Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [gbkp] "Selamat Karena Anugerah" dan Implikasi Teologisnya

Expand Messages
  • shodanpurba@yahoo.com
    Syalom MJJ: 1. Manusia dijadikan dgn kehendak bebas. Hakekat ini tdk pernah ditiadakan/dianulir oleh Sang Khalik. 2. Kejatuhan menyebabkan kematian rohani dan
    Message 1 of 15 , Apr 1, 2011
    • 0 Attachment
      Syalom MJJ:

      1. Manusia dijadikan dgn kehendak bebas. Hakekat ini tdk pernah ditiadakan/dianulir oleh Sang Khalik.

      2. Kejatuhan menyebabkan kematian rohani dan kehidupan termasuk kehendak bebas yg dikuasai oleh keinginan dosa.

      3. Anugrah, inisiatif Tuhan menghampiri kerentaan manusia dalam manusia Yesus, adalah untuk semua, tanpa pandang bulu.

      4. Response atas "anugrah" beragam; ada yg menyambut, ada yg tidak (mau)tahu dan ada yg menolak. Indikasi sempurna bahwa kehendak bebas itu masih utuh. Tuhan tidak pilih kasih, manusia dgn kehendak bebasnya, memilih.

      5. Sebagai ucapan syukur sudah memperoleh anugrah, orang percaya melakukan pewartaan kabar baik tentang "anugrah."

      Sentabi,
      Bp Nona Sampaguita

      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


      From: "simson m. gintings" <uncleiting2002@...>
      Sender: gbkp@yahoogroups.com
      Date: Thu, 31 Mar 2011 21:07:09 -0700 (PDT)
      To: <gbkp@yahoogroups.com>
      ReplyTo: gbkp@yahoogroups.com
      Cc: <permata-gbkp@yahoogroups.com>
      Subject: Re: [gbkp] "Selamat Karena Anugerah" dan Implikasi Teologisnya

       

      Untuk dapat menghayati makna dari anugerah perlu kita tinjau sejenak dampak dari kejatuhan Adam ke dalam dosa. Sebelum jatuh ke dalam dosa, Adam dilengkapi dengan kehendak bebas (free will).  Ia dapat taat kepada Tuhan secara sukarela tapi juga dapat tidak taat (memberontak) terhadap  Tuhan juga dengan sukarela. Manusia tidak diciptakan sebagai robot tapi sebagai manusia bebas. Tanpa kebebasan tidak mungkin ada ketaatan. Dengan kebebasannya itu  seharusnya manusia memilih untuk memuliakan Tuhan, ternyata tidak demikian.
      ._,___

      Setelah Adam jatuh ke dalam dosa, bagaimana halnya dengan kondisi kehendak bebas(free will) manusia tadi?  Tetap seperti sediakala, rusak sedikit (lecet-lecet saja), atau rusak sama sekali?  Menurut doktrin Katolik misalnya, kerusakan itu tidak total, sedangkan menurut teologia reformasi sangat radikal.

      Dalam Alkitab dikatakan dengan jelas : 

      “Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” (Kejadian 2:17).

      Waktu Adam dan Hawa memakan buah pengetahuan itu ternyata mereka tidak mati. Menurut penafsir yg dimaksudkan bukan kematian fisik melainkan kematian rohani, perpisahan persekutuan dengan Tuhan. 

      “Bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman” (Kejadian 3:8).

      Dengan adanya perpisahan akibat pembrontakan itu manusia menjadi budak dosa. Artinya, tidak bisa tidak berbuat dosa. Kehendak bebas tadi tinggal satu arah saja, berbuat dosa. Memang manusia masih memiliki kebaikan dengan tidak melakukan dosa yang lebih buruk dari yang kita lakukan.

      “Mereka semua ada di bawah kuasa dosa” (Roma 3:9).

      Kalau manusia sudah mati secara rohani, terasing dari Tuhan, mungkinkah atas usahanya sendiri dia dapat menghidupkan dirinya kembali lalu pergi mencari Tuhan? Tentu saja tidak.

      Kalau begitu ketika seseorang menjadi percaya kepada Yesus berarti akibat dari tindakan Tuhan semata (monoenergetik/tindakan sepihak saja). Lalu timbul pertanyaan : kalau ada peran mutlak Tuhan, lantas dimana peranan manusia? Sebaliknya, kalau ada oarang tidak percaya sekalipun sudah mendengar Injil, berarti Tuhan tidak menghidupkan rohaninya untuk percaya. Apakah Tuhan pilih bulu?

      sg




    • simson m. gintings
      Mejuah-juah mpal,   Butir 2 ras butir 4 merlukan penjelasan lebih lanjut. Kalau kejatuhan manusia (Adam) ke dalam dosa mengakibatkan kematian rohani,
      Message 2 of 15 , Apr 1, 2011
      • 0 Attachment
        Mejuah-juah mpal,
         
        Butir 2 ras butir 4 merlukan penjelasan lebih lanjut. Kalau kejatuhan manusia (Adam) ke dalam dosa mengakibatkan kematian rohani, bagaimana ceritanya respons manusia bisa beragam?

        Mengapa ada yang percaya kepada Yesus sebagai juru selamat dan ada yang tidak. Bagi orang percaya timbul peranyaan : apa yg membuat mereka pecaya? Apakah respons itu bergantung kepada masing-masing individu semata? Padahal di butir 2 dikatakan kejatuhan Adam (manusia ke dalam dosa) mengakibatkan kematian rohani.
         
         Bujur
         
         sg
         
        --- On Fri, 4/1/11, shodanpurba@... <shodanpurba@...> wrote:

        From: shodanpurba@... <shodanpurba@...>
        Subject: Re: [gbkp] "Selamat Karena Anugerah" dan Implikasi Teologisnya
        To: gbkp@yahoogroups.com
        Date: Friday, April 1, 2011, 3:01 PM

         
        Syalom MJJ:

        1. Manusia dijadikan dgn kehendak bebas. Hakekat ini tdk pernah ditiadakan/dianulir oleh Sang Khalik.

        2. Kejatuhan menyebabkan kematian rohani dan kehidupan termasuk kehendak bebas yg dikuasai oleh keinginan dosa.

        3. Anugrah, inisiatif Tuhan menghampiri kerentaan manusia dalam manusia Yesus, adalah untuk semua, tanpa pandang bulu.

        4. Response atas "anugrah" beragam; ada yg menyambut, ada yg tidak (mau)tahu dan ada yg menolak. Indikasi sempurna bahwa kehendak bebas itu masih utuh. Tuhan tidak pilih kasih, manusia dgn kehendak bebasnya, memilih.

