Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

[FISIKA] forward jawaban bung Yahdi, atas pernyataan bung ju5r

Expand Messages
  • hantarto@cbn.net.id
    From: Buck David To: fisika_indonesia@yahoogroups.com Date: Sun, 12 Jan 2003 05:54:37 -0800 (PST) Subject: [FISIKA] forward jawaban
    Message 1 of 2 , Jan 12, 2003
    • 0 Attachment
      From: Buck David <elgar71@...>
      To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
      Date: Sun, 12 Jan 2003 05:54:37 -0800 (PST)
      Subject: [FISIKA] forward jawaban bung Yahdi, atas pernyataan bung ju5r

      >Tidak seluruh asteroid diyakini memiliki gravitasi, satu-satunya asteroid
      >yang pasti memiliki gravitasi adalah asteroid “243 IDA”, asteroid ini
      >memiliki satelit ia juga berputar pada porosnya (berotasi). Seandainya
      >gugusan asteroid ini memiliki gravitasi seharusnya gugusan asteroid ini
      semakin
      >lama semakin menyatu dan membesar hal ini juga didukung oleh jarak antara
      >mereka yang sangat berdekatan (seperti sebuah bola salju yang
      >menggelinding), akan tetapi kenyataan sebaliknya gugusan asteroid ini
      semakin >lama
      >semakin halus.

      Dear rekan2, saya makin bingung nich. Dikatakan bahwa 'tidak seluruh
      asteroid diyakini memiliki gravitasi'. Apakah ini maksudnya gravitasinya
      kecil (sehingga bisa diabaikan) sekali ataukah benar2 nol ?
      Kemudian yg kedua (dulu pernah saya tanyakan), yaitu soal benda2 masif.
      Dikatakan bahwa dua benda yg massanya berbeda dalam medan gravitasi yg
      sama, maka jatuhnya akan bersamaan. Apakah hal ini berlaku utk benda2
      massif, spt misalnya bintang/planet. Contoh kasusnya begini : misal kita
      taruh bumi & Yupiter dekat matahari di ketinggian yg sama, apakah keduanya
      jatuh ke matahari pada saat yg bersamaan ? Mengingat massa Yupiter kan
      lebih besar dari massa bumi. Bagaimana pula bila kasusnya adalah benda2nya
      lebih masif lagi? Apakah tidak ada semacam sifat mutualisme dalam gaya
      tarik gravitasi, yaitu kedua benda saling memberikan kontribusi terhadap
      gaya tarik gravitasi ?
      Terima
      kasih.

      ----------------------------------------
      This message was sent using CBN WebMail.
    • Tjipto Juwono
      ... Ini pasti statement yang keliru. Semua benda yang bermassa tentu saja akan memiliki gravitasi, besar atau kecil. ... Dua benda yang tarik-menarik pada
      Message 2 of 2 , Jan 14, 2003
      • 0 Attachment
        > Dear rekan2, saya makin bingung nich. Dikatakan bahwa 'tidak seluruh
        > asteroid diyakini memiliki gravitasi'. Apakah ini maksudnya gravitasinya
        > kecil (sehingga bisa diabaikan) sekali ataukah benar2 nol ?

        Ini pasti statement yang keliru. Semua benda yang bermassa tentu saja akan
        memiliki gravitasi, besar atau kecil.


        > Kemudian yg kedua (dulu pernah saya tanyakan), yaitu soal benda2 masif.
        > Dikatakan bahwa dua benda yg massanya berbeda dalam medan gravitasi yg
        > sama, maka jatuhnya akan bersamaan. Apakah hal ini berlaku utk benda2
        > massif, spt misalnya bintang/planet. Contoh kasusnya begini : misal kita
        > taruh bumi & Yupiter dekat matahari di ketinggian yg sama, apakah keduanya
        > jatuh ke matahari pada saat yg bersamaan ? Mengingat massa Yupiter kan
        > lebih besar dari massa bumi. Bagaimana pula bila kasusnya adalah benda2nya
        > lebih masif lagi? Apakah tidak ada semacam sifat mutualisme dalam gaya
        > tarik gravitasi, yaitu kedua benda saling memberikan kontribusi terhadap
        > gaya tarik gravitasi ?

        Dua benda yang tarik-menarik pada umumnya akan saling mendekat menuju
        pusat massa. Dalam kasus batu kerikil yang jatuh ke permukaan bumi, baik
        ukuran maupun massa dari kerikil sangat jauh lebih kecil dari bumi,
        sehingga pusat massanya boleh dibilang berhimpitan dengan pusat bumi,
        sehingga yang nampak adalah "kerikil jatuh ke bumi" dan bukannya "bumi
        dan kerikil bergerak saling mendekat".
        Namun benda-benda dengan massa yang comparable (misalnya bintang kembar),
        maka titik pusat massa itu menjadi sangat penting. Bagaimana dengan bumi
        yang bergerak mengitari matahari? Sekali lagi, masalahnya adalah massa
        bumi jauh lebih kecil daripada masa matahari, sehingga yang nampak adalah
        bumi mengitari matahari. Namun dalam hal bintang kembar, keduanya akan
        bergerak mengitari pusat massa. Dengan demikian pertanyaan "benda yang
        mana akan jatuh ke mana" selalu bisa dikembalikan ke problema pusat massa.

        salam
        tj
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.