Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [ekonomi-nasional] [Editorial Berdikari Online] Pencabutan Subsidi Dan Penyehatan APBN?

Expand Messages
  • Ilham M. Wijaya
    Wah ini ga ngerti aksi ... Sy kira anarkisme mahasiswa itu ga mungkin berdiri sendiri bung...pasti ada sebabnya...tdk pernah ada aksi mahasiswa yg merencanakan
    Message 1 of 5 , Mar 29, 2012
    • 0 Attachment
      Wah ini ga ngerti aksi ...
      Sy kira anarkisme mahasiswa itu ga mungkin berdiri sendiri bung...pasti ada sebabnya...tdk pernah ada aksi mahasiswa yg merencanakan penjarahan ataupun bentuk anarkis lain.

      Itu pasti dipicu oleh sikap provokatif pihak lain. Tdk ada juga perubahan itu dimulai dimeja semua harus dgn turun kejalan karena pemerintah ini sdh tuli dan bebal.

      Kalaupn ada pihak yg dirugikan dgn aksi mahasiswa, hrsnya mereka juga sadar dong yg diperjuangkan itu, nasib semua rakyat yg miskin. Sekrang dirugikan tapi akan diselamatkan jika aksi berhasil.

      Ini salah kaprah, rakyat dininabobokan dengan hidup damai dan tenang padahal disaat itupula mereka dimiskinkan secara struktural oleh negara. Masih untung ada yg menyuarakan, jika tdk kita bs hancur bersama-sama...

      Kita hanya perlu mendoakan bagi para pejuang rakyat itu, mereka bisa ikhlas sungguh2 dan dimudahkan semuanya...dengan begitu semua akan satu tujuan satu cita2 perubahan...


      Best Regards,

      Twitter: @IlhamMwijaya
      PinBB : 23C2CB12

      Sent from my BlackBerry®
      powered by Sinyal Kuat INDOSAT

      -----Original Message-----
      From: edelweiss <my.wahyu@...>
      Sender: ekonomi-nasional@yahoogroups.com
      Date: Thu, 29 Mar 2012 19:02:21
      To: <ekonomi-nasional@yahoogroups.com>
      Reply-To: ekonomi-nasional@yahoogroups.com
      Subject: Re: [ekonomi-nasional] [Editorial Berdikari Online] Pencabutan
      Subsidi Dan Penyehatan APBN?

      Khusus u mahasiswa yg berdemo anarkis di makassar (UNM, UNISMUH, UIN,
      UNHAS, 45, dLL )...

      Heeeeiii!!! Mahasiswa yg sok intelektual taukah kalian bahwa kami lebih
      resah dengan ulah kalian yg :
      - menutup jalan
      - menjarah
      - membakar pos polisi
      - lempar2an batu
      Dibandingkan dengan kenaikan bbm..
      Biarlah bbm naik yg penting suasana aman, damai dan terkendali, sehingga
      kami bisa tenang mencari nafkah u keluarga kami..

      Wooii mahasiswa yg sok peduli!! Apakah kalian pernah peduli bgmn nasib
      sopir angkot (pete2) yg susah dapat penumpang karena demo kalian yg menutup
      jalan, ataukah bgmn nasib sopir gas, sopir truck coca cola yg kalian jarah
      dan bakar!!!

      Woii mahasiswa yg sok suci tp pencuri!! Apakah kalian sadar klo kalian
      lebih rakus dari koruptor, dengan menjarah toko2 disekitar kampus kalian
      (giant, mc donald n' Kfc).. Apakah kalian sadar barang yg kalian makan dari
      hasil menjarah itu adalah haram karena hasil menjarah..

      Ingat!! Kami butuh kedamaian bukan suasana mencekam heeeiiii mahasiswa
      jagoan dengan ipk rendah yg bisanya cuma aksi dijalanan..

      Cobalah kalian membuat aksi tanpa merugikan masyarakat..
      Contohlah BEM UI yg menyampaikan aspirasi ke DPR dengan santun, duduk satu
      meja dan mendiskusikan masalah bangsa!! Itulah cermin intelektual
      mahasiswa..

      Bukan seperti kalian mahasiswa (UNM, UNISMUH, UIN, UNHAS, 45, dLL ) yg
      arogan seperti bangsa barbar!!

      percuma kalian kuliah dikampus yg berlandaskan ISLAM (UIN, UNISMUH) tp
      kalian tdk mencerminkan sifat2 keislaman..

      T'penting.. klo mau DEMO jgn lupa bwa bekal (Nasi/Burasa, Air minum skalian
      tikarnya) spya tidak seenaknya merampas jualannya orang!!!

      STOP DEMONSTRASI ANARKIS!!! forward kesemua contact!!!!

