Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

The Bartimaeus Trilogy

Expand Messages
  • Evenstar
    Satu lagi pengarang yang menulis tentang fantasi. Sejak booming Harry Potter banyak pembaca Indonesia yang `ngeh dengan genre satu ini. Sebetulnya sejak zaman
    Message 1 of 6 , Jan 14, 2006
      Satu lagi pengarang yang menulis tentang fantasi. Sejak booming Harry
      Potter banyak pembaca Indonesia yang `ngeh' dengan genre satu ini.
      Sebetulnya sejak zaman dahulu kala banyak sekali pengarang yang
      menelurkan cerita-cerita fantasi seperti JRR Tolkien, Ursula K.
      LeGuin, Phillip Pullman, C.S. Lewis, bahkan Shakespeare. Jonathan
      Stroud adalah salah satu yang terbaru, meskipun The Bartimaeus
      Trilogy bukanlah karya-karya pertamanya.

      Mudah-mudahan dalam waktu dekat Trilogi Bartimaeus akan dikeluarkan
      terjemahannya, menambah marak munculnya fiksi fantasi terjemahan
      setelah suksesnya Eragon karya Cristopher Paolini.

      The Amulet of Samarkand by Jonathan Stroud (Buku Pertama Bartimaeus
      Trilogy)
      Miramax Books, 2003
      462 halaman.

      London, Inggris. Seorang murid penyihir berusia sebelas tahun,
      Nathaniel, berusaha memanggil jin tingkat menengah yang bernama
      Bartimaeus. Bukannya tindakan ini tanpa resiko. Kalau ia tak
      melindungi dirinya dengan benar, menggambar pentacle dengan benar,
      merapalkan mantra dengan benar, maka jin itu dapat menelannya hidup-
      hidup. Nathaniel melakukan ini dengan sembunyi-sembuyi. Masternya,
      Arthur Underwood, tidak boleh tahu. Karena Nathaniel memanggil
      Bartimaeus untuk alasan tak terpuji: balas dendam.

      Nathaniel diambil oleh master penyihir Arthur Underwood ketika ia
      berusia lima tahun. Diharapkan untuk melupakan keluarganya, melupakan
      nama lahirnya dan melupakan semua yang pernah dialaminya sebelum itu.
      Dengan menjadi murid penyihir, masa depan Nathaniel telah diarahkan,
      untuk menjadi seorang penyihir andal dalam pemerintahan Inggris. Tapi
      Mr. Underwood bukanlah master yang dapat memenuhi hasrat Nathaniel
      untuk belajar menjadi penyihir andal. Masternya itu hanya penyihir
      kelas dua, yang menjadi bulan-bulanan rekan sekerjanya, terutama
      Simon Lovelace.

      Nathaniel pernah dipermalukan oleh Lovelace dan ia memendam dendam
      kepada penyihir jagoan itu. Ketika Nathaniel secara tak sengaja
      mengetahui bahwa Lovelace telah mencuri properti milik pemerintah
      yang amat berharga, Amulet Samarkand, ia mulai memintal rencana untuk
      menjatuhkan Lovelace. Tapi ia butuh bantuan. Bartimaeus, sesosok jin
      berusia lima ribu tahun, yang dipilihnya.

      `"I am Bartimaeus! I am Sakhr al-Jinni, N'gorso the Mighty,
      and the Serpent of Siver Plumes! I have rebuilt the walls of Uruk,
      Karnak, and Prague. I have spoken with Solomon. I have run with the
      buffalo fathers of the plains. I have watched over Old Zimbabwe till
      the stones fell and the jackals fed to its people. I am Bartimaeus! I
      recognise no master. So I charge you in turn, boy. Who are you to
      summon me?"
      Impressive stuff, eh? All true as well, which gives it more
      power. And I wasn't just doing it to sound big. I rather hoped the
      kid would be blustered by it into telling me his name in return,
      which would give me something to go on when his back was turned. But
      no luck there.' (hal.6)

      Bartimaeus ternyata bukan seperti jin kebanyakan. Ia sok, tengil dan
      konyol. Tapi berkat kecerdikan dan kepandaian Nathaniel, jin itu
      terpaksa mengikuti perintahnya. Mereka akhirnya bahu-membahu berusaha
      membeberkan niat Lovelace menggulingkan pemerintahan yang sah.
      Kerumitan ditambah karena ada sekelompok commoner (orang-orang non-
      penyihir) yang memberontak terhadap pemerintahan yang dikuasai
      penyihir.

