Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [FISIKA] Re: Faktor daya

Expand Messages
  • Dodi Garinto
    Well, boleh yah saya tambah keruwetan dikit. Power factor adalah tentang masalah (efisiensi, harmonic, EMI, cost, power density, dsb). Dari sudut pandang power
    Message 1 of 19 , Aug 7, 2006
    View Source
    • 0 Attachment
      Well, boleh yah saya tambah keruwetan dikit. Power factor adalah tentang masalah (efisiensi, harmonic, EMI, cost, power density, dsb). Dari sudut pandang power electronics, power factor correction adalah solusinya, seperti interleaving technique dari Miwa (MIT). Menurut pendapat saya solusi yang ideal adalah bagaimana memberikan topologi boost yang baru dengan zero-ripple input dan output currents sehingga input filter dapat dieliminasi, biaya yang lebih murah dan power density yang lebih tinggi dapat dicapai. Jika anda dapat temukan solusi ini, anda dapat kirim paper ke APEC 2007, Disneyland, California.
       
      Salam,
      Dodi Garinto

      Rudy Irianto <rud_ir@...> wrote:
      Pasang ampermeter dan voltmeternya tentunya sama dengan pengukuran
      rangkaian DC. Wattmeter AC isinya itu voltmeter dan amperemeter
      beserta cos phi, maksudnya di dalamnya sudah dirancang kumparan
      volmeter dan ampermeternya saling mengalikan berikut beda fasa
      antara keduanya atau cos phi nya, untuk wattmeter analog, sedangkan
      untuk wattmeter digital didalam processornya ada algoritma perkalian
      arus, tegangan dan cos phi. Pada bagian luarnya terdapat dua port
      masukan untuk tegangan dan dua port masukan untuk arus.

      Contoh beban kapasitas, misalnya penangkap debu elektrostatik. Kalau
      pada industri biasanya dipasang untuk menangkap debu. Misal pabrik
      semen.
      Lalu kalo pernah dengan AC dengan plasma cluster. Perangkat ini juga
      bekerja mirip dengan penangkap debu elektrostatik. Tentunya terdiri
      dari plat-plat yang disusun seperti kapasitor plat datar.

      --- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com, "muslim_fis"
      <muslim_fis@ ...> wrote:
      >
      >
      > Thanks sebelumnya atas penjelasannya. Bisa gak ya kasih contoh:
      > misalnya gini ada rangkaian yang terdiri dari sumber AC dengan
      sebuah
      > kipas angin. Kalau dalam sumber DC Amperemeternya di pasang seri
      > kan!? Sedangkan Voltmeternya dipasang Paralel.Kalau di sumber AC
      tadi
      > gimana? Dua-duanya Paralel ya? Wattmeternya gimana?
      > Eh.... ada yang lupa, untuk mas Rudy juga.Contoh alat-alat yang
      > bersifat kapasitif apa aja ya?
      > --- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com, "yyoorrggaa"
      > <yyoorrggaa@ > wrote:
      > >
      > > Wa'alaikum salam
      > >
      > > saya agak bingung dengan pertanyaannya.
      > > "sebenarnya apa sich factor daya tuh dalam bahasa kita? "
      > > faktor daya itu sdh terjemahan dlm bahasa kita. bahasa inggris
      > > nya "power factor". :-) tp kayaknya bukan itu yang jadi
      pertanyaan
      > >
      > > power, ato daya, per definisi adalah "kmampuan menghabiskan
      energi
      > > dalam satu satuan waktu" (misal Joule/detik = watt)
      > >
      > > dalam listrik, karena P^ = V^ * I^ (lambang '^' maksudnya
      sesaat)
      > maka
      > > daya nyata hanya terjadi jika arus dan tegangan punya polaritas
      > yang
      > > sama, atau P bernilai positif (mengalir dari sumber ke
      peralatan).
      > >
      > > nah masalahnya pada listrik AC, polaritas V dan I tidak selalu
      > sama.
      > > pada saat itu nilai P^ akan negatif. artinya power justru
      mengalir
      > dari
      > > peralatan ke sumber.
      > >
      > > hal ini membuat pengukuran listrik ac jadi tidak sederhana.
      > > contoh : sebuah motor dihubungkan dengan sumber ac 50Hz.
      pengukuran
      > > dengan voltmeter memberikan hasil 100Volt, dengan Ampermeter
      > memberikan
      > > hasil 2 Ampere.
      > >
      > > berapa konsumsi daya?
      > >
      > > P = V*I
      > > = 100 * 2
      > > = 200watt
      > >
      > > betulkah ???
      > >
      > > belum tentu!!!
      > >
      > > --> angka 200 ini disebut sebagai DAYA NAMPAK (apparent power)
      > karena
      > > ini yang terbaca dari hasil pengukuran V dan I.
      > > --> DAYA NYATA bergantung pada kosinus beda sudut fasa antara V
      dan
      > I
      > > (cos PHI). nah kuantitas cos PHI ini lah yang disebut sebagai
      > faktor
      > > daya.
      > > --> Sedangkan sin PHI didefiniskan sebagai DAYA SEMU. bisa
      dibilang
      > > daya yang nampaknya ada tapi tidak memberikan keluaran apa-apa.
      > (daya
      > > ini nggak diukur loh. PLN tidak men-Charge pelanggan untuk
      > pemakaian
      > > daya semu)
      > >
      > > jadi rumus di atas di modif dikit jadi gini
      > >
      > > P = V * I * cos PHI
      > >
      > > (enaknya sambil lihat gambar gel. tegangan dan gel arus,
      sehingga
      > jelas
      > > mana daya nampak, daya nyata, dan daya semu, googling deh biar
      > polll)
      > >
      > > mungkin lalu timbul pertanyaan 'kalau gitu kita ga usah
      dipusingkan
      > > dengan daya semu dong?'. jawabnya: nggak sesederhana itu.
      > > cos PHI yang terlalu rendah akan menyebabkan arus yang mengalir
      > besar.
      > > akibatnya kabel jadi panas, bisa kebakaran.
      > > dari sisi suplay PLN rugi karena listrik yang mengalir cuma
      > sebagian
      > > saja yang harus dibayar, padahal kapasitas hantar arus dari
      kabel
      > > terbatas. ibarat bis kapasitas 50 penumpang diisi penuh, tapi
      cuma
      > 35
      > > orang yang bayar. 15 sisanya penumpang semu. (jadi PLN gak narik
      > > ongkos, tapi menghukum pelanggan kalo cos PHI pelanggan dibawah
      0,7)
      > >
      > > cara untuk mengukur cos PHI???
      > > cara yang langsung pakai osiloskop. tapi osiloskopnya mahal.
      > >
      > > cara tidak langsung bisa dengan membandingkan antara wattmeter,
      > > voltmeter dan amperemeter. karena pembacaan wattmeter adalah
      daya
      > nyata.
      > > sedangkan perkalian VM dan AM adalah daya nampak, maka
      > > cos PHI adalah ==> (reading wattmeter) / [(reading VM) *
      (reading
      > AM)]
      > >
      > > Oya 1 hal penting, cara di atas hanya valid untuk sistem 1 fasa.
      > untuk
      > > 3 fasa lain lagi ceritanya.
      > >
      > > hmm, gitu aja dulu deh, mungkin pak Hikam, bung AM atau yang
      lain
      > mau
      > > nambah atau kritik. makasih sebelumnya
      > >
      > > semoga gak puas
      > >
      > > wassalam
      > > yorga
      > >
      > >
      > > --- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com, "muslim_fis"
      <muslim_fis@ >
      > > wrote:
      > > >
      > > > Assalamualaikum Wr. Wb.
      > > > Hai…bro, para ahli fisika, diskusi yuk!? Aku ada masalah
      tentang
      > > factor
      > > > daya, sebenarnya apa sich factor daya tuh dalam bahasa kita?
      > Kalau
      > > > dalam buku dikatakan bahwa factor daya adalah perbandingan
      antara
      > > daya
      > > > aktif atau daya nyata dengan daya tampak. Itu kan rumus bukan
      > > > pengertian. Trus yang dimaksud dengan daya aktif atau daya
      nyata
      > tuh
      > > > apa? Juga apa itu daya tampak? Kalau dalam alat2 listrik yang
      > kita
      > > > pakai di rumah kita gimana tuh cara ngitung factor dayanya?
      Ada
      > yang
      > > > bisa njelasin lebih detail?
      > > >
      > >
      >



      Groups are talking. We´re listening. Check out the handy changes to Yahoo! Groups.

    • yyoorrggaa
      sebenarnya perhitungan cos PHI dengan mengukur beda sudut fasa antara arus dan tegangan hanya valid jika bentuk tegangan dan arus sama-sama sinusoid. kalau
      Message 2 of 19 , Aug 7, 2006
      View Source
      • 0 Attachment
        sebenarnya perhitungan cos PHI dengan mengukur beda sudut fasa
        antara arus dan tegangan hanya valid jika bentuk tegangan dan arus
        sama-sama sinusoid. kalau mengandung freq harmonis (dan celakanya
        ini yang merupakan kejadian sehari-hari) perhitungannya menjadi
        lebih rumit. karena kita musti memperhitungkan juga pengaruh freq2
        harmonik-nya. Beban elektronik seperti komputer memiliki karakter
        non-linear. berbeda dengan beban konvensional seperti lampu atau
        motor (yang ada di dalam pompa, mixer, blender, mesin cuci, ac,
        kompressor, etc)

        selain itu saya pernah mengukur beban listrik dirumah ternyata cos
        PHI-nya tidak terlalu buruk. sekitar 0.95 s.d. 0,98.(beban utama
        adalah lampu)

        lalu saya ingin mengoreksi sedikit pernyataan mas rudi tentang lampu
        pijar. benar lampu pijar merp sumber cahaya yang sangat tdak
        efisien, karena 95-98% menjadi panas. tapi walaupun kawat wolfram
        digulung dan dipilin seperti itu, tetapi impedansi terhadap freq
        jala-jala 50Hz bisa dibilang murni resistif (I have measured it).
        jadi cos PHI 0,5 itu mungkin terjadi pada freq sumber yang sangat
        tinggi (yg pada kenyataannya tidak pernah ada)

