Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

Expand Messages
  • Suasmoro
    Ada yang bisa mengirimi saya pasir zircon ini? Saya tertarik untuk menelitinya, kebetulan saya sedang mencoba piezo CBTZ Suas Powered by ITS® ... From: Lingga
    Message 1 of 16 , Feb 10, 2013
    • 0 Attachment
      Ada yang bisa mengirimi saya pasir zircon ini? Saya tertarik untuk menelitinya, kebetulan saya sedang mencoba piezo CBTZ

      Suas
      Powered by ITS®

      From: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
      Sender: fisika_indonesia@yahoogroups.com
      Date: Sun, 10 Feb 2013 20:18:53 +0800 (SGT)
      To: fisika_indonesia@yahoogroups.com<fisika_indonesia@yahoogroups.com>
      ReplyTo: fisika_indonesia@yahoogroups.com
      Subject: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

       

      terimakasih info dan supportnya pak,, :-)
      dan sebelumnya maaf,, ini dengan mb lingga.. bukan ms lingga.. hhe :-D

      iya pak,, tentang penelitian skripsi saya ini,, dari awal sebenarnya saya juga sudah pernah mengkonsultasikan ke dosen pembimbing untuk lebih memfokuskan penelitian ke Zr,, karena mengingat presentase Zr yang cukup tinggi.. sekitar 60 persenan (pasir asli) dan Zr juga bukan material murah (dan juga banyak sekali keunggulannya,, disamping Ti),, tapi beliau mintanya Ti saja,,
      karena ini proyek dosen,, jadi ya saya ngikut saja,, hhe..
      masalah kedepannya ntahlah nanti kaya gimana,, digeser ke ekstraksi Zr atau tetap Ti,, dilihat hasilnya dulu..

      sebenarnya kalo menurut saya intinya hampir sama,, walaupun fokus saya pada ekstraksi TiO2,, disini saya juga banyak belajar mengenai pemisahan Zz dari senyawa2 pengotor.. karena logikanya,, kalo bisa mengambil Ti nya,, otomatis fraksi mol Zr juga akan meningkat..

      *Pak Michael,, sebenarnya saya sangat ingin sekali membaca dan mempelajari tesis bapak sebagai bahan referensi,, tapi saya domisili di Malang,,
      kalau mungkin bapak tidak keberatan,, saya boleh minta tlng dikirimkn softfilenya pak..
      -sekali lagi mohon maaf pak,, merepotkan bpk..
      *soalnya di Fisika Universitas Negeri Malang,, untuk ekstraksi Ti,, seperti nya baru saya yang pertama pak,, sebelum2nya fisika material UM lebih konsen dengan nanotech,, film tipis,, dan kristalografi..

      terimakasih,,

      Dari: Michael DeGuzman <deguzmanbusang@...>
      Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
      Dikirim: Jumat, 8 Februari 2013 17:05
      Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

       
      Mas Lingga

      Kalau saya boleh sarankan kenapa tidak coba meng-upgrade Zr saja? Rutile kita tidak ada industrinya, bahkan pengepul di Indonesia saja belum ada. Tapi kalau Zr di Kalbar, di Kalteng sudah ada beberapa 'pengepul' Zr. Selama ini Zr dijual kiloan dan paling2 maksimal dibuat konsentrat lalu dijual ke Cina. Zr itu logam mahal. Kalau gak salah dosen saya bilang murninya dijual gram-an. 

      Layar TV, HP dsb sangat memerlukan Zr. Di Indonesia (Kalteng-Kalbar) orang menambang Zr cuman seperti nambang galian C dijual kilo-an dan karungan. Saya pernah dapat proyek survey Zr di Kalteng mungkin 7 tahuanan lalu. Ketika itu Zr kalau tidak salah dijual per kg 9rb atau 18 rb ditempat dengan kadar 30-40% kalau tidak salah.

      Beberapa waktu lalu di Kompas kalau tidak salah ada ditampilkan profile ketua pengusaha penambang Zircon. Selama ini mereka untuk buat konsentrat pun tenaga ahli-nya datangkan dari Cina daratan. Artinya masih ada prospek yg menjanjikan dari harga mineral yg cukup ekonomis disamping pemurniannya.

      Untuk Rutile / TiO2 di Indonesia bahan bakunya sepertinya masih sangat tergantung dari pasir besi yg berkadar TiO2 rendah. Di Indonesia juga belum ada industrinya. Dan satu lagi Rutile (sebagai bibit untuk pewarna) juga sudah punya pesaing bibit pewarna sintetis kalau tidak salah. Mohon di-cek.

      Tapi tetaplah semangat, karena minat keilmuan sudah seharusnya tidak tergantung paa prospek uang. Tapi kalau bisa diarahkan ke pasar, penelitian anda akan mudah terbantu oleh sponsor atau dijual. 
       
      Saya tidak punya no pak Indarto Katim, coba anda search saja di jurnal2 tentang ekstraksi pasir besi menjadi TiO2 ada banyak sekali penelitian beliau. Coba tanyakan saja ke lembaga Metalurgi LIPI serpang alamat email dan tlp beliau.

      Catatan : Iron sand dari pulau Bangka bisa mencapai 40% TiO2 nya pada kondisi natural

      Wassalam
            


      Dari: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
      Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
      Dikirim: Kamis, 7 Februari 2013 16:41
      Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

       
      alhamdulillah,,
      terimasih sekali infonya.. pak Michael,,setelah kemarin mencoba membandingkan beberapa sampel,, sebenarnya presentasi pasir awal yang saya gunakan sudah cukup tinggi,, kadar awalnta sekitar 18 persen,,
      kemarin setelah separasi magnet naik menjadi 24 persen,, dengan komposisi mayor tertinggi adalah Zr..
      menurut referensi yang saya baca,, unutuk pemisahan fisis,, antara Zr dan Ti sedikit susah,, karena keduanya cenderung bersifat paramagnetik/diamagnet..
      sedangkan untuk pemisahan berdasarkan berat jenis pun,, sepertinya juga sulit,, karena massa atom relatifnya yang hampir sama,,

      *salah satu solusinya dengan leaching,,

      *maaf pak,, selain magnetik separation,, bapak dulu pakai metode apa saja ya??
      ooiya,, mau tanya.
      bagaimana kalau misal saya ingin mengkontak beliau ( Ir.Indarto)?
      alamat email,, forum,, atau no tel yang bisa saya hubungi misalnya,,

      terimakasih..


      Dari: Michael DeGuzman <deguzmanbusang@...>
      Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
      Dikirim: Kamis, 7 Februari 2013 14:29
      Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

       
      waalaikumsalam wr wb

      Dulu thesis master saya di (Material) Fisika UI tentang perbandingan ekstraksi antara hasil pasir besi dari Cilacap dan dari Bangka.
      dari Cilacap kadar TiO2 sekitar 8% bisa di upgrade sampai 81-83%. Dari pasir besi Bangka yang awalnya sudah sekitar 30-40% bisa upgrade sampai 85% kalau tidak salah. Saya lupa angka pastinya. Karena kemudian saya meninggalkan bidang tsb pada pekerjaan.

      Thesis tsb ada di Program Pasca Sarjana Material UI di Salemba, kalau di Jakarta coba bisa tanya ke petugas untuk liat. Ada 2 thesis yg sama dengan tujuan anda.

      Tapi yg paling mumpuni sebaiknya anda coba kontak bapak Ir.Indarto Katim di Puslitbang Metalurgi LIPI Serpong, beliau orang tambang metalurgi yang bertahun-tahun berkutat pada penelitian ekstraksi Rutile di pasir besi. Saya pikir beliau lah pakar yang paling tepat untuk bertanya.

      Semoga membantu, dan tetap semangat

      Wassalam



      Dari: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
      Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
      Dikirim: Kamis, 17 Januari 2013 12:15
      Judul: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

       
      assalamualaikum,,
      salam sejahtera bagi anggota milis dimanapun berada...
      saya,, mahasiswi fisika material smester 8 yang saat ini sedang sibuk memulai dan melanjutkan penelitian terkait dengan ekstraksi titanium dioksida dari pasir mineral..

      kendala terbesar selama penelitian ini,, adalah kurangnya informasi dan referensi terkait dengan ekstraksi,,
      kalau mungkin mas2/mb2 di sini ada yang sedikit banyak mengetahui tentang topik penelitian yang saya lakukan,,
      saya mohon dengan sangat bantuannya,,

      terimakasih..

      salam
      Lingga Adistya M








    • utsania
      Wah menarik, saya percaya masa depan Mas Lingga akan kaya, bukan cuma kaya apa .. :) ... From: Lingga adistya Mukti Sender:
      Message 2 of 16 , Feb 10, 2013
      • 0 Attachment
        Wah menarik, saya percaya masa depan Mas Lingga akan kaya, bukan cuma kaya apa .. :)
        From: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
        Sender: fisika_indonesia@yahoogroups.com
        Date: Sun, 10 Feb 2013 20:18:53 +0800 (SGT)
        To: fisika_indonesia@yahoogroups.com<fisika_indonesia@yahoogroups.com>
        ReplyTo: fisika_indonesia@yahoogroups.com
        Subject: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

         

        terimakasih info dan supportnya pak,, :-)
        dan sebelumnya maaf,, ini dengan mb lingga.. bukan ms lingga.. hhe :-D

        iya pak,, tentang penelitian skripsi saya ini,, dari awal sebenarnya saya juga sudah pernah mengkonsultasikan ke dosen pembimbing untuk lebih memfokuskan penelitian ke Zr,, karena mengingat presentase Zr yang cukup tinggi.. sekitar 60 persenan (pasir asli) dan Zr juga bukan material murah (dan juga banyak sekali keunggulannya,, disamping Ti),, tapi beliau mintanya Ti saja,,
        karena ini proyek dosen,, jadi ya saya ngikut saja,, hhe..
        masalah kedepannya ntahlah nanti kaya gimana,, digeser ke ekstraksi Zr atau tetap Ti,, dilihat hasilnya dulu..

        sebenarnya kalo menurut saya intinya hampir sama,, walaupun fokus saya pada ekstraksi TiO2,, disini saya juga banyak belajar mengenai pemisahan Zz dari senyawa2 pengotor.. karena logikanya,, kalo bisa mengambil Ti nya,, otomatis fraksi mol Zr juga akan meningkat..

