Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Roket RX-420 & CN-235 Militer [dapat dari milis tetangga]

Expand Messages
  • Edy Riyono
    Roket RX-420 & CN-235 Militer: Getarkan Australia, Singapura, Malaysia Oleh Cardiyan HIS Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan
    Message 1 of 5 , Aug 3, 2009
      Roket RX-420 & CN-235 Militer:
      Getarkan Australia, Singapura, Malaysia
      Oleh Cardiyan HIS

      Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas
      kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini
      dijegal justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom
      Pemerintah yang sering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu
      mahal dan hanya buang-buang uang saja untuk riset ....! Inilah musuh
      yang sebenarnya. Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia.


      Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420 Lapan
      ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di
      Indonesia yang lebih senang ceritera Pilpres, tetapi di Australia,
      Singapura dan tentu saja di negara tetangga yang suka siksa TKI dan
      muter-muterin Ambalat yakni Malaysia.
      Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat
      memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan
      suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa
      mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya
      nilai tambah tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para
      insinyur Indonesia. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan
      kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya
      komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. Anggaran yang
      dikeluarkan untuk peluncurannya pun "cuma" Rp 1 milyar. Kalah jauh
      dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks pemenangan
      Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp. 50
      milyar. Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari
      Rp. 700 trilyun.
      Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia?
      Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa
      Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama
      Nano Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti
      akan berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik. Bila
      ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan
      satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian
      akan masuk member "Asian Satellite Club" bersama Cina, Korea Utara,
      India dan Iran.
      Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal,
      bukan? Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km
      untuk keperluan damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan
      rakyat Indonesia. Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk
      mampu meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal
      sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga!!! Kalau tempat
      peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura dan
      Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia. Dan kalau
      ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan Malaysia
      Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok Ambalat.
      Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh
      dari utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh
      ancaman nyata di masa depan dekat.

      CN 235 Versi Militer
      Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama "nyaho" kehebatan
      insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket
      RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih
      jauh dari CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati
      perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal
      dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah.
      Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut
      pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi
      terlalu banyak ("cuma" Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan
      lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea
      Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah
      pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di
      kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi
      militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan
      teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi
      kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer
      (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir
      kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.
      Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak
      orang Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil.
      Karya insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista
      dibilangin orang Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika
      Serikat dan Eropa: "Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa
      karena harganya lebih murah". Mereka tidak berpikir jauh ke depan
      bagaimana Indonesia akan terus tergantung di bidang teknologi, Indonesia
      hanya akan menjadi konsumen teknologi dengan membayarnya sangat mahal
      terus menerus sampai kiamat tiba.
      Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri,
      harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya
      para ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan
      dalam team work. Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter
      produksi sebuah pesawat tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah
      pesawat itu berbeda dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala
      dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu bentuk pembayaran,
      tolong dipecahkan dan didukung oleh dunia perbankan, agar jualan produk
      sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon pembeli asing yang
      tak bisa bayar cash.
       
      Best Regards,
      >Edy Riyono<
      PT.Telkom Indonesia,tbk
      Div Enterprise Service Center
      Engineer On Site MANDALA AIRLINES
      Remote :
      Lion,Batavia,Pelita,Airfast,Kuwait Airways
      Gdg Menara Multimedia Lt.12
      Jl. Kebon Sirih No.12, Jak-Pus 10110
      HP:(62)-81380231101,(62)-32997887



    • sauti thamrin
      mantabs ya boz...keren nie artikel...ada photonya gaa roket RX-420 & CN-235 Militer? ________________________________ From: Edy Riyono
      Message 2 of 5 , Aug 3, 2009
        mantabs ya boz...keren nie artikel...ada photonya gaa roket RX-420 & CN-235 Militer?