        5. Sebagai ucapan syukur sudah memperoleh anugrah, orang percaya melakukan pewartaan kabar baik tentang "anugrah."

        Sentabi,
        Bp Nona Sampaguita
        Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

        From: "simson m. gintings" <uncleiting2002@...>
        Sender: gbkp@yahoogroups.com
        Date: Thu, 31 Mar 2011 21:07:09 -0700 (PDT)
        To: <gbkp@yahoogroups.com>
        ReplyTo: gbkp@yahoogroups.com
        Cc: <permata-gbkp@yahoogroups.com>
        Subject: Re: [gbkp] "Selamat Karena Anugerah" dan Implikasi Teologisnya

         
        Untuk dapat menghayati makna dari anugerah perlu kita tinjau sejenak dampak dari kejatuhan Adam ke dalam dosa. Sebelum jatuh ke dalam dosa, Adam dilengkapi dengan kehendak bebas (free will).  Ia dapat taat kepada Tuhan secara sukarela tapi juga dapat tidak taat (memberontak) terhadap  Tuhan juga dengan sukarela. Manusia tidak diciptakan sebagai robot tapi sebagai manusia bebas. Tanpa kebebasan tidak mungkin ada ketaatan. Dengan kebebasannya itu  seharusnya manusia memilih untuk memuliakan Tuhan, ternyata tidak demikian.
        ._,___

        Setelah Adam jatuh ke dalam dosa, bagaimana halnya dengan kondisi kehendak bebas(free will) manusia tadi?  Tetap seperti sediakala, rusak sedikit (lecet-lecet saja), atau rusak sama sekali?  Menurut doktrin Katolik misalnya, kerusakan itu tidak total, sedangkan menurut teologia reformasi sangat radikal.

        Dalam Alkitab dikatakan dengan jelas : 

        “Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” (Kejadian 2:17).

        Waktu Adam dan Hawa memakan buah pengetahuan itu ternyata mereka tidak mati. Menurut penafsir yg dimaksudkan bukan kematian fisik melainkan kematian rohani, perpisahan persekutuan dengan Tuhan. 

        “Bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman” (Kejadian 3:8).

        Dengan adanya perpisahan akibat pembrontakan itu manusia menjadi budak dosa. Artinya, tidak bisa tidak berbuat dosa. Kehendak bebas tadi tinggal satu arah saja, berbuat dosa. Memang manusia masih memiliki kebaikan dengan tidak melakukan dosa yang lebih buruk dari yang kita lakukan.

        “Mereka semua ada di bawah kuasa dosa” (Roma 3:9).

        Kalau manusia sudah mati secara rohani, terasing dari Tuhan, mungkinkah atas usahanya sendiri dia dapat menghidupkan dirinya kembali lalu pergi mencari Tuhan? Tentu saja tidak.

        Kalau begitu ketika seseorang menjadi percaya kepada Yesus berarti akibat dari tindakan Tuhan semata (monoenergetik/tindakan sepihak saja). Lalu timbul pertanyaan : kalau ada peran mutlak Tuhan, lantas dimana peranan manusia? Sebaliknya, kalau ada oarang tidak percaya sekalipun sudah mendengar Injil, berarti Tuhan tidak menghidupkan rohaninya untuk percaya. Apakah Tuhan pilih bulu?

        sg




      • shodanpurba@yahoo.com
        Kenapa respons manusia tidak seragam? Menurut saya sederhana, karena adanya free will. Kebebasan mendorong keberagaman. Kematian rohani tidak menghilangkan
        Message 3 of 15 , Apr 2, 2011
        • 0 Attachment
          Kenapa respons manusia tidak seragam? Menurut saya sederhana, karena adanya free will. Kebebasan mendorong keberagaman. Kematian rohani tidak menghilangkan hakekat bebas.

          Bagaimana keterlibatan Yahwe dalam mempengaruhi penerimaan "anugrah?" Melalui firman-Nya kepada semua. Secara khusus, merupakan "misteri", hak prerogatifNya mencolek orang2 pilihan seperti Rasul Paulus.

          Syalom mejuah-juah, bujur, sentabi.

          Bp Nona Sampaguita

          Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


          From: "simson m. gintings" <uncleiting2002@...>
          Sender: gbkp@yahoogroups.com
          Date: Fri, 1 Apr 2011 07:11:04 -0700 (PDT)
          To: <gbkp@yahoogroups.com>
          ReplyTo: gbkp@yahoogroups.com
          Subject: Re: [gbkp] "Selamat Karena Anugerah" dan Implikasi Teologisnya

           

          Mejuah-juah mpal,
           
          Butir 2 ras butir 4 merlukan penjelasan lebih lanjut. Kalau kejatuhan manusia (Adam) ke dalam dosa mengakibatkan kematian rohani, bagaimana ceritanya respons manusia bisa beragam?

          Mengapa ada yang percaya kepada Yesus sebagai juru selamat dan ada yang tidak. Bagi orang percaya timbul peranyaan : apa yg membuat mereka pecaya? Apakah respons itu bergantung kepada masing-masing individu semata? Padahal di butir 2 dikatakan kejatuhan Adam (manusia ke dalam dosa) mengakibatkan kematian rohani.
           