      Nathaniel dan Bartimaeus berjuang untuk menghentikan Lovelace setelah
      perbuatan penyihir itu mengakibatkan terbunuhnya Mr. Underwood dan
      istrinya. Nathaniel karena dipenuhi rasa dendam, Bartimaeus karena
      terikat dengan perintah `anak bau kencur' itu.
      ***

      The Golem's Eye by Jonathan Stroud (Buku Kedua Bartimaeus Trilogy)
      Miramax Books, 2004
      562 halaman.

      Bartimaeus the cocky djinni's back! Cerita ini melanjutkan kisah
      Nathaniel, si penyihir belia, dan budaknya, Bartimaeus, si jin kocak
      yang tengil. Nathaniel, yang telah mendapatkan nama resmi
      penyihirnya: John Mandrake, telah manjadi seorang penyihir muda yang
      andal kesayangan Perdana Menteri Inggris. Setelah kematian master
      terdahulunya, dia kini menjadi murid seorang penyihir tersohor
      Jessica Whitwell. Whitwell menyadari potensi Nat yang meskipun masih
      muda (14 tahun) tapi calon berkuasa dan menempatkannya sebagai
      asisten menteri urusan dalam negeri.

      Inggris sedang dalam keadaan perang dengan Amerika, berusaha
      menguasai sekian banyak negara-negara di dunia untuk menjadi
      jajahannya. Para penyihir yang berkuasa tak puas hanya memimpin satu
      negara saja. Inggris yang merupakan negara penyihir terbesar dan
      terkuat di dunia berusaha melebarkan sayapnya kemana-mana. Tapi bukan
      tanpa perlawanan. Di dalam negeri sendiri ada sebuah kelompok
      misterius bernama Resistance, terdiri dari beberapa orang commoner
      yang memberontak pada kekuasaan para penyihir yang mutlak. Nat
      ditugaskan untuk membasmi mereka. Tapi ternyata tugas ini tidak mudah
      sama sekali. Selain serangan-serangan yang dilakukan oleh Resistance,
      ternyata ada serangan lain yang lebih merusak yang hanya dapat
      dilakukan oleh penyihir juga. Berarti ada kekuatan lain selain
      Resistance yang berusaha menggulingkan pemerintahan PM sekarang. Dan
      musuh ini adalah sesama penyihir.

      Dalam keadaan putus asa, ditekan dari segala arah oleh orang-orang di
      pemerintahan yang memandang rendah padanya, ditekan oleh kepercayaan
      sang PM pada dirinya, dan ditekan oleh masternya sendiri yang tak
      ingin dipermalukan, Nat akhirnya memberanikan diri memanggil jin yang
      sifat dan kekuatannya telah diketahuinya dengan baik. Bartimaeus. Apa
      pendapat Bartimaeus begitu tahu dia dipanggil lagi oleh `anak bau
      kencur' ini? Ini saat dia muncul karena namanya dipanggil dari Dunia
      Lain:

      `It was a snappy piece of work, if I say so myself. A large iridicent
      bubble, glimmering all over with a pearly sheen, rotated in mid-air.
      Soft fragrances of aromatic woods drifted forth, with---faintly, as
      if born from a great distance---the ethereal music of harps and
      violins. Inside the bubble, with little round spectacles perched upon
      her shapely nose, sat a beautiful maiden. She peered calmly out.
      And let off a cry of astonished fury.
      "You!"
      "Now hold on, Bartimaeus---"
      "You!" The ethereal music cut off with an unpleasant squelch;
      the soft aromatic fragrances turned rank and sour. The beautiful
      maiden's face grew crimson, her eyes bulged like a pair of poached
      eggs; the glass in the spectacles cracked...' (hal.110-111)