        From: Edy Riyono <edy_riyono@...>
        To: tangerang at-tadzkir <at-tadzkir@yahoogroups.com>; Forum Eos Bot <eosbot@yahoogroups.com>
        Sent: Monday, August 3, 2009 2:39:01 PM
        Subject: [eosbot] Roket RX-420 & CN-235 Militer [dapat dari milis tetangga]

         

        Roket RX-420 & CN-235 Militer:
        Getarkan Australia, Singapura, Malaysia
        Oleh Cardiyan HIS

        Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas
        kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini
        dijegal justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom
        Pemerintah yang sering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu
        mahal dan hanya buang-buang uang saja untuk riset ....! Inilah musuh
        yang sebenarnya. Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia.


        Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420 Lapan
        ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di
        Indonesia yang lebih senang ceritera Pilpres, tetapi di Australia,
        Singapura dan tentu saja di negara tetangga yang suka siksa TKI dan
        muter-muterin Ambalat yakni Malaysia.
        Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat
        memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan
        suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa
        mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya
        nilai tambah tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para
        insinyur Indonesia. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan
        kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya
        komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. Anggaran yang
        dikeluarkan untuk peluncurannya pun "cuma" Rp 1 milyar. Kalah jauh
        dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks pemenangan
        Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp. 50
        milyar. Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari
        Rp. 700 trilyun.
        Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia?
        Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa
        Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama
        Nano Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti
        akan berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik. Bila
        ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan
        satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian
        akan masuk member "Asian Satellite Club" bersama Cina, Korea Utara,
        India dan Iran.
        Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal,
        bukan? Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km
        untuk keperluan damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan
        rakyat Indonesia. Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk
        mampu meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal
        sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga!!! Kalau tempat
        peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura dan
        Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia. Dan kalau
        ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan Malaysia
        Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok Ambalat.
        Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh
        dari utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh
        ancaman nyata di masa depan dekat.

        CN 235 Versi Militer
        Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama "nyaho" kehebatan
        insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket
        RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih
        jauh dari CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati
        perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal
        dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah.
        Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut
        pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi
        terlalu banyak ("cuma" Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan
        lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea
        Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah
        pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di
        kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi
        militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan
        teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi
        kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer
        (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir
        kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.
        Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak
        orang Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil.
        Karya insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista
        dibilangin orang Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika
        Serikat dan Eropa: "Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa
        karena harganya lebih murah". Mereka tidak berpikir jauh ke depan
        bagaimana Indonesia akan terus tergantung di bidang teknologi, Indonesia
        hanya akan menjadi konsumen teknologi dengan membayarnya sangat mahal
        terus menerus sampai kiamat tiba.
        Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri,
        harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya
        para ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan
        dalam team work. Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter
        produksi sebuah pesawat tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah
        pesawat itu berbeda dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala
        dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu bentuk pembayaran,
        tolong dipecahkan dan didukung oleh dunia perbankan, agar jualan produk
        sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon pembeli asing yang
        tak bisa bayar cash.
         
        Best Regards,
        >Edy Riyono<
        PT.Telkom Indonesia,tbk
        Div Enterprise Service Center
        Engineer On Site MANDALA AIRLINES
        Remote :
        Lion,Batavia,Pelita,Airfast, Kuwait Airways
        Gdg Menara Multimedia Lt.12
        Jl. Kebon Sirih No.12, Jak-Pus 10110
        HP:(62)-81380231101 ,(62)-32997887




      • Tricahyono -
        seneng banget dengernya..kita ga kalah pinter dari negra2 laen.. knapa juga kita ga bikin router sendiri,.. mungkin bisa dikasih nama Router E-Bot.. Keep
        Message 3 of 5 , Aug 3, 2009
          seneng banget dengernya..kita ga kalah pinter dari negra2 laen..
          knapa juga kita ga bikin router sendiri,.. mungkin bisa dikasih nama "Router E-Bot.."

          Keep proude being an indonesian..
          keep inspiring guys..

          ETC..