        *Pak Michael,, sebenarnya saya sangat ingin sekali membaca dan mempelajari tesis bapak sebagai bahan referensi,, tapi saya domisili di Malang,,
        kalau mungkin bapak tidak keberatan,, saya boleh minta tlng dikirimkn softfilenya pak..
        -sekali lagi mohon maaf pak,, merepotkan bpk..
        *soalnya di Fisika Universitas Negeri Malang,, untuk ekstraksi Ti,, seperti nya baru saya yang pertama pak,, sebelum2nya fisika material UM lebih konsen dengan nanotech,, film tipis,, dan kristalografi..

        terimakasih,,

        Dari: Michael DeGuzman <deguzmanbusang@...>
        Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
        Dikirim: Jumat, 8 Februari 2013 17:05
        Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

         
        Mas Lingga

        Kalau saya boleh sarankan kenapa tidak coba meng-upgrade Zr saja? Rutile kita tidak ada industrinya, bahkan pengepul di Indonesia saja belum ada. Tapi kalau Zr di Kalbar, di Kalteng sudah ada beberapa 'pengepul' Zr. Selama ini Zr dijual kiloan dan paling2 maksimal dibuat konsentrat lalu dijual ke Cina. Zr itu logam mahal. Kalau gak salah dosen saya bilang murninya dijual gram-an. 

        Layar TV, HP dsb sangat memerlukan Zr. Di Indonesia (Kalteng-Kalbar) orang menambang Zr cuman seperti nambang galian C dijual kilo-an dan karungan. Saya pernah dapat proyek survey Zr di Kalteng mungkin 7 tahuanan lalu. Ketika itu Zr kalau tidak salah dijual per kg 9rb atau 18 rb ditempat dengan kadar 30-40% kalau tidak salah.

        Beberapa waktu lalu di Kompas kalau tidak salah ada ditampilkan profile ketua pengusaha penambang Zircon. Selama ini mereka untuk buat konsentrat pun tenaga ahli-nya datangkan dari Cina daratan. Artinya masih ada prospek yg menjanjikan dari harga mineral yg cukup ekonomis disamping pemurniannya.

        Untuk Rutile / TiO2 di Indonesia bahan bakunya sepertinya masih sangat tergantung dari pasir besi yg berkadar TiO2 rendah. Di Indonesia juga belum ada industrinya. Dan satu lagi Rutile (sebagai bibit untuk pewarna) juga sudah punya pesaing bibit pewarna sintetis kalau tidak salah. Mohon di-cek.

        Tapi tetaplah semangat, karena minat keilmuan sudah seharusnya tidak tergantung paa prospek uang. Tapi kalau bisa diarahkan ke pasar, penelitian anda akan mudah terbantu oleh sponsor atau dijual. 
         
        Saya tidak punya no pak Indarto Katim, coba anda search saja di jurnal2 tentang ekstraksi pasir besi menjadi TiO2 ada banyak sekali penelitian beliau. Coba tanyakan saja ke lembaga Metalurgi LIPI serpang alamat email dan tlp beliau.

        Catatan : Iron sand dari pulau Bangka bisa mencapai 40% TiO2 nya pada kondisi natural

        Wassalam
              


        Dari: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
        Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
        Dikirim: Kamis, 7 Februari 2013 16:41
        Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

         
        alhamdulillah,,
        terimasih sekali infonya.. pak Michael,,setelah kemarin mencoba membandingkan beberapa sampel,, sebenarnya presentasi pasir awal yang saya gunakan sudah cukup tinggi,, kadar awalnta sekitar 18 persen,,
        kemarin setelah separasi magnet naik menjadi 24 persen,, dengan komposisi mayor tertinggi adalah Zr..
        menurut referensi yang saya baca,, unutuk pemisahan fisis,, antara Zr dan Ti sedikit susah,, karena keduanya cenderung bersifat paramagnetik/diamagnet..
        sedangkan untuk pemisahan berdasarkan berat jenis pun,, sepertinya juga sulit,, karena massa atom relatifnya yang hampir sama,,

        *salah satu solusinya dengan leaching,,

        *maaf pak,, selain magnetik separation,, bapak dulu pakai metode apa saja ya??
        ooiya,, mau tanya.
        bagaimana kalau misal saya ingin mengkontak beliau ( Ir.Indarto)?
        alamat email,, forum,, atau no tel yang bisa saya hubungi misalnya,,

        terimakasih..


        Dari: Michael DeGuzman <deguzmanbusang@...>
        Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
        Dikirim: Kamis, 7 Februari 2013 14:29
        Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

         
        waalaikumsalam wr wb

        Dulu thesis master saya di (Material) Fisika UI tentang perbandingan ekstraksi antara hasil pasir besi dari Cilacap dan dari Bangka.
        dari Cilacap kadar TiO2 sekitar 8% bisa di upgrade sampai 81-83%. Dari pasir besi Bangka yang awalnya sudah sekitar 30-40% bisa upgrade sampai 85% kalau tidak salah. Saya lupa angka pastinya. Karena kemudian saya meninggalkan bidang tsb pada pekerjaan.

        Thesis tsb ada di Program Pasca Sarjana Material UI di Salemba, kalau di Jakarta coba bisa tanya ke petugas untuk liat. Ada 2 thesis yg sama dengan tujuan anda.

        Tapi yg paling mumpuni sebaiknya anda coba kontak bapak Ir.Indarto Katim di Puslitbang Metalurgi LIPI Serpong, beliau orang tambang metalurgi yang bertahun-tahun berkutat pada penelitian ekstraksi Rutile di pasir besi. Saya pikir beliau lah pakar yang paling tepat untuk bertanya.

        Semoga membantu, dan tetap semangat

        Wassalam



        Dari: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
        Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
        Dikirim: Kamis, 17 Januari 2013 12:15
        Judul: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

         
        assalamualaikum,,
        salam sejahtera bagi anggota milis dimanapun berada...
        saya,, mahasiswi fisika material smester 8 yang saat ini sedang sibuk memulai dan melanjutkan penelitian terkait dengan ekstraksi titanium dioksida dari pasir mineral..

        kendala terbesar selama penelitian ini,, adalah kurangnya informasi dan referensi terkait dengan ekstraksi,,
        kalau mungkin mas2/mb2 di sini ada yang sedikit banyak mengetahui tentang topik penelitian yang saya lakukan,,
        saya mohon dengan sangat bantuannya,,

        terimakasih..

        salam
        Lingga Adistya M








      • utsania
        Wah menarik, saya percaya masa depan Mas Lingga akan kaya, bukan cuma kaya apa .. :) ... From: Lingga adistya Mukti Sender:
        Message 3 of 16 , Feb 11, 2013
        • 0 Attachment
          Wah menarik, saya percaya masa depan Mas Lingga akan kaya, bukan cuma kaya apa .. :)
          From: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
          Sender: fisika_indonesia@yahoogroups.com
          Date: Sun, 10 Feb 2013 20:18:53 +0800 (SGT)
          To: fisika_indonesia@yahoogroups.com<fisika_indonesia@yahoogroups.com>
          ReplyTo: fisika_indonesia@yahoogroups.com
          Subject: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

           

          terimakasih info dan supportnya pak,, :-)
          dan sebelumnya maaf,, ini dengan mb lingga.. bukan ms lingga.. hhe :-D

          iya pak,, tentang penelitian skripsi saya ini,, dari awal sebenarnya saya juga sudah pernah mengkonsultasikan ke dosen pembimbing untuk lebih memfokuskan penelitian ke Zr,, karena mengingat presentase Zr yang cukup tinggi.. sekitar 60 persenan (pasir asli) dan Zr juga bukan material murah (dan juga banyak sekali keunggulannya,, disamping Ti),, tapi beliau mintanya Ti saja,,
          karena ini proyek dosen,, jadi ya saya ngikut saja,, hhe..
          masalah kedepannya ntahlah nanti kaya gimana,, digeser ke ekstraksi Zr atau tetap Ti,, dilihat hasilnya dulu..

          sebenarnya kalo menurut saya intinya hampir sama,, walaupun fokus saya pada ekstraksi TiO2,, disini saya juga banyak belajar mengenai pemisahan Zz dari senyawa2 pengotor.. karena logikanya,, kalo bisa mengambil Ti nya,, otomatis fraksi mol Zr juga akan meningkat..

          *Pak Michael,, sebenarnya saya sangat ingin sekali membaca dan mempelajari tesis bapak sebagai bahan referensi,, tapi saya domisili di Malang,,
          kalau mungkin bapak tidak keberatan,, saya boleh minta tlng dikirimkn softfilenya pak..
          -sekali lagi mohon maaf pak,, merepotkan bpk..
          *soalnya di Fisika Universitas Negeri Malang,, untuk ekstraksi Ti,, seperti nya baru saya yang pertama pak,, sebelum2nya fisika material UM lebih konsen dengan nanotech,, film tipis,, dan kristalografi..

          terimakasih,,

          Dari: Michael DeGuzman <deguzmanbusang@...>
          Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
          Dikirim: Jumat, 8 Februari 2013 17:05
          Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

           
          Mas Lingga

          Kalau saya boleh sarankan kenapa tidak coba meng-upgrade Zr saja? Rutile kita tidak ada industrinya, bahkan pengepul di Indonesia saja belum ada. Tapi kalau Zr di Kalbar, di Kalteng sudah ada beberapa 'pengepul' Zr. Selama ini Zr dijual kiloan dan paling2 maksimal dibuat konsentrat lalu dijual ke Cina. Zr itu logam mahal. Kalau gak salah dosen saya bilang murninya dijual gram-an. 

          Layar TV, HP dsb sangat memerlukan Zr. Di Indonesia (Kalteng-Kalbar) orang menambang Zr cuman seperti nambang galian C dijual kilo-an dan karungan. Saya pernah dapat proyek survey Zr di Kalteng mungkin 7 tahuanan lalu. Ketika itu Zr kalau tidak salah dijual per kg 9rb atau 18 rb ditempat dengan kadar 30-40% kalau tidak salah.

          Beberapa waktu lalu di Kompas kalau tidak salah ada ditampilkan profile ketua pengusaha penambang Zircon. Selama ini mereka untuk buat konsentrat pun tenaga ahli-nya datangkan dari Cina daratan. Artinya masih ada prospek yg menjanjikan dari harga mineral yg cukup ekonomis disamping pemurniannya.

          Untuk Rutile / TiO2 di Indonesia bahan bakunya sepertinya masih sangat tergantung dari pasir besi yg berkadar TiO2 rendah. Di Indonesia juga belum ada industrinya. Dan satu lagi Rutile (sebagai bibit untuk pewarna) juga sudah punya pesaing bibit pewarna sintetis kalau tidak salah. Mohon di-cek.

          Tapi tetaplah semangat, karena minat keilmuan sudah seharusnya tidak tergantung paa prospek uang. Tapi kalau bisa diarahkan ke pasar, penelitian anda akan mudah terbantu oleh sponsor atau dijual. 
           
          Saya tidak punya no pak Indarto Katim, coba anda search saja di jurnal2 tentang ekstraksi pasir besi menjadi TiO2 ada banyak sekali penelitian beliau. Coba tanyakan saja ke lembaga Metalurgi LIPI serpang alamat email dan tlp beliau.

