > kita mengasihi orang miskin (Band. Lukas 10:25-37, Lukas 18:18-27 dan Matius
                              > 25:31-46). Untuk mengidentifikasikan adalah untuk merasakan apa yang diinginkan
                              > pada langkah orang lain. Kasih berarti kita tidak hanya melengkapi satu dengan
                              > lainnya, namun kita turut dipaksa untuk merasakan apa yang mereka perlukan,
                              > kepada yang ditekan dan tertekan, yang tak memiliki suara dan merasa tak
                              > berarti dan tak berharga.
                              >
                              > Dalam
                              > sebuah pengalaman saya seorang pria berusia senja yang bekerja sebagai pemulung
                              > di antara pembuangan masyarakat kota dan hidup pada sebuah rumah kardus kecil
                              > samping sungai daerah kumuh di Indonesia. Sesudah sebuah bulldozer datang tanpa
                              > peringatan dan merusak rumah kardusnya, dengan berlinang air mata, dia berkata
                              > “Bahkan sampahpun punya tempat, tetapi saya tidak memiliki tempat”.
                              > Pada hari berikutnya, dia ditemukan meninggal terapung di pinggir sungai.
                              > Bayangkan lahir di tengah kemiskinan, menghidupi sebuah kemiskinan dan pada
                              > akhir hidupnya datang dengan sebuah kesimpulan bahwa dia pergi tanpa sesuatu
                              > berarti. Ketika orang miskin tidak mengerti mengapa mereka ada atau diciptakan,
                              > saat mereka melihat sampah lebih bernilai dari hidup mereka, tentunya hati
                              > Tuhan begitu berbelas kasihan kepada mereka.
                              >
                              > Bagaimana
                              > kita melihat masalah kemiskinan ini? Kita harus berpegang pada pandangan
                              > Alkitab dan bukan pandangan dunia. Lembaga-lembaga dunia melakukan banyak usaha
                              > untuk mengurangi kemiskinan dengan pendekatan dan program pembangunan yang
                              > membantu namun tidak mencabut akar penyebab kemiskinan tersebut. Orang miskin
                              > harus ditolong untuk memulihkan identitas mereka sebagai anak Tuhan, dan dilahirkan
                              > serupa dengan gambarNya, dan pekerjaan benar mereka sebagai pekerja yang
                              > produktif di dalam dunia yang Tuhan telah buat untuk mereka.
                              >
                              > Pemberdayaan
                              > harus mengikutserta dalam membantu mereka melihat dimana mereka berada,
                              > menolong mereka memiliki visi untuk masa depan, dukungan, memberikan dan
                              > membiarkan mereka membuat keputusan dan mengambil sikap kepemilikan dan
                              > tanggung jawab pada setiap hal, dan tentu saja pada kehidupan mereka. Inilah
                              > waktunya. Tidak ada hasil kemarin. Namun inilah mengapa kita dipanggil. Bukan
                              > hasil tetapi proses, bukan proyek namun jiwa, bukan angka tetapi kehidupan,
                              > bukan sekedar pesan keselamatan dan harapan di surge, namun kasih yang nyata
                              > dan kerajaan Tuhan di sini dan sekarang. (Lim Eng Hoe)
                              >
                              >  
                              >
                              >  
                              >
                              >
                              >
                              > Nuah P.
                              > Tarigan
                              >
                              > "Partnership
                              > with both communities and government is necessary to promote a sustainable
                              > health system"
                              >
                              > God grant me the
                              > SERENITY to accept the things I cannot change; COURAGE to change the things I
                              > can; and WISDOM to know the difference (SERENITY PRAYER)
                              >
                              >
                              >
                              >  
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              > From: Nuah P Tarigan
                              > [mailto:nuah. tarigan@tlmindon esia.com]
                              >
                              > Sent: Thursday, October 01, 2009
                              > 8:44 AM
                              >
                              > To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
                              >
                              > Subject: [gbkp] DOMPET BENCANA
                              > SUMATERA dlsb
                              >
                              >
                              >
                              >  
                              >
                              >  
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              > Mejuah juah kita kerina,
                              >
                              >  
                              >
                              > Sudah tibalah saatnya GBKP membuka dompet dana untuk membantu
                              > korban bencana di Sumatera, Jawa dan sekitarnya, ahhh betapa memalukan jika
                              > kita hanya berteori saja dalam khotbah dan PJJ kita, Baik secara Moderamen dan
                              > Klasis, Teologi Bencana jangan hanya jadi macan kertas, harus terwujud dengan
                              > apa yang kita namakan DIAKONIA TRANSFORMATIF, ahh hanya jadi kata kata manis
                              > saja.
                              >
                              > BENCANA alam akan datang lagi dan akan datang lagi, tapi kitapun
                              > tidak berdoa di gereja untuk mereka, apalagi membantu dalam bentuk yang riil,
                              > yang ada pada kita hanya bangun gedung dan bicara untuk hal hal yang tidak
                              > urgent saat ini.
                              >
                              > Walaupun mereka bukan keluarga, atau Anggota gereja kita, apakah
                              > kita tidak memperhatikan mereka secara gerejawi? Memang secara Pribadi kita
                              > mungkin sudah ada yang memberi, namun secara gerejani? Masih tanda tanya
                              > besar….apakah kita harus menunggu RAPAT RUNGGUN, KLASIS atau MODERAMEN? Wahhhh…
                              >
                              > Mari kita sama pikirkan membuat yang terbaik bagi TUHAN
                              > ALLAH, bukan manusia.
                              >
                              > Pilih orang yang memiliki integritas yang menjadi
                              > pengelolanya, dan bukan harus di moderamen, pilih orang orang yang jujur dan
                              > kredibel serta sudah diuji integritas ditengah masyarakat kita yang pluralis,
                              > niscaya Nama TUHAN YESUS akan semakin ditinggikan, amen.
                              >
                              > Salam kasih kami,
                              >
                              > God bless,
                              >
                              > Mejuah juah.
                              >
                              > Bujur
                              >
                              >  
                              >
                              >
                              >
                              > Nuah P. Tarigan
                              >
                              > "Partnership with both
                              > communities and government is necessary to promote a sustainable health system"
                              >
                              >
                              >
                              > God grant me the SERENITY to accept the things I cannot
                              > change; COURAGE to change the things I can; and WISDOM to know the difference
                              > (SERENITY PRAYER)
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >
                              >  
                              >
                              >
                              >
                              >  
                              >