           Bujur
           
           sg
           
          --- On Fri, 4/1/11, shodanpurba@... <shodanpurba@...> wrote:

          From: shodanpurba@... <shodanpurba@...>
          Subject: Re: [gbkp] "Selamat Karena Anugerah" dan Implikasi Teologisnya
          To: gbkp@yahoogroups.com
          Date: Friday, April 1, 2011, 3:01 PM

           
          Syalom MJJ:

          1. Manusia dijadikan dgn kehendak bebas. Hakekat ini tdk pernah ditiadakan/dianulir oleh Sang Khalik.

          2. Kejatuhan menyebabkan kematian rohani dan kehidupan termasuk kehendak bebas yg dikuasai oleh keinginan dosa.

          3. Anugrah, inisiatif Tuhan menghampiri kerentaan manusia dalam manusia Yesus, adalah untuk semua, tanpa pandang bulu.

          4. Response atas "anugrah" beragam; ada yg menyambut, ada yg tidak (mau)tahu dan ada yg menolak. Indikasi sempurna bahwa kehendak bebas itu masih utuh. Tuhan tidak pilih kasih, manusia dgn kehendak bebasnya, memilih.

          5. Sebagai ucapan syukur sudah memperoleh anugrah, orang percaya melakukan pewartaan kabar baik tentang "anugrah."

          Sentabi,
          Bp Nona Sampaguita
          Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

          From: "simson m. gintings" <uncleiting2002@...>
          Sender: gbkp@yahoogroups.com
          Date: Thu, 31 Mar 2011 21:07:09 -0700 (PDT)
          To: <gbkp@yahoogroups.com>
          ReplyTo: gbkp@yahoogroups.com
          Cc: <permata-gbkp@yahoogroups.com>
          Subject: Re: [gbkp] "Selamat Karena Anugerah" dan Implikasi Teologisnya

           
          Untuk dapat menghayati makna dari anugerah perlu kita tinjau sejenak dampak dari kejatuhan Adam ke dalam dosa. Sebelum jatuh ke dalam dosa, Adam dilengkapi dengan kehendak bebas (free will).  Ia dapat taat kepada Tuhan secara sukarela tapi juga dapat tidak taat (memberontak) terhadap  Tuhan juga dengan sukarela. Manusia tidak diciptakan sebagai robot tapi sebagai manusia bebas. Tanpa kebebasan tidak mungkin ada ketaatan. Dengan kebebasannya itu  seharusnya manusia memilih untuk memuliakan Tuhan, ternyata tidak demikian.
          ._,___

          Setelah Adam jatuh ke dalam dosa, bagaimana halnya dengan kondisi kehendak bebas(free will) manusia tadi?  Tetap seperti sediakala, rusak sedikit (lecet-lecet saja), atau rusak sama sekali?  Menurut doktrin Katolik misalnya, kerusakan itu tidak total, sedangkan menurut teologia reformasi sangat radikal.

          Dalam Alkitab dikatakan dengan jelas : 

          “Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” (Kejadian 2:17).

          Waktu Adam dan Hawa memakan buah pengetahuan itu ternyata mereka tidak mati. Menurut penafsir yg dimaksudkan bukan kematian fisik melainkan kematian rohani, perpisahan persekutuan dengan Tuhan. 

          “Bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman” (Kejadian 3:8).

          Dengan adanya perpisahan akibat pembrontakan itu manusia menjadi budak dosa. Artinya, tidak bisa tidak berbuat dosa. Kehendak bebas tadi tinggal satu arah saja, berbuat dosa. Memang manusia masih memiliki kebaikan dengan tidak melakukan dosa yang lebih buruk dari yang kita lakukan.

          “Mereka semua ada di bawah kuasa dosa” (Roma 3:9).

          Kalau manusia sudah mati secara rohani, terasing dari Tuhan, mungkinkah atas usahanya sendiri dia dapat menghidupkan dirinya kembali lalu pergi mencari Tuhan? Tentu saja tidak.

          Kalau begitu ketika seseorang menjadi percaya kepada Yesus berarti akibat dari tindakan Tuhan semata (monoenergetik/tindakan sepihak saja). Lalu timbul pertanyaan : kalau ada peran mutlak Tuhan, lantas dimana peranan manusia? Sebaliknya, kalau ada oarang tidak percaya sekalipun sudah mendengar Injil, berarti Tuhan tidak menghidupkan rohaninya untuk percaya. Apakah Tuhan pilih bulu?

          sg




        • haryanto bode
          Hidup Dalam Doa Doa dan Instrument Doa Doa adalah nafas bagi kehidupan orang percaya. Lupa berdoa sama dengan lupa bernafas, dalam arti nafas rohani. Doa
          Message 4 of 15 , Apr 2, 2011
          • 0 Attachment

            Hidup Dalam Doa


            Doa dan Instrument Doa

            Doa adalah nafas bagi kehidupan orang percaya. Lupa berdoa sama dengan lupa bernafas, dalam arti nafas rohani. Doa merupakan cara yang efektif dalam berkomunikasi dengan Tuhan khalik langit dan bumi. Karena Tuhan adalah Roh (Yohanes 4: 24; 2 Kor 3:17) maka setiap orang yang ingin berkomunikasi dengan Tuhan, menyembah, memuji, ucapan syukur dan doa semua seharus di dalam roh dan kebenaran. Kita dapat dengan intim berkomunikasi dengan Tuhan didalam doa (1Tes 5:16).

            Doa secara rohani merupakan komunikasi/kontak roh-Roh antara manusia (roh-manusia) dengan Tuhan yang adalah Roh. Di dalam doa, manusia seharusnya kembali kerohnya lalu berkontak dengan Tuhan. Karena Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya (Amsal 20:27). Instrumen doa adalah roh manusia, dan kebenaran adalah Yesus itu sendiri.


            Roh Manusia <===> Tuhan adalah ROH



            Hidup dan Kualitas Hubungan Kita dengan Tuhan dan sesama manusia

            Hidup adalah penuh misteri dan perubahan, bagaimana kita membawa misteri hidup kita kedalam misteri Tuhan dalam nama Yesus? Bagaimana misteri Yesus akan keselamatan dan hidup yang kekal agar menjadi milik kita? Hidup yang dinginkan Tuhan adalah hidup dalam iman dan melalukan kehendakNYA. Kehendak Tuhan adalah damai di bumi seperti di surga (doa Bapa Kami). Bagaimana kita mengenal kehendak Tuhan dalam hidup kita.  Untuk itu kita perlu belajar dan menikmati firmanNya sebagai makanan rohani (1 Kor. 10:3) dan berkomunikasi denganNya.

