Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

RE: [gbkp] Lugo dan Kondensasi Harapan

Expand Messages
  • Julianus Liembeng
    Mjh2, Lelangta mencapai target.. Adi la aku salah rapat Litbang wari minggu enda karaben i Pulo Sirih Bouginvile (dekat kolam pancing) nina Pt. bp. Sherly
    Message 1 of 5 , May 1, 2008
      Mjh2,

      Lelangta mencapai target..
      Adi la aku salah rapat Litbang wari minggu enda
      karaben i Pulo Sirih Bouginvile (dekat kolam pancing)
      nina Pt. bp. Sherly Ginting. Kebetulen wari minggu
      enda aku loiturgi kebaktin, biasana seh jam 18.00 WIB.
      Emaka kemungkinen kami ras Dk. Konsep Tarigan la
      kuakap terkjar kami.

      Sipenting kuakap, cuba cakapken kena pagi kerna
      penerbiten kembali Buletin Anglehta. Adi banci leih
      iperluas scope na, la hanya GBKP Bekasi saja, tapi pe
      gelah terlibat min kerina man anak-anak GBKP Bekasi,
      misalna Runggun Tambun, Runggun Graha Harapan, Runggun
      Harapan Indah, bagepe perpulungen Karawang, Cileungsi,
      Cikarang ras Sitelusada. Gelah alu bage jalur
      komunikasi media enda banci lebih erdalin. Usulku
      libatken ibas redaksi entahpe reporter-reporterna
      kerina Runggun-Runggun enda.

      Sada nari, mungkin ibas Buletin Angleh enda pe ibahan
      ruang untuk Permata ka khusus setiap penerbiten. Gelah
      alu bage buletinta enda banci erdalan.

      Memang Litbang enda sangat perlu kel, emaka perlu kita
      rapat mulihi, sebab hampir dua tahun enda vakum, sanga
      Dk. Bp. anastasia koordinatorna, erkiteken
      kepengurusen engo i Perpulungen Telusada.

      Salam dage kari man kita kerina tim singukuri kerna
      Litbang GBKP Bekasi enda..

      Bujur

      Julianus P Limbeng
      --- Nuah P Tarigan <nuah.tarigan@...>
      wrote:

