Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Indonesia Raih Perak dan Perunggu di Olimpiade Fisika Internasion al -- Selasa,

Expand Messages
  • Sofyan, Harianto (Harianto)** CTR **
    Indonesia Raih Perak dan Perunggu di Olimpiade Fisika Internasional -- Selasa, 10 Juli 2001 ... - Kompas Hari Ini --------------Berita Hari IniBerita
    Message 1 of 1 , Jul 9, 2001
    View Source
    • 0 Attachment
      Indonesia Raih Perak dan Perunggu di Olimpiade Fisika Internasional --
      Selasa, 10 Juli 2001


      ----------------------------------------------------------------------------
      ----




      - Kompas Hari Ini --------------Berita Hari IniBerita
      SebelumnyaMencari Berita-------------Tentang KompasKontak
      redaksi-------------Kompas CyberMedia - R U B R I K --------------Berita
      UtamaNasionalNusantaraDikbudEkonomiIptekKurs Mata
      UangInternasionalMetropolitanNaperOlahragaOpiniJawa TimurJawa Tengah








      English Nederlands



      >Selasa, 10 Juli 2001

      Indonesia Raih Perak dan Perunggu di Olimpiade Fisika
      Internasional

      Jakarta, Kompas
      Lima siswa sekolah menengah umum (SMU) Indonesia meraih dua
      medali perak dan tiga medali perunggu dalam International Physics Olympiad
      (IPhO) di Antalya, Turki, yang berlangsung 28 Juni-6 Juli lalu. Dengan
      prestasi ini, Indonesia menduduki peringkat 12 dari 68 negara peserta IPhO.
      Pada acara tersebut, ada 35 negara peserta lainnya yang tidak memperoleh
      medali apa pun.Yohanes Surya, Ketua Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI),
      mengemukakan hal tersebut ketika diterima Menteri Pendidikan Nasional
      (Mendiknas) Yahya A Muhaimin, di Jakarta, Senin (9/7). "Prestasi ini lebih
      baik dibanding dengan tahun lalu yang hanya memperoleh empat perunggu dan
      satu honorable mention. Meskipun dari segi peringkat kita turun dari posisi
      sembilan menjadi 12, namun jumlah negara peserta meningkat dari 63 menjadi
      68 negara," ujar Yohanes.

      Dari lima siswa yang tergabung dalam TOFI, Rezy Pradipta (SMU
      Taruna Nusantara Magelang) dan Frederick Petrus (SMU Sutomo I Medan)
      memperoleh medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh Anthony Iman
      (SMU Pelita Harapan Karawaci Tangerang), Imam Makhfuds (SMUN 5 Surabaya),
      dan Rizki Muhammad Ridwan (SMUN 5 Bandung).

      Secara umum, prestasi terbaik diraih oleh Cina dengan empat
      medali emas dan satu perak. Posisinya disusul Rusia dengan tiga medali emas
      dan dua perak. Medali emas diberikan kepada peserta yang berhasil
      mengumpulkan minimum 42 poin, perak 36 poin, dan perunggu 30 poin.

      Sebagai penghargaan atas prestasi yang sudah diraih oleh TOFI,
      Asuransi Jiwa Central Asia Raya memberikan hadiah dengan total Rp 120 juta.
      Peraih medali perak memperoleh uang Rp 30 juta dan perunggu Rp 20 juta.
      Selain itu, Lippo Group memberikan total hadiah uang Rp 60 juta. "Sebanyak
      25 persen uang dari Lippo Group dipergunakan untuk hadiah, sisanya 75 persen
      untuk pembinaan lanjutan," ujar Yohanes.

      Tidak kalah

      Yahya melihat, keberhasilan TOFI merupakan salah satu bukti
      bahwa potensi dan mutu anak-anak Indonesia tidak kalah dengan negara-negara
      lain. Menurut dia, kalau semua anak-anak Indonesia memperoleh bekal
      pelatihan dan pendidikan yang baik, maka Indonesia akan maju.

