Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: [forum-pajak] Re: Outsourcing

Expand Messages
  • Ade ian Harfiansyah
    # Maaf Mas. Kalau atas biaya outsourcing (gaji) tsb dicatat sebagai biaya management, maka jumlah PPh 23 yang harus dipotong semakin membengkak, dan itu
    Message 1 of 13 , Aug 28, 2002
      # Maaf Mas.
      Kalau atas biaya outsourcing (gaji) tsb dicatat
      sebagai biaya management, maka jumlah PPh 23 yang
      harus dipotong semakin membengkak, dan itu tentunya
      merugikan bagi pihak pemberi jasanya.
      Menurut saya, sudah benar atas biaya outsourcing itu
      dicatat sebagai reimbursement for salary exp...
      masalah dikoreksi atau tidak dikoreksi tergantung pada
      saat pemeriksaan pajak nantinya.
      Apabila pada saat pemeriksaan, kita mampu membuktikan
      (dengan supporting document yg ada) bahwa atas akun
      reimbursement tsb memang nature-nya benar2
      "reimbursement" dan telah dipotong PPh 21 oleh pihak
      pemberi jasa, saya yakin pemeriksa pajak tidak akan
      melakukan koreksi.

      Terima Kasih


      --- ahamsyah <ahamsyah@...> wrote:
      > Bagi perusahaan yg memberikan jasa out sourcing
      > tidak ada masalah
      > karena PPh 21 dilaporkan a/n perusahaannya sehingga
      > bisa membukukan
      > salary exp dan mngt fee, tetapi bagi si penerima
      > Jasa Outsourcing
      > Reimburshment gaji tsb dicatat sbg biaya apa
      > mengingat PPh 21 nya a/n
      > Outsourcing Co?.
      > Pada dasarnya reimburshment adalah pembayaran kepada
      > phk lain berupa
      > penggantian biaya yg merupakan beban kita tetapi
      > telah dibayarkan
      > lebih dahulu oleh pihak lain tsb. Jika si penerima
      > jasa mencatat sbg
      > salary exp seharusnya PPh 21 dilaporkan a/n_nya,
      > jika tidak maka
      > atas biaya ini akan timbul tax exposure; masalahnya
      > apa dan berapa
      > besarnya ?.
      > Memang masalah ini masih merupakan grey area karena
      > blm ada ketentuan
      > khusus yg mengatur perihal ini, tetapi menurut saya
      > lebih tepat
      > dicatat sbg Biaya Management, ini didasarkan bahwa
      > Outsourcing Co
      > menempatkan karyawannya u/ memberikan keahliannya
      > dan ikut serta
      > dalam kegiatan perusahaan pemakai jasa tsb.
      > Mohon pendapat rekan2.
      >
      > Terima kasih.
      >
      >
      > --- In forum-pajak@y..., yAn yAn <yanyan_ns@y...>
      > wrote:
      > > Aku mo nambahin juga, perusahaanku jg salah satu
      > divisinya bergerak
      > dalam bidang jasa manajemen.
      > > Account untuk reimbursment salary dan management
      > fee-nya itu
      > sendiri dipisah.
      > > Jadi PPh 23-nya sudah keliatan dengan jelas.
      > >
      > > Thx,
      > > Yanyan
      > >
      > >
      > >
      > >
      > > arie widodo wrote:
      > >
      > > Saya coba bantu,
      > >
      > > Kalo berdasarkan transaksi tersebut, yang terutang
      > PPh
      > > psl 23 adalah atas jasa managementnya saja sebesar
      > 6
      > > %.
      > > Karena pada prinsipnya PPh 21 dibayar oleh PT.A
      > >
      > > Namun yang jadi maslah adalah pembebanan seluruh
      > biaya
      > > tsb kedalam biaya management fee.
      > > Alangkah baiknya jika saudara bisa memisahkan
      > biaya
      > > management yg sebenarnya dgn biaya reimbushment
      > > salary.
      > >
      > > alangkah baiknya jika saudara membuat account baru
      > > yang memuat biaya reimbushment gaji tsb.
      > > Biasanya nama accountnya reimbushment salary exp.
      > >
      > > Sedangakn management fee tetap dibebankan ke biaya
      > > managemnet.
      > >
      > > Sehingga bisa terhindarkan pengenaan pajak (PPh
      > > psl.23) yg besar jika suatu saat kelak perus.
      > saudara
      > > diperiksa
      > >
      > > kalo ada yang bisa ngasih pendapat dipersilahkan
      > >
      > > terima kasih
      > > dodo
      > >
      > > --- ahamsyah <ahamsyah@y...> wrote:
      > > > Kepada : Moderator & Rekan millis.
      > > >
      > > > Mohon pendapatnya mengenai penggunaan tenaga
      > kerja
      > > > dari perusahaan
      > > > penyedia tenaga kerja (MIS: PT A,) dimana gaji &
      > PPh
      > > > 21 dibayarkan
      > > > dan dilaporkan atas nama PT A.
      > > > PT A dalam tagihannya memuat sbb :
      > > > - Reimbursment Gaji Rp 115.000.000,-
      > > > - Reimbursment Astek Rp 2.875.000.-
      > > > - Jasa Management Rp 8.000.000,-
      > > > - PPN (10% x Jasa Mngt) Rp 800.000,-
      > > > ----------------
      > > > Total Rp 126.675.000,-
      > > > Dan oleh accounting kami dicatat sbg Biaya
      > > > management Fee sebesar Rp
      > > > 125.875.000,- dan PPN Masukan Rp 800.000,-
      > sedangkan
      > > > PPh Psl 23
      > > > dihitung 6% x Rp 8.000.000 = Rp 480.000,-
      > > >
      > > > Menurut saya PPh 23 seharusnya dihitung 6% x Rp
      > > > 125.875.000 = Rp
      > > > 7.552.500.-
      > > >
      > > > Mohon pendapat rekan2 atas hal ini, sebelumnya
      > > > terima kasih.
      > > > Thanks
      > > >
      > > >
      >
      >
      >


