Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Namo Rambe Cafe

Expand Messages
  • Irianto Tarigan
    Mejuah juah Namo Rambe Cafe,   Kuga beritana Namo Rambe Cafe? Enggo ndekah sitik  ka lalit terbegi berita runggu i Namo Rambe Cafe. Biasana analisa Guru
    Message 1 of 15 , Apr 1, 2010
    • 0 Attachment
      Mejuah juah Namo Rambe Cafe,
       
      Kuga beritana Namo Rambe Cafe?
      Enggo ndekah sitik  ka lalit terbegi berita runggu i Namo Rambe Cafe.
      Biasana analisa Guru Khalsa, Tamburrakrak ras Tan Beng San cukup mbages.
      Mbera, udan pe bagenda wari, la erbanca Guru Khalsa rusur cicudu.
       
      Salam.
      Irianto Tarigan 

      --- On Wed, 3/31/10, shodan purba <shodanpurba@...> wrote:

      From: shodan purba <shodanpurba@...>
      Subject: [gbkp] Re: [tanahkaro] Re: (CAP-CAI) Tekhnologi akan ulangi kejayaan pertanian Karo
      To: tanahkaro@yahoogroups.com, "Kom Karo" <komunitaskaro@yahoogroups.com>, gbkp@yahoogroups.com
      Date: Wednesday, March 31, 2010, 11:54 PM

       
      MJJ:
      Salah satu fokus dari pengembangan pertanian seperti di dataran tinggi Karo adalah "Strategi Cap-Cai", aneka-tanam, mix-farming, mau sebut apa saja, tetapi tidak harus tumpang sari. Di era 70-an 'erjuma cap-cai' sudah diadopsi oleh petani di sekitar Gongsol, Kampung Merdeka (d/h Keling) di balik Gundaling Berastagi, untuk menghindari resiko fluktuasi harga. Ada keterbatasan lahan di perparah dengan keausan lahan dan tentunya fluktuasi harga serta faktor cepat rusak atau perishability komoditas pertanian. Small is beautiful.  Selain resiko kejatuhan harga yang terkendali, petani yang mengikuti akan dapat mendistribusikan waktu kerja mereka dengan baik sepanjang tahun. Arus kas juga menjadi lebih stabil. Pilihan komoditas di sekitar Berastagi cukup beragam. Berbagai seledri, (sop ruah, sop daun), Peleng, Wartel, Lobak, Tang-ho, Arcis, Cina Renceng, Parsley, Prei dan lain sebagainya.  Dengan strategi seperti ini, bila dengan sengaja di-fasilitasi,  siapapun yang 'merasa' menjadi penanggung jawab kejatuhan telak harga, dapat menyatakan kepada yang mengeluh: emaka ola kena erpasang, nake!

      Tadi malam masuk ke "Toko Buah & Sayur Segar" tertegun melihat sudah ada "Bawang Prei" (bukan daun bawang/son ex Puncak) yang disebut "Bawang Son", ex China!!! Puluhan tahun bawang prei ex dataran tinggi Karo menjadi primadona 'high-valued vegetables' di Singapore dan Malaysia. Jadi teringat bagaimana seorang Tauke di Pasir Panjang Wholesale market di Singapura menunjukkan bagaimana mengetahui bawang prei ex Doulu dan Raja Berneh  dengan yang dari sekitar Gongsol dan Keling. Beliau patahkan daunnya dan ada yang patah, yang lebih disukai, dan ada yang lebih liat. Sayang sekali, praktis sama sekali tidak ada upaya fasilitator yang berhasil untuk mempertahankan keunggulan yang sudah ada! Walau sudah dibantu lembaga asing (FES denga PASMAKOP-nya) mempertahankan kualitas atau regenerasi bibit (diambil anaknya, seperti pisang) tidak dapat dilakukan. Sekarang ini permasalahan bibit sudah semakin parah.  Saya dengar ada "embargo" bibit yang dilakukan oleh petani daerah Gongsol dan Keling bagi petani di sekitar Peceren, Lau Gendek dan sekitar Aji Si Empat. Adakah perhatian dari lembaga seperti BPP untuk mengatasi permasalahan sejenis ini? Mbera-mbera.  

      Sentabi,
      Bp Nona Sampaguita

      From: gintingmu <gintingmu@yahoo. se>
      To: tanahkaro@yahoogrou ps.com
      Sent: Thu, April 1, 2010 3:26:32 AM
      Subject: [tanahkaro] Re: Tekhnologi akan ulangi kejayaan pertanian Karo

       
      Kelihatannya gedungnya sangat dipentingkan dan dibanggakan,
      th 70-80 an pertanian Karo termasuk bagus tanpa peresmian gedung BPP.
      Sekiranya peningkatam gedung BPP bisa sejajar dengan peningkatan
      atau dengan kemerosotan pertanian Karo sekarang . . .
      MUG

      --- In tanahkaro@yahoogrou ps.com, Alexander Firdaust <daustcoker@ ...> wrote:
      Untuk mengulangi zaman keemasan produk pertanian Karo seperti dekade 70 hingga 80-an, pola pertanian di Karo harus diubah. Salah satunya dengan penerapan sistem pola teknologi pertanian, khususnya menghadapi pasar global seperti saat ini.

      “Pemanfaatan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) merupakan salah satu sarana untuk mendukung penerapan sistem pola tekhnologi pertanian,” ujar bupati Karo, Daulat Daniel Sinulingga pada peresmian sembilan Gedung BPP di Karo, di desa Melas kecamatan Dolat Rayat, malam ini.

      Dikatakannya, dari 212.725 ha luas daerah tersebut, 129.222 ha diantaranya atau mencapai 60 persen merupakan terdiri dari areal pertanian, diantaranya jenis tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan.

      “Hal tersebut didukung pula dengan iklim dan kondisi tanah yang cukup subur. Kenyataan ini membuat sekitar 75 persen masyarakat Karo menggantungkan hidupnya di sektor pertanian,” ujarnya.

      Bupati menambahkan, pada era 70 hingga 80-an, ekspor komoditi pertanian dari Karo merupakan yang terunggul dari daerah lain di Sumatera Utara. Pada masa itu, 75 persen dari total ekspor komoditi pertanian Sumut berasal dari kabupaten Karo.

      Bila dibandingkan dengan saat ini, imbuhnya, kondisi pertanian Karo cukup memprihatinkan. Karo hanya mampu menyumbang 10 persen, itu pun digabung dengan daerah lain seperti Simalungun, Dairi, Taput dan daerah lainnya.

      “Oleh karenanya pola pertanian di Karo memerlukan pembenahan untuk mengejar ketinggalan, yaitu dengan banyak belajar dan menggali pengalaman dari berbagai sumber tekhnologi,” pungkas Bupati.

      Bupati Karo meresmikan sembilan Gedung BPP yang tersebar di beberapa kecamatan melalui dana APBN dan Dana DAK pada 2009 lalu, yaitu, kecamatan Kabanjahe, Dolat Rayat, Naman Teran, Merdeka, Kutabuluh, Barusjahe, Merek, Tigabinanga dan BPP kecamatan Juhar.

      Sementara, BPP yang sudah tersedia sebelumnya adalah BPP Kutagadung kecamatan Berastagi, Tigapanah, Simpang Empat, Tiganderket, Munte dan BPP Kecamatan Laubaleng. Khusus untuk dua kecamatan, yakni Mardinding dan Payung, belum memiliki gedung BPP.

      Sumber: http://www.waspada. co.id/index. php?option= com_content& view=article& id=101542: tekhnologi- akan-ulangi- kejayaan- pertanian- karo-&catid= 15:sumut& Itemid=28

      Salam Mejuah Juah

      Karo Cyber Community



    • liembeng@yahoo.com
      Hahaha Mbera2 JL Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! ... From: Irianto Tarigan Date: Thu, 1
      Message 2 of 15 , Apr 1, 2010
      • 0 Attachment
        Hahaha
        Mbera2

        JL

        Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


        From: Irianto Tarigan <tarigan26@...>
        Date: Thu, 1 Apr 2010 00:44:02 -0700 (PDT)
        To: <gbkp@yahoogroups.com>
        Subject: [gbkp] Namo Rambe Cafe

         

        Mejuah juah Namo Rambe Cafe,
         
        Kuga beritana Namo Rambe Cafe?
        Enggo ndekah sitik  ka lalit terbegi berita runggu i Namo Rambe Cafe.
        Biasana analisa Guru Khalsa, Tamburrakrak ras Tan Beng San cukup mbages.
        Mbera, udan pe bagenda wari, la erbanca Guru Khalsa rusur cicudu.
         
        Salam.
        Irianto Tarigan 

        --- On Wed, 3/31/10, shodan purba <shodanpurba@ yahoo.com> wrote:

        From: shodan purba <shodanpurba@ yahoo.com>
        Subject: [gbkp] Re: [tanahkaro] Re: (CAP-CAI) Tekhnologi akan ulangi kejayaan pertanian Karo
        To: tanahkaro@yahoogrou ps.com, "Kom Karo" <komunitaskaro@ yahoogroups. com>, gbkp@yahoogroups. com
        Date: Wednesday, March 31, 2010, 11:54 PM

         
        MJJ:
        Salah satu fokus dari pengembangan pertanian seperti di dataran tinggi Karo adalah "Strategi Cap-Cai", aneka-tanam, mix-farming, mau sebut apa saja, tetapi tidak harus tumpang sari. Di era 70-an 'erjuma cap-cai' sudah diadopsi oleh petani di sekitar Gongsol, Kampung Merdeka (d/h Keling) di balik Gundaling Berastagi, untuk menghindari resiko fluktuasi harga. Ada keterbatasan lahan di perparah dengan keausan lahan dan tentunya fluktuasi harga serta faktor cepat rusak atau perishability komoditas pertanian. Small is beautiful.  Selain resiko kejatuhan harga yang terkendali, petani yang mengikuti akan dapat mendistribusikan waktu kerja mereka dengan baik sepanjang tahun. Arus kas juga menjadi lebih stabil. Pilihan komoditas di sekitar Berastagi cukup beragam. Berbagai seledri, (sop ruah, sop daun), Peleng, Wartel, Lobak, Tang-ho, Arcis, Cina Renceng, Parsley, Prei dan lain sebagainya.  Dengan strategi seperti ini, bila dengan sengaja di-fasilitasi,  siapapun yang 'merasa' menjadi penanggung jawab kejatuhan telak harga, dapat menyatakan kepada yang mengeluh: emaka ola kena erpasang, nake!