      Well, so much for Natty boy. Bartimaeus sama sekali tidak gembira
      berjumpa dengannya lagi. Tapi seperti biasa Nat
      berhasil `membujuk'nya untuk mematuhi perintahnya. Dengan bantuan
      Bartimaeus, Nat berharap dapat membekuk pemimpin Resistance,
      mengetahui siapa penyihir yang berencana menggulingkan pemerintahan,
      dan mendapatkan pujian serta jalan mulus menuju kejayaan. Noooot that
      easy. Orang2 di pemerintahan tak ada yang percaya padanya ketika
      Bartimaeus mengetahui bahwa yang menimbulkan kerusakan parah pada
      properti pemerintah adalah sebuah makhluk bernama Golem (makhluk jadi-
      jadian yang dikuasai oleh perintah sihir) karena mereka menolak
      kenyataan bahwa ada diantara mereka yang berkhianat. Akhirnya mereka
      malah menuduh Nat membantu Resistance dengan kemampuan sihirnya untuk
      mencapai puncak karier dan menggulingkan PM.

      Sementara itu, Kitty, salah seorang anggota Resistance yang pernah
      bertemu dengan Nat di buku pertama, muncul sebagai salah satu pemeran
      penting di buku kedua ini. Latar belakang Kitty yang membenci
      penyihir dibeberkan. Kitty dan Nat akhirnya bertemu kembali, dan
      disini diceritakan bahwa Kitty adalah salah satu commoner yang
      tubuhnya memiliki pertahanan terhadap serangan magis.

      Tugas yang diemban Nat mengharuskannya pergi ke Praha, dimana
      dicurigai masih ada penyihir yang tahu cara memasukkan mantra kuno ke
      dalam mulut Golem agar mematuhi perintah. Nat harus bertemu dengan
      informan Inggris disana, menyamar sebagai commoner, karena Cheko
      masih mendendam atas digulingkannya pemerintahan mereka oleh Inggris.
      Sementara berusaha bertemu dengan informan ini, ternyata ada yang
      telah mengetahui Nat berangkat ke Praha dan memberikan tip pada
      polisi disana agar menangkap Nat serta Bartimaeus. Serangan polisi
      terhadap mereka terjadi di sebuah taman saat Nat sedang membeli
      hotdog. Mereka terpaksa kabur sambil Nat masih memegangi hotdog yang
      dibelinya.

      `It was at this point that I realized the boy was still
      holding his hotdog. It was looking a trifle forlorn after its
      adventure, the sauerkraut having been largely replaced by a scrummy
      coating of plaster, splinters of wood, broken glass and flower
      petals. The boy was staring at it intently.
      "Look, I know you're hungry," I said, "but it's going a bit
      far. Let me find you a burger or something."
      The boy shook his head. With dusty fingers he prised apart
      the bread. "This," he said slowly, "is what Harlequin promised us.
      Our next contact in Prague."
      "A sausage?"
      "No, you fool. ThisÂ…" From underneath the hotdog he drew out
      a small piece of card, somewhat bent and ketchup stainedÂ…' (hal.314)

      Dari perjalanannya ke Praha, Nat mengetahui bahwa si pengontrol Golem
      itu adalah seseorang yang berkedudukan tinggi di Inggris. Dia memaksa
      seorang penyihir Cheko untuk menuliskan mantranya dengan darahnya
      sendiri, dan orang suruhan si penyihir pengkhianat ini tak lain dan
      tak bukan adalah orang suruhan Simon Lovelace yang dulu pernah
      bertarung dengannya (well, dengan Bartimaeus tepatnya), musuh lamanya
      yang pernah juga berniat menggulingkan pemerintahan yang sekarang.
      Dan dari si orang suruhan itu (yang tampaknya tahan banting didera
      berbagai jenis serangan sihir), Nat mengetahui bahwa Lovelace pun
      sebenarnya boneka, alat bagi si pengkhianat ini untuk mencapai
      tujuannya. Dengan matinya Lovelace di buku pertama, penyihir yang
      belum diketahui identitasnya ini mulai beraksi lagi dengan cara baru,
      dan tampaknya menyeret Resistance untuk melaksanakan sebagian
      keinginannya dengan cara mengelabui mereka.