      __________________________________________________
      Do You Yahoo!?
      Yahoo! Finance - Get real-time stock quotes
      http://finance.yahoo.com
    • Wali Mursyid
      Nambahin lagi..... Seperti posting saya pertama, saya setuju dengan Pak Ahamsyah.... Kalau dilihat dari sisi Outsourcing co., kalau tagihan tsb sifatnya
      Message 2 of 13 , Aug 29, 2002
        Nambahin lagi.....
        Seperti posting saya pertama, saya setuju dengan Pak Ahamsyah....
        Kalau dilihat dari sisi Outsourcing co., kalau tagihan tsb sifatnya
        reimbursement, maka seharusnya pihak Outsourcing tidak ada biaya.....
        padahal waktu dia bayar gaji sudah dibiayakan..... maka tagihan tsb. akan
        menjadi income (other income..?).
        Altenatifnya adalah pihak Outsourcing tidak membiayakan... (hanya di pos
        neraca saja yang akhirnya nol..) maka atas gaji tersebut menjadi beban
        pemakai jasa dan juga atas pembayaran PPh 21 nya, karena memang
        substansinya beban tsb. adalah beban pemakai jasa......
        Kalau alternatif tsb. dipakai maka akan lebih klop, dimana reimbursement
        gajinya masuk dalam pos gaji (terkena PPh 21) dan PPh 23 hanya dikenakan
        atas management fee saja. Di pihak outsourcing, income nya hanya management
        fee saja.

        Kalo pengalaman saya, di perush. saya juga pake outsourcing. Tetapi saya
        dan pihak outsourcing sepakat bahwa PPh 23 akan saya potong atas nilai
        total (reimbursement + mgm. fee), dan PPN nya juga atas nilai total tsb.
        Menurut outsourcing tsb. biasanya dalam tagihan reimbursement tsb.
        (penghitungannya) sudah dimasukkan komponen2 lain seperti cadangan lembur
        nasional, medical, cuti, pesangon, pajak dll. sehingga sebetulnya angka
        reimbursement tsb. tidak sama dengan yang benar-benar dibayarkan secara
        cash untuk gaji karyawan..... dan bahkan umumnya mereka juga sudah
        memasukkan unsur PPh 23. Dengan kata lain mereka juga sudah mencadangkan
        profit atas reimbursement tsb. (di luar mgm. fee -nya sendiri...)

        Pengalaman lain adalah pada waktu diperiksa pajak, kalo kita masukkan total
        tagihan tsb. dalam pos mgm. fee, sedangkan PPh 23 hanya dipotong atas mgm.
        fee -nya saja, maka pajak akan gampang sekali menemukan "kesalahan",
        karena antara SPM kita dengan ledger tidak sama.........

        Terimakasih





        Ade ian
        Harfiansyah To: forum-pajak@yahoogroups.com
        <harfiansyah@ cc:
        yahoo.com> Subject: Re: [forum-pajak] Re: Outsourcing

        29/08/02
        08:49
        Please
        respond to
        forum-pajak





        # Maaf Mas.
        Kalau atas biaya outsourcing (gaji) tsb dicatat
        sebagai biaya management, maka jumlah PPh 23 yang
        harus dipotong semakin membengkak, dan itu tentunya
        merugikan bagi pihak pemberi jasanya.
        Menurut saya, sudah benar atas biaya outsourcing itu
        dicatat sebagai reimbursement for salary exp...
        masalah dikoreksi atau tidak dikoreksi tergantung pada
        saat pemeriksaan pajak nantinya.
        Apabila pada saat pemeriksaan, kita mampu membuktikan
        (dengan supporting document yg ada) bahwa atas akun
        reimbursement tsb memang nature-nya benar2
        "reimbursement" dan telah dipotong PPh 21 oleh pihak
        pemberi jasa, saya yakin pemeriksa pajak tidak akan
        melakukan koreksi.