        Tadi malam masuk ke "Toko Buah & Sayur Segar" tertegun melihat sudah ada "Bawang Prei" (bukan daun bawang/son ex Puncak) yang disebut "Bawang Son", ex China!!! Puluhan tahun bawang prei ex dataran tinggi Karo menjadi primadona 'high-valued vegetables' di Singapore dan Malaysia. Jadi teringat bagaimana seorang Tauke di Pasir Panjang Wholesale market di Singapura menunjukkan bagaimana mengetahui bawang prei ex Doulu dan Raja Berneh  dengan yang dari sekitar Gongsol dan Keling. Beliau patahkan daunnya dan ada yang patah, yang lebih disukai, dan ada yang lebih liat. Sayang sekali, praktis sama sekali tidak ada upaya fasilitator yang berhasil untuk mempertahankan keunggulan yang sudah ada! Walau sudah dibantu lembaga asing (FES denga PASMAKOP-nya) mempertahankan kualitas atau regenerasi bibit (diambil anaknya, seperti pisang) tidak dapat dilakukan. Sekarang ini permasalahan bibit sudah semakin parah.  Saya dengar ada "embargo" bibit yang dilakukan oleh petani daerah Gongsol dan Keling bagi petani di sekitar Peceren, Lau Gendek dan sekitar Aji Si Empat. Adakah perhatian dari lembaga seperti BPP untuk mengatasi permasalahan sejenis ini? Mbera-mbera.  

        Sentabi,
        Bp Nona Sampaguita

        From: gintingmu <gintingmu@yahoo. se>
        To: tanahkaro@yahoogrou ps.com
        Sent: Thu, April 1, 2010 3:26:32 AM
        Subject: [tanahkaro] Re: Tekhnologi akan ulangi kejayaan pertanian Karo

         
        Kelihatannya gedungnya sangat dipentingkan dan dibanggakan,
        th 70-80 an pertanian Karo termasuk bagus tanpa peresmian gedung BPP.
        Sekiranya peningkatam gedung BPP bisa sejajar dengan peningkatan
        atau dengan kemerosotan pertanian Karo sekarang . . .
        MUG

        --- In tanahkaro@yahoogrou ps.com, Alexander Firdaust <daustcoker@ ...> wrote:
        Untuk mengulangi zaman keemasan produk pertanian Karo seperti dekade 70 hingga 80-an, pola pertanian di Karo harus diubah. Salah satunya dengan penerapan sistem pola teknologi pertanian, khususnya menghadapi pasar global seperti saat ini.

        “Pemanfaatan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) merupakan salah satu sarana untuk mendukung penerapan sistem pola tekhnologi pertanian,” ujar bupati Karo, Daulat Daniel Sinulingga pada peresmian sembilan Gedung BPP di Karo, di desa Melas kecamatan Dolat Rayat, malam ini.

        Dikatakannya, dari 212.725 ha luas daerah tersebut, 129.222 ha diantaranya atau mencapai 60 persen merupakan terdiri dari areal pertanian, diantaranya jenis tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan.

        “Hal tersebut didukung pula dengan iklim dan kondisi tanah yang cukup subur. Kenyataan ini membuat sekitar 75 persen masyarakat Karo menggantungkan hidupnya di sektor pertanian,” ujarnya.

        Bupati menambahkan, pada era 70 hingga 80-an, ekspor komoditi pertanian dari Karo merupakan yang terunggul dari daerah lain di Sumatera Utara. Pada masa itu, 75 persen dari total ekspor komoditi pertanian Sumut berasal dari kabupaten Karo.

        Bila dibandingkan dengan saat ini, imbuhnya, kondisi pertanian Karo cukup memprihatinkan. Karo hanya mampu menyumbang 10 persen, itu pun digabung dengan daerah lain seperti Simalungun, Dairi, Taput dan daerah lainnya.

        “Oleh karenanya pola pertanian di Karo memerlukan pembenahan untuk mengejar ketinggalan, yaitu dengan banyak belajar dan menggali pengalaman dari berbagai sumber tekhnologi,” pungkas Bupati.

        Bupati Karo meresmikan sembilan Gedung BPP yang tersebar di beberapa kecamatan melalui dana APBN dan Dana DAK pada 2009 lalu, yaitu, kecamatan Kabanjahe, Dolat Rayat, Naman Teran, Merdeka, Kutabuluh, Barusjahe, Merek, Tigabinanga dan BPP kecamatan Juhar.

        Sementara, BPP yang sudah tersedia sebelumnya adalah BPP Kutagadung kecamatan Berastagi, Tigapanah, Simpang Empat, Tiganderket, Munte dan BPP Kecamatan Laubaleng. Khusus untuk dua kecamatan, yakni Mardinding dan Payung, belum memiliki gedung BPP.

        Sumber: http://www.waspada. co.id/index. php?option= com_content& view=article& id=101542: tekhnologi- akan-ulangi- kejayaan- pertanian- karo-&catid= 15:sumut& Itemid=28

        Salam Mejuah Juah

        Karo Cyber Community



      • oklin_tarigan@yahoo.com
        Syalom, Buat rekan2 seantero GBKP yg pernah ikut jadi pandu PIARA (tahun 1995, 2000, 2005), sbentar lagi akan diselenggrakan PIARA 2010. Untuk itu kami panitia
        Message 3 of 15 , Apr 1, 2010
        • 0 Attachment
          Syalom,
          Buat rekan2 seantero GBKP yg pernah ikut jadi pandu PIARA (tahun 1995, 2000, 2005), sbentar lagi akan diselenggrakan PIARA 2010. Untuk itu kami panitia sangat mengharapkan sumbangsih teman2 dalam acara PIARA tahun ini.
          Akan diadakan pertemuan mantan Pandu di medan dalam waktu dekat.

          Kami sgat menggarapkan atensi teman2.terimakasih


          Salam Pandu
          Oklin (pandu 1995)


          Powered by Telkomsel BlackBerry®


          From: liembeng@...
          Date: Thu, 1 Apr 2010 07:45:46 +0000
          To: <gbkp@yahoogroups.com>
          Subject: Re: [gbkp] Namo Rambe Cafe

          Hahaha
          Mbera2

          JL

          Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


          From: Irianto Tarigan <tarigan26@...>
          Date: Thu, 1 Apr 2010 00:44:02 -0700 (PDT)
          To: <gbkp@yahoogroups.com>
          Subject: [gbkp] Namo Rambe Cafe

           

          Mejuah juah Namo Rambe Cafe,
           
          Kuga beritana Namo Rambe Cafe?
          Enggo ndekah sitik  ka lalit terbegi berita runggu i Namo Rambe Cafe.
          Biasana analisa Guru Khalsa, Tamburrakrak ras Tan Beng San cukup mbages.
          Mbera, udan pe bagenda wari, la erbanca Guru Khalsa rusur cicudu.
           
          Salam.
          Irianto Tarigan 

          --- On Wed, 3/31/10, shodan purba <shodanpurba@ yahoo.com> wrote:

          From: shodan purba <shodanpurba@ yahoo.com>
          Subject: [gbkp] Re: [tanahkaro] Re: (CAP-CAI) Tekhnologi akan ulangi kejayaan pertanian Karo
          To: tanahkaro@yahoogrou ps.com, "Kom Karo" <komunitaskaro@ yahoogroups. com>, gbkp@yahoogroups. com
          Date: Wednesday, March 31, 2010, 11:54 PM

           
          MJJ:
          Salah satu fokus dari pengembangan pertanian seperti di dataran tinggi Karo adalah "Strategi Cap-Cai", aneka-tanam, mix-farming, mau sebut apa saja, tetapi tidak harus tumpang sari. Di era 70-an 'erjuma cap-cai' sudah diadopsi oleh petani di sekitar Gongsol, Kampung Merdeka (d/h Keling) di balik Gundaling Berastagi, untuk menghindari resiko fluktuasi harga. Ada keterbatasan lahan di perparah dengan keausan lahan dan tentunya fluktuasi harga serta faktor cepat rusak atau perishability komoditas pertanian. Small is beautiful.  Selain resiko kejatuhan harga yang terkendali, petani yang mengikuti akan dapat mendistribusikan waktu kerja mereka dengan baik sepanjang tahun. Arus kas juga menjadi lebih stabil. Pilihan komoditas di sekitar Berastagi cukup beragam. Berbagai seledri, (sop ruah, sop daun), Peleng, Wartel, Lobak, Tang-ho, Arcis, Cina Renceng, Parsley, Prei dan lain sebagainya.  Dengan strategi seperti ini, bila dengan sengaja di-fasilitasi,  siapapun yang 'merasa' menjadi penanggung jawab kejatuhan telak harga, dapat menyatakan kepada yang mengeluh: emaka ola kena erpasang, nake!

          Tadi malam masuk ke "Toko Buah & Sayur Segar" tertegun melihat sudah ada "Bawang Prei" (bukan daun bawang/son ex Puncak) yang disebut "Bawang Son", ex China!!! Puluhan tahun bawang prei ex dataran tinggi Karo menjadi primadona 'high-valued vegetables' di Singapore dan Malaysia. Jadi teringat bagaimana seorang Tauke di Pasir Panjang Wholesale market di Singapura menunjukkan bagaimana mengetahui bawang prei ex Doulu dan Raja Berneh  dengan yang dari sekitar Gongsol dan Keling. Beliau patahkan daunnya dan ada yang patah, yang lebih disukai, dan ada yang lebih liat. Sayang sekali, praktis sama sekali tidak ada upaya fasilitator yang berhasil untuk mempertahankan keunggulan yang sudah ada! Walau sudah dibantu lembaga asing (FES denga PASMAKOP-nya) mempertahankan kualitas atau regenerasi bibit (diambil anaknya, seperti pisang) tidak dapat dilakukan. Sekarang ini permasalahan bibit sudah semakin parah.  Saya dengar ada "embargo" bibit yang dilakukan oleh petani daerah Gongsol dan Keling bagi petani di sekitar Peceren, Lau Gendek dan sekitar Aji Si Empat. Adakah perhatian dari lembaga seperti BPP untuk mengatasi permasalahan sejenis ini? Mbera-mbera.  