                            • Nuah P Tarigan
                              Dari teman saya: Just info : Hari JUMAT jam 8 pagi (SABTU blm tahu), bisa booking airasia, untuk penerbangan jakarta padang jakarta, tgl terbang 4 oct, it is
                              Message 14 of 19 , Oct 4, 2009

                                Dari teman saya:

                                 

                                 

                                Just info : Hari JUMAT  jam 8 pagi (SABTU blm tahu), bisa booking airasia, untuk penerbangan jakarta padang jakarta , tgl terbang 4 oct, it is charity flight, semua seat gratis, tolong forward kepada yang membutuhkan, thx. ikut simpati sedalam-dalamnya..mrk semua di padang gak makan n minum..,listrik gak nyala..semua harta benda ludes, kehilangan anggota keluarga..dll Jika ada korban Gempa Padang yang butuh penanganan serius tindakan bedah (rujukan), dokter Firdaus Soenarya (08159210339 - mailto:firdausoenarya@...) bersedia membantu menangani di RS Eka Pekanbaru-Riau (gratis) - CONFIRMED. Bisa diteruskan infonya.

                                 

                                 

                                 

                                 

                                 

                                 

                                 

                                 

                                 

                                Nuah P. Tarigan

                                "Partnership with both communities and government is necessary to promote a sustainable health system"

                                God grant me the SERENITY to accept the things I cannot change; COURAGE to change the things I can; and WISDOM to know the difference (SERENITY PRAYER)

                                 


                                From: Martin Tarigan [mailto:matigan63@...]
                                Sent: Friday, October 02, 2009 3:44 PM
                                To: gbkp@yahoogroups.com
                                Subject: Re: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb

                                 

                                 

                                Mejuah-juah,

                                Kam bisa kontak tim WVI yang di Padang . Hubungi pak Yakobus Runtuwene di 08161168721.

                                Kalau memungkinkan ada info tentang Mentawai juga bagus untuk disampaikan. WV pernah di Mentawai, Siberut.

                                Bujur

                                --- Pada Jum, 2/10/09, Jusup Sukatendel <jusup.sukatendel@ alumni.unimelb. edu.au> menulis:


                                Dari: Jusup Sukatendel <jusup.sukatendel@ alumni.unimelb. edu.au>
                                Judul: Re: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                                Kepada: gbkp@yahoogroups. com
                                Tanggal: Jumat, 2 Oktober, 2009, 12:47 PM

                                 

                                

                                halo Nomi,

                                silakan koordinasi dengan GKPM jl Pancasila.

                                Apa Nomi akan ke Srilanka untul AsRA?

                                Ephorus GKPM akan ada di Medan hari minggu dan berangkat ke SL untuk AsRA UEM hari Senin.

                                 

                                Aku diminta Ephorus untuk support Bendehara Umum GKPM untuk emergency response ini. Koordinasi dengan kantor di Wuppertal berjalan dengan baik namun field implementation and filed response mungkin sulit sekali.

                                Team GKPM akan berangkat ke Siberut untuk melihat dan membawa bantuan ke Siberut Mentawai.

                                Rencana pemuda GKPM akan support, tapi krn belum terlatih aku berharap 1 atau 2 orang pemuda dari team Komisi Penanggulangan Bencana GBKP akan ikut support.

                                Apa ada pemuda yang dokter dan bersedia selama 2 minggu berangkat ke Siberut? Bisa berenang dan bersedia naik kapal kayu ke Mentawai.

                                 

                                Siapkan nomer ProXL krn saat ini proXL yang efektif di Padang .

                                Tolong forward ke aku nomer-nomer yang bisa dihubungi ya.

                                 

                                salam,

                                Jusup

                                 

                                ----- Original Message -----

                                Sent: Friday, October 02, 2009 12:33 PM

                                Subject: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb

                                 

                                info barusaja....
                                Jemaat GBKP tidak ada yang menjadi korban, hanya saja rumah banyak yang runtuh dan gereja GBKP Pdang rusak.

                                Saat ini sudah dibentuk posko di Padang , tar nomor dan alamat menyusul..

                                Dua kalak si ke padang hari ini untuk assesmen dan juga membuka posko bantuan kemanusiaan GBKP di Padang.

                                Rekening Moderamen GBKP :
                                BNI Kabanjahe no Rek. 0061574350 a.n. Moderamen GBKP
                                Bank Mandiri Cab. Kabanjahe, No Rekening 105 000 5908 268 a.n. Moderamen GBKP
                                Jangan lupa buat keterangan untuk korban Gempa Sumatera Barat.

                                Bujur
                                Nomi
                                --- On Thu, 10/1/09, jimmi hendrawan s <jihesi@yahoo. com> wrote:


                                From: jimmi hendrawan s <jihesi@yahoo. com>
                                Subject: [gbkp] Re: DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                                To: gbkp@yahoogroups. com
                                Date: Thursday, October 1, 2009, 11:52 AM

                                 

                                Mejuah-juah. ..

