Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Fundamentalisme Agama Terjadi Karena Tuhan Misterius

Expand Messages
  • moderatorgbkp
    Fundamentalisme Agama Terjadi karena Tuhan Misterius Glorianet - Keanekaragaman agama di Indonesia tidak menutup kemungkinan menyebabkan terjadinya konflik
    Message 1 of 1 , Jun 1, 2005
      Fundamentalisme Agama Terjadi karena Tuhan Misterius


      Glorianet - Keanekaragaman agama di Indonesia tidak menutup
      kemungkinan menyebabkan terjadinya konflik antaragama. Konflik
      tersebut bisa jadi muncul dari beberapa agama terutama karena
      pemahaman fundamental yang salah, sehingga dimanfaatkan demi
      mempertahankan keberadaan dan kepentingan masing-masing agama.

      Namun ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari ekses
      negatif seperti konflik antaragama dari pemahaman yang salah tentang
      fundamental suatu agama tersebut.

      Demikian beberapa poin yang dibahas dalam Seminar Teologi se-Jateng
      dan DIY bertema ''Membedah Fundamentalisme Dalam Agama-Agama di
      Indonesia'' yang diselenggarakan Fakultas Teologi UKSW di Balairung
      kampus itu, Senin (30/5).

      Adapun pembicara dalam seminar tersebut Rektor UKSW Prof John A
      Titaley, Prof Machasin (Sunan Kalijaga Yogyakarta), Bhikkhu
      Jotidhammo MH (Sangha Theravada Indonesia dan Stab Syailendra), dan
      Rm Dr Deshi Ramadhani (ST Filsafat Driyakara).

      John Titaley mengungkapkan fundamentalisme agama merupakan gejala
      umum dalam setiap agama, termasuk Kristen. Hal itu terjadi karena
      Tuhan sesuatu yang misterius. ''Kalau saja Tuhan tidak misterius,
      maka fundmentalisme itu tidak akan terjadi. Sebab secara otomatis Dia
      dapat dijelaskan, dipahami, dan membetulkan pemahaman yang tidak
      benar tentang-Nya,'' ujar John.

      Sedangkan Machasin menjelaskan kalau gerakan fundamentalis Islam
      seringkali dikaitkan dengan tindakan destruktif dan kekerasan,
      seperti pengboman tempat-tempat keramaian dan rumah ibadah.
      Fundamentalis pun kadang dipahami sebagai aliran dalam Islam yang
      menekankan penggunaan kekerasan atas nama agama.

      ''Dan sepertinya Islam mengajarkan kepada para pengikutnya yang setia
      dan fanatik untuk melakukan tindakan-tindakan sebagai wujud keimanan.
      Dalam pembicaraan mengenai aliran ini orang membayangkan adanya
      sekelompok orang beriman yang meyakini dan mungkin secara salah,
      bahwa Tuhan telah menyuruhnya melakukan apa saja demi membela agama-
      Nya,'' paparnya.

      Sementara itu, Bhikkhu Jotidhammo mengungkapkan dalam agama Budha
      fundamentalis jauh dari perjuangan radikal yang menyebabkan
      bertambahnya penderitaan. Justru perjuangan yang dilakukan bertujuan
      untuk mengakhiri penderitaan, dengan cara melatih kebijaksanaan,
      moral, dan melatih kesadaran (meditasi). (GCM/SMCN-surya yuli p/Cn08)
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.