            Kebenaran didalam Yesus membuat kita dilahir barukan, dibenarkan, dikuduskan, dipermuliakan bahkan diangakat menjadi anak, Yesus adalah yang sulung dan kita menjadi saudara-saudaranya (Roma 8:29) Sebagai anak Tuhan, seharusnya kita memilki hubungan yang akrab dengan bapa.

            Tuhan maha kuasa, Tuhan mampu melakukan apa saja untuk itu diperlukan iman dan ketekunan dalam berdoa, untuk itu diperlukan hubungan yang intim dengan Tuhan. Kesuguhan dapat ditunjukkan melalui penyerahan diri kita dalam pelayanan kita kepada Tuhan terhadap manusia. Pelayanan kita kepada Tuhan merupakan bukti kesunguhan kita didalam Tuhan dan dihormati Bapa (Yoh 12:26).

            Yesus mengajarkan kita mengasihi Bapa dan juga mengasihi sesama manusia (Mat .22: 37-39). Mengasihi Yesus berarti melakukan kehendakNya. Didalam kasih Yesus kita belajar mengasihi musuh sekalipun. Hubungan kita dengan Tuhan juga harus dilanjutkan dengan hubungan kita terhadap sesama. Doa kita dan hubungan kita dengan sesama menentukan kemuliaan kita dihadapan Tuhan (Mark. 11:25).


            Doa dan Kuasa Doa

            Berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa didalam roh dan kebenaran. Roh manusia sebagai alat komunikasi dan kebenaran itu  adalah Yesus sendiri.  Rahasia Allah ada didalam Yesus karena Bapa dan Yesus adalah satu (Yoh 10:30), dan saat ini Yesus duduk disebelah kanan Bapa (Luk 22:69). Nama Yesus penuh kuasa, Yesus adalah satu-satunya nama yang dapat membawa doa kita kepada Bapa (Yohanes 14:6). Doa yang kita sampaikan didalam Yesus sampai kepada Bapa. Oleh karena itu kita harus berdoa di dalam roh atas nama Tuhan Yesus (Yoh 14:12-14).

            Bagaimana sesunguhnya hubungan kita dengan Tuhan, apakah kita benar-benar mengenal Tuhan sebagai Tuhan untuk disembah, sebagai bapa untuk segala permohonan, sebagai patner di dalam Yesus untuk bekerja sama, sebagai penolong di dalam Roh Kudus. Keintiman kita dengan Tuhan akan mempengaruhi kepekaan kita dalam berkomunikasi dalam doa dan mendengar jawaban dari doa kita. Hidup didalam Tuhan adalah kunci keberhasilan dari doa kita (Yoh 15:7).


            Sikap Dalam Doa

            Bagian dari doa selalu berhubungan dengan memuliakan Tuhan, ucapan syukur, pemohonan bahkan keluhan dan kekesalan. Namun perlu kita diingat bahwa Tuhan adalah Tuhan sehingga segala sesuatu dalam doa harus menjaga sikap doa, attitude dalam berdoa. Sikap doa itu seperti diajarkan oleh Yesus hal DOA BAPA KAMI (Mat.6: 9-13). Doa pujian karena Tuhan adalah Tuhan, ucapan syukur karena Tuhan menyertai hidup kita, rencana kita mengharapkan pertolongan dan bimbingan Tuhan akan usaha kita. Doa dalam kelemahan, apabila dalam kesusahaan kita lebih dahulu mengevaluasi kelemahan itu apakah karena kelalaian dan dosa kita? Lalu minta ampun pada Tuhan dan menyerahkan masa depan kita kedalam tangannya.

            Dalam berdoa kita dapat mendoakan siapa saja, mendoakan pribadi, keluarga orang lain, negara dan  apa saja (Mat.7:7-8). Namun jangan lupa mendoakan para pelayan Tuhan, full timer dalam rangka membagun kerajaan surga. Mendoakan pelayanan Tuhan agar diberikan kebijaksanaan dan kekuatan demi penghidupan gereja dan persekutuan di dalam rancangan Tuhan dalam KerajaanNYA (Luk 10:2).

             

            Doa  dan Kehendak Tuhan

            Belajar dari doa Yesus di Getsmani (Markus 14:36), Yesus dengan sunguh berdoa, Yesus menangis dalam permohonannya dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan. Hasil akhirnya adalah Yesus masuk dalam rencana Tuhan yang sempurna yaitu disalibkan, mati dan bangkit serta naik kesurga. Sebuah kehendak yang sempurna Yesus yang dimuliakan dan duduk disebelah kanan Bapa.

            Doa dengan Iman dan kesunguhan seharusnya diserahkan kepada kehendak Tuhan, karena rancangan Tuhan adalah rancangan yang damai dan sejahtera. Tuhan akan memberikan sesuai dengan yang kita perlukan. Seorang bapak tidak akan memberikan ular jika anaknya meminta ikan (Mat 7:10). Namun kita harus meminta agar kita mendapatkannya (Mat 7:7).

            Jawaban doa yang tertunda mungkin saja karena Tuhan ingin kita lebih dekat lagi denganNYA, mungkin Tuhan menginginkan kita lebih kasih lagi kepada sesama, mungkin Tuhan ingin kita bekerja lebih giat lagi. Mungkin saja doa itu keliru dan tidak tepat. Namun bisa saja Tuhan sedang menguji kesetiaan kita (Mark. 10: 46-52). Untuk itu tetap berdoa dan bekerja, karena Tuhan menginginkan hal demikian.


            Doa Khusus dan implementasi doa

            Doa yang khusus, seperti doa kesembuhan dan sebagainya merupakan talenta yang diberikan Tuhan secara khusus. Doa orang benar besar kuasanya (Yak 5:16). Untuk hal ini setiap orang memiliki pengalamannya sendiri dihadapan Tuhan, namun alkitab dengan jelas mengatakan kejarlah kasih (1 Kor 14:1). Implementasi dari hasil doa menjadi kesaksian didalam hidup kita demi memuliakan nama Tuhan dan penghidupan gereja. Kesaksian yang benar dari seorang yang benar akan membangun persekutuan.

