Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

RE: [FISIKA] Amankah Jepara...? Njeblugge Chernobyl

Expand Messages
  • jauringkang tabah
    Dari buku: Reliability, Safety and Risk Mananagement-nya S.J fox dan N.R.S. Tait. Dari buku yang ngulas safety engineering ini ada contoh-contoh kasus
    Message 1 of 26 , Aug 5, 2005
    • 0 Attachment
      Dari buku: Reliability, Safety and Risk
      Mananagement-nya S.J fox dan N.R.S. Tait.

      Dari buku yang ngulas safety engineering ini ada
      contoh-contoh kasus kecelakaan industri seperti
      Chalenger NASA, Bhopal, Chernpbyl, lll(lan liya
      liyane).

      Sebagai pendahuluan disebutken kalo reaktor Chernobyl:
      - emergency responnya banyak yang manual!
      - koefisien reaktivitas daya dan void pendinginnya
      (+)! tidak boleh dioperasikan pada kondisi 20% daya.

      Ada 4 unit reaktor masing-masing 1000 MW.

      25 April 1986
      01.00 Ada eksperimen, daya diturunkan hingga 25%

      13.00 Daya reaktor turun hingga 1600 MW. Turbine masih
      tersambung dengan turbin.

      14.00 Emergency Core Cooling System/ECCS (Sistem
      pendingin teras) diputus!

      14.05 Reaktor unit 4 diminta untuk mensuplai jaringan
      listrik tapi ECCS tetap di putus! [dikomentari "ini
      kesalahan utama yang pertama"]

      23.10 Unit 4 tidak lagi menyuplai listrik, dan
      menurunkan daya hingga 25% daya

      26 April 1986
      00.28 Meneruskan penurunan daya, digunakan Automatic
      Control Rod/Acs (Batang kendali otomatis). Tetapi
      operator gagal menetapkan setpoint, daya reaktor turun
      hinggai menjadi 30 MW! [dikomentari "kesalahan utama
      kedua"]

      01.00 Akhirnya daya bisa di stabilkan kembali pada 200
      MW. Mestinya eksperimennya di batalkan, tetapi tidak!
      [dikomentari "pengambilan keputusan salah pertama"]

      01.03-01.07 Pompa pendingin yang standby di hidupkan.
      mestinya tidak boleh. Terjadi kelebihan suplai
      pendingin [kesalahan nomor 3]

      01.19 Ada signal untuk menghentikan reaktor, tapi
      tidak dilakukan! [kesalahan no 4]

      01.22 Hanya ada 6-8 batang kendali di reaktor,
      mestinya ada 12! Ekeperimen tetap di lanjutkan.
      [pengambilan keputusan salah no 2]

      01.23 katub uap ke turbine no.8 di tutup. Tekanan
      meniungkat, daya meningkat. [kesalahan no 5]

      01.23.40 Reaktor hendak di shutdown, tetapi batang
      kendali emergency macet!

      01.24 terjadi dua ledakan

      01.30 pemadam kebakaran di panggil

      05.00 kebakaran luar bisa di padamkan, tetapi grafit
      pada reaktor tetap terbakar hingga beberapa hari

      Kondisi ini digambarkan sebagai berikut :

      "Bayangkan sebuah pesawat yang terbang tinggi. Pada
      saat itu di laksanakan uji coba pesawat, pintu pesawat
      dibuka, sistem yang bekerja di pesawat di matikan...
      (Legasov, 1986)



      Bener bener error human-nya.


      JT





      __________________________________________________
      Do You Yahoo!?
      Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
      http://mail.yahoo.com
    • Rockefellaz Fellow
      Saya ngerasa kena terus sindiran akan SDM, karena saya adalah pelakumaintenance di Power Plant (swasta) Cuma bukan PLTN tapi PLTU 2X610MW. ... Sebenernya sih
      Message 2 of 26 , Aug 10, 2005
      • 0 Attachment
        Saya ngerasa kena terus sindiran akan SDM, karena saya adalah pelaku maintenance di Power Plant (swasta) Cuma bukan PLTN tapi PLTU 2X610MW.

        Tapi Bule mentor kami bilang kerja kami bagus, kondisi Power Plant kami jauh lebih baik dibanding PLTU di Malaysia atau di India .

        Jadi nggak amat-amat menyedihkan lah kondisi SDM kita hanya saja kita memang masih butuh leader yang baik dan professional.

        Cuma yang menyedihkan ya gaji kita memang keciil dibandingkan dengan teman seprofesi di Malaysia atau di tempat lainnya.

        Tapi saya kira kita sebaiknya  tetap optimis saja.

        Suwun .




        Sebenernya sih anda gak perlu merasa tersindir. Toh dalam penciptaan opini disini dijelaskan subjek yang seperti apa yang di-"sindir"(?). Kalo anda merasa tersindir, opini bisa kembali ke anda nantinya (hati2 lho....)
        Kalo dibilang mentor bule anda menganggap kerja anda dan tim anda baik ketimbang India dan Malaysia, seharusnya anda pertanyakan, kemudian cari tau apa bener kayak gitu kenyatannya? Saya sih agak ragu? Heheheh...heheheh...
        Tapi memang benar bahwa, bisa jadi anda memang mempunyai kinerja yang baik. Tapi saya lebih suka melihat dari sudut lain. Contohnya saja:
        Motivasi anda bekerja > Saya rasa ini jelas lah, untuk bisa survive dan surfing (??)....
        Tapi apa yang membuat anda tetap bertahan dengan gaji yang kecil (ketimbang negara lain, dan tentunya dengan tanggung jawab yang sama) itu?
        Artinya, kita bekerja memang bukan karena suka dan nyaman dengan kondisi tersebut, melainkan karena kondisi keterpaksaan. Sehingga begitu ada kesempatan (negatif biasanya karena skill yang terbatas, buktinya sdr Tri masih mengharapakan adanya leader yang pro dan baik, padahal anda ini khan masih manusia, selama pemimpin nya itu manusia, anda masih punya kesempatan yang sama), wajar2 saja ada orang beralih untuk mencari kenyamanan tersebut. Maka terbukalah ruang korupsi dan kecerobohan seperti yang disebutkan sdr Kalashnikov....
        Inilah titik utama pembuatan suatu teknologi, kita boleh2 aja bikin sesuatu tapi liat dulu donk impact2nya. Kalo ternyata sangat merugikan, buat apa dibuat?
        Sekarang apakah orang2 Jepara sana sudah siap?



