Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [gbkp] KERJA RANI untuk apa lagi? Kan ada PERPULUHAN !....Tahan emosi..

Expand Messages
  • Samuel Surbakti
    aku cirem saja lebe yah,,,,,,terusken kene lebe,,,,,!     sam s batam ... Dari: Anthony Malem Ukur Topik: Re: [gbkp] KERJA RANI untuk
    Message 1 of 17 , Mar 5, 2009
    • 0 Attachment
      aku cirem saja lebe yah,,,,,,terusken kene lebe,,,,,!
       
       
      sam's batam

      --- Pada Rab, 4/3/09, Anthony Malem Ukur <gurukinayan@...> menulis:

      Dari: Anthony Malem Ukur <gurukinayan@...>
      Topik: Re: [gbkp] KERJA RANI untuk apa lagi? Kan ada PERPULUHAN !....Tahan emosi..
      Kepada: gbkp@yahoogroups.com
      Tanggal: Rabu, 4 Maret, 2009, 8:30 AM

      Mejuah juah....
      Note : KAPITAL bukan indikasi Emosional.
       
      Pada penjemaatan di sini ( batam ) se ingat aku pernah di katakan setelah ada PERSEMBAHAN PERPULUHEN maka bentuk pengutipan yg lain di tiadakan.... .
       
      Dan mereka katakan ini adalah JUKLAK dari Atas........ .
       
      Mungkin ada yg salah ya......
       
      Btrw, secara pribadi saya tidak pernah memberi persembahen perpuluhen , namun yg pernah aku beri adalah PERSEMBAHEN "BAGIAN" PERPULUHEN, walaupun amplopnya di tulis persembahen perpuluhen, saya coret dan ganti dengan persembahen bagian perpuluhen.
      Aku mbiar bagi ANANIAS ras SAPIRA......
      Kira2 TUHAN ngerana begenda nina " Oh iya....jago kam me anakKU...nggo erkira KU aku...Katakendu ka e 10 % persembahenndu ...padahal Ku eteh kerina kegeluhenndu. ....bohong kam...bohong kam....ula kam erbual ANAKKU...adi berekendu atendu...berekenlah ...tapi ula tambahindu PE JILE JILEken  IJE....AKU la perlu GELAR na kai persembahenndu. ..si penting na  persembahenndu ertiketen kam ngataken bujur....e ngenca....ULA KA kam PEBELUH BELUH KEN IJE".
       
      Ada satu yg aneh saat ini di dunia, bahwasanya MANUSIA/GEREJA sudah bisa ertak-tak ras DIBATA , janah menganggap hitungan Manusia sebagai Hitungan DIBATA.
       
      Benar pada Alkitab Ada tertulis kerna Perpuluhen, namun yg harus kita jelimeti adalah saat itu yg menjadi ukuran adalah Biri2....kalau biri2 lahir anaknya 10 maka 1 untuk TUHAN, namun tidak ada di tulis bagaimana kalau anak biri2 lahir 12 atau 8 apakah I geleh anak biri2 e guna DIBATA?????? ??  oh..sepertinya bukan itu yg TUHAN inginkan....
      Jadi Contoh yg ada di Alkitab pada zamannya adalah contoh yg jelas pada Hitungannya. ..kenapa saat itu bukan uang di buat sebagai contoh...... .sekali lagi Bukan Hitungan yg di INGINkan oleh TUHAN ...TAPI adalah UCAPAN syukur HARUS ada untuk membuktikan pada Dunia....seseorang itu telah di berkati OLEH TUhan......
       
      Pemahaman yg terbalik saat ini tentang persembahen ( Perpuluhen ) di anggap sebagai persembahen dana/uang UNTUK Tuhan......SANGAT SALAH ...TUHAN TIDAK PERLU UANG ...DIA CUKUP KAYA MELEBIHI DARI YG KITA PERKIRAKAN.. ...
      Namun yg DIA ingin kan ....." Elow udah GW bantu dan lindungi, Kalau elow merasa itu KENAPA elow tidak Lakukan lagi kepada manusia yang LAIN" , jangan enak di Elow sendiri" dan jangan Elow belagak mau bantu AKU ".....kira2 begitu terjemahan bebas apa yg di inginkan oleh TUHAN.
       
      Kembali ke GBKP .
       
      1. Perlukah Persembahen di gereja GBKP ?????? <<<<<<<sangat perlu , adi lalit persembahen maka indikasina Jemaat GBKP kurang nggejab kerna Pengkawali DIBATA ibas kegeluhenna, padahal tangtangna Lahir nggo ikawali DIBATA kita....
       