          Catatan : Iron sand dari pulau Bangka bisa mencapai 40% TiO2 nya pada kondisi natural

          Wassalam
                


          Dari: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
          Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
          Dikirim: Kamis, 7 Februari 2013 16:41
          Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

           
          alhamdulillah,,
          terimasih sekali infonya.. pak Michael,,setelah kemarin mencoba membandingkan beberapa sampel,, sebenarnya presentasi pasir awal yang saya gunakan sudah cukup tinggi,, kadar awalnta sekitar 18 persen,,
          kemarin setelah separasi magnet naik menjadi 24 persen,, dengan komposisi mayor tertinggi adalah Zr..
          menurut referensi yang saya baca,, unutuk pemisahan fisis,, antara Zr dan Ti sedikit susah,, karena keduanya cenderung bersifat paramagnetik/diamagnet..
          sedangkan untuk pemisahan berdasarkan berat jenis pun,, sepertinya juga sulit,, karena massa atom relatifnya yang hampir sama,,

          *salah satu solusinya dengan leaching,,

          *maaf pak,, selain magnetik separation,, bapak dulu pakai metode apa saja ya??
          ooiya,, mau tanya.
          bagaimana kalau misal saya ingin mengkontak beliau ( Ir.Indarto)?
          alamat email,, forum,, atau no tel yang bisa saya hubungi misalnya,,

          terimakasih..


          Dari: Michael DeGuzman <deguzmanbusang@...>
          Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
          Dikirim: Kamis, 7 Februari 2013 14:29
          Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

           
          waalaikumsalam wr wb

          Dulu thesis master saya di (Material) Fisika UI tentang perbandingan ekstraksi antara hasil pasir besi dari Cilacap dan dari Bangka.
          dari Cilacap kadar TiO2 sekitar 8% bisa di upgrade sampai 81-83%. Dari pasir besi Bangka yang awalnya sudah sekitar 30-40% bisa upgrade sampai 85% kalau tidak salah. Saya lupa angka pastinya. Karena kemudian saya meninggalkan bidang tsb pada pekerjaan.

          Thesis tsb ada di Program Pasca Sarjana Material UI di Salemba, kalau di Jakarta coba bisa tanya ke petugas untuk liat. Ada 2 thesis yg sama dengan tujuan anda.

          Tapi yg paling mumpuni sebaiknya anda coba kontak bapak Ir.Indarto Katim di Puslitbang Metalurgi LIPI Serpong, beliau orang tambang metalurgi yang bertahun-tahun berkutat pada penelitian ekstraksi Rutile di pasir besi. Saya pikir beliau lah pakar yang paling tepat untuk bertanya.

          Semoga membantu, dan tetap semangat

          Wassalam



          Dari: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
          Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
          Dikirim: Kamis, 17 Januari 2013 12:15
          Judul: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

           
          assalamualaikum,,
          salam sejahtera bagi anggota milis dimanapun berada...
          saya,, mahasiswi fisika material smester 8 yang saat ini sedang sibuk memulai dan melanjutkan penelitian terkait dengan ekstraksi titanium dioksida dari pasir mineral..

          kendala terbesar selama penelitian ini,, adalah kurangnya informasi dan referensi terkait dengan ekstraksi,,
          kalau mungkin mas2/mb2 di sini ada yang sedikit banyak mengetahui tentang topik penelitian yang saya lakukan,,
          saya mohon dengan sangat bantuannya,,

          terimakasih..

          salam
          Lingga Adistya M








        • musthofa fahmi
          klo butuh pasir besinya yang ngandung TiO2 saya ada kenalan yang punya... nanti boleh koq di pakai sepuasnya :D ________________________________ From:
          Message 4 of 16 , Feb 11, 2013
          • 0 Attachment
            klo butuh pasir besinya yang ngandung TiO2 saya ada kenalan yang punya...
            nanti boleh koq di pakai sepuasnya :D


            From: "utsania@..." <utsania@...>
            To: fisika_indonesia@yahoogroups.com; "uta100@..." <uta100@...>
            Sent: Monday, February 11, 2013 4:52 PM
            Subject: Re: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

             
            Wah menarik, saya percaya masa depan Mas Lingga akan kaya, bukan cuma kaya apa .. :)

            From: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
            Sender: fisika_indonesia@yahoogroups.com
            Date: Sun, 10 Feb 2013 20:18:53 +0800 (SGT)
            To: fisika_indonesia@yahoogroups.com<fisika_indonesia@yahoogroups.com>
            ReplyTo: fisika_indonesia@yahoogroups.com
            Subject: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

             
            terimakasih info dan supportnya pak,, :-)
            dan sebelumnya maaf,, ini dengan mb lingga.. bukan ms lingga.. hhe :-D

            iya pak,, tentang penelitian skripsi saya ini,, dari awal sebenarnya saya juga sudah pernah mengkonsultasikan ke dosen pembimbing untuk lebih memfokuskan penelitian ke Zr,, karena mengingat presentase Zr yang cukup tinggi.. sekitar 60 persenan (pasir asli) dan Zr juga bukan material murah (dan juga banyak sekali keunggulannya,, disamping Ti),, tapi beliau mintanya Ti saja,,
            karena ini proyek dosen,, jadi ya saya ngikut saja,, hhe..
            masalah kedepannya ntahlah nanti kaya gimana,, digeser ke ekstraksi Zr atau tetap Ti,, dilihat hasilnya dulu..

            sebenarnya kalo menurut saya intinya hampir sama,, walaupun fokus saya pada ekstraksi TiO2,, disini saya juga banyak belajar mengenai pemisahan Zz dari senyawa2 pengotor.. karena logikanya,, kalo bisa mengambil Ti nya,, otomatis fraksi mol Zr juga akan meningkat..

            *Pak Michael,, sebenarnya saya sangat ingin sekali membaca dan mempelajari tesis bapak sebagai bahan referensi,, tapi saya domisili di Malang,,
            kalau mungkin bapak tidak keberatan,, saya boleh minta tlng dikirimkn softfilenya pak..
            -sekali lagi mohon maaf pak,, merepotkan bpk..
            *soalnya di Fisika Universitas Negeri Malang,, untuk ekstraksi Ti,, seperti nya baru saya yang pertama pak,, sebelum2nya fisika material UM lebih konsen dengan nanotech,, film tipis,, dan kristalografi..

            terimakasih,,

            Dari: Michael DeGuzman <deguzmanbusang@...>
            Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
            Dikirim: Jumat, 8 Februari 2013 17:05
            Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

             
            Mas Lingga

            Kalau saya boleh sarankan kenapa tidak coba meng-upgrade Zr saja? Rutile kita tidak ada industrinya, bahkan pengepul di Indonesia saja belum ada. Tapi kalau Zr di Kalbar, di Kalteng sudah ada beberapa 'pengepul' Zr. Selama ini Zr dijual kiloan dan paling2 maksimal dibuat konsentrat lalu dijual ke Cina. Zr itu logam mahal. Kalau gak salah dosen saya bilang murninya dijual gram-an. 

            Layar TV, HP dsb sangat memerlukan Zr. Di Indonesia (Kalteng-Kalbar) orang menambang Zr cuman seperti nambang galian C dijual kilo-an dan karungan. Saya pernah dapat proyek survey Zr di Kalteng mungkin 7 tahuanan lalu. Ketika itu Zr kalau tidak salah dijual per kg 9rb atau 18 rb ditempat dengan kadar 30-40% kalau tidak salah.

            Beberapa waktu lalu di Kompas kalau tidak salah ada ditampilkan profile ketua pengusaha penambang Zircon. Selama ini mereka untuk buat konsentrat pun tenaga ahli-nya datangkan dari Cina daratan. Artinya masih ada prospek yg menjanjikan dari harga mineral yg cukup ekonomis disamping pemurniannya.

            Untuk Rutile / TiO2 di Indonesia bahan bakunya sepertinya masih sangat tergantung dari pasir besi yg berkadar TiO2 rendah. Di Indonesia juga belum ada industrinya. Dan satu lagi Rutile (sebagai bibit untuk pewarna) juga sudah punya pesaing bibit pewarna sintetis kalau tidak salah. Mohon di-cek.

            Tapi tetaplah semangat, karena minat keilmuan sudah seharusnya tidak tergantung paa prospek uang. Tapi kalau bisa diarahkan ke pasar, penelitian anda akan mudah terbantu oleh sponsor atau dijual. 
             
            Saya tidak punya no pak Indarto Katim, coba anda search saja di jurnal2 tentang ekstraksi pasir besi menjadi TiO2 ada banyak sekali penelitian beliau. Coba tanyakan saja ke lembaga Metalurgi LIPI serpang alamat email dan tlp beliau.

            Catatan : Iron sand dari pulau Bangka bisa mencapai 40% TiO2 nya pada kondisi natural

            Wassalam
                  


            Dari: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
            Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
            Dikirim: Kamis, 7 Februari 2013 16:41
            Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

             
            alhamdulillah,,
            terimasih sekali infonya.. pak Michael,,setelah kemarin mencoba membandingkan beberapa sampel,, sebenarnya presentasi pasir awal yang saya gunakan sudah cukup tinggi,, kadar awalnta sekitar 18 persen,,
            kemarin setelah separasi magnet naik menjadi 24 persen,, dengan komposisi mayor tertinggi adalah Zr..
            menurut referensi yang saya baca,, unutuk pemisahan fisis,, antara Zr dan Ti sedikit susah,, karena keduanya cenderung bersifat paramagnetik/diamagnet..
            sedangkan untuk pemisahan berdasarkan berat jenis pun,, sepertinya juga sulit,, karena massa atom relatifnya yang hampir sama,,

            *salah satu solusinya dengan leaching,,

            *maaf pak,, selain magnetik separation,, bapak dulu pakai metode apa saja ya??
            ooiya,, mau tanya.
            bagaimana kalau misal saya ingin mengkontak beliau ( Ir.Indarto)?
            alamat email,, forum,, atau no tel yang bisa saya hubungi misalnya,,

            terimakasih..


            Dari: Michael DeGuzman <deguzmanbusang@...>
            Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
            Dikirim: Kamis, 7 Februari 2013 14:29
            Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

             
            waalaikumsalam wr wb

            Dulu thesis master saya di (Material) Fisika UI tentang perbandingan ekstraksi antara hasil pasir besi dari Cilacap dan dari Bangka.
            dari Cilacap kadar TiO2 sekitar 8% bisa di upgrade sampai 81-83%. Dari pasir besi Bangka yang awalnya sudah sekitar 30-40% bisa upgrade sampai 85% kalau tidak salah. Saya lupa angka pastinya. Karena kemudian saya meninggalkan bidang tsb pada pekerjaan.