        yang cos PHI-nya rendah justru adalh lampu TL murah yang di jual di
        indonesia. karena sering kalli kapasitor-nya tidak dipasang oleh
        penjual. (atau kalau pun terpasang dari sono-nya, kadang2 ada
        penjual yang sengaja mencopotnya untuk dijual terpisah)
        Jadi ti ati aja kalo beli barang :-)

        wassalam
        yorga

        --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "Rudy Irianto" <rud_ir@...>
        wrote:
        >
        > coba liat kembali persamaan Maxwell, biasanya pada bahasan
        mengenai
        > sebuah kawat konduktor itu dapat mengandung resistor, induktor dan
        > kapasitor.
        >
        > Misalnya untuk induktor.
        > Kemudian ambil arusnya adalah arus AC i = I sin(wt+tetha) atau
        dalam
        > bentuk imajinernya i=I e ^j(wt+tetha)
        > Terus gunakan persamaan Faraday dari persamaan maxwell
        > v=d Phi/dt
        > atau v = L di/dt degan induksi diri
        > masukkan i=I e^j(wt+tetha)
        > diperoleh v=jwLi
        > Gunakan perhitungan dari persamaan imajiner kebentuk polar.
        > Dari sini bisa terlihat sudut positif 90 derajat antara i dan v.
        >
        > Menghitungnya:
        > Daya reaktif harus diketahui satuannya VAR (Volt Ampere Reaktif)
        > alatnya adalah VAR meter
        > Daya aktif harus diketahui satuannya Watt tentunya dengan wattmeter
        > kmudian watt dibagi VAR diperoleh cos phi.
        >
        > Alat hemat listrik di pasaran ditujukan untuk kompensasi juga,
        > karena beberapa alat rumahan tidak disertai kapasitor kompensator.
        > Misal, mesin mixer, lampu pijar (kawat wolframnya dibuat seperti
        > induktor, cos phinya sekitar o.5, termasuk lampu paling boros
        energi)
        >
        > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "muslim_fis"
        > <muslim_fis@> wrote:
        > >
        > > 1.Induktor bisa menyebabkan timbulnya sudut PHI,kapasitor juga
        > ya?
        > > Kenapa sih di buku-buku yang aku baca, selalu dua komponen
        > elektonika
        > > itu yang selalu disinggung, apa komponen yang lain gak bisa
        > > menimbulkan sudut PHI? Apa sebabnya?
        > > 2. Di buku juga disebutkan rumus faktor daya adalah pf=V*I cos
        > PHI :
        > > V*I Katanya tadi faktor daya itu cos PHI,kalau dengan rumus itu
        > > gimana kita mau ngitung faktor daya?
        > > 3. Kalau di alat-alat listrik rumah kita sudah ada kapasitor
        yang
        > di
        > > pasang paralel. Kenapa ada alat hemat listrik yang di jual di
        > > pasaran? Apa alat hemat itu bukan berupa kapasitor? lalu berupa
        > apa?
        > > Bantu ya bingung nihhhhh
        > >
        > >
        > > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "Rudy Irianto"
        <rud_ir@>
        > > wrote:
        > > >
        > > > Pada rangkaian listrik untuk rangkaian Arus bolak-balik atau
        AC,
        > > beban
        > > > yang terpasang yang berupa impedansi, bukan hanya berupa
        > resistansi
        > > > murni, ada juga beban tersebut adalah berupa induktor atau
        > > kapasitor.
        > > > Sebagai contoh untuk induktor adalah motor listrik (seperti
        > > digunakan
        > > > pada motor penggerak kipas angin, pendingin ruangan, balast
        > lampu
        > > neon
        > > > dll), dan impedansinya (idealnya, dengan mengabaikan
        resistansi
        > > akibat
        > > > gulungan induktor R=rho L/A) adalah jwL dan j adalah bilangan
        > > > imajiner. Nah dari sinilah maka timbul istilah faktor daya
        atau
        > > power
        > > > factor, yang dinyatakan dengan cos phi. Phi atau sudut yang
        > timbul
        > > > akibat adannya induktor itu menyatakan perbadaan sudut antara
        > > tegangan
        > > > dan arus pada beban. Pada beban induktif, arus laging atau
        > > tertinggal
        > > > terhadap tegangan.
        > > > Begitu pula sebaliknya pada beban kapasitif, arus leading atau
        > > > mendahului tegangan.
        > > > Cos phi ini menyebakan rugi daya beban, yang seharusnya energi
        > > listrik
        > > > tersebut sepenuhnya untuk energi gerak pada motor listrik
        > misalnya,
        > > > ada sebagian energi yang berubah menjadi energi panas
        > > > Alat ukurnya adalah cos phi meter.
        > > > Kalo mau tau besarnya cos phi, ukur dengan Volt meter,
        > amperemeter
        > > dan
        > > > wattmeter, tentunya meter-meter tersebut untuk arus bolak-
        balik.
        > > > terus itung deh pake rumus untuk menentukan faktor daya.
        > > > Pada alat-alat listrik rumahan, misalnya balast lampu neon
        > biasanya
        > > > sudah tertera pada balast tersebut, misalnya cos
        phi=0.8.Begitu
        > > juga
        > > > pada motor pompa air.
        > > > Alat yang digunakan untuk mengkompensasi atau mengurangi efek
        > dari
        > > cos
        > > > phi ini adalah cos phi compensator. Lalu, karena biasanya
        beban
        > > pada
        > > > alat-alat rumah tangga adalah beban induktif, maka yang
        > > mengkompensasi
        > > > adalah beban kapasitif. Yaitu dengan memasang paralel beban
        > > induktif
        > > > tersebut dengan sebuah kapasitor. Besarnya nilai kapasitansi
        > > tentunya
        > > > harus dihitung, agar tidak terjadi leading arus terhadap
        > tegangan.
        > > Ini
        > > > juga menimbulkan rugi daya juga.Yang mengakibatkan cos phi
        > berharga
        > > > negatif.
        > > > Idealnya nilai cos phi adalah 1. Sehingga daya nyata sama
        dengan
        > > daya
        > > > aktif.
        > > > Kalau mau lihat, coba bongkar rumah lampu neon 20W atau 40W
        yang
        > > > mereknnya terkenal, misalnya philips. Biasanya didekat balast
        > ada
        > > > sebuah Kapasitor 2,2uF atau 4,7uF untuk tegangan AC 240V atau
        > 400V,
        > > > bentuknya kotak dan cukup besar. Jadi balast tersebut telah
        > > > terkompensasi oleh sebuh kapasitor.
        > > >
        > > > Pada mesin-mesin industri, yang biasanya berupa motor listrik
        > yang
        > > > jumlahnya banyak,cos phi kompensator menjadi adalah alat yang
        > > sangat
        > > > penting. Hal ini untuk menghidari rugi-rugi daya yang
        > mempengaruhi
        > > > ongkos produksi akibat dari pembayaran biaya pemakaian listrik.
        > > >
        > > >
        > > > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "muslim_fis"
        > <muslim_fis@>
        > > > wrote:
        > > > >
        > > > > Assalamualaikum Wr. Wb.
        > > > > Hai…bro, para ahli fisika, diskusi yuk!? Aku ada masalah
        > tentang
        > > > factor
        > > > > daya, sebenarnya apa sich factor daya tuh dalam bahasa kita?
        > > Kalau
        > > > > dalam buku dikatakan bahwa factor daya adalah perbandingan
        > antara
        > > > daya
        > > > > aktif atau daya nyata dengan daya tampak. Itu kan rumus
        bukan
        > > > > pengertian. Trus yang dimaksud dengan daya aktif atau daya
        > nyata
        > > tuh
        > > > > apa? Juga apa itu daya tampak? Kalau dalam alat2 listrik
        yang
        > > kita
        > > > > pakai di rumah kita gimana tuh cara ngitung factor dayanya?
        > Ada
        > > yang
        > > > > bisa njelasin lebih detail?
        > > > >
        > > >
        > >
        >
      • yyoorrggaa
        inilah yang disebut pemodelan. barangnya bisa berupa apapun, lampu, kulkas, motor, komputer, etc. tetapi untuk mempermudah tujuan kita (dalam hal ini
        Message 3 of 19 , Aug 7, 2006
        View Source
        • 0 Attachment
          inilah yang disebut pemodelan. barangnya bisa berupa apapun, lampu,
          kulkas, motor, komputer, etc. tetapi untuk mempermudah tujuan kita
          (dalam hal ini menghitung arus dan tegangannya) benda-benda itu
          dimodelkan dengan rangkaian yang terdiri hanya dari R, L dan C.
          karena pada kenyataanya ini semua hanya idealisasi. misal kapasitor
          yang kita beli di pasaran sebenarnya mengandung sifat R dan L juga
          selain sifat C yang dominan.

          jadi dari 3 jnis komponen "ideal" yang kita tahu (R,L,C) hanya L, C
          saja yang menyebabkan cos PHI. Tapi lagi-lagi ini hanya benar untuk
          beban liniar.