      On Thu, Mar 29, 2012 at 17:00, ulfha <ulfha_raz@...> wrote:

      > **
      >
      >
      > Pencabutan Subsidi Dan Penyehatan APBN?
      > Kamis, 29 Maret 2012 | Editorial Berdikari Online
      >
      > Pemerintah punya lagu lama yang selalu dinyanyikan di saat hendak
      > menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Lagu lama ini antara lain
      > berbunyi: "APBN defisit karena subsidi. Karena itu, subsidi harus
      > dikurangi dan direalokasi."
      >
      > Akan tetapi, lama kelamaan lagu lama itu ketahuan juga bohongnya.
      > Semakin sering dinyanyikan, rakyat pun secara perlahan-lahan juga
      > mengetahui kepalsuan-kepalsuan pemerintah dibalik argumentasi
      > pengurangan subsidi sebagai langkah untuk menyehatkan APBN.
      >
      > Di berbagai aksi protes kenaikan harga BBM di daerah, sejumlah massa
      > aksi membentangkan poster berisikan seruan pemerintah menghemat belanja
      > birokrasi dan menyetop pembayaran utang luar negeri. Mereka makin faham,
      > yang membuat APBN jebol bukanlah subsidi, melainkan belanja aparatus dan
      > pembayaran utang.
      >
      > Baiklah, agar kita lebih jernih melihat kepalsuan lagu lama pemerintah
      > ini, kita coba lihat lagi postur APBN-P 2012 yang sedang dibahas
      > pemerintah dan DPR.
      >
      > Dalam APBN-P 2012, anggaran terbesar masih pada belanja rutin pemerintah
      > sebesar Rp724 trilliun. Dalam postur APBN-P 2012, belanja pegawai
      > disepakati sebesar Rp212,242,8 triliun dan belanja barang sebesar
      > Rp186,555,9 triliun. Sedangkan belanja modal hanya Rp168,875,2 triliun
      > atau 10,9% dari total belanja negara.
      >
      > Dengan demikian, postur APBN-P 2012 tetap saja memperlihatkan
      > ketidakefisienan dan tidak produktif. Jika hendak menggenjot
      > pembangunan, pemerintah seharusnya memperbesar belanja modal. Tetapi,
      > pada kenyataannya, APBNP-2012 tetap fokus pada upaya "mempergendut
      > perut birokrasi". Ini yang menyebabkan peningkatan proporsi anggaran
      > APBN tidak menghasilkan kesejahteraan rakyat.
      >
      > Selain itu, sekalipun anggaran belanja modal itu sudah sangat sedikit,
      > sehingga energi untuk pembangunan juga kecil, rupanya tingkat realisasi
      > atau penyerapan anggarannya juga tidak maksimal. Menurut Direktur
      > Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef),
      > Ahmad Erani Yustika, realisasi atau penyerapan belanja modal hanya
      > rata-rata berkisar 87%. Pada APBN 2011, hingga bulan November 2011,
      > realisasi belanja barang dan belanja modal bahkan masing-masing baru
      > sekitar 59% dan 46%. Ini mencerminkan birokrasi yang tidak produktif,
      > tidak efektif, dan tidak kreatif.
      >
      > Sudah begitu, pada APBN-P 2012 juga disepakati penurunan penerimaan
      > pajak dari Rp1.033 triliun menjadi Rp1.012 triliun. Padahal, sekarang
      > saja rasio pajak Indonesia terhadap PDB sudah terlalu rendah, yaitu
      > hanya 12%. Bayangkan, Perkumpulan Prakarsa memperkirakan Indonesia
      > kehilangan potensi penerimaan pajak sebesar Rp500 triliun. Itukan
      > sepertiga dari total APBN-P 2012 yang berjumlah Rp1.548,3 triliun.
      > Artinya, dengan uang sebanyak itu, anggaran pembangunan bisa diperbanyak
      > dan subsidi sosial untuk rakyat bisa ditambah.
      >
      > Menurut kami, ada argumentasi pemerintah yang patut diperiksa, yakni
      > pengurangan subsidi BBM akibat naiknya harga minyak dunia. Pada
      > kenyataannya, subsidi BBM di APBN terus menerus menurun. Artinya,
      > pemerintah memang punya "politik anggaran" yang sengaja
      > mengurangi subsidi BBM. Pada tahun 2005, subsidi BBM masih berkisar 18,8
      > persen dari APBN. Sedangkan pada tahun 2012, subsidi BBM hanya 8,7
      > persen dari APBN.
      >
      > Menurut kami, penurunan subsidi BBM terkait dengan orientasi kebijakan
      > ekonomi pemerintah yang berbau neoliberal. Sejak tahun 1999, IMF sudah
      > mendesak pemerintah Indonesia mencabut subsidi BBM. Lalu, pada tahun
      > 2001, desakan itu makin kencang diserukan oleh Bank Dunia dan USAID.
      > Rupanya, sejak tahun 2008, Organisasi Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi
      > (OECD) sudah "mengejar-ngejar" pemerintah Indonesia agar
      > memastikan penghapusan subsidi BBM. Lalu, pada 1 November 2010, Sekjend
      > OECD Angel Gurria menemui sejumlah Pejabat Tinggi Indonesia, termasuk
      > Wapres Boediono dan Menkeu Agus Martowardoyo. Di situ, OECD berusaha
      > menyakinkan pemerintah Indonesia agar segera menghapus subsidi BBM dan
      > listrik hingga 2014.
      >
      > Di Forum G-20, baik di Pittsburgh maupun di Gyeongju, Korea Selatan,
      > proposal penghapusan subdisi BBM sangat gencar disuarakan. Di
      > Pittsburgh, G20 memaksa negara anggotanya, termasuk Indonesia, segera
      > menghapus subsidi BBM secara bertahap. Di Gyeongju, Korea Selatan,
      > Pemerintah Indonesia menjanjikan akan melaksanakan penghapusan subdisi
      > energi, khususnya BBM dan TDL, dimulai pada tahun 2011.
      >
      > Dengan demikian, argumentasi pemerintah tentang pengurangan subsidi BBM
      > untuk penyehatan APBN hanyalah kebohongan belaka. Di belakang proposal
      > itu adalah kepentingan negeri-negeri imperialis, melalui lembaga seperti
      > IMF, Bank Dunia, USAID, dan OECD, untuk meliberalkan sektor hilir migas
      > Indonesia.
      >
      > Kita setuju dengan realokasi anggaran, tapi bukan subsidi BBM. Yang
      > mestinya direalokasi adalah belanja rutin pemerintah. Anggaran subsidi
      > BBM mestinya tetap dipertahankan untuk mendorong ekonomi rakyat dan
      > merangsang peningkatan daya beli rakyat.
      > Anda dapat menanggapi Editorial Berdikari Online di:
      > redaksiberdikari@...
      > http://www.berdikarionline.com/editorial/20120329/pencabutan-subsidi-unt\
      > uk-sehatkan-apbn.html<http://www.berdikarionline.com/editorial/20120329/pencabutan-subsidi-untuk-sehatkan-apbn.html>
      > <http://www.berdikarionline.com/editorial/20120329/pencabutan-subsidi-un\
      > tuk-sehatkan-apbn.html<http://www.berdikarionline.com/editorial/20120329/pencabutan-subsidi-untuk-sehatkan-apbn.html>
      > >
      >
      > [Non-text portions of this message have been removed]
      >
      >
      >