          From: Edy Riyono <edy_riyono@...>
          To: tangerang at-tadzkir <at-tadzkir@yahoogroups.com>; Forum Eos Bot <eosbot@yahoogroups.com>
          Sent: Monday, August 3, 2009 2:39:01 PM
          Subject: [eosbot] Roket RX-420 & CN-235 Militer [dapat dari milis tetangga]

           

          Roket RX-420 & CN-235 Militer:
          Getarkan Australia, Singapura, Malaysia
          Oleh Cardiyan HIS

          Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas
          kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini
          dijegal justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom
          Pemerintah yang sering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu
          mahal dan hanya buang-buang uang saja untuk riset ....! Inilah musuh
          yang sebenarnya. Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia.


          Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420 Lapan
          ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di
          Indonesia yang lebih senang ceritera Pilpres, tetapi di Australia,
          Singapura dan tentu saja di negara tetangga yang suka siksa TKI dan
          muter-muterin Ambalat yakni Malaysia.
          Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat
          memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan
          suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa
          mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya
          nilai tambah tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para
          insinyur Indonesia. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan
          kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya
          komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. Anggaran yang
          dikeluarkan untuk peluncurannya pun "cuma" Rp 1 milyar. Kalah jauh
          dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks pemenangan
          Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp. 50
          milyar. Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari
          Rp. 700 trilyun.
          Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia?
          Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa
          Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama
          Nano Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti
          akan berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik. Bila
          ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan
          satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian
          akan masuk member "Asian Satellite Club" bersama Cina, Korea Utara,
          India dan Iran.
          Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal,
          bukan? Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km
          untuk keperluan damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan
          rakyat Indonesia. Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk
          mampu meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal
          sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga!!! Kalau tempat
          peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura dan
          Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia. Dan kalau
          ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan Malaysia
          Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok Ambalat.
          Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh
          dari utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh
          ancaman nyata di masa depan dekat.

          CN 235 Versi Militer
          Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama "nyaho" kehebatan
          insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket
          RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih
          jauh dari CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati
          perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal
          dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah.
          Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut
          pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi
          terlalu banyak ("cuma" Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan
          lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea
          Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah
          pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di
          kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi
          militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan
          teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi
          kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer
          (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir
          kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.
          Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak
          orang Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil.
          Karya insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista
          dibilangin orang Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika
          Serikat dan Eropa: "Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa
          karena harganya lebih murah". Mereka tidak berpikir jauh ke depan
          bagaimana Indonesia akan terus tergantung di bidang teknologi, Indonesia
          hanya akan menjadi konsumen teknologi dengan membayarnya sangat mahal
          terus menerus sampai kiamat tiba.
          Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri,
          harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya
          para ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan
          dalam team work. Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter
          produksi sebuah pesawat tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah
          pesawat itu berbeda dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala
          dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu bentuk pembayaran,
          tolong dipecahkan dan didukung oleh dunia perbankan, agar jualan produk
          sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon pembeli asing yang
          tak bisa bayar cash.
           
          Best Regards,
          >Edy Riyono<
          PT.Telkom Indonesia,tbk
          Div Enterprise Service Center
          Engineer On Site MANDALA AIRLINES
          Remote :
          Lion,Batavia,Pelita,Airfast, Kuwait Airways
          Gdg Menara Multimedia Lt.12
          Jl. Kebon Sirih No.12, Jak-Pus 10110
          HP:(62)-81380231101 ,(62)-32997887




        • Edy Riyono
          link dan gambat nya dari KOMPAS neh om n tante semua.. http://sains.kompas.com/read/xml/2009/07/03/17065375/lapan.luncurkan.roket.terbesar.rx-420 Best Regards,
          Message 4 of 5 , Aug 3, 2009
            link dan gambat nya dari KOMPAS neh om n tante semua..

            http://sains.kompas.com/read/xml/2009/07/03/17065375/lapan.luncurkan.roket.terbesar.rx-420