          beban tidak linear contohnya peralatan elektronik. contoh dioda,
          komponen ini secara ideal di modelkan sebagai switch 1 arah. tapi
          ternyata jika dia disusun sebagai penyearah dengan filter C yang di
          beri beban R murni. maka cos phi max sistem ini sekitar 0.7 lagging
          (tertinggal) padahal biasanya kalau beban R-C (tanpa dioda
          penyearah) cos PHI-nya leading (mendahului)

          semoga makin penasaran. :-)

          wassalam
          yorga

          --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "muslim_fis"
          <muslim_fis@...> wrote:
          >
          > 1.Induktor bisa menyebabkan timbulnya sudut PHI,kapasitor juga
          ya?
          > Kenapa sih di buku-buku yang aku baca, selalu dua komponen
          elektonika
          > itu yang selalu disinggung, apa komponen yang lain gak bisa
          > menimbulkan sudut PHI? Apa sebabnya?
          > 2. Di buku juga disebutkan rumus faktor daya adalah pf=V*I cos
          PHI :
          > V*I Katanya tadi faktor daya itu cos PHI,kalau dengan rumus itu
          > gimana kita mau ngitung faktor daya?
          > 3. Kalau di alat-alat listrik rumah kita sudah ada kapasitor yang
          di
          > pasang paralel. Kenapa ada alat hemat listrik yang di jual di
          > pasaran? Apa alat hemat itu bukan berupa kapasitor? lalu berupa
          apa?
          > Bantu ya bingung nihhhhh
          >
          >
          > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "Rudy Irianto" <rud_ir@>
          > wrote:
          > >
          > > Pada rangkaian listrik untuk rangkaian Arus bolak-balik atau AC,
          > beban
          > > yang terpasang yang berupa impedansi, bukan hanya berupa
          resistansi
          > > murni, ada juga beban tersebut adalah berupa induktor atau
          > kapasitor.
          > > Sebagai contoh untuk induktor adalah motor listrik (seperti
          > digunakan
          > > pada motor penggerak kipas angin, pendingin ruangan, balast
          lampu
          > neon
          > > dll), dan impedansinya (idealnya, dengan mengabaikan resistansi
          > akibat
          > > gulungan induktor R=rho L/A) adalah jwL dan j adalah bilangan
          > > imajiner. Nah dari sinilah maka timbul istilah faktor daya atau
          > power
          > > factor, yang dinyatakan dengan cos phi. Phi atau sudut yang
          timbul
          > > akibat adannya induktor itu menyatakan perbadaan sudut antara
          > tegangan
          > > dan arus pada beban. Pada beban induktif, arus laging atau
          > tertinggal
          > > terhadap tegangan.
          > > Begitu pula sebaliknya pada beban kapasitif, arus leading atau
          > > mendahului tegangan.
          > > Cos phi ini menyebakan rugi daya beban, yang seharusnya energi
          > listrik
          > > tersebut sepenuhnya untuk energi gerak pada motor listrik
          misalnya,
          > > ada sebagian energi yang berubah menjadi energi panas
          > > Alat ukurnya adalah cos phi meter.
          > > Kalo mau tau besarnya cos phi, ukur dengan Volt meter,
          amperemeter
          > dan
          > > wattmeter, tentunya meter-meter tersebut untuk arus bolak-balik.
          > > terus itung deh pake rumus untuk menentukan faktor daya.
          > > Pada alat-alat listrik rumahan, misalnya balast lampu neon
          biasanya
          > > sudah tertera pada balast tersebut, misalnya cos phi=0.8.Begitu
          > juga
          > > pada motor pompa air.
          > > Alat yang digunakan untuk mengkompensasi atau mengurangi efek
          dari
          > cos
          > > phi ini adalah cos phi compensator. Lalu, karena biasanya beban
          > pada
          > > alat-alat rumah tangga adalah beban induktif, maka yang
          > mengkompensasi
          > > adalah beban kapasitif. Yaitu dengan memasang paralel beban
          > induktif
          > > tersebut dengan sebuah kapasitor. Besarnya nilai kapasitansi
          > tentunya
          > > harus dihitung, agar tidak terjadi leading arus terhadap
          tegangan.
          > Ini
          > > juga menimbulkan rugi daya juga.Yang mengakibatkan cos phi
          berharga
          > > negatif.
          > > Idealnya nilai cos phi adalah 1. Sehingga daya nyata sama dengan
          > daya
          > > aktif.
          > > Kalau mau lihat, coba bongkar rumah lampu neon 20W atau 40W yang
          > > mereknnya terkenal, misalnya philips. Biasanya didekat balast
          ada
          > > sebuah Kapasitor 2,2uF atau 4,7uF untuk tegangan AC 240V atau
          400V,
          > > bentuknya kotak dan cukup besar. Jadi balast tersebut telah
          > > terkompensasi oleh sebuh kapasitor.
          > >
          > > Pada mesin-mesin industri, yang biasanya berupa motor listrik
          yang
          > > jumlahnya banyak,cos phi kompensator menjadi adalah alat yang
          > sangat
          > > penting. Hal ini untuk menghidari rugi-rugi daya yang
          mempengaruhi
          > > ongkos produksi akibat dari pembayaran biaya pemakaian listrik.
          > >
          > >
          > > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "muslim_fis"
          <muslim_fis@>
          > > wrote:
          > > >
          > > > Assalamualaikum Wr. Wb.
          > > > Hai…bro, para ahli fisika, diskusi yuk!? Aku ada masalah
          tentang
          > > factor
          > > > daya, sebenarnya apa sich factor daya tuh dalam bahasa kita?
          > Kalau
          > > > dalam buku dikatakan bahwa factor daya adalah perbandingan
          antara
          > > daya
          > > > aktif atau daya nyata dengan daya tampak. Itu kan rumus bukan
          > > > pengertian. Trus yang dimaksud dengan daya aktif atau daya
          nyata
          > tuh
          > > > apa? Juga apa itu daya tampak? Kalau dalam alat2 listrik yang
          > kita
          > > > pakai di rumah kita gimana tuh cara ngitung factor dayanya?
          Ada
          > yang
          > > > bisa njelasin lebih detail?
          > > >
          > >
          >
        • muslim_fis
          Mas rudy kalau pasang voltmeter dan amperemeternya kayak pada rangkaian DC. Gimana kalau kita pakai multitester? Kalau menurut aku nggak seperti pada rangkaian
          Message 4 of 19 , Aug 8, 2006
          View Source
          • 0 Attachment
            Mas rudy kalau pasang voltmeter dan amperemeternya kayak pada
            rangkaian DC. Gimana kalau kita pakai multitester? Kalau menurut aku
            nggak seperti pada rangkaian DC, Ok untuk voltmeter sama tapi untuk
            amperemeter probe + and - nya pasti pada kabel yang beda donk.
            Artinya amperemeternya dipasang paralel terhadap rangkaian bukan seri
            seperti pada rangkaian DC. Bener kan yang laen??????






