Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Kenapa Kuliah di China Baiknya di Kota Besar? (2)

Expand Messages
  • Alfonso Indra Wijaya
    Kota besar = kota yang memiliki jaringan MRT.Apa untungnya kuliah di kota besar?  Foto di Canton Tower (Menara/Tower Tertinggi Nomor 2 Dunia setelah Tokyo
    Message 1 of 1 , Dec 6, 2012
    Kota besar = kota yang memiliki jaringan MRT.
    Apa untungnya kuliah di kota besar? 

    Foto di Canton Tower (Menara/Tower Tertinggi Nomor 2 Dunia setelah Tokyo Skytree).

    Menurut pandangan pebisnis, untuk belajar Mandarin sekaligus belajar bisnis/impor dan beberapa hal lainnya, Guangzhou adalah pilihan kota yang paling tepat untuk belajar Mandarin dibandingkan kota besar lain.

    Tapi, mungkin guru Mandarin yang Anda kenal pernah mengatakan, "Jika belajar Mandarin, belajarlah di Beijing". Dan memang, Beijing tidak memberi peluang bisnis sebanyak Guangzhou ke orang karena Beijing adalah kota pemerintahan, bukan kota dagang. Jadi kita jarang mendengar orang impor barang grosir dari Beijing.

    Semua benar. Ini adalah alasan masuk akal yang mewakili banyak orang.

    Jadi tergantung Anda: Ada yang bercita-cita untuk mengajar atau berbisnis.
    Beijing: Belajar Mandarin.
    Guangzhou: Belajar Mandarin + belajar bisnis.

    Kuliah di Guangzhou: Biaya Sekolah, Makan, Tinggal = Rp 23 Juta/Semester!
    Termurah di antara Beijing, Shanghai, dan Guangzhou (3 Kota besar China)


    Foto di Gerbang Kampus
     

    Selain soal fasilitas yang telah dibahas di: Kenapa Kuliah di China Baiknya di Kota Besar? (1) link: http://groups.yahoo.com/group/everydaymandarin/message/2212

    Kuliah di kota besar juga menawarkan pergaulan dan pekerjaan yang berbeda jika dibandingkan dengan kota kecil. Sama seperti di Indonesia, perbedaan kota kecil dan kota besar di China cukup timpang dari sisi gaji.

    Oh ya, banyak standar untuk membedakan kota besar dan kecil. Salah satu standar yang sering digunakan orang (Wikipedia juga menggunakan ini) adalah jumlah populasi kota. Di Indonesia kota besar adalah Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Dan memang 3 kota ini populasinya paling banyak dibanding kota-kota lain di Indonesia.

    Dari pengalaman subyektif, bisa disimpulkan kota besar = kota yang memiliki jaringan MRT. Alasannya, populasi kota yang besar akan mengakibatkan kota menjadi macet, jadi pemerintah akan bangun MRT.

    Urbanisasi (perpindahan penduduk dari desa ke kota) meningkat pesat karena kota besar China menawarkan pekerjaan yang bergaji besar. Dari data Departemen SDM dan Keamanan Sosial di China pertengahan 2012, upah minimum regional (per bulan) dari yang tertinggi:
    1. Shenzhen: RMB 1320 (Populasi: 10,3 juta).
    2. Guangzhou: RMB 1300 (11 juta).
    3. Shanghai: RMB 1280 (22,3 juta).
    4. Beijing: RMB 1260 (18,8 juta).
    5. Tianjin: RMB 1070 (11 juta).

    1. Shenzhen: RMB 1320 (Populasi: 10,3 juta).
    2. Guangzhou: RMB 1300 (11 juta).
    3. Shanghai: RMB 1280 (22,3 juta).
    4. Beijing: RMB 1260 (18,8 juta).
    5. Tianjin: RMB 1070 (11 juta).

    Ini adalah data UMR untuk 5 besar kota dengan populasi terbesar di China, dan kebetulan kota dengan UMR tertinggi di China juga. Tentu UMR tidak setinggi gaji karyawan kantoran, tapi urutan gaji karyawan kantoran tiap kota sama dengan urutan kota di atas. Sebagai perbandingan, gaji seorang marketing umur 28 tahun (umur bisa menjelaskan pengalaman seseorang) rata-rata RMB 5,500-6,500/bulan.

    Kenapa saya mengaitkan gaji tinggi dengan sebaiknya kuliah di kota besar?