      Jadi di buku ini terungkap bahwa bukan kebetulan saja ada serangan
      dari penyihir dan Resistance pada pemerintah. Dan Nat berusaha untuk
      menyatukan potongan-potongan puzzle yang berserakan untuk mengetahui
      siapa sebenarnya si penyihir pengkhianat, sekaligus membekuk para
      anggota Resistance yang tanpa sadar telah dijadikan alat.
      ***

      Buku ini tidak mengungkapkan hitam dan putih, si jahat dan si baik.
      Kadang-kadang kita kepingin Nathaniel memenangkan peperangannya, tapi
      dilihat dari sifatnya yang sombong, ambisius dan merendahkan kaum
      commoner, kita kepingin Kitty-lah yang memenangkan peperangan.
      Sementara sifat gegabah dan pengetahuan Kitty yang nol tentang dunia
      sihir membuat kita gemas. London di dunia Nathaniel bukanlah seperti
      London di dunia Harry Potter. Jika buku Harry Potter menyebutkan
      bahwa seorang penyihir lahir sebagai penyihir, maka buku ini
      menyatakan bahwa penyihir adalah orang biasa yang belajar menyihir.
      Tapi bukan benar-benar menyihir. Mereka mendapatkan kekuatan dari
      segala makhluk halus yang mereka panggil. Jadi penyihir adalah orang
      yang dapat membuat pentacle dengan akurat, membaca mantra dengan
      akurat, memanggil dan mengikat makhluk halus (imp, foliot, jin,
      afrit, marid, you name it) untuk mematuhi perintah mereka. Para
      makhluk halus inilah yang bekerja full time untuk mereka.

      Jika di buku Harry Potter disebutkan bahwa para muggle tidak hidup
      berdampingan dan menyadari sepenuhnya kehadiran para penyihir, di
      buku ini sebaliknya. Dunia dikuasai oleh penyihir, karena mereka
      memiliki kekuatan yang tidak dimiliki para commoner. Mereka haus
      kekuasaan, memperlakukan commoner secara semena-mena, merajalela.
      Hanya sedikit saja penyihir (menurut Bartimaeus yang telah malang
      melintang selama lima ribu tahun berganti-ganti master) yang benar-
      benar baik hati, yang memikirkan orang lain, dan yang memperlakukan
      jin yang mereka panggil dengan hormat. Selebihnya sama saja. Manusia
      haus darah yang berusaha menguasai dunia dengan bantuan makhluk
      halus. Bartimaeus pernah berpikir mungkin Nathaniel bakal berakhir
      tidak seperti penyihir kebanyakan, tapi sepertinya dia salah. Baru 14
      tahun dan Nat sudah mulai terlihat ambisius dan berlagak jagoan.

      Para makhluk halus menghibur diri dengan memanas-manasi master
      mereka, membuat mereka saling mencekik dan saling baku hantam.
      Sementara itu para makhluk halus ini menajamkan mata dan telinga
      untuk melihat kesempatan sekecil apapun untuk melepaskan diri dari
      jeratan perintah-perintah master mereka, biasanya dengan cara
      membunuh mereka, atau mendorong penyihir lain untuk membunuh mereka.
      Scary, eh? Maka, para penyihir ini dikategorikan orang-orang
      yang `sell their souls to the devil' untuk mendapatkan kekuasaan,
      yang hidup dalam kesiagaan penuh agar mata mereka tak tercungkil.
      Hanya satu penyihir yang pernah disayangi Bartimaeus. Dia adalah
      Ptolemy, raja Mesir yang digulingkan kakaknya sendiri, Cleopatra.
      Apakah Nathaniel akan menjadi penyihir kedua yang bisa menjadi
      sahabat Bartimaeus? Atau akan berakhir dicekik oleh budaknya sendiri?
      We're going to find that out in book three, yang akan dirilis akhir
      tahun 2005 ini.

      Penuturan Bartimaeus yang kocak dan penuh catatan kaki membuat buku
      ini berkategori fantasy-action-comedy. Meskipun target pembaca adalah
      young adult, tapi orang-orang dewasa dapat menikmati buku ini sebagai
      bacaan yang ringan dan amat menghibur.