                                Saya sependapat dengan bang Nuah Tarigan... sangat ironis sekali cara berpikir warga GBKP ini ... seperti tadi setelah Pekan Doa saya usulkan agar sektor kami tanggap dengan melakukan aksi spontan guna Bencana Gempa .. tapi responnya ga sesuai dengan tahun diakonia yg dicanangkan Moderamen, ada yang ngomong kita tuggu surat dari moderamen, kita bawa dulu ke runggun... Moderamen juga sekarang lagi menahan kolekte ekstra karna banyaknya kolekte ekstra yang belum dilaksanakan. ..(Kongres kaum bapak, biaya sidang sinode, dll) malah untuk Bencana Jawa Barat belon di laksanakan.. ola kari akap kalak ka kita melebesa.. iaaakkkhhh.. ... malah ada yang komentar emang beda kok kita ama teman2 yang di pulau jawa ... pengeluaran kita di tanah karo sangat banyak ....lucu (karna yg dimaksud banyak uang keluar ialah untuk kerja2 .... masyaallah.. ... ) dan memang beda orang diperantuan dengan kita disini.... jadi gw berpikir Bullshit kegiatan Tahun diakonia dan Pekan Doa yang sedang berjalan.... .

                                Buat Nomi ... sebaiknya kam buat jelas nomer rekeningnya yang jelas memang untuk korban bencana .... lalu Tagana ngirim dua orang ? mo ngebantu apa mo survei ?

