Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Fwd: Garis Waktu ---> Bidang waktu ---> Ruang waktu --- Re: Nyaintifik Lagi

Expand Messages
  • rovicky
    Ini ada tambahan dr temen kalo dalam tatanan ruang fisis namun masih linear ... RDP ... From: rovicky ... komunikasi ... Kalau garis-garis
    Message 1 of 3 , May 1, 2002
    • 0 Attachment
      Ini ada tambahan dr temen kalo dalam tatanan ruang fisis namun masih
      linear ...

      RDP
      --- In ugm-club@y..., "Ivan Irawan" <ivanorma@s...> wrote:
      From: rovicky <rovicky@b...>
      > Kalo dalam garis waktu .... maka saat ini adalah titik ...
      >
      > --------------*--------> garis waktu
      > * = sekarang
      >
      > namun kalo garis waktu (1 dimensi) saya ubah menjadi 2 Dimensi
      > (Bidang) maka saat ini adalah garis ...
      >
      > --------------*--------------------->
      > --------------*--------------------->
      > --------------*---------------------> garis-garis waktu
      > --------------*--------------------->
      > --------------*--------------------->
      >
      > * = adalah sekarang (saat ini).
      > dan kita lihat bahwa saat ini kita mempunyai 2 dimensi dalam garis
      > (saat ini) ... ini tentunya kita akan dapati ruang-ruang yang
      > dimampatkan dalam satu dimensi garis.
      > Nah dengan sederhana dan dipermudah kita akan melihat apa yang
      > terjadi saat ini .... kalo saja dalam garis waktu kita (individu)
      > berada pada garis ditengah .... maka garis-garis lain akan
      > sejajar .... dalam konsep ruang ... garis diatas dan dibawah akan
      > bisa kita ketahui seandainya jangkauan indera kita mampu. Entah
      > indera suara (yg dibantu dg radio), indra penglihatan (yang dibantu
      > dengan televisi), juga indera pengetahuan lain dengan alat
      komunikasi
      > saat ini.

      Kalau garis-garis tersebut adalah penyederhanaan dari
      garis waktu yang dijalani individu yang ada. Fine. Saya
      dapat menerima pemodelan ini, dengan catatan bahwa
      tidak menutup kemungkinan dimensinya lebih dari dua.

      >
      > Nah apa "persepsi" yang disebut "sekarang" oleh satu individu ?
      >
      > --------*
      > ------------*
      > --------------*--------------> garis waktu individu (saya)
      > ------------*
      > --------*
      >
      > ------->|delay |<--
      >
      > Karena adanya delay "tahu" terjadinya sebuah kejadian antara saya
      dan
      > anda (yg berada "dalam garis waktu beda" ---> karena berbeda dalam
      > dimensi ruang) maka semakin jauh dari garis waktuku ... seolah saya
      > menganggap sejarah anda menjadi kejadian saat ini bagi saya.

      Sebenarnya secara hakikat, menurut saya, tidak ada delay.
      Delay itu terjadi karena 'pembawa informasi' memerlukan
      waktu untuk menyampaikan informasi. Secara pribadi saya
      lebih setuju dengan gambar:

      > t t'
      >A -------------*-----*---------------->
      > : '
      > : '
      > delay '
      > : '
      > :'
      >B -------------*--------------------->
      > -------------*---------------------> garis-garis waktu
      > -------------*--------------------->
      > -------------*--------------------->

      dengan sumbu y menggambarkan vektor jarak 1 dimensi.

      Pada dimensi jarak yang ekstrim, Pengamat A mencatat
      kejadian di B terjadi pada t' bukan pada t. Garis
      miring di atas sering disebut event-horizont yang
      dibatasi dengan kecepatan cahaya.