          Sentabi,
          Bp Nona Sampaguita

          From: gintingmu <gintingmu@yahoo. se>
          To: tanahkaro@yahoogrou ps.com
          Sent: Thu, April 1, 2010 3:26:32 AM
          Subject: [tanahkaro] Re: Tekhnologi akan ulangi kejayaan pertanian Karo

           
          Kelihatannya gedungnya sangat dipentingkan dan dibanggakan,
          th 70-80 an pertanian Karo termasuk bagus tanpa peresmian gedung BPP.
          Sekiranya peningkatam gedung BPP bisa sejajar dengan peningkatan
          atau dengan kemerosotan pertanian Karo sekarang . . .
          MUG

          --- In tanahkaro@yahoogrou ps.com, Alexander Firdaust <daustcoker@ ...> wrote:
          Untuk mengulangi zaman keemasan produk pertanian Karo seperti dekade 70 hingga 80-an, pola pertanian di Karo harus diubah. Salah satunya dengan penerapan sistem pola teknologi pertanian, khususnya menghadapi pasar global seperti saat ini.

          “Pemanfaatan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) merupakan salah satu sarana untuk mendukung penerapan sistem pola tekhnologi pertanian,” ujar bupati Karo, Daulat Daniel Sinulingga pada peresmian sembilan Gedung BPP di Karo, di desa Melas kecamatan Dolat Rayat, malam ini.

          Dikatakannya, dari 212.725 ha luas daerah tersebut, 129.222 ha diantaranya atau mencapai 60 persen merupakan terdiri dari areal pertanian, diantaranya jenis tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan.

          “Hal tersebut didukung pula dengan iklim dan kondisi tanah yang cukup subur. Kenyataan ini membuat sekitar 75 persen masyarakat Karo menggantungkan hidupnya di sektor pertanian,” ujarnya.

          Bupati menambahkan, pada era 70 hingga 80-an, ekspor komoditi pertanian dari Karo merupakan yang terunggul dari daerah lain di Sumatera Utara. Pada masa itu, 75 persen dari total ekspor komoditi pertanian Sumut berasal dari kabupaten Karo.

          Bila dibandingkan dengan saat ini, imbuhnya, kondisi pertanian Karo cukup memprihatinkan. Karo hanya mampu menyumbang 10 persen, itu pun digabung dengan daerah lain seperti Simalungun, Dairi, Taput dan daerah lainnya.

          “Oleh karenanya pola pertanian di Karo memerlukan pembenahan untuk mengejar ketinggalan, yaitu dengan banyak belajar dan menggali pengalaman dari berbagai sumber tekhnologi,” pungkas Bupati.

          Bupati Karo meresmikan sembilan Gedung BPP yang tersebar di beberapa kecamatan melalui dana APBN dan Dana DAK pada 2009 lalu, yaitu, kecamatan Kabanjahe, Dolat Rayat, Naman Teran, Merdeka, Kutabuluh, Barusjahe, Merek, Tigabinanga dan BPP kecamatan Juhar.

          Sementara, BPP yang sudah tersedia sebelumnya adalah BPP Kutagadung kecamatan Berastagi, Tigapanah, Simpang Empat, Tiganderket, Munte dan BPP Kecamatan Laubaleng. Khusus untuk dua kecamatan, yakni Mardinding dan Payung, belum memiliki gedung BPP.

          Sumber: http://www.waspada. co.id/index. php?option= com_content& view=article& id=101542: tekhnologi- akan-ulangi- kejayaan- pertanian- karo-&catid= 15:sumut& Itemid=28

          Salam Mejuah Juah

          Karo Cyber Community



        • oklin_tarigan@yahoo.com
          Syalom, Buat rekan2 seantero GBKP yg pernah ikut jadi pandu PIARA (tahun 1995, 2000, 2005), sbentar lagi akan diselenggrakan PIARA 2010. Untuk itu kami panitia
          Message 4 of 15 , Apr 1, 2010
          • 0 Attachment
            Syalom,
            Buat rekan2 seantero GBKP yg pernah ikut jadi pandu PIARA (tahun 1995, 2000, 2005), sbentar lagi akan diselenggrakan PIARA 2010. Untuk itu kami panitia sangat mengharapkan sumbangsih teman2 dalam acara PIARA tahun ini.
            Akan diadakan pertemuan mantan Pandu di medan dalam waktu dekat.

            Kami sgat menggarapkan atensi teman2.terimakasih


            Salam Pandu
            Oklin (pandu 1995)


            Powered by Telkomsel BlackBerry®


            From: liembeng@...
            Date: Thu, 1 Apr 2010 07:45:46 +0000
            To: <gbkp@yahoogroups.com>
            Subject: Re: [gbkp] Namo Rambe Cafe

            Hahaha
            Mbera2

            JL

            Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


            From: Irianto Tarigan <tarigan26@...>
            Date: Thu, 1 Apr 2010 00:44:02 -0700 (PDT)
            To: <gbkp@yahoogroups.com>
            Subject: [gbkp] Namo Rambe Cafe

             

            Mejuah juah Namo Rambe Cafe,
             
            Kuga beritana Namo Rambe Cafe?
            Enggo ndekah sitik  ka lalit terbegi berita runggu i Namo Rambe Cafe.
            Biasana analisa Guru Khalsa, Tamburrakrak ras Tan Beng San cukup mbages.
            Mbera, udan pe bagenda wari, la erbanca Guru Khalsa rusur cicudu.
             
            Salam.
            Irianto Tarigan 

            --- On Wed, 3/31/10, shodan purba <shodanpurba@ yahoo.com> wrote:

            From: shodan purba <shodanpurba@ yahoo.com>
            Subject: [gbkp] Re: [tanahkaro] Re: (CAP-CAI) Tekhnologi akan ulangi kejayaan pertanian Karo
            To: tanahkaro@yahoogrou ps.com, "Kom Karo" <komunitaskaro@ yahoogroups. com>, gbkp@yahoogroups. com
            Date: Wednesday, March 31, 2010, 11:54 PM

             
            MJJ:
            Salah satu fokus dari pengembangan pertanian seperti di dataran tinggi Karo adalah "Strategi Cap-Cai", aneka-tanam, mix-farming, mau sebut apa saja, tetapi tidak harus tumpang sari. Di era 70-an 'erjuma cap-cai' sudah diadopsi oleh petani di sekitar Gongsol, Kampung Merdeka (d/h Keling) di balik Gundaling Berastagi, untuk menghindari resiko fluktuasi harga. Ada keterbatasan lahan di perparah dengan keausan lahan dan tentunya fluktuasi harga serta faktor cepat rusak atau perishability komoditas pertanian. Small is beautiful.  Selain resiko kejatuhan harga yang terkendali, petani yang mengikuti akan dapat mendistribusikan waktu kerja mereka dengan baik sepanjang tahun. Arus kas juga menjadi lebih stabil. Pilihan komoditas di sekitar Berastagi cukup beragam. Berbagai seledri, (sop ruah, sop daun), Peleng, Wartel, Lobak, Tang-ho, Arcis, Cina Renceng, Parsley, Prei dan lain sebagainya.  Dengan strategi seperti ini, bila dengan sengaja di-fasilitasi,  siapapun yang 'merasa' menjadi penanggung jawab kejatuhan telak harga, dapat menyatakan kepada yang mengeluh: emaka ola kena erpasang, nake!

            Tadi malam masuk ke "Toko Buah & Sayur Segar" tertegun melihat sudah ada "Bawang Prei" (bukan daun bawang/son ex Puncak) yang disebut "Bawang Son", ex China!!! Puluhan tahun bawang prei ex dataran tinggi Karo menjadi primadona 'high-valued vegetables' di Singapore dan Malaysia. Jadi teringat bagaimana seorang Tauke di Pasir Panjang Wholesale market di Singapura menunjukkan bagaimana mengetahui bawang prei ex Doulu dan Raja Berneh  dengan yang dari sekitar Gongsol dan Keling. Beliau patahkan daunnya dan ada yang patah, yang lebih disukai, dan ada yang lebih liat. Sayang sekali, praktis sama sekali tidak ada upaya fasilitator yang berhasil untuk mempertahankan keunggulan yang sudah ada! Walau sudah dibantu lembaga asing (FES denga PASMAKOP-nya) mempertahankan kualitas atau regenerasi bibit (diambil anaknya, seperti pisang) tidak dapat dilakukan. Sekarang ini permasalahan bibit sudah semakin parah.  Saya dengar ada "embargo" bibit yang dilakukan oleh petani daerah Gongsol dan Keling bagi petani di sekitar Peceren, Lau Gendek dan sekitar Aji Si Empat. Adakah perhatian dari lembaga seperti BPP untuk mengatasi permasalahan sejenis ini? Mbera-mbera.  

            Sentabi,
            Bp Nona Sampaguita

            From: gintingmu <gintingmu@yahoo. se>
            To: tanahkaro@yahoogrou ps.com
            Sent: Thu, April 1, 2010 3:26:32 AM
            Subject: [tanahkaro] Re: Tekhnologi akan ulangi kejayaan pertanian Karo

             
            Kelihatannya gedungnya sangat dipentingkan dan dibanggakan,
            th 70-80 an pertanian Karo termasuk bagus tanpa peresmian gedung BPP.
            Sekiranya peningkatam gedung BPP bisa sejajar dengan peningkatan
            atau dengan kemerosotan pertanian Karo sekarang . . .
            MUG

            --- In tanahkaro@yahoogrou ps.com, Alexander Firdaust <daustcoker@ ...> wrote:
            Untuk mengulangi zaman keemasan produk pertanian Karo seperti dekade 70 hingga 80-an, pola pertanian di Karo harus diubah. Salah satunya dengan penerapan sistem pola teknologi pertanian, khususnya menghadapi pasar global seperti saat ini.