                                --- In gbkp@yahoogroups. com, nomi sinulingga <lingga01@.. .> wrote:
                                >
                                > Mejuah2 man banta kerina...
                                > Pundi Bencana menjadi program dari Komisi Penanggulangan Bencana GBKP tahun 2009 ini. Hanya saja memang sosialisasi yang dilakukan sangat kurang (atau malah tidak ada sosialisasi) .
                                > Adi berekenndu atendu bantuan bencana, banci nge i transferndu ke rekening moderamen GBKP....
                                >
                                > Selama ini GBKP cukup tanggap nge kerna bencana-bencana si terjadi...
                                > JAnah mulai tahun 2009 enggo kange mbue (sekitar 50 orang ) PERMATA si ipersiapkan untuk bisa nampati adi lit kenca bencana. Ibereken pelatihan pertolongan pertama, membuat dapur umum dan juga memasang tenda. Komisi Penanggulangan Bencana untuk pelatihan2 e bekerja sama dengan The Johanniter, Dinas Sosial Sumatera Utara, Yayasan Tanggul Bencana Indonesia (YTBI) dan BASARNAS Medan.
                                >
                                > Rencana situhuna akan ada Pelatihan SAR DASAR untuk 40 PERMATA yang menjadi anggota ASIGANA (Anak SInguda siaGA bencaNA) tanggal 8 - 11 Oktober 2009 di lokasi Taman Jubelium GBKP Sukamakmur.. . Pelatihan ini diberikan oleh BASARNAS MEdan. Janah karena kondisi Padang , belum pasti apakah kegiatan ini akan terus dijalankan. Karena sepanjang hari ini kontak ke pimpinan SAR Medan belum sukses. Mungkin SAR MEdan juga turun ke PAdang .
                                >
                                > E..sekedar update info kegiatan GBKP dalam tanggap bencana
                                >
                                > Bujur
                                > Nomi BR Sinulingga
                                > Sekretaris KPB-GBKP
                                >
                                > --- On Thu, 10/1/09, radjab pinem <rfpinem@... > wrote:
                                >
                                > From: radjab pinem <rfpinem@... >
                                > Subject: Re: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                                > To: gbkp@yahoogroups. com
                                > Date: Thursday, October 1, 2009, 7:50 AM
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >  
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                > shaloom,
                                > kita patut turut prihatin dengan aksi.
                                > kemana kami bisa kirim bantuan?
                                > biar cepat sampai mungkin lebih baik uang tunai.
                                > bila mungkin, kita buat khusus dari warga gbkp.
                                > terima kasih
                                >
                                > Nuah P Tarigan <nuah.tarigan@ tlmindonesia. com>
                                > To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
                                > Sent: Wednesday, September 30, 2009 11:49:59 PM
                                > Subject: RE: [gbkp] DOMPET BENCANA SUMATERA dlsb
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >  
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                > Peran Gereja dalam Menghadapi Bencana
                                >
                                >
                                > Posted on Thursday,
                                > August 27th, 2009 at 12:15 pm
                                >
                                > 17.4%
                                > (37.4 juta) dari populasi orang Indonesia hidup di dalam garis kemiskinan. Garis
                                > kemiskinan di Indonesia equivalen dengan 12US$ per bulan dimana jauh dari
                                > standar garis kemiskinan PBB yang pendapatannya 1US$ per hari. Jika kita
                                > mengambil standar dari PBB, maka ada 60 juta orang hidup di dalam kemiskinan.
                                > Apabila kita melihat dari sisi World Bank yang memiliki pendapatan 2US$ per
                                > hari, maka didapat adanya 100juta atau hampir setengah populasi orang Indonesia
                                > hidup dalam garis kemiskinan. Dengan keadaan krisis ekonomi global yang sedang
                                > terjadi, maka isu kemiskinan menjadi konsen paling tinggi.
                                >
                                > Melalui
                                > Alkitab, Allah telah mengidentifikasikan si miskin dan kebutuhannya bahwa masa