            --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "Rudy Irianto" <rud_ir@...>
            wrote:
            >
            > Pasang ampermeter dan voltmeternya tentunya sama dengan pengukuran
            > rangkaian DC. Wattmeter AC isinya itu voltmeter dan amperemeter
            > beserta cos phi, maksudnya di dalamnya sudah dirancang kumparan
            > volmeter dan ampermeternya saling mengalikan berikut beda fasa
            > antara keduanya atau cos phi nya, untuk wattmeter analog, sedangkan
            > untuk wattmeter digital didalam processornya ada algoritma
            perkalian
            > arus, tegangan dan cos phi. Pada bagian luarnya terdapat dua port
            > masukan untuk tegangan dan dua port masukan untuk arus.
            >
            > Contoh beban kapasitas, misalnya penangkap debu elektrostatik.
            Kalau
            > pada industri biasanya dipasang untuk menangkap debu. Misal pabrik
            > semen.
            > Lalu kalo pernah dengan AC dengan plasma cluster. Perangkat ini
            juga
            > bekerja mirip dengan penangkap debu elektrostatik. Tentunya terdiri
            > dari plat-plat yang disusun seperti kapasitor plat datar.
            >
            >
            > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "muslim_fis"
            > <muslim_fis@> wrote:
            > >
            > >
            > > Thanks sebelumnya atas penjelasannya. Bisa gak ya kasih contoh:
            > > misalnya gini ada rangkaian yang terdiri dari sumber AC dengan
            > sebuah
            > > kipas angin. Kalau dalam sumber DC Amperemeternya di pasang seri
            > > kan!? Sedangkan Voltmeternya dipasang Paralel.Kalau di sumber AC
            > tadi
            > > gimana? Dua-duanya Paralel ya? Wattmeternya gimana?
            > > Eh.... ada yang lupa, untuk mas Rudy juga.Contoh alat-alat yang
            > > bersifat kapasitif apa aja ya?
            > > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "yyoorrggaa"
            > > <yyoorrggaa@> wrote:
            > > >
            > > > Wa'alaikum salam
            > > >
            > > > saya agak bingung dengan pertanyaannya.
            > > > "sebenarnya apa sich factor daya tuh dalam bahasa kita? "
            > > > faktor daya itu sdh terjemahan dlm bahasa kita. bahasa inggris
            > > > nya "power factor". :-) tp kayaknya bukan itu yang jadi
            > pertanyaan
            > > >
            > > > power, ato daya, per definisi adalah "kmampuan menghabiskan
            > energi
            > > > dalam satu satuan waktu" (misal Joule/detik = watt)
            > > >
            > > > dalam listrik, karena P^ = V^ * I^ (lambang '^' maksudnya
            > sesaat)
            > > maka
            > > > daya nyata hanya terjadi jika arus dan tegangan punya polaritas
            > > yang
            > > > sama, atau P bernilai positif (mengalir dari sumber ke
            > peralatan).
            > > >
            > > > nah masalahnya pada listrik AC, polaritas V dan I tidak selalu
            > > sama.
            > > > pada saat itu nilai P^ akan negatif. artinya power justru
            > mengalir
            > > dari
            > > > peralatan ke sumber.
            > > >
            > > > hal ini membuat pengukuran listrik ac jadi tidak sederhana.
            > > > contoh : sebuah motor dihubungkan dengan sumber ac 50Hz.
            > pengukuran
            > > > dengan voltmeter memberikan hasil 100Volt, dengan Ampermeter
            > > memberikan
            > > > hasil 2 Ampere.
            > > >
            > > > berapa konsumsi daya?
            > > >
            > > > P = V*I
            > > > = 100 * 2
            > > > = 200watt
            > > >
            > > > betulkah ???
            > > >
            > > > belum tentu!!!
            > > >
            > > > --> angka 200 ini disebut sebagai DAYA NAMPAK (apparent power)
            > > karena
            > > > ini yang terbaca dari hasil pengukuran V dan I.
            > > > --> DAYA NYATA bergantung pada kosinus beda sudut fasa antara V
            > dan
            > > I
            > > > (cos PHI). nah kuantitas cos PHI ini lah yang disebut sebagai
            > > faktor
            > > > daya.
            > > > --> Sedangkan sin PHI didefiniskan sebagai DAYA SEMU. bisa
            > dibilang
            > > > daya yang nampaknya ada tapi tidak memberikan keluaran apa-apa.
            > > (daya
            > > > ini nggak diukur loh. PLN tidak men-Charge pelanggan untuk
            > > pemakaian
            > > > daya semu)
            > > >
            > > > jadi rumus di atas di modif dikit jadi gini
            > > >
            > > > P = V * I * cos PHI
            > > >
            > > > (enaknya sambil lihat gambar gel. tegangan dan gel arus,
            > sehingga
            > > jelas
            > > > mana daya nampak, daya nyata, dan daya semu, googling deh biar
            > > polll)
            > > >
            > > > mungkin lalu timbul pertanyaan 'kalau gitu kita ga usah
            > dipusingkan
            > > > dengan daya semu dong?'. jawabnya: nggak sesederhana itu.
            > > > cos PHI yang terlalu rendah akan menyebabkan arus yang mengalir
            > > besar.
            > > > akibatnya kabel jadi panas, bisa kebakaran.
            > > > dari sisi suplay PLN rugi karena listrik yang mengalir cuma
            > > sebagian
            > > > saja yang harus dibayar, padahal kapasitas hantar arus dari
            > kabel
            > > > terbatas. ibarat bis kapasitas 50 penumpang diisi penuh, tapi
            > cuma
            > > 35
            > > > orang yang bayar. 15 sisanya penumpang semu. (jadi PLN gak
            narik
            > > > ongkos, tapi menghukum pelanggan kalo cos PHI pelanggan dibawah
            > 0,7)
            > > >
            > > > cara untuk mengukur cos PHI???
            > > > cara yang langsung pakai osiloskop. tapi osiloskopnya mahal.
            > > >
            > > > cara tidak langsung bisa dengan membandingkan antara wattmeter,
            > > > voltmeter dan amperemeter. karena pembacaan wattmeter adalah
            > daya
            > > nyata.
            > > > sedangkan perkalian VM dan AM adalah daya nampak, maka
            > > > cos PHI adalah ==> (reading wattmeter) / [(reading VM) *
            > (reading
            > > AM)]
            > > >
            > > > Oya 1 hal penting, cara di atas hanya valid untuk sistem 1
            fasa.
            > > untuk
            > > > 3 fasa lain lagi ceritanya.
            > > >
            > > > hmm, gitu aja dulu deh, mungkin pak Hikam, bung AM atau yang
            > lain
            > > mau
            > > > nambah atau kritik. makasih sebelumnya
            > > >
            > > > semoga gak puas
            > > >
            > > > wassalam
            > > > yorga
            > > >
            > > >
            > > > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "muslim_fis"
            > <muslim_fis@>
            > > > wrote:
            > > > >
            > > > > Assalamualaikum Wr. Wb.
            > > > > Hai…bro, para ahli fisika, diskusi yuk!? Aku ada masalah
            > tentang
            > > > factor
            > > > > daya, sebenarnya apa sich factor daya tuh dalam bahasa kita?
            > > Kalau
            > > > > dalam buku dikatakan bahwa factor daya adalah perbandingan
            > antara
            > > > daya
            > > > > aktif atau daya nyata dengan daya tampak. Itu kan rumus bukan
            > > > > pengertian. Trus yang dimaksud dengan daya aktif atau daya
            > nyata
            > > tuh
            > > > > apa? Juga apa itu daya tampak? Kalau dalam alat2 listrik yang
            > > kita
            > > > > pakai di rumah kita gimana tuh cara ngitung factor dayanya?
            > Ada
            > > yang
            > > > > bisa njelasin lebih detail?
            > > > >
            > > >
            > >
            >
          • Rudy Irianto
            Mestinya sama, voltmeter paralel beban, amperemeter seri beban. Kalo paralel beban, maka yang diukur adalah arus yang melalui hambatan dalam dari meter itu
            Message 5 of 19 , Aug 8, 2006
            View Source
            • 0 Attachment
              Mestinya sama, voltmeter paralel beban, amperemeter seri beban.
              Kalo paralel beban, maka yang diukur adalah arus yang melalui
              hambatan dalam dari meter itu sendiri, jika beban mempunyai
              impedansi yang lebih besar dari hambatan dalam meter. Berhubung
              hambatan dalam meter biasanya kecil, arus yang melalui meter bisa
              besar sekali, ampermeter bisa rusak, atau fusenya putus seketika.
              Kalo arusnya tidak terukur, mungkin pemasangan probe pada
              mulititester ada yang salah. Biasanya multitester tersedia tiga
              lubang probe. Satu untuk Volt-ohm, satu common atau ground, satu
              untuk arus dalam mA atau A. Jadi untuk tegangan dipasang volt-
              common, dan untuk arus mA atau A - common.
              Biasanya kesalahannya penggunaan multitester pada masalah probe dan
              setting fungsi, misalnya multitester masih terset untuk pengukuran
              arus DC, padahal yang akan diukur untuk arus AC. Mungkin juga
              setting range-nya kelewat besar dari yang akan diukur, akibatnya
              meter tidak mendeteksi pengukuran.