            “Pemanfaatan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) merupakan salah satu sarana untuk mendukung penerapan sistem pola tekhnologi pertanian,” ujar bupati Karo, Daulat Daniel Sinulingga pada peresmian sembilan Gedung BPP di Karo, di desa Melas kecamatan Dolat Rayat, malam ini.

            Dikatakannya, dari 212.725 ha luas daerah tersebut, 129.222 ha diantaranya atau mencapai 60 persen merupakan terdiri dari areal pertanian, diantaranya jenis tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan.

            “Hal tersebut didukung pula dengan iklim dan kondisi tanah yang cukup subur. Kenyataan ini membuat sekitar 75 persen masyarakat Karo menggantungkan hidupnya di sektor pertanian,” ujarnya.

            Bupati menambahkan, pada era 70 hingga 80-an, ekspor komoditi pertanian dari Karo merupakan yang terunggul dari daerah lain di Sumatera Utara. Pada masa itu, 75 persen dari total ekspor komoditi pertanian Sumut berasal dari kabupaten Karo.

            Bila dibandingkan dengan saat ini, imbuhnya, kondisi pertanian Karo cukup memprihatinkan. Karo hanya mampu menyumbang 10 persen, itu pun digabung dengan daerah lain seperti Simalungun, Dairi, Taput dan daerah lainnya.

            “Oleh karenanya pola pertanian di Karo memerlukan pembenahan untuk mengejar ketinggalan, yaitu dengan banyak belajar dan menggali pengalaman dari berbagai sumber tekhnologi,” pungkas Bupati.

            Bupati Karo meresmikan sembilan Gedung BPP yang tersebar di beberapa kecamatan melalui dana APBN dan Dana DAK pada 2009 lalu, yaitu, kecamatan Kabanjahe, Dolat Rayat, Naman Teran, Merdeka, Kutabuluh, Barusjahe, Merek, Tigabinanga dan BPP kecamatan Juhar.

            Sementara, BPP yang sudah tersedia sebelumnya adalah BPP Kutagadung kecamatan Berastagi, Tigapanah, Simpang Empat, Tiganderket, Munte dan BPP Kecamatan Laubaleng. Khusus untuk dua kecamatan, yakni Mardinding dan Payung, belum memiliki gedung BPP.

            Sumber: http://www.waspada. co.id/index. php?option= com_content& view=article& id=101542: tekhnologi- akan-ulangi- kejayaan- pertanian- karo-&catid= 15:sumut& Itemid=28

            Salam Mejuah Juah

            Karo Cyber Community



          • Eethore
            Oklin yang mana ya? eethore (Pandu Piara 1995) 2010/4/1 ... Oklin yang mana ya? eethore (Pandu Piara 1995) 2010/4/1
            Message 5 of 15 , Apr 1, 2010
            • 0 Attachment
              Oklin yang mana ya?


              eethore
              (Pandu Piara 1995)

              2010/4/1 <oklin_tarigan@...>
               

              Syalom,
              Buat rekan2 seantero GBKP yg pernah ikut jadi pandu PIARA (tahun 1995, 2000, 2005), sbentar lagi akan diselenggrakan PIARA 2010. Untuk itu kami panitia sangat mengharapkan sumbangsih teman2 dalam acara PIARA tahun ini.
              Akan diadakan pertemuan mantan Pandu di medan dalam waktu dekat.

              Kami sgat menggarapkan atensi teman2.terimakasih


              Salam Pandu
              Oklin (pandu 1995)


              Powered by Telkomsel BlackBerry®


              Date: Thu, 1 Apr 2010 07:45:46 +0000
              Subject: Re: [gbkp] Namo Rambe Cafe

              Hahaha
              Mbera2

              JL

              Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


              From: Irianto Tarigan <tarigan26@...>
              Date: Thu, 1 Apr 2010 00:44:02 -0700 (PDT)
              Subject: [gbkp] Namo Rambe Cafe

               

              Mejuah juah Namo Rambe Cafe,
               
              Kuga beritana Namo Rambe Cafe?
              Enggo ndekah sitik  ka lalit terbegi berita runggu i Namo Rambe Cafe.
              Biasana analisa Guru Khalsa, Tamburrakrak ras Tan Beng San cukup mbages.
              Mbera, udan pe bagenda wari, la erbanca Guru Khalsa rusur cicudu.
               
              Salam.
              Irianto Tarigan 

              --- On Wed, 3/31/10, shodan purba <shodanpurba@...> wrote:

              From: shodan purba <shodanpurba@...>
              Subject: [gbkp] Re: [tanahkaro] Re: (CAP-CAI) Tekhnologi akan ulangi kejayaan pertanian Karo
              To: tanahkaro@yahoogroups.com, "Kom Karo" <komunitaskaro@yahoogroups.com>, gbkp@yahoogroups.com
              Date: Wednesday, March 31, 2010, 11:54 PM

               
              MJJ:
              Salah satu fokus dari pengembangan pertanian seperti di dataran tinggi Karo adalah "Strategi Cap-Cai", aneka-tanam, mix-farming, mau sebut apa saja, tetapi tidak harus tumpang sari. Di era 70-an 'erjuma cap-cai' sudah diadopsi oleh petani di sekitar Gongsol, Kampung Merdeka (d/h Keling) di balik Gundaling Berastagi, untuk menghindari resiko fluktuasi harga. Ada keterbatasan lahan di perparah dengan keausan lahan dan tentunya fluktuasi harga serta faktor cepat rusak atau perishability komoditas pertanian. Small is beautiful.  Selain resiko kejatuhan harga yang terkendali, petani yang mengikuti akan dapat mendistribusikan waktu kerja mereka dengan baik sepanjang tahun. Arus kas juga menjadi lebih stabil. Pilihan komoditas di sekitar Berastagi cukup beragam. Berbagai seledri, (sop ruah, sop daun), Peleng, Wartel, Lobak, Tang-ho, Arcis, Cina Renceng, Parsley, Prei dan lain sebagainya.  Dengan strategi seperti ini, bila dengan sengaja di-fasilitasi,  siapapun yang 'merasa' menjadi penanggung jawab kejatuhan telak harga, dapat menyatakan kepada yang mengeluh: emaka ola kena erpasang, nake!

              Tadi malam masuk ke "Toko Buah & Sayur Segar" tertegun melihat sudah ada "Bawang Prei" (bukan daun bawang/son ex Puncak) yang disebut "Bawang Son", ex China!!! Puluhan tahun bawang prei ex dataran tinggi Karo menjadi primadona 'high-valued vegetables' di Singapore dan Malaysia. Jadi teringat bagaimana seorang Tauke di Pasir Panjang Wholesale market di Singapura menunjukkan bagaimana mengetahui bawang prei ex Doulu dan Raja Berneh  dengan yang dari sekitar Gongsol dan Keling. Beliau patahkan daunnya dan ada yang patah, yang lebih disukai, dan ada yang lebih liat. Sayang sekali, praktis sama sekali tidak ada upaya fasilitator yang berhasil untuk mempertahankan keunggulan yang sudah ada! Walau sudah dibantu lembaga asing (FES denga PASMAKOP-nya) mempertahankan kualitas atau regenerasi bibit (diambil anaknya, seperti pisang) tidak dapat dilakukan. Sekarang ini permasalahan bibit sudah semakin parah.  Saya dengar ada "embargo" bibit yang dilakukan oleh petani daerah Gongsol dan Keling bagi petani di sekitar Peceren, Lau Gendek dan sekitar Aji Si Empat. Adakah perhatian dari lembaga seperti BPP untuk mengatasi permasalahan sejenis ini? Mbera-mbera.  

              Sentabi,
              Bp Nona Sampaguita

              From: gintingmu <gintingmu@yahoo. se>
              To: tanahkaro@yahoogrou ps.com
              Sent: Thu, April 1, 2010 3:26:32 AM
              Subject: [tanahkaro] Re: Tekhnologi akan ulangi kejayaan pertanian Karo

               
              Kelihatannya gedungnya sangat dipentingkan dan dibanggakan,
              th 70-80 an pertanian Karo termasuk bagus tanpa peresmian gedung BPP.
              Sekiranya peningkatam gedung BPP bisa sejajar dengan peningkatan
              atau dengan kemerosotan pertanian Karo sekarang . . .
              MUG

              --- In tanahkaro@yahoogrou ps.com, Alexander Firdaust <daustcoker@ ...> wrote:
              Untuk mengulangi zaman keemasan produk pertanian Karo seperti dekade 70 hingga 80-an, pola pertanian di Karo harus diubah. Salah satunya dengan penerapan sistem pola teknologi pertanian, khususnya menghadapi pasar global seperti saat ini.

              “Pemanfaatan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) merupakan salah satu sarana untuk mendukung penerapan sistem pola tekhnologi pertanian,” ujar bupati Karo, Daulat Daniel Sinulingga pada peresmian sembilan Gedung BPP di Karo, di desa Melas kecamatan Dolat Rayat, malam ini.

              Dikatakannya, dari 212.725 ha luas daerah tersebut, 129.222 ha diantaranya atau mencapai 60 persen merupakan terdiri dari areal pertanian, diantaranya jenis tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan.

              “Hal tersebut didukung pula dengan iklim dan kondisi tanah yang cukup subur. Kenyataan ini membuat sekitar 75 persen masyarakat Karo menggantungkan hidupnya di sektor pertanian,” ujarnya.

              Bupati menambahkan, pada era 70 hingga 80-an, ekspor komoditi pertanian dari Karo merupakan yang terunggul dari daerah lain di Sumatera Utara. Pada masa itu, 75 persen dari total ekspor komoditi pertanian Sumut berasal dari kabupaten Karo.

              Bila dibandingkan dengan saat ini, imbuhnya, kondisi pertanian Karo cukup memprihatinkan. Karo hanya mampu menyumbang 10 persen, itu pun digabung dengan daerah lain seperti Simalungun, Dairi, Taput dan daerah lainnya.

              “Oleh karenanya pola pertanian di Karo memerlukan pembenahan untuk mengejar ketinggalan, yaitu dengan banyak belajar dan menggali pengalaman dari berbagai sumber tekhnologi,” pungkas Bupati.