      Sejauh yang saya tahu, pembawa informasi yang banyak
      kita gunakan sebagai acuan menentukan terjadinya sebuah
      peristiwa adalah:
      - suara, kita dapat menentukan bahwa sebuah peristiwa
      terjadi saat kita mendengar suara dari tempat kejadian.
      Setelah ditemukannya pesawat supersonik, maka pembawa
      informasi ini menjadi tidak dapat dipercaya lagi. Dalam
      kasus supersonik, kita melihat bendanya dulu baru
      suaranya muncul. Jadi kalau ada pesawat melaju dengan
      kecepatan supersonik menuju ke tempat pengamat, maka
      pengamat akan melihat pesawatnya dulu, baru suara
      pada saat peluncuran terdengar.
      - cahaya, kita dapat menentukan bahwa sebuah peristiwa
      terjadi saat kita melihat peristiwa tersebut terjadi.
      Pembawa informasi ini cukup akurat untuk dimensi
      jarak skala bumi. Namun ini akan bermasalah pada saat
      jarak antar peristiwa dan pengamat berada dalam skala
      astronomi/luar angkasa. Kita tahu semua, jika saklar
      matahari dimatikan, maka kita baru mengetahui matinya
      matahari delapan menit kemudian. Kita yang di bumi
      akan mengganggap bahwa matahari baru saja dimatikan,
      padahal sudah 8 menit yang lalu.

      Manusia mereferensikan suatu peristiwa umumnya berdasarkan
      cahaya, yang diyakini memiliki kecepatan yang tetap pada
      setiap kerangka referensi. Barrier kecepatan cahaya inilah
      yang akhirnya menimbulkan implikasi tak terbayangkan pada
      kecepatan di atas kecepatan cahaya, antara lain:
      - relativitas waktu (twin paradox, time travel)
      - relativitas dimensi ruang (lorenz contractions).

      Gambaran mudahnya, jika Anda pergi dengan kecepatan begitu
      tinggi sehingga dalam waktu sekejap Anda sampai ke bintang
      yang jaraknya 2002 tahun cahaya, jika Anda memiliki sebuah
      penangkap foton yang peka, Anda mungkin memiliki kesempatan
      untuk melihat peristiwa kelahiran Nabi Isa. Karena cahaya
      dari bumi 2002 tahun yang lalu baru saja sampai di bintang
      tersebut. Bayangkan, apa saja yang Anda lihat sepanjang
      perjalanan? Maka semua peristiwa bagaikan di rewind dengan
      kecepatan sangat tinggi (2002 banding beberapa menit).

      Anda juga dapat melihat peristiwa peluncuran pesawat Anda,
      jika Anda pergi ke Yupiter dengan kecepatan faster than
      light. Padahal Anda telah sampai ke Yupiter :)


      > Dengan demikian kesadaran waktu terjadinya suatu kejadian antara
      saya
      > dan andapun sangat-sangat relatip (absolutely relative).
      > Nah bagaimana seandainya saya dan anda yg pada saat kejadian
      > mempunyai jarak ruang menceriterkan sebuah kejadian yang sama ?
      > Tentunya referensi saya dan referensi anda berbeda sekali ...
      karena
      > kita berada --> "dalam garis waktu yang tidak sama" ?

      Garis waktunya ndak sama, tapi titik-titik waktunya tetap
      absolute. Perjalanan pembawa informasinya yang seolah
      membuat kita tidak sama :)

      > "Internet" serta "e-speed communication" menjadikan delay-delay ini
      > semakin lama semakin kecil, namun akankah menjadi sama ?

      Internet dan e-speed communication masih dalam batas di bawah
      kecepatan cahaya, jadi tidak perlu banyak diharapkan lebih
      baik dari cahaya. Mungkin jika nanti ditemukan sub space
      transmission atau transwarp conduit, bisa jadi ini yang akan
      lebih real time.

      Keterangan: Transwarp conduit digunakan oleh Borg untuk FTL
      berupa lorong lubang cacing buatan macem Stargate. Subspace
      transmission adalah transmisi radio yang bisa menjamin
      komunikasi real time antar tempat-tempat yang sangat jauh
      (secara gampang dapat digambarkan sebagai gelombang radio
      dengan kecepatan FTL).


      > Coba saja tengok sejarah dunia yang ada saat ini baik di internet
      > maupun buku pelajaran sekolah maupun buku-buku sejarah lainnya ...
      > hapir semuanya versi barat ... bagaimana dengan kiprahnya Cina
      > bagaimana dengan kiprahnya bangsa Jawa ... mereka hanya background
      > dari mitos sejarah barat ini) .... mereka-mereka (bangsa jawa dan
      > Cina) ini sudah sedikit demi sedikit dihapuskan dalam garis waktu
      > sejarah.