        --
        Rock for Freedom
      • Tri Setyanto
        Saya ngerasa kena terus sindiran akan SDM, karena saya adalah pelaku maintenance di Power Plant (swasta) Cuma bukan PLTN tapi PLTU 2X610MW. Tapi Bule mentor
        Message 3 of 26 , Aug 11, 2005
        • 0 Attachment

           

          Saya ngerasa kena terus sindiran akan SDM, karena saya adalah pelaku maintenance di Power Plant (swasta) Cuma bukan PLTN tapi PLTU 2X610MW.

          Tapi Bule mentor kami bilang kerja kami bagus, kondisi Power Plant kami jauh lebih baik dibanding PLTU di Malaysia atau di India .

          Jadi nggak amat-amat menyedihkan lah kondisi SDM kita hanya saja kita memang masih butuh leader yang baik dan professional.

          Cuma yang menyedihkan ya gaji kita memang keciil dibandingkan dengan teman seprofesi di Malaysia atau di tempat lainnya.

          Tapi saya kira kita sebaiknya  tetap optimis saja.

          Suwun .




          Sebenernya sih anda gak perlu merasa tersindir. Toh dalam penciptaan opini disini dijelaskan subjek yang seperti apa yang di-"sindir"(?). Kalo anda merasa tersindir, opini bisa kembali ke anda nantinya (hati2 lho....)
          Kalo dibilang mentor bule anda menganggap kerja anda dan tim anda baik ketimbang
          India dan Malaysia , seharusnya anda pertanyakan, kemudian cari tau apa bener kayak gitu kenyatannya? Saya sih agak ragu? Heheheh...heheheh...
          Tapi memang benar bahwa, bisa jadi anda memang mempunyai kinerja yang baik. Tapi saya lebih suka melihat dari sudut lain. Contohnya saja:
          Motivasi anda bekerja > Saya rasa ini jelas lah, untuk bisa survive dan surfing (??)....
          Tapi apa yang membuat anda tetap bertahan dengan gaji yang kecil (ketimbang negara lain, dan tentunya dengan tanggung jawab yang sama) itu?
          Artinya, kita bekerja memang bukan karena suka dan nyaman dengan kondisi tersebut, melainkan karena kondisi keterpaksaan. Sehingga begitu ada kesempatan (negatif biasanya karena skill yang terbatas, buktinya sdr Tri masih mengharapakan adanya leader yang pro dan baik, padahal anda ini khan masih manusia, selama pemimpin nya itu manusia, anda masih punya kesempatan yang sama), wajar2 saja ada orang beralih untuk mencari kenyamanan tersebut. Maka terbukalah ruang korupsi dan kecerobohan seperti yang disebutkan sdr Kalashnikov....
          Inilah titik utama pembuatan suatu teknologi, kita boleh2 aja bikin sesuatu tapi liat dulu donk impact2nya. Kalo ternyata sangat merugikan, buat apa dibuat?
          Sekarang apakah orang2 Jepara sana sudah siap?


          Rock for Freedom

        • Dwi Irwanti
          hehe... masih studi tapak aja sudah heboh ya.. apalagi ada yang merasa tersenggol... :) Apalagi kalau sudah dibangun reaktornya ;) pilihan tentunya yang paling
          Message 4 of 26 , Oct 12, 2005
          • 0 Attachment
            hehe... masih studi tapak aja sudah heboh ya..
            apalagi ada yang merasa tersenggol... :)

            Apalagi kalau sudah dibangun reaktornya ;)
            pilihan tentunya yang paling ter-ter-ter safety..

            Pastilah yang akan dibangun yang terbaik untuk semuanya,
            yang lebih banyak maslahatnya daripada mudharatnya
            jebluqnya chernobyl menjadi pelajaran untuk langkah selanjutnya
            yang pasti bangsa ini harus terus maju...

            [eh nyambung ga yah..]