             

            Kesimpulan

            Berdoa di dalam roh dan kebenaran, dalam nama Yesus. Kuasa doa ada dalam nama Yesus. Jawaban doa akan bergantung terhadap hubungan kita dengan Tuhan. Doa yang benar adalah doa yang menyerahkan hasilnya menurut kehendak Tuhan. Doa yang belum dijawab dimungkinkan karena keinginan Tuhan secara pribadi terhadap kita.

             

            *Dikutip dari berbagai sumber dan disampaikan dalam PA Kawankita, NCKU Tainan Taiwan, 02 March 2011 oleh: Bode Haryanto


          • gmtarigan@yahoo.com
            Mejuah-juah man seninangku Tarigan Mergana Haryanto Bode terlebih senina ibas Jesus Kristus. Kerina kai si si isehken ndu e Hidup Dalam Doa setuju kel aku
            Message 5 of 15 , Apr 2, 2011
            • 0 Attachment
              Mejuah-juah man seninangku Tarigan Mergana Haryanto Bode terlebih senina ibas Jesus Kristus. Kerina kai si si isehken ndu e Hidup Dalam Doa setuju kel aku secara menyeluruh 100 % lah sebab kidekah enda pe she gundari pe bagem pengertinku ras carangku pe. Hanya lit gundari rusur prnungkunrnku si lalap aku la puas jababenna kerna kuja kita ertoto. Toto GBKP rusur si kupake emkap ertoto man Bapa Sini Surga ibas gelar anakNa Jesus Kristus alu gegeh Kesah Si Badia, tapi gundari enterem ka Pandita si erkhotbah ku GBKP maka ia ertoto man Jesus ibas gelar Jesus bage pe i radio RPK rusur ku begi toto si bage walo pe kari itutupna alu Doa Bapa Kami. Cuba kam diskusi ijena entah kai nge lit kari jawabenna si memuasken. Bjr. Pt. Em. Guapa Malem Tarigan

              Sent from my BlackBerry®
              powered by Sinyal Kuat INDOSAT


              From: haryanto bode <edobtrg@...>
              Sender: gbkp@yahoogroups.com
              Date: Sat, 2 Apr 2011 06:34:06 -0700 (PDT)
              To: <gbkp@yahoogroups.com>
              ReplyTo: gbkp@yahoogroups.com
              Subject: [gbkp] Hidup Dalam Doa (Modul PA KAwankita Mahasiswa Indonesia di NCKU Tainan) Sekedar berbagi.

               

              Hidup Dalam Doa


              Doa dan Instrument Doa

              Doa adalah nafas bagi kehidupan orang percaya. Lupa berdoa sama dengan lupa bernafas, dalam arti nafas rohani. Doa merupakan cara yang efektif dalam berkomunikasi dengan Tuhan khalik langit dan bumi. Karena Tuhan adalah Roh (Yohanes 4: 24; 2 Kor 3:17) maka setiap orang yang ingin berkomunikasi dengan Tuhan, menyembah, memuji, ucapan syukur dan doa semua seharus di dalam roh dan kebenaran. Kita dapat dengan intim berkomunikasi dengan Tuhan didalam doa (1Tes 5:16).

              Doa secara rohani merupakan komunikasi/kontak roh-Roh antara manusia (roh-manusia) dengan Tuhan yang adalah Roh. Di dalam doa, manusia seharusnya kembali kerohnya lalu berkontak dengan Tuhan. Karena Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya (Amsal 20:27). Instrumen doa adalah roh manusia, dan kebenaran adalah Yesus itu sendiri.


              Roh Manusia <===> Tuhan adalah ROH



              Hidup dan Kualitas Hubungan Kita dengan Tuhan dan sesama manusia

              Hidup adalah penuh misteri dan perubahan, bagaimana kita membawa misteri hidup kita kedalam misteri Tuhan dalam nama Yesus? Bagaimana misteri Yesus akan keselamatan dan hidup yang kekal agar menjadi milik kita? Hidup yang dinginkan Tuhan adalah hidup dalam iman dan melalukan kehendakNYA. Kehendak Tuhan adalah damai di bumi seperti di surga (doa Bapa Kami). Bagaimana kita mengenal kehendak Tuhan dalam hidup kita.  Untuk itu kita perlu belajar dan menikmati firmanNya sebagai makanan rohani (1 Kor. 10:3) dan berkomunikasi denganNya.

              Kebenaran didalam Yesus membuat kita dilahir barukan, dibenarkan, dikuduskan, dipermuliakan bahkan diangakat menjadi anak, Yesus adalah yang sulung dan kita menjadi saudara-saudaranya (Roma 8:29) Sebagai anak Tuhan, seharusnya kita memilki hubungan yang akrab dengan bapa.

              Tuhan maha kuasa, Tuhan mampu melakukan apa saja untuk itu diperlukan iman dan ketekunan dalam berdoa, untuk itu diperlukan hubungan yang intim dengan Tuhan. Kesuguhan dapat ditunjukkan melalui penyerahan diri kita dalam pelayanan kita kepada Tuhan terhadap manusia. Pelayanan kita kepada Tuhan merupakan bukti kesunguhan kita didalam Tuhan dan dihormati Bapa (Yoh 12:26).

              Yesus mengajarkan kita mengasihi Bapa dan juga mengasihi sesama manusia (Mat .22: 37-39). Mengasihi Yesus berarti melakukan kehendakNya. Didalam kasih Yesus kita belajar mengasihi musuh sekalipun. Hubungan kita dengan Tuhan juga harus dilanjutkan dengan hubungan kita terhadap sesama. Doa kita dan hubungan kita dengan sesama menentukan kemuliaan kita dihadapan Tuhan (Mark. 11:25).


