Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Bikini Seksi Gadis Taiwan Penjual Pinang

Expand Messages
  • Alfonso Indra Wijaya
    Bikini Seksi Gadis Penjual Pinang     Di Indonesia, salah satu ciri khas yang sering diingat orang asing adalah Pak Ogah di simpang jalan atau di
    Message 1 of 1 , Jul 4, 2011
    Bikini Seksi Gadis Penjual Pinang
     
     
    Di Indonesia, salah satu ciri khas yang sering diingat orang asing adalah Pak Ogah di simpang jalan atau di U-turn. Ciri khas Pak Ogah ini pernah saya baca di salah satu blog orang China.
     
     
    Apa yang menjadi ciri khas saat Anda berkunjung ke Taiwan?
     
    Pernahkah Anda melihat gadis seksi Taiwan yang berjualan buah pinang di tepi jalan raya sambil memakai bikini? Kalau Anda tahu, mereka adalah Binlang xishi. Binlang dalam bahasa Mandarin adalah buah pinang. Xishi adalah nama seorang gadis cantik terkenal di China pada era 722-481 SM. Jadi, binlang xishi adalah gadis cantik dan seksi yang menjual buah pinang.
     
     
    Foto 1                                                                                                   Foto 2
     
    Foto 1: Binlang xishi seksi yang sedang melayani pembeli di dalam mobil
    Foto 2: Deretan kios penjual pinang yang bersaing ketat
    (Semua foto juga ada di attachment)
     
     
    Binlang xishi yang disebut juga binlang mei (gadis buah pinang). Mereka membungkus dan menjual buah pinang yang dibungkus dengan daunnya. Selain pinang, juga menjual rokok, minuman, dan permen. Pinang banyak dikonsumsi di banyak negara, juga di Irian. Di Taiwan, ada seorang teman yang menulis skripsi tentang hubungan pinang Taiwan dengan pinang Irian. Tapi di Taiwan, yang membuat takjub adalah gadis-gadis berbikini atau berbaju seksi ini menjual pinang di kios kaca transparan di pinggir jalan raya! Kiosnya kokoh, dibuat penuh pencahayaan semarak dan tampak mewah. Kalau di Jakarta, setiap 100 meter gampang ditemui warung rokok, maka di Taiwan setiap 100 meter gampang ditemui penjual pinang ini. Penjual pinang juga ada orang tua, tidak semuanya gadis-gadis seksi. Gaji orang tua lebih rendah daripada gaji gadis-gadis menggoda itu. Secara umum, binlang xishi tidak menjajakan sex, walau ini juga menjadi kontroversial sampai sekarang.
     
    Sejarah gadis penjual pinang atau binlang xishi di Taiwan dimulai tahun 1976. Tepatnya di Caotun, Nantou, Taiwan tengah. Dulu, penjual pinang didominasi oleh orang tua yang sudah tidak produktif lagi. Salah satunya keluarga Xie, di mana Nyonya Xie yang berjualan pinang seperti penjual lainnya. Daerah Caotun adalah daerah yang ramai, tapi penjualan pinang adem-ayem karena persaingan ketat seperti penjual warung rokok kaki lima di Indonesia. Nyonya Xie memiliki 3 orang putri yang cantik. Suatu hari, Nyonya Xie meminta ketiga putrinya yang menjaga kios pinang mereka. Ketiga putrinya berjualan hingga di bahu jalan dan menawarkan ke mobil yang lewat. Trik ini berhasil memancing pengemudi nakal dan mampir ke kios mereka untuk membeli pinang atau rokok. Berita ini pun tersebar ke seluruh negeri dan menjadi atraksi yang wajib Anda lihat saat Anda berkunjung ke Taiwan. Everyday Mandarin mengajak rombongan orang tua siswa yang ingin menyaksikan atraksi gadis seksi pinang ini di Taiwan dari jarak dekat! Binlang xishi dipancing naik ke bis pariwisata yang kita tumpangi. Selanjutnya tibatiba handycam pun tertutup oleh bagian tubuh gadis tersebut. Nonton histeria peserta tour di video yang saya rekam, klik: www.everydaymandarin.com, lalu masuk ke ALBUM (di menu atas), lalu pilih TRAVEL IN CHINA/TAIWAN (di menu kiri). Ada di sana.
     