        Terima Kasih


        --- ahamsyah <ahamsyah@...> wrote:
        > Bagi perusahaan yg memberikan jasa out sourcing
        > tidak ada masalah
        > karena PPh 21 dilaporkan a/n perusahaannya sehingga
        > bisa membukukan
        > salary exp dan mngt fee, tetapi bagi si penerima
        > Jasa Outsourcing
        > Reimburshment gaji tsb dicatat sbg biaya apa
        > mengingat PPh 21 nya a/n
        > Outsourcing Co?.
        > Pada dasarnya reimburshment adalah pembayaran kepada
        > phk lain berupa
        > penggantian biaya yg merupakan beban kita tetapi
        > telah dibayarkan
        > lebih dahulu oleh pihak lain tsb. Jika si penerima
        > jasa mencatat sbg
        > salary exp seharusnya PPh 21 dilaporkan a/n_nya,
        > jika tidak maka
        > atas biaya ini akan timbul tax exposure; masalahnya
        > apa dan berapa
        > besarnya ?.
        > Memang masalah ini masih merupakan grey area karena
        > blm ada ketentuan
        > khusus yg mengatur perihal ini, tetapi menurut saya
        > lebih tepat
        > dicatat sbg Biaya Management, ini didasarkan bahwa
        > Outsourcing Co
        > menempatkan karyawannya u/ memberikan keahliannya
        > dan ikut serta
        > dalam kegiatan perusahaan pemakai jasa tsb.
        > Mohon pendapat rekan2.
        >
        > Terima kasih.
        >
        >
        > --- In forum-pajak@y..., yAn yAn <yanyan_ns@y...>
        > wrote:
        > > Aku mo nambahin juga, perusahaanku jg salah satu
        > divisinya bergerak
        > dalam bidang jasa manajemen.
        > > Account untuk reimbursment salary dan management
        > fee-nya itu
        > sendiri dipisah.
        > > Jadi PPh 23-nya sudah keliatan dengan jelas.
        > >
        > > Thx,
        > > Yanyan
        > >
        > >
        > >
        > >
        > > arie widodo wrote:
        > >
        > > Saya coba bantu,
        > >
        > > Kalo berdasarkan transaksi tersebut, yang terutang
        > PPh
        > > psl 23 adalah atas jasa managementnya saja sebesar
        > 6
        > > %.
        > > Karena pada prinsipnya PPh 21 dibayar oleh PT.A
        > >
        > > Namun yang jadi maslah adalah pembebanan seluruh
        > biaya
        > > tsb kedalam biaya management fee.
        > > Alangkah baiknya jika saudara bisa memisahkan
        > biaya
        > > management yg sebenarnya dgn biaya reimbushment
        > > salary.
        > >
        > > alangkah baiknya jika saudara membuat account baru
        > > yang memuat biaya reimbushment gaji tsb.
        > > Biasanya nama accountnya reimbushment salary exp.
        > >
        > > Sedangakn management fee tetap dibebankan ke biaya
        > > managemnet.
        > >
        > > Sehingga bisa terhindarkan pengenaan pajak (PPh
        > > psl.23) yg besar jika suatu saat kelak perus.
        > saudara
        > > diperiksa
        > >
        > > kalo ada yang bisa ngasih pendapat dipersilahkan
        > >
        > > terima kasih
        > > dodo
        > >
        > > --- ahamsyah <ahamsyah@y...> wrote:
        > > > Kepada : Moderator & Rekan millis.
        > > >
        > > > Mohon pendapatnya mengenai penggunaan tenaga
        > kerja
        > > > dari perusahaan
        > > > penyedia tenaga kerja (MIS: PT A,) dimana gaji &
        > PPh
        > > > 21 dibayarkan
        > > > dan dilaporkan atas nama PT A.
        > > > PT A dalam tagihannya memuat sbb :
        > > > - Reimbursment Gaji Rp 115.000.000,-
        > > > - Reimbursment Astek Rp 2.875.000.-
        > > > - Jasa Management Rp 8.000.000,-
        > > > - PPN (10% x Jasa Mngt) Rp 800.000,-
        > > > ----------------
        > > > Total Rp 126.675.000,-
        > > > Dan oleh accounting kami dicatat sbg Biaya
        > > > management Fee sebesar Rp
        > > > 125.875.000,- dan PPN Masukan Rp 800.000,-
        > sedangkan
        > > > PPh Psl 23
        > > > dihitung 6% x Rp 8.000.000 = Rp 480.000,-
        > > >
        > > > Menurut saya PPh 23 seharusnya dihitung 6% x Rp
        > > > 125.875.000 = Rp
        > > > 7.552.500.-
        > > >
        > > > Mohon pendapat rekan2 atas hal ini, sebelumnya
        > > > terima kasih.
        > > > Thanks
        > > >
        > > >
        >
        >
        >
      • I Made Sanyasa
        Dear Pak Wali & rekan netters, Dari jawaban pak Wali, kalau PPh 23 dipotong dari total (reimbursement + Mgt.fee), apakah tidak terjadi dua kali pengenaan PPh
        Message 3 of 13 , Aug 29, 2002
          Dear Pak Wali & rekan netters,

          Dari jawaban pak Wali, kalau PPh 23 dipotong dari total (reimbursement + Mgt.fee), apakah tidak terjadi dua kali pengenaan PPh atas suatu transaksi ? Karena dikenakan PPh 23 juga nantinya dipotong PPh pasal 21 ? Belum lagi dikenakan PPN-nya juga.