      > Bujur Prt Liembeng,
      >
      > Gua berita??, aku sangana sibuk enda Liembeng, maaf
      > aku la banci reh sanga
      > lelang lelang minggu silewat, ma mencapai target,
      > sukses ya..digan digan
      > kita jumpa, ma kam ikut bas LITBANG?
      > GB
      >
      > NUAH P. TARIGAN
      > What God can do is no SECRET.
      > What He's done for others,
      > He'll do for you.
      > (James L.Garlow and Rick Marshall)
      >
      > POSITIVELY M.A.D (Make A Different) to achieve more
      > than before.
      >
      > SUCCESS is Progressive Realisation, predetermined,
      > worthwhile and Personal
      > Goal Setting - Paul J. Meyer
      >
      > -----Original Message-----
      > From: Julianus Liembeng [mailto:liembeng@...]
      > Sent: Friday, April 25, 2008 7:40 AM
      > To: gbkp@yahoogroups.com
      > Subject: Re: [gbkp] Lugo dan Kondensasi Harapan
      >
      > --hpJG7L1OUt8FFG-waaBOZa6YshbDoa1KJT0PXXf
      > Mime-Version: 1.0
      > Content-Transfer-Encoding: 8bit
      > Content-Type: text/plain; charset=iso-8859-1
      >
      > Mjh Pak Nuah Tarigan,
      >
      > Info-infondu up to date terus, malah lebih cepat
      > info
      > kendu bas milis enda asa terbit bas surat kabar..
      >
      > Ija kam sange lelang-lelang Pembangunen Gereja
      > Sitelusada sange maka la kuidah?
      >
      > Salam..
      >
      > Bujur.
      >
      > J. Limbeng
      > --- Nuah P Tarigan <nuah.tarigan@...>
      > wrote:
      >
      > > Lugo dan Kondensasi Harapan
      > >
      > > Kamis, 24 April 2008 | 00:36 WIB
      > >
      > > Oleh Robert Bala
      > >
      > > Pemilu Paraguay mengukir catatan historis.
      > Fernando
      > > Lugo, pastor dari ordo
      > > Societas Verbi Divini (Serikat Sabda Allah) dan
      > > ”uskup orang miskin”,
      > > terpilih sebagai presiden.
      > >
      > > Bagaimana menafsir realitas politik di negara yang
      > > disebut Corazón de
      > > América (Jantung Amerika) itu? Apakah harapan
      > rakyat
      > > kepadanya bisa
      > > terwujud?
      > >
      > > ”Teologi hidup”
      > >
      > > Terpilihnya Fernando Lugo sebagai Presiden
      > Paraguay
      > > merupakan kado spesial
      > > ulang tahun ke-57 (30 Mei) dan ulang tahun ke-14
      > > sebagai uskup (11 April).
      > > Lugo, yang keluarganya mengalami penindasan
      > diktator
      > > Alfredo Strossner
      > > (1954-1989), melewati masa kecil yang sulit.
      > Namun,
      > > pendidikan guru SD dan
      > > formasi di seminari membuatnya lebih tegar.
      > >
      > > Saat bertugas sebagai pastor di Ekuador, ia amat
      > > terkesan dengan Uskup
      > > Leonidas Proaño yang berpihak kepada kaum miskin.
      > > Karena itu, setelah empat
      > > tahun bekerja sebagai misionaris di negara Andes,
      > ia
      > > mengambil spesialisasi
      > > dalam bidang Doktrin Sosial Gereja di Roma
      > > (1983-1987). Teologi baginya
      > > bukan sekadar doktrin spekulatif tentang Allah,
      > > tetapi ekspresi pergumulan
      > > sosial umat Allah.
      > >
      > > Ide itu begitu dominan saat Lugo menjadi anggota
      > > komisi teologi para uskup
      > > Amerika Latin (CELAM). Peran kaum religius yang
      > > sekadar ”berkhotbah”
      > > dibalikkannya. Mereka harus berjuang dengan petani
      > > garapan dan imigran.
      > > Sebagai uskup di San Pedro Ycuamandiyú, salah satu
      > > daerah termiskin di
      > > Paraguay, Lugo bergerak dari akar rumput,
      > membentuk
      > > komunitas basis.
      > >
      > > Namun, setelah proses konsientisasi dan pengajuan
      > > program alternatif
      > > dilewati, pembaruan yang diharapkan tidak kunjung
      > > datang. Hegemoni kekuasaan
      > > mementalkan semua rencana. Bagi banyak politisi,
      > > negara hanya lechera (sapi
      > > perah) yang dijarah, tetapi sedikit yang prihatin.
      > >
      > > Dilema
      > >
      > > Eforia kemenangan membawa dilema. Reformasi
      > agraria
      > > yang dirancang Lugo
      > > tidak akan mudah dilewati. Para tuan tanah yang
      > > hanya 2 persen dari total
      > > enam juta warga Paraguay bakal sulit berkompromi.
      > > Perlawanan dan rekayasa
      > > kekerasan justru bisa terjadi. Paraguay yang kini
      > > menduduki urutan ketiga
      > > dalam hal kriminalitas di Amerika Latin (setelah
      > El
      > > Salvador dan Kolombia)
      > > dapat menjadi ajang pertumpahan darah.
      > >
      > > Perlawanan juga datang dari tetangga, seperti
      > > Argentina dan Brasil, dalam
      > > renegosiasi terhadap PLTA Itaipú dan Yacyretá.
      > > Keduanya (bersama Uruguay)
      > > sejak perang Triple Alianza (1865-1870) telah
      > > merenggut kedaulatan Paraguay.
      > > Negosiasi bakal berhadapan dengan tradisi,
      > > menjadikan Paraguay sekadar
      > > obyek, bukan mitra.
      > >
      > > Dilema juga dihadapi Gereja. Lugo yang mengajukan
      > > pengunduran diri dari
      > > jabatan pastor dan uskup pada Desember 2006 karena
      > > bertentangan dengan Kitab
      > > Hukum Kanonik No 285 dan 287 belum dipecat, tetapi
      > > hanya diberikan sanksi a
      > > divinis untuk tidak melaksanakan tugas sebagai
      > > pastor. Alasannya, demikian
      > > Kardinal Giovanni Battista Ré, adalah ”pilihan
      > bebas
      > > dan untuk selamanya”.
      > > Gereja diuji apakah masih ”netral” dalam politik
      > > ataukah mengubah kebijakan
      > > yang berlaku selama ini.
      > >
      > > Kedaulatan hidup
      > >
      > > Terlepas dari dilema, fenomena Paraguay membawa
      > > pembelajaran menarik.
      > >
      > > Pertama, model baru pemahaman tentang agama.
      > > Tendensi reduktif yang
      > > mengecilkan agama hanya sebagai ritus dan doktrin
      > > pun diubah. Upaya
      > > meletakkan kedaulatan hidup (soberania de vida) di
      > > atas kedaulatan ajaran
      > > (soberania doctrinal) adalah contoh komitmen Lugo.
      > > Ortopraksis masih lebih
      > > mengena daripada sekadar ortodoksis. Masukan ini,
      > > misalnya, bisa menjadi
      > > sumbangan berarti dalam memosisikan diri kita
      > > berhadapan dengan berbagai
      > > ajaran (doktrin).
      > >
      > > Kedua, kehadiran Lugo membuat takut penguasa
      > karena
      > > beraliran ”kiri-tengah”.
      > > Bahkan, julukan gerilyawan dan ”berdekatan” dengan
      > > Hugo Chavez dan Evo
      > > Morales bisa saja benar. Secara ideologis,
      > > sosialisme abad ke-21 menyatukan
      > > mereka. Namun, sejarah hidup berbeda. Karena itu,
      > > sejauh tidak mengkhianati
      > > prinsip, mustahil kategori ”ekstremis” apalagi
      > > komunis terbukti.
      > >
      > > Yang pasti, ketidakadilan sosial merupakan hal
      > yang
      > > amat melukai hatinya.
      > > Kendala birokratis akan diatasi. Sementara itu,
      > > negosiasi politik dan
      > > konsolidasi yang hanya melelahkan tidak bakal
      > > diambil. Yang ada hanya
      > > keberanian (bukan keragu-raguan) bertindak atas
      > nama
      > > rakyat.
      > >
      >
      === message truncated ===



      ____________________________________________________________________________________
      Be a better friend, newshound, and
      know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.