              --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "muslim_fis"
              <muslim_fis@...> wrote:
              >
              > Mas rudy kalau pasang voltmeter dan amperemeternya kayak pada
              > rangkaian DC. Gimana kalau kita pakai multitester? Kalau menurut
              aku
              > nggak seperti pada rangkaian DC, Ok untuk voltmeter sama tapi
              untuk
              > amperemeter probe + and - nya pasti pada kabel yang beda donk.
              > Artinya amperemeternya dipasang paralel terhadap rangkaian bukan
              seri
              > seperti pada rangkaian DC. Bener kan yang laen??????
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "Rudy Irianto" <rud_ir@>
              > wrote:
              > >
              > > Pasang ampermeter dan voltmeternya tentunya sama dengan
              pengukuran
              > > rangkaian DC. Wattmeter AC isinya itu voltmeter dan amperemeter
              > > beserta cos phi, maksudnya di dalamnya sudah dirancang kumparan
              > > volmeter dan ampermeternya saling mengalikan berikut beda fasa
              > > antara keduanya atau cos phi nya, untuk wattmeter analog,
              sedangkan
              > > untuk wattmeter digital didalam processornya ada algoritma
              > perkalian
              > > arus, tegangan dan cos phi. Pada bagian luarnya terdapat dua
              port
              > > masukan untuk tegangan dan dua port masukan untuk arus.
              > >
              > > Contoh beban kapasitas, misalnya penangkap debu elektrostatik.
              > Kalau
              > > pada industri biasanya dipasang untuk menangkap debu. Misal
              pabrik
              > > semen.
              > > Lalu kalo pernah dengan AC dengan plasma cluster. Perangkat ini
              > juga
              > > bekerja mirip dengan penangkap debu elektrostatik. Tentunya
              terdiri
              > > dari plat-plat yang disusun seperti kapasitor plat datar.
              > >
              > >
              > > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "muslim_fis"
              > > <muslim_fis@> wrote:
              > > >
              > > >
              > > > Thanks sebelumnya atas penjelasannya. Bisa gak ya kasih
              contoh:
              > > > misalnya gini ada rangkaian yang terdiri dari sumber AC dengan
              > > sebuah
              > > > kipas angin. Kalau dalam sumber DC Amperemeternya di pasang
              seri
              > > > kan!? Sedangkan Voltmeternya dipasang Paralel.Kalau di sumber
              AC
              > > tadi
              > > > gimana? Dua-duanya Paralel ya? Wattmeternya gimana?
              > > > Eh.... ada yang lupa, untuk mas Rudy juga.Contoh alat-alat
              yang
              > > > bersifat kapasitif apa aja ya?
              > > > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "yyoorrggaa"
              > > > <yyoorrggaa@> wrote:
              > > > >
              > > > > Wa'alaikum salam
              > > > >
              > > > > saya agak bingung dengan pertanyaannya.
              > > > > "sebenarnya apa sich factor daya tuh dalam bahasa kita? "
              > > > > faktor daya itu sdh terjemahan dlm bahasa kita. bahasa
              inggris
              > > > > nya "power factor". :-) tp kayaknya bukan itu yang jadi
              > > pertanyaan
              > > > >
              > > > > power, ato daya, per definisi adalah "kmampuan menghabiskan
              > > energi
              > > > > dalam satu satuan waktu" (misal Joule/detik = watt)
              > > > >
              > > > > dalam listrik, karena P^ = V^ * I^ (lambang '^' maksudnya
              > > sesaat)
              > > > maka
              > > > > daya nyata hanya terjadi jika arus dan tegangan punya
              polaritas
              > > > yang
              > > > > sama, atau P bernilai positif (mengalir dari sumber ke
              > > peralatan).
              > > > >
              > > > > nah masalahnya pada listrik AC, polaritas V dan I tidak
              selalu
              > > > sama.
              > > > > pada saat itu nilai P^ akan negatif. artinya power justru
              > > mengalir
              > > > dari
              > > > > peralatan ke sumber.
              > > > >
              > > > > hal ini membuat pengukuran listrik ac jadi tidak sederhana.
              > > > > contoh : sebuah motor dihubungkan dengan sumber ac 50Hz.
              > > pengukuran
              > > > > dengan voltmeter memberikan hasil 100Volt, dengan Ampermeter
              > > > memberikan
              > > > > hasil 2 Ampere.
              > > > >
              > > > > berapa konsumsi daya?
              > > > >
              > > > > P = V*I
              > > > > = 100 * 2
              > > > > = 200watt
              > > > >
              > > > > betulkah ???
              > > > >
              > > > > belum tentu!!!
              > > > >
              > > > > --> angka 200 ini disebut sebagai DAYA NAMPAK (apparent
              power)
              > > > karena
              > > > > ini yang terbaca dari hasil pengukuran V dan I.
              > > > > --> DAYA NYATA bergantung pada kosinus beda sudut fasa
              antara V
              > > dan
              > > > I
              > > > > (cos PHI). nah kuantitas cos PHI ini lah yang disebut
              sebagai
              > > > faktor
              > > > > daya.
              > > > > --> Sedangkan sin PHI didefiniskan sebagai DAYA SEMU. bisa
              > > dibilang
              > > > > daya yang nampaknya ada tapi tidak memberikan keluaran apa-
              apa.
              > > > (daya
              > > > > ini nggak diukur loh. PLN tidak men-Charge pelanggan untuk
              > > > pemakaian
              > > > > daya semu)
              > > > >
              > > > > jadi rumus di atas di modif dikit jadi gini
              > > > >
              > > > > P = V * I * cos PHI
              > > > >
              > > > > (enaknya sambil lihat gambar gel. tegangan dan gel arus,
              > > sehingga
              > > > jelas
              > > > > mana daya nampak, daya nyata, dan daya semu, googling deh
              biar
              > > > polll)
              > > > >
              > > > > mungkin lalu timbul pertanyaan 'kalau gitu kita ga usah
              > > dipusingkan
              > > > > dengan daya semu dong?'. jawabnya: nggak sesederhana itu.
              > > > > cos PHI yang terlalu rendah akan menyebabkan arus yang
              mengalir
              > > > besar.
              > > > > akibatnya kabel jadi panas, bisa kebakaran.
              > > > > dari sisi suplay PLN rugi karena listrik yang mengalir cuma
              > > > sebagian
              > > > > saja yang harus dibayar, padahal kapasitas hantar arus dari
              > > kabel
              > > > > terbatas. ibarat bis kapasitas 50 penumpang diisi penuh,
              tapi
              > > cuma
              > > > 35
              > > > > orang yang bayar. 15 sisanya penumpang semu. (jadi PLN gak
              > narik
              > > > > ongkos, tapi menghukum pelanggan kalo cos PHI pelanggan
              dibawah
              > > 0,7)
              > > > >
              > > > > cara untuk mengukur cos PHI???
              > > > > cara yang langsung pakai osiloskop. tapi osiloskopnya mahal.
              > > > >
              > > > > cara tidak langsung bisa dengan membandingkan antara
              wattmeter,
              > > > > voltmeter dan amperemeter. karena pembacaan wattmeter adalah
              > > daya
              > > > nyata.
              > > > > sedangkan perkalian VM dan AM adalah daya nampak, maka
              > > > > cos PHI adalah ==> (reading wattmeter) / [(reading VM) *
              > > (reading
              > > > AM)]
              > > > >
              > > > > Oya 1 hal penting, cara di atas hanya valid untuk sistem 1
              > fasa.
              > > > untuk
              > > > > 3 fasa lain lagi ceritanya.
              > > > >
              > > > > hmm, gitu aja dulu deh, mungkin pak Hikam, bung AM atau yang
              > > lain
              > > > mau
              > > > > nambah atau kritik. makasih sebelumnya
              > > > >
              > > > > semoga gak puas
              > > > >
              > > > > wassalam
              > > > > yorga
              > > > >
              > > > >
              > > > > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "muslim_fis"
              > > <muslim_fis@>
              > > > > wrote:
              > > > > >
              > > > > > Assalamualaikum Wr. Wb.
              > > > > > Hai…bro, para ahli fisika, diskusi yuk!? Aku ada masalah
              > > tentang
              > > > > factor
              > > > > > daya, sebenarnya apa sich factor daya tuh dalam bahasa
              kita?
              > > > Kalau
              > > > > > dalam buku dikatakan bahwa factor daya adalah perbandingan
              > > antara
              > > > > daya
              > > > > > aktif atau daya nyata dengan daya tampak. Itu kan rumus
              bukan
              > > > > > pengertian. Trus yang dimaksud dengan daya aktif atau daya
              > > nyata
              > > > tuh
              > > > > > apa? Juga apa itu daya tampak? Kalau dalam alat2 listrik
              yang
              > > > kita
              > > > > > pakai di rumah kita gimana tuh cara ngitung factor
              dayanya?
              > > Ada
              > > > yang
              > > > > > bisa njelasin lebih detail?
              > > > > >
              > > > >
              > > >
              > >
              >
            • Rudy Irianto
              thanks ama ralatnya. ... lampu ... di ... dan ... wattmeter ... kompensator. ... itu ... berupa ... bilangan ... antara ... atau ... energi ... efek ... balast
              Message 6 of 19 , Aug 8, 2006
              View Source
              • 0 Attachment
                thanks ama ralatnya.