            salam positive thinking
            -i2n-

            --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "Tri Setyanto"
            <Tri.Setyanto@y...> wrote:
            >
            >
            > Kalashnikov wrote:
            > menurut saya yang jadi masalah utama bukanlah pada "reaktor
            nuklirnya"
            > tapi lebih kepada SDM yang akan memelihara dan mengelolanya....
            perilaku
            > ceroboh dan korup tentu akan sangat2 berbahaya dalam sistem spt
            ini...
            > selama perilaku ini belum membaik... saya pikir lebih banyak mudarat
            > daripada manfaatnya...
            >
            > (salam buat pak Wahyu yang orang jepara :)
            >
            > jauringkang tabah <tabah98@y...> wrote:
            > Saya pernah mendengar pendapat seorang kepala desa
            > kepada tim survei dari UNDIP yang mensurvei sikap
            > masyarakat jepara sekitarnya tentang rencanan PLTN
            > ini. Mohon maaf sebelumnya karena saya sudah lupa apa
            > kalimatnya, tapi poinnya seperti ini:
            >
            > "Bahwasanya ada resiko yang dibawa oleh sebuah
            > teknologi maju adalah hal yang wajar. Bila kita selalu
            > memikirkan akan resiko yang mungkin diterima, kapan
            > kita akan maju"
            >
            > He he he, jadi inget kata-kata Bung Karno di film
            > G30S/PKI yang mengomentari jatuhnya korban di kalangan
            > TNI, kurang lebih: "Hal yang lumrah dalam revolusi" :)
            >
            > Ikutan nulis yaa.... :)
            >
            > Tentang PLTN itu sendiri ada berbagai macam jenisnya.
            > Kalau dari sisi safety misalnya, ada reaktor yang
            > memiliki koefiesen reaktivitas positif (+) dan ada
            > yang memiliki koefisien reaktivitas(-). Yang (+)
            > berarti, bila daya naik, reaktivitasnya juga akan ikut
            > naik. Yang (-) berarti bila daya naik, reaktivitasnya
            > akan turun.
            >
            > Reaktivitas sendiri adalah semacam ukuran jumlah
            > neutron yang dihasilkan dalam reaktor tersebut.
            > Seperti yang kita ketahui, reaksi berantai dalam
            > reaktor bersumber pada neutron yang dihasilkan dari
            > reaksi fisi sebelumnya.
            >
            > Bila jumlah neutron yang dihasilkan pada periode
            > sekarang (t+1) lebih banyak dari periode sebelumnya
            > (t), maka dikatakan reaktivitasnya positif, dan
            > karenanya bisa memicu lebih banyak reaksi fisi, dan
            > karenanya kemudian bisa meningkatkan daya (panas)
            > reaktor. Hal yang berkebalikan terjadi pada
            > reaktivitas(-).
            >
            > Nah kembali ke koefisien reaktivitas, pada reaktor
            > yang memiliki koefisien reaktivitas (+), bila terjadi
            > kenaikan daya (panas) pada reaktor, maka hal ini akan
            > meningkatkan produksi neutron pada reaktor itu.
            >
            > Semacam lingkaran setan, hal yang satu akan
            > meningkatkan yang lain. Neutron banyak akan
            > meningkatkan panas - panas banyak semakin meningkatkan
            > produksi neutron. Reaktor Chernobyl, setahu saya,
            > memiliki koefisien reaktivitas (+).
            >
            > So what?
            >
            > Yaaa... kalo jadi bangun PLTN, mohon di pilih tipe
            > reaktor yang inherent safety (memiliki koefisien
            > reaktivitas (-) salah satunya), sehingga tragedi
            > Chernobyl tidak akan terulang kembali.
            >
            > Bahkan konon ada reaktor yang akan shutdown dengan
            > sendirinya bila terjadi kelebihan daya. Ada yang bisa
            > tambahin tentang info ini?
            >
            > Salam hangat,
            >
            > JT
            >
            >
            >
            > --- wahyu hari kristiyanto <whkris_fisika@y...>
            > wrote:
            >
            > > Maaf RDP,
            > >
            > > Beda drastis lho reaktor Nuklir dengan jalan Raya.
            > >
            > > Bedanya :
            > > Resiko di jalan raya ditanggung oleh si KORBAN itu
            > > sendiri karena ceroboh atau hal lain, dan
            > > keturunannya
            > > tidak mengalami dampak yang signifikan.
            > > Tapi resiko Reaktor Nuklir memang kurang dirasakan
            > > dampaknya oleh si KORBAN (pekerja reaktor atau
            > > penduduk sekitarnya) itu sendiri, tapi sangat
            > > beresiko
            > > bagi KETURUNANnya. Kasihan khan ....!
            > >
            > -----------------hapus----------------------
            >
            >
            >
            > Saya ngerasa kena terus sindiran akan SDM, karena saya adalah pelaku
            > maintenance di Power Plant (swasta) Cuma bukan PLTN tapi PLTU
            2X610MW.
            > Tapi Bule mentor kami bilang kerja kami bagus, kondisi Power Plant
            kami
            > jauh lebih baik dibanding PLTU di Malaysia atau di India.
            > Jadi nggak amat-amat menyedihkan lah kondisi SDM kita hanya saja
            kita
            > memang masih butuh leader yang baik dan professional.
            > Cuma yang menyedihkan ya gaji kita memang keciil dibandingkan dengan
            > teman seprofesi di Malaysia atau di tempat lainnya.
            > Tapi saya kira kita sebaiknya tetap optimis saja.
            > Suwun.
            >
            >
            >
            > _____
            >
          • yuhana edogawa
            ikut nimbrung ya pake reaktor??oke juga alternatif itu,tapi keamanan jangka panjang juga perlu diperhitungkan.aku setuju dengan wahyu bahwa resiko tidak hanya
            Message 5 of 26 , Oct 12, 2005
            • 0 Attachment
              ikut nimbrung ya
              pake reaktor??oke juga alternatif itu,tapi keamanan jangka panjang juga perlu diperhitungkan.aku setuju dengan wahyu bahwa resiko tidak hanya dirasakan bagi pekerja dan masyarakat sekitarnya tapi juga keturunannya. nah sekarang bagaimana bikin reaktor yg bener2 aman....
              selain itu siapkah SDM kita tuk melangkah pada tahapan yg lebih maju?siap memakai, siap mengelola dan siap memelihara.
              wassalam
              _yuhu_

              Dwi Irwanti <irwanti2001@...> wrote:
              hehe... masih studi tapak aja sudah heboh ya..
              apalagi ada yang merasa tersenggol... :)

              Apalagi kalau sudah dibangun reaktornya ;)
              pilihan tentunya yang paling ter-ter-ter safety..

              Pastilah yang akan dibangun yang terbaik untuk semuanya,
              yang lebih banyak maslahatnya daripada mudharatnya
              jebluqnya chernobyl menjadi pelajaran untuk langkah selanjutnya
              yang pasti bangsa ini harus terus maju...

              [eh nyambung ga yah..]

              salam positive thinking
              -i2n-

              --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "Tri Setyanto"
              <Tri.Setyanto@y...> wrote:
              >
              >
              >  Kalashnikov wrote:
              > menurut saya yang jadi masalah utama bukanlah pada "reaktor
              nuklirnya"
              > tapi lebih kepada SDM yang akan memelihara dan mengelolanya....
              perilaku
              > ceroboh dan korup tentu akan sangat2 berbahaya dalam sistem spt
              ini...
              > selama perilaku ini belum membaik... saya pikir lebih banyak mudarat
              > daripada manfaatnya...