            Thesis tsb ada di Program Pasca Sarjana Material UI di Salemba, kalau di Jakarta coba bisa tanya ke petugas untuk liat. Ada 2 thesis yg sama dengan tujuan anda.

            Tapi yg paling mumpuni sebaiknya anda coba kontak bapak Ir.Indarto Katim di Puslitbang Metalurgi LIPI Serpong, beliau orang tambang metalurgi yang bertahun-tahun berkutat pada penelitian ekstraksi Rutile di pasir besi. Saya pikir beliau lah pakar yang paling tepat untuk bertanya.

            Semoga membantu, dan tetap semangat

            Wassalam



            Dari: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
            Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
            Dikirim: Kamis, 17 Januari 2013 12:15
            Judul: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

             
            assalamualaikum,,
            salam sejahtera bagi anggota milis dimanapun berada...
            saya,, mahasiswi fisika material smester 8 yang saat ini sedang sibuk memulai dan melanjutkan penelitian terkait dengan ekstraksi titanium dioksida dari pasir mineral..

            kendala terbesar selama penelitian ini,, adalah kurangnya informasi dan referensi terkait dengan ekstraksi,,
            kalau mungkin mas2/mb2 di sini ada yang sedikit banyak mengetahui tentang topik penelitian yang saya lakukan,,
            saya mohon dengan sangat bantuannya,,

            terimakasih..

            salam
            Lingga Adistya M










          • Lingga adistya Mukti
            terimakasih infonya :-) ________________________________ Dari: Tri.Setyanto@ytljt.com Kepada: fisika_indonesia@yahoogroups.com
            Message 5 of 16 , Feb 12, 2013
            • 0 Attachment
              terimakasih infonya :-)


              Dari: "Tri.Setyanto@..." <Tri.Setyanto@...>
              Kepada: fisika_indonesia@yahoogroups.com
              Dikirim: Senin, 11 Februari 2013 9:57
              Judul: Re: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

               

              tambahan:
              Zirconium oxide di dunia Instrumentasi sering dipakai untuk sensor O2, karena pada temperature tertentu mempunyai korelasi antara beda potensial dan kandungan oxigen.

              suwun.




              Michael DeGuzman <deguzmanbusang@...>
              Sent by: fisika_indonesia@yahoogroups.com
              02/08/2013 05:05 PM
              Please respond to
              fisika_indonesia@yahoogroups.com

              To
              "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
              cc
              Subject
              Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam





               
              Mas Lingga

              Kalau saya boleh sarankan kenapa tidak coba meng-upgrade Zr saja? Rutile kita tidak ada industrinya, bahkan pengepul di Indonesia saja belum ada. Tapi kalau Zr di Kalbar, di Kalteng sudah ada beberapa 'pengepul' Zr. Selama ini Zr dijual kiloan dan paling2 maksimal dibuat konsentrat lalu dijual ke Cina. Zr itu logam mahal. Kalau gak salah dosen saya bilang murninya dijual gram-an.

              Layar TV, HP dsb sangat memerlukan Zr. Di Indonesia (Kalteng-Kalbar) orang menambang Zr cuman seperti nambang galian C dijual kilo-an dan karungan. Saya pernah dapat proyek survey Zr di Kalteng mungkin 7 tahuanan lalu. Ketika itu Zr kalau tidak salah dijual per kg 9rb atau 18 rb ditempat dengan kadar 30-40% kalau tidak salah.

              Beberapa waktu lalu di Kompas kalau tidak salah ada ditamp ilkan profile ketua pengusaha penambang Zircon. Selama ini mereka untuk buat konsentrat pun tenaga ahli-nya datangkan dari Cina daratan. Artinya masih ada prospek yg menjanjikan dari harga mineral yg cukup ekonomis disamping pemurniannya.

              Untuk Rutile / TiO2 di Indonesia bahan bakunya sepertinya masih sangat tergantung dari pasir besi yg berkadar TiO2 rendah. Di Indonesia juga belum ada industrinya. Dan satu lagi Rutile (sebagai bibit untuk pewarna) juga sudah punya pesaing bibit pewarna sintetis kalau tidak salah. Mohon di-cek.

              Tapi tetaplah semangat, karena minat keilmuan sudah seharusnya tidak tergantung paa prospek uang. Tapi kalau bisa diarahkan ke pasar, penelitian anda akan mudah terbantu oleh sponsor atau dijual.
               
              Saya tidak punya no pak Indarto Katim, coba anda search saja di jurnal2 tentang ekstraksi pasir besi menjadi TiO2 ada banyak sekali penelitian beliau. Coba tanyakan saja ke lembaga Metalurgi LIPI serpang alamat email dan tlp beliau.

              Catatan : Iron sand dari pulau Bangka bisa mencapai 40% TiO2 nya pada kondisi natural

              Wassalam
                   


              Dari: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
              Kepada:
              "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
              Dikirim:
              Kamis, 7 Februari 2013 16:41
              Judul:
              Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam


               
              alhamdulillah,,
              terimasih sekali infonya.. pak Michael,,setelah kemarin mencoba membandingkan beberapa sampel,, sebenarnya presentasi pasir awal yang saya gunakan sudah cukup tinggi,, kadar awalnta sekitar 18 persen,,
              kemarin setelah separasi magnet naik menjadi 24 persen,, dengan komposisi mayor tertinggi adalah Zr..
              menurut referensi yang saya baca,, unutuk pemisahan fisis,, antara Zr dan Ti sedikit susah,, karena keduanya cenderung bersifat paramagnetik/diamagnet..
              sedangkan untuk pemisahan berdasarkan berat jenis pun,, sepertinya juga sulit,, karena massa atom relatifnya yang hampir sama,,

              *salah satu solusinya dengan leaching,,

              *maaf pak,, selain magnetik separation,, bapak dulu pakai metode apa saja ya??
              ooiya,, mau tanya.
              bagaimana kalau misal saya ingin mengkontak beliau ( Ir.Indarto)?
              alamat email,, forum,, atau no tel yang bisa saya hubungi misalnya,,

              terimakasih..


              Dari: Michael DeGuzman <deguzmanbusang@...>
              Kepada:
              "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
              Dikirim:
              Kamis, 7 Februari 2013 14:29
              Judul:
              Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam


               
              waalaikumsalam wr wb

              Dulu thesis master saya di (Material) Fisika UI tentang perbandingan ekstraksi antara hasil pasir besi dari Cilacap dan dari Bangka.
              dari Cilacap kadar TiO2 sekitar 8% bisa di upgrade sampai 81-83%. Dari pasir besi Bangka yang awalnya sudah sekitar 30-40% bisa upgrade sampai 85% kalau tidak salah. Saya lupa angka pastinya. Karena kemudian saya meninggalkan bidang tsb pada pekerjaan.

              Thesis tsb ada di Program Pasca Sarjana Material UI di Salemba, kalau di Jakarta coba bisa tanya ke petugas untuk liat. Ada 2 thesis yg sama dengan tujuan anda.

              Tapi yg paling mumpuni sebaiknya anda coba kontak bapak Ir.Indarto Katim di Puslitbang Metalurgi LIPI Serpong, beliau orang tambang metalurgi yang bertahun-tahun berkutat pada penelitian ekstraksi Rutile di pasir besi. Saya pikir beliau lah pakar yang paling tepat untuk bertanya.

              Semoga membantu, dan tetap semangat

              Wassalam



              Dari: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
              Kepada:
              "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
              Dikirim:
              Kamis, 17 Januari 2013 12:15
              Judul:
              [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam


               
              assalamualaikum,,
              salam sejahtera bagi anggota milis dimanapun berada...
              saya,, mahasiswi fisika material smester 8 yang saat ini sedang sibuk memulai dan melanjutkan penelitian terkait dengan ekstraksi titanium dioksida dari pasir mineral..

              kendala terbesar selama penelitian ini,, adalah kurangnya informasi dan referensi terkait dengan ekstraksi,,
              kalau mungkin mas2/mb2 di sini ada yang sedikit banyak mengetahui tentang topik penelitian yang saya lakukan,,
              saya mohon dengan sangat bantuannya,,

              terimakasih..

              salam
              Lingga Adistya M








            • Lingga adistya Mukti
              hmmm... dipanggil mas untuk ke dua kalinya,,  *krik.. krikkk... --! ________________________________ Dari: utsania@yahoo.com Kepada:
              Message 6 of 16 , Feb 12, 2013
              • 0 Attachment
                hmmm... dipanggil mas untuk ke dua kalinya,, 
                *krik.. krikkk...
                --!

                Dari: "utsania@..." <utsania@...>
                Kepada: fisika_indonesia@yahoogroups.com; "uta100@..." <uta100@...>
                Dikirim: Senin, 11 Februari 2013 16:52
                Judul: Re: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                 
                Wah menarik, saya percaya masa depan Mas Lingga akan kaya, bukan cuma kaya apa .. :)

                From: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
                Sender: fisika_indonesia@yahoogroups.com
                Date: Sun, 10 Feb 2013 20:18:53 +0800 (SGT)
                To: fisika_indonesia@yahoogroups.com<fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                ReplyTo: fisika_indonesia@yahoogroups.com
                Subject: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                 
                terimakasih info dan supportnya pak,, :-)
                dan sebelumnya maaf,, ini dengan mb lingga.. bukan ms lingga.. hhe :-D

                iya pak,, tentang penelitian skripsi saya ini,, dari awal sebenarnya saya juga sudah pernah mengkonsultasikan ke dosen pembimbing untuk lebih memfokuskan penelitian ke Zr,, karena mengingat presentase Zr yang cukup tinggi.. sekitar 60 persenan (pasir asli) dan Zr juga bukan material murah (dan juga banyak sekali keunggulannya,, disamping Ti),, tapi beliau mintanya Ti saja,,
                karena ini proyek dosen,, jadi ya saya ngikut saja,, hhe..
                masalah kedepannya ntahlah nanti kaya gimana,, digeser ke ekstraksi Zr atau tetap Ti,, dilihat hasilnya dulu..

                sebenarnya kalo menurut saya intinya hampir sama,, walaupun fokus saya pada ekstraksi TiO2,, disini saya juga banyak belajar mengenai pemisahan Zz dari senyawa2 pengotor.. karena logikanya,, kalo bisa mengambil Ti nya,, otomatis fraksi mol Zr juga akan meningkat..