                --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "yyoorrggaa"
                <yyoorrggaa@...> wrote:
                >
                > sebenarnya perhitungan cos PHI dengan mengukur beda sudut fasa
                > antara arus dan tegangan hanya valid jika bentuk tegangan dan arus
                > sama-sama sinusoid. kalau mengandung freq harmonis (dan celakanya
                > ini yang merupakan kejadian sehari-hari) perhitungannya menjadi
                > lebih rumit. karena kita musti memperhitungkan juga pengaruh freq2
                > harmonik-nya. Beban elektronik seperti komputer memiliki karakter
                > non-linear. berbeda dengan beban konvensional seperti lampu atau
                > motor (yang ada di dalam pompa, mixer, blender, mesin cuci, ac,
                > kompressor, etc)
                >
                > selain itu saya pernah mengukur beban listrik dirumah ternyata cos
                > PHI-nya tidak terlalu buruk. sekitar 0.95 s.d. 0,98.(beban utama
                > adalah lampu)
                >
                > lalu saya ingin mengoreksi sedikit pernyataan mas rudi tentang
                lampu
                > pijar. benar lampu pijar merp sumber cahaya yang sangat tdak
                > efisien, karena 95-98% menjadi panas. tapi walaupun kawat wolfram
                > digulung dan dipilin seperti itu, tetapi impedansi terhadap freq
                > jala-jala 50Hz bisa dibilang murni resistif (I have measured it).
                > jadi cos PHI 0,5 itu mungkin terjadi pada freq sumber yang sangat
                > tinggi (yg pada kenyataannya tidak pernah ada)
                >
                > yang cos PHI-nya rendah justru adalh lampu TL murah yang di jual
                di
                > indonesia. karena sering kalli kapasitor-nya tidak dipasang oleh
                > penjual. (atau kalau pun terpasang dari sono-nya, kadang2 ada
                > penjual yang sengaja mencopotnya untuk dijual terpisah)
                > Jadi ti ati aja kalo beli barang :-)
                >
                > wassalam
                > yorga
                >
                > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "Rudy Irianto" <rud_ir@>
                > wrote:
                > >
                > > coba liat kembali persamaan Maxwell, biasanya pada bahasan
                > mengenai
                > > sebuah kawat konduktor itu dapat mengandung resistor, induktor
                dan
                > > kapasitor.
                > >
                > > Misalnya untuk induktor.
                > > Kemudian ambil arusnya adalah arus AC i = I sin(wt+tetha) atau
                > dalam
                > > bentuk imajinernya i=I e ^j(wt+tetha)
                > > Terus gunakan persamaan Faraday dari persamaan maxwell
                > > v=d Phi/dt
                > > atau v = L di/dt degan induksi diri
                > > masukkan i=I e^j(wt+tetha)
                > > diperoleh v=jwLi
                > > Gunakan perhitungan dari persamaan imajiner kebentuk polar.
                > > Dari sini bisa terlihat sudut positif 90 derajat antara i dan v.
                > >
                > > Menghitungnya:
                > > Daya reaktif harus diketahui satuannya VAR (Volt Ampere Reaktif)
                > > alatnya adalah VAR meter
                > > Daya aktif harus diketahui satuannya Watt tentunya dengan
                wattmeter
                > > kmudian watt dibagi VAR diperoleh cos phi.
                > >
                > > Alat hemat listrik di pasaran ditujukan untuk kompensasi juga,
                > > karena beberapa alat rumahan tidak disertai kapasitor
                kompensator.
                > > Misal, mesin mixer, lampu pijar (kawat wolframnya dibuat seperti
                > > induktor, cos phinya sekitar o.5, termasuk lampu paling boros
                > energi)
                > >
                > > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "muslim_fis"
                > > <muslim_fis@> wrote:
                > > >
                > > > 1.Induktor bisa menyebabkan timbulnya sudut PHI,kapasitor juga
                > > ya?
                > > > Kenapa sih di buku-buku yang aku baca, selalu dua komponen
                > > elektonika
                > > > itu yang selalu disinggung, apa komponen yang lain gak bisa
                > > > menimbulkan sudut PHI? Apa sebabnya?
                > > > 2. Di buku juga disebutkan rumus faktor daya adalah pf=V*I cos
                > > PHI :
                > > > V*I Katanya tadi faktor daya itu cos PHI,kalau dengan rumus
                itu
                > > > gimana kita mau ngitung faktor daya?
                > > > 3. Kalau di alat-alat listrik rumah kita sudah ada kapasitor
                > yang
                > > di
                > > > pasang paralel. Kenapa ada alat hemat listrik yang di jual di
                > > > pasaran? Apa alat hemat itu bukan berupa kapasitor? lalu
                berupa
                > > apa?
                > > > Bantu ya bingung nihhhhh
                > > >
                > > >
                > > > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "Rudy Irianto"
                > <rud_ir@>
                > > > wrote:
                > > > >
                > > > > Pada rangkaian listrik untuk rangkaian Arus bolak-balik atau
                > AC,
                > > > beban
                > > > > yang terpasang yang berupa impedansi, bukan hanya berupa
                > > resistansi
                > > > > murni, ada juga beban tersebut adalah berupa induktor atau
                > > > kapasitor.
                > > > > Sebagai contoh untuk induktor adalah motor listrik (seperti
                > > > digunakan
                > > > > pada motor penggerak kipas angin, pendingin ruangan, balast
                > > lampu
                > > > neon
                > > > > dll), dan impedansinya (idealnya, dengan mengabaikan
                > resistansi
                > > > akibat
                > > > > gulungan induktor R=rho L/A) adalah jwL dan j adalah
                bilangan
                > > > > imajiner. Nah dari sinilah maka timbul istilah faktor daya
                > atau
                > > > power
                > > > > factor, yang dinyatakan dengan cos phi. Phi atau sudut yang
                > > timbul
                > > > > akibat adannya induktor itu menyatakan perbadaan sudut
                antara
                > > > tegangan
                > > > > dan arus pada beban. Pada beban induktif, arus laging atau
                > > > tertinggal
                > > > > terhadap tegangan.
                > > > > Begitu pula sebaliknya pada beban kapasitif, arus leading
                atau
                > > > > mendahului tegangan.
                > > > > Cos phi ini menyebakan rugi daya beban, yang seharusnya
                energi
                > > > listrik
                > > > > tersebut sepenuhnya untuk energi gerak pada motor listrik
                > > misalnya,
                > > > > ada sebagian energi yang berubah menjadi energi panas
                > > > > Alat ukurnya adalah cos phi meter.
                > > > > Kalo mau tau besarnya cos phi, ukur dengan Volt meter,
                > > amperemeter
                > > > dan
                > > > > wattmeter, tentunya meter-meter tersebut untuk arus bolak-
                > balik.
                > > > > terus itung deh pake rumus untuk menentukan faktor daya.
                > > > > Pada alat-alat listrik rumahan, misalnya balast lampu neon
                > > biasanya
                > > > > sudah tertera pada balast tersebut, misalnya cos
                > phi=0.8.Begitu
                > > > juga
                > > > > pada motor pompa air.
                > > > > Alat yang digunakan untuk mengkompensasi atau mengurangi
                efek
                > > dari
                > > > cos
                > > > > phi ini adalah cos phi compensator. Lalu, karena biasanya
                > beban
                > > > pada
                > > > > alat-alat rumah tangga adalah beban induktif, maka yang
                > > > mengkompensasi
                > > > > adalah beban kapasitif. Yaitu dengan memasang paralel beban
                > > > induktif
                > > > > tersebut dengan sebuah kapasitor. Besarnya nilai kapasitansi
                > > > tentunya
                > > > > harus dihitung, agar tidak terjadi leading arus terhadap
                > > tegangan.
                > > > Ini
                > > > > juga menimbulkan rugi daya juga.Yang mengakibatkan cos phi
                > > berharga
                > > > > negatif.
                > > > > Idealnya nilai cos phi adalah 1. Sehingga daya nyata sama
                > dengan
                > > > daya
                > > > > aktif.
                > > > > Kalau mau lihat, coba bongkar rumah lampu neon 20W atau 40W
                > yang
                > > > > mereknnya terkenal, misalnya philips. Biasanya didekat
                balast
                > > ada
                > > > > sebuah Kapasitor 2,2uF atau 4,7uF untuk tegangan AC 240V
                atau
                > > 400V,
                > > > > bentuknya kotak dan cukup besar. Jadi balast tersebut telah
                > > > > terkompensasi oleh sebuh kapasitor.
                > > > >
                > > > > Pada mesin-mesin industri, yang biasanya berupa motor
                listrik
                > > yang
                > > > > jumlahnya banyak,cos phi kompensator menjadi adalah alat
                yang
                > > > sangat
                > > > > penting. Hal ini untuk menghidari rugi-rugi daya yang
                > > mempengaruhi
                > > > > ongkos produksi akibat dari pembayaran biaya pemakaian
                listrik.
                > > > >
                > > > >
                > > > > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "muslim_fis"
                > > <muslim_fis@>
                > > > > wrote:
                > > > > >
                > > > > > Assalamualaikum Wr. Wb.
                > > > > > Hai…bro, para ahli fisika, diskusi yuk!? Aku ada masalah
                > > tentang
                > > > > factor
                > > > > > daya, sebenarnya apa sich factor daya tuh dalam bahasa
                kita?
                > > > Kalau
                > > > > > dalam buku dikatakan bahwa factor daya adalah perbandingan
                > > antara
                > > > > daya
                > > > > > aktif atau daya nyata dengan daya tampak. Itu kan rumus
                > bukan
                > > > > > pengertian. Trus yang dimaksud dengan daya aktif atau daya
                > > nyata
                > > > tuh
                > > > > > apa? Juga apa itu daya tampak? Kalau dalam alat2 listrik
                > yang
                > > > kita
                > > > > > pakai di rumah kita gimana tuh cara ngitung factor
                dayanya?
                > > Ada
                > > > yang
                > > > > > bisa njelasin lebih detail?
                > > > > >
                > > > >
                > > >
                > >
                >
              • enoch adam
                Om, perasaan gak pernah ada dech ngukur direct arus d paralel, biasanya kalo yg model paralel ini uda pake trasnformer CT baik berupa clamp amper atau trafo CT
                Message 7 of 19 , Aug 8, 2006
                View Source
                • 0 Attachment
                  Om,
                  perasaan gak pernah ada dech ngukur direct arus d paralel, biasanya kalo yg model paralel ini uda pake trasnformer CT baik berupa clamp amper atau trafo CT yg membaca induksi medan magnet yg keluar dr kawat yg d aliri arus AC.
                  Om sebenarnya mau ngitung apa ya? atau ngukur faktor daya d rumah ya? hmm berdasarkan pengukuran dgn menggunakan power analyser selama seminggu d rumah rata2 PF nya 0,8 utk siang dan saat malem bisa d 0,6 or 0,7(mungkin krn beban puncak ya) btw sebenarnya yg menarik adalah KWH meter kita buat rumah ini apakah d design utk membaca juga rugi2 KVARnya? kalo liat sekilas sich KWH ini bekerja secara manual berputar berdasarkan induksi arus yg masuk(mungkin saya salah) jd kalo PF kita jelek sedangkan kita butuh Watt yg tetap maka otomatis kita butuh arus yg lebih besar, akibatnya MCB standart kita jd lebih panas dan pertanyaannya apakah putaran KWH bertambah? kl memang iya( hmm lihat seara kasat mata sich memang bertambah cepat/minute-nya). Nah lalu brapa sich nilai kapasitor yg harus d pasang secara aralel supaya bisa mengkompensasi daya yg ada ? jawabannya juga tergantung brapa VAR yg hilang dan mau naik sampai brapa Cos P nya, thanks Om d tunggu jawabannya.
                  Enoch

                  muslim_fis <muslim_fis@...> wrote:
                  Mas rudy kalau pasang voltmeter dan amperemeternya kayak pada
                  rangkaian DC. Gimana kalau kita pakai multitester? Kalau menurut aku
                  nggak seperti pada rangkaian DC, Ok untuk voltmeter sama tapi untuk
                  amperemeter probe + and - nya pasti pada kabel yang beda donk.
                  Artinya amperemeternya dipasang paralel terhadap rangkaian bukan seri
                  seperti pada rangkaian DC. Bener kan yang laen??????