     
     
     
    Foto 3                                                                                                                                                       Foto 4
     
    Foto 3: Bersatu padu menjual pinang di kios yang mewah
    Foto 4: Buah pinang yang siap dikonsumsi
     
     
    Sejak tahun 2002, binlang xishi mulai berjualan di pintu keluar tol dan daerah pinggiran kota besar di Taiwan. Dan pemerintah Taiwan kewalahan mengendalikan aturan pakaian binlang xishi. Sebelum 2002, karena tingginya persaingan binlang xishi, ada yang memakai bikini berbahan kain kasa yang tembus pandang untuk memancing pembeli yang mayoritas pria! Pemerintah Taiwan pun gerah dan mengeluarkan aturan pakaian binlang xishi tidak boleh terlalu vulgar supaya tidak membahayakan lalu lintas. Yang berpakaian super mini dan ketat saat ini masih banyak dijumpai di daerah pinggiran Hsincu, Keelung, dan Taichung. Sebagian besar orang Taiwan yang berpendidikan tinggi kurang sreg dengan budaya mengunyah pinang ini. Hal ini karena mulut dan gigi orang yang mengunyah pinang akan berwarna merah seperti orang makan sirih. Efek mengunyah pinang juga bisa menyebabkan kanker, panas dalam, dan mengganggu kesan baik di mata orang asing. Pelanggan utama pinang adalah pengemudi truk, kontainer, dan bis jarak jauh, serta sebagian buruh. Dua puluh tahun lalu, jalan raya Taiwan sering terlihat bercak noda merah yang mengering. Hal ini akibat orang yang meludah di jalan setelah makan pinang. Tapi saat ini sudah tidak lagi.
     
     
     
    Foto 5                                                                                                 Foto 6
     
    Foto 5: Membungkus pinang
    Foto 6: Beginilah cara binlang xishi menjemput bola
     
     
    Banyak binlang xishi yang tidak suka difoto terang-terangan karena mereka merasa pekerjaan mereka bukan hina. Jika mau foto mereka, jepretlah mereka dari jarak jauh. Walau mereka bekerja hingga malam hari, tidak pernah terdengar adanya tindakan pemerkosaan terhadap binlang xishi. Dan juga, walau musim dingin datang, mereka tetap harus memakai pakaian seksi mereka. Di dalam kios kaca tembus pandang, ada heater yang siap menghangatkan kios mereka. Walau kesan binlang xishi di Taiwan sendiri tidak begitu bagus, mereka bekerja karena gaji yang ditawarkan cukup tinggi. Jadi, atraksi ciri khas Taiwan yang unik dan layak diajak untuk turis adalah Binlang Xishi....
     
     
    Fakta menarik!
     
    Dari 3.000 lebih siswa EM yang pernah ke Taiwan:
    Sebelum tinggal di Taiwan, 97% orang kuatir keadaan Taiwan, dan...
    Setelah tinggal di Taiwan, 97% orang kuatir kembali ke Indonesia!
     
    Fakta di atas telah terbukti. Kami siap mengganti biaya pengurusan Anda jika Anda dapat menemukan 5 orang dalam rombongan yang tidak betah atau tidak nyaman tinggal di Taiwan.^^
     
    Study in Taiwan: www.everydaymandarin.com
     
    Mau nonton video Binlang Xishi yang membangkitkan adrenalin? Klik www.everydaymandarin.com, lalu masuk ke ALBUM (di menu atas), lalu pilih TRAVEL IN CHINA/TAIWAN (di menu kiri). Ada di sana.
     
     
    -------------------------------------------------
    Our services include:
    - Urus KITAS atau perpanjang visa bisnis
    - Penerjemah tersumpah doc Mandarin & Inggris
    - Legalisir doc Mandarin di Kedutaan China & Kadin Taiwan
    - In-company Business Mandarin training
    - Database 7.700 orang lulusan China/Taiwan yang sedang mencari kerja
    - China visa: Hanya Rp 570.000
    - Taiwan visa: Hanya Rp 510.000
    - Japan, Korea, Australia, Europe Schengen visa & travel ticket
     
    Mitos orang China: Wanita hamil tidak boleh memaku tembok. Akan ada bencana jika menawar harga peti mati. Sumpit tidak boleh ditancap di atas makanan. 
    Kenapa?
    Baca jawabannya di sini, gabung sekarang: www.facebook.com/everydaymandarin
     
    Did you know, orang China /Taiwan bertukaran kartu nama dengan 2 tangan? Kenapa mereka bentuk tanda salib ketika berkata "10"? Bagaimana percakapan 
    Mandarin ketika Anda menerima telepon bisnis orang China, saat travel, atau interview kerja dengan orang China/Taiwan?
    Dapatkan semua jawabannya di sini, ayo gabung: http://groups.yahoo.com/group/everydaymandarin
     
     
    Telepon sekarang juga: 021-685 99100 atau 687 87100.
     
    Gabung dengan Facebook kami: www.facebook.com/everydaymandarin
     
    Best regards,
    Alfonso
    Everyday Mandarin - China & Taiwan Educational Consultant
    Jl. Pluit Timur Blok L-Barat No.15
    Jakarta, Indonesia
    Tel: +62-21-685 99100
           +62-21-687 87100
    Email: info@...
Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.