      [Non-text portions of this message have been removed]




      [Non-text portions of this message have been removed]
    • Syahganda Nainggolan
      Sang AVANT-GARDE Suatu hari ketika saya baru masuk menjadi mahasiswa ITB, th 1984, kami dikumpulkan setiap minggu dalam kelompok-kelompok, dipelataran halaman
      Message 2 of 5 , Mar 29, 2012
      • 0 Attachment
        Sang AVANT-GARDE

        Suatu hari ketika saya baru masuk menjadi mahasiswa ITB, th 1984, kami dikumpulkan setiap minggu dalam kelompok-kelompok, dipelataran halaman kampus, dibawah rindangan pohon bougenvil yg memerah bunganya, untuk mendengarkan petuah2 para senior. Dalam sambutan pembukaan awal, seorang senior yang kurus tinggi mirip China (saat ini dia menjadi dirut sebuah BUMN telekomunikasi) berteriak-teriak lantang, "hai kau, apa profesi kau?" arah pertanyaannya tajam kemata saya, " saya katakan "saya nantinya akan menjadi ahli geodesi", karena itulah jurusan saya. Setelah itu dia bertanya lagi kepada bebarap mahasiswa dari jurusan lainnya, dengan jawaban yang tentunya mirip.

        Senior lantang itu lalu menjawab, "kalian adalah anak2 pintar yang goblok!, katanya. Profesi kalian adalah mahasiswa. Tau apa itu mahasiswa???? Mahasiswa adalah "avant-garde" perjoangan untuk membebaskan negeri ini dari kebodohon, penindasan dan kesewenang2an penguasa. Saya yang menjadi mahasiswa baru tentu tak paham arti kata2 senior itu. "Avant-garde", bahasa apa itu?

        Waktu berjalan demi waktu. Tabir tentang "avant-garde" perlahan-lahan terbuka dikepala saya. Sebuah pembangunan yang bersandarkan pada kapitalisme ternyata hanya butuh manusia2 "pintar" yang mampu menjadi "skrup-skrup" modernisasi pembangunan. Keahlian dibutuhkan untuk menopang jalannya pembangunan dan pembangunan. Kesadaran tentang pembangunan itu untuk siap? Milik siapa? Oleh siapa? Tidak muncul dari sistem kapitalisme yang angkuh. Manusia pintar adalah alat produksi. Ya alat produksi seperti unsur2 kapital lainnya. Pembangunan hanya menguntungkan segelintir orang2 pemilik modal dan terus menerus menelantarkan rakyat miskin.

        Avant-garde? Bahasa apakah itu...? Renunganku semakin dalam, setiap waktu bertambah. Apakah aku pernah tahu bahwa suatu waktu aku hanya menjadi pelayan sebuah mesin2 industri? Apakah aku akan seperti Charlie Chaplin dalm sebuah filmnya ttg industri? Untung saja aku punya waktu diluar jam2 kuliah, merenungkan bahwa ada urusan lain yang harus disadari, yakni, berpikir untuk siapa pembangunan ini ditujukan.

        Pikiran yang berkembang untuk siapa pembangunan itu membuka misteri tentang "avant-garde". Ketika kapitalisme telah melumpuhkan elit-elit nasional, baik presiden, menteri dan DPR nya, maka harus ada kelompok lain yang tercerahkan. Siapakah itu?

        Ulama2 di masa itu dan bahkan umumnya sampai saat ini telah menjadi "wakil Tuhan" untuk memberikan pembenaran2 atas tindakan rejim. Professor-professor juga berkelakuan yang sama, menulis kajian2 ilmiah sebagai alat pembenaran semata. Lalu, siapakah yang masih mempunyai hati nurani untuk memperjuangkan rakyat jelata? Ternyata hanya ada pada mahasiswa. Ya mahasiswa..