              > (salam buat pak Wahyu yang orang jepara :)
              >
              > jauringkang tabah <tabah98@y...> wrote:
              >       Saya pernah mendengar pendapat seorang kepala desa
              >       kepada tim survei dari UNDIP yang mensurvei sikap
              >       masyarakat jepara sekitarnya tentang rencanan PLTN
              >       ini. Mohon maaf sebelumnya karena saya sudah lupa  apa
              >       kalimatnya, tapi poinnya seperti ini:
              >      
              >       "Bahwasanya ada resiko yang dibawa oleh sebuah
              >       teknologi maju adalah hal yang wajar. Bila kita selalu
              >       memikirkan akan resiko yang mungkin diterima, kapan
              >       kita akan maju"
              >      
              >       He he he, jadi inget kata-kata Bung Karno di film
              >       G30S/PKI yang mengomentari jatuhnya korban di kalangan
              >       TNI, kurang lebih: "Hal yang lumrah dalam revolusi" :)
              >      
              >       Ikutan nulis yaa.... :)
              >      
              >       Tentang PLTN itu sendiri ada berbagai macam jenisnya.
              >       Kalau dari sisi safety misalnya, ada reaktor yang
              >       memiliki koefiesen reaktivitas positif (+) dan ada
              >       yang memiliki koefisien reaktivitas(-). Yang (+)
              >       berarti, bila daya naik, reaktivitasnya juga akan ikut
              >       naik. Yang (-) berarti bila daya naik, reaktivitasnya
              >       akan turun.
              >      
              >       Reaktivitas sendiri adalah semacam ukuran jumlah
              >       neutron yang dihasilkan dalam reaktor tersebut.
              >       Seperti yang kita ketahui, reaksi berantai dalam
              >       reaktor bersumber pada neutron yang dihasilkan dari
              >       reaksi fisi sebelumnya.
              >      
              >       Bila jumlah neutron yang dihasilkan pada periode
              >       sekarang (t+1) lebih banyak dari periode sebelumnya
              >       (t), maka dikatakan reaktivitasnya positif, dan
              >       karenanya bisa memicu lebih banyak reaksi fisi, dan
              >       karenanya kemudian bisa meningkatkan daya (panas)
              >       reaktor. Hal yang berkebalikan terjadi pada
              >       reaktivitas(-).
              >      
              >       Nah kembali ke koefisien reaktivitas, pada reaktor
              >       yang memiliki koefisien reaktivitas (+), bila terjadi
              >       kenaikan daya (panas) pada reaktor, maka hal ini akan
              >       meningkatkan produksi neutron pada reaktor itu.
              >      
              >       Semacam lingkaran setan, hal yang satu akan
              >       meningkatkan yang lain. Neutron banyak akan
              >       meningkatkan panas - panas banyak semakin meningkatkan
              >       produksi neutron. Reaktor Chernobyl, setahu saya,
              >       memiliki koefisien reaktivitas (+).
              >      
              >       So what?
              >      
              >       Yaaa... kalo jadi bangun PLTN, mohon di pilih tipe
              >       reaktor yang inherent safety (memiliki koefisien
              >       reaktivitas (-) salah satunya), sehingga tragedi
              >       Chernobyl tidak akan terulang kembali.
              >      
              >       Bahkan konon ada reaktor yang akan shutdown dengan
              >       sendirinya bila terjadi kelebihan daya. Ada yang bisa
              >       tambahin tentang info ini?
              >      
              >       Salam hangat,
              >      
              >       JT
              >      
              >      
              >      
              >       --- wahyu hari kristiyanto <whkris_fisika@y...>
              >       wrote:
              >      
              >       > Maaf RDP,
              >       >
              >       > Beda drastis lho reaktor Nuklir dengan jalan Raya.
              >       >
              >       > Bedanya :
              >       > Resiko di jalan raya ditanggung oleh si KORBAN itu
              >       > sendiri karena ceroboh atau hal lain, dan
              >       > keturunannya
              >       > tidak mengalami dampak yang signifikan.
              >       > Tapi resiko Reaktor Nuklir memang kurang dirasakan
              >       > dampaknya oleh si KORBAN (pekerja reaktor atau
              >       > penduduk sekitarnya) itu sendiri, tapi sangat
              >       > beresiko
              >       > bagi KETURUNANnya. Kasihan khan ....!
              >       >
              >       -----------------hapus----------------------
              >      
              >      
              >      
              > Saya ngerasa kena terus sindiran akan SDM, karena saya adalah pelaku
              > maintenance di Power Plant (swasta) Cuma bukan PLTN tapi PLTU
              2X610MW.
              > Tapi Bule mentor kami bilang kerja kami bagus, kondisi Power Plant
              kami
              > jauh lebih baik dibanding PLTU di Malaysia atau di India.
              > Jadi nggak amat-amat menyedihkan lah kondisi SDM kita hanya saja
              kita
              > memang masih butuh leader yang baik dan professional.
              > Cuma yang menyedihkan ya gaji kita memang keciil dibandingkan dengan
              > teman seprofesi di Malaysia atau di tempat lainnya.
              > Tapi saya kira kita sebaiknya  tetap optimis saja.
              > Suwun.
              >
              >
              >
              >   _____
              >







              Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.

            • bastari erry
              Tergelitik juga membaca tentang PLTN, Belum apa-apa sudah banyak takutnya, sebetulnya yang takut adalah LSM masalah lingkungan dan sebagainya, yang umumnya
              Message 6 of 26 , Oct 13, 2005
              • 0 Attachment
                Tergelitik juga membaca tentang PLTN,
                 
                Belum apa-apa sudah banyak takutnya, sebetulnya yang takut adalah LSM masalah lingkungan dan sebagainya, yang umumnya mereka itu dibiayai oleh fihak "Barat/Sekutu".
                "Barat/Sekutu" paling tidak senang ada Negara diluar Sekutunya menguasai Teknologi Nuklir yang akan tidak menguntungkan dari segi Pertahanan seperti kasus yang sedang diderita oleh Iran, padahal menguasai Teknologi adalah hak segala Bangsa untuk sejajar dengan bangsa lain.


                yuhana edogawa <yuhana_edogawa@...> wrote:
                ikut nimbrung ya
                pake reaktor??oke juga alternatif itu,tapi keamanan jangka panjang juga perlu diperhitungkan.aku setuju dengan wahyu bahwa resiko tidak hanya dirasakan bagi pekerja dan masyarakat sekitarnya tapi juga keturunannya. nah sekarang bagaimana bikin reaktor yg bener2 aman....
                selain itu siapkah SDM kita tuk melangkah pada tahapan yg lebih maju?siap memakai, siap mengelola dan siap memelihara.
                wassalam
                _yuhu_

                Dwi Irwanti <irwanti2001@...> wrote:
                hehe... masih studi tapak aja sudah heboh ya..
                apalagi ada yang merasa tersenggol... :)

                Apalagi kalau sudah dibangun reaktornya ;)
                pilihan tentunya yang paling ter-ter-ter safety..

                Pastilah yang akan dibangun yang terbaik untuk semuanya,
                yang lebih banyak maslahatnya daripada mudharatnya
                jebluqnya chernobyl menjadi pelajaran untuk langkah selanjutnya
                yang pasti bangsa ini harus terus maju...

                [eh nyambung ga yah..]

                salam positive thinking
                -i2n-

                --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "Tri Setyanto"
                <Tri.Setyanto@y...> wrote:
                >
                >
                >  Kalashnikov wrote:
                > menurut saya yang jadi masalah utama bukanlah pada "reaktor
                nuklirnya"
                > tapi lebih kepada SDM yang akan memelihara dan mengelolanya....
                perilaku
                > ceroboh dan korup tentu akan sangat2 berbahaya dalam sistem spt
                ini...
                > selama perilaku ini belum membaik... saya pikir lebih banyak mudarat
                > daripada manfaatnya...