                *Pak Michael,, sebenarnya saya sangat ingin sekali membaca dan mempelajari tesis bapak sebagai bahan referensi,, tapi saya domisili di Malang,,
                kalau mungkin bapak tidak keberatan,, saya boleh minta tlng dikirimkn softfilenya pak..
                -sekali lagi mohon maaf pak,, merepotkan bpk..
                *soalnya di Fisika Universitas Negeri Malang,, untuk ekstraksi Ti,, seperti nya baru saya yang pertama pak,, sebelum2nya fisika material UM lebih konsen dengan nanotech,, film tipis,, dan kristalografi..

                terimakasih,,

                Dari: Michael DeGuzman <deguzmanbusang@...>
                Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                Dikirim: Jumat, 8 Februari 2013 17:05
                Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                 
                Mas Lingga

                Kalau saya boleh sarankan kenapa tidak coba meng-upgrade Zr saja? Rutile kita tidak ada industrinya, bahkan pengepul di Indonesia saja belum ada. Tapi kalau Zr di Kalbar, di Kalteng sudah ada beberapa 'pengepul' Zr. Selama ini Zr dijual kiloan dan paling2 maksimal dibuat konsentrat lalu dijual ke Cina. Zr itu logam mahal. Kalau gak salah dosen saya bilang murninya dijual gram-an. 

                Layar TV, HP dsb sangat memerlukan Zr. Di Indonesia (Kalteng-Kalbar) orang menambang Zr cuman seperti nambang galian C dijual kilo-an dan karungan. Saya pernah dapat proyek survey Zr di Kalteng mungkin 7 tahuanan lalu. Ketika itu Zr kalau tidak salah dijual per kg 9rb atau 18 rb ditempat dengan kadar 30-40% kalau tidak salah.

                Beberapa waktu lalu di Kompas kalau tidak salah ada ditampilkan profile ketua pengusaha penambang Zircon. Selama ini mereka untuk buat konsentrat pun tenaga ahli-nya datangkan dari Cina daratan. Artinya masih ada prospek yg menjanjikan dari harga mineral yg cukup ekonomis disamping pemurniannya.

                Untuk Rutile / TiO2 di Indonesia bahan bakunya sepertinya masih sangat tergantung dari pasir besi yg berkadar TiO2 rendah. Di Indonesia juga belum ada industrinya. Dan satu lagi Rutile (sebagai bibit untuk pewarna) juga sudah punya pesaing bibit pewarna sintetis kalau tidak salah. Mohon di-cek.

                Tapi tetaplah semangat, karena minat keilmuan sudah seharusnya tidak tergantung paa prospek uang. Tapi kalau bisa diarahkan ke pasar, penelitian anda akan mudah terbantu oleh sponsor atau dijual. 
                 
                Saya tidak punya no pak Indarto Katim, coba anda search saja di jurnal2 tentang ekstraksi pasir besi menjadi TiO2 ada banyak sekali penelitian beliau. Coba tanyakan saja ke lembaga Metalurgi LIPI serpang alamat email dan tlp beliau.

                Catatan : Iron sand dari pulau Bangka bisa mencapai 40% TiO2 nya pada kondisi natural

                Wassalam
                      


                Dari: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
                Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                Dikirim: Kamis, 7 Februari 2013 16:41
                Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                 
                alhamdulillah,,
                terimasih sekali infonya.. pak Michael,,setelah kemarin mencoba membandingkan beberapa sampel,, sebenarnya presentasi pasir awal yang saya gunakan sudah cukup tinggi,, kadar awalnta sekitar 18 persen,,
                kemarin setelah separasi magnet naik menjadi 24 persen,, dengan komposisi mayor tertinggi adalah Zr..
                menurut referensi yang saya baca,, unutuk pemisahan fisis,, antara Zr dan Ti sedikit susah,, karena keduanya cenderung bersifat paramagnetik/diamagnet..
                sedangkan untuk pemisahan berdasarkan berat jenis pun,, sepertinya juga sulit,, karena massa atom relatifnya yang hampir sama,,

                *salah satu solusinya dengan leaching,,

                *maaf pak,, selain magnetik separation,, bapak dulu pakai metode apa saja ya??
                ooiya,, mau tanya.
                bagaimana kalau misal saya ingin mengkontak beliau ( Ir.Indarto)?
                alamat email,, forum,, atau no tel yang bisa saya hubungi misalnya,,

                terimakasih..


                Dari: Michael DeGuzman <deguzmanbusang@...>
                Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                Dikirim: Kamis, 7 Februari 2013 14:29
                Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                 
                waalaikumsalam wr wb

                Dulu thesis master saya di (Material) Fisika UI tentang perbandingan ekstraksi antara hasil pasir besi dari Cilacap dan dari Bangka.
                dari Cilacap kadar TiO2 sekitar 8% bisa di upgrade sampai 81-83%. Dari pasir besi Bangka yang awalnya sudah sekitar 30-40% bisa upgrade sampai 85% kalau tidak salah. Saya lupa angka pastinya. Karena kemudian saya meninggalkan bidang tsb pada pekerjaan.

                Thesis tsb ada di Program Pasca Sarjana Material UI di Salemba, kalau di Jakarta coba bisa tanya ke petugas untuk liat. Ada 2 thesis yg sama dengan tujuan anda.

                Tapi yg paling mumpuni sebaiknya anda coba kontak bapak Ir.Indarto Katim di Puslitbang Metalurgi LIPI Serpong, beliau orang tambang metalurgi yang bertahun-tahun berkutat pada penelitian ekstraksi Rutile di pasir besi. Saya pikir beliau lah pakar yang paling tepat untuk bertanya.

                Semoga membantu, dan tetap semangat

                Wassalam



                Dari: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
                Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                Dikirim: Kamis, 17 Januari 2013 12:15
                Judul: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                 
                assalamualaikum,,
                salam sejahtera bagi anggota milis dimanapun berada...
                saya,, mahasiswi fisika material smester 8 yang saat ini sedang sibuk memulai dan melanjutkan penelitian terkait dengan ekstraksi titanium dioksida dari pasir mineral..

                kendala terbesar selama penelitian ini,, adalah kurangnya informasi dan referensi terkait dengan ekstraksi,,
                kalau mungkin mas2/mb2 di sini ada yang sedikit banyak mengetahui tentang topik penelitian yang saya lakukan,,
                saya mohon dengan sangat bantuannya,,

                terimakasih..

                salam
                Lingga Adistya M










              • Lingga adistya Mukti
                butuhnya berapa pak?? banyak? ________________________________ Dari: Suasmoro Kepada: fisika_indonesia@yahoogroups.com Dikirim: Senin, 11
                Message 7 of 16 , Feb 12, 2013
                • 0 Attachment
                  butuhnya berapa pak??
                  banyak?



                  Dari: Suasmoro <suasm@...>
                  Kepada: fisika_indonesia@yahoogroups.com
                  Dikirim: Senin, 11 Februari 2013 11:49
                  Judul: Re: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                   
                  Ada yang bisa mengirimi saya pasir zircon ini? Saya tertarik untuk menelitinya, kebetulan saya sedang mencoba piezo CBTZ

                  Suas
                  Powered by ITS®

                  From: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
                  Sender: fisika_indonesia@yahoogroups.com
                  Date: Sun, 10 Feb 2013 20:18:53 +0800 (SGT)
                  To: fisika_indonesia@yahoogroups.com<fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                  ReplyTo: fisika_indonesia@yahoogroups.com
                  Subject: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                   
                  terimakasih info dan supportnya pak,, :-)
                  dan sebelumnya maaf,, ini dengan mb lingga.. bukan ms lingga.. hhe :-D

                  iya pak,, tentang penelitian skripsi saya ini,, dari awal sebenarnya saya juga sudah pernah mengkonsultasikan ke dosen pembimbing untuk lebih memfokuskan penelitian ke Zr,, karena mengingat presentase Zr yang cukup tinggi.. sekitar 60 persenan (pasir asli) dan Zr juga bukan material murah (dan juga banyak sekali keunggulannya,, disamping Ti),, tapi beliau mintanya Ti saja,,
                  karena ini proyek dosen,, jadi ya saya ngikut saja,, hhe..
                  masalah kedepannya ntahlah nanti kaya gimana,, digeser ke ekstraksi Zr atau tetap Ti,, dilihat hasilnya dulu..

                  sebenarnya kalo menurut saya intinya hampir sama,, walaupun fokus saya pada ekstraksi TiO2,, disini saya juga banyak belajar mengenai pemisahan Zz dari senyawa2 pengotor.. karena logikanya,, kalo bisa mengambil Ti nya,, otomatis fraksi mol Zr juga akan meningkat..

                  *Pak Michael,, sebenarnya saya sangat ingin sekali membaca dan mempelajari tesis bapak sebagai bahan referensi,, tapi saya domisili di Malang,,
                  kalau mungkin bapak tidak keberatan,, saya boleh minta tlng dikirimkn softfilenya pak..
                  -sekali lagi mohon maaf pak,, merepotkan bpk..
                  *soalnya di Fisika Universitas Negeri Malang,, untuk ekstraksi Ti,, seperti nya baru saya yang pertama pak,, sebelum2nya fisika material UM lebih konsen dengan nanotech,, film tipis,, dan kristalografi..

                  terimakasih,,

                  Dari: Michael DeGuzman <deguzmanbusang@...>
                  Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                  Dikirim: Jumat, 8 Februari 2013 17:05
                  Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                   
                  Mas Lingga

                  Kalau saya boleh sarankan kenapa tidak coba meng-upgrade Zr saja? Rutile kita tidak ada industrinya, bahkan pengepul di Indonesia saja belum ada. Tapi kalau Zr di Kalbar, di Kalteng sudah ada beberapa 'pengepul' Zr. Selama ini Zr dijual kiloan dan paling2 maksimal dibuat konsentrat lalu dijual ke Cina. Zr itu logam mahal. Kalau gak salah dosen saya bilang murninya dijual gram-an. 

                  Layar TV, HP dsb sangat memerlukan Zr. Di Indonesia (Kalteng-Kalbar) orang menambang Zr cuman seperti nambang galian C dijual kilo-an dan karungan. Saya pernah dapat proyek survey Zr di Kalteng mungkin 7 tahuanan lalu. Ketika itu Zr kalau tidak salah dijual per kg 9rb atau 18 rb ditempat dengan kadar 30-40% kalau tidak salah.

                  Beberapa waktu lalu di Kompas kalau tidak salah ada ditampilkan profile ketua pengusaha penambang Zircon. Selama ini mereka untuk buat konsentrat pun tenaga ahli-nya datangkan dari Cina daratan. Artinya masih ada prospek yg menjanjikan dari harga mineral yg cukup ekonomis disamping pemurniannya.

                  Untuk Rutile / TiO2 di Indonesia bahan bakunya sepertinya masih sangat tergantung dari pasir besi yg berkadar TiO2 rendah. Di Indonesia juga belum ada industrinya. Dan satu lagi Rutile (sebagai bibit untuk pewarna) juga sudah punya pesaing bibit pewarna sintetis kalau tidak salah. Mohon di-cek.

