Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Dituduh Melakukan Kristenisasi Tiga Pelayan Ditahan Polres Indramayu

Expand Messages
  • moderatorgbkp
    Tiga orang wanita yang menjadi pelayan di Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) Hargeulis, Kabupaten Indramayu Jawa Barat, dilaporkan ditangkap dan dijeblos dalam
    Message 1 of 1 , Jul 1, 2005
      Tiga orang wanita yang menjadi pelayan di Gereja Kristen Kemah Daud
      (GKKD) Hargeulis, Kabupaten Indramayu Jawa Barat, dilaporkan
      ditangkap dan dijeblos dalam penjara oleh pihak kepolisian Indramayu
      dengan tuduhan melakukan pemurtadan dan Kristenisasi.

      Menurut informasi yang di-publikasi Eskol-Net, peristiwa yang terjadi
      tanggal 16 Mei 2005 lalu itu, dialami dr Rebecca, Ibu Ratna dan Ibu
      Ety. Berikut kro-nologis penangkapan terhadap ketiga pelayan gereja
      ini. Pada tanggal 9 September 2003, ketiga ibu ini memulai pe-
      layanan 'Minggu Ceria' (sema-cam pondok gembira di Mana-do) di rumah
      Ibu Rebecca. Se-tiap minggunya sekitar 10-20 anak menghadiri 'Minggu
      Ceria' ini, di
      antara yang hadir me-mang ada beberapa anak de-ngan latar belakang
      muslim.

      Tanggal 24 Desember 2004, setelah perayaan Natal, 'Ming-gu Ceria' ini
      ditutup oleh MUI Haurgeulis dengan alasan ru-mah tinggal tidak boleh
      dipakai untuk kegiatan ibadah. Tapi saat perayaan Natal tersebut,
      anak-anak 'Minggu Ceria' diberi hadiah Natal berupa tas dan buku
      tulis
      dan kaos untuk se-bagian anak.

      Setelah itu, pelayanan 'Ming-gu Ceria' pindah di rumah ibu Ety
      Pangesti.
      Tanggal 26 Maret 2005, dalam rangka Paskah, anak-anak 'Minggu Ceria'
      pergi ke Taman Mini disertai dengan beberapa orang tua/wali, ter-
      masuk orang tua/wali dari anak yang berlatar belakang muslim.
      Sekitar April 2005 ada orang tua yang mempermasalahkan acara
      tersebut. Hal ini akhirnya sampai kepada Muspika, dan MUI setempat
      mendesak agar masalah ini diselesaikan secara hukum dengan tuduhan
      mela-kukan pemurtadan dan upaya Kristenisasi.

      Akibatnya sejak tanggal 14 April 2005 pelayanan 'Minggu Ceria'
      ditutup. Pada tanggal 3 Mei 2005 diadakan pertemuan antara
      gereja/pelayan 'Minggu Ceria' dengan Muspika yang dihadiri oleh
      camat, MUI/KUA, Polsek, Koramil dan seorang anggota BPD.

      Sesuai kesepakatan hasil per-temuan tersebut akan dibuat oleh camat
      dan selanjutnya akan ditandatangani oleh Ibu dr Re-becca, namun
      kemudian tidak ada berita acara pertemuannya. Yang terjadi adalah
      adanya laporan MUI Haurgeulis ke Polsek Hargeulis pada tanggal 3 Mei
      2005 tersebut dan di-proses.

      Tanggal 9 Mei 2005 ketiga ibu memenuhi panggilan polisi Har-geulis
      sebagai tersangka, na-mun perkara tersebut dilim-pahkan ke Polres
      Indramayu. Tanggal 14 Mei 2005 ketiga ibu memenuhi panggilan polisi
      Polres Indramayu sebagai saksi sesuai dengan surat panggilan polisi
      yang ditandatangani oleh AKP Suryanto, Kasatreskrim Polres
      Indramayu, namun pada waktu diperiksa dinyatakan langsung sebagai
      tersangka oleh polisi pemeriksa dan se-telah diperiksa dari mulai
      jam 09.00 - 16.00 WIB, ketiga ter-sangka tidak boleh pulang hingga
      hari Minggu.

      Hari Senin, 16 Mei 2005 se-kitar jam 08.00 WIB ketiga ter-sangka
      diberitahu ada surat pe-nahanan dan diminta untuk menandatangani dan
      setelah itu dimasukkan ke dalam sel ta-hanan. Ketiga tersangka
      di-dampingi oleh Advokat Oesman Ponco Silitonga SH & Asso-ciates.

      Ketiganya dituduhkan dengan Pasal 86 UU No 23 Tahun 2002 Perlindungan
      Anak yang bu-nyinya: Setiap orang yang de-ngan sengaja menggunakan
      tipu muslihat, rangkaian keboho-ngan, atau membujuk anak un-tuk
      memilih agama lain bukan atas kemauannya sendiri, pa-dahal diketahui
      atau patut di-duga bahwa anak tersebut be-lum berakal dan belum ber-
      tanggung jawab sesuai dengan agama yang dianutnya dipidana dengan
      pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling
      banyak Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah); Barang buktinya berupa
      1 (satu) buah Alkitab dan 6 (enam) buah kaos. Hanya saja, sampai
      berita ini dilansir anak-anak tersebut tidak ada yang
      pindah agama. Tanggal 1 Juni 2005 la-lu, berkas perkara telah
      dilim-pahkan ke Kejaksaan Negeri Indramayu dan ketiga ibu ter-sebut,
      yaitu dr Rebecca Laonita Z, Ibu Ratna Mala Bangun dan Ibu Ety
      Pangesti, dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Indramayu 30
      Juni 2005 mendatang, ka-sus mereka akan diproses Kejaksaan Negeri
      Indramayu. Mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sempat
      meminta MUI untuk mencabut kasus ini atas pertimbangan keadilan dan
      legalitas. Namun MUI menjawab lewat surat bertanggal 27 Mei 2005
      bahwa mereka takkan mencabut dan malah menilainya sebagai kasus yang
      murni sebagai 'aktivitas kriminal dan 'aksi Kristenisasi.'Akibat
      penahanan ketiga wanita tersebut, semua kegiatan GKKD di Haurgeulis,
      Indramayu dihentikan.(eskol-net)
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.