              Bupati Karo meresmikan sembilan Gedung BPP yang tersebar di beberapa kecamatan melalui dana APBN dan Dana DAK pada 2009 lalu, yaitu, kecamatan Kabanjahe, Dolat Rayat, Naman Teran, Merdeka, Kutabuluh, Barusjahe, Merek, Tigabinanga dan BPP kecamatan Juhar.

              Sementara, BPP yang sudah tersedia sebelumnya adalah BPP Kutagadung kecamatan Berastagi, Tigapanah, Simpang Empat, Tiganderket, Munte dan BPP Kecamatan Laubaleng. Khusus untuk dua kecamatan, yakni Mardinding dan Payung, belum memiliki gedung BPP.

              Sumber: http://www.waspada. co.id/index. php?option= com_content& view=article& id=101542: tekhnologi- akan-ulangi- kejayaan- pertanian- karo-&catid= 15:sumut& Itemid=28

              Salam Mejuah Juah

              Karo Cyber Community




            • henndy ginting
              Syalom, Man teman2 kerina, nungkun ateku sitik. Jam piga nge kebaktian untuk Tgl. 4 enda i GBKP sekitar Polonia Medan? Bujur ibas penampatndu. Salam, Hg
              Message 6 of 15 , Apr 1, 2010
              • 0 Attachment
                Syalom,

                Man teman2 kerina, nungkun ateku sitik. Jam piga nge kebaktian untuk Tgl. 4 enda i GBKP sekitar Polonia Medan? Bujur ibas penampatndu.

                Salam,

                Hg


                From: "oklin_tarigan@..." <oklin_tarigan@...>
                To: gbkp@yahoogroups.com
                Sent: Thu, April 1, 2010 3:11:43 PM
                Subject: [gbkp] Mantan Pandu Piara

                 

                Syalom,
                Buat rekan2 seantero GBKP yg pernah ikut jadi pandu PIARA (tahun 1995, 2000, 2005), sbentar lagi akan diselenggrakan PIARA 2010. Untuk itu kami panitia sangat mengharapkan sumbangsih teman2 dalam acara PIARA tahun ini.
                Akan diadakan pertemuan mantan Pandu di medan dalam waktu dekat.

                Kami sgat menggarapkan atensi teman2.terimakasih


                Salam Pandu
                Oklin (pandu 1995)


                Powered by Telkomsel BlackBerry®


                From: liembeng@yahoo. com
                Date: Thu, 1 Apr 2010 07:45:46 +0000
                To: <gbkp@yahoogroups. com>
                Subject: Re: [gbkp] Namo Rambe Cafe

                Hahaha
                Mbera2

                JL

                Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... !


                From: Irianto Tarigan <tarigan26@yahoo. com>
                Date: Thu, 1 Apr 2010 00:44:02 -0700 (PDT)
                To: <gbkp@yahoogroups. com>
                Subject: [gbkp] Namo Rambe Cafe

                 

                Mejuah juah Namo Rambe Cafe,
                 
                Kuga beritana Namo Rambe Cafe?
                Enggo ndekah sitik  ka lalit terbegi berita runggu i Namo Rambe Cafe.
                Biasana analisa Guru Khalsa, Tamburrakrak ras Tan Beng San cukup mbages.
                Mbera, udan pe bagenda wari, la erbanca Guru Khalsa rusur cicudu.
                 
                Salam.
                Irianto Tarigan 

                --- On Wed, 3/31/10, shodan purba <shodanpurba@ yahoo.com> wrote:

                From: shodan purba <shodanpurba@ yahoo.com>
                Subject: [gbkp] Re: [tanahkaro] Re: (CAP-CAI) Tekhnologi akan ulangi kejayaan pertanian Karo
                To: tanahkaro@yahoogrou ps.com, "Kom Karo" <komunitaskaro@ yahoogroups. com>, gbkp@yahoogroups. com
                Date: Wednesday, March 31, 2010, 11:54 PM

                 
                MJJ:
                Salah satu fokus dari pengembangan pertanian seperti di dataran tinggi Karo adalah "Strategi Cap-Cai", aneka-tanam, mix-farming, mau sebut apa saja, tetapi tidak harus tumpang sari. Di era 70-an 'erjuma cap-cai' sudah diadopsi oleh petani di sekitar Gongsol, Kampung Merdeka (d/h Keling) di balik Gundaling Berastagi, untuk menghindari resiko fluktuasi harga. Ada keterbatasan lahan di perparah dengan keausan lahan dan tentunya fluktuasi harga serta faktor cepat rusak atau perishability komoditas pertanian. Small is beautiful.  Selain resiko kejatuhan harga yang terkendali, petani yang mengikuti akan dapat mendistribusikan waktu kerja mereka dengan baik sepanjang tahun. Arus kas juga menjadi lebih stabil. Pilihan komoditas di sekitar Berastagi cukup beragam. Berbagai seledri, (sop ruah, sop daun), Peleng, Wartel, Lobak, Tang-ho, Arcis, Cina Renceng, Parsley, Prei dan lain sebagainya.  Dengan strategi seperti ini, bila dengan sengaja di-fasilitasi,  siapapun yang 'merasa' menjadi penanggung jawab kejatuhan telak harga, dapat menyatakan kepada yang mengeluh: emaka ola kena erpasang, nake!

                Tadi malam masuk ke "Toko Buah & Sayur Segar" tertegun melihat sudah ada "Bawang Prei" (bukan daun bawang/son ex Puncak) yang disebut "Bawang Son", ex China!!! Puluhan tahun bawang prei ex dataran tinggi Karo menjadi primadona 'high-valued vegetables' di Singapore dan Malaysia. Jadi teringat bagaimana seorang Tauke di Pasir Panjang Wholesale market di Singapura menunjukkan bagaimana mengetahui bawang prei ex Doulu dan Raja Berneh  dengan yang dari sekitar Gongsol dan Keling. Beliau patahkan daunnya dan ada yang patah, yang lebih disukai, dan ada yang lebih liat. Sayang sekali, praktis sama sekali tidak ada upaya fasilitator yang berhasil untuk mempertahankan keunggulan yang sudah ada! Walau sudah dibantu lembaga asing (FES denga PASMAKOP-nya) mempertahankan kualitas atau regenerasi bibit (diambil anaknya, seperti pisang) tidak dapat dilakukan. Sekarang ini permasalahan bibit sudah semakin parah.  Saya dengar ada "embargo" bibit yang dilakukan oleh petani daerah Gongsol dan Keling bagi petani di sekitar Peceren, Lau Gendek dan sekitar Aji Si Empat. Adakah perhatian dari lembaga seperti BPP untuk mengatasi permasalahan sejenis ini? Mbera-mbera.  

                Sentabi,
                Bp Nona Sampaguita

                From: gintingmu <gintingmu@yahoo. se>
                To: tanahkaro@yahoogrou ps.com
                Sent: Thu, April 1, 2010 3:26:32 AM
                Subject: [tanahkaro] Re: Tekhnologi akan ulangi kejayaan pertanian Karo

                 
                Kelihatannya gedungnya sangat dipentingkan dan dibanggakan,
                th 70-80 an pertanian Karo termasuk bagus tanpa peresmian gedung BPP.
                Sekiranya peningkatam gedung BPP bisa sejajar dengan peningkatan
                atau dengan kemerosotan pertanian Karo sekarang . . .
                MUG

                --- In tanahkaro@yahoogrou ps.com, Alexander Firdaust <daustcoker@ ...> wrote:
                Untuk mengulangi zaman keemasan produk pertanian Karo seperti dekade 70 hingga 80-an, pola pertanian di Karo harus diubah. Salah satunya dengan penerapan sistem pola teknologi pertanian, khususnya menghadapi pasar global seperti saat ini.

                “Pemanfaatan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) merupakan salah satu sarana untuk mendukung penerapan sistem pola tekhnologi pertanian,” ujar bupati Karo, Daulat Daniel Sinulingga pada peresmian sembilan Gedung BPP di Karo, di desa Melas kecamatan Dolat Rayat, malam ini.

                Dikatakannya, dari 212.725 ha luas daerah tersebut, 129.222 ha diantaranya atau mencapai 60 persen merupakan terdiri dari areal pertanian, diantaranya jenis tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan.

                “Hal tersebut didukung pula dengan iklim dan kondisi tanah yang cukup subur. Kenyataan ini membuat sekitar 75 persen masyarakat Karo menggantungkan hidupnya di sektor pertanian,” ujarnya.

                Bupati menambahkan, pada era 70 hingga 80-an, ekspor komoditi pertanian dari Karo merupakan yang terunggul dari daerah lain di Sumatera Utara. Pada masa itu, 75 persen dari total ekspor komoditi pertanian Sumut berasal dari kabupaten Karo.

                Bila dibandingkan dengan saat ini, imbuhnya, kondisi pertanian Karo cukup memprihatinkan. Karo hanya mampu menyumbang 10 persen, itu pun digabung dengan daerah lain seperti Simalungun, Dairi, Taput dan daerah lainnya.

                “Oleh karenanya pola pertanian di Karo memerlukan pembenahan untuk mengejar ketinggalan, yaitu dengan banyak belajar dan menggali pengalaman dari berbagai sumber tekhnologi,” pungkas Bupati.

                Bupati Karo meresmikan sembilan Gedung BPP yang tersebar di beberapa kecamatan melalui dana APBN dan Dana DAK pada 2009 lalu, yaitu, kecamatan Kabanjahe, Dolat Rayat, Naman Teran, Merdeka, Kutabuluh, Barusjahe, Merek, Tigabinanga dan BPP kecamatan Juhar.

                Sementara, BPP yang sudah tersedia sebelumnya adalah BPP Kutagadung kecamatan Berastagi, Tigapanah, Simpang Empat, Tiganderket, Munte dan BPP Kecamatan Laubaleng. Khusus untuk dua kecamatan, yakni Mardinding dan Payung, belum memiliki gedung BPP.