        Misteri Avant-garde di masa Suharto akhirnya saya pahami. mahasiswa sebagai Avant-Garde perjoangan pembebasan artinya mahasiswa adalah pioneer, yang paling depan, yang paling berani, yang paling dedikated , yang paling cinta dalam meperjoangkan nasib rakyat jelata.

        Setelah reformasi sempat terlihat mahasiswa kehilangan peran, karena demokrasi liberal telah menjadi tumpuan sebuah "bangsa" baru. Mulailah mahasiswa direkrut di parpol-parpol dan terjebak elit kekuasaan. Istilah mahasiswa bayaran merajalela. Sementara parpol-parpol bergerak sebagai elemen demokrasi yang semu, yang membajak partisipasi rakyat dalam oligarki ketua2 partai, yang bekerjasama dengan para cukong. Alhasil paska hancurnya rezim Suharto suasana tampak tidak lebih baik saat ini. Rakyat semakin tertindas, sebaliknya daftar nama2 segelintir elit pengusaha semakin mencengkram halaman2 daftar orang terkaya Forbes. Pancasilapun dihancurkan. Sila ke empat yang berakar dari kebudayaan Indonesia asli, Musyawarah dan Mufakat, berubah menjadi voting dan liberal. Pancasila hanya bersisa pada kertas2 bungkus kacang goreng yang kumuh.

        Alhamdulillah, ternyata, mahasiswa sebagai "avant-garde", muncul kembali. Kampus2 bergolak kembali. Hati yang paling dalam dari unsur kemanusiannya manusia telah muncul. Saat ini mahasiswa sudah turun dengan jiwanya. Mereka bergerak tanpa bayaran. Mereka melawan rezim yang menurunkan polisi dan tentara dengan kayu, batu dan apa adanya. Padahal mereka sedang ditunggu peluru2 panas polisi dan tentara yang harus bekerja demi rejim ini.

        Seandainya momentum ini direnungi sebagai sebuah sinar baru, cahaya baru, pelita baru, kebangkitan baru, maka selayaknya para pemimpin nasioanal bersatu. Mereka harus hidup kembali dari inspirasi perjoangan mahasiswa, sang avant-garde. Urusan BBM adalah puncak gunung es dari runtuhnya "trust- building" dari kesatuan kita sebagai sebuah bangsa. Kita tidak perlu bertengkar soal bagaimana cara mahasiswa aksi bertahan dilapangan. Apa kah mengganggu sedikit orang yang akan bekerja, sedang belanja, berkenderaan, dlsb. Sudah saatnya semua mencari manfaat dari gerakan mahasiswa ini, menyelamatkan Indonesia dari penindasan asing dan kolaborator elit nasioanal.

        Viva Mahasiswa! Viva Sang Avant-Garde


        Syahganda
        Sentul, 30 Maret 2012

        Semoga Allah Azza Wa Jalla menyelamatkan bangsa ini


        Syahganda Nainggolan
        Sent from my iPad

        On 29 Mar 2012, at 19:02, edelweiss <my.wahyu@...> wrote:

        > Khusus u mahasiswa yg berdemo anarkis di makassar (UNM, UNISMUH, UIN,
        > UNHAS, 45, dLL )...
        >
        > Heeeeiii!!! Mahasiswa yg sok intelektual taukah kalian bahwa kami lebih
        > resah dengan ulah kalian yg :
        > - menutup jalan
        > - menjarah
        > - membakar pos polisi
        > - lempar2an batu
        > Dibandingkan dengan kenaikan bbm..
        > Biarlah bbm naik yg penting suasana aman, damai dan terkendali, sehingga
        > kami bisa tenang mencari nafkah u keluarga kami..
        >
        > Wooii mahasiswa yg sok peduli!! Apakah kalian pernah peduli bgmn nasib
        > sopir angkot (pete2) yg susah dapat penumpang karena demo kalian yg menutup
        > jalan, ataukah bgmn nasib sopir gas, sopir truck coca cola yg kalian jarah
        > dan bakar!!!
        >
        > Woii mahasiswa yg sok suci tp pencuri!! Apakah kalian sadar klo kalian
        > lebih rakus dari koruptor, dengan menjarah toko2 disekitar kampus kalian
        > (giant, mc donald n' Kfc).. Apakah kalian sadar barang yg kalian makan dari
        > hasil menjarah itu adalah haram karena hasil menjarah..
        >
        > Ingat!! Kami butuh kedamaian bukan suasana mencekam heeeiiii mahasiswa
        > jagoan dengan ipk rendah yg bisanya cuma aksi dijalanan..
        >
        > Cobalah kalian membuat aksi tanpa merugikan masyarakat..
        > Contohlah BEM UI yg menyampaikan aspirasi ke DPR dengan santun, duduk satu
        > meja dan mendiskusikan masalah bangsa!! Itulah cermin intelektual
        > mahasiswa..
        >
        > Bukan seperti kalian mahasiswa (UNM, UNISMUH, UIN, UNHAS, 45, dLL ) yg
        > arogan seperti bangsa barbar!!
        >
        > percuma kalian kuliah dikampus yg berlandaskan ISLAM (UIN, UNISMUH) tp
        > kalian tdk mencerminkan sifat2 keislaman..
        >
        > T'penting.. klo mau DEMO jgn lupa bwa bekal (Nasi/Burasa, Air minum skalian
        > tikarnya) spya tidak seenaknya merampas jualannya orang!!!
        >
        > STOP DEMONSTRASI ANARKIS!!! forward kesemua contact!!!!
        >
        > On Thu, Mar 29, 2012 at 17:00, ulfha <ulfha_raz@...> wrote:
        >
        > > **
        > >
        > >
        > > Pencabutan Subsidi Dan Penyehatan APBN?
        > > Kamis, 29 Maret 2012 | Editorial Berdikari Online
        > >
        > > Pemerintah punya lagu lama yang selalu dinyanyikan di saat hendak
        > > menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Lagu lama ini antara lain
        > > berbunyi: "APBN defisit karena subsidi. Karena itu, subsidi harus
        > > dikurangi dan direalokasi."
        > >
        > > Akan tetapi, lama kelamaan lagu lama itu ketahuan juga bohongnya.
        > > Semakin sering dinyanyikan, rakyat pun secara perlahan-lahan juga
        > > mengetahui kepalsuan-kepalsuan pemerintah dibalik argumentasi
        > > pengurangan subsidi sebagai langkah untuk menyehatkan APBN.
        > >
        > > Di berbagai aksi protes kenaikan harga BBM di daerah, sejumlah massa
        > > aksi membentangkan poster berisikan seruan pemerintah menghemat belanja
        > > birokrasi dan menyetop pembayaran utang luar negeri. Mereka makin faham,
        > > yang membuat APBN jebol bukanlah subsidi, melainkan belanja aparatus dan
        > > pembayaran utang.
        > >
        > > Baiklah, agar kita lebih jernih melihat kepalsuan lagu lama pemerintah
        > > ini, kita coba lihat lagi postur APBN-P 2012 yang sedang dibahas
        > > pemerintah dan DPR.
        > >
        > > Dalam APBN-P 2012, anggaran terbesar masih pada belanja rutin pemerintah
        > > sebesar Rp724 trilliun. Dalam postur APBN-P 2012, belanja pegawai
        > > disepakati sebesar Rp212,242,8 triliun dan belanja barang sebesar
        > > Rp186,555,9 triliun. Sedangkan belanja modal hanya Rp168,875,2 triliun
        > > atau 10,9% dari total belanja negara.
        > >
        > > Dengan demikian, postur APBN-P 2012 tetap saja memperlihatkan
        > > ketidakefisienan dan tidak produktif. Jika hendak menggenjot
        > > pembangunan, pemerintah seharusnya memperbesar belanja modal. Tetapi,
        > > pada kenyataannya, APBNP-2012 tetap fokus pada upaya "mempergendut
        > > perut birokrasi". Ini yang menyebabkan peningkatan proporsi anggaran
        > > APBN tidak menghasilkan kesejahteraan rakyat.
        > >
        > > Selain itu, sekalipun anggaran belanja modal itu sudah sangat sedikit,
        > > sehingga energi untuk pembangunan juga kecil, rupanya tingkat realisasi
        > > atau penyerapan anggarannya juga tidak maksimal. Menurut Direktur
        > > Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef),
        > > Ahmad Erani Yustika, realisasi atau penyerapan belanja modal hanya
        > > rata-rata berkisar 87%. Pada APBN 2011, hingga bulan November 2011,
        > > realisasi belanja barang dan belanja modal bahkan masing-masing baru
        > > sekitar 59% dan 46%. Ini mencerminkan birokrasi yang tidak produktif,
        > > tidak efektif, dan tidak kreatif.
        > >
        > > Sudah begitu, pada APBN-P 2012 juga disepakati penurunan penerimaan
        > > pajak dari Rp1.033 triliun menjadi Rp1.012 triliun. Padahal, sekarang
        > > saja rasio pajak Indonesia terhadap PDB sudah terlalu rendah, yaitu
        > > hanya 12%. Bayangkan, Perkumpulan Prakarsa memperkirakan Indonesia
        > > kehilangan potensi penerimaan pajak sebesar Rp500 triliun. Itukan
        > > sepertiga dari total APBN-P 2012 yang berjumlah Rp1.548,3 triliun.
        > > Artinya, dengan uang sebanyak itu, anggaran pembangunan bisa diperbanyak
        > > dan subsidi sosial untuk rakyat bisa ditambah.
        > >
        > > Menurut kami, ada argumentasi pemerintah yang patut diperiksa, yakni
        > > pengurangan subsidi BBM akibat naiknya harga minyak dunia. Pada
        > > kenyataannya, subsidi BBM di APBN terus menerus menurun. Artinya,
        > > pemerintah memang punya "politik anggaran" yang sengaja
        > > mengurangi subsidi BBM. Pada tahun 2005, subsidi BBM masih berkisar 18,8
        > > persen dari APBN. Sedangkan pada tahun 2012, subsidi BBM hanya 8,7
        > > persen dari APBN.
        > >
        > > Menurut kami, penurunan subsidi BBM terkait dengan orientasi kebijakan
        > > ekonomi pemerintah yang berbau neoliberal. Sejak tahun 1999, IMF sudah
        > > mendesak pemerintah Indonesia mencabut subsidi BBM. Lalu, pada tahun
        > > 2001, desakan itu makin kencang diserukan oleh Bank Dunia dan USAID.
        > > Rupanya, sejak tahun 2008, Organisasi Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi
        > > (OECD) sudah "mengejar-ngejar" pemerintah Indonesia agar
        > > memastikan penghapusan subsidi BBM. Lalu, pada 1 November 2010, Sekjend
        > > OECD Angel Gurria menemui sejumlah Pejabat Tinggi Indonesia, termasuk
        > > Wapres Boediono dan Menkeu Agus Martowardoyo. Di situ, OECD berusaha
        > > menyakinkan pemerintah Indonesia agar segera menghapus subsidi BBM dan
        > > listrik hingga 2014.
        > >
        > > Di Forum G-20, baik di Pittsburgh maupun di Gyeongju, Korea Selatan,
        > > proposal penghapusan subdisi BBM sangat gencar disuarakan. Di
        > > Pittsburgh, G20 memaksa negara anggotanya, termasuk Indonesia, segera
        > > menghapus subsidi BBM secara bertahap. Di Gyeongju, Korea Selatan,
        > > Pemerintah Indonesia menjanjikan akan melaksanakan penghapusan subdisi
        > > energi, khususnya BBM dan TDL, dimulai pada tahun 2011.
        > >
        > > Dengan demikian, argumentasi pemerintah tentang pengurangan subsidi BBM
        > > untuk penyehatan APBN hanyalah kebohongan belaka. Di belakang proposal
        > > itu adalah kepentingan negeri-negeri imperialis, melalui lembaga seperti
        > > IMF, Bank Dunia, USAID, dan OECD, untuk meliberalkan sektor hilir migas
        > > Indonesia.
        > >
        > > Kita setuju dengan realokasi anggaran, tapi bukan subsidi BBM. Yang
        > > mestinya direalokasi adalah belanja rutin pemerintah. Anggaran subsidi
        > > BBM mestinya tetap dipertahankan untuk mendorong ekonomi rakyat dan
        > > merangsang peningkatan daya beli rakyat.
        > > Anda dapat menanggapi Editorial Berdikari Online di:
        > > redaksiberdikari@...
        > > http://www.berdikarionline.com/editorial/20120329/pencabutan-subsidi-unt\
        > > uk-sehatkan-apbn.html<http://www.berdikarionline.com/editorial/20120329/pencabutan-subsidi-untuk-sehatkan-apbn.html>
        > > <http://www.berdikarionline.com/editorial/20120329/pencabutan-subsidi-un\
        > > tuk-sehatkan-apbn.html<http://www.berdikarionline.com/editorial/20120329/pencabutan-subsidi-untuk-sehatkan-apbn.html>
        > > >
        > >
        > > [Non-text portions of this message have been removed]
        > >
        > >
        > >
        >
        > [Non-text portions of this message have been removed]
        >
        >
        >
        >
        > TODAY(Beta) • Powered by Yahoo!
        > No blood, bruises on George Zimmerman
        > A police video shows Trayvon Martin's shooter didn't appear to have the injuries he claimed.
        > Privacy Policy

