Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

RE: [dzikrullah] Membuka Hijab 9/9 (Sdr. A. Purwoko)

Expand Messages
  • sangkan
    Kepada Sdr. Akhwan Purwoko Yth, Assalamu alaikum Wr, Wb, Sebelumnya saya menyarankan anda untuk membaca ulang `artikel-artikel yang saya tulis secara
    Message 1 of 1 , Jul 19, 2000
    • 0 Attachment
      Kepada Sdr. Akhwan Purwoko Yth,

      Assalamu'alaikum Wr, Wb,

      Sebelumnya saya menyarankan anda untuk membaca ulang
      `artikel-artikel
      yang saya tulis' secara pelan-pelan, terutama Bab Etika Islam.

      Sejak awal saya mengatakan kepada seluruh anggota dzikrullah,
      gunakanlah syariat yang telah anda pahami dan lakukanlah setiap
      syariat sesuai dengan ilmu yang telah anda peroleh dari guru-
      guru/ustadz; hanya saja …..roh/jiwa harus hadir atau ihsan, dan
      kita harus sadari bahwa Allah begitu dekat dan melihat kita,
      "wa'budullah ka annaka takahu fainlam takuntarahu innahu
      yaraka"
      (hadist), sembahlah Allah seolah-olah kalian melihat-Nya, namun
      apabila kalian tetap tidak mampu, ketahuilah bahwa Allah selalu
      melihat kalian.

      Azas inilah yang harus ada dalam setiap shalat, zakat, dzikir dan
      seluruh ibadah lainnya, sebab kalau tidak, ia tidak sempurna dalam
      beragama, karena 'ihsan' merupakan RUKUN (syarat) AGAMA. Ada tiga
      rukun agama yaitu IMAN, ISLAM dan IHSAN (Al hadist)

      Pada setiap artikel saya … saya justru mengajak memurnikan setiap
      peribadatan, menjauhkan dari khurafat, syirik ataupun washilah, dan
      cara-cara ibadah yang tidak dituntun Al Qur'an dan Al Hadist.

      Kalau anda merasakan ada yang ganjil dalam praktik beribadat dan
      Mujahadah kepada Allah dan "ternyata bid'ah". Sayang anda
      tidak menunjukkan secara jelas, peribadatan yang mana?

      DZIKIR dan TAFAKUR

      Dzikir dan tafakur adalah ibadah yang bebas, yang tidak ada batasan
      waktu. Dzikrullah dalam kamus bahasa arab "Al Muhith",
      artinya
      mengingat Allah – menyebut Asma Allah, dilakukan dalam posisi
      duduk,
      berbaring, berdiri atau berjalan. Bahkan tidak boleh meninggalkan
      dzikir walaupun disibukkan oleh berdagang (bekerja).

      Ayat-ayat yang memerintahkan berdzikir dan kecaman bagi yang tidak
      berdzikir :
      Berdzikir boleh dilakukan dalam posisi duduk, berdiri, berbaring
      (QS 4:103)
      Orang yang tidak berdzikir, Allah mengirim syetan di dalam hatinya
      (Azzukhruf : 36)
      Orang yang tidak berdzikir, disebut orang sesat yang nyata (QS.39 ;
      22,23)
      Ingatlah Allah dalam hati, dengan rasa rendah hati, dengan perasaan
      takut, tidak mengeraskan suara "baik pagi maupun petang"
      Orang beriman selalu ingat Allah kalau ditimpa was-was (Al
      A'raf :
      201)
      Ingatlah Allah sebanyak-banyaknya ( Al Jumu'ah : 10)
      Ingatlah akan Aku maka Aku akan ingat kamu .. (Al Baqarah :152)
      Orang yang tidak ingat Allah, kelompk syetan (Al Mujadalah : 19)

      Hadist-hadist yang memerintahkan berdzikir :
      Adalah Rasulullah saw, beliau selalu ingat Allah sepanjang hidupnya
      (Hadist Riwayat Muslim)
      Barang siapa tidak memperbanyak dzikir kepada Allah sungguh ia
      telah terlepas dari iman (HR Ath Thabrany dalam Al Austath)
      Perumpamaan orang yang tidak berdzikir dengan yang berdzikir,
      adalah seperti orang mati dengan orang yang hidup (HR Bukhari…
      Attaghrib-wattarhib 3:59)
      Perbanyaklah ingat kepada Allah di segenap keadaan (Shahih)

      Ibadah-ibadah yang ditolak bukan hanya yang secara syariat tidak ada
      tuntunannya saja, akan tetapi juga ibadah-ibadah yang ada tuntunannya
      bisa saja ditolak, seperti ibadah Shalat :
      Al Ma'un ayat 4-5
      Celaka bagi orang-orang yang shalat
      Yaitu orang yang lalai dari shalatnya
      Orang-orang yang berbuat riya

      Banyak orang mengartikan sahun (lalai) sebagai mengulur-ulur waktu
      shalat. Ayat ini tidak bisa ditafsirkan seperti itu, karena ada kata
      sambung (isim maushul) yang menjelaskan ayat berikutnya. Alladzinahum
      yuraauna….. (yaitu orang-orang yang berbuat shalat tidak karena
      mencari keridhaan Allah).
      Sahun artinya ghafilun = lupa kepada Allah ~ tidak konsentrasi
      kepada yang dituju yaitu Allah swt.
      Lihat tafsir karangan Prof. Ali Asshobuny – Beirut

      Al Hadist R Ibnu Majah ; Berapa banyak orang shalat yang tidak
      mendapatkan apa-apa, kecuali hanya capek dan payah.

