Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [fantasi] Digest Number 113

Expand Messages
  • Dee Dee
    ... khayalnya nggak biasa. Tapi aku juga not too keen sama Artemis Fowl sih, cuma sekadar tau dan baca, ooooh, kayak begini ya? Ya udah...hehe.. Artemis
    Message 1 of 2 , Feb 1, 2006
    • 0 Attachment
      >>> Artemis Fowl, sebetulnya aku agak kagum juga sama Colfer. Daya
      khayalnya nggak biasa. Tapi aku juga not too keen sama Artemis Fowl
      sih, cuma sekadar tau dan baca, ooooh, kayak begini ya? Ya
      udah...hehe..>>>>

      Artemis Fowl? Gw malah suka banget. Karena selama ini kalau mikir elf dsbnya tuh kesannya tradisional. Tapi penulisnya bikin  mereka jadi punya teknologi. Gue suka cara Colfer bercerita yang mengalir dan gak bertele-tele dalam deskripsi. Cuma karakter Fowl emang kayaknya hebat banget. Masih kecil udah genius, kaya lagi. sempurna banget. Sedangkan gue lebih suka karakter yang nggak sempurna. Untung Fowl masih bisa ngerasa kangen ama nyokapnya --nunjukin kalo di dalam dia masih anak-anak. Kalo gak, he'll be flawless dan bakal males bacanya.

       >>> Jadi mirip-mirip ya?

      Tapi katanya, kelebihan Pinissi ini karena mengangkat folklore lokal
      juga. Manusia setinggi lutut ini adalah legenda dari Sulawesi (kalo
      ngga salah, atau dari daerah lain ya?)>>>

      Katanya gitu sih. Entahlah. Mungkin setelah LOTR difilmin, gue jadi ngerasa sensitif. Dikit-dikit yang ada unsur makhluk halus yang cantik, raksasa yang jelek gede dan makhluk mungil gue anggap = elf, org dan hobbit. He..he..he...


      Yahoo! Messenger NEW - crystal clear PC to PC calling worldwide with voicemail
    • Evenstar
      Nggak sendirian kok Mbak Dee :) Ada temen adik yg bilang kok LOTR kayak niru2 game komputer ya? Ada orc, elf, dsb. Laaaaah, tebalik yg ada juga! Akhirnya aku
      Message 2 of 2 , Feb 1, 2006
      • 0 Attachment
        Nggak sendirian kok Mbak Dee :) Ada temen adik yg bilang kok LOTR
        kayak niru2 game komputer ya? Ada orc, elf, dsb. Laaaaah, tebalik yg
        ada juga! Akhirnya aku jelasin bahwa makhluk2 aneh di game itu justru
        berasal dari LOTR. Dia baru "oooooh"...hehehe. Tapi memang makhluk2
        aneh di literatur sesudahnya bisa jadi terinspirasi sama makluk2nya
        Tolkien, karena sebelum LOTR makhluk magis 'kepalang' punya ciri khas
        tradisional yg dibantah Tolkien di bukunya.

        Tokien nuduh Shakespeare mempermalukan wujud elf gara2 di A Midsummer
        Night's Dream dia menggambarkan elf adalah makhluk mungil dan lucu yg
        takut manusia. Sebelum LOTR makhluk2 berkarakter 'agung' diborong
        oleh dewa dan manusia setengah dewa. Di folklore kita juga begitu.
        Jadi rupanya pengarang2 setelah Tolkien terinspirasi oleh makhluk
        agung bukan dewa yg tingkatannya lebih tinggi dari manusia, berwujud
        sempurna.

        Sebetulnya aku nggak masalah dengan ide yg nggak orisinil, tapi
        cerita harus orisinil. Kalo jalan ceritanya agak2 nyerempet cerita2
        lain (Eragon aku anggap perpaduan LOTR dan Star Wars!) yg penting
        konflik dan jalan ceritanya asik dan menyenangkan untuk dibaca. Aku
        punya pendapat, tangga nada yg cuma ada 7 aja bisa jadi berjuta-juta
        lagu yg nggak sama, apalagi kekuatan kata2 dan plot cerita kan? :)

        *arwen*
        http://peopleofthestars.blogspot.com
        http://indoharrypotter.blogspot.com

        --- In fantasi-indo@yahoogroups.com, Dee Dee <email_diah@...> wrote:
        > Katanya gitu sih. Entahlah. Mungkin setelah LOTR difilmin, gue
        jadi ngerasa sensitif. Dikit-dikit yang ada unsur makhluk halus yang
        cantik, raksasa yang jelek gede dan makhluk mungil gue anggap = elf,
        org dan hobbit. He..he..he...
        >
        >
        >
        > ---------------------------------
        > Yahoo! Messenger NEW - crystal clear PC to PC calling worldwide
        with voicemail
        >
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.