                  Tapi tetaplah semangat, karena minat keilmuan sudah seharusnya tidak tergantung paa prospek uang. Tapi kalau bisa diarahkan ke pasar, penelitian anda akan mudah terbantu oleh sponsor atau dijual. 
                   
                  Saya tidak punya no pak Indarto Katim, coba anda search saja di jurnal2 tentang ekstraksi pasir besi menjadi TiO2 ada banyak sekali penelitian beliau. Coba tanyakan saja ke lembaga Metalurgi LIPI serpang alamat email dan tlp beliau.

                  Catatan : Iron sand dari pulau Bangka bisa mencapai 40% TiO2 nya pada kondisi natural

                  Wassalam
                        


                  Dari: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
                  Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                  Dikirim: Kamis, 7 Februari 2013 16:41
                  Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                   
                  alhamdulillah,,
                  terimasih sekali infonya.. pak Michael,,setelah kemarin mencoba membandingkan beberapa sampel,, sebenarnya presentasi pasir awal yang saya gunakan sudah cukup tinggi,, kadar awalnta sekitar 18 persen,,
                  kemarin setelah separasi magnet naik menjadi 24 persen,, dengan komposisi mayor tertinggi adalah Zr..
                  menurut referensi yang saya baca,, unutuk pemisahan fisis,, antara Zr dan Ti sedikit susah,, karena keduanya cenderung bersifat paramagnetik/diamagnet..
                  sedangkan untuk pemisahan berdasarkan berat jenis pun,, sepertinya juga sulit,, karena massa atom relatifnya yang hampir sama,,

                  *salah satu solusinya dengan leaching,,

                  *maaf pak,, selain magnetik separation,, bapak dulu pakai metode apa saja ya??
                  ooiya,, mau tanya.
                  bagaimana kalau misal saya ingin mengkontak beliau ( Ir.Indarto)?
                  alamat email,, forum,, atau no tel yang bisa saya hubungi misalnya,,

                  terimakasih..


                  Dari: Michael DeGuzman <deguzmanbusang@...>
                  Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                  Dikirim: Kamis, 7 Februari 2013 14:29
                  Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                   
                  waalaikumsalam wr wb

                  Dulu thesis master saya di (Material) Fisika UI tentang perbandingan ekstraksi antara hasil pasir besi dari Cilacap dan dari Bangka.
                  dari Cilacap kadar TiO2 sekitar 8% bisa di upgrade sampai 81-83%. Dari pasir besi Bangka yang awalnya sudah sekitar 30-40% bisa upgrade sampai 85% kalau tidak salah. Saya lupa angka pastinya. Karena kemudian saya meninggalkan bidang tsb pada pekerjaan.

                  Thesis tsb ada di Program Pasca Sarjana Material UI di Salemba, kalau di Jakarta coba bisa tanya ke petugas untuk liat. Ada 2 thesis yg sama dengan tujuan anda.

                  Tapi yg paling mumpuni sebaiknya anda coba kontak bapak Ir.Indarto Katim di Puslitbang Metalurgi LIPI Serpong, beliau orang tambang metalurgi yang bertahun-tahun berkutat pada penelitian ekstraksi Rutile di pasir besi. Saya pikir beliau lah pakar yang paling tepat untuk bertanya.

                  Semoga membantu, dan tetap semangat

                  Wassalam



                  Dari: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
                  Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                  Dikirim: Kamis, 17 Januari 2013 12:15
                  Judul: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                   
                  assalamualaikum,,
                  salam sejahtera bagi anggota milis dimanapun berada...
                  saya,, mahasiswi fisika material smester 8 yang saat ini sedang sibuk memulai dan melanjutkan penelitian terkait dengan ekstraksi titanium dioksida dari pasir mineral..

                  kendala terbesar selama penelitian ini,, adalah kurangnya informasi dan referensi terkait dengan ekstraksi,,
                  kalau mungkin mas2/mb2 di sini ada yang sedikit banyak mengetahui tentang topik penelitian yang saya lakukan,,
                  saya mohon dengan sangat bantuannya,,

                  terimakasih..

                  salam
                  Lingga Adistya M










                • Faisal Malik
                  Ini mbak lingga apa termasuk bimbingannya DR. Markus? Ketersediaan pasir TiO2 memang susah di malang, coba japri bos mustofa dibawah saya :) Salam untuk Prof.
                  Message 8 of 16 , Feb 13, 2013
                  • 0 Attachment
                    Ini mbak lingga apa termasuk bimbingannya DR. Markus?
                    Ketersediaan pasir TiO2 memang susah di malang, coba japri bos mustofa dibawah saya :)
                    Salam untuk Prof. DR. Arif Hidayat PHD ya, beliau ahli optik yang mengagumkan.

                    From: musthofa fahmi <amique00@...>
                    Sender: fisika_indonesia@yahoogroups.com
                    Date: Mon, 11 Feb 2013 22:06:04 -0800 (PST)
                    To: fisika_indonesia@yahoogroups.com<fisika_indonesia@yahoogroups.com>; uta100@...<uta100@...>
                    ReplyTo: fisika_indonesia@yahoogroups.com
                    Subject: Re: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                     

                    klo butuh pasir besinya yang ngandung TiO2 saya ada kenalan yang punya...
                    nanti boleh koq di pakai sepuasnya :D


                    From: "utsania@..." <utsania@...>
                    To: fisika_indonesia@yahoogroups.com; "uta100@..." <uta100@...>
                    Sent: Monday, February 11, 2013 4:52 PM
                    Subject: Re: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                     
                    Wah menarik, saya percaya masa depan Mas Lingga akan kaya, bukan cuma kaya apa .. :)

                    From: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
                    Sender: fisika_indonesia@yahoogroups.com
                    Date: Sun, 10 Feb 2013 20:18:53 +0800 (SGT)
                    To: fisika_indonesia@yahoogroups.com<fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                    ReplyTo: fisika_indonesia@yahoogroups.com
                    Subject: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                     
                    terimakasih info dan supportnya pak,, :-)
                    dan sebelumnya maaf,, ini dengan mb lingga.. bukan ms lingga.. hhe :-D

                    iya pak,, tentang penelitian skripsi saya ini,, dari awal sebenarnya saya juga sudah pernah mengkonsultasikan ke dosen pembimbing untuk lebih memfokuskan penelitian ke Zr,, karena mengingat presentase Zr yang cukup tinggi.. sekitar 60 persenan (pasir asli) dan Zr juga bukan material murah (dan juga banyak sekali keunggulannya,, disamping Ti),, tapi beliau mintanya Ti saja,,
                    karena ini proyek dosen,, jadi ya saya ngikut saja,, hhe..
                    masalah kedepannya ntahlah nanti kaya gimana,, digeser ke ekstraksi Zr atau tetap Ti,, dilihat hasilnya dulu..

                    sebenarnya kalo menurut saya intinya hampir sama,, walaupun fokus saya pada ekstraksi TiO2,, disini saya juga banyak belajar mengenai pemisahan Zz dari senyawa2 pengotor.. karena logikanya,, kalo bisa mengambil Ti nya,, otomatis fraksi mol Zr juga akan meningkat..

                    *Pak Michael,, sebenarnya saya sangat ingin sekali membaca dan mempelajari tesis bapak sebagai bahan referensi,, tapi saya domisili di Malang,,
                    kalau mungkin bapak tidak keberatan,, saya boleh minta tlng dikirimkn softfilenya pak..
                    -sekali lagi mohon maaf pak,, merepotkan bpk..
                    *soalnya di Fisika Universitas Negeri Malang,, untuk ekstraksi Ti,, seperti nya baru saya yang pertama pak,, sebelum2nya fisika material UM lebih konsen dengan nanotech,, film tipis,, dan kristalografi..

                    terimakasih,,

                    Dari: Michael DeGuzman <deguzmanbusang@...>
                    Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                    Dikirim: Jumat, 8 Februari 2013 17:05
                    Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                     
                    Mas Lingga

                    Kalau saya boleh sarankan kenapa tidak coba meng-upgrade Zr saja? Rutile kita tidak ada industrinya, bahkan pengepul di Indonesia saja belum ada. Tapi kalau Zr di Kalbar, di Kalteng sudah ada beberapa 'pengepul' Zr. Selama ini Zr dijual kiloan dan paling2 maksimal dibuat konsentrat lalu dijual ke Cina. Zr itu logam mahal. Kalau gak salah dosen saya bilang murninya dijual gram-an. 

                    Layar TV, HP dsb sangat memerlukan Zr. Di Indonesia (Kalteng-Kalbar) orang menambang Zr cuman seperti nambang galian C dijual kilo-an dan karungan. Saya pernah dapat proyek survey Zr di Kalteng mungkin 7 tahuanan lalu. Ketika itu Zr kalau tidak salah dijual per kg 9rb atau 18 rb ditempat dengan kadar 30-40% kalau tidak salah.

                    Beberapa waktu lalu di Kompas kalau tidak salah ada ditampilkan profile ketua pengusaha penambang Zircon. Selama ini mereka untuk buat konsentrat pun tenaga ahli-nya datangkan dari Cina daratan. Artinya masih ada prospek yg menjanjikan dari harga mineral yg cukup ekonomis disamping pemurniannya.

                    Untuk Rutile / TiO2 di Indonesia bahan bakunya sepertinya masih sangat tergantung dari pasir besi yg berkadar TiO2 rendah. Di Indonesia juga belum ada industrinya. Dan satu lagi Rutile (sebagai bibit untuk pewarna) juga sudah punya pesaing bibit pewarna sintetis kalau tidak salah. Mohon di-cek.

                    Tapi tetaplah semangat, karena minat keilmuan sudah seharusnya tidak tergantung paa prospek uang. Tapi kalau bisa diarahkan ke pasar, penelitian anda akan mudah terbantu oleh sponsor atau dijual. 
                     
                    Saya tidak punya no pak Indarto Katim, coba anda search saja di jurnal2 tentang ekstraksi pasir besi menjadi TiO2 ada banyak sekali penelitian beliau. Coba tanyakan saja ke lembaga Metalurgi LIPI serpang alamat email dan tlp beliau.