      Jadi : "Ibadah yang ada tuntunannya ternyata tertolak oleh sebab
      tidak didasari karena Allah"

      Al Hadist Shahih Muslim :

      Maka Barang siapa hijrahnya (niat) karena Allah dan Rasulullah, maka
      hijrahnya akan sampai diterima Allah dan Rasulullah, dan Barang siapa
      hijrahnya karena dunia atau karena perempuan, maka hijrahnya tertolak
      pada apa yang ia hijrah kepadanya.

      Anda perhatikan peristiwa "HIJRAH", ialah berupa contoh
      peribadatan
      yang dituntun langsung oleh Allah dan Rasulullah, namun peribadatan
      itu tidak bisa dikatakan "ibadah" apabila roh / jiwanya tidak
      tertuju
      kepada Allah (ihsan)

      Sembahlah Allah seakan-akan engkau melihatnya. Apabila engkau tidak
      mampu, sesungguhnya Ia melihat engkau (Shohih). Sikap ini yang
      disebut ihsan, dan merupakan rukun (syarat) syahnya agama, selain
      iman dan islam. Apabila salah satu rukunnya agama tidak terpenuhi,
      maka TIDAK BISA AGAMA/DIEN dan peribadatannya tertolak (lihat BAB
      ETIKA ISLAM)

      Kenapa kita hanya memperhatikan soal-soal syariat fisik saja, padahal
      syariat ruhiyah begitu banyak yang terabaikan dan merupakan roh-nya
      Ibadah, dan Allah akan menerima setiap peribadatannya dengan Ikhlas,

      Syariat-syariat Ruhiyah :
      Iman - percaya itu ada di dalam hati
      Ihsan - perasaaan melihat dan dilihat Allah
      Ikhlas - rasa pasrah kepada Allah
      Sabar - menahan perasaan dari gejolak syahwat
      Khusyu' – perasaan sangat dekat dengan Allah dan kepadanya kita
      kembali (Qs. 2 : 45-46)

      Ciri-ciri orang yang beriman :
      Bergetar hatinya, tatkala disebut nama Allah (Al Anfal : 2)
      Menjerit, tersungkur dan menangis tatkala disebut Allah (Surat
      Maryam : 58)

      Terima kasih dan mohon maaf kalau kurang lengkap dalil-dalil yang
      saya sajikan, insya Allah disambung lagi pada waktu yang akan datang,
      atau kita bisa adakan diskusi khusus dalam forum yang lebih santai
      (yang akan kami informasikan kemudian)


      Wassalamualaikum Wr, Wb,
      #Sangkan#


      -----------------------------------
      Subject: RE: [dzikrullah] Membuka Hijab 9/9
      Author: Akhwan Purwoko


      Pertama saya ucapkan terima kasih dengan semua informasi yang anda
      kirimkan.Setelah membaca artikel ini,muncul beberapa pertanyaan dalam
      benak saya,salah satu diantaranya adalah sebagai berikut.

      Pada bab 9 ini anda menyebutkan bahwa Islam menolak ibadah yang
      menggunakan sarana bukan dari Alloh ini suatu perkataan yang tepat
      dan sangat sesuai dengan Hadits Rosululloh saw yang artinnya "

      Barang siapa yang beramal tanpa ada petunjuk dariku maka dia tertolak
      " dan juga hadits "Barang siapa yang beramal dengan suatu amalan yang
      tiadak ada perintah dariku maka amalan itu tertolak"dimana dengan
      dasar dua hadits shohih itu para ulama salaf mulai dari para sahabat
      danyang mengikuti mereka menetapkan bahwa pada asalnya ibadah itu
      haram kecuali yang ada contoh atau ada perintah atau dibenarkan oleh
      Rosululoh saw.Jadi sekali lagi pernyataan anda tadi sangat tepat,tapi
      ironisnya dibagian lain anda justru mengajarkan suatu cara ibadah
      yang sama sekali tidak pernah dikenal dalam dunia Islam.Wallohu
      musta'an.

      Yang kedua,dalam banyak ayat Al-Qur'an Alloh banyak menyebut
      tentang keutamaan generasi saat Rosululloh saw masih hidup yakni
      generasi para sahabat,diantaranya tentang keridloan Alloh pada para
      pahlawan perang Badar,juga dalam banyak sekali hadits Rosululloh
      saw,menyampaikan berita tentang Sahabat A telah disiapkan tempatnya di
      sorga,sahabat yang lain telah dibuatkan rumah di sorga dan banyak
      lagi.Nah sesungguhnya semua itu adalah ibroh bagi bagi sekalian
      manusia yang menghendaki keselamatan di dunia maupun akherat.Demi
      Alloh tidak ada jalan lain untuk mendapatkan keridloan Alloh di dunia
      dan akherat serta sorganya di akherat kelak pada jaman akhir ini
      kecuali dengan mengikuti cara hidup mereka ( cara mentauhidkan
      Alloh,cara berpikir,cara beribadah cara bermuamalah,dll.)Disini yang
      dimaksud dengan cara hidup bukanlah apakah sekarangkita harus pakai
      onta atau pakai mobil,karena Rosululloh pernah bersabda yang artinya
      "..............,kamu lebih tahu urusan dunia kamu,....."

      Wallohu'alam.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.