      Trust no one. Yang jelas harus dipisahkan sejarah/waktu secara
      pemahaman fisika dengan pemahaman non fisika seperti paragraf
      di atas. Yuk ah.



      Ivan Irawan
      --- End forwarded message ---
    • bagus rahmat
      oh yaa,Saya lupa memberikan hipopthesis saya berdasarkan hasil penelitian para fisikawan di jerman bahwa waktu merupakan jembatan antara ruang indrawi dan non
      Message 2 of 3 , May 26, 2002
      • 0 Attachment
        oh yaa,Saya lupa memberikan hipopthesis saya
        berdasarkan hasil penelitian para fisikawan di jerman
        bahwa waktu merupakan jembatan antara ruang indrawi
        dan non indrawi.tolong yaa kirim tanggapanya !!!
        --- rovicky <explore@...> wrote:
        > --- In indonesia_damai@y..., "rovicky"
        > <explore@c...> wrote:
        > RDP :
        >
        > Wah Paulus, kalau anda gambarkan atau bayangkan
        > garis waktu sebagai
        > takdir ya susah ... takdir itu ada dalam
        > ruang/tatanan agama.
        > Sedangkan yg saya ungkap ini masih dalam
        > tatanan/ruang "persepsi" ...
        > barangkali juga masih jauh dari fisis.
        >
        > Itulah sebabnya saya mengajak anda untuk merubah
        > cara pandang
        > (persepsi)
        > "garis waktu" ---> menjadi "bidang waktu" ...
        > Karena aku rasa terlalu sempit menganggap dimensi
        > waktu sebagai
        > "garis waktu" (1 dimensi). Penggambarannya ya sebuah
        > bidang waktu ...
        > jadi anda akan meraskan pada perjalanan waktu anda
        > juga memiliki
        > kekebasan untuk berpikir ... bukan sekedar takdir
        > atau digariskan
        > oleh YMK
        >
        > Nah dalam tatanan/ruang persepsi ini ---> Hal ini
        > sering dilakukan
        > geologist yg secara tak sadar ketika melihat peta
        > geologi (2 dimensi)
        > ... si Geologist ini sudah bisa merawang jauh hingga
        > tiga dimensi
        > (karena ada garis kontour).
        > Nah ketika melihat kolom stratigrafi (urutan umur
        > batuan) sang
        > Geologist ini dengan tersenyum-senyum seolah-olah
        > menerawang,
        > meneropong jauuh pada 12 juta tahun yang lalu ....
        > ---> meloncat
        > menjadi "4 dimensi"
        >
        > Bayangin dari 4 dimensi diperas menjadi 2 dimensi
        > saja !!
        > Dan para geologist ini sudah bisa saling komunikasi
        > dengan materi 2
        > dimensi saja ... mungkin suatu saat nanti ndak ada
        > peta geologi lagi
        > tetapi dalam bentuk image gif file yang bisa berupa
        > movie file ....
        > atau bahkan virtual reality 4 dimensi ... !!
        >
        > --> Ah bangun viick ...
        > Ngimpi mlulu ...
        >
        > Salam
        > RDP
        >
        > > Nah apa "persepsi" yang disebut "sekarang" oleh
        > satu individu ?
        > >
        > > --------*
        > > ------------*
        > > --------------*--------------> garis waktu
        > individu (saya)
        > > ------------*
        > > --------*
        > >
        > > ------->|delay |<--
        > >
        > > Karena adanya delay "tahu" terjadinya sebuah
        > kejadian antara saya
        > > dan anda
        > > (yg berada "dalam garis waktu beda" ---> karena
        > berbeda dalam
        > dimensi
        > > ruang)
        > > maka semakin jauh dari garis waktuku ... seolah
        > saya menganggap
        > > sejarahanda
        > > menjadi kejadian saat ini bagi saya.
        > >
        > > PAULUS reply:
        > > yg dimaksud dgn garis waktu itu apa yah?
        > > garis waktu seseorang bukannya sudah fixed
        > > dari Yang Kuasa?? utk alasan ini maka
        > > saya tidak melihat adanya hubungan antara
        > > garis waktu dgn "waktu yg diperlukan
        > > seseorang utk mengetahui suatu kejadian".
        > > hal yg kedua (lagi-lagi menurut saya), adalah
        > > hal yg berbeda sehingga tidak bisa dijadikan
        > > satu dgn pembahasan mengenai garis waktu.
        >
        > --- In indonesia_damai@y..., "rovicky"
        > <explore@c...> wrote:
        > > Garis Waktu ---> Bidang waktu ---> Ruang waktu (?)
        >
        > >
        > > Kalo dalam garis waktu .... maka saat ini adalah
        > titik ...
        > >
        > > --------------*--------> garis waktu
        > > * = sekarang
        > >
        > > namun kalo garis waktu (1 dimensi) saya ubah
        > menjadi 2 Dimensi
        > > (Bidang) maka saat ini adalah garis ...
        > >
        > > --------------*--------------------->
        > > --------------*--------------------->
        > > --------------*---------------------> garis-garis
        > waktu
        > > --------------*--------------------->
        > > --------------*--------------------->
        > >
        > > * = adalah sekarang (saat ini).
        > > dan kita lihat bahwa saat ini kita mempunyai 2
        > dimensi dalam garis
        > > (saat ini) ... ini tentunya kita akan dapati
        > ruang-ruang yang
        > > dimampatkan dalam satu dimensi garis.
        > > Nah dengan sederhana dan dipermudah kita akan
        > melihat apa yang
        > > terjadi saat ini .... kalo saja dalam garis waktu
        > kita (individu)
        > > berada pada garis ditengah .... maka garis-garis
        > lain akan
        > > sejajar .... dalam konsep ruang ... garis diatas
        > dan dibawah akan
        > > bisa kita ketahui seandainya jangkauan indera kita
        > mampu. Entah
        > > indera suara (yg dibantu dg radio), indra
        > penglihatan (yang dibantu
        > > dengan televisi), juga indera pengetahuan lain
        > dengan alat
        > komunikasi
        > > saat ini.
        > >
        > > Nah apa "persepsi" yang disebut "sekarang" oleh
        > satu individu ?
        > >
        > > --------*
        > > ------------*
        > > --------------*--------------> garis waktu
        > individu (saya)
        > > ------------*
        > > --------*
        > >
        > > ------->|delay |<--
        > >
        > > Karena adanya delay "tahu" terjadinya sebuah
        > kejadian antara saya
        > dan
        > > anda (yg berada "dalam garis waktu beda" --->
        > karena berbeda dalam
        > > dimensi ruang) maka semakin jauh dari garis
        > waktuku ... seolah saya
        > > menganggap sejarah anda menjadi kejadian saat ini
        > bagi saya.
        > >
        > > Dengan demikian kesadaran waktu terjadinya suatu
        > kejadian antara
        > saya
        > > dan andapun sangat-sangat relatip (absolutely
        > relative).
        > > Nah bagaimana seandainya saya dan anda yg pada
        > saat kejadian
        > > mempunyai jarak ruang menceriterakan sebuah
        > kejadian yang sama ?
        > > Tentunya referensi saya dan referensi anda berbeda
        > sekali ...
        > karena
        > > kita berada --> "dalam garis waktu yang tidak
        > sama" ?
        > >
        > > "Internet" serta "e-speed communication"
        > menjadikan delay-delay ini
        > > semakin lama semakin kecil, namun akankah menjadi
        > sama ?
        > >
        > > Bagaimana dengan "crita-crita mitos sejarah" (atau
        > 'babat' .. :-)
        > yg
        > > ada saat ini ?
        > > Apa yang kita baca sebagai sejarah dunia ...
        > merupakan sejarahnya
        > si
        > > A. Bukan sejarahnya anda ... dengan demikian
        > ketika membaca
        > > sejarahnya bangsa A dan anda mengakui (percaya)
        > kejadian si A --->
        > > maka secara tak sadar kita sudah berada
        > 'dibelakang' si A ...
        > karena
        > > si A sudah tau duluan.... yg lainnya pengekor
        > saja.
        > >
        > > Coba saja tengok sejarah dunia yang ada saat ini
        > baik di internet
        > > maupun buku pelajaran sekolah maupun buku-buku
        > sejarah lainnya ...
        > > hapir semuanya versi barat ... bagaimana dengan
        > kiprahnya
        === message truncated ===


        __________________________________________________
        Do You Yahoo!?
        Yahoo! - Official partner of 2002 FIFA World Cup
        http://fifaworldcup.yahoo.com
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.