    Begini, saat Anda kuliah di kota besar, jika Anda ingin melamar pekerjaan di perusahaan besar (perusahaan besar kemungkinan besar ada di kota besar!), Anda tidak perlu menghabiskan beban psikologis lagi. Untuk mengilustrasikan apa itu beban psikologis: Beberapa tahun lalu seorang teman asal Bandung, namanya Hardi yang kuliah di kota Xiamen (menurut Wikipedia termasuk kota sedang/kecil) dan dia mendapat panggilan interview kerja di Guangzhou (kota terbesar ke-3 China). Hal yang seharusnya menyenangkan ini malah membuat dia gelisah antara lain:

    1. Transportasi Xiamen ke Guangzhou: via pesawat karena jika via darat bisa 8,5 jam dan akan capek. Jadi, itu butuh biaya.

    2. Akomodasi di Guangzhou. Bisa pulang pergi? Bisa. Tapi masa jauh-jauh ke kota besar naik pesawat hanya untuk bolak-balik langsung dalam sehari? Nginep di hotel butuh biaya. Nginep di rumah teman di Guangzhou? Kalau ga ada teman? Malah seringnya kita harus nginep di hotel kan kalau ke kota lain. Karena siswa di Guangzhou jg tinggal di asrama dan ga bisa nampung orang lain. Dan yang ga enak, kita jadi hutang budi kalau nginep dan merepotkan teman. Apalagi kosmetik, pakaian untuk interview, sepatu, dan dokumen bisa kusut saat tiba di Guangzhou.
     

    Foto Kamar Asrama di Guangzhou

    3. Nah ini adalah kegelisahan terbesarnya: tidak tahu jalan Guangzhou! Lokasi kantor tempat dia interview di mana? Dia belum beradaptasi dengan kota Guangzhou karena dia kuliah di Xiamen. Dari pengalaman, siswa Indonesia yang kuliah di China biasanya lebih tahu mall, restoran, dan tempat wisata. Tempat perkantoran Guangzhou misal seperti kawasan Sudirman di Jakarta? Banyak yang tidak peduli.
    Bahkan banyak orang luar Jakarta yang jarang datang Jakarta pun bingung mencari jalan di Jakarta. Kota-kota besar di China gedungnya rata-rata pencakar langit dan jalan rayanya malang melintang susun tiga.

    Dari 3 kegelisahan di atas, andai Hardi kuliah di kota besar seperti di Guangzhou. Apa yang terjadi?
    1. Transportasi. Biaya nol dan ga perlu capek.
    2. Akomodasi. Gratis, lah kuliahnya sekaligus kamarnya di Guangzhou.
    3. Tahu jalan. Setidaknya dia tidak butuh energi besar karena sudah beradaptasi. Dia juga bisa tanya kenalannya di Guangzhou tentang alamat.

    Guangzhou adalah contoh di atas. Tentu kota besar lain juga banyak, tapi jika Anda ingin belajar Mandarin sekaligus belajar bisnis, Guangzhou adalah pilihan kota yang paling tepat dibandingkan Beijing atau Shanghai.

    Baca juga: Kenapa Kuliah di China Baiknya di Kota Besar? (1)
    http://groups.yahoo.com/group/everydaymandarin/message/2212
     
     
    Empat keunggulan belajar Mandarin di Guangzhou dibanding kota lain:
     
    1. Musim dingin di Guangzhou tidak menakutkan.
    Siswa dari negara tropis sering terinspirasi film Korea. Di film Korea, kita bisa melihat salju yang turun dan membuat suasana sangat romantis hanya dalam sebuah kotak kaca (TV) seukuran 21" atau 29". Bagi penduduk negara tropis, salju hanya indah saat turun dan negara bersalju cocok untuk liburan 2-3 hari. Sekarang orang Eropa banyak yang merencanakan pindah ke negara tropis karena tidak kuat menghadapi musim dingin. Setelah salju selesai, angin bertiup, dan siap mencair, saat itulah penderitaan Anda dimulai. Dinginnya yang luar biasa dan membuat badan menggigil sampai tulang pinggang Anda menjadi sakit karena menahan gigilan seluruh badan. Ini terjadi dalam waktu yang lama. Jadi, tinggal di kota yang bersalju sebenarnya tidak enak. Beijing bersalju sementara Shanghai sangat dingin.
     