              Doa dan Kuasa Doa

              Berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa didalam roh dan kebenaran. Roh manusia sebagai alat komunikasi dan kebenaran itu  adalah Yesus sendiri.  Rahasia Allah ada didalam Yesus karena Bapa dan Yesus adalah satu (Yoh 10:30), dan saat ini Yesus duduk disebelah kanan Bapa (Luk 22:69). Nama Yesus penuh kuasa, Yesus adalah satu-satunya nama yang dapat membawa doa kita kepada Bapa (Yohanes 14:6). Doa yang kita sampaikan didalam Yesus sampai kepada Bapa. Oleh karena itu kita harus berdoa di dalam roh atas nama Tuhan Yesus (Yoh 14:12-14).

              Bagaimana sesunguhnya hubungan kita dengan Tuhan, apakah kita benar-benar mengenal Tuhan sebagai Tuhan untuk disembah, sebagai bapa untuk segala permohonan, sebagai patner di dalam Yesus untuk bekerja sama, sebagai penolong di dalam Roh Kudus. Keintiman kita dengan Tuhan akan mempengaruhi kepekaan kita dalam berkomunikasi dalam doa dan mendengar jawaban dari doa kita. Hidup didalam Tuhan adalah kunci keberhasilan dari doa kita (Yoh 15:7).


              Sikap Dalam Doa

              Bagian dari doa selalu berhubungan dengan memuliakan Tuhan, ucapan syukur, pemohonan bahkan keluhan dan kekesalan. Namun perlu kita diingat bahwa Tuhan adalah Tuhan sehingga segala sesuatu dalam doa harus menjaga sikap doa, attitude dalam berdoa. Sikap doa itu seperti diajarkan oleh Yesus hal DOA BAPA KAMI (Mat.6: 9-13). Doa pujian karena Tuhan adalah Tuhan, ucapan syukur karena Tuhan menyertai hidup kita, rencana kita mengharapkan pertolongan dan bimbingan Tuhan akan usaha kita. Doa dalam kelemahan, apabila dalam kesusahaan kita lebih dahulu mengevaluasi kelemahan itu apakah karena kelalaian dan dosa kita? Lalu minta ampun pada Tuhan dan menyerahkan masa depan kita kedalam tangannya.

              Dalam berdoa kita dapat mendoakan siapa saja, mendoakan pribadi, keluarga orang lain, negara dan  apa saja (Mat.7:7-8). Namun jangan lupa mendoakan para pelayan Tuhan, full timer dalam rangka membagun kerajaan surga. Mendoakan pelayanan Tuhan agar diberikan kebijaksanaan dan kekuatan demi penghidupan gereja dan persekutuan di dalam rancangan Tuhan dalam KerajaanNYA (Luk 10:2).

               

              Doa  dan Kehendak Tuhan

              Belajar dari doa Yesus di Getsmani (Markus 14:36), Yesus dengan sunguh berdoa, Yesus menangis dalam permohonannya dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan. Hasil akhirnya adalah Yesus masuk dalam rencana Tuhan yang sempurna yaitu disalibkan, mati dan bangkit serta naik kesurga. Sebuah kehendak yang sempurna Yesus yang dimuliakan dan duduk disebelah kanan Bapa.

              Doa dengan Iman dan kesunguhan seharusnya diserahkan kepada kehendak Tuhan, karena rancangan Tuhan adalah rancangan yang damai dan sejahtera. Tuhan akan memberikan sesuai dengan yang kita perlukan. Seorang bapak tidak akan memberikan ular jika anaknya meminta ikan (Mat 7:10). Namun kita harus meminta agar kita mendapatkannya (Mat 7:7).

              Jawaban doa yang tertunda mungkin saja karena Tuhan ingin kita lebih dekat lagi denganNYA, mungkin Tuhan menginginkan kita lebih kasih lagi kepada sesama, mungkin Tuhan ingin kita bekerja lebih giat lagi. Mungkin saja doa itu keliru dan tidak tepat. Namun bisa saja Tuhan sedang menguji kesetiaan kita (Mark. 10: 46-52). Untuk itu tetap berdoa dan bekerja, karena Tuhan menginginkan hal demikian.


              Doa Khusus dan implementasi doa

              Doa yang khusus, seperti doa kesembuhan dan sebagainya merupakan talenta yang diberikan Tuhan secara khusus. Doa orang benar besar kuasanya (Yak 5:16). Untuk hal ini setiap orang memiliki pengalamannya sendiri dihadapan Tuhan, namun alkitab dengan jelas mengatakan kejarlah kasih (1 Kor 14:1). Implementasi dari hasil doa menjadi kesaksian didalam hidup kita demi memuliakan nama Tuhan dan penghidupan gereja. Kesaksian yang benar dari seorang yang benar akan membangun persekutuan.

               

              Kesimpulan

              Berdoa di dalam roh dan kebenaran, dalam nama Yesus. Kuasa doa ada dalam nama Yesus. Jawaban doa akan bergantung terhadap hubungan kita dengan Tuhan. Doa yang benar adalah doa yang menyerahkan hasilnya menurut kehendak Tuhan. Doa yang belum dijawab dimungkinkan karena keinginan Tuhan secara pribadi terhadap kita.

               

              *Dikutip dari berbagai sumber dan disampaikan dalam PA Kawankita, NCKU Tainan Taiwan, 02 March 2011 oleh: Bode Haryanto


            • haryanto bode
              Bujur Pak Pertua GM Tarigan, Kita yakin bahwa sesunguhnya Tuhan adalah Tuhan, dan Tuhan adalah tetap dan tidak berubah. Namun disisi lain. pengenalan manusia
              Message 6 of 15 , Apr 3, 2011
              • 0 Attachment
                Bujur Pak Pertua GM Tarigan,
                Kita yakin bahwa sesunguhnya Tuhan adalah Tuhan, dan Tuhan adalah tetap dan tidak berubah. Namun disisi lain. pengenalan manusia akan Tuhan yang mengalami dinamika, sehinga belakangan ini telah terjadi pemahaman secara rohani bahwa BAPA/YAHWEH dan ANAK adalah satu dan demikian kata alkitab.  Yesus adalah Tuhan yang efektif untuk disembah.