        [Non-text portions of this message have been removed]
      • susilo sulistyanto
        Kalau harga BBM nggak jadi naik!!!!! Saudara-saudara yang menyetujui harga BBM naik jangan jadi orang munafik ya.. Beli dan pakailah BBM yang non subsidi...
        Message 3 of 5 , Mar 30, 2012
        • 0 Attachment
          Kalau harga BBM nggak jadi naik!!!!!

          Saudara-saudara yang menyetujui harga BBM naik jangan jadi orang munafik ya..
          Beli dan pakailah BBM yang non subsidi...


          Itu semua di antaranya berkat perjuangan para Mahasiswa/i kita yang masih memiliki kemurnian jiwa dan nurani...
          Mereka telah rela mengorbankan apa yang mampu mereka sumbangkan untuk kejayaan dan kemaslahatan bagi bumi pertiwi ini

          salam...
           

          Merdeka.......


          ________________________________
          Dari: Ilham M. Wijaya <proilham@...>
          Kepada: ekonomi-nasional@yahoogroups.com
          Dikirim: Kamis, 29 Maret 2012 20:41
          Judul: Re: [ekonomi-nasional] [Editorial Berdikari Online] Pencabutan Subsidi Dan Penyehatan APBN?


           
          Wah ini ga ngerti aksi ...
          Sy kira anarkisme mahasiswa itu ga mungkin berdiri sendiri bung...pasti ada sebabnya...tdk pernah ada aksi mahasiswa yg merencanakan penjarahan ataupun bentuk anarkis lain.

          Itu pasti dipicu oleh sikap provokatif pihak lain. Tdk ada juga perubahan itu dimulai dimeja semua harus dgn turun kejalan karena pemerintah ini sdh tuli dan bebal.

          Kalaupn ada pihak yg dirugikan dgn aksi mahasiswa, hrsnya mereka juga sadar dong yg diperjuangkan itu, nasib semua rakyat yg miskin. Sekrang dirugikan tapi akan diselamatkan jika aksi berhasil.

          Ini salah kaprah, rakyat dininabobokan dengan hidup damai dan tenang padahal disaat itupula mereka dimiskinkan secara struktural oleh negara. Masih untung ada yg menyuarakan, jika tdk kita bs hancur bersama-sama...

          Kita hanya perlu mendoakan bagi para pejuang rakyat itu, mereka bisa ikhlas sungguh2 dan dimudahkan semuanya...dengan begitu semua akan satu tujuan satu cita2 perubahan...