                > (salam buat pak Wahyu yang orang jepara :)
                >
                > jauringkang tabah <tabah98@y...> wrote:
                >       Saya pernah mendengar pendapat seorang kepala desa
                >       kepada tim survei dari UNDIP yang mensurvei sikap
                >       masyarakat jepara sekitarnya tentang rencanan PLTN
                >       ini. Mohon maaf sebelumnya karena saya sudah lupa  apa
                >       kalimatnya, tapi poinnya seperti ini:
                >      
                >       "Bahwasanya ada resiko yang dibawa oleh sebuah
                >       teknologi maju adalah hal yang wajar. Bila kita selalu
                >       memikirkan akan resiko yang mungkin diterima, kapan
                >       kita akan maju"
                >      
                >       He he he, jadi inget kata-kata Bung Karno di film
                >       G30S/PKI yang mengomentari jatuhnya korban di kalangan
                >       TNI, kurang lebih: "Hal yang lumrah dalam revolusi" :)
                >      
                >       Ikutan nulis yaa.... :)
                >      
                >       Tentang PLTN itu sendiri ada berbagai macam jenisnya.
                >       Kalau dari sisi safety misalnya, ada reaktor yang
                >       memiliki koefiesen reaktivitas positif (+) dan ada
                >       yang memiliki koefisien reaktivitas(-). Yang (+)
                >       berarti, bila daya naik, reaktivitasnya juga akan ikut
                >       naik. Yang (-) berarti bila daya naik, reaktivitasnya
                >       akan turun.
                >      
                >       Reaktivitas sendiri adalah semacam ukuran jumlah
                >       neutron yang dihasilkan dalam reaktor tersebut.
                >       Seperti yang kita ketahui, reaksi berantai dalam
                >       reaktor bersumber pada neutron yang dihasilkan dari
                >       reaksi fisi sebelumnya.
                >      
                >       Bila jumlah neutron yang dihasilkan pada periode
                >       sekarang (t+1) lebih banyak dari periode sebelumnya
                >       (t), maka dikatakan reaktivitasnya positif, dan
                >       karenanya bisa memicu lebih banyak reaksi fisi, dan
                >       karenanya kemudian bisa meningkatkan daya (panas)
                >       reaktor. Hal yang berkebalikan terjadi pada
                >       reaktivitas(-).
                >      
                >       Nah kembali ke koefisien reaktivitas, pada reaktor
                >       yang memiliki koefisien reaktivitas (+), bila terjadi
                >       kenaikan daya (panas) pada reaktor, maka hal ini akan
                >       meningkatkan produksi neutron pada reaktor itu.
                >      
                >       Semacam lingkaran setan, hal yang satu akan
                >       meningkatkan yang lain. Neutron banyak akan
                >       meningkatkan panas - panas banyak semakin meningkatkan
                >       produksi neutron. Reaktor Chernobyl, setahu saya,
                >       memiliki koefisien reaktivitas (+).
                >      
                >       So what?
                >      
                >       Yaaa... kalo jadi bangun PLTN, mohon di pilih tipe
                >       reaktor yang inherent safety (memiliki koefisien
                >       reaktivitas (-) salah satunya), sehingga tragedi
                >       Chernobyl tidak akan terulang kembali.
                >      
                >       Bahkan konon ada reaktor yang akan shutdown dengan
                >       sendirinya bila terjadi kelebihan daya. Ada yang bisa
                >       tambahin tentang info ini?
                >      
                >       Salam hangat,
                >      
                >       JT
                >      
                >      
                >      
                >       --- wahyu hari kristiyanto <whkris_fisika@y...>
                >       wrote:
                >      
                >       > Maaf RDP,
                >       >
                >       > Beda drastis lho reaktor Nuklir dengan jalan Raya.
                >       >
                >       > Bedanya :
                >       > Resiko di jalan raya ditanggung oleh si KORBAN itu
                >       > sendiri karena ceroboh atau hal lain, dan
                >       > keturunannya
                >       > tidak mengalami dampak yang signifikan.
                >       > Tapi resiko Reaktor Nuklir memang kurang dirasakan
                >       > dampaknya oleh si KORBAN (pekerja reaktor atau
                >       > penduduk sekitarnya) itu sendiri, tapi sangat
                >       > beresiko
                >       > bagi KETURUNANnya. Kasihan khan ....!
                >       >
                >       -----------------hapus----------------------
                >      
                >      
                >      
                > Saya ngerasa kena terus sindiran akan SDM, karena saya adalah pelaku
                > maintenance di Power Plant (swasta) Cuma bukan PLTN tapi PLTU
                2X610MW.
                > Tapi Bule mentor kami bilang kerja kami bagus, kondisi Power Plant
                kami
                > jauh lebih baik dibanding PLTU di Malaysia atau di India.
                > Jadi nggak amat-amat menyedihkan lah kondisi SDM kita hanya saja
                kita
                > memang masih butuh leader yang baik dan professional.
                > Cuma yang menyedihkan ya gaji kita memang keciil dibandingkan dengan
                > teman seprofesi di Malaysia atau di tempat lainnya.
                > Tapi saya kira kita sebaiknya  tetap optimis saja.
                > Suwun.
                >
                >
                >
                >   _____
                >







                Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.


                Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.

              • Dwi Irwanti
                reaktor nuklir dtempat yg ga ada penghuni ? itu kan sama saja dengan membawa tv ato radio ato vcd ato coolkas ato peralatan elektronik lainnya ke hutan...mo
                Message 7 of 26 , Oct 13, 2005
                • 0 Attachment
                  reaktor nuklir dtempat yg ga ada penghuni ?
                  itu kan sama saja dengan membawa tv ato radio ato vcd ato coolkas ato
                  peralatan elektronik lainnya ke hutan...mo dicolok dimane ye? :)
                  alias mubazir geto loh, ngabisin uang negara lagi :-(

                  reaktor nuklir ini kan untuk pembangkit tenaga listrik di pemukiman
                  padat,lingkungan pabrik, dan perkantoran yang membutuhkan pasokan
                  energi listrik yang buesar. Pulau jawa-bali lah yang memerlukan
                  pasokan engergi besar jangan ditaro dipulau seribu..wah-wah bisa jadi
                  kolam reaktornya dibikin tempat pemandian kolam renang umum. :d

                  Pilihan reaktor tersafety yg bener2 aman sudah tentu u keamanan
                  pekerja, masyarakat, lingkungan, keturunannya plus keamanan
                  pengelolaan limbah lestari. Kudu Optimis dunk :)

                  SDMnya harusnya melalui seleksi ketat yg iptek dan imtak nya oke,
                  disaring berlapis-lapis geto loh, jangan hanya 7 lapis...tp ratusan..
                  [kok jd iklan seh]...gmn sutejo..?