          BR,
          Sany



          > ----------
          > From: Wali Mursyid[SMTP:wali_m@...]
          > Reply To: forum-pajak@yahoogroups.com
          > Sent: Friday, August 30, 2002 9:36 AM
          > To: forum-pajak@yahoogroups.com
          > Subject: Re: [forum-pajak] Re: Outsourcing
          >
          > Nambahin lagi.....
          > Seperti posting saya pertama, saya setuju dengan Pak Ahamsyah....
          > Kalau dilihat dari sisi Outsourcing co., kalau tagihan tsb sifatnya
          > reimbursement, maka seharusnya pihak Outsourcing tidak ada biaya.....
          > padahal waktu dia bayar gaji sudah dibiayakan..... maka tagihan tsb. akan
          > menjadi income (other income..?).
          > Altenatifnya adalah pihak Outsourcing tidak membiayakan... (hanya di pos
          > neraca saja yang akhirnya nol..) maka atas gaji tersebut menjadi beban
          > pemakai jasa dan juga atas pembayaran PPh 21 nya, karena memang
          > substansinya beban tsb. adalah beban pemakai jasa......
          > Kalau alternatif tsb. dipakai maka akan lebih klop, dimana reimbursement
          > gajinya masuk dalam pos gaji (terkena PPh 21) dan PPh 23 hanya dikenakan
          > atas management fee saja. Di pihak outsourcing, income nya hanya management
          > fee saja.
          >
          > Kalo pengalaman saya, di perush. saya juga pake outsourcing. Tetapi saya
          > dan pihak outsourcing sepakat bahwa PPh 23 akan saya potong atas nilai
          > total (reimbursement + mgm. fee), dan PPN nya juga atas nilai total tsb.
          > Menurut outsourcing tsb. biasanya dalam tagihan reimbursement tsb.
          > (penghitungannya) sudah dimasukkan komponen2 lain seperti cadangan lembur
          > nasional, medical, cuti, pesangon, pajak dll. sehingga sebetulnya angka
          > reimbursement tsb. tidak sama dengan yang benar-benar dibayarkan secara
          > cash untuk gaji karyawan..... dan bahkan umumnya mereka juga sudah
          > memasukkan unsur PPh 23. Dengan kata lain mereka juga sudah mencadangkan
          > profit atas reimbursement tsb. (di luar mgm. fee -nya sendiri...)
          >
          > Pengalaman lain adalah pada waktu diperiksa pajak, kalo kita masukkan total
          > tagihan tsb. dalam pos mgm. fee, sedangkan PPh 23 hanya dipotong atas mgm.
          > fee -nya saja, maka pajak akan gampang sekali menemukan "kesalahan",
          > karena antara SPM kita dengan ledger tidak sama.........
          >
          > Terimakasih
          >
          >
          >
          >
          >
          > Ade ian
          > Harfiansyah To: forum-pajak@yahoogroups.com
          > <harfiansyah@ cc:
          > yahoo.com> Subject: Re: [forum-pajak] Re: Outsourcing
          >
          > 29/08/02
          > 08:49
          > Please
          > respond to
          > forum-pajak
          >
          >
          >
          >
          >
          > # Maaf Mas.
          > Kalau atas biaya outsourcing (gaji) tsb dicatat
          > sebagai biaya management, maka jumlah PPh 23 yang
          > harus dipotong semakin membengkak, dan itu tentunya
          > merugikan bagi pihak pemberi jasanya.>
          > Menurut saya, sudah benar atas biaya outsourcing itu
          > dicatat sebagai reimbursement for salary exp...
          > masalah dikoreksi atau tidak dikoreksi tergantung pada
          > saat pemeriksaan pajak nantinya.
          > Apabila pada saat pemeriksaan, kita mampu membuktikan
          > (dengan supporting document yg ada) bahwa atas akun
          > reimbursement tsb memang nature-nya benar2
          > "reimbursement" dan telah dipotong PPh 21 oleh pihak
          > pemberi jasa, saya yakin pemeriksa pajak tidak akan
          > melakukan koreksi.
          >
          > Terima Kasih
          >
          >
          > --- ahamsyah <ahamsyah@...> wrote:
          > > Bagi perusahaan yg memberikan jasa out sourcing
          > > tidak ada masalah
          > > karena PPh 21 dilaporkan a/n perusahaannya sehingga
          > > bisa membukukan
          > > salary exp dan mngt fee, tetapi bagi si penerima
          > > Jasa Outsourcing
          > > Reimburshment gaji tsb dicatat sbg biaya apa
          > > mengingat PPh 21 nya a/n
          > > Outsourcing Co?.
          > > Pada dasarnya reimburshment adalah pembayaran kepada
          > > phk lain berupa
          > > penggantian biaya yg merupakan beban kita tetapi
          > > telah dibayarkan
          > > lebih dahulu oleh pihak lain tsb. Jika si penerima
          > > jasa mencatat sbg
          > > salary exp seharusnya PPh 21 dilaporkan a/n_nya,
          > > jika tidak maka
          > > atas biaya ini akan timbul tax exposure; masalahnya
          > > apa dan berapa
          > > besarnya ?.
          > > Memang masalah ini masih merupakan grey area karena
          > > blm ada ketentuan
          > > khusus yg mengatur perihal ini, tetapi menurut saya
          > > lebih tepat
          > > dicatat sbg Biaya Management, ini didasarkan bahwa
          > > Outsourcing Co
          > > menempatkan karyawannya u/ memberikan keahliannya
          > > dan ikut serta
          > > dalam kegiatan perusahaan pemakai jasa tsb.
          > > Mohon pendapat rekan2.
          > >
          > > Terima kasih.
          > >
          > >
          > > --- In forum-pajak@y..., yAn yAn <yanyan_ns@y...>
          > > wrote:
          > > > Aku mo nambahin juga, perusahaanku jg salah satu
          > > divisinya bergerak
          > > dalam bidang jasa manajemen.
          > > > Account untuk reimbursment salary dan management
          > > fee-nya itu
          > > sendiri dipisah.
          > > > Jadi PPh 23-nya sudah keliatan dengan jelas.
          > > >
          > > > Thx,
          > > > Yanyan
          > > >
          > > >
          > > >
          > > >
          > > > arie widodo wrote:
          > > >
          > > > Saya coba bantu,
          > > >
          > > > Kalo berdasarkan transaksi tersebut, yang terutang
          > > PPh
          > > > psl 23 adalah atas jasa managementnya saja sebesar
          > > 6
          > > > %.
          > > > Karena pada prinsipnya PPh 21 dibayar oleh PT.A
          > > >
          > > > Namun yang jadi maslah adalah pembebanan seluruh
          > > biaya
          > > > tsb kedalam biaya management fee.
          > > > Alangkah baiknya jika saudara bisa memisahkan
          > > biaya
          > > > management yg sebenarnya dgn biaya reimbushment
          > > > salary.
          > > >
          > > > alangkah baiknya jika saudara membuat account baru
          > > > yang memuat biaya reimbushment gaji tsb.
          > > > Biasanya nama accountnya reimbushment salary exp.
          > > >
          > > > Sedangakn management fee tetap dibebankan ke biaya
          > > > managemnet.
          > > >
          > > > Sehingga bisa terhindarkan pengenaan pajak (PPh
          > > > psl.23) yg besar jika suatu saat kelak perus.
          > > saudara
          > > > diperiksa
          > > >
          > > > kalo ada yang bisa ngasih pendapat dipersilahkan
          > > >
          > > > terima kasih
          > > > dodo
          > > >
          > > > --- ahamsyah <ahamsyah@y...> wrote:
          > > > > Kepada : Moderator & Rekan millis.
          > > > >
          > > > > Mohon pendapatnya mengenai penggunaan tenaga
          > > kerja
          > > > > dari perusahaan
          > > > > penyedia tenaga kerja (MIS: PT A,) dimana gaji &
          > > PPh
          > > > > 21 dibayarkan
          > > > > dan dilaporkan atas nama PT A.
          > > > > PT A dalam tagihannya memuat sbb :
          > > > > - Reimbursment Gaji Rp 115.000.000,-
          > > > > - Reimbursment Astek Rp 2.875.000.-
          > > > > - Jasa Management Rp 8.000.000,-
          > > > > - PPN (10% x Jasa Mngt) Rp 800.000,-
          > > > > ----------------
          > > > > Total Rp 126.675.000,-
          > > > > Dan oleh accounting kami dicatat sbg Biaya
          > > > > management Fee sebesar Rp
          > > > > 125.875.000,- dan PPN Masukan Rp 800.000,-
          > > sedangkan
          > > > > PPh Psl 23
          > > > > dihitung 6% x Rp 8.000.000 == Rp 480.000,-
          > > > >
          > > > > Menurut saya PPh 23 seharusnya dihitung 6% x Rp>
          > > > > 125.875.000 == Rp
          > > > > 7.552.500.-
          > > > >
          > > > > Mohon pendapat rekan2 atas hal ini, sebelumnya
          > > > > terima kasih.
          > > > > Thanks
        • ahamsyah
          To : Moderator $ Rekan2 Neter, Saya ingin sekali tanggapan moderator dalam hal ini, mudah2 an dpt membantu meberikan pencerahan berupa dasar yg lebih kuat u/
          Message 4 of 13 , Sep 1, 2002
            To : Moderator $ Rekan2 Neter,