          Best Regards,

          Twitter: @IlhamMwijaya
          PinBB : 23C2CB12

          Sent from my BlackBerry®
          powered by Sinyal Kuat INDOSAT

          -----Original Message-----
          From: edelweiss <my.wahyu@...>
          Sender: ekonomi-nasional@yahoogroups.com
          Date: Thu, 29 Mar 2012 19:02:21
          To: <ekonomi-nasional@yahoogroups.com>
          Reply-To: ekonomi-nasional@yahoogroups.com
          Subject: Re: [ekonomi-nasional] [Editorial Berdikari Online] Pencabutan
          Subsidi Dan Penyehatan APBN?

          Khusus u mahasiswa yg berdemo anarkis di makassar (UNM, UNISMUH, UIN,
          UNHAS, 45, dLL )...

          Heeeeiii!!! Mahasiswa yg sok intelektual taukah kalian bahwa kami lebih
          resah dengan ulah kalian yg :
          - menutup jalan
          - menjarah
          - membakar pos polisi
          - lempar2an batu
          Dibandingkan dengan kenaikan bbm..
          Biarlah bbm naik yg penting suasana aman, damai dan terkendali, sehingga
          kami bisa tenang mencari nafkah u keluarga kami..

          Wooii mahasiswa yg sok peduli!! Apakah kalian pernah peduli bgmn nasib
          sopir angkot (pete2) yg susah dapat penumpang karena demo kalian yg menutup
          jalan, ataukah bgmn nasib sopir gas, sopir truck coca cola yg kalian jarah
          dan bakar!!!

          Woii mahasiswa yg sok suci tp pencuri!! Apakah kalian sadar klo kalian
          lebih rakus dari koruptor, dengan menjarah toko2 disekitar kampus kalian
          (giant, mc donald n' Kfc).. Apakah kalian sadar barang yg kalian makan dari
          hasil menjarah itu adalah haram karena hasil menjarah..

          Ingat!! Kami butuh kedamaian bukan suasana mencekam heeeiiii mahasiswa
          jagoan dengan ipk rendah yg bisanya cuma aksi dijalanan..

          Cobalah kalian membuat aksi tanpa merugikan masyarakat..
          Contohlah BEM UI yg menyampaikan aspirasi ke DPR dengan santun, duduk satu
          meja dan mendiskusikan masalah bangsa!! Itulah cermin intelektual
          mahasiswa..

          Bukan seperti kalian mahasiswa (UNM, UNISMUH, UIN, UNHAS, 45, dLL ) yg
          arogan seperti bangsa barbar!!

          percuma kalian kuliah dikampus yg berlandaskan ISLAM (UIN, UNISMUH) tp
          kalian tdk mencerminkan sifat2 keislaman..

          T'penting.. klo mau DEMO jgn lupa bwa bekal (Nasi/Burasa, Air minum skalian
          tikarnya) spya tidak seenaknya merampas jualannya orang!!!

          STOP DEMONSTRASI ANARKIS!!! forward kesemua contact!!!!

          On Thu, Mar 29, 2012 at 17:00, ulfha <ulfha_raz@...> wrote:

          > **
          >
          >
          > Pencabutan Subsidi Dan Penyehatan APBN?
          > Kamis, 29 Maret 2012 | Editorial Berdikari Online
          >
          > Pemerintah punya lagu lama yang selalu dinyanyikan di saat hendak
          > menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Lagu lama ini antara lain
          > berbunyi: "APBN defisit karena subsidi. Karena itu, subsidi harus
          > dikurangi dan direalokasi."
          >
          > Akan tetapi, lama kelamaan lagu lama itu ketahuan juga bohongnya.
          > Semakin sering dinyanyikan, rakyat pun secara perlahan-lahan juga
          > mengetahui kepalsuan-kepalsuan pemerintah dibalik argumentasi
          > pengurangan subsidi sebagai langkah untuk menyehatkan APBN.
          >
          > Di berbagai aksi protes kenaikan harga BBM di daerah, sejumlah massa
          > aksi membentangkan poster berisikan seruan pemerintah menghemat belanja
          > birokrasi dan menyetop pembayaran utang luar negeri. Mereka makin faham,
          > yang membuat APBN jebol bukanlah subsidi, melainkan belanja aparatus dan
          > pembayaran utang.
          >
          > Baiklah, agar kita lebih jernih melihat kepalsuan lagu lama pemerintah
          > ini, kita coba lihat lagi postur APBN-P 2012 yang sedang dibahas
          > pemerintah dan DPR.
          >
          > Dalam APBN-P 2012, anggaran terbesar masih pada belanja rutin pemerintah
          > sebesar Rp724 trilliun. Dalam postur APBN-P 2012, belanja pegawai
          > disepakati sebesar Rp212,242,8 triliun dan belanja barang sebesar
          > Rp186,555,9 triliun. Sedangkan belanja modal hanya Rp168,875,2 triliun
          > atau 10,9% dari total belanja negara.
          >
          > Dengan demikian, postur APBN-P 2012 tetap saja memperlihatkan
          > ketidakefisienan dan tidak produktif. Jika hendak menggenjot
          > pembangunan, pemerintah seharusnya memperbesar belanja modal. Tetapi,
          > pada kenyataannya, APBNP-2012 tetap fokus pada upaya "mempergendut
          > perut birokrasi". Ini yang menyebabkan peningkatan proporsi anggaran
          > APBN tidak menghasilkan kesejahteraan rakyat.
          >
          > Selain itu, sekalipun anggaran belanja modal itu sudah sangat sedikit,
          > sehingga energi untuk pembangunan juga kecil, rupanya tingkat realisasi
          > atau penyerapan anggarannya juga tidak maksimal. Menurut Direktur
          > Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef),
          > Ahmad Erani Yustika, realisasi atau penyerapan belanja modal hanya
          > rata-rata berkisar 87%. Pada APBN 2011, hingga bulan November 2011,
          > realisasi belanja barang dan belanja modal bahkan masing-masing baru
          > sekitar 59% dan 46%. Ini mencerminkan birokrasi yang tidak produktif,
          > tidak efektif, dan tidak kreatif.
          >
          > Sudah begitu, pada APBN-P 2012 juga disepakati penurunan penerimaan
          > pajak dari Rp1.033 triliun menjadi Rp1.012 triliun. Padahal, sekarang
          > saja rasio pajak Indonesia terhadap PDB sudah terlalu rendah, yaitu
          > hanya 12%. Bayangkan, Perkumpulan Prakarsa memperkirakan Indonesia
          > kehilangan potensi penerimaan pajak sebesar Rp500 triliun. Itukan
          > sepertiga dari total APBN-P 2012 yang berjumlah Rp1.548,3 triliun.
          > Artinya, dengan uang sebanyak itu, anggaran pembangunan bisa diperbanyak
          > dan subsidi sosial untuk rakyat bisa ditambah.
          >
          > Menurut kami, ada argumentasi pemerintah yang patut diperiksa, yakni
          > pengurangan subsidi BBM akibat naiknya harga minyak dunia. Pada
          > kenyataannya, subsidi BBM di APBN terus menerus menurun. Artinya,
          > pemerintah memang punya "politik anggaran" yang sengaja
          > mengurangi subsidi BBM. Pada tahun 2005, subsidi BBM masih berkisar 18,8
          > persen dari APBN. Sedangkan pada tahun 2012, subsidi BBM hanya 8,7
          > persen dari APBN.
          >
          > Menurut kami, penurunan subsidi BBM terkait dengan orientasi kebijakan
          > ekonomi pemerintah yang berbau neoliberal. Sejak tahun 1999, IMF sudah
          > mendesak pemerintah Indonesia mencabut subsidi BBM. Lalu, pada tahun
          > 2001, desakan itu makin kencang diserukan oleh Bank Dunia dan USAID.
          > Rupanya, sejak tahun 2008, Organisasi Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi
          > (OECD) sudah "mengejar-ngejar" pemerintah Indonesia agar
          > memastikan penghapusan subsidi BBM. Lalu, pada 1 November 2010, Sekjend
          > OECD Angel Gurria menemui sejumlah Pejabat Tinggi Indonesia, termasuk
          > Wapres Boediono dan Menkeu Agus Martowardoyo. Di situ, OECD berusaha
          > menyakinkan pemerintah Indonesia agar segera menghapus subsidi BBM dan
          > listrik hingga 2014.
          >
          > Di Forum G-20, baik di Pittsburgh maupun di Gyeongju, Korea Selatan,
          > proposal penghapusan subdisi BBM sangat gencar disuarakan. Di
          > Pittsburgh, G20 memaksa negara anggotanya, termasuk Indonesia, segera
          > menghapus subsidi BBM secara bertahap. Di Gyeongju, Korea Selatan,
          > Pemerintah Indonesia menjanjikan akan melaksanakan penghapusan subdisi
          > energi, khususnya BBM dan TDL, dimulai pada tahun 2011.
          >
          > Dengan demikian, argumentasi pemerintah tentang pengurangan subsidi BBM
          > untuk penyehatan APBN hanyalah kebohongan belaka. Di belakang proposal
          > itu adalah kepentingan negeri-negeri imperialis, melalui lembaga seperti
          > IMF, Bank Dunia, USAID, dan OECD, untuk meliberalkan sektor hilir migas
          > Indonesia.
          >
          > Kita setuju dengan realokasi anggaran, tapi bukan subsidi BBM. Yang
          > mestinya direalokasi adalah belanja rutin pemerintah. Anggaran subsidi
          > BBM mestinya tetap dipertahankan untuk mendorong ekonomi rakyat dan
          > merangsang peningkatan daya beli rakyat.
          > Anda dapat menanggapi Editorial Berdikari Online di:
          > redaksiberdikari@...
          > http://www.berdikarionline.com/editorial/20120329/pencabutan-subsidi-unt\
          > uk-sehatkan-apbn.html<http://www.berdikarionline.com/editorial/20120329/pencabutan-subsidi-untuk-sehatkan-apbn.html>
          > <http://www.berdikarionline.com/editorial/20120329/pencabutan-subsidi-un\
          > tuk-sehatkan-apbn.html<http://www.berdikarionline.com/editorial/20120329/pencabutan-subsidi-untuk-sehatkan-apbn.html>
          > >
          >
          > [Non-text portions of this message have been removed]
          >
          >
          >


          [Non-text portions of this message have been removed]



          [Non-text portions of this message have been removed]




          [Non-text portions of this message have been removed]
        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.