                  Wassalam
                  -i2n-

                  --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, yuhana edogawa
                  <yuhana_edogawa@y...> wrote:
                  >
                  > ikut nimbrung ya
                  > pake reaktor??oke juga alternatif itu,tapi keamanan jangka panjang
                  juga perlu diperhitungkan.aku setuju dengan wahyu bahwa resiko tidak
                  hanya dirasakan bagi pekerja dan masyarakat sekitarnya tapi juga
                  keturunannya. nah sekarang bagaimana bikin reaktor yg bener2 aman....
                  > selain itu siapkah SDM kita tuk melangkah pada tahapan yg lebih
                  maju?siap memakai, siap mengelola dan siap memelihara.
                  > wassalam
                  > _yuhu_
                  >
                  > Dwi Irwanti <irwanti2001@y...> wrote:
                  > hehe... masih studi tapak aja sudah heboh ya..
                  > apalagi ada yang merasa tersenggol... :)
                  >
                  > Apalagi kalau sudah dibangun reaktornya ;)
                  > pilihan tentunya yang paling ter-ter-ter safety..
                  >
                  > Pastilah yang akan dibangun yang terbaik untuk semuanya,
                  > yang lebih banyak maslahatnya daripada mudharatnya
                  > jebluqnya chernobyl menjadi pelajaran untuk langkah selanjutnya
                  > yang pasti bangsa ini harus terus maju...
                  >
                  > [eh nyambung ga yah..]
                  >
                  > salam positive thinking
                  > -i2n-
                  >
                  > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "Tri Setyanto"
                  > <Tri.Setyanto@y...> wrote:
                  > >
                  > >
                  > > Kalashnikov wrote:
                  > > menurut saya yang jadi masalah utama bukanlah pada "reaktor
                  > nuklirnya"
                  > > tapi lebih kepada SDM yang akan memelihara dan mengelolanya....
                  > perilaku
                  > > ceroboh dan korup tentu akan sangat2 berbahaya dalam sistem spt
                  > ini...
                  > > selama perilaku ini belum membaik... saya pikir lebih banyak
                  mudarat
                  > > daripada manfaatnya...
                  > >
                  > > (salam buat pak Wahyu yang orang jepara :)
                  > >
                  > > jauringkang tabah <tabah98@y...> wrote:
                  > > Saya pernah mendengar pendapat seorang kepala desa
                  > > kepada tim survei dari UNDIP yang mensurvei sikap
                  > > masyarakat jepara sekitarnya tentang rencanan PLTN
                  > > ini. Mohon maaf sebelumnya karena saya sudah lupa apa
                  > > kalimatnya, tapi poinnya seperti ini:
                  > >
                  > > "Bahwasanya ada resiko yang dibawa oleh sebuah
                  > > teknologi maju adalah hal yang wajar. Bila kita selalu
                  > > memikirkan akan resiko yang mungkin diterima, kapan
                  > > kita akan maju"
                  > >
                  > > He he he, jadi inget kata-kata Bung Karno di film
                  > > G30S/PKI yang mengomentari jatuhnya korban di kalangan
                  > > TNI, kurang lebih: "Hal yang lumrah dalam revolusi" :)
                  > >
                  > > Ikutan nulis yaa.... :)
                  > >
                  > > Tentang PLTN itu sendiri ada berbagai macam jenisnya.
                  > > Kalau dari sisi safety misalnya, ada reaktor yang
                  > > memiliki koefiesen reaktivitas positif (+) dan ada
                  > > yang memiliki koefisien reaktivitas(-). Yang (+)
                  > > berarti, bila daya naik, reaktivitasnya juga akan ikut
                  > > naik. Yang (-) berarti bila daya naik, reaktivitasnya
                  > > akan turun.
                  > >
                  > > Reaktivitas sendiri adalah semacam ukuran jumlah
                  > > neutron yang dihasilkan dalam reaktor tersebut.
                  > > Seperti yang kita ketahui, reaksi berantai dalam
                  > > reaktor bersumber pada neutron yang dihasilkan dari
                  > > reaksi fisi sebelumnya.
                  > >
                  > > Bila jumlah neutron yang dihasilkan pada periode
                  > > sekarang (t+1) lebih banyak dari periode sebelumnya
                  > > (t), maka dikatakan reaktivitasnya positif, dan
                  > > karenanya bisa memicu lebih banyak reaksi fisi, dan
                  > > karenanya kemudian bisa meningkatkan daya (panas)
                  > > reaktor. Hal yang berkebalikan terjadi pada
                  > > reaktivitas(-).
                  > >
                  > > Nah kembali ke koefisien reaktivitas, pada reaktor
                  > > yang memiliki koefisien reaktivitas (+), bila terjadi
                  > > kenaikan daya (panas) pada reaktor, maka hal ini akan
                  > > meningkatkan produksi neutron pada reaktor itu.
                  > >
                  > > Semacam lingkaran setan, hal yang satu akan
                  > > meningkatkan yang lain. Neutron banyak akan
                  > > meningkatkan panas - panas banyak semakin meningkatkan
                  > > produksi neutron. Reaktor Chernobyl, setahu saya,
                  > > memiliki koefisien reaktivitas (+).
                  > >
                  > > So what?
                  > >
                  > > Yaaa... kalo jadi bangun PLTN, mohon di pilih tipe
                  > > reaktor yang inherent safety (memiliki koefisien
                  > > reaktivitas (-) salah satunya), sehingga tragedi
                  > > Chernobyl tidak akan terulang kembali.
                  > >
                  > > Bahkan konon ada reaktor yang akan shutdown dengan
                  > > sendirinya bila terjadi kelebihan daya. Ada yang bisa
                  > > tambahin tentang info ini?
                  > >
                  > > Salam hangat,
                  > >
                  > > JT
                  > >
                  > >
                  > >
                  > > --- wahyu hari kristiyanto <whkris_fisika@y...>
                  > > wrote:
                  > >
                  > > > Maaf RDP,
                  > > >
                  > > > Beda drastis lho reaktor Nuklir dengan jalan Raya.
                  > > >
                  > > > Bedanya :
                  > > > Resiko di jalan raya ditanggung oleh si KORBAN itu
                  > > > sendiri karena ceroboh atau hal lain, dan
                  > > > keturunannya
                  > > > tidak mengalami dampak yang signifikan.
                  > > > Tapi resiko Reaktor Nuklir memang kurang dirasakan
                  > > > dampaknya oleh si KORBAN (pekerja reaktor atau
                  > > > penduduk sekitarnya) itu sendiri, tapi sangat
                  > > > beresiko
                  > > > bagi KETURUNANnya. Kasihan khan ....!
                  > > >
                  > > -----------------hapus----------------------
                  > >
                  > >
                  > >
                  > > Saya ngerasa kena terus sindiran akan SDM, karena saya adalah
                  pelaku
                  > > maintenance di Power Plant (swasta) Cuma bukan PLTN tapi PLTU
                  > 2X610MW.
                  > > Tapi Bule mentor kami bilang kerja kami bagus, kondisi Power
                  Plant
                  > kami
                  > > jauh lebih baik dibanding PLTU di Malaysia atau di India.
                  > > Jadi nggak amat-amat menyedihkan lah kondisi SDM kita hanya saja
                  > kita
                  > > memang masih butuh leader yang baik dan professional.
                  > > Cuma yang menyedihkan ya gaji kita memang keciil dibandingkan
                  dengan
                  > > teman seprofesi di Malaysia atau di tempat lainnya.
                  > > Tapi saya kira kita sebaiknya tetap optimis saja.
                  > > Suwun.
                  > >
                  > >
                  > >
                  > > _____
                  > >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  > ===============================================================
                  > ** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/
                  > ** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
                  > <fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
                  > ===============================================================
                  >
                  >
                  >
                  >
                  > SPONSORED LINKS
                  > Indonesia Mfi
                  >
                  > ---------------------------------
                  > YAHOO! GROUPS LINKS
                  >
                  >
                  > Visit your group "fisika_indonesia" on the web.
                  >
                  > To unsubscribe from this group, send an email to:
                  > fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com
                  >
                  > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
                  Service.
                  >
                  >
                  > ---------------------------------
                  >
                  >
                  >
                  >
                  > ---------------------------------
                  > Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.
                  >
                • Dwi Irwanti
                  reaktor nuklir dtempat yg ga ada penghuni ? itu kan sama saja dengan membawa tv ato radio ato vcd ato coolkas ato peralatan elektronik lainnya ke hutan...mo
                  Message 8 of 26 , Oct 13, 2005
                  • 0 Attachment
                    reaktor nuklir dtempat yg ga ada penghuni ?
                    itu kan sama saja dengan membawa tv ato radio ato vcd ato coolkas ato
                    peralatan elektronik lainnya ke hutan...mo dicolok dimane ye? :)
                    alias mubazir geto loh, ngabisin uang negara lagi :-(