                Sumber: http://www.waspada. co.id/index. php?option= com_content& view=article& id=101542: tekhnologi- akan-ulangi- kejayaan- pertanian- karo-&catid= 15:sumut& Itemid=28

                Salam Mejuah Juah

                Karo Cyber Community




              • oklin_tarigan@yahoo.com
                Itor masa kam ga kenal aku? Kakaknya abel... Boleh aku dapat info alamat ato email pandu yg dr klasis jakarta dulu? Powered by Telkomsel BlackBerry® ... From:
                Message 7 of 15 , Apr 1, 2010
                • 0 Attachment
                  Itor masa kam ga kenal aku? Kakaknya abel... Boleh aku dapat info alamat ato email pandu yg dr klasis jakarta dulu?

                  Powered by Telkomsel BlackBerry®


                  From: Eethore <eethore@...>
                  Date: Thu, 1 Apr 2010 15:45:48 +0700
                  To: <gbkp@yahoogroups.com>
                  Subject: Re: [gbkp] Mantan Pandu Piara

                  Oklin yang mana ya?


                  eethore
                  (Pandu Piara 1995)

                  2010/4/1 <oklin_tarigan@...>
                   

                  Syalom,
                  Buat rekan2 seantero GBKP yg pernah ikut jadi pandu PIARA (tahun 1995, 2000, 2005), sbentar lagi akan diselenggrakan PIARA 2010. Untuk itu kami panitia sangat mengharapkan sumbangsih teman2 dalam acara PIARA tahun ini.
                  Akan diadakan pertemuan mantan Pandu di medan dalam waktu dekat.

                  Kami sgat menggarapkan atensi teman2.terimakasih


                  Salam Pandu
                  Oklin (pandu 1995)


                  Powered by Telkomsel BlackBerry®


                  Date: Thu, 1 Apr 2010 07:45:46 +0000
                  Subject: Re: [gbkp] Namo Rambe Cafe

                  Hahaha
                  Mbera2

                  JL

                  Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


                  From: Irianto Tarigan <tarigan26@...>
                  Date: Thu, 1 Apr 2010 00:44:02 -0700 (PDT)
                  Subject: [gbkp] Namo Rambe Cafe

                   

                  Mejuah juah Namo Rambe Cafe,
                   
                  Kuga beritana Namo Rambe Cafe?
                  Enggo ndekah sitik  ka lalit terbegi berita runggu i Namo Rambe Cafe.
                  Biasana analisa Guru Khalsa, Tamburrakrak ras Tan Beng San cukup mbages.
                  Mbera, udan pe bagenda wari, la erbanca Guru Khalsa rusur cicudu.
                   
                  Salam.
                  Irianto Tarigan 

                  --- On Wed, 3/31/10, shodan purba <shodanpurba@...> wrote:

                  From: shodan purba <shodanpurba@...>
                  Subject: [gbkp] Re: [tanahkaro] Re: (CAP-CAI) Tekhnologi akan ulangi kejayaan pertanian Karo
                  To: tanahkaro@yahoogroups.com, "Kom Karo" <komunitaskaro@yahoogroups.com>, gbkp@yahoogroups.com
                  Date: Wednesday, March 31, 2010, 11:54 PM

                   
                  MJJ:
                  Salah satu fokus dari pengembangan pertanian seperti di dataran tinggi Karo adalah "Strategi Cap-Cai", aneka-tanam, mix-farming, mau sebut apa saja, tetapi tidak harus tumpang sari. Di era 70-an 'erjuma cap-cai' sudah diadopsi oleh petani di sekitar Gongsol, Kampung Merdeka (d/h Keling) di balik Gundaling Berastagi, untuk menghindari resiko fluktuasi harga. Ada keterbatasan lahan di perparah dengan keausan lahan dan tentunya fluktuasi harga serta faktor cepat rusak atau perishability komoditas pertanian. Small is beautiful.  Selain resiko kejatuhan harga yang terkendali, petani yang mengikuti akan dapat mendistribusikan waktu kerja mereka dengan baik sepanjang tahun. Arus kas juga menjadi lebih stabil. Pilihan komoditas di sekitar Berastagi cukup beragam. Berbagai seledri, (sop ruah, sop daun), Peleng, Wartel, Lobak, Tang-ho, Arcis, Cina Renceng, Parsley, Prei dan lain sebagainya.  Dengan strategi seperti ini, bila dengan sengaja di-fasilitasi,  siapapun yang 'merasa' menjadi penanggung jawab kejatuhan telak harga, dapat menyatakan kepada yang mengeluh: emaka ola kena erpasang, nake!

                  Tadi malam masuk ke "Toko Buah & Sayur Segar" tertegun melihat sudah ada "Bawang Prei" (bukan daun bawang/son ex Puncak) yang disebut "Bawang Son", ex China!!! Puluhan tahun bawang prei ex dataran tinggi Karo menjadi primadona 'high-valued vegetables' di Singapore dan Malaysia. Jadi teringat bagaimana seorang Tauke di Pasir Panjang Wholesale market di Singapura menunjukkan bagaimana mengetahui bawang prei ex Doulu dan Raja Berneh  dengan yang dari sekitar Gongsol dan Keling. Beliau patahkan daunnya dan ada yang patah, yang lebih disukai, dan ada yang lebih liat. Sayang sekali, praktis sama sekali tidak ada upaya fasilitator yang berhasil untuk mempertahankan keunggulan yang sudah ada! Walau sudah dibantu lembaga asing (FES denga PASMAKOP-nya) mempertahankan kualitas atau regenerasi bibit (diambil anaknya, seperti pisang) tidak dapat dilakukan. Sekarang ini permasalahan bibit sudah semakin parah.  Saya dengar ada "embargo" bibit yang dilakukan oleh petani daerah Gongsol dan Keling bagi petani di sekitar Peceren, Lau Gendek dan sekitar Aji Si Empat. Adakah perhatian dari lembaga seperti BPP untuk mengatasi permasalahan sejenis ini? Mbera-mbera.  

                  Sentabi,
                  Bp Nona Sampaguita

                  From: gintingmu <gintingmu@yahoo. se>
                  To: tanahkaro@yahoogrou ps.com
                  Sent: Thu, April 1, 2010 3:26:32 AM
                  Subject: [tanahkaro] Re: Tekhnologi akan ulangi kejayaan pertanian Karo

                   
                  Kelihatannya gedungnya sangat dipentingkan dan dibanggakan,
                  th 70-80 an pertanian Karo termasuk bagus tanpa peresmian gedung BPP.
                  Sekiranya peningkatam gedung BPP bisa sejajar dengan peningkatan
                  atau dengan kemerosotan pertanian Karo sekarang . . .
                  MUG

                  --- In tanahkaro@yahoogrou ps.com, Alexander Firdaust <daustcoker@ ...> wrote:
                  Untuk mengulangi zaman keemasan produk pertanian Karo seperti dekade 70 hingga 80-an, pola pertanian di Karo harus diubah. Salah satunya dengan penerapan sistem pola teknologi pertanian, khususnya menghadapi pasar global seperti saat ini.

                  “Pemanfaatan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) merupakan salah satu sarana untuk mendukung penerapan sistem pola tekhnologi pertanian,” ujar bupati Karo, Daulat Daniel Sinulingga pada peresmian sembilan Gedung BPP di Karo, di desa Melas kecamatan Dolat Rayat, malam ini.

                  Dikatakannya, dari 212.725 ha luas daerah tersebut, 129.222 ha diantaranya atau mencapai 60 persen merupakan terdiri dari areal pertanian, diantaranya jenis tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan.

                  “Hal tersebut didukung pula dengan iklim dan kondisi tanah yang cukup subur. Kenyataan ini membuat sekitar 75 persen masyarakat Karo menggantungkan hidupnya di sektor pertanian,” ujarnya.

                  Bupati menambahkan, pada era 70 hingga 80-an, ekspor komoditi pertanian dari Karo merupakan yang terunggul dari daerah lain di Sumatera Utara. Pada masa itu, 75 persen dari total ekspor komoditi pertanian Sumut berasal dari kabupaten Karo.

                  Bila dibandingkan dengan saat ini, imbuhnya, kondisi pertanian Karo cukup memprihatinkan. Karo hanya mampu menyumbang 10 persen, itu pun digabung dengan daerah lain seperti Simalungun, Dairi, Taput dan daerah lainnya.

                  “Oleh karenanya pola pertanian di Karo memerlukan pembenahan untuk mengejar ketinggalan, yaitu dengan banyak belajar dan menggali pengalaman dari berbagai sumber tekhnologi,” pungkas Bupati.

                  Bupati Karo meresmikan sembilan Gedung BPP yang tersebar di beberapa kecamatan melalui dana APBN dan Dana DAK pada 2009 lalu, yaitu, kecamatan Kabanjahe, Dolat Rayat, Naman Teran, Merdeka, Kutabuluh, Barusjahe, Merek, Tigabinanga dan BPP kecamatan Juhar.

                  Sementara, BPP yang sudah tersedia sebelumnya adalah BPP Kutagadung kecamatan Berastagi, Tigapanah, Simpang Empat, Tiganderket, Munte dan BPP Kecamatan Laubaleng. Khusus untuk dua kecamatan, yakni Mardinding dan Payung, belum memiliki gedung BPP.

                  Sumber: http://www.waspada. co.id/index. php?option= com_content& view=article& id=101542: tekhnologi- akan-ulangi- kejayaan- pertanian- karo-&catid= 15:sumut& Itemid=28

                  Salam Mejuah Juah

                  Karo Cyber Community




                • simson m. gintings
                  Mjj. Kempu nini rambit tendeng angkot (mikrolet) dua minggu silewat i X malang, seh asa gundari i opname denga i rs. Em dalana kede la pulka. sg ... From:
                  Message 8 of 15 , Apr 1, 2010
                  • 0 Attachment
                    Mjj.
                    Kempu nini rambit tendeng angkot (mikrolet) dua minggu silewat i X malang, seh asa gundari i opname denga i rs. Em dalana kede la pulka.

                    sg


                    --- On Thu, 4/1/10, Irianto Tarigan <tarigan26@...> wrote:

                    From: Irianto Tarigan <tarigan26@...>
                    Subject: [gbkp] Namo Rambe Cafe
                    To: gbkp@yahoogroups.com
                    Date: Thursday, April 1, 2010, 2:44 PM

                     

                    Mejuah juah Namo Rambe Cafe,
                     
                    Kuga beritana Namo Rambe Cafe?
                    Enggo ndekah sitik  ka lalit terbegi berita runggu i Namo Rambe Cafe.
                    Biasana analisa Guru Khalsa, Tamburrakrak ras Tan Beng San cukup mbages.
                    Mbera, udan pe bagenda wari, la erbanca Guru Khalsa rusur cicudu.
                     
