Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

RE: [FISIKA] (unknown)

Expand Messages
  • Suhardjo Poertadji
    Apakah benar hembusan angin pada kulit membuat temperatur di sekitar tubuh turun? Bisa jadi itu sekedar ilusi atau perasaan belaka. Kulit kita dipenuhi
    Message 1 of 7 , Aug 1, 2003
    • 0 Attachment
      Apakah benar hembusan angin pada kulit membuat temperatur di
      sekitar tubuh turun? Bisa jadi itu sekedar "ilusi" atau perasaan belaka.

      Kulit kita dipenuhi syaraf peraba, bukan detektor atau sensor
      temperatur. Hembusan angin pada kulit terasa sebagai rabaan benda yang
      sangat halus dan lembut. Nyaman ..., itulah sensasi yang kita rasakan dari
      rabaan lembut oleh hembusan angin yang sepoi-sepoi basah, setara dengan
      elusan tangan nan lembut dari seorang Dewi yang cantik jelita.

      Angin yang bertiup di udara yang dingin, memang membawa suhu
      dingin dari sononya. Angin dari udara yang panas, bisa bisa menghangatkan
      wajah kita. Kulit kepalaku terasa hangat, saat udara dari hair dryer
      dihembuskan ke rambutku yang basah. Rupanya kalor yang diserap oleh air
      yang menguap dari rambutku tidak mampu menurunkan suhu di sekitar kulit
      kepalaku. Saat kuraba rambut kepala yang telah kering oleh hembusan udara
      itu, terasa lebih hangat daripada bagian lain yang tidak terkena hembusan
      angin dari hair dryer.

      Kalau di permukaan kulit terdapat cairan (air, keringat atau
      apapun), maka hembusan angin akan mempercepat penguapan dan menyerap kalor.
      Air teh manis yang panas, perlu kita tiup agar bisa kita sruput tanpa
      membakar bibir dan lidah. Bukan tiupan angin yang membuat temperatur
      turun, melainkan penguapan cairan yang dipercepat karena tiupan angin.

      SP.


      On Thu, 31 Jul 2003, M. Lutfi wrote:

      > Juga bergantung dengan kelembaban udara dan keringat.
      > Ketika tubuh kita basah, hembusan angin mempercepat penguapan air dari
      > tubuh. Penguapan membutuhkan/mengambil panas dari tubuh kita sehingga kita
      > merasa lebih dingin jika dalam keadaan basah.
      >
      > Di negeri subtropis yang kelembaban udara rendah pada saat musim panas,
      > keringat dari badan cepat menguap sehingga tidak sempat menempel di badan,
      > sehingga hembusan angin tidak selalu membuat badan merasa lebih dingin
      > (bahkan sering terasa "angin panas").
      >
      >
      >
      > -----Original Message-----
      > From: hadi nasbey [mailto:hadio_1609@...]
      > Sent: Wednesday, July 30, 2003 10:36 PM
      > To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
      > Subject: Re: [FISIKA] (unknown)
      >
      >
      > ketika angin bertiup ke kulit kita, itu membuat suhu di sekitarnya menjadi
      > lebih randah dibandingkan dengan suhu dalam tubuh kita, sehingga kita merasa
      > dingin.
      >
      > walid walid <walid_tf03@...> wrote:kenapa sih ketika angin berhembus
      > itu terasa lebih dingin ? setahu saya gesekan tuh malah bikin panas, tak
      > terkecuali gesekan dgn udara. mohon klo ada yg ngerti ! thanks.
      >
      >
      > ---------------------------------
      k
    • phactrax
      Bahwa hembusan angin (dengan konsentrasi kalor yang rendah) membuat suhu sekitar kulit turun, itu adalah fakta bukan ilusi, tapi jika itu di identikan dengan
      Message 2 of 7 , Aug 1, 2003
      • 0 Attachment
        Bahwa hembusan angin (dengan konsentrasi kalor yang rendah) membuat
        suhu sekitar kulit turun, itu adalah fakta bukan ilusi, tapi jika itu
        di identikan dengan sentuhan dewi yang cantik jelita,.. wah ini dia
        yang ilusi.

        syaraf peraba benar ada dikulit, tetapi untuk meprosesnya sampai kita
        bisa merasakan itu panas atau dingin berarti dia membutuhkan
        detektor. anda jangan menganggap bahwa detektor itu milik hal hal
        yang berbau elektronik saja.