      2. Perlukah duit bas GBKP ????????<<<<sangat perlu, sebab perlua biaya2 si harus i keluarken guna pelayanen...
       
      3. Lit kah Hubungenna Persembahen ras perlu Duit guna Operasional GBKP ????????
      <<<<<< JELAS TIDAK ADA HUBUNGANNYA. ..SEKALI LAGI TIDAK ADA.....Persebahen adalah soal IMAN janah DUIT operasional soal DUNIA....namun kai si terjadi ibas penjemaatan. ..selalu enda ikait kaitken....si erbahansa Jemaat erdosa memahami persembahan versi GBKP.
      Soal Duit operasional enda soal DUNIA....enggo Ibere DIBATA man kita kerna pemeteh guna naklukken isi DONI...maka pergunakanlah itu untuk urusan DUNIA..seperti mencari cara untuk mendapatkan "duit guna operasional" arah pemetehta... tapi ula si gunaken pemetehta guna ndarami duit e arah jalur persembahen. .....jelas kita sudah "MENGKLAIM " kepada TUHAN kerna upah kita, padalah kita TIDAK berhak memutuskan kita mendapat upah atau tidak , kerena ITU HAK TUHAN.
       
      endam sitik ibas aku nari , ija salah lepakna ULA tama kupusuh.
       
      Bujur
      Nayan-batam
       

       
       
       

      --- On Wed, 3/4/09, haryanto bode <edobtrg@yahoo. com> wrote:
      From: haryanto bode <edobtrg@yahoo. com>
      Subject: Re: [gbkp] KERJA RANI untuk apa lagi? Kan ada PERPULUHAN !
      To: gbkp@yahoogroups. com
      Date: Wednesday, March 4, 2009, 12:59 PM

      Berarti benar dugaan kami waktu itu, ini bersifat hal yang sensitif. T/S Nomi langsung teriak ioooooo....oh.
      Semoga saja T/S JPG ndak kaget
      Semua itu dalam proses.
      Ada proses pengenalan.
      Ada proses pembentukan.
      Ada proses pembuahan.
      Ada yang sedang berbuah.
      Ada......... ......... ..
       
      Masih mau berpendapatkan lebih baik, dalam arti masih mau memberi pendapat dan menerima pendapat, inikan termasuk proses pembelajaran.
       
      Ula kari miss berendu nilai D,  me labo bage ibu dosen?
       
      Salam  Damai, di taiwan bunga mulai mekar.
       
      Bode Haryanto 

      --- On Tue, 3/3/09, nomi sinulingga <lingga01@yahoo. com> wrote:
      From: nomi sinulingga <lingga01@yahoo. com>
      Subject: Re: [gbkp] KERJA RANI untuk apa lagi? Kan ada PERPULUHAN !
      To: gbkp@yahoogroups. com
      Date: Tuesday, March 3, 2009, 5:09 AM

      io..oh... io oh...
      Pendapat yang kasian sekali...dan sangat berani memberikan penilaian untuk gereja seperti ini. Berdiri disisi negatif melihat gereja dengan topeng bimbingan roh...
      Labo GBKP si ikomentarindu e...tapi DIBATA kap si ipandangindu e...

      Bage penggejapenku ngoge postingen enda...

      Bujur
      Nomi, si rusur salah erpenggejapen. .



      --- On Mon, 3/2/09, Jhon Pemere Ginting <jhonpemereginting@ ymail.com> wrote:
      From: Jhon Pemere Ginting <jhonpemereginting@ ymail.com>
      Subject: [gbkp] KERJA RANI untuk apa lagi? Kan ada PERPULUHAN !
      To: gbkp@yahoogroups. com
      Date: Monday, March 2, 2009, 2:32 AM

      Kerja Rani sebuah ritual tahunan di GBKP yang bertujuan untuk
      mempersembahkan hasil terbaik dari usaha yang selama ini dilakukan
      oleh jemaat dalam bentuk uang. Hasil kerja rani ini adalah untuk
      membiayai operasional Gereja. Tradisi ini diambil dari Perjanjian
      Lama.Dahulu masih ada amplop amplop lain namun sekarang dihapuskan
      diganti dengan himbauan PERPULUHAN yang dihantarkan ke dalam GEREJA.
      Jadi pertanyaan mengapa KERJA RANI masih harus diadakan ? Bukankah
      Perpuluhan sudah termasuk di dalamnya KERJA RANI. Dapat diambil
      asumsi penyebabnya sebagai berikut:

      1. PERPULUHAN belum mewabah, sehingga masih harus ada momen untuk
      mearik uang dari jemat yang digunakan sebagai sumber dana
      operasional Gereja

      2. CARA MUDAH DAPAT uang segar, dengan menggambarkan keadaan di
      PERJANJIAN LAMA maka orang akan terpikat untuk memberi persembahan
      toh setahun sekali ini. Kalau PERPULUHAN kan di berikan setiap bulan
      gajian (ini memberatkan)

      3. GBKP ngga PEDE melepas Kerja Rani, sayang sekali potensi ini
      hilang toh GBKP masih berkekurangan dalam hal pendanaan. Kas Gereja
      selalu defisit. Gaji Pendeta di bawah UMR dan lain sebagainya

      4. KEBUTUHAN GBKP terus meningkat. Jumlah PKPW dan keluarga yang
      harus disokong dari segala segi dan memang inilah kewajiban warga
      Gereja. Belum tetek bengek yang lain termasuk PEMBOROSAN karena
      banyaknya perayaan di tingkat runggun, klasis sampai Moderamen
      sehingga selebrasi dan seremonial ini perlu didukung dana yang besar

      Kalau memang GBKP ingin mendewasakan umatnya cobalah jangan akala-
      akalan.
      Beritakan tentang PERPULUHAN dengan benar maka jemaat mengerti.
      Layanilah jemaat dengan sepenuh hati tanpa membedakan keekonomiannya
      maka, Guci persembahan akan tumpah ruah.
      Terlebih efisiensi GBKP yang perlu menjadi perhatian. Kurangi
      selebrasi dan seremoni tentu kita dapat berhemat sehingga dengan
      berani kita meningkatkan Gaji PKPW dan Pesiun GBKP sehingga mereka
      bisa sejahtera

      Dari mana mulai? Telur dulu baru ayam atau kebalikannya. Mohon
      bimbingan ROH agar seluruh jemaat GBKP terlebih sang PEMERINTAH
      GEREJA (Synode) bias menyadarinya.

      salam






      Nama baru untuk Anda!
      Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
      Cepat sebelum diambil orang lain!
    • Martin Tarigan
      mejuah-juah, adi la kita setuju, ula bereken. rekaikin kita mempersoalken adi enda aturen ras program GBKP? adi la siakap pas, gak usah, toh tidak ada yang
      Message 2 of 17 , Mar 8, 2009
      • 0 Attachment
        mejuah-juah,

        adi la kita setuju, ula bereken. rekaikin kita mempersoalken adi enda aturen ras program GBKP? adi la siakap pas, gak usah, toh tidak ada yang mempersoalken. apalagi kalau bicara soal iman, urusenta masomg-masing.

        bujur

        --- Pada Jum, 6/3/09, Samuel Surbakti <batamsimalem@...> menulis:

        Dari: Samuel Surbakti <batamsimalem@...>
        Topik: Re: [gbkp] KERJA RANI untuk apa lagi? Kan ada PERPULUHAN !....Tahan emosi..
        Kepada: gbkp@yahoogroups.com
        Tanggal: Jumat, 6 Maret, 2009, 12:34 AM

        aku cirem saja lebe yah,,,,,,terusken kene lebe,,,,,!
         
         
        sam's batam

        --- Pada Rab, 4/3/09, Anthony Malem Ukur <gurukinayan@ yahoo.com> menulis:

        Dari: Anthony Malem Ukur <gurukinayan@ yahoo.com>
        Topik: Re: [gbkp] KERJA RANI untuk apa lagi? Kan ada PERPULUHAN !....Tahan emosi..
        Kepada: gbkp@yahoogroups. com
        Tanggal: Rabu, 4 Maret, 2009, 8:30 AM

        Mejuah juah....
        Note : KAPITAL bukan indikasi Emosional.
         
        Pada penjemaatan di sini ( batam ) se ingat aku pernah di katakan setelah ada PERSEMBAHAN PERPULUHEN maka bentuk pengutipan yg lain di tiadakan.... .
         
        Dan mereka katakan ini adalah JUKLAK dari Atas........ .
         
        Mungkin ada yg salah ya......
         
