Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Seni Packaging a la Taiwan

Expand Messages
  • Alfonso Indra Wijaya
    Kemaslah Barang yang Bagus Keindahan suatu tempat yang bisa membawa kenangan di mata orang asing bisa bermacam-macam, seperti keindahan alamnya, kebersihan,
    Message 1 of 2 , Sep 20, 2010
      Kemaslah Barang yang Bagus
       
      Keindahan suatu tempat yang bisa membawa kenangan di mata orang asing bisa bermacam-macam, seperti keindahan alamnya, kebersihan, orang-orangnya yang ramah dan fashionable, lalu lintasnya yang aman dan nyaman, sampai termasuk ke tempat jajan, belanja, dan souvenir beserta cara penataannya. Sepertinya hal sepele tapi sangat membawa dampak besar bagi kesan baik orang yang mengunjunginya.
       
      Di negeri kita masih banyak tempat dan orang yang tidak begitu peduli dengan nilai estetika (keindahan). Saya pernah mengunjungi pameran Indonesia Handycraft di Jakarta dan membeli sebuah Kapal Phinisi yang panjangnya 80 cm tinggi 50 cm. Saat akan dibawa pulang, saya bertanya tentang bagaimana cara membungkusnya. Dengan entengnya, penjual (peserta pameran) yang hanya bersandal jepit, datang jauh-jauh dari Jawa Timur dan sedang 'beraksi' di pameran skala internasional ini berkata "Ditenteng saja langsung!" Karena saya minta kotak, dia hanya mengeluarkan plastik entah bekas apa yang sudah kucel karena bekas digulung-gulung. Itu terjadi di pameran yang diliput koran dan televisi nasional, dan berbumbu internasional karena membawa nama negara (Indonesia), dan sudah pasti tujuannya mengundang wisatawan asing sebagai pengunjung dan pembeli. Orang-orang di negeri kita masih banyak yang tidak memiliki kesadaran terhadap nilai estetika.
       
      Anda yang di Jakarta mungkin tahu antara Jalan Gajah Mada ke Kota yang sepanjang jalannya dipenuhi lebih dari 50 gerobak kaki lima yang menjual obat-obat kebutuhan pria. Perhatikan tidak ada satu pun yang khas dari gerobak-gerobak itu. Entah ada yang mengkoordinasi atau hanya ikut-ikutan jualan, yang pasti semua gerobak tampak sama. Andai mereka tahu cara membuat nilai tambah pada gerobak dagangan mereka, mungkin ada gerobak yang berbentuk mobil VW, gerobak pink ala Hello Kitty, gerobak berbentuk kipas angin, gerobak berbentuk kondom (karena mereka menjual kondom), dll. Mereka di sana sebaiknya mempunyai ciri khas terhadap fisik gerobaknya karena sederet jalan itu yang dijual sama dan celakanya tulisan dagangannya pun sama juga hehe...Hampir semua bertulis Viagra & Cialis. Jika bervariasi, orang yang melewatinya pun akan senang dan terkesan. Tapi, orang kita adalah orang yang suka membuat suatu masalah menjadi gampang dan seadanya. Mungkin mereka berpikir, "Yang penting bisa dagang di sini aja udah syukur". Dan tidak adanya pendidikan dari pemerintah membuat mereka tidak pernah tahu akan nilai estetika.
       
       
       
      Negara di Asia yang memiliki kesadaran tinggi akan estetika adalah Jepang, Taiwan, Korea Selatan (Korsel), dan Hong Kong. Jika Anda amati penataan di pasar malam Jepang dan Taiwan, ada kemiripan. Taiwan sering disebut sebagai Little Japan, dan mereka sangat Japan-oriented. Yang membedakan dengan Jepang, harga barang di Taiwan jauh lebih murah. Barang-barang dagangan mereka dikemas dengan sangat bagus, lucu, dan berwarna-warni sehingga menggoda orang untuk membelinya. Tidak seperti kaki lima di Indonesia yang terkesan seadanya dan berbentuk gerobak kayu dengan cat seadanya dan beroda besar, kaki lima di Taiwan terbuat dari aluminium dan kayu yang didesain, dan juga mempunyai roda kecil sehingga lebih berbentuk kios walaupun kios mereka juga dipindah-pindah setiap hari. Semua menu terpampang di depan kios, dan tercetak dengan ukiran kayu atau neon box yang permanen. Juga semua peralatan masak menggunakan bahan stainless steel. Pemerintah Taiwan mewajibkan mereka yang berjualan makanan yang mangkoknya harus dicuci dengan air kran yang mengalir dan bukan seember air untuk mencuci berulang kali seperti yang terjadi di kaki lima Indonesia.
       