                  --- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com, "Rudy Irianto" <rud_ir@...>
                  wrote:
                  >
                  > Pasang ampermeter dan voltmeternya tentunya sama dengan pengukuran
                  > rangkaian DC. Wattmeter AC isinya itu voltmeter dan amperemeter
                  > beserta cos phi, maksudnya di dalamnya sudah dirancang kumparan
                  > volmeter dan ampermeternya saling mengalikan berikut beda fasa
                  > antara keduanya atau cos phi nya, untuk wattmeter analog, sedangkan
                  > untuk wattmeter digital didalam processornya ada algoritma
                  perkalian
                  > arus, tegangan dan cos phi. Pada bagian luarnya terdapat dua port
                  > masukan untuk tegangan dan dua port masukan untuk arus.
                  >
                  > Contoh beban kapasitas, misalnya penangkap debu elektrostatik.
                  Kalau
                  > pada industri biasanya dipasang untuk menangkap debu. Misal pabrik
                  > semen.
                  > Lalu kalo pernah dengan AC dengan plasma cluster. Perangkat ini
                  juga
                  > bekerja mirip dengan penangkap debu elektrostatik. Tentunya terdiri
                  > dari plat-plat yang disusun seperti kapasitor plat datar.
                  >
                  >
                  > --- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com, "muslim_fis"
                  > <muslim_fis@ > wrote:
                  > >
                  > >
                  > > Thanks sebelumnya atas penjelasannya. Bisa gak ya kasih contoh:
                  > > misalnya gini ada rangkaian yang terdiri dari sumber AC dengan
                  > sebuah
                  > > kipas angin. Kalau dalam sumber DC Amperemeternya di pasang seri
                  > > kan!? Sedangkan Voltmeternya dipasang Paralel.Kalau di sumber AC
                  > tadi
                  > > gimana? Dua-duanya Paralel ya? Wattmeternya gimana?
                  > > Eh.... ada yang lupa, untuk mas Rudy juga.Contoh alat-alat yang
                  > > bersifat kapasitif apa aja ya?
                  > > --- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com, "yyoorrggaa"
                  > > <yyoorrggaa@ > wrote:
                  > > >
                  > > > Wa'alaikum salam
                  > > >
                  > > > saya agak bingung dengan pertanyaannya.
                  > > > "sebenarnya apa sich factor daya tuh dalam bahasa kita? "
                  > > > faktor daya itu sdh terjemahan dlm bahasa kita. bahasa inggris
                  > > > nya "power factor". :-) tp kayaknya bukan itu yang jadi
                  > pertanyaan
                  > > >
                  > > > power, ato daya, per definisi adalah "kmampuan menghabiskan
                  > energi
                  > > > dalam satu satuan waktu" (misal Joule/detik = watt)
                  > > >
                  > > > dalam listrik, karena P^ = V^ * I^ (lambang '^' maksudnya
                  > sesaat)
                  > > maka
                  > > > daya nyata hanya terjadi jika arus dan tegangan punya polaritas
                  > > yang
                  > > > sama, atau P bernilai positif (mengalir dari sumber ke
                  > peralatan).
                  > > >
                  > > > nah masalahnya pada listrik AC, polaritas V dan I tidak selalu
                  > > sama.
                  > > > pada saat itu nilai P^ akan negatif. artinya power justru
                  > mengalir
                  > > dari
                  > > > peralatan ke sumber.
                  > > >
                  > > > hal ini membuat pengukuran listrik ac jadi tidak sederhana.
                  > > > contoh : sebuah motor dihubungkan dengan sumber ac 50Hz.
                  > pengukuran
                  > > > dengan voltmeter memberikan hasil 100Volt, dengan Ampermeter
                  > > memberikan
                  > > > hasil 2 Ampere.
                  > > >
                  > > > berapa konsumsi daya?
                  > > >
                  > > > P = V*I
                  > > > = 100 * 2
                  > > > = 200watt
                  > > >
                  > > > betulkah ???
                  > > >
                  > > > belum tentu!!!
                  > > >
                  > > > --> angka 200 ini disebut sebagai DAYA NAMPAK (apparent power)
                  > > karena
                  > > > ini yang terbaca dari hasil pengukuran V dan I.
                  > > > --> DAYA NYATA bergantung pada kosinus beda sudut fasa antara V
                  > dan
                  > > I
                  > > > (cos PHI). nah kuantitas cos PHI ini lah yang disebut sebagai
                  > > faktor
                  > > > daya.
                  > > > --> Sedangkan sin PHI didefiniskan sebagai DAYA SEMU. bisa
                  > dibilang
                  > > > daya yang nampaknya ada tapi tidak memberikan keluaran apa-apa.
                  > > (daya
                  > > > ini nggak diukur loh. PLN tidak men-Charge pelanggan untuk
                  > > pemakaian
                  > > > daya semu)
                  > > >
                  > > > jadi rumus di atas di modif dikit jadi gini
                  > > >
                  > > > P = V * I * cos PHI
                  > > >
                  > > > (enaknya sambil lihat gambar gel. tegangan dan gel arus,
                  > sehingga
                  > > jelas
                  > > > mana daya nampak, daya nyata, dan daya semu, googling deh biar
                  > > polll)
                  > > >
                  > > > mungkin lalu timbul pertanyaan 'kalau gitu kita ga usah
                  > dipusingkan
                  > > > dengan daya semu dong?'. jawabnya: nggak sesederhana itu.
                  > > > cos PHI yang terlalu rendah akan menyebabkan arus yang mengalir
                  > > besar.
                  > > > akibatnya kabel jadi panas, bisa kebakaran.
                  > > > dari sisi suplay PLN rugi karena listrik yang mengalir cuma
                  > > sebagian
                  > > > saja yang harus dibayar, padahal kapasitas hantar arus dari
                  > kabel
                  > > > terbatas. ibarat bis kapasitas 50 penumpang diisi penuh, tapi
                  > cuma
                  > > 35
                  > > > orang yang bayar. 15 sisanya penumpang semu. (jadi PLN gak
                  narik
                  > > > ongkos, tapi menghukum pelanggan kalo cos PHI pelanggan dibawah
                  > 0,7)
                  > > >
                  > > > cara untuk mengukur cos PHI???
                  > > > cara yang langsung pakai osiloskop. tapi osiloskopnya mahal.
                  > > >
                  > > > cara tidak langsung bisa dengan membandingkan antara wattmeter,
                  > > > voltmeter dan amperemeter. karena pembacaan wattmeter adalah
                  > daya
                  > > nyata.
                  > > > sedangkan perkalian VM dan AM adalah daya nampak, maka
                  > > > cos PHI adalah ==> (reading wattmeter) / [(reading VM) *
                  > (reading
                  > > AM)]
                  > > >
                  > > > Oya 1 hal penting, cara di atas hanya valid untuk sistem 1
                  fasa.
                  > > untuk
                  > > > 3 fasa lain lagi ceritanya.
                  > > >
                  > > > hmm, gitu aja dulu deh, mungkin pak Hikam, bung AM atau yang
                  > lain
                  > > mau
                  > > > nambah atau kritik. makasih sebelumnya
                  > > >
                  > > > semoga gak puas
                  > > >
                  > > > wassalam
                  > > > yorga
                  > > >
                  > > >
                  > > > --- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com, "muslim_fis"
                  > <muslim_fis@ >
                  > > > wrote:
                  > > > >
                  > > > > Assalamualaikum Wr. Wb.
                  > > > > Hai…bro, para ahli fisika, diskusi yuk!? Aku ada masalah
                  > tentang
                  > > > factor
                  > > > > daya, sebenarnya apa sich factor daya tuh dalam bahasa kita?
                  > > Kalau
                  > > > > dalam buku dikatakan bahwa factor daya adalah perbandingan
                  > antara
                  > > > daya
                  > > > > aktif atau daya nyata dengan daya tampak. Itu kan rumus bukan
                  > > > > pengertian. Trus yang dimaksud dengan daya aktif atau daya
                  > nyata
                  > > tuh
                  > > > > apa? Juga apa itu daya tampak? Kalau dalam alat2 listrik yang
                  > > kita
                  > > > > pakai di rumah kita gimana tuh cara ngitung factor dayanya?
                  > Ada
                  > > yang
                  > > > > bisa njelasin lebih detail?
                  > > > >
                  > > >
                  > >
                  >



                  Do you Yahoo!?
                  Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail Beta.

                • zugarsonic
                  Amperemeter jangan dipasang paralel, bisa tewas, karena hambatan amperemeter dibuat sekecil mungkin spy tidak mempengaruhi arus yg akan diukurnya. kalau mau
                  Message 8 of 19 , Aug 8, 2006
                  View Source
                  • 0 Attachment
                    Amperemeter jangan dipasang paralel, bisa tewas, karena hambatan
                    amperemeter dibuat sekecil mungkin spy tidak mempengaruhi arus yg akan
                    diukurnya. kalau mau ukur arus rangkaian ya diseri dgn rangkaian supaya
                    arus yg melalui rangkaian dan amperemeter sama. multitesternya kan bisa
                    diset utk ukur arus DC atau AC.


                    --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "muslim_fis" <muslim_fis@...>
                    wrote:
                    >
                    > Mas rudy kalau pasang voltmeter dan amperemeternya kayak pada
                    > rangkaian DC. Gimana kalau kita pakai multitester? Kalau menurut aku
                    > nggak seperti pada rangkaian DC, Ok untuk voltmeter sama tapi untuk
                    > amperemeter probe + and - nya pasti pada kabel yang beda donk.
                    > Artinya amperemeternya dipasang paralel terhadap rangkaian bukan seri
                    > seperti pada rangkaian DC. Bener kan yang laen??????
                    >
                  • enoch adam
                    Om, kan td d singgung mengenai beban non linier seperti inverter nah kira2 THD brapa % yg berbahaya bagi arus dan tegangan? apakah d 10% or 20% atau lebih?
                    Message 9 of 19 , Aug 8, 2006
                    View Source
                    • 0 Attachment
                      Om,
                      kan td d singgung mengenai beban non linier seperti inverter nah kira2 THD brapa % yg berbahaya bagi arus dan tegangan? apakah d 10% or 20% atau lebih?
                      thanks,
                      enoch

                      Rudy Irianto <rud_ir@...> wrote:
                      thanks ama ralatnya.

