Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Expand Messages
  • nkrisnanto
    Wiranto memang konsisten untuk melupakan masa lalu terutama kasus2 tragedi HAM. Jika sekarang Wiranto berkampanye mau menegakkan hukum dan HAM itu adalah
    Message 1 of 1 , May 14, 2004
    • 0 Attachment
      Wiranto memang konsisten untuk "melupakan masa lalu" terutama kasus2
      tragedi HAM.

      Jika sekarang Wiranto berkampanye mau menegakkan hukum dan HAM itu
      adalah dalam perspektif kedepan; yang ke belakang janganlah lagi
      diutik2.

      Wiranto barangkali tidak pernah dengarkan suara2 dan jerit tangis
      keluarga korban; dia hanya dengar suara hati dan pikirannya
      sendiri....

      NK


      Senin, 3 Januari 2000

      Wiranto: Maafkan yang Sudah Lalu

      Jakarta, Kompas
      "Yang sudah lalu, sebaiknya dimaafkan. Mengapa kita tidak bisa
      saling memaafkan, mengapa kita tidak belajar dari Afrika Selatan
      untuk saling memaafkan. Saya kira, ada suatu saat bagi kita untuk
      saling memaafkan," demikian pinta Menteri Koordinator Politik dan
      Keamanan Wiranto saat berbicara menjelang buka puasa bersama dengan
      Pemuda Muhammadiyah, di Jakarta, Jumat (31/12).

      Memasuki milenium ketiga, Wiranto mengajak masyarakat Indonesia
      untuk tidak melupakan leluhur atau pendahulu yang telah dianggap
      berjasa. Wiranto juga mengajak semua pihak untuk saling menghormati
      dan mempercayai satu sama lain.

      Tentang krisis yang dialami bangsa ini, Wiranto mengajak agar semua
      pihak mengintrospeksi diri apa masalahnya. Sebab, kata Wiranto,
      keterpurukan selama ini tidak lepas dari manusianya, atau sumber
      daya manusianya. "Suatu bangsa perlu tekad bersama, dibutuhkan suatu
      kepercayaan bersama dan saling percaya satu sama lain," katanya.

      Perlu isolasi

      Tentang kerusuhan Ambon yang masih berlanjut, Wiranto mengatakan,
      sebagai Menko Polkam pihaknya telah melakukan koordinasi dengan TNI,
      Polri, dan sejumlah departemen terkait.

      Untuk menghentikan pertikaian di Ambon, katanya, selain adanya upaya
      dan tekad militer untuk menghentikannya (pertikaian), terlebih
      dahulu harus ada kepastian terhadap hukum yang ditaati bersama oleh
      seluruh masyarakat Ambon. "Tanpa ada kepatuhan hukum dari masyarakat
      akan sulit," ucapnya.

      Apabila sudah ada kepastian hukum, lanjutnya, baru nanti akan ada
      upaya-upaya yang mengarah kepada isolasi, dalam arti isolasi
      pemberitaan, isolasi campur tangan dari pihak-pihak lain. "Daerah
      lain tidak perlu ikut latah, ikut-ikutan pro dan kontra, apalagi ada
      yang minta bantuan dari luar negeri, yang malah semakin tidak masuk
      akal," ujarnya.

      "Kita isolasi masalah-masalah itu, baru kita masuk kepada upaya
      rehabilitasi dan rekonsiliasi dengan mediator-mediator yang dikenal
      dan dipercaya rakyat Ambon," tandas Wiranto. (pep)

      ----------


      Kamis, 13 Mei 2004

      Soal Kerusuhan Mei, Wiranto Minta Semua Pihak Jangan Terjebak Masa
      Lalu

      Jakarta, Kompas - Calon presiden dari Partai Golkar, Jenderal (Purn)
      Wiranto, menyatakan prihatin dengan Peristiwa Mei 1998 yang
      merupakan awal dari proses reformasi dan transisi demokrasi. Namun,
      mantan Panglima ABRI saat kerusuhan Mei itu terjadi meminta semua
      pihak agar tidak terjebak masa lalu.


      "Kalau kita selalu terjebak pada masa lalu tanpa bisa menyelesaikan
      secara tuntas dan keikhlasan kita, kita tak bisa menyelesaikan
      masalah itu semua dengan cara yang lebih arif dan lebih bijak, tanpa
      menimbulkan masalah baru," kata Wiranto kepada pers di sela-sela
      gala dinner dengan para tokoh politik dan pengusaha di Hotel Mulia,
      Rabu (12/5) malam.

      Hadir dalam acara tersebut para pimpinan tokoh Partai Golkar seperti
      Agung Laksono, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia MS
      Hidayat, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Alwi Shihab, dan Wakil
      Ketua Umum PKB Moh Mahfud MD.

      Sebelum gala dinner tersebut, Ketua Pergerakan Reformasi Tionghoa
      Indonesia (Parti) Lieus Sungkharisma bersama korban kerusuhan Mei,
      yakni Iwan Firman, sejak pukul 17.00 telah menunggu Wiranto di lobi
      Hotel Mulia untuk menyampaikan undangan peringatan "Kerusuhan 13
      Mei" di Jalan Hayam Wuruk. Namun, Wiranto baru tiba sekitar pukul
      20.00 dan langsung mengikuti acara. Pekan lalu (5/5), Lieus juga
      mengundang Presiden Megawati Soekarnoputri untuk menghadiri acara
      tersebut dan meresmikan monumen Kerusuhan Mei itu.

      Tentang acara tersebut, Wiranto mengatakan, ia mengumpulkan teman-
      teman yang satu visi untuk membangun negeri ini. " Ini saya mengajak
      untuk sama-sama prihatin atas peristiwa enam tahun lalu yang
      merupakan awal dari proses reformasi di republik ini, awal dari
      transisi demokrasi,"katanya.

      Ditanya bagaimana menyelesaikan peristiwa kerusuhan Mei, Wiranto tak
      menjawabnya secara langsung. Ia mengatakan, kasus yang lama banyak
      sekali. Ia mengemukakan, dengan semangat reformasi, maka perlu
      diwujudkan semangat rekonsiliasi. Karena itu, ia justru mengajak
      mulai saat dan mencoba melakukan komunikasi yang lebih baik agar
      segera bisa terlepas dari belenggu masalah masa lalu dan bisa
      bergerak maju.

      Dengan demikian, katanya, peluang ke depan sangat banyak. Untuk itu
      diperlukan pemikiran cerdas dari semua pihak untuk mencari peluang
      mana yang bisa dieksploitasi untuk kepentingan bangsa
      Indonesia. "Malam hari ini kita lakukan langkah awal untuk bergerak
      maju. Banyak hal yang kita lakukan untuk menyelesaikan masalah-
      masalah yang telah lalu, baik dalam tataran komunikasi, tataran
      kompromi, maupun tataran hukum. Saya kira sudah kita lakukan
      bersama. Yang penting adalah semangat kita bersatu untuk maju,"
      katanya.

      Ditanya apakah akan minta restu ke mantan Presiden Soeharto, Wiranto
      mengatakan, "Saya akan minta restu kepada semuanya di republik ini.
      Siapa pun yang masih hidup, yang tadinya merupakan tokoh-tokoh yang
      patut kita hormati dan kita cari hal-hal positif," kata mantan
      ajudan penguasa Orde Baru selama empat tahun itu.

      Berkenaan dengan pencalonannya sebagai presiden, Wiranto juga
      mengungkapkan bahwa ia mendapat banyak informasi bahwa beberapa
      partai politik memberikan dukungan dalam rangka aliansi taktis dan
      strategis yang hendak dibangun nantinya. (BUR)
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.