             
            Best Regards,
            >Edy Riyono<
            PT.Telkom Indonesia,tbk
            Div Enterprise Service Center
            Engineer On Site MANDALA AIRLINES
            Remote :
            Lion,Batavia,Pelita,Airfast,Kuwait Airways
            Gdg Menara Multimedia Lt.12
            Jl. Kebon Sirih No.12, Jak-Pus 10110
            HP:(62)-81380231101,(62)-32997887




            From: sauti thamrin <aquariusman2001@...>
            To: eosbot@yahoogroups.com
            Sent: Monday, August 3, 2009 2:55:06 PM
            Subject: Re: [eosbot] Roket RX-420 & CN-235 Militer [dapat dari milis tetangga]

             

            mantabs ya boz...keren nie artikel...ada photonya gaa roket RX-420 & CN-235 Militer?


            From: Edy Riyono <edy_riyono@yahoo. com>
            To: tangerang at-tadzkir <at-tadzkir@yahoogro ups.com>; Forum Eos Bot <eosbot@yahoogroups. com>
            Sent: Monday, August 3, 2009 2:39:01 PM
            Subject: [eosbot] Roket RX-420 & CN-235 Militer [dapat dari milis tetangga]

             

            Roket RX-420 & CN-235 Militer:
            Getarkan Australia, Singapura, Malaysia
            Oleh Cardiyan HIS

            Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas
            kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini
            dijegal justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom
            Pemerintah yang sering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu
            mahal dan hanya buang-buang uang saja untuk riset ....! Inilah musuh
            yang sebenarnya. Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia.


            Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420 Lapan
            ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di
            Indonesia yang lebih senang ceritera Pilpres, tetapi di Australia,
            Singapura dan tentu saja di negara tetangga yang suka siksa TKI dan
            muter-muterin Ambalat yakni Malaysia.
            Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat
            memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan
            suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa
            mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya
            nilai tambah tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para
            insinyur Indonesia. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan
            kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya
            komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. Anggaran yang
            dikeluarkan untuk peluncurannya pun "cuma" Rp 1 milyar. Kalah jauh
            dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks pemenangan
            Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp. 50
            milyar. Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari
            Rp. 700 trilyun.
            Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia?
            Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa
            Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama
            Nano Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti
            akan berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik. Bila
            ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan
            satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian
            akan masuk member "Asian Satellite Club" bersama Cina, Korea Utara,
            India dan Iran.
            Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal,
            bukan? Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km
            untuk keperluan damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan
            rakyat Indonesia. Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk
            mampu meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal
            sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga!!! Kalau tempat
            peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura dan
            Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia. Dan kalau
            ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan Malaysia
            Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok Ambalat.
            Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh
            dari utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh
            ancaman nyata di masa depan dekat.

            CN 235 Versi Militer
            Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama "nyaho" kehebatan
            insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket
            RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih
            jauh dari CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati
            perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal
            dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah.
            Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut
            pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi
            terlalu banyak ("cuma" Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan
            lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea
            Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah
            pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di
            kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi
            militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan
            teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi
            kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer
            (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir
            kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.
            Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak
            orang Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil.
            Karya insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista
            dibilangin orang Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika
            Serikat dan Eropa: "Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa
            karena harganya lebih murah". Mereka tidak berpikir jauh ke depan
            bagaimana Indonesia akan terus tergantung di bidang teknologi, Indonesia
            hanya akan menjadi konsumen teknologi dengan membayarnya sangat mahal
            terus menerus sampai kiamat tiba.
            Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri,
            harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya
            para ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan
            dalam team work. Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter
            produksi sebuah pesawat tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah
            pesawat itu berbeda dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala
            dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu bentuk pembayaran,
            tolong dipecahkan dan didukung oleh dunia perbankan, agar jualan produk
            sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon pembeli asing yang
            tak bisa bayar cash.
             