                Ada yang mengatakan Bapa terlalu Kudus dan Suci Jauh di Surga, dan kita telah punya Yesus yang dekat dan menjadi saudara kita.  Selama ini juga banyak orang yang sulit mengenal BAPA dengan benar, baik sekelas Raja Daud sekalipun akhirnya sedemikian. Oleh karena itu banyak yang yakin  Yesus adalah BAPA dan ROH KUDUS itu dalam satu kesatuan Rohani, secara trinitas tadi.

                Ada ajaran seperti ini, bahwa kita adalah PERBESARAN BANGUNAN ALLAH, Building of God. Bangunan itu dibangun di dalam Yesus. Sehingga Yesuslah yang menjadi sentral bangunan itu, Building of God ini tentunya secara rohani. Dalam building itu semua menjadi satu di dalam Yesus.

                Tapi gereja GBKP mungkin tidak mengajarkan hal ini, tetapi mengajarkan hal-hal yang praktikal akan hubungan Tuhan dan manusia, tetapi banyak gereja yang lebih kepada pengajaran teologia. GBKP mungkin melihat secara praktikal  sesunguhnya Tuhan BAPA dan ANAK dan ROH KUDUS memilki fungsinya masing-masing.

                Saya pribadi menikmati pembelajaran dari berbagai teologia/gereja, namun saya masih yakin GBKP itu mengarah kefiladelfia kasih dengan persaudaraan, hanya mungkin pembelajaran teologianya perlu ditingkatkan.

                Mengenai doa dalam nama Bapa dan anak, nanti saya akan tanyakan ke Rev. Augustin, sekedar meminta pendapatnya.

                Bujur.....
                BHTRG, Tw



                From: "gmtarigan@..." <gmtarigan@...>
                To: gbkp@yahoogroups.com
                Sent: Sun, April 3, 2011 6:58:31 AM
                Subject: Re: [gbkp] Hidup Dalam Doa (Modul PA KAwankita Mahasiswa Indonesia di NCKU Tainan) Sekedar berbagi.

                 

                Mejuah-juah man seninangku Tarigan Mergana Haryanto Bode terlebih senina ibas Jesus Kristus. Kerina kai si si isehken ndu e Hidup Dalam Doa setuju kel aku secara menyeluruh 100 % lah sebab kidekah enda pe she gundari pe bagem pengertinku ras carangku pe. Hanya lit gundari rusur prnungkunrnku si lalap aku la puas jababenna kerna kuja kita ertoto. Toto GBKP rusur si kupake emkap ertoto man Bapa Sini Surga ibas gelar anakNa Jesus Kristus alu gegeh Kesah Si Badia, tapi gundari enterem ka Pandita si erkhotbah ku GBKP maka ia ertoto man Jesus ibas gelar Jesus bage pe i radio RPK rusur ku begi toto si bage walo pe kari itutupna alu Doa Bapa Kami. Cuba kam diskusi ijena entah kai nge lit kari jawabenna si memuasken. Bjr. Pt. Em. Guapa Malem Tarigan

                Sent from my BlackBerry®
                powered by Sinyal Kuat INDOSAT


                From: haryanto bode <edobtrg@...>
                Sender: gbkp@yahoogroups.com
                Date: Sat, 2 Apr 2011 06:34:06 -0700 (PDT)
                To: <gbkp@yahoogroups.com>
                ReplyTo: gbkp@yahoogroups.com
                Subject: [gbkp] Hidup Dalam Doa (Modul PA KAwankita Mahasiswa Indonesia di NCKU Tainan) Sekedar berbagi.

                 

                Hidup Dalam Doa


                Doa dan Instrument Doa

                Doa adalah nafas bagi kehidupan orang percaya. Lupa berdoa sama dengan lupa bernafas, dalam arti nafas rohani. Doa merupakan cara yang efektif dalam berkomunikasi dengan Tuhan khalik langit dan bumi. Karena Tuhan adalah Roh (Yohanes 4: 24; 2 Kor 3:17) maka setiap orang yang ingin berkomunikasi dengan Tuhan, menyembah, memuji, ucapan syukur dan doa semua seharus di dalam roh dan kebenaran. Kita dapat dengan intim berkomunikasi dengan Tuhan didalam doa (1Tes 5:16).

                Doa secara rohani merupakan komunikasi/kontak roh-Roh antara manusia (roh-manusia) dengan Tuhan yang adalah Roh. Di dalam doa, manusia seharusnya kembali kerohnya lalu berkontak dengan Tuhan. Karena Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya (Amsal 20:27). Instrumen doa adalah roh manusia, dan kebenaran adalah Yesus itu sendiri.


                Roh Manusia <===> Tuhan adalah ROH



                Hidup dan Kualitas Hubungan Kita dengan Tuhan dan sesama manusia

                Hidup adalah penuh misteri dan perubahan, bagaimana kita membawa misteri hidup kita kedalam misteri Tuhan dalam nama Yesus? Bagaimana misteri Yesus akan keselamatan dan hidup yang kekal agar menjadi milik kita? Hidup yang dinginkan Tuhan adalah hidup dalam iman dan melalukan kehendakNYA. Kehendak Tuhan adalah damai di bumi seperti di surga (doa Bapa Kami). Bagaimana kita mengenal kehendak Tuhan dalam hidup kita.  Untuk itu kita perlu belajar dan menikmati firmanNya sebagai makanan rohani (1 Kor. 10:3) dan berkomunikasi denganNya.

                Kebenaran didalam Yesus membuat kita dilahir barukan, dibenarkan, dikuduskan, dipermuliakan bahkan diangakat menjadi anak, Yesus adalah yang sulung dan kita menjadi saudara-saudaranya (Roma 8:29) Sebagai anak Tuhan, seharusnya kita memilki hubungan yang akrab dengan bapa.

                Tuhan maha kuasa, Tuhan mampu melakukan apa saja untuk itu diperlukan iman dan ketekunan dalam berdoa, untuk itu diperlukan hubungan yang intim dengan Tuhan. Kesuguhan dapat ditunjukkan melalui penyerahan diri kita dalam pelayanan kita kepada Tuhan terhadap manusia. Pelayanan kita kepada Tuhan merupakan bukti kesunguhan kita didalam Tuhan dan dihormati Bapa (Yoh 12:26).