                    Salam.
                    Irianto Tarigan 

                    --- On Wed, 3/31/10, shodan purba <shodanpurba@ yahoo.com> wrote:

                    From: shodan purba <shodanpurba@ yahoo.com>
                    Subject: [gbkp] Re: [tanahkaro] Re: (CAP-CAI) Tekhnologi akan ulangi kejayaan pertanian Karo
                    To: tanahkaro@yahoogrou ps.com, "Kom Karo" <komunitaskaro@ yahoogroups. com>, gbkp@yahoogroups. com
                    Date: Wednesday, March 31, 2010, 11:54 PM

                     
                    MJJ:
                    Salah satu fokus dari pengembangan pertanian seperti di dataran tinggi Karo adalah "Strategi Cap-Cai", aneka-tanam, mix-farming, mau sebut apa saja, tetapi tidak harus tumpang sari. Di era 70-an 'erjuma cap-cai' sudah diadopsi oleh petani di sekitar Gongsol, Kampung Merdeka (d/h Keling) di balik Gundaling Berastagi, untuk menghindari resiko fluktuasi harga. Ada keterbatasan lahan di perparah dengan keausan lahan dan tentunya fluktuasi harga serta faktor cepat rusak atau perishability komoditas pertanian. Small is beautiful.  Selain resiko kejatuhan harga yang terkendali, petani yang mengikuti akan dapat mendistribusikan waktu kerja mereka dengan baik sepanjang tahun. Arus kas juga menjadi lebih stabil. Pilihan komoditas di sekitar Berastagi cukup beragam. Berbagai seledri, (sop ruah, sop daun), Peleng, Wartel, Lobak, Tang-ho, Arcis, Cina Renceng, Parsley, Prei dan lain sebagainya.  Dengan strategi seperti ini, bila dengan sengaja di-fasilitasi,  siapapun yang 'merasa' menjadi penanggung jawab kejatuhan telak harga, dapat menyatakan kepada yang mengeluh: emaka ola kena erpasang, nake!

                    Tadi malam masuk ke "Toko Buah & Sayur Segar" tertegun melihat sudah ada "Bawang Prei" (bukan daun bawang/son ex Puncak) yang disebut "Bawang Son", ex China!!! Puluhan tahun bawang prei ex dataran tinggi Karo menjadi primadona 'high-valued vegetables' di Singapore dan Malaysia. Jadi teringat bagaimana seorang Tauke di Pasir Panjang Wholesale market di Singapura menunjukkan bagaimana mengetahui bawang prei ex Doulu dan Raja Berneh  dengan yang dari sekitar Gongsol dan Keling. Beliau patahkan daunnya dan ada yang patah, yang lebih disukai, dan ada yang lebih liat. Sayang sekali, praktis sama sekali tidak ada upaya fasilitator yang berhasil untuk mempertahankan keunggulan yang sudah ada! Walau sudah dibantu lembaga asing (FES denga PASMAKOP-nya) mempertahankan kualitas atau regenerasi bibit (diambil anaknya, seperti pisang) tidak dapat dilakukan. Sekarang ini permasalahan bibit sudah semakin parah.  Saya dengar ada "embargo" bibit yang dilakukan oleh petani daerah Gongsol dan Keling bagi petani di sekitar Peceren, Lau Gendek dan sekitar Aji Si Empat. Adakah perhatian dari lembaga seperti BPP untuk mengatasi permasalahan sejenis ini? Mbera-mbera.  

                    Sentabi,
                    Bp Nona Sampaguita

                    From: gintingmu <gintingmu@yahoo. se>
                    To: tanahkaro@yahoogrou ps.com
                    Sent: Thu, April 1, 2010 3:26:32 AM
                    Subject: [tanahkaro] Re: Tekhnologi akan ulangi kejayaan pertanian Karo

                     
                    Kelihatannya gedungnya sangat dipentingkan dan dibanggakan,
                    th 70-80 an pertanian Karo termasuk bagus tanpa peresmian gedung BPP.
                    Sekiranya peningkatam gedung BPP bisa sejajar dengan peningkatan
                    atau dengan kemerosotan pertanian Karo sekarang . . .
                    MUG

                    --- In tanahkaro@yahoogrou ps.com, Alexander Firdaust <daustcoker@ ...> wrote:
                    Untuk mengulangi zaman keemasan produk pertanian Karo seperti dekade 70 hingga 80-an, pola pertanian di Karo harus diubah. Salah satunya dengan penerapan sistem pola teknologi pertanian, khususnya menghadapi pasar global seperti saat ini.

                    “Pemanfaatan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) merupakan salah satu sarana untuk mendukung penerapan sistem pola tekhnologi pertanian,” ujar bupati Karo, Daulat Daniel Sinulingga pada peresmian sembilan Gedung BPP di Karo, di desa Melas kecamatan Dolat Rayat, malam ini.

                    Dikatakannya, dari 212.725 ha luas daerah tersebut, 129.222 ha diantaranya atau mencapai 60 persen merupakan terdiri dari areal pertanian, diantaranya jenis tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan.

                    “Hal tersebut didukung pula dengan iklim dan kondisi tanah yang cukup subur. Kenyataan ini membuat sekitar 75 persen masyarakat Karo menggantungkan hidupnya di sektor pertanian,” ujarnya.

                    Bupati menambahkan, pada era 70 hingga 80-an, ekspor komoditi pertanian dari Karo merupakan yang terunggul dari daerah lain di Sumatera Utara. Pada masa itu, 75 persen dari total ekspor komoditi pertanian Sumut berasal dari kabupaten Karo.

                    Bila dibandingkan dengan saat ini, imbuhnya, kondisi pertanian Karo cukup memprihatinkan. Karo hanya mampu menyumbang 10 persen, itu pun digabung dengan daerah lain seperti Simalungun, Dairi, Taput dan daerah lainnya.

                    “Oleh karenanya pola pertanian di Karo memerlukan pembenahan untuk mengejar ketinggalan, yaitu dengan banyak belajar dan menggali pengalaman dari berbagai sumber tekhnologi,” pungkas Bupati.

                    Bupati Karo meresmikan sembilan Gedung BPP yang tersebar di beberapa kecamatan melalui dana APBN dan Dana DAK pada 2009 lalu, yaitu, kecamatan Kabanjahe, Dolat Rayat, Naman Teran, Merdeka, Kutabuluh, Barusjahe, Merek, Tigabinanga dan BPP kecamatan Juhar.

                    Sementara, BPP yang sudah tersedia sebelumnya adalah BPP Kutagadung kecamatan Berastagi, Tigapanah, Simpang Empat, Tiganderket, Munte dan BPP Kecamatan Laubaleng. Khusus untuk dua kecamatan, yakni Mardinding dan Payung, belum memiliki gedung BPP.

                    Sumber: http://www.waspada. co.id/index. php?option= com_content& view=article& id=101542: tekhnologi- akan-ulangi- kejayaan- pertanian- karo-&catid= 15:sumut& Itemid=28

                    Salam Mejuah Juah

                    Karo Cyber Community




                  • haryanto bode
                    Musik Gereja GBKP Simp Marindal Medan http://www.youtube.com/watch?v=5tgOuY05sp4 Salam, Bode Haryanto
                    Message 9 of 15 , Apr 3, 2010
                    • 0 Attachment
                      Musik Gereja GBKP Simp Marindal Medan
                       
                      Salam,
                      Bode Haryanto

                    • haryanto bode
                      Publis 20 jurnal SCI belum Doktor Juga. http://edukasi.kompasiana.com/2010/04/04/sudah-publis-20-jurnal-sci-belum-doktor-juga/   Sekedar berbagi pengalaman.
                      Message 10 of 15 , Apr 3, 2010
                      • 0 Attachment

                        Publis 20 jurnal SCI belum Doktor Juga.

                        http://edukasi.kompasiana.com/2010/04/04/sudah-publis-20-jurnal-sci-belum-doktor-juga/

                         

                        Sekedar berbagi pengalaman.

                         

                        Salam

                        'BHTRG


                      • haryanto bode
                        Selamat Paskah manbanta kerina, ersuraklah perban Tuhanta Yesus Ngo Menang ibas kemateen nari. Ibas Yesus, kemateen me dalam ku kegeluhen sirasa lalap. Pujilah
                        Message 11 of 15 , Apr 3, 2010
                        • 0 Attachment

                          Selamat Paskah manbanta kerina, ersuraklah perban Tuhanta Yesus Ngo Menang ibas kemateen nari. Ibas Yesus, kemateen me dalam ku kegeluhen sirasa lalap. Pujilah Tuhan oh tendingku, pujilah Tuhan.

                           

                          Salam,

                          BHTRG, Tw


                        • liembeng@yahoo.com
                          Selamat Paskah man kita kerina si tading ibas ingan ja gia.. JL Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! ... From:
                          Message 12 of 15 , Apr 3, 2010
                          • 0 Attachment
                            Selamat Paskah man kita kerina si tading ibas ingan ja gia..

                            JL

                            Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


                            From: haryanto bode <edobtrg@...>
                            Date: Sat, 3 Apr 2010 12:49:06 -0700 (PDT)
                            To: <komunitaskaro@yahoogroups.com>
                            Cc: <gbkp@yahoogroups.com>
                            Subject: [gbkp] Selamat Paskah

                             

                            Selamat Paskah manbanta kerina, ersuraklah perban Tuhanta Yesus Ngo Menang ibas kemateen nari. Ibas Yesus, kemateen me dalam ku kegeluhen sirasa lalap. Pujilah Tuhan oh tendingku, pujilah Tuhan.

                             

                            Salam,

                            BHTRG, Tw


                          • Sony Surbakti
                            Selamat Paskah bagi kita semua. Sony Surbakti ________________________________ From: liembeng@yahoo.com To: gbkp@yahoogroups.com Sent:
                            Message 13 of 15 , Apr 4, 2010
                            • 0 Attachment
                              Selamat Paskah bagi kita semua.
                               