      Poppy DC Kartadikaria
      An avid fantasy reader
    • Femmy Syahrani Ardiyanto
      ... hehehe... postingnya panjang sekali, mbak poppy. aku udah pernah lihat buku ini di amazon. kayaknya lucu ya kalo lihat sampul belakangnya? ada footnotesnya
      Message 2 of 6 , Jan 28, 2006
        On 1/15/06, Evenstar <pkartadikaria@...> wrote:
        > Satu lagi pengarang yang menulis tentang fantasi. Sejak booming Harry
        > Potter banyak pembaca Indonesia yang `ngeh' dengan genre satu ini.
        > Sebetulnya sejak zaman dahulu kala banyak sekali pengarang yang
        > menelurkan cerita-cerita fantasi seperti JRR Tolkien, Ursula K.
        > LeGuin, Phillip Pullman, C.S. Lewis, bahkan Shakespeare. Jonathan
        > Stroud adalah salah satu yang terbaru, meskipun The Bartimaeus
        > Trilogy bukanlah karya-karya pertamanya.
        >
        > Mudah-mudahan dalam waktu dekat Trilogi Bartimaeus akan dikeluarkan
        > terjemahannya, menambah marak munculnya fiksi fantasi terjemahan
        > setelah suksesnya Eragon karya Cristopher Paolini.

        hehehe... postingnya panjang sekali, mbak poppy. aku udah pernah lihat
        buku ini di amazon. kayaknya lucu ya kalo lihat sampul belakangnya?
        ada footnotesnya segala, hihihi...

        A modern-day London run by magicians.[1]
        A stolen amulet. [2]
        A tale of intrigue, murder, and revence. [3]
        The first in the Bartimaeus trilogy.[4]

        [1] or so they think... in reality, we demons call the shots
        [2] I didn't do it... well, all right I did, but it wasn't my fault, I
        was forced into it. Who by? Ah, that's the embarassing part...
        [3] And me, Bartimaeus. The star of the show.
        [4] My exploits are simply too numerous and splendid to be contained
        in one solitary volume.

        sebenernya aku pengen juga sih baca seri ini... tapi buku fantasiku
        yang belum sempat dibaca masih menumpuk di rumah.

        kenapa ya, buku fantasi yang diterjemahkan ke indo itu karya klasik
        atau karya untuk anak-anak (seperti Bartimaeus ini)? Padahal kan
        banyak fantasi lain yang bagus-bagus.

        --
        wassalam,
        femmy
        femmy.multiply.com
      • Evenstar
        Hehe...panjang ya Mbak Femmy? :P Buku ketiganya sedang dalam proses penerjemahan nih, baru sampe bab 4. Mudah2an sih tahun ini Bartimaeus I: The Amulet of
        Message 3 of 6 , Jan 29, 2006
          Hehe...panjang ya Mbak Femmy? :P
          Buku ketiganya sedang dalam proses penerjemahan nih, baru sampe bab
          4. Mudah2an sih tahun ini Bartimaeus I: The Amulet of Samarkand bisa
          terbit bahasa Indonesianya. Betul, buku ini lucu banget! Ditanggung
          sering ngakak bacanya. Fantasi sihir dilihat dari sudut pandang lain:
          sudut pandang si pelaku sihir, yaitu jin! Dan Bartimaeus ini
          tengilnya betul2 ngalahin tengilnya si Genie di film animasi Disney
          Aladdin.

          Soal buku2 terjemahan genre fantasi yg terbit di Inod memang lebih ke
          jenis buku anak2/remaja. Kenapa ya? Mungkin disini masyarakat masih
          menganggap fantasi adalah konsumsi anak2. Padahal nggak juga. Begitu
          pula dengan film animasi. Kalau denger kata 'kartun' pasti kebayang
          film anak2. Sooo not true.

          Memang banyak fantasi dewasa yg sebetulnya bagus banget, misalnya
          seri The Wizard of Earthsea karya Ursula LeGuin (yg agak sulit
          dicerna), The Riddle Master karya Patricia McKillip (yg lebih sulit
          lagi buat dicerna), Stardust dan Neverwhere karya Neil Gaiman (yg
          ringan tapi dewasa), seri Dark Tower karya Stephen King, masih banyak
          lagi. Insya Allah aku resensiin disini nanti.

          LOTR aja kalau nggak dibuat filmnya, rasanya nggak ada yg berani
          nerbitin terjemahannya. The Silmarillion kabarnya sedang dalam proses
          penerjemahan juga, makanya aku salut juga, karena sepertinya agak2
          proyek rugi nih nerbitin Silmarillion versi Indo :) Oya, His Dark
          Material-nya Phillip Pullman sedang dalam proses pengeditan tuh.