        Btrw, secara pribadi saya tidak pernah memberi persembahen perpuluhen , namun yg pernah aku beri adalah PERSEMBAHEN "BAGIAN" PERPULUHEN, walaupun amplopnya di tulis persembahen perpuluhen, saya coret dan ganti dengan persembahen bagian perpuluhen.
        Aku mbiar bagi ANANIAS ras SAPIRA......
        Kira2 TUHAN ngerana begenda nina " Oh iya....jago kam me anakKU...nggo erkira KU aku...Katakendu ka e 10 % persembahenndu ...padahal Ku eteh kerina kegeluhenndu. ....bohong kam...bohong kam....ula kam erbual ANAKKU...adi berekendu atendu...berekenlah ...tapi ula tambahindu PE JILE JILEken  IJE....AKU la perlu GELAR na kai persembahenndu. ..si penting na  persembahenndu ertiketen kam ngataken bujur....e ngenca....ULA KA kam PEBELUH BELUH KEN IJE".
         
        Ada satu yg aneh saat ini di dunia, bahwasanya MANUSIA/GEREJA sudah bisa ertak-tak ras DIBATA , janah menganggap hitungan Manusia sebagai Hitungan DIBATA.
         
        Benar pada Alkitab Ada tertulis kerna Perpuluhen, namun yg harus kita jelimeti adalah saat itu yg menjadi ukuran adalah Biri2....kalau biri2 lahir anaknya 10 maka 1 untuk TUHAN, namun tidak ada di tulis bagaimana kalau anak biri2 lahir 12 atau 8 apakah I geleh anak biri2 e guna DIBATA?????? ??  oh..sepertinya bukan itu yg TUHAN inginkan....
        Jadi Contoh yg ada di Alkitab pada zamannya adalah contoh yg jelas pada Hitungannya. ..kenapa saat itu bukan uang di buat sebagai contoh...... .sekali lagi Bukan Hitungan yg di INGINkan oleh TUHAN ...TAPI adalah UCAPAN syukur HARUS ada untuk membuktikan pada Dunia....seseorang itu telah di berkati OLEH TUhan......
         
        Pemahaman yg terbalik saat ini tentang persembahen ( Perpuluhen ) di anggap sebagai persembahen dana/uang UNTUK Tuhan......SANGAT SALAH ...TUHAN TIDAK PERLU UANG ...DIA CUKUP KAYA MELEBIHI DARI YG KITA PERKIRAKAN.. ...
        Namun yg DIA ingin kan ....." Elow udah GW bantu dan lindungi, Kalau elow merasa itu KENAPA elow tidak Lakukan lagi kepada manusia yang LAIN" , jangan enak di Elow sendiri" dan jangan Elow belagak mau bantu AKU ".....kira2 begitu terjemahan bebas apa yg di inginkan oleh TUHAN.
         
        Kembali ke GBKP .
         
        1. Perlukah Persembahen di gereja GBKP ?????? <<<<<<<sangat perlu , adi lalit persembahen maka indikasina Jemaat GBKP kurang nggejab kerna Pengkawali DIBATA ibas kegeluhenna, padahal tangtangna Lahir nggo ikawali DIBATA kita....
         
        2. Perlukah duit bas GBKP ????????<<<<sangat perlu, sebab perlua biaya2 si harus i keluarken guna pelayanen....
         
        3. Lit kah Hubungenna Persembahen ras perlu Duit guna Operasional GBKP ????????
        <<<<<< JELAS TIDAK ADA HUBUNGANNYA. ..SEKALI LAGI TIDAK ADA.....Persebahen adalah soal IMAN janah DUIT operasional soal DUNIA....namun kai si terjadi ibas penjemaatan. ..selalu enda ikait kaitken....si erbahansa Jemaat erdosa memahami persembahan versi GBKP.
        Soal Duit operasional enda soal DUNIA....enggo Ibere DIBATA man kita kerna pemeteh guna naklukken isi DONI....maka pergunakanlah itu untuk urusan DUNIA..seperti mencari cara untuk mendapatkan "duit guna operasional" arah pemetehta... tapi ula si gunaken pemetehta guna ndarami duit e arah jalur persembahen. .....jelas kita sudah "MENGKLAIM " kepada TUHAN kerna upah kita, padalah kita TIDAK berhak memutuskan kita mendapat upah atau tidak , kerena ITU HAK TUHAN.
         
        endam sitik ibas aku nari , ija salah lepakna ULA tama kupusuh.
         
        Bujur
        Nayan-batam
         

         
         
         

        --- On Wed, 3/4/09, haryanto bode <edobtrg@yahoo. com> wrote:
        From: haryanto bode <edobtrg@yahoo. com>
        Subject: Re: [gbkp] KERJA RANI untuk apa lagi? Kan ada PERPULUHAN !
        To: gbkp@yahoogroups. com
        Date: Wednesday, March 4, 2009, 12:59 PM

        Berarti benar dugaan kami waktu itu, ini bersifat hal yang sensitif. T/S Nomi langsung teriak ioooooo....oh.
        Semoga saja T/S JPG ndak kaget
        Semua itu dalam proses.
        Ada proses pengenalan.
        Ada proses pembentukan.
        Ada proses pembuahan.
        Ada yang sedang berbuah.
        Ada......... ......... ..
         