                                > depan kita bersama denganTuhan ataupun tanpa Tuhan ditentukan dari bagaimana
                                > kita mengasihi orang miskin (Band. Lukas 10:25-37, Lukas 18:18-27 dan Matius
                                > 25:31-46). Untuk mengidentifikasikan adalah untuk merasakan apa yang diinginkan
                                > pada langkah orang lain. Kasih berarti kita tidak hanya melengkapi satu dengan
                                > lainnya, namun kita turut dipaksa untuk merasakan apa yang mereka perlukan,
                                > kepada yang ditekan dan tertekan, yang tak memiliki suara dan merasa tak
                                > berarti dan tak berharga.
                                >
                                > Dalam
                                > sebuah pengalaman saya seorang pria berusia senja yang bekerja sebagai pemulung
                                > di antara pembuangan masyarakat kota dan hidup pada sebuah rumah kardus kecil
                                > samping sungai daerah kumuh di Indonesia . Sesudah sebuah bulldozer datang tanpa
                                > peringatan dan merusak rumah kardusnya, dengan berlinang air mata, dia berkata
                                > “Bahkan sampahpun punya tempat, tetapi saya tidak memiliki tempat”.
                                > Pada hari berikutnya, dia ditemukan meninggal terapung di pinggir sungai.
                                > Bayangkan lahir di tengah kemiskinan, menghidupi sebuah kemiskinan dan pada
                                > akhir hidupnya datang dengan sebuah kesimpulan bahwa dia pergi tanpa sesuatu
                                > berarti. Ketika orang miskin tidak mengerti mengapa mereka ada atau diciptakan,
                                > saat mereka melihat sampah lebih bernilai dari hidup mereka, tentunya hati
                                > Tuhan begitu berbelas kasihan kepada mereka.
                                >
                                > Bagaimana
                                > kita melihat masalah kemiskinan ini? Kita harus berpegang pada pandangan
                                > Alkitab dan bukan pandangan dunia. Lembaga-lembaga dunia melakukan banyak usaha
                                > untuk mengurangi kemiskinan dengan pendekatan dan program pembangunan yang
                                > membantu namun tidak mencabut akar penyebab kemiskinan tersebut. Orang miskin
                                > harus ditolong untuk memulihkan identitas mereka sebagai anak Tuhan, dan dilahirkan
                                > serupa dengan gambarNya, dan pekerjaan benar mereka sebagai pekerja yang
                                > produktif di dalam dunia yang Tuhan telah buat untuk mereka.
                                >
                                > Pemberdayaan
                                > harus mengikutserta dalam membantu mereka melihat dimana mereka berada,
                                > menolong mereka memiliki visi untuk masa depan, dukungan, memberikan dan
                                > membiarkan mereka membuat keputusan dan mengambil sikap kepemilikan dan
                                > tanggung jawab pada setiap hal, dan tentu saja pada kehidupan mereka. Inilah
                                > waktunya. Tidak ada hasil kemarin. Namun inilah mengapa kita dipanggil. Bukan
                                > hasil tetapi proses, bukan proyek namun jiwa, bukan angka tetapi kehidupan,
                                > bukan sekedar pesan keselamatan dan harapan di surge, namun kasih yang nyata
                                > dan kerajaan Tuhan di sini dan sekarang. (Lim Eng Hoe)
                                >
                                >  
                                >
                                >  
                                >
                                >
                                >
                                > Nuah P.
                                > Tarigan
                                >
                                > "Partnership
                                > with both communities and government is necessary to promote a sustainable
                                > health system"
                                >
                                > God grant me the
                                > SERENITY to accept the things I cannot change; COURAGE to change the things I
                                > can; and WISDOM to know the difference (SERENITY PRAYER)
                                >
                                >