                      --- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com, "yyoorrggaa"
                      <yyoorrggaa@ ...> wrote:
                      >
                      > sebenarnya perhitungan cos PHI dengan mengukur beda sudut fasa
                      > antara arus dan tegangan hanya valid jika bentuk tegangan dan arus
                      > sama-sama sinusoid. kalau mengandung freq harmonis (dan celakanya
                      > ini yang merupakan kejadian sehari-hari) perhitungannya menjadi
                      > lebih rumit. karena kita musti memperhitungkan juga pengaruh freq2
                      > harmonik-nya. Beban elektronik seperti komputer memiliki karakter
                      > non-linear. berbeda dengan beban konvensional seperti lampu atau
                      > motor (yang ada di dalam pompa, mixer, blender, mesin cuci, ac,
                      > kompressor, etc)
                      >
                      > selain itu saya pernah mengukur beban listrik dirumah ternyata cos
                      > PHI-nya tidak terlalu buruk. sekitar 0.95 s.d. 0,98.(beban utama
                      > adalah lampu)
                      >
                      > lalu saya ingin mengoreksi sedikit pernyataan mas rudi tentang
                      lampu
                      > pijar. benar lampu pijar merp sumber cahaya yang sangat tdak
                      > efisien, karena 95-98% menjadi panas. tapi walaupun kawat wolfram
                      > digulung dan dipilin seperti itu, tetapi impedansi terhadap freq
                      > jala-jala 50Hz bisa dibilang murni resistif (I have measured it).
                      > jadi cos PHI 0,5 itu mungkin terjadi pada freq sumber yang sangat
                      > tinggi (yg pada kenyataannya tidak pernah ada)
                      >
                      > yang cos PHI-nya rendah justru adalh lampu TL murah yang di jual
                      di
                      > indonesia. karena sering kalli kapasitor-nya tidak dipasang oleh
                      > penjual. (atau kalau pun terpasang dari sono-nya, kadang2 ada
                      > penjual yang sengaja mencopotnya untuk dijual terpisah)
                      > Jadi ti ati aja kalo beli barang :-)
                      >
                      > wassalam
                      > yorga
                      >
                      > --- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com, "Rudy Irianto" <rud_ir@>
                      > wrote:
                      > >
                      > > coba liat kembali persamaan Maxwell, biasanya pada bahasan
                      > mengenai
                      > > sebuah kawat konduktor itu dapat mengandung resistor, induktor
                      dan
                      > > kapasitor.
                      > >
                      > > Misalnya untuk induktor.
                      > > Kemudian ambil arusnya adalah arus AC i = I sin(wt+tetha) atau
                      > dalam
                      > > bentuk imajinernya i=I e ^j(wt+tetha)
                      > > Terus gunakan persamaan Faraday dari persamaan maxwell
                      > > v=d Phi/dt
                      > > atau v = L di/dt degan induksi diri
                      > > masukkan i=I e^j(wt+tetha)
                      > > diperoleh v=jwLi
                      > > Gunakan perhitungan dari persamaan imajiner kebentuk polar.
                      > > Dari sini bisa terlihat sudut positif 90 derajat antara i dan v.
                      > >
                      > > Menghitungnya:
                      > > Daya reaktif harus diketahui satuannya VAR (Volt Ampere Reaktif)
                      > > alatnya adalah VAR meter
                      > > Daya aktif harus diketahui satuannya Watt tentunya dengan
                      wattmeter
                      > > kmudian watt dibagi VAR diperoleh cos phi.
                      > >
                      > > Alat hemat listrik di pasaran ditujukan untuk kompensasi juga,
                      > > karena beberapa alat rumahan tidak disertai kapasitor
                      kompensator.
                      > > Misal, mesin mixer, lampu pijar (kawat wolframnya dibuat seperti
                      > > induktor, cos phinya sekitar o.5, termasuk lampu paling boros
                      > energi)
                      > >
                      > > --- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com, "muslim_fis"
                      > > <muslim_fis@ > wrote:
                      > > >
                      > > > 1.Induktor bisa menyebabkan timbulnya sudut PHI,kapasitor juga
                      > > ya?
                      > > > Kenapa sih di buku-buku yang aku baca, selalu dua komponen
                      > > elektonika
                      > > > itu yang selalu disinggung, apa komponen yang lain gak bisa
                      > > > menimbulkan sudut PHI? Apa sebabnya?
                      > > > 2. Di buku juga disebutkan rumus faktor daya adalah pf=V*I cos
                      > > PHI :
                      > > > V*I Katanya tadi faktor daya itu cos PHI,kalau dengan rumus
                      itu
                      > > > gimana kita mau ngitung faktor daya?
                      > > > 3. Kalau di alat-alat listrik rumah kita sudah ada kapasitor
                      > yang
                      > > di
                      > > > pasang paralel. Kenapa ada alat hemat listrik yang di jual di
                      > > > pasaran? Apa alat hemat itu bukan berupa kapasitor? lalu
                      berupa
                      > > apa?
                      > > > Bantu ya bingung nihhhhh
                      > > >
                      > > >
                      > > > --- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com, "Rudy Irianto"
                      > <rud_ir@>
                      > > > wrote:
                      > > > >
                      > > > > Pada rangkaian listrik untuk rangkaian Arus bolak-balik atau
                      > AC,
                      > > > beban
                      > > > > yang terpasang yang berupa impedansi, bukan hanya berupa
                      > > resistansi
                      > > > > murni, ada juga beban tersebut adalah berupa induktor atau
                      > > > kapasitor.
                      > > > > Sebagai contoh untuk induktor adalah motor listrik (seperti
                      > > > digunakan
                      > > > > pada motor penggerak kipas angin, pendingin ruangan, balast
                      > > lampu
                      > > > neon
                      > > > > dll), dan impedansinya (idealnya, dengan mengabaikan
                      > resistansi
                      > > > akibat
                      > > > > gulungan induktor R=rho L/A) adalah jwL dan j adalah
                      bilangan
                      > > > > imajiner. Nah dari sinilah maka timbul istilah faktor daya
                      > atau
                      > > > power
                      > > > > factor, yang dinyatakan dengan cos phi. Phi atau sudut yang
                      > > timbul
                      > > > > akibat adannya induktor itu menyatakan perbadaan sudut
                      antara
                      > > > tegangan
                      > > > > dan arus pada beban. Pada beban induktif, arus laging atau
                      > > > tertinggal
                      > > > > terhadap tegangan.
                      > > > > Begitu pula sebaliknya pada beban kapasitif, arus leading
                      atau
                      > > > > mendahului tegangan.
                      > > > > Cos phi ini menyebakan rugi daya beban, yang seharusnya
                      energi
                      > > > listrik
                      > > > > tersebut sepenuhnya untuk energi gerak pada motor listrik
                      > > misalnya,
                      > > > > ada sebagian energi yang berubah menjadi energi panas
                      > > > > Alat ukurnya adalah cos phi meter.
                      > > > > Kalo mau tau besarnya cos phi, ukur dengan Volt meter,
                      > > amperemeter
                      > > > dan
                      > > > > wattmeter, tentunya meter-meter tersebut untuk arus bolak-
                      > balik.
                      > > > > terus itung deh pake rumus untuk menentukan faktor daya.
                      > > > > Pada alat-alat listrik rumahan, misalnya balast lampu neon
                      > > biasanya
                      > > > > sudah tertera pada balast tersebut, misalnya cos
                      > phi=0.8.Begitu
                      > > > juga
                      > > > > pada motor pompa air.
                      > > > > Alat yang digunakan untuk mengkompensasi atau mengurangi
                      efek
                      > > dari
                      > > > cos
                      > > > > phi ini adalah cos phi compensator. Lalu, karena biasanya
                      > beban
                      > > > pada
                      > > > > alat-alat rumah tangga adalah beban induktif, maka yang
                      > > > mengkompensasi
                      > > > > adalah beban kapasitif. Yaitu dengan memasang paralel beban
                      > > > induktif
                      > > > > tersebut dengan sebuah kapasitor. Besarnya nilai kapasitansi
                      > > > tentunya
                      > > > > harus dihitung, agar tidak terjadi leading arus terhadap
                      > > tegangan.
                      > > > Ini
                      > > > > juga menimbulkan rugi daya juga.Yang mengakibatkan cos phi
                      > > berharga
                      > > > > negatif.
                      > > > > Idealnya nilai cos phi adalah 1. Sehingga daya nyata sama
                      > dengan
                      > > > daya
                      > > > > aktif.
                      > > > > Kalau mau lihat, coba bongkar rumah lampu neon 20W atau 40W
                      > yang
                      > > > > mereknnya terkenal, misalnya philips. Biasanya didekat
                      balast
                      > > ada
                      > > > > sebuah Kapasitor 2,2uF atau 4,7uF untuk tegangan AC 240V
                      atau
                      > > 400V,
                      > > > > bentuknya kotak dan cukup besar. Jadi balast tersebut telah
                      > > > > terkompensasi oleh sebuh kapasitor.
                      > > > >
                      > > > > Pada mesin-mesin industri, yang biasanya berupa motor
                      listrik
                      > > yang
                      > > > > jumlahnya banyak,cos phi kompensator menjadi adalah alat
                      yang
                      > > > sangat
                      > > > > penting. Hal ini untuk menghidari rugi-rugi daya yang
                      > > mempengaruhi
                      > > > > ongkos produksi akibat dari pembayaran biaya pemakaian
                      listrik.
                      > > > >
                      > > > >
                      > > > > --- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com, "muslim_fis"
                      > > <muslim_fis@ >
                      > > > > wrote:
                      > > > > >
                      > > > > > Assalamualaikum Wr. Wb.
                      > > > > > Hai…bro, para ahli fisika, diskusi yuk!? Aku ada masalah
                      > > tentang
                      > > > > factor
                      > > > > > daya, sebenarnya apa sich factor daya tuh dalam bahasa
                      kita?
                      > > > Kalau
                      > > > > > dalam buku dikatakan bahwa factor daya adalah perbandingan
                      > > antara
                      > > > > daya
                      > > > > > aktif atau daya nyata dengan daya tampak. Itu kan rumus
                      > bukan
                      > > > > > pengertian. Trus yang dimaksud dengan daya aktif atau daya
                      > > nyata
                      > > > tuh
                      > > > > > apa? Juga apa itu daya tampak? Kalau dalam alat2 listrik
                      > yang
                      > > > kita
                      > > > > > pakai di rumah kita gimana tuh cara ngitung factor
                      dayanya?
                      > > Ada
                      > > > yang
                      > > > > > bisa njelasin lebih detail?
                      > > > > >
                      > > > >
                      > > >
                      > >
                      >



                      Get your email and more, right on the new Yahoo.com

                    • nova hardianto
                      Minta tolong buat rekan2, terutama yang sedang menempuh kuliah di luar negeri atau alumni dari universitas di luar negeri, bagaimana cara mendapatkan beasiswa
                      Message 10 of 19 , Aug 10, 2006
                      View Source
                      • 0 Attachment
                        Minta tolong buat rekan2, terutama yang sedang menempuh kuliah di luar negeri atau alumni dari universitas di luar negeri, bagaimana cara mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri, khususnya bidang sains atau medical. terima kasih.


                        Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min.

                      • Rudy Irianto
                        Coba ke: http://www.milisbeasiswa.com/ beasiswa@yahoogroups.com ... luar negeri atau alumni dari universitas di luar negeri, bagaimana cara mendapatkan
                        Message 11 of 19 , Aug 11, 2006
                        View Source
                        • 0 Attachment
                          Coba ke:

                          http://www.milisbeasiswa.com/
                          beasiswa@yahoogroups.com



                          --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, nova hardianto
                          <topanharaja@...> wrote:
                          >
                          > Minta tolong buat rekan2, terutama yang sedang menempuh kuliah di
                          luar negeri atau alumni dari universitas di luar negeri, bagaimana
                          cara mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri, khususnya bidang
                          sains atau medical. terima kasih.
                          >
                          >
                          > ---------------------------------
                          > Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls.
                          Great rates starting at 1¢/min.
                          >
                        • nova hardianto
                          lebih spesifiknya beasiswa ke Jerman. terutama untuk bidang kedokteran.Mohon bantuan n infonya. terimakasih. ... How low will we go? Check out Yahoo!
                          Message 12 of 19 , Aug 12, 2006
                          View Source
                          • 0 Attachment
                            lebih spesifiknya beasiswa ke Jerman. terutama untuk bidang kedokteran.Mohon bantuan n infonya. terimakasih.


                            How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low PC-to-Phone call rates.

                          Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.