                              Sony Surbakti

                              From: "liembeng@..." <liembeng@...>
                              To: gbkp@yahoogroups.com
                              Sent: Sun, April 4, 2010 4:44:45 AM
                              Subject: Re: [gbkp] Selamat Paskah

                               

                              Selamat Paskah man kita kerina si tading ibas ingan ja gia..

                              JL

                              Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... !


                              From: haryanto bode <edobtrg@yahoo. com>
                              Date: Sat, 3 Apr 2010 12:49:06 -0700 (PDT)
                              To: <komunitaskaro@ yahoogroups. com>
                              Cc: <gbkp@yahoogroups. com>
                              Subject: [gbkp] Selamat Paskah

                               

                              Selamat Paskah manbanta kerina, ersuraklah perban Tuhanta Yesus Ngo Menang ibas kemateen nari. Ibas Yesus, kemateen me dalam ku kegeluhen sirasa lalap. Pujilah Tuhan oh tendingku, pujilah Tuhan.

                               

                              Salam,

                              BHTRG, Tw



                            • Irianto Tarigan
                              Oooo...   bage ari. Erpengarapen lampas madan Kempu Nini Rambit gelah kede danci buka mulihi. Mbaru denga enggo ka buka Kede Kopi Pancur , tapi diskusi na
                              Message 14 of 15 , Apr 4, 2010
                              • 0 Attachment
                                Oooo...   bage ari.
                                Erpengarapen lampas madan Kempu Nini Rambit gelah kede danci buka mulihi.
                                Mbaru denga enggo ka buka 'Kede Kopi Pancur' , tapi diskusi na langa meriah, langa semangat, perban paksana ndabuh erga gula merah, tualah ras rimo.
                                Salam ras Mejuah juah.
                                Irianto Tarigan
                                 
                                 

                                --- On Fri, 4/2/10, simson m. gintings <uncleiting2002@...> wrote:

                                From: simson m. gintings <uncleiting2002@...>
                                Subject: Re: [gbkp] Namo Rambe Cafe
                                To: gbkp@yahoogroups.com
                                Date: Friday, April 2, 2010, 1:39 AM

                                 
                                Mjj.
                                Kempu nini rambit tendeng angkot (mikrolet) dua minggu silewat i X malang, seh asa gundari i opname denga i rs. Em dalana kede la pulka.

                                sg


                                --- On Thu, 4/1/10, Irianto Tarigan <tarigan26@yahoo. com> wrote:

                                From: Irianto Tarigan <tarigan26@yahoo. com>
                                Subject: [gbkp] Namo Rambe Cafe
                                To: gbkp@yahoogroups. com
                                Date: Thursday, April 1, 2010, 2:44 PM

                                 
                                Mejuah juah Namo Rambe Cafe,
                                 
                                Kuga beritana Namo Rambe Cafe?
                                Enggo ndekah sitik  ka lalit terbegi berita runggu i Namo Rambe Cafe.
                                Biasana analisa Guru Khalsa, Tamburrakrak ras Tan Beng San cukup mbages.
                                Mbera, udan pe bagenda wari, la erbanca Guru Khalsa rusur cicudu.
                                 
                                Salam.
                                Irianto Tarigan 

                                --- On Wed, 3/31/10, shodan purba <shodanpurba@ yahoo.com> wrote:

                                From: shodan purba <shodanpurba@ yahoo.com>
                                Subject: [gbkp] Re: [tanahkaro] Re: (CAP-CAI) Tekhnologi akan ulangi kejayaan pertanian Karo
                                To: tanahkaro@yahoogrou ps.com, "Kom Karo" <komunitaskaro@ yahoogroups. com>, gbkp@yahoogroups. com
                                Date: Wednesday, March 31, 2010, 11:54 PM

                                 
                                MJJ:
                                Salah satu fokus dari pengembangan pertanian seperti di dataran tinggi Karo adalah "Strategi Cap-Cai", aneka-tanam, mix-farming, mau sebut apa saja, tetapi tidak harus tumpang sari. Di era 70-an 'erjuma cap-cai' sudah diadopsi oleh petani di sekitar Gongsol, Kampung Merdeka (d/h Keling) di balik Gundaling Berastagi, untuk menghindari resiko fluktuasi harga. Ada keterbatasan lahan di perparah dengan keausan lahan dan tentunya fluktuasi harga serta faktor cepat rusak atau perishability komoditas pertanian. Small is beautiful.  Selain resiko kejatuhan harga yang terkendali, petani yang mengikuti akan dapat mendistribusikan waktu kerja mereka dengan baik sepanjang tahun. Arus kas juga menjadi lebih stabil. Pilihan komoditas di sekitar Berastagi cukup beragam. Berbagai seledri, (sop ruah, sop daun), Peleng, Wartel, Lobak, Tang-ho, Arcis, Cina Renceng, Parsley, Prei dan lain sebagainya.  Dengan strategi seperti ini, bila dengan sengaja di-fasilitasi,  siapapun yang 'merasa' menjadi penanggung jawab kejatuhan telak harga, dapat menyatakan kepada yang mengeluh: emaka ola kena erpasang, nake!

                                Tadi malam masuk ke "Toko Buah & Sayur Segar" tertegun melihat sudah ada "Bawang Prei" (bukan daun bawang/son ex Puncak) yang disebut "Bawang Son", ex China!!! Puluhan tahun bawang prei ex dataran tinggi Karo menjadi primadona 'high-valued vegetables' di Singapore dan Malaysia. Jadi teringat bagaimana seorang Tauke di Pasir Panjang Wholesale market di Singapura menunjukkan bagaimana mengetahui bawang prei ex Doulu dan Raja Berneh  dengan yang dari sekitar Gongsol dan Keling. Beliau patahkan daunnya dan ada yang patah, yang lebih disukai, dan ada yang lebih liat. Sayang sekali, praktis sama sekali tidak ada upaya fasilitator yang berhasil untuk mempertahankan keunggulan yang sudah ada! Walau sudah dibantu lembaga asing (FES denga PASMAKOP-nya) mempertahankan kualitas atau regenerasi bibit (diambil anaknya, seperti pisang) tidak dapat dilakukan. Sekarang ini permasalahan bibit sudah semakin parah.  Saya dengar ada "embargo" bibit yang dilakukan oleh petani daerah Gongsol dan Keling bagi petani di sekitar Peceren, Lau Gendek dan sekitar Aji Si Empat. Adakah perhatian dari lembaga seperti BPP untuk mengatasi permasalahan sejenis ini? Mbera-mbera.  

                                Sentabi,
                                Bp Nona Sampaguita

                                From: gintingmu <gintingmu@yahoo. se>
                                To: tanahkaro@yahoogrou ps.com
                                Sent: Thu, April 1, 2010 3:26:32 AM
                                Subject: [tanahkaro] Re: Tekhnologi akan ulangi kejayaan pertanian Karo

                                 
                                Kelihatannya gedungnya sangat dipentingkan dan dibanggakan,
                                th 70-80 an pertanian Karo termasuk bagus tanpa peresmian gedung BPP.
                                Sekiranya peningkatam gedung BPP bisa sejajar dengan peningkatan
                                atau dengan kemerosotan pertanian Karo sekarang . . .
                                MUG

                                --- In tanahkaro@yahoogrou ps.com, Alexander Firdaust <daustcoker@ ...> wrote:
                                Untuk mengulangi zaman keemasan produk pertanian Karo seperti dekade 70 hingga 80-an, pola pertanian di Karo harus diubah. Salah satunya dengan penerapan sistem pola teknologi pertanian, khususnya menghadapi pasar global seperti saat ini.

                                “Pemanfaatan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) merupakan salah satu sarana untuk mendukung penerapan sistem pola tekhnologi pertanian,” ujar bupati Karo, Daulat Daniel Sinulingga pada peresmian sembilan Gedung BPP di Karo, di desa Melas kecamatan Dolat Rayat, malam ini.

                                Dikatakannya, dari 212.725 ha luas daerah tersebut, 129.222 ha diantaranya atau mencapai 60 persen merupakan terdiri dari areal pertanian, diantaranya jenis tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan.

                                “Hal tersebut didukung pula dengan iklim dan kondisi tanah yang cukup subur. Kenyataan ini membuat sekitar 75 persen masyarakat Karo menggantungkan hidupnya di sektor pertanian,” ujarnya.

                                Bupati menambahkan, pada era 70 hingga 80-an, ekspor komoditi pertanian dari Karo merupakan yang terunggul dari daerah lain di Sumatera Utara. Pada masa itu, 75 persen dari total ekspor komoditi pertanian Sumut berasal dari kabupaten Karo.

                                Bila dibandingkan dengan saat ini, imbuhnya, kondisi pertanian Karo cukup memprihatinkan. Karo hanya mampu menyumbang 10 persen, itu pun digabung dengan daerah lain seperti Simalungun, Dairi, Taput dan daerah lainnya.

                                “Oleh karenanya pola pertanian di Karo memerlukan pembenahan untuk mengejar ketinggalan, yaitu dengan banyak belajar dan menggali pengalaman dari berbagai sumber tekhnologi,” pungkas Bupati.

                                Bupati Karo meresmikan sembilan Gedung BPP yang tersebar di beberapa kecamatan melalui dana APBN dan Dana DAK pada 2009 lalu, yaitu, kecamatan Kabanjahe, Dolat Rayat, Naman Teran, Merdeka, Kutabuluh, Barusjahe, Merek, Tigabinanga dan BPP kecamatan Juhar.

                                Sementara, BPP yang sudah tersedia sebelumnya adalah BPP Kutagadung kecamatan Berastagi, Tigapanah, Simpang Empat, Tiganderket, Munte dan BPP Kecamatan Laubaleng. Khusus untuk dua kecamatan, yakni Mardinding dan Payung, belum memiliki gedung BPP.

                                Sumber: http://www.waspada. co.id/index. php?option= com_content& view=article& id=101542: tekhnologi- akan-ulangi- kejayaan- pertanian- karo-&catid= 15:sumut& Itemid=28

                                Salam Mejuah Juah

                                Karo Cyber Community





                              Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.