        Masih mau berpendapatkan lebih baik, dalam arti masih mau memberi pendapat dan menerima pendapat, inikan termasuk proses pembelajaran.
         
        Ula kari miss berendu nilai D,  me labo bage ibu dosen?
         
        Salam  Damai, di taiwan bunga mulai mekar.
         
        Bode Haryanto 

        --- On Tue, 3/3/09, nomi sinulingga <lingga01@yahoo. com> wrote:
        From: nomi sinulingga <lingga01@yahoo. com>
        Subject: Re: [gbkp] KERJA RANI untuk apa lagi? Kan ada PERPULUHAN !
        To: gbkp@yahoogroups. com
        Date: Tuesday, March 3, 2009, 5:09 AM

        io..oh... io oh...
        Pendapat yang kasian sekali...dan sangat berani memberikan penilaian untuk gereja seperti ini. Berdiri disisi negatif melihat gereja dengan topeng bimbingan roh...
        Labo GBKP si ikomentarindu e...tapi DIBATA kap si ipandangindu e...

        Bage penggejapenku ngoge postingen enda...

        Bujur
        Nomi, si rusur salah erpenggejapen. ..



        --- On Mon, 3/2/09, Jhon Pemere Ginting <jhonpemereginting@ ymail.com> wrote:
        From: Jhon Pemere Ginting <jhonpemereginting@ ymail.com>
        Subject: [gbkp] KERJA RANI untuk apa lagi? Kan ada PERPULUHAN !
        To: gbkp@yahoogroups. com
        Date: Monday, March 2, 2009, 2:32 AM

        Kerja Rani sebuah ritual tahunan di GBKP yang bertujuan untuk
        mempersembahkan hasil terbaik dari usaha yang selama ini dilakukan
        oleh jemaat dalam bentuk uang. Hasil kerja rani ini adalah untuk
        membiayai operasional Gereja. Tradisi ini diambil dari Perjanjian
        Lama.Dahulu masih ada amplop amplop lain namun sekarang dihapuskan
        diganti dengan himbauan PERPULUHAN yang dihantarkan ke dalam GEREJA.
        Jadi pertanyaan mengapa KERJA RANI masih harus diadakan ? Bukankah
        Perpuluhan sudah termasuk di dalamnya KERJA RANI. Dapat diambil
        asumsi penyebabnya sebagai berikut:

        1. PERPULUHAN belum mewabah, sehingga masih harus ada momen untuk
        mearik uang dari jemat yang digunakan sebagai sumber dana
        operasional Gereja

        2. CARA MUDAH DAPAT uang segar, dengan menggambarkan keadaan di
        PERJANJIAN LAMA maka orang akan terpikat untuk memberi persembahan
        toh setahun sekali ini. Kalau PERPULUHAN kan di berikan setiap bulan
        gajian (ini memberatkan)

        3. GBKP ngga PEDE melepas Kerja Rani, sayang sekali potensi ini
        hilang toh GBKP masih berkekurangan dalam hal pendanaan. Kas Gereja
        selalu defisit. Gaji Pendeta di bawah UMR dan lain sebagainya

        4. KEBUTUHAN GBKP terus meningkat. Jumlah PKPW dan keluarga yang
        harus disokong dari segala segi dan memang inilah kewajiban warga
        Gereja. Belum tetek bengek yang lain termasuk PEMBOROSAN karena
        banyaknya perayaan di tingkat runggun, klasis sampai Moderamen
        sehingga selebrasi dan seremonial ini perlu didukung dana yang besar

        Kalau memang GBKP ingin mendewasakan umatnya cobalah jangan akala-
        akalan.
        Beritakan tentang PERPULUHAN dengan benar maka jemaat mengerti.
        Layanilah jemaat dengan sepenuh hati tanpa membedakan keekonomiannya
        maka, Guci persembahan akan tumpah ruah.
        Terlebih efisiensi GBKP yang perlu menjadi perhatian. Kurangi
        selebrasi dan seremoni tentu kita dapat berhemat sehingga dengan
        berani kita meningkatkan Gaji PKPW dan Pesiun GBKP sehingga mereka
        bisa sejahtera

        Dari mana mulai? Telur dulu baru ayam atau kebalikannya. Mohon
        bimbingan ROH agar seluruh jemaat GBKP terlebih sang PEMERINTAH
        GEREJA (Synode) bias menyadarinya.

        salam






        Nama baru untuk Anda!
        Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
        Cepat sebelum diambil orang lain!



        Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
        Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!
      • haryanto bode
        MJJ Senina Toto, bagepe kita kerina. Syalooom   Maksud pertanyan saya tawarkan dibawah sambil tersenyum adalah, betapa sulitnya kita menakar uang masuk
        Message 3 of 17 , Mar 9, 2009
        • 0 Attachment
          MJJ Senina Toto, bagepe kita kerina.
          Syalooom
           
          Maksud pertanyan saya tawarkan dibawah sambil tersenyum adalah, betapa sulitnya kita menakar uang masuk seseorang. Mungkin Istri kita pun banyak yang tidak tahu berapa uang masuk suami atau sebaliknya. Tapi yang pasti Tuhan tahu.
           
          Untung saja gereja belum memberikan daftar isian (borang/form) yang menanyakan berapa gaji dan pendapatan kita, lalu menagihnya 10%, seperti pajak pendapatan misalnya yang sedang gencar di lakukan pemerintah RI saat ini. Ngo banci kari rubat mbelin gerejanta, me bagai. Pasti ada yang membilang: sen kalak atur kena, aturlah sen kena.
           
          Sebagai orang percaya, tentunya kita percaya apa yang kita peroleh itu adalah berkat Tuhan. Seperti tanggapan/masukkan beberapa kawan kita, rasanya kita sudah mendapat, kenapa kita tidak mengembalikan sebahagian yang kita dapat sebagai ucapan syukur kita kepada Tuhan. Salurannya ada yang melalui gereja and ada yang secara langsung kepada orang yang memerlukan.
           
          Di satu sisi, mungkin persoalannya kita tidak terlalu mau diatur, kita mau merdeka. Padahal menurut alkitab kemerdekaan itu hanya mungkin bila kita hidup didalam roh (hidup kudus dan memiliki hubungan secara khusus dengan Tuhan senantiasa). Roh yang memerdekakan. Persoalannya apakah semua jemaat senantiasa kembali ke roh? Hidup didalam roh adalah hidup dengan menunjukkan buah-buah roh ituMaka seharusnya gereja tidak lagi sibuk ngurusi kekurangan keuangan karena semua otomatis sudah memberi dengan suka cita sebagi buah rohaninya.
           
          Apakah kita sudah dengan suka cita memberi?
          Pada dasarnya kita sedang diproses ke arah sana, namun teori dan praktenya tentulah tidak sama. Saya yakin sudah banyak anggota GBKP yang telah memberi dengan suka cita. Lalu bagaimana dengan yang belum?
           
          Menurut pengalaman yang ada dan kita temui termasuk di GBKP, salah satu cara untuk dapat mengalami firman Tuhan (pengalaman rohani) adalah dengan memberikan perpuluhan dan satu lagi dengan menyeru nama Tuhan (Roma 10;13). Banyak orang bersaksi akan kedua hal itu: perpuluhan dan menyeru nama Tuhan. Kalau kita mau merasakan pengalaman rohani, ya memberikan perpuluhanlah dengan suka cita. pasti kita akan merasakannya. (lain kali kita bahas ini akan melebar).
           
          Jika kita kaitkan dengan membreikan persembahan maka menurut saya, GBKP sesunguhnya sudah di merdekakan. Kalau dulu dengan berbagai nama amplop di antar ke rumah2 lagi, sekarang terserah kita, hanya diuletakkan didepan pintu gereja, mau memberi atau tidak tidak ada yang tahu karena boleh NN. Ini pengalaman di Simp Marindal saat ini. 
           
          Kita tidak dipaksa, dan jika memang sedang tidak punya uang, tidak perlu memberi (misalnya jika baru di PHK, sedang banyak pengeluaran anak-anak sekolah atau alasan lainnya). Tuhan lebih tahu semua itu. Namun tentunya kita punya cara untuk memberikan waktu dan tenaga kita untuk gereja, itu lebih baik ketimbang memaksakan diri memberikan perpuluhan, padahal memang sdg minus. 
           
          Sebuah kesaksian, seorang manager bank di Taiwan yang memiliki gaji jauh di atas rata-rata, dia selain memberi persembahan juga di hari libur datang kegereja melap kursi-kursi dan meja serta mengepel lantai. Itulah suka cita beliau. Walaupun ini agak langka, namun adalah cermin juga bahwa persembahan uang itu  bukan segala galanya.Bagaimana dengan kita?
           
