Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Refleksi Teologis Spekulasi dan Tsunami

Expand Messages
  • simson ginting
    Catherine Marshall dalam bukunya Tuhan Selalu Menyertai (TSM) (BPK Gunung Mulia, 1987) menulis bahwa dalam kehidupannya sebagai orang Kristen, ayahnya
    Message 1 of 2 , Jan 28, 2005
    • 0 Attachment
       
      Catherine Marshall dalam bukunya "Tuhan Selalu Menyertai (TSM)" (BPK Gunung Mulia, 1987) menulis bahwa dalam kehidupannya sebagai orang Kristen, ayahnya seorang pendeta demikian pula suaminya Peter Marhall,  27 tahun lamanya dia tidak dapat menerima bahwa Tuhan ada dalam segala hal: apakah Tuhan ada di dalam kematian seorang anak umur 3 tahun yang kebetulan lewat ke tengah jalan dan digilas truk? Apakah Tuhan ada dalam peperangan? Dalam kanker? 
       
      Dia menilai salah sikap tunduk orang Kristen setiap kali diperhadapkan pada tragedi  lalu mengatakan "Itu kehendak Tuhan". Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Dia juga tidak dapat menerima pendapat seorang penulis yang mengutip 1 Tes 15 : 18 "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus bagi kamu". Dalam segala hal, dalam hal buruk maupun baik.
       
      Tidak, ayat itu bukan untuk saya, kata Cathrine Marshall. Suaminya meninggal karena serangan jantung dalam usia 48 tahun. Kemudian cucunya yang pertama meninggal dlm usia beberapa bulan saja. Demikian pula cucu yang ketiga. Dia membrontak. Setelah 27 tahun berselang akhirnya dia bisa memahami ayat 1 Tesalonika 15:18 itu. Pendapat dia sangat menarik.
       
      Dalam penyerahannya Catherine Marshall berdoa, "Saya memerlukan kehadiranMu dalam kehidupan saya lebih banyak daripada saya memerlukan pengertian. Saya memilih Engkau Tuhan. Saya mempercayaiMu untuk memberi saya pengertian dan suatu jawaban untuk pertanyaan "mengapa" saya, kalau dan apabila Engkau menghendakiNya."
       
      Saya sendiri setelah membaca buku Catherine Marshall itu belum lama ini, baru  paham akan makna dari 1 Tesanolika 15 : 18 itu. Padahal bukunya "TSM" itu saya beli beberapa tahun silam dan ayat itu sudah ratusan kali saya baca dan pernah dengar.
       
      Dalam membaca peristiwa alam atau apa saja, semua orang punya pegangan sendiri-sendiri sebagai alat analisa. Saya terkesan dengan pengalaman pribadi Cathrine Marshal dalam bukunya itu. YANG PALING PENTING ADALAH PENYERTAAN TUHAN, BUKAN KEPUASAN KOGNITIF KITA SOAL PENYEBAB SEGALA SESUATU YANG MEMANG TIDAK DAPAT KITA PAHAMI DENGAN JELAS.
       
      Siapa yang dapat memberikan keterangan yang rasional dan memuaskan tentang musibah gempa dan tsunami baru-baru ini? Terutama kepada mereka yang secara langsung menjadi korban. Kalau ada yang mengatakan peristiwa itu sebagai hukuman Tuhan, lalu bagaimana dengan pembunuh bayaran, pelacur, koruptor, yang sukses dan sehat-sehat terus, panjang umur pula? Apakah mereka tidak dihukum Tuhan? Buktinya mereka sehat walafiat terus.
       
       
      sg

      __________________________________________________
      Do You Yahoo!?
      Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
      http://mail.yahoo.com

    • nomi sinulingga
      Ketika membaca email ini, saya jadi teringat juga buku Catherine Marshall yang berjudul Doa yang dikabulkan yang mungkin saya baca sepuluh tahun yll. Saya
      Message 2 of 2 , Jan 30, 2005
      • 0 Attachment
         Ketika membaca email ini, saya jadi teringat juga buku Catherine Marshall yang berjudul "Doa yang dikabulkan" yang mungkin saya baca sepuluh tahun yll.