      Di Taiwan, para penjual makanan di kaki lima mayoritas menggunakan sarung tangan plastik saat tangannya memegang makanan langsung. Mereka juga banyak yang menggunakan masker supaya saat bicara, liurnya tidak menyemprot ke makanan di depannya. Itu bukan peraturan, tapi kesadaran.
       
      Penataan kemasan barang di Indonesia
       
       
      Penataan kemasan barang di Taiwan
       
      Foto di atas adalah cara packaging orang Taiwan mengemas barang dagangannya. Permen kecil, biskuit, keripik, semua dibungkus dengan kotak dan kaleng yang bagus dan diberi label dengan lengkap tulisan harga, tanggal kadaluwarsa, nama perusahaan pembuat, alamat produsen, dan teleponnya. Karena saya orang yang rewel dengan hal-hal di atas, yang membuat saya terkesan, semua makanan packaging di Taiwan mencantumkan dengan sangat jelas tanggal kadaluwarsa, nama perusahaan pembuat, alamat, dan teleponnya. Belilah barang di Carrefour Indonesia, dan lihat berapa banyak barang yang bertulis telepon produsennya. Juga saat mencari tanggal kadaluwarsa, biasanya sampai harus membolak-balik barang tsb dan biasanya ditulis dengan cetakan yang kurang begitu jelas.
       
      Satu hal yang membuat tenang saat makan di Taiwan, tidak pernah ditemukan dan didengar barang kemasan yang yang dijual di Taiwan sudah kadaluwarsa atau palsu. Karena Depkes Taiwan akan mendenda besar ke toko yang ketahuan menjual barang kadaluwarsa atau palsu.
       
      Belajar di Taiwan, Anda akan banyak mendapatkan hal-hal baru yang positif dari negeri yang dijuluki Little Japan ini. Keindahan alamnya, masyarakat yang beradab, kebersihan, etos kerja yang baik, cara mereka membuat nilai tambah bagi produk mereka, dsb. Susah bagi kita menemukan nyamuk dan semut di Taiwan! Taiwan adalah satu-satunya tempat untuk belajar Mandarin di mana kerja part-time tersedia dengan sangat banyak. Baik di China atau Taiwan, sehari hanya belajar Mandarin 3-4 jam. Manfaatkan waktu luangmu yang banyak dengan kerja part-time yang PASTI melatih pronunciation Mandarin Anda menjadi lebih ekspres. Belajar Mandarin di luar negeri, manfaatkan dengan melatih bicara di dunia luar dengan kerja part-time dan bukan hanya tidur di kamar setelah kuliah. Dengan biaya belajar Mandarin berikut tinggal dan makan yang hanya Rp 26 juta per 4 bulan, banyak orang Indonesia yang susah mendapat informasi tentang Traditional Chinese di Taiwan. Fyi, saat ke Taiwan dan China, Anda akan belajar berbicara dahulu, bukan langsung menulis. Seperti saat SD Anda belajar menulis huruf besar dan kecil, Anda sudah harus bisa bicara dulu baru belajar menulis -dan akan menjadi lebih gampang. Info sekolah ke Taiwan hubungi: www.everydaymandarin.com
       
       
      Jutaan orang dunia termasuk di Indonesia telah belajar Mandarin saat ini. Jika Anda telat, peluang karir sukses Anda akan direbut mereka! Nah, ini yang paling HOT, mari belajar Mandarin gratis sekaligus dapatkan info dari China/Taiwan di komunitas MANDARIN terbesar dan terlengkap di Indonesia, di sini: http://groups.yahoo.com/group/everydaymandarin
      Lalu klik "JOIN THIS GROUP" (tombol biru)
       
      Alfonso Indra Wijaya
      Tel: +62-21-685 99100
             +62-21-687 87100
      Web: www.everydaymandarin.com
      EM's Facebook: http://www.facebook.com/everydaymandarin
    • Leo Budiharto
      wah kalau packing nya harus bagus-bagus gitu, berapa harga makanan nya harus dinaikkan? kalau menurut saya udah untung kalau packing gak pakai bahan
      Message 2 of 2 , Sep 20, 2010
        wah kalau "packing" nya harus bagus-bagus gitu, berapa harga "makanan" nya harus dinaikkan? kalau menurut saya udah untung kalau packing gak pakai bahan berbahaya (misal plastik bekas limbah), namanya juga "makanan rakyat kecil" om... (kalau "makanan orang gedean" sih yah packing nya juga dah pasti rapi, kinclong dll he..he..)