            Best Regards,
            >Edy Riyono<
            PT.Telkom Indonesia,tbk
            Div Enterprise Service Center
            Engineer On Site MANDALA AIRLINES
            Remote :
            Lion,Batavia,Pelita,Airfast, Kuwait Airways
            Gdg Menara Multimedia Lt.12
            Jl. Kebon Sirih No.12, Jak-Pus 10110
            HP:(62)-81380231101 ,(62)-32997887





          • Mellow
            Nice Info Gan.... ________________________________ Dari: Edy Riyono Kepada: tangerang at-tadzkir ; Forum Eos
            Message 5 of 5 , Aug 3, 2009
              Nice Info Gan....



              Dari: Edy Riyono <edy_riyono@...>
              Kepada: tangerang at-tadzkir <at-tadzkir@yahoogroups.com>; Forum Eos Bot <eosbot@yahoogroups.com>
              Terkirim: Senin, 3 Agustus, 2009 14:39:01
              Judul: [eosbot] Roket RX-420 & CN-235 Militer [dapat dari milis tetangga]

               

              Roket RX-420 & CN-235 Militer:
              Getarkan Australia, Singapura, Malaysia
              Oleh Cardiyan HIS

              Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas
              kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini
              dijegal justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom
              Pemerintah yang sering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu
              mahal dan hanya buang-buang uang saja untuk riset ....! Inilah musuh
              yang sebenarnya. Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia.


              Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420 Lapan
              ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di
              Indonesia yang lebih senang ceritera Pilpres, tetapi di Australia,
              Singapura dan tentu saja di negara tetangga yang suka siksa TKI dan
              muter-muterin Ambalat yakni Malaysia.
              Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat
              memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan
              suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa
              mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya
              nilai tambah tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para
              insinyur Indonesia. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan
              kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya
              komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. Anggaran yang
              dikeluarkan untuk peluncurannya pun "cuma" Rp 1 milyar. Kalah jauh
              dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks pemenangan
              Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp. 50
              milyar. Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari
              Rp. 700 trilyun.
              Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia?
              Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa
              Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama
              Nano Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti
              akan berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik. Bila
              ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan
              satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian
              akan masuk member "Asian Satellite Club" bersama Cina, Korea Utara,
              India dan Iran.
              Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal,
              bukan? Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km
              untuk keperluan damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan
              rakyat Indonesia. Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk
              mampu meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal
              sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga!!! Kalau tempat
              peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura dan
              Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia. Dan kalau
              ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan Malaysia
              Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok Ambalat.
              Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh
              dari utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh
              ancaman nyata di masa depan dekat.

              CN 235 Versi Militer
              Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama "nyaho" kehebatan
              insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket
              RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih
              jauh dari CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati
              perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal
              dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah.
              Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut
              pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi
              terlalu banyak ("cuma" Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan
              lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea
              Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah
              pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di
              kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi
              militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan
              teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi
              kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer
              (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir
              kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.
              Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak
              orang Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil.
              Karya insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista
              dibilangin orang Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika
              Serikat dan Eropa: "Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa
              karena harganya lebih murah". Mereka tidak berpikir jauh ke depan
              bagaimana Indonesia akan terus tergantung di bidang teknologi, Indonesia
              hanya akan menjadi konsumen teknologi dengan membayarnya sangat mahal
              terus menerus sampai kiamat tiba.
              Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri,
              harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya
              para ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan
              dalam team work. Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter
              produksi sebuah pesawat tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah
              pesawat itu berbeda dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala
              dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu bentuk pembayaran,
              tolong dipecahkan dan didukung oleh dunia perbankan, agar jualan produk
              sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon pembeli asing yang
              tak bisa bayar cash.
               
              Best Regards,
              >Edy Riyono<
              PT.Telkom Indonesia,tbk
              Div Enterprise Service Center
              Engineer On Site MANDALA AIRLINES
              Remote :
              Lion,Batavia,Pelita,Airfast, Kuwait Airways
              Gdg Menara Multimedia Lt.12
              Jl. Kebon Sirih No.12, Jak-Pus 10110
              HP:(62)-81380231101 ,(62)-32997887





              Berselancar lebih cepat.
              Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)
            Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.