                                >
                                >  
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                > From: Nuah P Tarigan
                                > [mailto:nuah. tarigan@tlmindon esia.com]
                                >
                                > Sent: Thursday, October 01, 2009
                                > 8:44 AM
                                >
                                > To: gbkp@yahoogroups. com; permata-gbkp@ yahoogroups. com
                                >
                                > Subject: [gbkp] DOMPET BENCANA
                                > SUMATERA dlsb
                                >
                                >
                                >
                                >  
                                >
                                >  
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                > Mejuah juah kita kerina,
                                >
                                >  
                                >
                                > Sudah tibalah saatnya GBKP membuka dompet dana untuk membantu
                                > korban bencana di Sumatera, Jawa dan sekitarnya, ahhh betapa memalukan jika
                                > kita hanya berteori saja dalam khotbah dan PJJ kita, Baik secara Moderamen dan
                                > Klasis, Teologi Bencana jangan hanya jadi macan kertas, harus terwujud dengan
                                > apa yang kita namakan DIAKONIA TRANSFORMATIF, ahh hanya jadi kata kata manis
                                > saja.
                                >
                                > BENCANA alam akan datang lagi dan akan datang lagi, tapi kitapun
                                > tidak berdoa di gereja untuk mereka, apalagi membantu dalam bentuk yang riil,
                                > yang ada pada kita hanya bangun gedung dan bicara untuk hal hal yang tidak
                                > urgent saat ini.
                                >
                                > Walaupun mereka bukan keluarga, atau Anggota gereja kita, apakah
                                > kita tidak memperhatikan mereka secara gerejawi? Memang secara Pribadi kita
                                > mungkin sudah ada yang memberi, namun secara gerejani? Masih tanda tanya
                                > besar….apakah kita harus menunggu RAPAT RUNGGUN, KLASIS atau MODERAMEN? Wahhhh…
                                >
                                > Mari kita sama pikirkan membuat yang terbaik bagi TUHAN
                                > ALLAH, bukan manusia.
                                >
                                > Pilih orang yang memiliki integritas yang menjadi
                                > pengelolanya, dan bukan harus di moderamen, pilih orang orang yang jujur dan
                                > kredibel serta sudah diuji integritas ditengah masyarakat kita yang pluralis,
                                > niscaya Nama TUHAN YESUS akan semakin ditinggikan, amen.
                                >
                                > Salam kasih kami,
                                >
                                > God bless,
                                >
                                > Mejuah juah.
                                >
                                > Bujur
                                >
                                >  
                                >
                                >
                                >
                                > Nuah P. Tarigan
                                >
                                > "Partnership with both
                                > communities and government is necessary to promote a sustainable health system"
                                >
                                >
                                >
                                > God grant me the SERENITY to accept the things I cannot
                                > change; COURAGE to change the things I can; and WISDOM to know the difference
                                > (SERENITY PRAYER)
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >  
                                >
                                >
                                >
                                >  
                                >

                                 


                                Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis. Download Yahoo! Toolbar sekarang .

                              Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.