Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Impor Pakaian Bekas: Menyebar Penyakit dan Mematikan Industri Tekstil

Expand Messages
  • A Nizami
    Assalamu alaikum wr wb, Mungkin akibat krisis moneter yang melanda, Indonesia bahkan sampai mengimpor pakaian bekas. Tapi apa ini bermanfaat. Saya pernah
    Message 1 of 1 , May 5 4:28 AM
    • 0 Attachment
      Assalamu'alaikum wr wb,

      Mungkin akibat krisis moneter yang melanda, Indonesia
      bahkan sampai mengimpor pakaian bekas. Tapi apa ini
      bermanfaat.

      Saya pernah mendengar lagu yang syairnya sebagai
      berikut:
      "The blankets they give the indians, only make them
      die..."

      Dulu orang kulit putih di AS memberi selimut bekas
      kepada orang-orang Indian, ternyata selimut tersebut
      mengandung virus penyakit cacar air yang tidak
      berbahaya bagi orang kulit putih, tapi mematikan bagi
      orang Indian.

      Nah, sekarang di Indonesia kejadian serupa hampir
      terjadi. Jika ada pakaian bekas yang mengandung
      penyakit berbahaya, apa jadinya nasib bangsa
      Indonesia?

      Impor pakaian bekas selain bisa menularkan wabah
      penyakit juga semakin merendahkan martabat bangsa
      Indonesia, dan mematikan industri tekstil di
      Indonesia.

      Bagaimana pun murahnya pakaian yang kita buat, tentu
      jauh lebih murah pakaian bekas.

      Wassalam


      Karyawan Pabrik Tekstil di Bandung Tolak Impor Pakaian
      Bekas
      Reporter : M. Munab Islah Ahyani

      detikcom - Bandung, Ratusan karyawan pabrik tekstil
      dari berbagai industri di kota Bandung, Senin
      (5/5/2003) menggelar aksi demo di halaman DPRD I
      Jabar, Jl Diponegoro 10. Para karyawan ini meminta
      pemerintah bertindak tegas terhadap praktek impor
      pakaian bekas yang membuat industri tekstil dalam
      negeri sulit berkembang.

      Massa yang mengaku datang dari Himpunan Pengusaha
      Kecil & Koperasi TPT dan Forum Solidaritas Konfederasi
      Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Komite Pengusaha
      Kecil dan Pengrajin ini menilai, praktek perdagangan
      pakaian bekas di dalam negeri membuat produk-produk
      mereka menjadi tidak kompetitif.

      Akibat lainnya adalah, banyak industri tekstil di
      dalam negeri yang mati dan munculnya pengangguran baru
      akibat banyak PHK. Selain itu, impor pakaian bekas
      menurut mereka juga hanya akan mendatangkan penyakit
      ke Indonesia. "Martabat bangsa juga jatuh karena impor
      pakaian bekas," kata Wawan Dermawan, koordinator aksi
      massa
      ini.

      Untuk itu, pemerintah diminta bersikap tegas dan
      menolak semua praktek perdagangan dan penyelundupan
      pakaian bekas dari luar negeri.

      Massa memasang spanduk di pagar halaman DPRD berisikan
      penolakan mereka terhadap impor pakaian bekas.
      Sementara, aparat keamanan terlihat hanya berjaga-jaga
      dari kejauhan. Aksi itu sendiri secara keseluruhan
      berlangsung dengan aman dan tertib.

      Begitu waktu salat Dzuhur tiba, massa pun membubarkan
      dirinya.
      (nrl)
      http://www.detik.com/peristiwa/2003/05/05/20030505-124723.shtml


      __________________________________
      Do you Yahoo!?
      The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.
      http://search.yahoo.com
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.