          *arwen*
          http://peopleofthestars.blogspot.com
          http://indoharrypotter.blogspot.com


          --- In fantasi-indo@yahoogroups.com, Femmy Syahrani Ardiyanto
          <femmy.syahrani@g...> wrote:
          >
          > hehehe... postingnya panjang sekali, mbak poppy. aku udah pernah
          lihat
          > buku ini di amazon. kayaknya lucu ya kalo lihat sampul belakangnya?
          > ada footnotesnya segala, hihihi...
          >
          > A modern-day London run by magicians.[1]
          > A stolen amulet. [2]
          > A tale of intrigue, murder, and revence. [3]
          > The first in the Bartimaeus trilogy.[4]
          >
          > [1] or so they think... in reality, we demons call the shots
          > [2] I didn't do it... well, all right I did, but it wasn't my
          fault, I
          > was forced into it. Who by? Ah, that's the embarassing part...
          > [3] And me, Bartimaeus. The star of the show.
          > [4] My exploits are simply too numerous and splendid to be contained
          > in one solitary volume.
          >
          > sebenernya aku pengen juga sih baca seri ini... tapi buku fantasiku
          > yang belum sempat dibaca masih menumpuk di rumah.
          >
          > kenapa ya, buku fantasi yang diterjemahkan ke indo itu karya klasik
          > atau karya untuk anak-anak (seperti Bartimaeus ini)? Padahal kan
          > banyak fantasi lain yang bagus-bagus.
          >
          > --
          > wassalam,
          > femmy
          > femmy.multiply.com
          >
        • Femmy Syahrani Ardiyanto
          ... Ngga apa-apa kok panjang-panjang. kapan-kapan kubalas juga dengan yang lebih panjang, heheheh... ... Siapa penerbitnya? Gramedia kah? Siapa editornya? Dulu
          Message 4 of 6 , Jan 29, 2006
            On 1/29/06, Evenstar <pkartadikaria@...> wrote:
            > Hehe...panjang ya Mbak Femmy? :P

            Ngga apa-apa kok panjang-panjang. kapan-kapan kubalas juga dengan yang
            lebih panjang, heheheh...


            > Buku ketiganya sedang dalam proses penerjemahan nih, baru sampe bab
            > 4. Mudah2an sih tahun ini Bartimaeus I: The Amulet of Samarkand bisa
            > terbit bahasa Indonesianya.

            Siapa penerbitnya? Gramedia kah? Siapa editornya? Dulu di milis ini
            ada editor gramed penggemar fantasi.


            > Soal buku2 terjemahan genre fantasi yg terbit di Inod memang lebih ke
            > jenis buku anak2/remaja. Kenapa ya? Mungkin disini masyarakat masih
            > menganggap fantasi adalah konsumsi anak2. Padahal nggak juga. Begitu
            > pula dengan film animasi. Kalau denger kata 'kartun' pasti kebayang
            > film anak2. Sooo not true.

            Betul, betul sekali. Sama seperti dongeng, dianggapnya konsumsi
            anak-anak. Makanya aku bikin dongeng untuk dewasa, hehehe...


            > Memang banyak fantasi dewasa yg sebetulnya bagus banget, misalnya
            > seri The Wizard of Earthsea karya Ursula LeGuin (yg agak sulit
            > dicerna), The Riddle Master karya Patricia McKillip (yg lebih sulit
            > lagi buat dicerna), Stardust dan Neverwhere karya Neil Gaiman (yg
            > ringan tapi dewasa), seri Dark Tower karya Stephen King, masih banyak
            > lagi. Insya Allah aku resensiin disini nanti.

            okeee... ditunggu ya. Wizard of Earthsea aku baru baca buku pertama.
            Udah lamaaa banget, jadi udah lupa ceritanya :-) Rasanya sih bukunya
            lumayan, ngga seseru beberapa seri modern lain, tapi kapan-kapan
            barangkali aku beli lanjutannya.

            Patricia McKillip pernah baca yang Beasts of Eld. Ini juga udah lama.
            Rasanya bahasanya liris, indah. Tapi ceritanya agak gelap, mungkin
            terlalu gelap buat anak-anak.