      "Terus terang, prestasi ini sangat membanggakan, di tengah
      situasi negara yang membingungkan. Apalagi bekal bagi anak-anak Indonesia,
      saya sadari, masih sedikit. Namun, tetap bisa berprestasi," tambahnya.

      Yahya mengakui, pemerintah saat ini memiliki keterbatasan dana
      untuk mendukung pendidikan. Menurut dia, pemerintah sangat membutuhkan
      bantuan pihak swasta untuk menunjang keberhasilan pendidikan anak bangsa.

      "Tanpa peran swasta, pendidikan akan tertinggal. Bagi saya,
      pendidikan merupakan kunci penting. Saya yakin, kalau semua orang punya
      komitmen pada pendidikan, Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara
      lain," ujarnya.

      Tuan rumah

      Melihat perkembangan prestasi yang diraih Indonesia dalam IPhO
      sejak tahun 1993, Presiden IPhO telah mempercayakan Indonesia sebagai
      penyelenggara kompetisi dunia tersebut tahun depan. IPhO yang direncanakan
      berlangsung tanggal 14-23 Juli 2002, akan diselenggarakan di Institut
      Teknologi Bandung (ITB). ITB ditunjuk Mendiknas sebagai penyelenggara IPhO
      ke-33, karena dianggap memiliki sumber daya manusia yang dapat diandalkan.

      Yohanes berpendapat, persiapan TOFI untuk menghadapi IPhO tahun
      depan harus dimulai dari sekarang. Menurut dia, sebagai tuan rumah TOFI,
      Indonesia sepatutnya menargetkan medali emas.

      IPhO sendiri merupakan kompetisi fisika tahunan dunia bagi
      anak-anak tingkat SMU. Kompetisi IPhO tersebut sudah berlangsung sejak tahun
      1967.

      "Siswa calon TOFI sudah mulai dipanggil minggu depan sehingga
      kita memiliki waktu satu tahun untuk mempersiapkan tim," ujar Yohanes.

      Ditambahkan, seluruh siswa SMU kelas tiga terbaik di Indonesia
      akan mengikuti seleksi TOFI. Pada seleksi tahap awal, akan dipanggil 35
      orang terbaik untuk "dikarantina" selama satu bulan. Tahap berikutnya, TOFI
      akan memilih 10 orang terbaik untuk dipersiapkan selama 11 bulan.

      "Dengan pembinaan yang cukup panjang ini, kita harapkan TOFI
      bisa memperbaiki prestasi sehingga target untuk memperoleh emas bisa kita
      raih," ujarnya. (mam)


      --------------------------------------------------------------------
      Berita dikbud lainnya :

      a.. Indonesia Raih Perak dan Perunggu di Olimpiade Fisika
      Internasional

      b.. Kecil, Peluang Siswa Mengundurkan Diri

      c.. Guru Pedalaman Jayapura Tuntut Kenaikan Tunjangan

      d.. Panasonic Awards Digelar Kembali

      e.. Perpustakaan Nasional dan Penerbit Perlu Saling Koreksi
      Diri

      f.. Pembajak Buku, Bukan Hanya yang Berkedok "Penerbit" tetapi
      Juga Pedagang

      g.. ISBN, Masalah Lain Industri Penerbitan Buku

      h.. Nomor ISBN Jangan Dijual!

      i.. Pertanyaan dari Jalan Gayam











      - Kompas Hari Ini --------------Berita Hari IniBerita
      SebelumnyaMencari Berita-------------Tentang KompasKontak
      redaksi-------------Kompas CyberMedia - R U B R I K --------------Berita
      UtamaNasionalNusantaraDikbudEkonomiIptekKurs Mata
      UangInternasionalMetropolitanNaperOlahragaOpiniJawa TimurJawa Tengah



      © C o p y r i g h t 1 9 9 8 Harian Kompas
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.