          Hal kerja rani tentunya ada faktor tertentu, mungkin kita tidak tahu apa faktor itu, namun yang pasti bukan semata mengejar fresh money lah, kan itu hasil kesepakatan dan di doakan. Bisa saja itu proses-proses yang disiapkan oleh gereja agar kita lebih kasih dan peduli.
           
          Karena tentunya Gereja GBKP masih banyak yang jemaatnya petani benaran, dan dia akan sangat bersuka cita bila di tawarkan bentuk persembahan yang bersifat tahunan atau kerja rani. Dan mereka mungkin akan memilih itu dibanding perpuluhan. Dan tentunya suka cita mingguannya dapat diberikan melalui kolekte.
           
          Ya silahkan kita merasakan berkat yang kita peroleh dan silahkan belajar bersyukur mengenal berbagai bentuk persembahan dan memberikan dengan suka cita. Lebih baik tidak memberi dari pada bersungut-sungut. Tapi tentunya kita dapat belajar dari setiap yang kita  lakukan untuk Tuhan, karena Tuhan memiliki cara sendiri untuk memberi orang-orang percaya berkat-berkatnya.
           
          Berkatnya itu kadang yang kadang-kala kita lihat dari bentuk uang semata, padahal kita diberikan banyak hal, kesehatan, kesabaran, kemenangan dalam berbagai tantangan dan sebagainya. 
           
          Walaupun agak terlambat memberikan pendapat, semoga kita lebih bijaksanalah melihat keputusan gereja, karena Roh mengajarkan kita melihat segala sesuatu secara positif. Dan biarkan Roh itu juga yang mengajarkan kita agar tulus seperti merpati dan cerdik seperti ular.
           
          Tuhan yang menolong.
           
          Salam dari negeri Taiwan,
          Bode Haryanto Tarigan
           
           
           

          --- On Wed, 3/4/09, Toto Abraham <toto.trg@...> wrote:
          From: Toto Abraham <toto.trg@...>
          Subject: Re: [gbkp] KERJA RANI untuk apa lagi? Kan ada PERPULUHAN !
          To: gbkp@yahoogroups.com
          Date: Wednesday, March 4, 2009, 9:07 PM

          Mjj Senina BHT,

          Kebetulan renungan tadi pagi dengan tegas menjawab tentang ini.
          Alkitab memberi contoh ketika Habil dan Kain SAMA-SAMA memberi persembahan sebagai ucapan syukur.
          Tetapi Tuhan menanggapi persembahan mereka TIDAK SAMA. Walaupun di alkitab tidak dijelaskan secara explisit apa yg salah dengan persembahan Kain, tapi pengarang buku yg kubaca td pagi  menafsirkan bahwa persembahan yg berkenan adalah persembahan yg terbaik dan dengan hati bersyukur, ikhlas, tidak grudging. Pendapatku pe kurang lebih sama. Masih byk contoh lain di alkitab bisa dicari tntg persembahan ini (misalnya persembahan janda miskin, atau dirimu adalah persembahan yg terbaik dll), daripada pusing nyari hitungan exact matimatika mana yg pas persenannya. .
          Tapi adi menurut postingen2 ndu snina, kuakap beluhen nge kam drpd aku.

          Untuk contoh kasus petani sawit si ceritakendu enda senina, adi ia mbereken perpuluhen terbaik dng hati bersyukur, aku berani bilang dia bertumbuh di gereja yg baik.

          Bujur.

          -Toto Abraham.



          2009/3/3 haryanto bode <edobtrg@yahoo. com>
          MJJ
          Syaloom
           
          Ini memang banyak dipertanyakan waktu di PA mamre kemaren di GBKP Simp Marindal, mirif-mirif dengan pertanyaan dan argumen T/S JPG dibawah. Seorang pertua sambil membaca kitab ulangan atau bilangan (saya lupa), jenis-jenis persembahan di PL. Dan pertanyaan2 itu agak sulit di jawab oleh Pdt yang hadir waktu itu. Mungkin karena agak sensitif.
           
          Ada sebuah pertanyaan. Ada seorang anggota jemaat, dia adalah seorang PNS golongan IVa, lalu dia juga punya sawit 50 Ha, Lalu dia juga  punya konsultan. Dari gaji PNS dia dapat 3.5 jt/bulan, dari sawit dia 10 jt/bulan dari konsultan dipukul rata 7,5 jt sebulan. Lalu berapa dia harus memberi perpuluhan? Bagaimana dengan kerja rani, dia harus bayar berapa?
           