                    reaktor nuklir ini kan untuk pembangkit tenaga listrik di pemukiman
                    padat,lingkungan pabrik, dan perkantoran yang membutuhkan pasokan
                    energi listrik yang buesar. Pulau jawa-bali lah yang memerlukan
                    pasokan engergi besar jangan ditaro dipulau seribu..wah-wah bisa jadi
                    kolam reaktornya dibikin tempat pemandian kolam renang umum. :d

                    Pilihan reaktor tersafety yg bener2 aman sudah tentu u keamanan
                    pekerja, masyarakat, lingkungan, keturunannya plus keamanan
                    pengelolaan limbah lestari. Kudu Optimis dunk :)

                    SDMnya harusnya melalui seleksi ketat yg iptek dan imtak nya oke,
                    disaring berlapis-lapis geto loh, jangan hanya 7 lapis...tp ratusan..
                    [kok jd iklan seh]...gmn sutejo..?

                    Wassalam
                    -i2n-

                    --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, yuhana edogawa
                    <yuhana_edogawa@y...> wrote:
                    >
                    > ikut nimbrung ya
                    > pake reaktor??oke juga alternatif itu,tapi keamanan jangka panjang
                    juga perlu diperhitungkan.aku setuju dengan wahyu bahwa resiko tidak
                    hanya dirasakan bagi pekerja dan masyarakat sekitarnya tapi juga
                    keturunannya. nah sekarang bagaimana bikin reaktor yg bener2 aman....
                    > selain itu siapkah SDM kita tuk melangkah pada tahapan yg lebih
                    maju?siap memakai, siap mengelola dan siap memelihara.
                    > wassalam
                    > _yuhu_
                    >
                    > Dwi Irwanti <irwanti2001@y...> wrote:
                    > hehe... masih studi tapak aja sudah heboh ya..
                    > apalagi ada yang merasa tersenggol... :)
                    >
                    > Apalagi kalau sudah dibangun reaktornya ;)
                    > pilihan tentunya yang paling ter-ter-ter safety..
                    >
                    > Pastilah yang akan dibangun yang terbaik untuk semuanya,
                    > yang lebih banyak maslahatnya daripada mudharatnya
                    > jebluqnya chernobyl menjadi pelajaran untuk langkah selanjutnya
                    > yang pasti bangsa ini harus terus maju...
                    >
                    > [eh nyambung ga yah..]
                    >
                    > salam positive thinking
                    > -i2n-
                    >
                    > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "Tri Setyanto"
                    > <Tri.Setyanto@y...> wrote:
                    > >
                    > >
                    > > Kalashnikov wrote:
                    > > menurut saya yang jadi masalah utama bukanlah pada "reaktor
                    > nuklirnya"
                    > > tapi lebih kepada SDM yang akan memelihara dan mengelolanya....
                    > perilaku
                    > > ceroboh dan korup tentu akan sangat2 berbahaya dalam sistem spt
                    > ini...
                    > > selama perilaku ini belum membaik... saya pikir lebih banyak
                    mudarat
                    > > daripada manfaatnya...
                    > >
                    > > (salam buat pak Wahyu yang orang jepara :)
                    > >
                    > > jauringkang tabah <tabah98@y...> wrote:
                    > > Saya pernah mendengar pendapat seorang kepala desa
                    > > kepada tim survei dari UNDIP yang mensurvei sikap
                    > > masyarakat jepara sekitarnya tentang rencanan PLTN
                    > > ini. Mohon maaf sebelumnya karena saya sudah lupa apa
                    > > kalimatnya, tapi poinnya seperti ini:
                    > >
                    > > "Bahwasanya ada resiko yang dibawa oleh sebuah
                    > > teknologi maju adalah hal yang wajar. Bila kita selalu
                    > > memikirkan akan resiko yang mungkin diterima, kapan
                    > > kita akan maju"
                    > >
                    > > He he he, jadi inget kata-kata Bung Karno di film
                    > > G30S/PKI yang mengomentari jatuhnya korban di kalangan
                    > > TNI, kurang lebih: "Hal yang lumrah dalam revolusi" :)
                    > >
                    > > Ikutan nulis yaa.... :)
                    > >
                    > > Tentang PLTN itu sendiri ada berbagai macam jenisnya.
                    > > Kalau dari sisi safety misalnya, ada reaktor yang
                    > > memiliki koefiesen reaktivitas positif (+) dan ada
                    > > yang memiliki koefisien reaktivitas(-). Yang (+)
                    > > berarti, bila daya naik, reaktivitasnya juga akan ikut
                    > > naik. Yang (-) berarti bila daya naik, reaktivitasnya
                    > > akan turun.
                    > >
                    > > Reaktivitas sendiri adalah semacam ukuran jumlah
                    > > neutron yang dihasilkan dalam reaktor tersebut.
                    > > Seperti yang kita ketahui, reaksi berantai dalam
                    > > reaktor bersumber pada neutron yang dihasilkan dari
                    > > reaksi fisi sebelumnya.
                    > >
                    > > Bila jumlah neutron yang dihasilkan pada periode
                    > > sekarang (t+1) lebih banyak dari periode sebelumnya
                    > > (t), maka dikatakan reaktivitasnya positif, dan
                    > > karenanya bisa memicu lebih banyak reaksi fisi, dan
                    > > karenanya kemudian bisa meningkatkan daya (panas)
                    > > reaktor. Hal yang berkebalikan terjadi pada
                    > > reaktivitas(-).
                    > >
                    > > Nah kembali ke koefisien reaktivitas, pada reaktor
                    > > yang memiliki koefisien reaktivitas (+), bila terjadi
                    > > kenaikan daya (panas) pada reaktor, maka hal ini akan
                    > > meningkatkan produksi neutron pada reaktor itu.
                    > >
                    > > Semacam lingkaran setan, hal yang satu akan
                    > > meningkatkan yang lain. Neutron banyak akan
                    > > meningkatkan panas - panas banyak semakin meningkatkan
                    > > produksi neutron. Reaktor Chernobyl, setahu saya,
                    > > memiliki koefisien reaktivitas (+).
                    > >
