Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Kota-Kota Termacet di Dunia

Expand Messages
  • Alfonso
    Bersyukurlah kita semua yang tinggal di Jakarta karena tidak dianggap macet. Penulisnya ga pernah datang Jakarta, kali.:D Karena sepenglihatan saya di
    Message 1 of 2 , Jul 1, 2010
    • 0 Attachment
      Bersyukurlah kita semua yang tinggal di Jakarta karena tidak dianggap macet. Penulisnya ga pernah datang Jakarta, kali.:D Karena sepenglihatan saya di Beijing, walau kotanya macet tapi sangat teratur dan rapi. Tidak ada bis yang asal seruduk dan angkot yang ngetem. Apalagi bawah tanah Beijing telah mengular MRT ke segala penjuru kota dengan cukup rapi walau tidak seperti MRT Taipei (Baca: http://groups.yahoo.com/group/everydaymandarin/message/1862). Motor dilarang di Beijing dan kota-kota besar China lainnya.

      Survei di bawah dipantau pada 20 kota besar dunia, dan Jakarta ga termasuk di dalamnya. Berarti Jakarta bukan kota besar (megapolitan)?

      Alfonso
      www.everydaymandarin.com


      -------------------
      Kota-kota Ini Macetnya Luar Biasa

      Beijing (China) dan Mexico City (Meksiko) didaulat sebagai dua megapolitan yang memiliki lalu lintas terburuk di dunia. Tingkat kemacetan di dua kota tersebut sudah sampai mengganggu kesehatan, produktivitas, dan kehidupan sosial penduduk setempat.

      Demikian hasil studi IBM Commuter Pain Study, yang dimuat oleh laman harian Sydney Morning Herald, Rabu 1 Juli 2010. Survei itu mendata penilaian 8.192 pengguna kendaraan bermotor di 20 kota di penjuru dunia. Sayangnya, Jakarta tidak masuk hitungan.

      Hasil survei menunjukkan bahwa Beijing dan Mexico City sama-sama menempati peringkat teratas dengan skor 99 - atau hanya kurang 1 poin dari skor "sempurna" untuk kota yang memiliki kemacetan terparah di muka bumi.

      Dua kota itu, secara berurutan, diikuti oleh Johannesburg (Afrika Selatan), Moscow (Rusia), dan New Delhi (India). Empat kota besar di Amerika Serikat pun masuk dalam kategori wilayah yang bermasalah dengan kemacetan lalu lintas.

      Kota terparah di AS adalah Los Angeles, dengan skor 25, kemudian diikuti oleh New York, Houston, dan Texas. Dari 20 kota yang disurvei, Stockholm menempati peringkat terbawah. Ibukota Swedia itu hanya mendapat skor 15 dan otomatis dipandang sebagai kota besar yang jarang bermasalah dengan kemacetan.

      Namun, sebagian besar responden survei itu mengaku bahwa arus lalu-lintas di kota mereka dalam tiga tahun terakhir kian buruk. Menurut kesimpulan IBM, para respoden rata-rata menyalahkan gagalnya pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang memadai saat aktivitas ekonomi global terus berkembang. Salah satu faktor pendukung yang masih kurang tersedia, adalah sistem transportasi.

      "Berbagai solusi harus dikerahkan bersama-sama untuk mencegah gagalnya jaringan transportasi," demikian pernyataan Naveem Lamba dari IBM.