            Neil Gaiman, pernah juga baca setengah bukunya, salah satu yang
            terbaru (mungkin Neverwhere?) tapi aku ngga suka.

            Dark Tower aku baca duluuu, waktu masih ngefans sama Stephen King
            sebelum ngefans sama fantasi. mungkin baca 3-4 buku, tapi ngga pernah
            lanjut lagi setelah genre favoritku beralih dari SK (dan horor) ke
            fantasi.


            > LOTR aja kalau nggak dibuat filmnya, rasanya nggak ada yg berani
            > nerbitin terjemahannya.

            iya. film-nya sangat membantu. (Earthsea juga udah dibikin tuh, tapi
            film tv.) Aku seneng banget bahwa teknologi perfilman zaman sekarang
            udah sedemikian canggih, sehingga film-film bertema fantasi bisa
            dibuat dengan lebih meyakinkan.


            > Oya, His Dark
            > Material-nya Phillip Pullman sedang dalam proses pengeditan tuh.

            Kebetulan aku juga pengen baca trilogi ini, abis ada teman yang
            promosinya gencar sekali :-) di toko buku impor, cuma berhasil nemu
            buku kedua. mau beli dari amazon... hm... nanti lah, kalo tumpukan
            bukuku udah habis :-p

            --
            wassalam,
            femmy
            femmy.multiply.com
          • Evenstar
            ... Betul, penerbitnya Gramedia. Editor GPU yg member disini maksudnya Indah Pratidina? *halo Ndah! hehe...ketemu dimana-mana* Indah lagi tergila-gila sama
            Message 5 of 6 , Jan 30, 2006
              --- In fantasi-indo@yahoogroups.com, Femmy Syahrani Ardiyanto
              <femmy.syahrani@g...> wrote:
              >
              >
              > Siapa penerbitnya? Gramedia kah? Siapa editornya? Dulu di milis ini
              > ada editor gramed penggemar fantasi.

              Betul, penerbitnya Gramedia. Editor GPU yg member disini maksudnya
              Indah Pratidina? *halo Ndah! hehe...ketemu dimana-mana* Indah lagi
              tergila-gila sama Narnia...hehehe. Yg ngedit Bartimaeus belon ketauan
              tapi sepertinya udah ada calonnya, Novia Stephani (betul Ndah?)

              >
              >
              > iya. film-nya sangat membantu. (Earthsea juga udah dibikin tuh, tapi
              > film tv.) Aku seneng banget bahwa teknologi perfilman zaman sekarang
              > udah sedemikian canggih, sehingga film-film bertema fantasi bisa
              > dibuat dengan lebih meyakinkan.
              >

              Betul, Earthsea kayaknya dibuat untuk Hallmark Channel kalau gak
              salah. Tapi gagal total.

              *arwen*
              http://peopleofthestars.blogspot.com
              http://indoharrypotter.blogspot.com
            • Femmy Syahrani Ardiyanto
              ... Tul... dulu ada Indah di sini! Tapi kayaknya udah ngga lagi :-( (Indah, lagi sibuk ya?) ... oh ya? ngga bagus ya? waktu diputar di Hallmark, aku ngga
              Message 6 of 6 , Jan 31, 2006
                On 1/30/06, Evenstar <pkartadikaria@...> wrote:

                > Betul, penerbitnya Gramedia. Editor GPU yg member disini maksudnya
                > Indah Pratidina? *halo Ndah! hehe...ketemu dimana-mana* Indah lagi
                > tergila-gila sama Narnia...hehehe. Yg ngedit Bartimaeus belon ketauan
                > tapi sepertinya udah ada calonnya, Novia Stephani (betul Ndah?)

                Tul... dulu ada Indah di sini! Tapi kayaknya udah ngga lagi :-(
                (Indah, lagi sibuk ya?)


                > Betul, Earthsea kayaknya dibuat untuk Hallmark Channel kalau gak
                > salah. Tapi gagal total.

                oh ya? ngga bagus ya? waktu diputar di Hallmark, aku ngga sempat
                nonton sih, jadi ngga tau bagus apa ngga.

                --
                wassalam,
                femmy
                femmy.multiply.com
              Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.