                Yesus mengajarkan kita mengasihi Bapa dan juga mengasihi sesama manusia (Mat .22: 37-39). Mengasihi Yesus berarti melakukan kehendakNya. Didalam kasih Yesus kita belajar mengasihi musuh sekalipun. Hubungan kita dengan Tuhan juga harus dilanjutkan dengan hubungan kita terhadap sesama. Doa kita dan hubungan kita dengan sesama menentukan kemuliaan kita dihadapan Tuhan (Mark. 11:25).


                Doa dan Kuasa Doa

                Berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa didalam roh dan kebenaran. Roh manusia sebagai alat komunikasi dan kebenaran itu  adalah Yesus sendiri.  Rahasia Allah ada didalam Yesus karena Bapa dan Yesus adalah satu (Yoh 10:30), dan saat ini Yesus duduk disebelah kanan Bapa (Luk 22:69). Nama Yesus penuh kuasa, Yesus adalah satu-satunya nama yang dapat membawa doa kita kepada Bapa (Yohanes 14:6). Doa yang kita sampaikan didalam Yesus sampai kepada Bapa. Oleh karena itu kita harus berdoa di dalam roh atas nama Tuhan Yesus (Yoh 14:12-14).

                Bagaimana sesunguhnya hubungan kita dengan Tuhan, apakah kita benar-benar mengenal Tuhan sebagai Tuhan untuk disembah, sebagai bapa untuk segala permohonan, sebagai patner di dalam Yesus untuk bekerja sama, sebagai penolong di dalam Roh Kudus. Keintiman kita dengan Tuhan akan mempengaruhi kepekaan kita dalam berkomunikasi dalam doa dan mendengar jawaban dari doa kita. Hidup didalam Tuhan adalah kunci keberhasilan dari doa kita (Yoh 15:7).


                Sikap Dalam Doa

                Bagian dari doa selalu berhubungan dengan memuliakan Tuhan, ucapan syukur, pemohonan bahkan keluhan dan kekesalan. Namun perlu kita diingat bahwa Tuhan adalah Tuhan sehingga segala sesuatu dalam doa harus menjaga sikap doa, attitude dalam berdoa. Sikap doa itu seperti diajarkan oleh Yesus hal DOA BAPA KAMI (Mat.6: 9-13). Doa pujian karena Tuhan adalah Tuhan, ucapan syukur karena Tuhan menyertai hidup kita, rencana kita mengharapkan pertolongan dan bimbingan Tuhan akan usaha kita. Doa dalam kelemahan, apabila dalam kesusahaan kita lebih dahulu mengevaluasi kelemahan itu apakah karena kelalaian dan dosa kita? Lalu minta ampun pada Tuhan dan menyerahkan masa depan kita kedalam tangannya.

                Dalam berdoa kita dapat mendoakan siapa saja, mendoakan pribadi, keluarga orang lain, negara dan  apa saja (Mat.7:7-8). Namun jangan lupa mendoakan para pelayan Tuhan, full timer dalam rangka membagun kerajaan surga. Mendoakan pelayanan Tuhan agar diberikan kebijaksanaan dan kekuatan demi penghidupan gereja dan persekutuan di dalam rancangan Tuhan dalam KerajaanNYA (Luk 10:2).

                 

                Doa  dan Kehendak Tuhan

                Belajar dari doa Yesus di Getsmani (Markus 14:36), Yesus dengan sunguh berdoa, Yesus menangis dalam permohonannya dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan. Hasil akhirnya adalah Yesus masuk dalam rencana Tuhan yang sempurna yaitu disalibkan, mati dan bangkit serta naik kesurga. Sebuah kehendak yang sempurna Yesus yang dimuliakan dan duduk disebelah kanan Bapa.

                Doa dengan Iman dan kesunguhan seharusnya diserahkan kepada kehendak Tuhan, karena rancangan Tuhan adalah rancangan yang damai dan sejahtera. Tuhan akan memberikan sesuai dengan yang kita perlukan. Seorang bapak tidak akan memberikan ular jika anaknya meminta ikan (Mat 7:10). Namun kita harus meminta agar kita mendapatkannya (Mat 7:7).

                Jawaban doa yang tertunda mungkin saja karena Tuhan ingin kita lebih dekat lagi denganNYA, mungkin Tuhan menginginkan kita lebih kasih lagi kepada sesama, mungkin Tuhan ingin kita bekerja lebih giat lagi. Mungkin saja doa itu keliru dan tidak tepat. Namun bisa saja Tuhan sedang menguji kesetiaan kita (Mark. 10: 46-52). Untuk itu tetap berdoa dan bekerja, karena Tuhan menginginkan hal demikian.


                Doa Khusus dan implementasi doa

                Doa yang khusus, seperti doa kesembuhan dan sebagainya merupakan talenta yang diberikan Tuhan secara khusus. Doa orang benar besar kuasanya (Yak 5:16). Untuk hal ini setiap orang memiliki pengalamannya sendiri dihadapan Tuhan, namun alkitab dengan jelas mengatakan kejarlah kasih (1 Kor 14:1). Implementasi dari hasil doa menjadi kesaksian didalam hidup kita demi memuliakan nama Tuhan dan penghidupan gereja. Kesaksian yang benar dari seorang yang benar akan membangun persekutuan.

                 

                Kesimpulan

                Berdoa di dalam roh dan kebenaran, dalam nama Yesus. Kuasa doa ada dalam nama Yesus. Jawaban doa akan bergantung terhadap hubungan kita dengan Tuhan. Doa yang benar adalah doa yang menyerahkan hasilnya menurut kehendak Tuhan. Doa yang belum dijawab dimungkinkan karena keinginan Tuhan secara pribadi terhadap kita.

                 

                *Dikutip dari berbagai sumber dan disampaikan dalam PA Kawankita, NCKU Tainan Taiwan, 02 March 2011 oleh: Bode Haryanto


              Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.