      Survei IBM itu terbagi atas sepuluh isu - diantaranya mengenai waktu selama perjalanan, waktu yang terbuang selama kemacetan, dan pengaruh kemacetan bagi tingkat stress, kemarahan, dan pekerjaan. Vivanews.
    • yuliling2000@yahoo.com
      Saya blom lama dr Moscow. Macetnya Jakarta rasanya lebih parah dari Moscow. Setidaknya msh lebih teratur daripada Jakarta. Kl di Jakarta macetnya udah bener2
      Message 2 of 2 , Jul 1, 2010
      • 0 Attachment
        Saya blom lama dr Moscow..macetnya Jakarta rasanya lebih parah dari Moscow. Setidaknya msh lebih teratur daripada Jakarta. Kl di Jakarta macetnya udah bener2 kacau..itu pendapat saya se.. ^^

        Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry? smartphone


        From: "Alfonso" <degaan36@...>
        Sender: everydaymandarin@yahoogroups.com
        Date: Thu, 01 Jul 2010 14:51:57 -0000
        To: <everydaymandarin@yahoogroups.com>
        ReplyTo: everydaymandarin@yahoogroups.com
        Subject: <www.everydaymandarin.com> Kota-Kota Termacet di Dunia

         

        Bersyukurlah kita semua yang tinggal di Jakarta karena tidak dianggap macet. Penulisnya ga pernah datang Jakarta, kali.:D Karena sepenglihatan saya di Beijing, walau kotanya macet tapi sangat teratur dan rapi. Tidak ada bis yang asal seruduk dan angkot yang ngetem. Apalagi bawah tanah Beijing telah mengular MRT ke segala penjuru kota dengan cukup rapi walau tidak seperti MRT Taipei (Baca: http://groups.yahoo.com/group/everydaymandarin/message/1862). Motor dilarang di Beijing dan kota-kota besar China lainnya.

        Survei di bawah dipantau pada 20 kota besar dunia, dan Jakarta ga termasuk di dalamnya. Berarti Jakarta bukan kota besar (megapolitan)?

        Alfonso
        www.everydaymandarin.com

        -------------------
        Kota-kota Ini Macetnya Luar Biasa

        Beijing (China) dan Mexico City (Meksiko) didaulat sebagai dua megapolitan yang memiliki lalu lintas terburuk di dunia. Tingkat kemacetan di dua kota tersebut sudah sampai mengganggu kesehatan, produktivitas, dan kehidupan sosial penduduk setempat.

        Demikian hasil studi IBM Commuter Pain Study, yang dimuat oleh laman harian Sydney Morning Herald, Rabu 1 Juli 2010. Survei itu mendata penilaian 8.192 pengguna kendaraan bermotor di 20 kota di penjuru dunia. Sayangnya, Jakarta tidak masuk hitungan.

        Hasil survei menunjukkan bahwa Beijing dan Mexico City sama-sama menempati peringkat teratas dengan skor 99 - atau hanya kurang 1 poin dari skor "sempurna" untuk kota yang memiliki kemacetan terparah di muka bumi.

        Dua kota itu, secara berurutan, diikuti oleh Johannesburg (Afrika Selatan), Moscow (Rusia), dan New Delhi (India). Empat kota besar di Amerika Serikat pun masuk dalam kategori wilayah yang bermasalah dengan kemacetan lalu lintas.

        Kota terparah di AS adalah Los Angeles, dengan skor 25, kemudian diikuti oleh New York, Houston, dan Texas. Dari 20 kota yang disurvei, Stockholm menempati peringkat terbawah. Ibukota Swedia itu hanya mendapat skor 15 dan otomatis dipandang sebagai kota besar yang jarang bermasalah dengan kemacetan.

        Namun, sebagian besar responden survei itu mengaku bahwa arus lalu-lintas di kota mereka dalam tiga tahun terakhir kian buruk. Menurut kesimpulan IBM, para respoden rata-rata menyalahkan gagalnya pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang memadai saat aktivitas ekonomi global terus berkembang. Salah satu faktor pendukung yang masih kurang tersedia, adalah sistem transportasi.

        "Berbagai solusi harus dikerahkan bersama-sama untuk mencegah gagalnya jaringan transportasi," demikian pernyataan Naveem Lamba dari IBM.

        Survei IBM itu terbagi atas sepuluh isu - diantaranya mengenai waktu selama perjalanan, waktu yang terbuang selama kemacetan, dan pengaruh kemacetan bagi tingkat stress, kemarahan, dan pekerjaan. Vivanews.

      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.