            Saya ingin sekali tanggapan moderator dalam hal ini, mudah2 an dpt
            membantu meberikan pencerahan berupa dasar yg lebih kuat u/ treatment
            atas Jasa Oursourcing.
            sebelumnya thanks.


            --- In forum-pajak@y..., "I Made Sanyasa" <IMadeS@S...> wrote:
            > Dear Pak Wali & rekan netters,
            >
            > Dari jawaban pak Wali, kalau PPh 23 dipotong dari total
            (reimbursement + Mgt.fee), apakah tidak terjadi dua kali pengenaan
            PPh atas suatu transaksi ? Karena dikenakan PPh 23 juga nantinya
            dipotong PPh pasal 21 ? Belum lagi dikenakan PPN-nya juga.
            >
            > BR,
            > Sany
            >
            >
            >
            > > ----------
            > > From: Wali Mursyid[SMTP:wali_m@j...]
            > > Reply To: forum-pajak@y...
            > > Sent: Friday, August 30, 2002 9:36 AM
            > > To: forum-pajak@y...
            > > Subject: Re: [forum-pajak] Re: Outsourcing
            > >
            > > Nambahin lagi.....
            > > Seperti posting saya pertama, saya setuju dengan Pak Ahamsyah....
            > > Kalau dilihat dari sisi Outsourcing co., kalau tagihan tsb
            sifatnya
            > > reimbursement, maka seharusnya pihak Outsourcing tidak ada
            biaya.....
            > > padahal waktu dia bayar gaji sudah dibiayakan..... maka tagihan
            tsb. akan
            > > menjadi income (other income..?).
            > > Altenatifnya adalah pihak Outsourcing tidak membiayakan... (hanya
            di pos
            > > neraca saja yang akhirnya nol..) maka atas gaji tersebut menjadi
            beban
            > > pemakai jasa dan juga atas pembayaran PPh 21 nya, karena memang
            > > substansinya beban tsb. adalah beban pemakai jasa......
            > > Kalau alternatif tsb. dipakai maka akan lebih klop, dimana
            reimbursement
            > > gajinya masuk dalam pos gaji (terkena PPh 21) dan PPh 23 hanya
            dikenakan
            > > atas management fee saja. Di pihak outsourcing, income nya hanya
            management
            > > fee saja.
            > >
            > > Kalo pengalaman saya, di perush. saya juga pake outsourcing.
            Tetapi saya
            > > dan pihak outsourcing sepakat bahwa PPh 23 akan saya potong atas
            nilai
            > > total (reimbursement + mgm. fee), dan PPN nya juga atas nilai
            total tsb.
            > > Menurut outsourcing tsb. biasanya dalam tagihan reimbursement tsb.
            > > (penghitungannya) sudah dimasukkan komponen2 lain seperti
            cadangan lembur
            > > nasional, medical, cuti, pesangon, pajak dll. sehingga
            sebetulnya angka
            > > reimbursement tsb. tidak sama dengan yang benar-benar dibayarkan
            secara
            > > cash untuk gaji karyawan..... dan bahkan umumnya mereka juga sudah
            > > memasukkan unsur PPh 23. Dengan kata lain mereka juga sudah
            mencadangkan
            > > profit atas reimbursement tsb. (di luar mgm. fee -nya sendiri...)
            > >
            > > Pengalaman lain adalah pada waktu diperiksa pajak, kalo kita
            masukkan total
            > > tagihan tsb. dalam pos mgm. fee, sedangkan PPh 23 hanya dipotong
            atas mgm.
            > > fee -nya saja, maka pajak akan gampang sekali
            menemukan "kesalahan",
            > > karena antara SPM kita dengan ledger tidak sama.........
            > >
            > > Terimakasih
            > >
            > >
            > >
            > >
            >
            >

            > > Ade
            ian
            > > Harfiansyah To: forum-
            pajak@y...
            > > <harfiansyah@
            cc:
            > > yahoo.com> Subject: Re: [forum-
            pajak] Re: Outsourcing
            >
            >

            > >
            29/08/02

            > >
            08:49

            > >
            Please

            > > respond
            to
            > > forum-
            pajak
            >
            >