        --- On Tue, 9/21/10, Alfonso Indra Wijaya <alfonso@...> wrote:

        From: Alfonso Indra Wijaya <alfonso@...>
        Subject: <www.everydaymandarin.com> Seni Packaging a la Taiwan
        To: everydaymandarin@yahoogroups.com
        Date: Tuesday, September 21, 2010, 2:49 AM



        Kemaslah Barang yang Bagus
         
        Keindahan suatu tempat yang bisa membawa kenangan di mata orang asing bisa bermacam-macam, seperti keindahan alamnya, kebersihan, orang-orangnya yang ramah dan fashionable, lalu lintasnya yang aman dan nyaman, sampai termasuk ke tempat jajan, belanja, dan souvenir beserta cara penataannya. Sepertinya hal sepele tapi sangat membawa dampak besar bagi kesan baik orang yang mengunjunginya.
         
        Di negeri kita masih banyak tempat dan orang yang tidak begitu peduli dengan nilai estetika (keindahan). Saya pernah mengunjungi pameran Indonesia Handycraft di Jakarta dan membeli sebuah Kapal Phinisi yang panjangnya 80 cm tinggi 50 cm. Saat akan dibawa pulang, saya bertanya tentang bagaimana cara membungkusnya. Dengan entengnya, penjual (peserta pameran) yang hanya bersandal jepit, datang jauh-jauh dari Jawa Timur dan sedang 'beraksi' di pameran skala internasional ini berkata "Ditenteng saja langsung!" Karena saya minta kotak, dia hanya mengeluarkan plastik entah bekas apa yang sudah kucel karena bekas digulung-gulung. Itu terjadi di pameran yang diliput koran dan televisi nasional, dan berbumbu internasional karena membawa nama negara (Indonesia), dan sudah pasti tujuannya mengundang wisatawan asing sebagai pengunjung dan pembeli. Orang-orang di negeri kita masih banyak yang tidak memiliki kesadaran terhadap nilai estetika.
         
        Anda yang di Jakarta mungkin tahu antara Jalan Gajah Mada ke Kota yang sepanjang jalannya dipenuhi lebih dari 50 gerobak kaki lima yang menjual obat-obat kebutuhan pria. Perhatikan tidak ada satu pun yang khas dari gerobak-gerobak itu. Entah ada yang mengkoordinasi atau hanya ikut-ikutan jualan, yang pasti semua gerobak tampak sama. Andai mereka tahu cara membuat nilai tambah pada gerobak dagangan mereka, mungkin ada gerobak yang berbentuk mobil VW, gerobak pink ala Hello Kitty, gerobak berbentuk kipas angin, gerobak berbentuk kondom (karena mereka menjual kondom), dll. Mereka di sana sebaiknya mempunyai ciri khas terhadap fisik gerobaknya karena sederet jalan itu yang dijual sama dan celakanya tulisan dagangannya pun sama juga hehe...Hampir semua bertulis Viagra & Cialis. Jika bervariasi, orang yang melewatinya pun akan senang dan terkesan. Tapi, orang kita adalah orang yang suka membuat suatu masalah menjadi gampang dan seadanya. Mungkin mereka berpikir, "Yang penting bisa dagang di sini aja udah syukur". Dan tidak adanya pendidikan dari pemerintah membuat mereka tidak pernah tahu akan nilai estetika.
         
         
         
        Negara di Asia yang memiliki kesadaran tinggi akan estetika adalah Jepang, Taiwan, Korea Selatan (Korsel), dan Hong Kong. Jika Anda amati penataan di pasar malam Jepang dan Taiwan, ada kemiripan. Taiwan sering disebut sebagai Little Japan, dan mereka sangat Japan-oriented. Yang membedakan dengan Jepang, harga barang di Taiwan jauh lebih murah. Barang-barang dagangan mereka dikemas dengan sangat bagus, lucu, dan berwarna-warni sehingga menggoda orang untuk membelinya. Tidak seperti kaki lima di Indonesia yang terkesan seadanya dan berbentuk gerobak kayu dengan cat seadanya dan beroda besar, kaki lima di Taiwan terbuat dari aluminium dan kayu yang didesain, dan juga mempunyai roda kecil sehingga lebih berbentuk kios walaupun kios mereka juga dipindah-pindah setiap hari. Semua menu terpampang di depan kios, dan tercetak dengan ukiran kayu atau neon box yang permanen. Juga semua peralatan masak menggunakan bahan stainless steel. Pemerintah Taiwan mewajibkan mereka yang berjualan makanan yang mangkoknya harus dicuci dengan air kran yang mengalir dan bukan seember air untuk mencuci berulang kali seperti yang terjadi di kaki lima Indonesia.
         