                    Catatan : Iron sand dari pulau Bangka bisa mencapai 40% TiO2 nya pada kondisi natural

                    Wassalam
                          


                    Dari: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
                    Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                    Dikirim: Kamis, 7 Februari 2013 16:41
                    Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                     
                    alhamdulillah,,
                    terimasih sekali infonya.. pak Michael,,setelah kemarin mencoba membandingkan beberapa sampel,, sebenarnya presentasi pasir awal yang saya gunakan sudah cukup tinggi,, kadar awalnta sekitar 18 persen,,
                    kemarin setelah separasi magnet naik menjadi 24 persen,, dengan komposisi mayor tertinggi adalah Zr..
                    menurut referensi yang saya baca,, unutuk pemisahan fisis,, antara Zr dan Ti sedikit susah,, karena keduanya cenderung bersifat paramagnetik/diamagnet..
                    sedangkan untuk pemisahan berdasarkan berat jenis pun,, sepertinya juga sulit,, karena massa atom relatifnya yang hampir sama,,

                    *salah satu solusinya dengan leaching,,

                    *maaf pak,, selain magnetik separation,, bapak dulu pakai metode apa saja ya??
                    ooiya,, mau tanya.
                    bagaimana kalau misal saya ingin mengkontak beliau ( Ir.Indarto)?
                    alamat email,, forum,, atau no tel yang bisa saya hubungi misalnya,,

                    terimakasih..


                    Dari: Michael DeGuzman <deguzmanbusang@...>
                    Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                    Dikirim: Kamis, 7 Februari 2013 14:29
                    Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                     
                    waalaikumsalam wr wb

                    Dulu thesis master saya di (Material) Fisika UI tentang perbandingan ekstraksi antara hasil pasir besi dari Cilacap dan dari Bangka.
                    dari Cilacap kadar TiO2 sekitar 8% bisa di upgrade sampai 81-83%. Dari pasir besi Bangka yang awalnya sudah sekitar 30-40% bisa upgrade sampai 85% kalau tidak salah. Saya lupa angka pastinya. Karena kemudian saya meninggalkan bidang tsb pada pekerjaan.

                    Thesis tsb ada di Program Pasca Sarjana Material UI di Salemba, kalau di Jakarta coba bisa tanya ke petugas untuk liat. Ada 2 thesis yg sama dengan tujuan anda.

                    Tapi yg paling mumpuni sebaiknya anda coba kontak bapak Ir.Indarto Katim di Puslitbang Metalurgi LIPI Serpong, beliau orang tambang metalurgi yang bertahun-tahun berkutat pada penelitian ekstraksi Rutile di pasir besi. Saya pikir beliau lah pakar yang paling tepat untuk bertanya.

                    Semoga membantu, dan tetap semangat

                    Wassalam



                    Dari: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
                    Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                    Dikirim: Kamis, 17 Januari 2013 12:15
                    Judul: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                     
                    assalamualaikum,,
                    salam sejahtera bagi anggota milis dimanapun berada...
                    saya,, mahasiswi fisika material smester 8 yang saat ini sedang sibuk memulai dan melanjutkan penelitian terkait dengan ekstraksi titanium dioksida dari pasir mineral..

                    kendala terbesar selama penelitian ini,, adalah kurangnya informasi dan referensi terkait dengan ekstraksi,,
                    kalau mungkin mas2/mb2 di sini ada yang sedikit banyak mengetahui tentang topik penelitian yang saya lakukan,,
                    saya mohon dengan sangat bantuannya,,

                    terimakasih..

                    salam
                    Lingga Adistya M










                  • Rizky Abdi
                    apakah saya bisa minta info tentang orang yang menjual pasir besi tersebut...? terimakasih sebelumnya ________________________________ Dari: musthofa fahmi
                    Message 9 of 16 , Feb 13, 2013
                    • 0 Attachment
                      apakah saya bisa minta info tentang orang yang menjual pasir besi tersebut...?
                      terimakasih sebelumnya


                      Dari: musthofa fahmi <amique00@...>
                      Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>; "uta100@..." <uta100@...>
                      Dikirim: Selasa, 12 Februari 2013 13:06
                      Judul: Re: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                       
                      klo butuh pasir besinya yang ngandung TiO2 saya ada kenalan yang punya...
                      nanti boleh koq di pakai sepuasnya :D


                      From: "utsania@..." <utsania@...>
                      To: fisika_indonesia@yahoogroups.com; "uta100@..." <uta100@...>
                      Sent: Monday, February 11, 2013 4:52 PM
                      Subject: Re: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                       
                      Wah menarik, saya percaya masa depan Mas Lingga akan kaya, bukan cuma kaya apa .. :)

                      From: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
                      Sender: fisika_indonesia@yahoogroups.com
                      Date: Sun, 10 Feb 2013 20:18:53 +0800 (SGT)
                      To: fisika_indonesia@yahoogroups.com<fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                      ReplyTo: fisika_indonesia@yahoogroups.com
                      Subject: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                       
                      terimakasih info dan supportnya pak,, :-)
                      dan sebelumnya maaf,, ini dengan mb lingga.. bukan ms lingga.. hhe :-D

                      iya pak,, tentang penelitian skripsi saya ini,, dari awal sebenarnya saya juga sudah pernah mengkonsultasikan ke dosen pembimbing untuk lebih memfokuskan penelitian ke Zr,, karena mengingat presentase Zr yang cukup tinggi.. sekitar 60 persenan (pasir asli) dan Zr juga bukan material murah (dan juga banyak sekali keunggulannya,, disamping Ti),, tapi beliau mintanya Ti saja,,
                      karena ini proyek dosen,, jadi ya saya ngikut saja,, hhe..
                      masalah kedepannya ntahlah nanti kaya gimana,, digeser ke ekstraksi Zr atau tetap Ti,, dilihat hasilnya dulu..

                      sebenarnya kalo menurut saya intinya hampir sama,, walaupun fokus saya pada ekstraksi TiO2,, disini saya juga banyak belajar mengenai pemisahan Zz dari senyawa2 pengotor.. karena logikanya,, kalo bisa mengambil Ti nya,, otomatis fraksi mol Zr juga akan meningkat..

                      *Pak Michael,, sebenarnya saya sangat ingin sekali membaca dan mempelajari tesis bapak sebagai bahan referensi,, tapi saya domisili di Malang,,
                      kalau mungkin bapak tidak keberatan,, saya boleh minta tlng dikirimkn softfilenya pak..
                      -sekali lagi mohon maaf pak,, merepotkan bpk..
                      *soalnya di Fisika Universitas Negeri Malang,, untuk ekstraksi Ti,, seperti nya baru saya yang pertama pak,, sebelum2nya fisika material UM lebih konsen dengan nanotech,, film tipis,, dan kristalografi..

                      terimakasih,,

                      Dari: Michael DeGuzman <deguzmanbusang@...>
                      Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                      Dikirim: Jumat, 8 Februari 2013 17:05
                      Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                       
                      Mas Lingga

                      Kalau saya boleh sarankan kenapa tidak coba meng-upgrade Zr saja? Rutile kita tidak ada industrinya, bahkan pengepul di Indonesia saja belum ada. Tapi kalau Zr di Kalbar, di Kalteng sudah ada beberapa 'pengepul' Zr. Selama ini Zr dijual kiloan dan paling2 maksimal dibuat konsentrat lalu dijual ke Cina. Zr itu logam mahal. Kalau gak salah dosen saya bilang murninya dijual gram-an. 

                      Layar TV, HP dsb sangat memerlukan Zr. Di Indonesia (Kalteng-Kalbar) orang menambang Zr cuman seperti nambang galian C dijual kilo-an dan karungan. Saya pernah dapat proyek survey Zr di Kalteng mungkin 7 tahuanan lalu. Ketika itu Zr kalau tidak salah dijual per kg 9rb atau 18 rb ditempat dengan kadar 30-40% kalau tidak salah.

                      Beberapa waktu lalu di Kompas kalau tidak salah ada ditampilkan profile ketua pengusaha penambang Zircon. Selama ini mereka untuk buat konsentrat pun tenaga ahli-nya datangkan dari Cina daratan. Artinya masih ada prospek yg menjanjikan dari harga mineral yg cukup ekonomis disamping pemurniannya.

                      Untuk Rutile / TiO2 di Indonesia bahan bakunya sepertinya masih sangat tergantung dari pasir besi yg berkadar TiO2 rendah. Di Indonesia juga belum ada industrinya. Dan satu lagi Rutile (sebagai bibit untuk pewarna) juga sudah punya pesaing bibit pewarna sintetis kalau tidak salah. Mohon di-cek.

                      Tapi tetaplah semangat, karena minat keilmuan sudah seharusnya tidak tergantung paa prospek uang. Tapi kalau bisa diarahkan ke pasar, penelitian anda akan mudah terbantu oleh sponsor atau dijual. 
                       
                      Saya tidak punya no pak Indarto Katim, coba anda search saja di jurnal2 tentang ekstraksi pasir besi menjadi TiO2 ada banyak sekali penelitian beliau. Coba tanyakan saja ke lembaga Metalurgi LIPI serpang alamat email dan tlp beliau.

                      Catatan : Iron sand dari pulau Bangka bisa mencapai 40% TiO2 nya pada kondisi natural

                      Wassalam
                            


                      Dari: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
                      Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                      Dikirim: Kamis, 7 Februari 2013 16:41
                      Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                       
                      alhamdulillah,,
                      terimasih sekali infonya.. pak Michael,,setelah kemarin mencoba membandingkan beberapa sampel,, sebenarnya presentasi pasir awal yang saya gunakan sudah cukup tinggi,, kadar awalnta sekitar 18 persen,,
                      kemarin setelah separasi magnet naik menjadi 24 persen,, dengan komposisi mayor tertinggi adalah Zr..
                      menurut referensi yang saya baca,, unutuk pemisahan fisis,, antara Zr dan Ti sedikit susah,, karena keduanya cenderung bersifat paramagnetik/diamagnet..
                      sedangkan untuk pemisahan berdasarkan berat jenis pun,, sepertinya juga sulit,, karena massa atom relatifnya yang hampir sama,,

                      *salah satu solusinya dengan leaching,,

                      *maaf pak,, selain magnetik separation,, bapak dulu pakai metode apa saja ya??
                      ooiya,, mau tanya.
                      bagaimana kalau misal saya ingin mengkontak beliau ( Ir.Indarto)?
                      alamat email,, forum,, atau no tel yang bisa saya hubungi misalnya,,

                      terimakasih..


                      Dari: Michael DeGuzman <deguzmanbusang@...>
                      Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                      Dikirim: Kamis, 7 Februari 2013 14:29
                      Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                       
                      waalaikumsalam wr wb

                      Dulu thesis master saya di (Material) Fisika UI tentang perbandingan ekstraksi antara hasil pasir besi dari Cilacap dan dari Bangka.
                      dari Cilacap kadar TiO2 sekitar 8% bisa di upgrade sampai 81-83%. Dari pasir besi Bangka yang awalnya sudah sekitar 30-40% bisa upgrade sampai 85% kalau tidak salah. Saya lupa angka pastinya. Karena kemudian saya meninggalkan bidang tsb pada pekerjaan.