          Artinya: dia pegawai juga; dia petani pengusaha juga; dia pekerja juga. 
          Coba silahkan jika ada yang berani menjawab.... ........
           
          BHT, Tw
            

          --- On Mon, 3/2/09, Jhon Pemere Ginting <jhonpemereginting@ ymail.com> wrote:
          From: Jhon Pemere Ginting <jhonpemereginting@ ymail.com>
          Subject: [gbkp] KERJA RANI untuk apa lagi? Kan ada PERPULUHAN !
          To: gbkp@yahoogroups. com
          Date: Monday, March 2, 2009, 2:32 AM


          Kerja Rani sebuah ritual tahunan di GBKP yang bertujuan untuk
          mempersembahkan hasil terbaik dari usaha yang selama ini dilakukan
          oleh jemaat dalam bentuk uang. Hasil kerja rani ini adalah untuk
          membiayai operasional Gereja. Tradisi ini diambil dari Perjanjian
          Lama.Dahulu masih ada amplop amplop lain namun sekarang dihapuskan
          diganti dengan himbauan PERPULUHAN yang dihantarkan ke dalam GEREJA.
          Jadi pertanyaan mengapa KERJA RANI masih harus diadakan ? Bukankah
          Perpuluhan sudah termasuk di dalamnya KERJA RANI. Dapat diambil
          asumsi penyebabnya sebagai berikut:

          1. PERPULUHAN belum mewabah, sehingga masih harus ada momen untuk
          mearik uang dari jemat yang digunakan sebagai sumber dana
          operasional Gereja

          2. CARA MUDAH DAPAT uang segar, dengan menggambarkan keadaan di
          PERJANJIAN LAMA maka orang akan terpikat untuk memberi persembahan
          toh setahun sekali ini. Kalau PERPULUHAN kan di berikan setiap bulan
          gajian (ini memberatkan)

          3. GBKP ngga PEDE melepas Kerja Rani, sayang sekali potensi ini
          hilang toh GBKP masih berkekurangan dalam hal pendanaan. Kas Gereja
          selalu defisit. Gaji Pendeta di bawah UMR dan lain sebagainya

          4. KEBUTUHAN GBKP terus meningkat. Jumlah PKPW dan keluarga yang
          harus disokong dari segala segi dan memang inilah kewajiban warga
          Gereja. Belum tetek bengek yang lain termasuk PEMBOROSAN karena
          banyaknya perayaan di tingkat runggun, klasis sampai Moderamen
          sehingga selebrasi dan seremonial ini perlu didukung dana yang besar

          Kalau memang GBKP ingin mendewasakan umatnya cobalah jangan akala-
          akalan.
          Beritakan tentang PERPULUHAN dengan benar maka jemaat mengerti.
          Layanilah jemaat dengan sepenuh hati tanpa membedakan keekonomiannya
          maka, Guci persembahan akan tumpah ruah.
          Terlebih efisiensi GBKP yang perlu menjadi perhatian. Kurangi
          selebrasi dan seremoni tentu kita dapat berhemat sehingga dengan
          berani kita meningkatkan Gaji PKPW dan Pesiun GBKP sehingga mereka
          bisa sejahtera

          Dari mana mulai? Telur dulu baru ayam atau kebalikannya. Mohon
          bimbingan ROH agar seluruh jemaat GBKP terlebih sang PEMERINTAH
          GEREJA (Synode) bias menyadarinya.

          salam






        • nuah.japet
          inilah GBKP, masih dikaitkan perilaku ADAT dengan IMAN, padahal tidak ada hubungannya, cobalah untuk berpikir DEWASA sedikit, memang kadang2 orang karo kalo
          Message 4 of 17 , Apr 6, 2009
          • 0 Attachment
            inilah GBKP,
            masih dikaitkan perilaku ADAT dengan IMAN,

            padahal tidak ada hubungannya,
            cobalah untuk berpikir DEWASA sedikit,


            memang kadang2 orang karo kalo sudah dengar "adat" rasanya bagaikan es yang langsung mencair,
            agak susah kalau dilakukan dengan pendekatan seperti itu ke arah "iman" kebanyakan orang karo...

            apakah pencairan 'es' tersebut semudah sperti ketika mendengar kata "adat"????????

            orang yang 'nembeh' membaca postingan saya ini, perlu 'pause and pondering' tentang pemikirannya yang masih mengkaitkan antara adat didalam gereja,
            padahal sebenarnya TIDAK ADA HUBUNGANNYA!!!!

            -DIBATA SIMASU-MASU KITA KERINA-
          Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.