            >
            >

            > >
            > >
            > >
            > > # Maaf Mas.
            > > Kalau atas biaya outsourcing (gaji) tsb dicatat
            > > sebagai biaya management, maka jumlah PPh 23 yang
            > > harus dipotong semakin membengkak, dan itu tentunya
            > > merugikan bagi pihak pemberi jasanya.>
            > > Menurut saya, sudah benar atas biaya outsourcing itu
            > > dicatat sebagai reimbursement for salary exp...
            > > masalah dikoreksi atau tidak dikoreksi tergantung pada
            > > saat pemeriksaan pajak nantinya.
            > > Apabila pada saat pemeriksaan, kita mampu membuktikan
            > > (dengan supporting document yg ada) bahwa atas akun
            > > reimbursement tsb memang nature-nya benar2
            > > "reimbursement" dan telah dipotong PPh 21 oleh pihak
            > > pemberi jasa, saya yakin pemeriksa pajak tidak akan
            > > melakukan koreksi.
            > >
            > > Terima Kasih
            > >
            > >
            > > --- ahamsyah <ahamsyah@y...> wrote:
            > > > Bagi perusahaan yg memberikan jasa out sourcing
            > > > tidak ada masalah
            > > > karena PPh 21 dilaporkan a/n perusahaannya sehingga
            > > > bisa membukukan
            > > > salary exp dan mngt fee, tetapi bagi si penerima
            > > > Jasa Outsourcing
            > > > Reimburshment gaji tsb dicatat sbg biaya apa
            > > > mengingat PPh 21 nya a/n
            > > > Outsourcing Co?.
            > > > Pada dasarnya reimburshment adalah pembayaran kepada
            > > > phk lain berupa
            > > > penggantian biaya yg merupakan beban kita tetapi
            > > > telah dibayarkan
            > > > lebih dahulu oleh pihak lain tsb. Jika si penerima
            > > > jasa mencatat sbg
            > > > salary exp seharusnya PPh 21 dilaporkan a/n_nya,
            > > > jika tidak maka
            > > > atas biaya ini akan timbul tax exposure; masalahnya
            > > > apa dan berapa
            > > > besarnya ?.
            > > > Memang masalah ini masih merupakan grey area karena
            > > > blm ada ketentuan
            > > > khusus yg mengatur perihal ini, tetapi menurut saya
            > > > lebih tepat
            > > > dicatat sbg Biaya Management, ini didasarkan bahwa
            > > > Outsourcing Co
            > > > menempatkan karyawannya u/ memberikan keahliannya
            > > > dan ikut serta
            > > > dalam kegiatan perusahaan pemakai jasa tsb.
            > > > Mohon pendapat rekan2.
            > > >
            > > > Terima kasih.
            > > >
            > > >
            > > > --- In forum-pajak@y..., yAn yAn <yanyan_ns@y...>
            > > > wrote:
            > > > > Aku mo nambahin juga, perusahaanku jg salah satu
            > > > divisinya bergerak
            > > > dalam bidang jasa manajemen.
            > > > > Account untuk reimbursment salary dan management
            > > > fee-nya itu
            > > > sendiri dipisah.
            > > > > Jadi PPh 23-nya sudah keliatan dengan jelas.
            > > > >
            > > > > Thx,
            > > > > Yanyan
            > > > >
            > > > >
            > > > >
            > > > >
            > > > > arie widodo wrote:
            > > > >
            > > > > Saya coba bantu,
            > > > >
            > > > > Kalo berdasarkan transaksi tersebut, yang terutang
            > > > PPh
            > > > > psl 23 adalah atas jasa managementnya saja sebesar
            > > > 6
            > > > > %.
            > > > > Karena pada prinsipnya PPh 21 dibayar oleh PT.A
            > > > >
            > > > > Namun yang jadi maslah adalah pembebanan seluruh
            > > > biaya
            > > > > tsb kedalam biaya management fee.
            > > > > Alangkah baiknya jika saudara bisa memisahkan
            > > > biaya
            > > > > management yg sebenarnya dgn biaya reimbushment
            > > > > salary.
            > > > >
            > > > > alangkah baiknya jika saudara membuat account baru
            > > > > yang memuat biaya reimbushment gaji tsb.
            > > > > Biasanya nama accountnya reimbushment salary exp.
            > > > >
            > > > > Sedangakn management fee tetap dibebankan ke biaya
            > > > > managemnet.
            > > > >
            > > > > Sehingga bisa terhindarkan pengenaan pajak (PPh
            > > > > psl.23) yg besar jika suatu saat kelak perus.
            > > > saudara
            > > > > diperiksa
            > > > >
            > > > > kalo ada yang bisa ngasih pendapat dipersilahkan
            > > > >
            > > > > terima kasih
            > > > > dodo
            > > > >
            > > > > --- ahamsyah <ahamsyah@y...> wrote:
            > > > > > Kepada : Moderator & Rekan millis.
            > > > > >
            > > > > > Mohon pendapatnya mengenai penggunaan tenaga
            > > > kerja
            > > > > > dari perusahaan
            > > > > > penyedia tenaga kerja (MIS: PT A,) dimana gaji &
            > > > PPh
            > > > > > 21 dibayarkan
            > > > > > dan dilaporkan atas nama PT A.
            > > > > > PT A dalam tagihannya memuat sbb :
            > > > > > - Reimbursment Gaji Rp 115.000.000,-
            > > > > > - Reimbursment Astek Rp 2.875.000.-
            > > > > > - Jasa Management Rp 8.000.000,-
            > > > > > - PPN (10% x Jasa Mngt) Rp 800.000,-
            > > > > > ----------------
            > > > > > Total Rp 126.675.000,-
            > > > > > Dan oleh accounting kami dicatat sbg Biaya
            > > > > > management Fee sebesar Rp
            > > > > > 125.875.000,- dan PPN Masukan Rp 800.000,-
            > > > sedangkan
            > > > > > PPh Psl 23
            > > > > > dihitung 6% x Rp 8.000.000 = Rp 480.000,-
            > > > > >
            > > > > > Menurut saya PPh 23 seharusnya dihitung 6% x Rp>
            > > > > > 125.875.000 = Rp
            > > > > > 7.552.500.-
            > > > > >
            > > > > > Mohon pendapat rekan2 atas hal ini, sebelumnya
            > > > > > terima kasih.
            > > > > > Thanks
          • Erpani, Taufan
            Di dalam hand-out yg diterbitkan KPP jelas sekali tertera yaitu bahwa: Imbalan Bruto (sebagai DPP) untuk Jasa selain Jasa Kontruksi dan Catering adalah imbalan
            Message 5 of 13 , Sep 1, 2002
              Di dalam hand-out yg diterbitkan KPP jelas sekali tertera yaitu bahwa:
              Imbalan Bruto (sebagai DPP) untuk Jasa selain Jasa Kontruksi dan Catering
              adalah imbalan yg dibayarkan hanya atas pemberian jasanya saja kecuali dlm
              kontrak tidak dapat dipisahkan antara jasa dgn material/barangnya, maka
              imbalan bruto adalah seluruh nilai kontrak.
              Lantas, apakah nilai material ini identik dgn nilai reimbursement gaji utk
              pegawai outsourhing tsb?
              Kalau yes maka sah-lah PPh 23 hanya dipotong dari nilai jasanya jasa.
              Lantas bgm dgn masalah ekualisasi antara spm dgn ledger? Di ledger-nya
              harus dipisahkan mana yg jasa, mana yg nilai reimbursement, misalnya biaya
              Pegawai Outsourching, dan Biaya Jasa Outsourcing. Lantas kalau ditanya
              fiskus mengapa yg biaya Pegawai Outsourching tidak dipotong PPh 21? Lho
              mereka khan bukan karyawan kita (si penikmat jasa) dan juga mereka bukan
              pihak penerima imbalan lainnya, mereka adalah karyawan pihak outsourshing
              company yg utk jasanya telah kita potong pph 23nya.