                    > > So what?
                    > >
                    > > Yaaa... kalo jadi bangun PLTN, mohon di pilih tipe
                    > > reaktor yang inherent safety (memiliki koefisien
                    > > reaktivitas (-) salah satunya), sehingga tragedi
                    > > Chernobyl tidak akan terulang kembali.
                    > >
                    > > Bahkan konon ada reaktor yang akan shutdown dengan
                    > > sendirinya bila terjadi kelebihan daya. Ada yang bisa
                    > > tambahin tentang info ini?
                    > >
                    > > Salam hangat,
                    > >
                    > > JT
                    > >
                    > >
                    > >
                    > > --- wahyu hari kristiyanto <whkris_fisika@y...>
                    > > wrote:
                    > >
                    > > > Maaf RDP,
                    > > >
                    > > > Beda drastis lho reaktor Nuklir dengan jalan Raya.
                    > > >
                    > > > Bedanya :
                    > > > Resiko di jalan raya ditanggung oleh si KORBAN itu
                    > > > sendiri karena ceroboh atau hal lain, dan
                    > > > keturunannya
                    > > > tidak mengalami dampak yang signifikan.
                    > > > Tapi resiko Reaktor Nuklir memang kurang dirasakan
                    > > > dampaknya oleh si KORBAN (pekerja reaktor atau
                    > > > penduduk sekitarnya) itu sendiri, tapi sangat
                    > > > beresiko
                    > > > bagi KETURUNANnya. Kasihan khan ....!
                    > > >
                    > > -----------------hapus----------------------
                    > >
                    > >
                    > >
                    > > Saya ngerasa kena terus sindiran akan SDM, karena saya adalah
                    pelaku
                    > > maintenance di Power Plant (swasta) Cuma bukan PLTN tapi PLTU
                    > 2X610MW.
                    > > Tapi Bule mentor kami bilang kerja kami bagus, kondisi Power
                    Plant
                    > kami
                    > > jauh lebih baik dibanding PLTU di Malaysia atau di India.
                    > > Jadi nggak amat-amat menyedihkan lah kondisi SDM kita hanya saja
                    > kita
                    > > memang masih butuh leader yang baik dan professional.
                    > > Cuma yang menyedihkan ya gaji kita memang keciil dibandingkan
                    dengan
                    > > teman seprofesi di Malaysia atau di tempat lainnya.
                    > > Tapi saya kira kita sebaiknya tetap optimis saja.
                    > > Suwun.
                    > >
                    > >
                    > >
                    > > _____
                    > >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    > ===============================================================
                    > ** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/
                    > ** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
                    > <fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
                    > ===============================================================
                    >
                    >
                    >
                    >
                    > SPONSORED LINKS
                    > Indonesia Mfi
                    >
                    > ---------------------------------
                    > YAHOO! GROUPS LINKS
                    >
                    >
                    > Visit your group "fisika_indonesia" on the web.
                    >
                    > To unsubscribe from this group, send an email to:
                    > fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com
                    >
                    > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
                    Service.
                    >
                    >
                    > ---------------------------------
                    >
                    >
                    >
                    >
                    > ---------------------------------
                    > Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.
                    >
                  • Anugrah Andi
                    Dah lama gak gabung, sory nyela dikit.... Kok kayaknya masalah kecelakaan penerbangan selalu jadi yang ditakuti... Coba lihat kembali statistik yang telah
                    Message 9 of 26 , Oct 14, 2005
                    • 0 Attachment
                      Dah lama gak gabung, sory nyela dikit....
                       
                      Kok kayaknya masalah kecelakaan penerbangan selalu jadi yang ditakuti...
                      Coba lihat kembali statistik yang telah dikirimkan dulu, kecelakaan pesawat jauh lebih kecil daripada kecelakaan angkutan darat!!! Emang yang mati ratusan saat ada kecelakaan pesawat, tapi yang kecil2 namun ajeg seperti angkutan darat makan koraban terbanyak.
                       
                      Mau selamat apa mati, meledak apa aman-aman saja itu kita serahkan ke Atas. Lha, di pernerbangan, kita merancang satu jenis pesawat saja butuh waktu 10 tahun dari desain ampe segala sertifikasinya. belum lagi yang uji laboratoriumnya bermilyar-milyar gitu. sebagai gambaran, membuat model kecil dari pesawat untuk test terowongan angin harganya 2 milyar. trus, mesti buat contoh prototip beberapa buah buat test terbang..... AMAN? belum, masih ada juga yang mati....jatuh ke tanah.
                       
                      Untuk reaktor nuklir, saya pernah kunjung2 ke reaktor "kecil" kita di BATAN Bandung. walopun gak ampe mengakibatkan radiasi parah, tapi saya lihat usaha safety nya udah bagus: cek kesehatan rutin buat karyawan, test radiasi tubuh, ambil sampel tanah ampe radius 10 km, dan masih banyak lagi....
                       
                      jadi sarannya:
                      kalo gak mau kena radiasi, jangan buat reaktor
                      kalo gak mau jatuh , jangan buat pesawat terbang
                      kalo gak mau mati, ya jangan naik mobil / motor....
                      jadi? aman itu relatif...

                       
                      On 10/12/05, Dwi Irwanti <irwanti2001@...> wrote:

                      Apalagi kalau sudah dibangun reaktornya ;)
                      pilihan tentunya yang paling ter-ter-ter safety..
                    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.