        Saya suka membaca tulisan ini karena bagian bawahnya ada tulisan mengenai :

        Kalau ada yang mengatakan peristiwa itu sebagai hukuman Tuhan, lalu bagaimana dengan pembunuh bayaran, pelacur, koruptor, yang sukses dan sehat-sehat terus, panjang umur pula? Apakah mereka tidak dihukum Tuhan? Buktinya mereka sehat walafiat terus.

        Saya pernah membaca seorang hamba Tuhan (saya lupa namanya) yang memiliki keluarga kaya raya..yang berkata "APakah kekayaan keluarga ini kutuk dari Tuhan, karena aku hidup dalam kekayaan..tapi jiwaku kesepian".

        Aku setuju banget, kalo dalam setiap hal kita tetap liat bahwa TUHAN ada disitu, baik keadaan yang baik maupun yang buruk menurut pandangan kita (manusia). KArena Allah kita mampu mendatangkan kebaikan sekalipun menurut kita itu hal buruk.

        Thx dan GBU

        nomi 



        simson ginting <uncleiting2002@...> wrote:
         
        Catherine Marshall dalam bukunya "Tuhan Selalu Menyertai (TSM)" (BPK Gunung Mulia, 1987) menulis bahwa dalam kehidupannya sebagai orang Kristen, ayahnya seorang pendeta demikian pula suaminya Peter Marhall,  27 tahun lamanya dia tidak dapat menerima bahwa Tuhan ada dalam segala hal: apakah Tuhan ada di dalam kematian seorang anak umur 3 tahun yang kebetulan lewat ke tengah jalan dan digilas truk? Apakah Tuhan ada dalam peperangan? Dalam kanker? 
         
        Dia menilai salah sikap tunduk orang Kristen setiap kali diperhadapkan pada tragedi  lalu mengatakan "Itu kehendak Tuhan". Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Dia juga tidak dapat menerima pendapat seorang penulis yang mengutip 1 Tes 15 : 18 "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus bagi kamu". Dalam segala hal, dalam hal buruk maupun baik.
         
        Tidak, ayat itu bukan untuk saya, kata Cathrine Marshall. Suaminya meninggal karena serangan jantung dalam usia 48 tahun. Kemudian cucunya yang pertama meninggal dlm usia beberapa bulan saja. Demikian pula cucu yang ketiga. Dia membrontak. Setelah 27 tahun berselang akhirnya dia bisa memahami ayat 1 Tesalonika 15:18 itu. Pendapat dia sangat menarik.
         
        Dalam penyerahannya Catherine Marshall berdoa, "Saya memerlukan kehadiranMu dalam kehidupan saya lebih banyak daripada saya memerlukan pengertian. Saya memilih Engkau Tuhan. Saya mempercayaiMu untuk memberi saya pengertian dan suatu jawaban untuk pertanyaan "mengapa" saya, kalau dan apabila Engkau menghendakiNya."
         
        Saya sendiri setelah membaca buku Catherine Marshall itu belum lama ini, baru  paham akan makna dari 1 Tesanolika 15 : 18 itu. Padahal bukunya "TSM" itu saya beli beberapa tahun silam dan ayat itu sudah ratusan kali saya baca dan pernah dengar.
         
        Dalam membaca peristiwa alam atau apa saja, semua orang punya pegangan sendiri-sendiri sebagai alat analisa. Saya terkesan dengan pengalaman pribadi Cathrine Marshal dalam bukunya itu. YANG PALING PENTING ADALAH PENYERTAAN TUHAN, BUKAN KEPUASAN KOGNITIF KITA SOAL PENYEBAB SEGALA SESUATU YANG MEMANG TIDAK DAPAT KITA PAHAMI DENGAN JELAS.
         
        Siapa yang dapat memberikan keterangan yang rasional dan memuaskan tentang musibah gempa dan tsunami baru-baru ini? Terutama kepada mereka yang secara langsung menjadi korban. Kalau ada yang mengatakan peristiwa itu sebagai hukuman Tuhan, lalu bagaimana dengan pembunuh bayaran, pelacur, koruptor, yang sukses dan sehat-sehat terus, panjang umur pula? Apakah mereka tidak dihukum Tuhan? Buktinya mereka sehat walafiat terus.
         
         
        sg

        __________________________________________________
        Do You Yahoo!?
        Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
        http://mail.yahoo.com

        Visit our web: www.gbkp.or.id and www.permatagbkp.com




        Do you Yahoo!?
        Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.