    2. Di Guangzhou, kamu bisa belajar bisnis.
    Tanyakan kepada penjual retail atau grosiran di Pasar Pagi Mangga Dua atau Asemka, di mana mereka membeli barang nan murah? Guangzhou adalah pusat segala pusatnya barang murah di China. Anda sekolah hanya dari jam 8-12 siang (4 jam) setiap hari. Apa yang Anda lakukan setelah itu? Anda yang di Guangzhou bisa mengunjungi pusat grosir besar yang tersebar di seluruh Guangzhou. HP, tas, baju, sepatu, mainan, dsb. Belajarlah mengenal dunia bisnis di Guangzhou. Karena jika tidak Anda lakukan, satu hari nanti setelah kembali ke Indonesia, Anda akan menyesal telah melewatkan banyak kesempatan indah di China. Tidak ada tempat di China seperti Guangzhou untuk belajar bisnis. Dan itu legal. Banyak orang Indonesia yang belajar Mandarin di Indonesia hanya dengan salah satu tujuan: tahu tempat-tempat belanja grosir dan murah di Guangzhou.
     
    3. Hanya 2 jam ke Hongkong atau Macao.
    Nah, ini juga menjadi keunggulan besar jika Anda tinggal di Guangzhou. Guangzhou adalah kota besar China yang paling dekat dengan Hongkong dan Macao. Jaraknya hanya 2 jam naik kereta, Anda bisa langsung menembus Hongkong atau Macao. Banyak siswa yang sekolah bahasa di Guangzhou yang bolak balik Hongkong dalam 1 hari hanya untuk mengunjungi Disneyland!
     
    Foto Guangzhou-Hongkong Train
     
    4. Paling dekat dengan Indonesia.
    Guangzhou adalah kota di China yang paling dekat dengan Indonesia langsung dengan pesawat. Dengan jarak pesawat hanya 4.5 jam, total ada 4 penerbangan yang melayani Jakarta-Guangzhou setiap hari. Anda yang homesick dengan orang tua, bisa langsung pulang ke Jakarta dengan cepat dan murah. Tidak seperti tiket ke Shanghai dan Beijing yang mencapai Rp 7-8 juta, tiket ke Guangzhou hanya Rp 3-5 juta.
    Di Guangzhou: Biaya sekolah, makan 3 kali sehari, dan tinggal di asrama (sekamar 2 orang)....
    Total HANYA RMB 17,150 (Rp 23.200.000) per semester!
     
    Rinciannya sbb:
    - Biaya sekolah =  RMB 6,000/semester
    - Biaya kamar = RMB 2,400/semester*
    - Biaya makan = RMB 6,000/semester (utk 5 bulan)**
    - Biaya lain-lain = RMB 2,750/semester
     
    Total = RMB 17,150/semester = Rp 23.200.000/semester....murah banget, karena disubsidi pemerintah. Fyi, semua biaya utk belajar Mandarin di universitas lain di Shanghai, Beijing, dan Guangzhou lebih dari Rp 40 juta/semester!
     
    Biaya lain-lain di atas sudah termasuk:
    1. Biaya verifikasi medical check-up di China.
    2. Biaya resident permit.
    3. Furniture di kamar.
    4. Barang kebutuhan kamar siswa sehari-hari, sprt ember, gantungan dan jepitan baju, selimut, sprei, dsb. Semua barang baru lho!
    5. Biaya deposit kamar.
    6. Biaya asuransi kecelakaan per semester, dan
    7. Application fee.
     
    * Kamar asrama utk 1 semester (1 kamar = 2 orang). Fasilitas kamar: AC, kamar mandi dalam, water heater, water dispenser, internet, color TV, mesin cuci, dll. 
    ** Makan 3 kali sehari selama 1 semester! Harga ini jika di Jakarta, setara dengan makanan Rp 30.000 sekali makan.
     
    Video testimonial siswa di: http://youtu.be/VPLET5jXuzI
    Everyday Mandarin jamin antar, dampingi, dan bantu siswa di China - money back guarantee jika tidak.
     
    Daftar ke China sekarang:
    Study in China & Taiwan
    Everyday Mandarin - China & Taiwan Educational Consultant
    Jl. Pluit Timur Blok L-Barat No.15 Jakarta, Indonesia
    Tel: +62-21-685 99100
            +62-21-687 87100
    Pin BB: 283F 766C
Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.