              Apakah argumen kita bisa demikian?

              Selama ini yg kami lakukan adalah PPh 23 dihitung dari total pembayaran ke
              outsourching (gaji+jasa), tetapi dgn cara gross-up.

              Salam
              ET
              ----- Original Message -----
              From: "Wali Mursyid" <wali_m@...>
              To: <forum-pajak@yahoogroups.com>
              Sent: Friday, August 30, 2002 9:36 AM
              Subject: Re: [forum-pajak] Re: Outsourcing


              > Nambahin lagi.....
              > Seperti posting saya pertama, saya setuju dengan Pak Ahamsyah....
              > Kalau dilihat dari sisi Outsourcing co., kalau tagihan tsb sifatnya
              > reimbursement, maka seharusnya pihak Outsourcing tidak ada biaya.....
              > padahal waktu dia bayar gaji sudah dibiayakan..... maka tagihan tsb. akan
              > menjadi income (other income..?).
              > Altenatifnya adalah pihak Outsourcing tidak membiayakan... (hanya di pos
              > neraca saja yang akhirnya nol..) maka atas gaji tersebut menjadi beban
              > pemakai jasa dan juga atas pembayaran PPh 21 nya, karena memang
              > substansinya beban tsb. adalah beban pemakai jasa......
              > Kalau alternatif tsb. dipakai maka akan lebih klop, dimana reimbursement
              > gajinya masuk dalam pos gaji (terkena PPh 21) dan PPh 23 hanya dikenakan
              > atas management fee saja. Di pihak outsourcing, income nya hanya
              management
              > fee saja.
              >
              > Kalo pengalaman saya, di perush. saya juga pake outsourcing. Tetapi saya
              > dan pihak outsourcing sepakat bahwa PPh 23 akan saya potong atas nilai
              > total (reimbursement + mgm. fee), dan PPN nya juga atas nilai total tsb.
              > Menurut outsourcing tsb. biasanya dalam tagihan reimbursement tsb.
              > (penghitungannya) sudah dimasukkan komponen2 lain seperti cadangan lembur
              > nasional, medical, cuti, pesangon, pajak dll. sehingga sebetulnya angka
              > reimbursement tsb. tidak sama dengan yang benar-benar dibayarkan secara
              > cash untuk gaji karyawan..... dan bahkan umumnya mereka juga sudah
              > memasukkan unsur PPh 23. Dengan kata lain mereka juga sudah mencadangkan
              > profit atas reimbursement tsb. (di luar mgm. fee -nya sendiri...)
              >
              > Pengalaman lain adalah pada waktu diperiksa pajak, kalo kita masukkan
              total
              > tagihan tsb. dalam pos mgm. fee, sedangkan PPh 23 hanya dipotong atas mgm.
              > fee -nya saja, maka pajak akan gampang sekali menemukan "kesalahan",
              > karena antara SPM kita dengan ledger tidak sama.........
              >
              > Terimakasih
              >
              >
              >
              >
              >
              > Ade ian
              > Harfiansyah To:
              forum-pajak@yahoogroups.com
              > <harfiansyah@ cc:
              > yahoo.com> Subject: Re: [forum-pajak]
              Re: Outsourcing
              >
              > 29/08/02
              > 08:49