        Di Taiwan, para penjual makanan di kaki lima mayoritas menggunakan sarung tangan plastik saat tangannya memegang makanan langsung. Mereka juga banyak yang menggunakan masker supaya saat bicara, liurnya tidak menyemprot ke makanan di depannya. Itu bukan peraturan, tapi kesadaran.
         
        Penataan kemasan barang di Indonesia
         
         
        Penataan kemasan barang di Taiwan
         
        Foto di atas adalah cara packaging orang Taiwan mengemas barang dagangannya. Permen kecil, biskuit, keripik, semua dibungkus dengan kotak dan kaleng yang bagus dan diberi label dengan lengkap tulisan harga, tanggal kadaluwarsa, nama perusahaan pembuat, alamat produsen, dan teleponnya. Karena saya orang yang rewel dengan hal-hal di atas, yang membuat saya terkesan, semua makanan packaging di Taiwan mencantumkan dengan sangat jelas tanggal kadaluwarsa, nama perusahaan pembuat, alamat, dan teleponnya. Belilah barang di Carrefour Indonesia, dan lihat berapa banyak barang yang bertulis telepon produsennya. Juga saat mencari tanggal kadaluwarsa, biasanya sampai harus membolak-balik barang tsb dan biasanya ditulis dengan cetakan yang kurang begitu jelas.
         
        Satu hal yang membuat tenang saat makan di Taiwan, tidak pernah ditemukan dan didengar barang kemasan yang yang dijual di Taiwan sudah kadaluwarsa atau palsu. Karena Depkes Taiwan akan mendenda besar ke toko yang ketahuan menjual barang kadaluwarsa atau palsu.
         
        Belajar di Taiwan, Anda akan banyak mendapatkan hal-hal baru yang positif dari negeri yang dijuluki Little Japan ini. Keindahan alamnya, masyarakat yang beradab, kebersihan, etos kerja yang baik, cara mereka membuat nilai tambah bagi produk mereka, dsb. Susah bagi kita menemukan nyamuk dan semut di Taiwan! Taiwan adalah satu-satunya tempat untuk belajar Mandarin di mana kerja part-time tersedia dengan sangat banyak. Baik di China atau Taiwan, sehari hanya belajar Mandarin 3-4 jam. Manfaatkan waktu luangmu yang banyak dengan kerja part-time yang PASTI melatih pronunciation Mandarin Anda menjadi lebih ekspres. Belajar Mandarin di luar negeri, manfaatkan dengan melatih bicara di dunia luar dengan kerja part-time dan bukan hanya tidur di kamar setelah kuliah. Dengan biaya belajar Mandarin berikut tinggal dan makan yang hanya Rp 26 juta per 4 bulan, banyak orang Indonesia yang susah mendapat informasi tentang Traditional Chinese di Taiwan. Fyi, saat ke Taiwan dan China, Anda akan belajar berbicara dahulu, bukan langsung menulis. Seperti saat SD Anda belajar menulis huruf besar dan kecil, Anda sudah harus bisa bicara dulu baru belajar menulis -dan akan menjadi lebih gampang. Info sekolah ke Taiwan hubungi: www.everydaymandarin.com
         
         
        Jutaan orang dunia termasuk di Indonesia telah belajar Mandarin saat ini. Jika Anda telat, peluang karir sukses Anda akan direbut mereka! Nah, ini yang paling HOT, mari belajar Mandarin gratis sekaligus dapatkan info dari China/Taiwan di komunitas MANDARIN terbesar dan terlengkap di Indonesia, di sini: http://groups.yahoo.com/group/everydaymandarin
        Lalu klik "JOIN THIS GROUP" (tombol biru)
         
        Alfonso Indra Wijaya
        Tel: +62-21-685 99100
               +62-21-687 87100
        Web: www.everydaymandarin.com
        EM's Facebook: http://www.facebook.com/everydaymandarin



      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.