                      Thesis tsb ada di Program Pasca Sarjana Material UI di Salemba, kalau di Jakarta coba bisa tanya ke petugas untuk liat. Ada 2 thesis yg sama dengan tujuan anda.

                      Tapi yg paling mumpuni sebaiknya anda coba kontak bapak Ir.Indarto Katim di Puslitbang Metalurgi LIPI Serpong, beliau orang tambang metalurgi yang bertahun-tahun berkutat pada penelitian ekstraksi Rutile di pasir besi. Saya pikir beliau lah pakar yang paling tepat untuk bertanya.

                      Semoga membantu, dan tetap semangat

                      Wassalam



                      Dari: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
                      Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                      Dikirim: Kamis, 17 Januari 2013 12:15
                      Judul: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                       
                      assalamualaikum,,
                      salam sejahtera bagi anggota milis dimanapun berada...
                      saya,, mahasiswi fisika material smester 8 yang saat ini sedang sibuk memulai dan melanjutkan penelitian terkait dengan ekstraksi titanium dioksida dari pasir mineral..

                      kendala terbesar selama penelitian ini,, adalah kurangnya informasi dan referensi terkait dengan ekstraksi,,
                      kalau mungkin mas2/mb2 di sini ada yang sedikit banyak mengetahui tentang topik penelitian yang saya lakukan,,
                      saya mohon dengan sangat bantuannya,,

                      terimakasih..

                      salam
                      Lingga Adistya M












                    • utsania
                      Maksud sy Mba Lingga :) ... From: Lingga adistya Mukti Sender: fisika_indonesia@yahoogroups.com Date: Wed, 13 Feb 2013
                      Message 10 of 16 , Feb 13, 2013
                      • 0 Attachment
                        Maksud sy Mba Lingga :)

                        From: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
                        Sender: fisika_indonesia@yahoogroups.com
                        Date: Wed, 13 Feb 2013 11:30:07 +0800 (SGT)
                        To: fisika_indonesia@yahoogroups.com<fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                        ReplyTo: fisika_indonesia@yahoogroups.com
                        Subject: Bls: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                         

                        hmmm... dipanggil mas untuk ke dua kalinya,, 
                        *krik.. krikkk...
                        --!

                        Dari: "utsania@..." <utsania@...>
                        Kepada: fisika_indonesia@yahoogroups.com; "uta100@..." <uta100@...>
                        Dikirim: Senin, 11 Februari 2013 16:52
                        Judul: Re: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                         
                        Wah menarik, saya percaya masa depan Mas Lingga akan kaya, bukan cuma kaya apa .. :)

                        From: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
                        Sender: fisika_indonesia@yahoogroups.com
                        Date: Sun, 10 Feb 2013 20:18:53 +0800 (SGT)
                        To: fisika_indonesia@yahoogroups.com<fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                        ReplyTo: fisika_indonesia@yahoogroups.com
                        Subject: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                         
                        terimakasih info dan supportnya pak,, :-)
                        dan sebelumnya maaf,, ini dengan mb lingga.. bukan ms lingga.. hhe :-D

                        iya pak,, tentang penelitian skripsi saya ini,, dari awal sebenarnya saya juga sudah pernah mengkonsultasikan ke dosen pembimbing untuk lebih memfokuskan penelitian ke Zr,, karena mengingat presentase Zr yang cukup tinggi.. sekitar 60 persenan (pasir asli) dan Zr juga bukan material murah (dan juga banyak sekali keunggulannya,, disamping Ti),, tapi beliau mintanya Ti saja,,
                        karena ini proyek dosen,, jadi ya saya ngikut saja,, hhe..
                        masalah kedepannya ntahlah nanti kaya gimana,, digeser ke ekstraksi Zr atau tetap Ti,, dilihat hasilnya dulu..

                        sebenarnya kalo menurut saya intinya hampir sama,, walaupun fokus saya pada ekstraksi TiO2,, disini saya juga banyak belajar mengenai pemisahan Zz dari senyawa2 pengotor.. karena logikanya,, kalo bisa mengambil Ti nya,, otomatis fraksi mol Zr juga akan meningkat..

                        *Pak Michael,, sebenarnya saya sangat ingin sekali membaca dan mempelajari tesis bapak sebagai bahan referensi,, tapi saya domisili di Malang,,
                        kalau mungkin bapak tidak keberatan,, saya boleh minta tlng dikirimkn softfilenya pak..
                        -sekali lagi mohon maaf pak,, merepotkan bpk..
                        *soalnya di Fisika Universitas Negeri Malang,, untuk ekstraksi Ti,, seperti nya baru saya yang pertama pak,, sebelum2nya fisika material UM lebih konsen dengan nanotech,, film tipis,, dan kristalografi..

                        terimakasih,,

                        Dari: Michael DeGuzman <deguzmanbusang@...>
                        Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                        Dikirim: Jumat, 8 Februari 2013 17:05
                        Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                         
                        Mas Lingga

                        Kalau saya boleh sarankan kenapa tidak coba meng-upgrade Zr saja? Rutile kita tidak ada industrinya, bahkan pengepul di Indonesia saja belum ada. Tapi kalau Zr di Kalbar, di Kalteng sudah ada beberapa 'pengepul' Zr. Selama ini Zr dijual kiloan dan paling2 maksimal dibuat konsentrat lalu dijual ke Cina. Zr itu logam mahal. Kalau gak salah dosen saya bilang murninya dijual gram-an. 

                        Layar TV, HP dsb sangat memerlukan Zr. Di Indonesia (Kalteng-Kalbar) orang menambang Zr cuman seperti nambang galian C dijual kilo-an dan karungan. Saya pernah dapat proyek survey Zr di Kalteng mungkin 7 tahuanan lalu. Ketika itu Zr kalau tidak salah dijual per kg 9rb atau 18 rb ditempat dengan kadar 30-40% kalau tidak salah.

                        Beberapa waktu lalu di Kompas kalau tidak salah ada ditampilkan profile ketua pengusaha penambang Zircon. Selama ini mereka untuk buat konsentrat pun tenaga ahli-nya datangkan dari Cina daratan. Artinya masih ada prospek yg menjanjikan dari harga mineral yg cukup ekonomis disamping pemurniannya.

                        Untuk Rutile / TiO2 di Indonesia bahan bakunya sepertinya masih sangat tergantung dari pasir besi yg berkadar TiO2 rendah. Di Indonesia juga belum ada industrinya. Dan satu lagi Rutile (sebagai bibit untuk pewarna) juga sudah punya pesaing bibit pewarna sintetis kalau tidak salah. Mohon di-cek.

                        Tapi tetaplah semangat, karena minat keilmuan sudah seharusnya tidak tergantung paa prospek uang. Tapi kalau bisa diarahkan ke pasar, penelitian anda akan mudah terbantu oleh sponsor atau dijual. 
                         
                        Saya tidak punya no pak Indarto Katim, coba anda search saja di jurnal2 tentang ekstraksi pasir besi menjadi TiO2 ada banyak sekali penelitian beliau. Coba tanyakan saja ke lembaga Metalurgi LIPI serpang alamat email dan tlp beliau.

                        Catatan : Iron sand dari pulau Bangka bisa mencapai 40% TiO2 nya pada kondisi natural

                        Wassalam
                              


                        Dari: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
                        Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                        Dikirim: Kamis, 7 Februari 2013 16:41
                        Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                         
                        alhamdulillah,,
                        terimasih sekali infonya.. pak Michael,,setelah kemarin mencoba membandingkan beberapa sampel,, sebenarnya presentasi pasir awal yang saya gunakan sudah cukup tinggi,, kadar awalnta sekitar 18 persen,,
                        kemarin setelah separasi magnet naik menjadi 24 persen,, dengan komposisi mayor tertinggi adalah Zr..
                        menurut referensi yang saya baca,, unutuk pemisahan fisis,, antara Zr dan Ti sedikit susah,, karena keduanya cenderung bersifat paramagnetik/diamagnet..
                        sedangkan untuk pemisahan berdasarkan berat jenis pun,, sepertinya juga sulit,, karena massa atom relatifnya yang hampir sama,,

                        *salah satu solusinya dengan leaching,,

                        *maaf pak,, selain magnetik separation,, bapak dulu pakai metode apa saja ya??
                        ooiya,, mau tanya.
                        bagaimana kalau misal saya ingin mengkontak beliau ( Ir.Indarto)?
                        alamat email,, forum,, atau no tel yang bisa saya hubungi misalnya,,

                        terimakasih..


                        Dari: Michael DeGuzman <deguzmanbusang@...>
                        Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                        Dikirim: Kamis, 7 Februari 2013 14:29
                        Judul: Bls: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                         
                        waalaikumsalam wr wb

                        Dulu thesis master saya di (Material) Fisika UI tentang perbandingan ekstraksi antara hasil pasir besi dari Cilacap dan dari Bangka.
                        dari Cilacap kadar TiO2 sekitar 8% bisa di upgrade sampai 81-83%. Dari pasir besi Bangka yang awalnya sudah sekitar 30-40% bisa upgrade sampai 85% kalau tidak salah. Saya lupa angka pastinya. Karena kemudian saya meninggalkan bidang tsb pada pekerjaan.

                        Thesis tsb ada di Program Pasca Sarjana Material UI di Salemba, kalau di Jakarta coba bisa tanya ke petugas untuk liat. Ada 2 thesis yg sama dengan tujuan anda.

                        Tapi yg paling mumpuni sebaiknya anda coba kontak bapak Ir.Indarto Katim di Puslitbang Metalurgi LIPI Serpong, beliau orang tambang metalurgi yang bertahun-tahun berkutat pada penelitian ekstraksi Rutile di pasir besi. Saya pikir beliau lah pakar yang paling tepat untuk bertanya.

                        Semoga membantu, dan tetap semangat

                        Wassalam



                        Dari: Lingga adistya Mukti <lingga.adistya_physic@...>
                        Kepada: "fisika_indonesia@yahoogroups.com" <fisika_indonesia@yahoogroups.com>
                        Dikirim: Kamis, 17 Januari 2013 12:15
                        Judul: [FISIKA] ekstraksi titanium dioksida dari mineral alam

                         
                        assalamualaikum,,
                        salam sejahtera bagi anggota milis dimanapun berada...
                        saya,, mahasiswi fisika material smester 8 yang saat ini sedang sibuk memulai dan melanjutkan penelitian terkait dengan ekstraksi titanium dioksida dari pasir mineral..

                        kendala terbesar selama penelitian ini,, adalah kurangnya informasi dan referensi terkait dengan ekstraksi,,
                        kalau mungkin mas2/mb2 di sini ada yang sedikit banyak mengetahui tentang topik penelitian yang saya lakukan,,
                        saya mohon dengan sangat bantuannya,,

                        terimakasih..

                        salam
                        Lingga Adistya M










                      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.