              > Please
              > respond to
              > forum-pajak
              >
              >
              >
              >
              >
              > # Maaf Mas.
              > Kalau atas biaya outsourcing (gaji) tsb dicatat
              > sebagai biaya management, maka jumlah PPh 23 yang
              > harus dipotong semakin membengkak, dan itu tentunya
              > merugikan bagi pihak pemberi jasanya.
              > Menurut saya, sudah benar atas biaya outsourcing itu
              > dicatat sebagai reimbursement for salary exp...
              > masalah dikoreksi atau tidak dikoreksi tergantung pada
              > saat pemeriksaan pajak nantinya.
              > Apabila pada saat pemeriksaan, kita mampu membuktikan
              > (dengan supporting document yg ada) bahwa atas akun
              > reimbursement tsb memang nature-nya benar2
              > "reimbursement" dan telah dipotong PPh 21 oleh pihak
              > pemberi jasa, saya yakin pemeriksa pajak tidak akan
              > melakukan koreksi.
              >
              > Terima Kasih
              >
              >
              > --- ahamsyah <ahamsyah@...> wrote:
              > > Bagi perusahaan yg memberikan jasa out sourcing
              > > tidak ada masalah
              > > karena PPh 21 dilaporkan a/n perusahaannya sehingga
              > > bisa membukukan
              > > salary exp dan mngt fee, tetapi bagi si penerima
              > > Jasa Outsourcing
              > > Reimburshment gaji tsb dicatat sbg biaya apa
              > > mengingat PPh 21 nya a/n
              > > Outsourcing Co?.
              > > Pada dasarnya reimburshment adalah pembayaran kepada
              > > phk lain berupa
              > > penggantian biaya yg merupakan beban kita tetapi
              > > telah dibayarkan
              > > lebih dahulu oleh pihak lain tsb. Jika si penerima
              > > jasa mencatat sbg
              > > salary exp seharusnya PPh 21 dilaporkan a/n_nya,
              > > jika tidak maka
              > > atas biaya ini akan timbul tax exposure; masalahnya
              > > apa dan berapa
              > > besarnya ?.
              > > Memang masalah ini masih merupakan grey area karena
              > > blm ada ketentuan
              > > khusus yg mengatur perihal ini, tetapi menurut saya
              > > lebih tepat
              > > dicatat sbg Biaya Management, ini didasarkan bahwa
              > > Outsourcing Co
              > > menempatkan karyawannya u/ memberikan keahliannya
              > > dan ikut serta
              > > dalam kegiatan perusahaan pemakai jasa tsb.
              > > Mohon pendapat rekan2.
              > >
              > > Terima kasih.
              > >
              > >
              > > --- In forum-pajak@y..., yAn yAn <yanyan_ns@y...>
              > > wrote:
              > > > Aku mo nambahin juga, perusahaanku jg salah satu
              > > divisinya bergerak
              > > dalam bidang jasa manajemen.
              > > > Account untuk reimbursment salary dan management
              > > fee-nya itu
              > > sendiri dipisah.
              > > > Jadi PPh 23-nya sudah keliatan dengan jelas.
              > > >
              > > > Thx,
              > > > Yanyan
              > > >
              > > >
              > > >
              > > >
              > > > arie widodo wrote:
              > > >
              > > > Saya coba bantu,
              > > >
              > > > Kalo berdasarkan transaksi tersebut, yang terutang
              > > PPh
              > > > psl 23 adalah atas jasa managementnya saja sebesar
              > > 6
              > > > %.
              > > > Karena pada prinsipnya PPh 21 dibayar oleh PT.A
              > > >
              > > > Namun yang jadi maslah adalah pembebanan seluruh
              > > biaya
              > > > tsb kedalam biaya management fee.
              > > > Alangkah baiknya jika saudara bisa memisahkan
              > > biaya
              > > > management yg sebenarnya dgn biaya reimbushment
              > > > salary.
              > > >
              > > > alangkah baiknya jika saudara membuat account baru
              > > > yang memuat biaya reimbushment gaji tsb.
              > > > Biasanya nama accountnya reimbushment salary exp.
              > > >
              > > > Sedangakn management fee tetap dibebankan ke biaya
              > > > managemnet.
              > > >
              > > > Sehingga bisa terhindarkan pengenaan pajak (PPh
              > > > psl.23) yg besar jika suatu saat kelak perus.
              > > saudara
              > > > diperiksa
              > > >
              > > > kalo ada yang bisa ngasih pendapat dipersilahkan
              > > >
              > > > terima kasih
              > > > dodo
              > > >
              > > > --- ahamsyah <ahamsyah@y...> wrote:
              > > > > Kepada : Moderator & Rekan millis.
              > > > >
              > > > > Mohon pendapatnya mengenai penggunaan tenaga
              > > kerja
              > > > > dari perusahaan
              > > > > penyedia tenaga kerja (MIS: PT A,) dimana gaji &
              > > PPh
              > > > > 21 dibayarkan
              > > > > dan dilaporkan atas nama PT A.
              > > > > PT A dalam tagihannya memuat sbb :
              > > > > - Reimbursment Gaji Rp 115.000.000,-
              > > > > - Reimbursment Astek Rp 2.875.000.-
              > > > > - Jasa Management Rp 8.000.000,-
              > > > > - PPN (10% x Jasa Mngt) Rp 800.000,-
              > > > > ----------------
              > > > > Total Rp 126.675.000,-
              > > > > Dan oleh accounting kami dicatat sbg Biaya
              > > > > management Fee sebesar Rp
              > > > > 125.875.000,- dan PPN Masukan Rp 800.000,-
              > > sedangkan
              > > > > PPh Psl 23
              > > > > dihitung 6% x Rp 8.000.000 = Rp 480.000,-
              > > > >
              > > > > Menurut saya PPh 23 seharusnya dihitung 6% x Rp
              > > > > 125.875.000 = Rp
              > > > > 7.552.500.-
              > > > >
              > > > > Mohon pendapat rekan2 atas hal ini, sebelumnya
              > > > > terima kasih.
              > > > > Thanks
              > > > >
              > > > >
            Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.