Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Fw: [3 Menit Baca] Pengenalan Diri: Maukah Engkau Sembuh? (lanjutan)

Expand Messages
  • Dalton E Pelawi
    Sangat inspiratif Ternyata sering kita menolak kesembuhan masih menyimpan dendam membangun tembok yang tinggi dengan orang lain. Saya mau sembuh Tuhan..  
    Message 1 of 1 , Oct 4, 2012
    • 0 Attachment
      Sangat inspiratif
      Ternyata sering kita menolak kesembuhan
      masih menyimpan dendam
      membangun tembok yang tinggi dengan orang lain.
      Saya mau sembuh Tuhan..
       
      -Dalton E Pelawi-
       
      ----- Forwarded Message -----
      From: 3 Menit Baca <tigamenitbaca@...>
      To: 3menitbaca@yahoogroups.com
      Sent: Friday, October 5, 2012 1:00 AM
      Subject: [3 Menit Baca] Pengenalan Diri: Maukah Engkau Sembuh? (lanjutan)

       

      3 MENIT BACA
      Langkah Kecil untuk Pertumbuhan Rohani Anda!


      5 Oktober 2012
      Iman di Saat Krisis

      258. Pengenalan Diri: Maukah Engkau Sembuh? (lanjutan)
      Setelah saudara saya David meninggal, saya benar-benar merasa sendiri. Kesendirian saya diperburuk dengan kepindahan kami sampai 15 kali. Setiap kali saya mulai berteman dan mulai membangun keintiman dan kepercayaan, kami pindah. Saya belajar untuk mengandalkan diri sendiri. Saya memang memiliki sahabat tapi saya tidak pernah percaya pada siapa pun. Saya menyerah untuk tetap sendirian. Saya terlibat dalam persekutuan kampus di mana saya memiliki persahabatan dan bahkan saya terlibat dalam pelayanan. Namun selama 4 tahun di sana, saya hanya memercayai beberapa orang. Kesedihan saya yang konstan adalah, Tidak seorang pun mengenal saya. Tetapi saya tidak benar-benar terbuka terhadap persahabatan. Saya menyajikan diri sedemikian rupa sehingga tidak seorang pun yang dapat mengenal saya atau tidak ingin mengenal saya. Saya juga membangun penghalang yang sangat tinggi untuk ”mengenal saya”. Tak seorang pun yang dapat mengenal saya seperti yang saya definisikan. Jadi tidak ada yang melakukannya.

      Saya memegang kuat-kuat identitas diri saya sebagai seorang penyendiri. Saya menyalahkan semua orang atas kesendirian saya. Bahkan ketika Yesus membawa orang lain pada saya, saya tetap tidak tergoyahkan. Dia bertanya, “Maukah engkau sembuh?” Saya menjawab tidak, dan mengeluh bahwa kolam persahabatan begitu jauh dari saya. Saya menolak kesembuhan yang Yesus tawarkan. Saya mengabaikan mereka yang Dia bawadan berpegang kuat pada identitas diri saya sebagai seorang yang sakit.  

      ---
      Dikutip dari buku Iman di Saat Krisis (Paul Tokunaga cs., 2010: hal. 8), seizin Literatur Perkantas.

      Esok: Ketaatan: Angkatlah Tilammu dan Berjalanlah!


      --
      Posting oleh 3 Menit Baca ke 3 Menit Baca pada 10/05/2012 01:00:00 AM


    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.