        Panas dinginnya respon detektor biologis kita bergantung dari
        aktivitas pergerakan plasma (ion aktif) ketika suhu sistem plasma
        tinggi, maka aktifitas mereka akan di repon detektor kita sebagai
        panas, tetapi ketika suhu sistem berkurang mereka "mendeskipsikan"
        dingin.

        dengan kata lain angin sejuk akan melemahkan aktifitas plasma ( lebih
        cepat lagi jika di bantu dengan keringat) dan direpon oleh syaraf
        kita sebagi "dingin".

        regards
        PP



        --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, Suhardjo Poertadji
        <poertaji@m...> wrote:
        >
        >
        > Apakah benar hembusan angin pada kulit membuat temperatur di
        > sekitar tubuh turun? Bisa jadi itu sekedar "ilusi" atau perasaan
        belaka.
        >
        > Kulit kita dipenuhi syaraf peraba, bukan detektor atau sensor
        > temperatur. Hembusan angin pada kulit terasa sebagai rabaan benda
        yang
        > sangat halus dan lembut. Nyaman ..., itulah sensasi yang kita
        rasakan dari
        > rabaan lembut oleh hembusan angin yang sepoi-sepoi basah, setara
        dengan
        > elusan tangan nan lembut dari seorang Dewi yang cantik jelita.
        >
        > Angin yang bertiup di udara yang dingin, memang membawa suhu
        > dingin dari sononya. Angin dari udara yang panas, bisa bisa
        menghangatkan
        > wajah kita. Kulit kepalaku terasa hangat, saat udara dari hair dryer
        > dihembuskan ke rambutku yang basah. Rupanya kalor yang diserap oleh
        air
        > yang menguap dari rambutku tidak mampu menurunkan suhu di sekitar
        kulit
        > kepalaku. Saat kuraba rambut kepala yang telah kering oleh hembusan
        udara
        > itu, terasa lebih hangat daripada bagian lain yang tidak terkena
        hembusan
        > angin dari hair dryer.
        >
        > Kalau di permukaan kulit terdapat cairan (air, keringat atau
        > apapun), maka hembusan angin akan mempercepat penguapan dan
        menyerap kalor.
        > Air teh manis yang panas, perlu kita tiup agar bisa kita sruput
        tanpa
        > membakar bibir dan lidah. Bukan tiupan angin yang membuat temperatur
        > turun, melainkan penguapan cairan yang dipercepat karena tiupan
        angin.
        >
        > SP.
        >
        >
        > On Thu, 31 Jul 2003, M. Lutfi wrote:
        >
        > > Juga bergantung dengan kelembaban udara dan keringat.
        > > Ketika tubuh kita basah, hembusan angin mempercepat penguapan air
        dari
        > > tubuh. Penguapan membutuhkan/mengambil panas dari tubuh kita
        sehingga kita
        > > merasa lebih dingin jika dalam keadaan basah.
        > >
        > > Di negeri subtropis yang kelembaban udara rendah pada saat musim
        panas,
        > > keringat dari badan cepat menguap sehingga tidak sempat menempel
        di badan,
        > > sehingga hembusan angin tidak selalu membuat badan merasa lebih
        dingin
        > > (bahkan sering terasa "angin panas").
        > >
        > >
        > >
        > > -----Original Message-----
        > > From: hadi nasbey [mailto:hadio_1609@y...]
        > > Sent: Wednesday, July 30, 2003 10:36 PM
        > > To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
        > > Subject: Re: [FISIKA] (unknown)
        > >
        > >
        > > ketika angin bertiup ke kulit kita, itu membuat suhu di
        sekitarnya menjadi
        > > lebih randah dibandingkan dengan suhu dalam tubuh kita, sehingga
        kita merasa
        > > dingin.
        > >
        > > walid walid <walid_tf03@y...> wrote:kenapa sih ketika angin
        berhembus
        > > itu terasa lebih dingin ? setahu saya gesekan tuh malah bikin
        panas, tak
        > > terkecuali gesekan dgn udara. mohon klo ada yg ngerti ! thanks.
        > >
        > >
        > > ---------------------------------
        > k
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.